Saturday, 4 July 2026

Jalan-Jalan Pagi di Kota Taliwang : Sumbawa Barat

 


Rencana tiga hari mengexplore Sumbawa Barat, hari pertama kami memilih untuk menginap di Kota Taliwang. Alasannya karena gak jauh dari kota ini terdapat beberapa destinasi wisata alam yang bisa diexplore. Dari wisata kota, kuliner, pantai hingga air terjun. 

Kota ini juga mengalami beberapa perubahan seperti penataan kota yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Sudah banyak penginapan yang nyaman dengan harga terjangkau. Mau wisata kuliner juga banyak pilihan. Buat anak-anak juga sangat ramah karena udara disini cukup sejuk karena diapit oleh beberapa perbukitan. 

Sampai di kota ini sskitar jam setengah enam sore. Kami putuskan sesampai di penginapan nanti bersih-bersih dan istirahat sejenak. Lumayan kurang lebih delapan jam motoran dari Mataram sampai di Taliwang. Itupun sudah dipotong sama penyeberangan tiga jam-an. Buat saya dan istri aman-aman saja. Tapi kasihan anak-anak terlihat capek meskipun nyatanya tenaga masih tiga puluh watt, hehehe. 

Sangat penting menjaga stamina dan kesehatan anak-anak karena keesokan harinya, kami akan memulai mengexplore beberapa destinasi wisata alam di Sumbawa Barat. 

Menginap di RIDAY Guest House 

Seminggu sebelum hari keberangkatan, saya mencari penginapan di Kota Taliwang. Ada beberapa pilihan, tapi kami memilih menginap di RIDAY Guest House saja karena kami rasa tempatnya nyaman dan dekat dari pusat kota

Saya memesan lewat whatsapp dimana dapat nomor kontak pemiliknya lewat google maps. Syukurnya nomor yang ada di google maps adalah nomor yang tepat. Responnya juga cepat dan si pemilik sangat ramah. 






Kesan pertama bagi saya dan istri pribadi sangat positif memilih penginapan ini. Kami pesan satu kamar untuk semalam saja karena keesokan harinya kami pindah tempat. Harganya juga cukup murah yaitu 350 ribu untuk kelas guest house. Itupun bisa bayar di tempat saat sudah sampai di penginapan. 

Disini tipe kamarnya hanya satu. Kalian bisa memilih mau yang double bed atau single beds. Kami memilih yang double bed untuk dua orang dewasa dan dua anak-anak. Kamarnya juga cukup nyaman. Ukurannya seperti di kamar rumahan. Fasilitas cukup lengkap, ada AC 1 PK, meja kerja, lemari menyimpan pakaian,  cangkir dan alat pemanas air lengkap dengan kopi sachetan. 

Penampakan guest housenya mirip kos-kosan. Bersih, penataannya rapi. Terdiri dari empat kamar dengan cat tembok serba putih. Ada teras dan dua kursi untuk nongkrong di depan kamar. Kamar mandinya cukup luas dengan adanya water heater, closed duduk, shower, peralatan mandi, handuk dua buah, cermin dan yang saya suka kamar mandinya harum dan lantainya gak licin. 

Wort it banget ada penginapan kelas guest house di kota ini. Lokasinya juga dekat dengan pusat pemerintahan dan Masjid Agung Darusallam Sumbawa Barat dan Tugu Kemutar Telu Center (KTC). 



Riday Guest House ini beralamat di Dusun Kuang, Taliwang, Sumbawa Barat. Dekat dengan area perkantoran. Mau ke pusat keramaian kota juga cukup dekat. 

Buat kalian yang berencana perjalanan tugas dinas atau ada urusan di Kota Taliwang, bisa memilih penginapan ini. Info dari pemilik yang bernama Ibu Rida, penginapannya sering dipesan oleh para pegawai dari luar kota yang sedang melakukan tugas dinas di Sumbawa Barat. 

Di halaman depan penginapan ini juga terdapat area bermain anak-anak. Terdapat ayunan buat bersantai. Anak-anak sangat nyaman menginap disini. Kesan pertama sudah buat kami tersenyum. 

Selain dapat kamar yang cukup bagus dan nyaman, kami juga mendapatkan fasilitas sarapan yang dimasakin langsung oleh asisten rumah tangga si pemilik karena bangunan penginapan ini nyambung dengan bangunan rumah si pemilik. Vibesnya ngekos bareng ibu kost. Hehehe. 

Makan Malam di Rumah Makan Tarasa Taliwang

Setelah mandi dan shalat magrib di kamar, kami keluar untuk mencari makan malam. Kebetulan juga perut sudah memanggil-manggil untuk diisi. Sekalian keliling kota di malam hari karena penasaran melihat suasana Kota Taliwang di malam hari. 

Sempat bingung mau makan apa dan dimana. Muter-muter Kota Taliwang yang gak begitu luas. Terlihat banyak pedagang kaki lima dan warung makan yang buka di tengah pusat keramaian kota. 

Ada serba lalapan, sate dan soto Madura, nasi rendang, bakso, sampai jajanan pasar ada yang buka hingga malam hari. Kota ini cukup ramai dan jangan khawatir untuk mencari segala kebutuhan ada semua disini. Yang penting jangan cari mall saja karena belum ada disini. 

Fasilitas umum seperti masjid agung, rumah sakit, klinik, apotek, bank, ruang terbuka dan SPBU ada disini. Jalan kota juga dalam kondisi baik dengan aspal mulus. Penataan kotanya sangat rapi dan enak dipandang. Trafic light juga berfungsi dengan baik. Warga kota juga sangat taat berlalu lintas. Itu yang saya suka jika datang ke suatu daerah yang dimana warganya sangat cinta kebersihan dan tertib di jalan. 




Muter-muter kota sambil memilih mau makan dimana. Akhirnya kami menjatuhkan pilihan di rumah makan Tarasa. Ini yang dipilih ibunya anak-anak. Biasanya apapun urusan makan di luar, saya serahkan ke istri. Kalau saya makan apa saja mau. Apalagi sudah laper banget. 

Dari depan rumah makan, tempatnya cukup sederhana. Di depan pintunya terpampang daftar menu lengkap dengan foto dan harganya. Jadi kita bisa tau menu apa saja yang ada disini dan harganya berapa. Menurut saya harganya cukup terjangkau. Menu-menunya juga sangat cocok sama anak-anak. 

Kalau saya dan istri memesan nasi goreng ayam, sedangkan anak-anak, kami pesanan nasi goreng telur. Makan yang hangat-hangat di tengah udara malam yang cukup dingin. Soal rasa menurut saya enak banget. Bumbunya berasa, gak banyak minyak dan toping ayamnya cukup banyak. Apalagi diberi kerupuk biar nafsu makan bertambah. 

Untuk minumnya kami memesan es jeruk peras dan jus alpukat. Seger banget habis makan nasi goreng. Porsinya juga lebih dari cukup. Tempatnya cukup nyaman dan bersih karena ada lesehannya. Pelayanannya juga baik dan ramah-ramah. 

Jalan Pagi di KTC Taliwang, Ruang Terbuka Hijau 

Keesokan harinya, bangun pagi kuterus shalat subuh dan gak lupa menggosok gigi. Setelah itu kami berencana untuk jalan pagi di ruang terbuka hijau KTC Taliwang yang jaraknya gak begitu jauh dari penginapan. 

Lokasi pertama yang kamj tuju yaitu lapangan depan pendopo Bupati Kab. Sumbawa Barat.  Disini banyak warga yang berolahraga. Penatataanya juga sangat rapi. Terdapat trotoar mengeliling lapangan pendopo. Disini juga ada panggung permanen yang dipakai untuk acara formal, event atau konser. 

Dari kejauhan telihat perbukitan yang diseluti kabut. Udara pagi yang sejuk dan segar. Jauh dari yang namanya polusi. Suasana perkotaan yang nyaman dan damai. Apalagi warga kota yang sangat ramah terhadap pendatang. 








Setelah muterin lapangan pendopo bupati dan berfoto-foto mengabadikan moment. Kami berjalan menuju ke KTC (Kamuter Telu Center). Disini bisa dibilang mirip seperti Jalan Udayana di Kota Mataram. 

Ruang terbuka hijau dengan dibuatkan trotoar untuk penjalan kaki dan disediakan beberapa bangku panjang untuk warga bersantai. Pohon-pohon rindang membuat warga kota nyaman untuk berolahraga.

Yang saya suka dari KTC adalah suasananya yang tenang. Gak terlalu ramai, tetapi tetap terasa hidup. Sesekali terdengar suara burung dan obrolan ringan para warga yang membuat pagi terasa begitu damai. 

Sepanjang jalan di KTC ini sangat bersih. Terdapat beberapa bak sampah yang disediakan untuk warga yang ingin membuang sampah. Petugas kebersihan juga standby melaksanakan tugasnya setiap hari. 


Bagi saya, jalan pagi bukan hanya soal olahraga, tetapi juga kesempatan untuk menikmati suasana kota dari sisi yang berbeda. Gak perlu terburu-buru, cukup melangkah perlahan sambil menikmati setiap sudut KTC yang mulai dipenuhi aktivitas warga.


Sebelum berpindah ke lokasi lain, kami berfoto terlebih dahulu di depan kantor bupati Kab. Sumbawa Barat dan depan tugu KTC berlatar Masjid Agung Darussalam, Taliwang. 


Penasaran Melihat Deburan Ombak Pantai Balad 

Habis jalan pagi di kawasan KTC Taliwang, kami beralih ke pantai yang jaraknya sekitar sembilan kilometer atau sekitar sepuluh menit dari Kota Taliwang. 

Perjalanan menuju pantai ini terasa menyenangkan. Jalan yang dilalui cukup nyaman dengan pemandangan perbukitan hijau dan perkampungan warga. Jalan menuju pantainya juga cukup baik. Begitu tiba di Pantai Balad, suasananya langsung membuat pikiran terasa lebih ringan.

Saya baru tau di depan Pantai Balad, banyak terdapat penginapan atau homestay dan bungalow yang harganya relatif terjangkau. Kapan-kapan pengen staycation di pantai ini. 

Gak ada pintu masuk resmi menuju pantainya. Kita bisa mengambil jalan tanah sempit yang mengarah ke pantai. Saya gak tau yang mana biasanya jalan masuk menuju pantai yang banyak orang lewati. Tapi melihat dari kejauhan ada sekelompok remaja laki-laki yang sedang berkumpul di salah satu gubuq bambu. Langsung saja kami menuju ke arah mereka. 

Gak ada bayar masuk dan parkir. Bisa dibilang kami gak bayar sepeserpun masuk ke dalam wilayah pantai. Udara pantai sudah tercium dan mengucapkan selamat datang ke kami. 







Setibanya di pinggir pantai, kami memarkirkan motor di depan warung. Setelah itu kami berjalan menuju bibir pantai. Saat itu ombaknya cukup tinggi tapi angin gak terlalu kencang. 

Kami memilih duduk di salah satu bangku kayu panjang milik warung. Pemilik warung sangat ramah kepada kami. Suasana pantainya juga tergolong sepi. 

Pantai ini memiliki pasir yang bersih dengan air laut yang jernih. Meskipun warna pasirnya gak putih alias agak kehitaman. Ombak disini tergolong sedang tergantung cuaca saat itu. Angin laut yang bertiup pelan menjadi teman terbaik untuk melepas penat setelah rutinitas yang padat.

Warna air laut di pantai ini cukup keren. Gradasi hijau toska dan birunya air laut ditambah lagi dengan deburan ombak yang membuat suasana menjadi syahdu. Angin pantai yang sepoi-sepoi dan deretan pohon kelapa yang melambai-lambai. Eksotis sekali !. 

Di sebelah utara terlihat lereng perbukitan dan kawasan perkampungan nelayan. Perahu-perahu nelayan berjejer rapi. Garis Pantai Balad cukup panjang. Dari kejauhan sebelah selatan terlihat deretan perbukitan hijau dan pulau-pulau kecil. 

Saya memilih duduk di salah satu bangku panjang sambil menikmati secangkir kopi susu hangat. Gak perlu banyak aktivitas, cukup memandang laut yang membentang luas, sesekali melihat perahu nelayan yang melintas, rasanya sudah cukup untuk mengisi ulang energi.

Tapi gak berlaku bagi anak-anak, mereka asyik bermain pasir sambil sesekali menunggu ombak datang. Saya dan istri mau gak mau ikut menemani mereka karena ombak pantai saat itu cukup tinggi. 





Over all, aktifitas hari pertama di Kota Taliwang, menuju penginapan, malamnya pergi makan malam di Rumah Makan Tarasa. Keesokan harinya, bangun pagi, lanjut jalan pagi di ruang terbuka hijau KTC Taliwang. Setelah itu lanjut ke Pantai Balad menjadi agenda kami di Kota Taliwang sebelum melanjutkan perjalanan ke Jereweh. 

Jadi saya cukupkan cerita keliling Kota Taliwang dalam tulisan ini. Minggu depan saya lanjutkan cerita menuju destinasi wisata alam lainnya masih di wilayah Sumbawa Barat. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

0 comments:

Post a Comment