Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Thursday, 21 May 2026

Menghadiri Pameran dan Business Matching Peningkatan Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri : Seminyak, Bali


Motoran ke Bali, kali ini bukan dalam rangka liburan. Tapi menghadiri sebuah acara yang cukup menarik yaitu Pameran dan Business Matching Peningkatan Penggunaan Alat Kesehatan Produk Dalam Negeri yang diadakan oleh Direktorat Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI yang berlokasi di Hotel Grand Mercure Seminyak, Bali. 

Acara ini sudah pernah saya ikuti dua kali. Pertama kalau gak salah tahun 2022 di Senggigi, Lombok dan tahun ini, di Seminyak, Bali. Pertemuan di dibagi beberapa zona. Nah kebetulan Bali dan Lombok merupakan zona Bali dan Nusa Tenggara. 

Setelah dapat disposisi dari pimpinan untuk berangkat ke Bali, saya cukup senang karena bisa ke Bali lagi. Gak sia-siakan moment, saya putuskan untuk ke Bali bawa motor sendiri. 

Gimana menariknya acara ini, yuuk dibaca ceritanya sampai selesai!. 




Acara ini berlangsung dari tanggal 29 - 30 April. Meskipun dua hari tapi rundown acaranya cukup padat. Kita sebagai peserta diharuskan registrasi satu jam sebelum acara dimulai yaitu sekitar jam dua belas siang. 

Panitia acara menanggung seluruh kebutuhan peserta, dari penginapan, transportasi hingga konsumsi. Jadinya seluruh peserta menginap di hotel yang sama dengan acara. Saya sangat senang bisa menginap di salah satu hotel bintang lima yang ada di daerah Seminyak. Untuk review hotelnya, akan dibahas di cerita selanjutnya. Ditunggu saja!. 

Saya tiba di hotel sekitar jam satu siang. Agak telat satu jam karena kapal telat sandar ditambah kejebak macet di Kota Denpasar. Langit Bali siang itu cukup terik. Lumayan bawa motor panas-panasan dari Pelabuhan Padangbai ke Seminyak. Mana pakai drama kapal mogok di tengah laut. 

Bisa baca disini : Motoran Ke Bali Lagi

Setelah parkirkan motor di parkiran bawah hotel, saya langsung menuju lobi hotel. Naik tangga ke lantai dua tempat acara berlangsung. Suasana sudah ramai sekali. Ada puluhan stand vendor sudah berjejer rapi di luar ruang pertemuan. Para peserta sudah berkumpul di depan ruangan. Ada yang langsung berkeliling di area pameran dan ada juga yang masih sibuk registrasi. 



Karena datangnya kesiangan alias telat satu jam dari jadwal resgistrasi, saya langsung menyelesaikan registrasi. Setelah beres, saya berkeliling pameran sambil mencari teman-teman dari NTB juga. Ada sekitar lima puluh empat satker yang diundang antara lain satker dinas kesehatan, rumah sakit pemerintah dan laboratorium kesehatan pemerintah se-pulau Bali, NTB dan Jawa Timur. 

Infonya pada akhir Maret 2026, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Bekasi, Jawa Barat. Dengan dukungan dari Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI). Pameran dan business matching kembali diselenggarakan di Bali. 

Karena keasyikan berkeliling pameran dan melihat beberapa produk alat kesehatan di beberapa vendor, saya pun lupa mengambil jatah makan siang yang sudah disiapkan oleh panitia. Mari kita makan siang dulu kalau gitu !. 

Sekitar jam satu siang lebih, acara dibuka oleh panitia, sekaligus sambutan dan pengantar diskusi oleh Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan, bapak Jefri Ardiyanto. Beliau menyampaikan bahwa ketahanan kesehatan Indonesia sebelumnya masih lemah akibat tingginya ketergantungan terhadap alat kesehatan impor yang mencapai sekitar 88 % transaksi alat kesehatan impor. Tapi melalui berbagai cara yang dilakukan saat ini telah terjadi peningkatan penggunaan produk dalam negeri dengan target substitusi transaksi alat kesehatan impor hingga 30 %.



Setelah sambutan-sambutan, acara dimulai dengan diskusi panel terkait pengadaan dan pengawasan alat kesehatan. Acara hari itu selesai sekitar jam empat sore. Para peserta dipersilahkan untuk beristirahat sejenak di kamar yang sudah disediakan oleh panitia. 

Saya kebetulan sekamar dengan salah satu teman satu kota yaitu Mas Tyo. Kamarnya pun gak jauh dari ruang acara. Jadinya gak capek turun naik lift. Untuk kamar hotelnya kita bahas di tulisan berikutnya ya. Khusus mereview hotel tempat saya menginap !. 

Acara dimulai lagi jam tujuh malam. Masih ada waktu sekitar dua jam untuk istirahat. Bukannya istirahat, saya pergunakan waktu untuk jalan-jalan ke pantai depan hotel. Lumayan bisa lihat view senja di Pantai Seminyak. 

Sekitar jam tujuh malam. Acara pembukaan dimulai. Sebelumnya kami makan malam terlebih dahulu. Setelah itu menyimak rangkaian acara pembukaan. 

Acara pembukaan malam itu diawali oleh sambutan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa salah satu tantangan utama adalah mewujudkan sistem ketahanan alat kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Dimana kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi oleh produksi nasional. 

Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penggantian alat kesehatan impor dengan produk dalam negeri. 

***
Setelah selesai acara pembukaan, sesi malam itu ditutup dengan foto bersama dan seluruh peserta diperkenankan untuk meninggalkan ruangan. Saya dan teman-teman lainnya, melanjutkan berkeliling di pameran. Disana saya pribadi banyak berjumpa dengan vendor-vendor baru yang belum pernah saya kenal sebelumnya. 

Alat-alat yang dibawa juga cukup menarik. Pastinya saya mencari alat kesehatan dan bahan media habis pakai yang dibutuhkan oleh rumah sakit tempat saya bertugas. Suasana malam itu di pameran cukup ramai. Apalagi ada tujuh puluh vendor yang berpartisipasi dalam pameran alat kesehatan yang diadakan ASPAKI. Pastinya alat kesehatan yang dipamerkan yaitu Alat Kesehatan Dalam Negeri yang ber-TKDN. Cukup menarik!. 




Keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan sesi Business Matching dimana pertemuan langsung antara pengguna dan penyedia untuk menjembatani kebutuhan dan solusi produk dalam negeri. 

Gak hanya itu saja, pertemuan pengguna dan penyedia untuk membangun hubungan yang baik dalam rangka memenuhi kebutuhan satker khususnya rumah sakit tempat saya bertugas. 

Ada tujuh puluh vendor yang berinteraksi dengan pengguna atau satker. Dimana dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung selama satu jam. Dilanjutkan sesi kedua selama satu jam juga. 

Overall, saya cukup antusias bisa mengikuti kegiatan ini dari hari pertama hingga akhir. Banyak ilmu yang didapat. Apalagi ini bukan dunia baru yang saya temukan. Dinamika penggunaan alat kesehatan di negeri ini cukup baik menurut saya pribadi. Sudah banyak produsen dalam negeri yang berlomba-lomba menciptakan alat kesehatan dalam negeri yang gak kalah kualitasnya dari produk luar. Dari sisi harga juga jauh cukup terjangkau dan murah. 

Dan kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis dan regulasi terkait pengadaan alat kesehatan. Mengidentifikasi kebutuhan spesifik fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan sebagian Jawa Timur. Serta mendorong peningkatan penyerapan produk dalam negeri melalui e-katalog. 

Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kebutuhan rumah sakit di Provinsi Bali dengan transaksi e-purchasing alat kesehatan dalam negeri tertinggi pada tahun 2025.

Kementerian Kesehatan terus berkomitmen memperkuat ketahanan alat kesehatan nasional dan mendorong kemandirian sektor kesehatan Indonesia. 

Semoga kedepannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut. Harapan setiap tahun diadakan dengan tujuan agar pengguna mudah menemukan alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang ber-TKDN dan terverifikasi. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Monday, 22 December 2025

Kalah Menang Semua Senang : D Golong Restaurant Narmada #HUTRSMNTBke8


Tinggal menghitung hari, tahun 2025 akan segera berakhir. Banyak kenangan suka duka yang kita lewati di tahun ini. Begitu juga di tempat kerja. Beragam cerita yang didapat selama bertugas bersama teman-teman kerja yang menyenangkan dan terkadang ada yang menjengkelkan. 


Bulan Desember merupakan bulan menyibukkan sekaligus menggembirakan bagi kita semua pegawai Rumah Sakit Mata NTB karena bertepatan di Hari Sabtu, tanggal 20 Desember 2025 kita semua merayakan hari lahirnya rumah sakit kebanggaan kita bersama diumur yang kedelapan tahun. 


Seperti di tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata NTB dibuat sederhana mungkin tapi memberikan kesan yang mendalam. Diharapkan seluruh pegawai rumah sakit dapat ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara puncak yang panitia sudah buat.


Dari beberapa lomba yang sudah dilaksanakan beberapa minggu sebelum hari puncak. Seperti lomba makan kerupuk berpasangan, bakiak per kelompok, hula hup, corong air dan lomba masak mie goreng untuk kaum laki-laki. Pemenang lomba sudah ditentukan dan bakal diumumkan di hari puncak nanti. 


Tahun ini acara puncak Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata NTB terasa semakin spesial karena digelar di Restaurant D’Golong, Narmada. Suasana alam yang asri berpadu dengan konsep acara yang santai, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan hangat dan penuh kebersamaan.


Acara direncakan akan dimulai jam delapan pagi. Seluruh kegiatan sudah kami serahkan ke tim event organizer (eo) di lokasi acara. Untuk menuju ke lokasi, seluruh pegawai rumah sakit bisa berkumpul di halaman rumah sakit karena dari panitia sudah menyiapkan dua unit bus yang akan mengantarkan ke lokasi. Ada juga yang menggunakan kendaraan pribadi menuju lokasi. 


Dari jadwal yang sudah disusun panitia, bagi yang ingin ikut naik bus, diharapkan sudah berkumpul di rumah sakit paling telat jam tujuh pagi. Sedangkan yang menggunakan kendaraan pribadi bisa menyesuaikan. 


Untuk seragam tahun ini, panitia sudah membuat seragam kaus polo berwarna hijau sage dengan tulisan 8 bright & briliant di dada kiri yang sudah dibagikan kepada seluruh pegawai. Di tahun ini tema yang diangkat yaitu Bright & Brilliant artinya Cerah dan Cemerlang.


Pagi itu cuaca agak kurang bersahabat. Langit agak mendung dan angin berhembus cukup kencang pertanda sebentar lagi hujan akan turun. Untungnya dua unit bus sudah siap di depan halaman rumah sakit. Karyawan yang sudah datang sudah diperbolehkan naik ke dalam bus. Naiknya bebas ya, gak pakai tiket atau gak sesuai urutan nomor kursi. Bebas milih kursi mana saja. Yang penting jangan duduk di kursi pak supirnya aja. 


Yang buat saya bahagia banget hari itu yaitu bisa naik bus lagi. Biasanya akhir-akhir ini seringnya naik bus medium. Kangen rasanya naik bus besar lagi. Terakhir kali naik bus itu saat balik dari Jogya ke Surabaya menggunakan Patas PO EKA.


Sebagai bus mania sejak kecil, moment ini yang saya tunggu-tunggu. Next time, yang selama ini saya pengen itu yaitu mencoba beberapa armada bus jurusan ke Bima. Sudah bagus-bagus busnya. Apalagi pengen banget nyobain Sleper Class dari PO New Surabaya Indah dan PO Surya Kencana. Keren banget tuh !. 



Kali ini saya beruntung sekali bisa nyobain unit bus dari PO Althaf yang dimana perusahaan otto bus ini melayani bus pariwisata saja. Bus yang saya naiki yaitu Jetbus 2 HDD dengan sasis Hino RK 8. Dimana bus ini terbilang bus lama tapi untuk masalah tanjakan gak perlu diragukan lagi. Kelebihan lainnya dari bus ini menggunakan single glass, jadinya kita bisa leluasa melihat jalan tanpa terhalangi oleh topi seperti yang ada pada bus yang double glass. 


Saya pun gak melewati kesempatan untuk duduk di jump seat-nya yang berada di samping seat supir. Biasanya kalau beruntung dapat Jetbus 2 HDD yang ada jumpt seat-nya, saya bakalan ijin duduk disini sama pak supirnya karena asyik banget liat jalan di depan seperti pengalaman saya naik PO OBL atau Safari Dharma Raya rute Mataram - Jogya dulu  yang menggunakan Jetbus 2 HDD sasis Mercedes Benz.


Review singkat dari armada bus dari PO Althaf yang bisa dibilang cukup terawat. Terasa saat jalan, gak ada bunyi kreyet kreyet meskipun bus ini gak menggunakan air suspension. Suara mesinnya pun smoth banget. Terasa nyaman sekali perjalanan dari Kota Mataram menuju D'Golong Restaurant Narmada. 


Sekitar jam setengah delapan pagi, bus diberangkatkan ke lokasi acara dengan disambut hujan lebat. Tumben lagi Kota Mataram diguyur hujan di pagi hari. Untuk pegawai yang tertinggal bus, bisa nyusul menggunakan kendaraan pribadi karena kita sudah ditunggu sama team eo di lokasi. 


Perjalanan dari Kota Mataram ke D'Golong Restaurant memakan waktu kurang lebih setengah jam perjalanan. Kedua bus berjalan meninggalkan Kota Mataram mengarah menuju Narmada, Lombok Barat. 


Buat kalian yang sudah pernah ke Lombok pastinya sudah tau nama Narmada. Salah satu kecamatan di Kab.lombok Barat yang terkenal dengan sumber mata airnya. Banyak destinasi wisata disana. Salah satunya Taman Narmada. Ada juga beberapa air terjun yang berada di Narmada. Kalian yang di Lombok juga pastinya sering minum air mineral merk Narmada baik yang bentuk gelas, botol maupun air galonan. Pabrik air minumnya juga berada di Kec.Narmada. 


Melewati jalan utama Kota Mataram -Narmada, kemudian bertemu dengan macetnya Pasar Narmada dan Taman Wisata Narmada. Jalur yang terkenal dengan padatnya kendaraan karena menghubungkan empat kota kabupaten yang ada di Lombok yaitu Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kab.Lombok Timur. Jadi jangan heran jalur ini begitu padat dengan lalu lintas kendaraan. 


Kurang lebih setengah jam di perjalanan dengan ditemani hujan, akhirnya kami sampai di lokasi acara. Hujan yang turun membuat suasana semakin syahdu. Seluruh pegawai yang berada di dalam bus turun satu per satu menuju meja registrasi untuk melakukan scan barcode doorprize dan menyerahkan kado yang dibawa. 


Ini pertama kalinya saya datang ke restaurant ini. Sudah sering sekali ada rencana datang kesini bareng keluarga tapi sampai sekarang belum terealisasi. Untuk area parkirnya sangat luas. Bisa masuk beberapa bus berukuran besar. Lokasi restaurantnya juga gak jauh dari jalan provinsi atau jalan utama. Setelah melewati Pasar Narmada dan Patung Sapi yang menjadi ikon dari Narmada, kita bertemu dengan pertigaan di kiri jalan. Ada plank petunjuk bertuliskan D'Golong Restaurant. Bus berbelok ke kiri dengan kondisi aspal yang mulus dan baik. Sekitar lima ratus meter lokasi restaurantnya.



Penampakan restaurantnya cukup keren. Lokasinya berada di area persawahan. Memasuki area restaurantnya ada spot untuk berfoto dengan tulisan D'Golong. Banyak teman-teman yang fotoan disini mengabadikan moment pagi itu. Gak peduli mau hujan apa gak. Yang penting eksis dulu lanjut posting di akun instagram masing-masing.


Lanjut berjalan ke area dalam restaurant. Kiri-kanan banyak berugaq (gazebo) dan kolam ikan yang berukuran besar dengan berbagai macam ikan yang siap tangkap dan dimakan oleh tamu restaurant. Di area kolam ikan, kita bisa melakukan aktivitas mancing dan naik sepeda apung. Di area tengah restaurant ada semacam bangunan mirip pendopo dan beberapa meja kursi untuk para tamu. Depan bangunan utama ada lapangan rumput dan disinilah nantinya kita akan memainkan beberapa macam games. 


Lanjut ke acara puncak ulang tahun !.



Sejak awal acara, nuansa kekeluargaan sudah terasa. Pegawai dari berbagai unit berkumpul, saling menyapa, bercengkerama, dan menikmati suasana berbeda dari rutinitas pelayanan sehari-hari di rumah sakit. Lokasi yang terbuka dan nyaman membuat acara puncak ulang tahun kali ini terasa lebih santai tapi tetap bermakna.


Sesampainya di lokasi acara, seluruh pegawai rumah sakit dihidangkan menu sarapan sehat yaitu rebus-rebusan. Ada kacang tanah rebus, jagung rebus, edamame, ubi rebus, pisang rebus dan teh hangat dan kopi. Mengisi tenaga sebelum memainkan seluruh games seharian nanti. 


Acara dibuka dengan sambutan ketua panitia yang disampaikan secara ringan dan penuh keakraban. Kemudian acara diserahkan kepada host dan team eo. Berhubung direktur rumah sakit masih ada kegiatan lainnya. Untuk sambutan utama diundur setelah kegiatan outbond dan doorprize selesai dibagikan.


Mulai berangkat dari rumah sakit sampai tiba di lokasi, hujan masih belum reda. Host acara yang dibawakan oleh mas Abi membuka kegiatan outbond meskipun hujan turun dengan derasnya. Seluruh pegawai rumah sakit dipersilahkan untuk turun ke lapangan rumput yang berada di depan kolam ikan. Saya dan beberapa teman, gak mikir dua kali untuk menuju ke area depan panggung. Sepatu dan kaus kaki saya lepas agar sepatu gak basah. 


Kegiatan outbond segera dimulai. Dimulai dari sapaan team outbond kepada kami semua. Beberapa kelompok dibentuk dengan cara yang gak biasa. Membuat kelompok dengan cara permainan mini games, dimana ada "mutiara" dan "kerang". Kalian yang sudah sering mengikuti outbond, pastinya sudah familiar dengan mini games satu ini. Setelah beberapa kelompok sudah terbentuk, barulah games utama dimainkan. Masing kelompok berjumlah sepuluh orang. 


Ada beberapa games yang dimainkan seperti menebak angka dengan kode tangan dan badan. Mencari bola dengan mata tertutup, melempar bola jangan sampai bola terjatuh dari tangan dan lomba terakhir yang paling seru yaitu lomba tarik tambang. Beruntung sekali kelompok yang punya banyak anggota yang badannya over size (nyindir diri sendiri). Pastinya peluang untuk juara terbuka lebar. 


Di tengah kegiatan, hujan pun berhenti meskipun langit masih mendung. Untungnya dari pagi hingga menjelang siang hari, cuaca gak terik. Jalannya lomba semakin seru karena kita gak perlu kelelahan karean sinar matahari. Ditambah lagi hadiah-hadiah keren yang sudah menanti. Gak nanggung-nanggung, ada puluhan hadiah yang sudah disiapkan panitia. 




Gak terasa waktu sudah beranjak ke siang hari. Semua lomba sudah selesai dimainkan. Beberapa kelompok keluar sebagai juaranya. Selanjutnya, acara tukar kado. Cara tukar kadonya pun unik dan lucu. Seluruh pegawai berbaris melingkar membentuk lingkaran. Kado yang sudah terkumpul, diambil satu per satu secara acak. Kemudian, host menginstruksikan untuk yang mau tukar kado harus joget di depan dan menarik salah satu orang untuk berjoget. Nanti kedua orang yang joget tersebut saling menukar kadonya. Saya pun dapat kado tempat makan, lumayan nambah stok wadah makan di rumah, hehehe. 


Selesai acara tukar kado, dilanjutkan dengan pembagian doorprise. Sebelum pembagian doorprise, kita mendengar sambutan dari Direktur Rumah Sakit Mata NTB, dr.Cahya Desi Sp.M. Dalam sambutannya, disampaikan rasa syukur atas perjalanan Rumah Sakit Mata NTB hingga saat ini, sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan mata terbaik bagi masyarakat.



Momen pemotongan tumpeng menjadi salah satu acara utama. Prosesi sederhana ini menjadi simbol rasa syukur dan harapan agar Rumah Sakit Mata NTB terus berkembang dan semakin maju. Suasana semakin hangat dengan tepuk tangan dan senyum dari seluruh peserta yang hadir.

 

Selesai sambutan dan pemotongan tumpeng, dilanjutkan dengan pembagian doorprise. Spill sedikit doorprise yang dibagikan antara lain ada jas hujan, payung, kipas angin mini, teflon, kacamata hitam dan sebagainya. Untuk hadiah utama ada air cooler, kulkas satu pintu dan smart tv 32". Hari kurang beruntung buat saya karean gak ada satupun doorprise yang didapat. Dibandingkan tahun lalu dapat beberapa doorprise. It's oke, kita coba di tahun depan.


Selesai acara pembagian doorprise, nah ini dia yang saya tunggu-tunggu yaitu waktu makan siang. Perut sudah lapar sekali. Tenaga sudah habis terkuras gara-gara tarik tambang. Yuuk, mari kita makan !. Untuk menu makan siangnya sih standar saja ya. Ada nasi putih, daging sapi lada hitam, udang goreng tepung, capcay, kerupuk dan minumannya ada es jeruk. Gak lupa ada makanan penutup yaitu potongan buah segar dan puding. 


Keseruan berlanjut dengan penyerahan hadiah beberapa lomba yang sudah dimainkan beberapa minggu sebelumnya. Baik yang menang jangan jumawa dan yang belum menang, jangan berkecil hati. Ingat jargon "Kalah Menang Semua Senang". Dalam suasana santai di tengah alam Narmada, momen ini terasa lebih dekat dan penuh makna.


Alhamdulillah tim farmasi di tahun ini banyak mendapatkan hadiah cuan lomba dan doorprise meskipun belum beruntung mendapatkan doorprise utama. Tetap semangat dan kompak selalu my genk !.


Pharmacy Squads


Acara puncak Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata NTB kemudian ditutup dengan doa bersama. Harapan dipanjatkan agar Rumah Sakit Mata NTB senantiasa diberi kelancaran dalam menjalankan tugas pelayanan, terus dipercaya masyarakat, dan mampu menghadirkan layanan kesehatan mata yang berkualitas.


Perayaan puncak Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata NTB di Restaurant D’Golong ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan. Dengan semangat kekeluargaan dan energi positif yang tercipta. Rumah Sakit Mata NTB siap melangkah ke tahun berikutnya dengan semangat baru. Bright & Brilliant 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra



Friday, 10 October 2025

Nonton MotoGP Mandalika 2025 : Mampir di Museum of Civilization Lombok - Sumbawa

 


Gak terasa Indonesia khususnya Pulau Lombok sukses menyelenggarakan MotoGP yang keempat kali berturut-turut. Tercatat di tahun 2025 ini, jumlah penonton tembus di angka 140 ribuan. Ini memecahkan rekor penonton terbanyak sepanjang MotoGP Mandalika Indonesia diselenggarakan. 


Kita sebagai warga negara Indonesia turut berbangga dan bahagia sekali bahwa kita juga bisa menyelenggarakan event balap motor terbesar dunia di negeri kita tercinta ini. Dan saya pribadi sangat beruntung sekali sirkuit MotoGP dibangun di Pulau Lombok. Bahkan menjadi sirkuit terindah di dunia karena letaknya berada persis di pinggir pantai yang kita kenal sebagai KEK Mandalika. 


Sebagai orang Lombok asli, saya gak menyia-nyiakan kesempatan buat nonton langsung ke sirkuit. Dapat tiket gratis dari kantor, saya dan teman kantor berangkat ke sirkuit untuk menonton sprint race yang dimulai pada Hari Sabtu. 


Sengaja mengambil Hari Sabtu biar agak sepian karena racenya dimulai besok Minggunya dan dipastikan penonton bakalan membludak. Pengalaman dari tahun sebelumnya kalau nonton langsung racenya di Hari Minggu, bakalan rebutan suttle bus dengan penonton lainnya pas jam pulangnya. Jadinya ambil Sabtu agar bisa puas explore di dalam area sirkuit. 


Berangkat jam dua belas siang dari Kota Mataram. Waktu tempuh kurang lebih setengah jam perjalanan menggunakan mobil. Kebetulan temen bawa mobil, jadinya saya ikut bareng dia. 


Sepanjang perjalanan ramai lancar. Kecepatan mobil normal dan bawa santai saja. Setelah sampai di bundaran Bandara Internasional Lombok (BIZAM), kami diarahkan menuju jalur sesuai dengan zona tiket. Kebetulan kami berdua dapat tiket di zona H dan kami diarahkan masuk lewat Gate 1 oleh petugas. Jalur kami menuju arah Pantai Tanjung Aan melewati By Pass Mandalika. 


Setelah sampai di bundaran By Pass Mandalika, mobil menuju ke arah parkiran mobil yang berada di sebelah timur. Mendapatkan tempat parkir mobil, kami berdua segera berjalan menuju tempat penjemputan penonton. Penonton dijemput oleh suttle bus menuju shelter center. Semua penonton dari semua area parkir berkumpul di shelter center untuk naik suttle bus lagi menuju sirkuit. Jadi kita naik suttle bus dua kali. 



Gak usah ditanya cuaca gimana siang itu. Pastinya panas sekali dan langit cerah ceria alias gak ada awan. Kebayang dah gimana teriknya sinar matahari siang itu. Untungnya saya dan Bang Den bawa tabir surya dan air mineral yang banyak buat jaga-jaga agar gak dehidrasi. 


Singkat cerita, setelah sampai di sirkuit dan turun dari suttle bus. Kami berdua berjalan menuju Gate 1 untuk melakukan pemeriksaan tiket dan barang bawaan. Gak ada drama saat pengecekan tiket dan barang bawaan. Setelah melewati area check, kami berdua memulai explore sirkuit. 


Tujuan kami yang pertama yaitu Museum of Civilization Lombok -Sumbawa. Museum yang baru saja diresmikan pada tanggal 2 Oktober 2025 oleh Bapak Gubernur NTB, Bapak Lalu Iqbal atau disapa Mamiq Iqbal dan CEO Dorna Sport, Camelo Ezpeleta. 


Museum ini dibuka untuk umum mulai tanggal 1 sampai 5 Oktober atau selama event MotoGP berlangsung karena masih dalam tahap uji coba. Lokasinya di area parkir Sirkuit Internasional Mandalika atau di depan paddock. 


Buka dari jam sembilan pagi hingga jam lima sore. Mungkin kedepannya nanti akan buka setiap hari. 


Berhubung di hari kedua MotoGP, pengunjung masih belum ramai yang datang ke sirkuit. Dan pengunjung yang datang ke museum ini juga masih gak terlalu ramai. 


Karena letaknya gak begitu jauh dari shelter pemberhentian suttle bus, saya dan Bang Den berjalan kaki menuju sebuah bangunan semi permanen yang cukup unik menurut saya. 


Gaya bangunannya industrial dengan corak dinding warna warni. Ditopang oleh ratusan tiang besi dan tangga untuk menuju ke dalam museum. 




Bangunan museum terbagi menjadi dua. Ada galeri utara dan selatan. Untuk galeri selatan kita bisa melihat beberapa koleksi lukisan lokal penuh dengan makna, arca, naskah Babat Sasak (Lombok), kain khas Lombok-Sumbawa, dan miniatur Gunung Samalas dimana asal mula adanya Gunung Rinjani dan miniatur Gunung Tambora. 


Ruangannya sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan dan suasana yang sangat syahdu. Masuk ke dalam ruang museumnya terasa vibes Lomboknya dengan suara alunan musik gamelan Sasak. 


Selama berada di dalam ruang museum, kita didampingi oleh beberapa staf museum dan memberikan informasi mengenai budaya Lombok - Sumbawa. 


Berhubung ini masih dalam tahap uji coba, jadinya beberapa koleksi yang dipamerkan disini dipinjam dari Museum Provinsi NTB. Saya berharap kedepannya, museum ini lebih banyak lagi koleksi yang bisa dipamerkan terutama untuk mempromosikan wisata NTB.


Setelah berkeliling di ruangan galeri selatan, saya berpindah ke bangunan museum galeri utara. Disini kita bisa melihat layar besar menampilkan beberapa cuplikan video MotoGP Mandalika dari tahun ke tahun. 


Ada juga koleksi asesoris MotoGP dan informasi tentang pembangunan Sirkuit Internasional Mandalika dari awal hingga digunakan untuk MotoGP pertama kali pada tahun 2022 dan balapan lainnyaa baik berskala nasional maupun internasional. 


Yang menarik lagi ada beberapa games yang ada di galeri ini. Games yang paling saya suka di galeri ini yaitu mencoba simulator GT3 nya. Visual Sirkuit Internasional Mandalika-nya benar-benar keren dan terlihat seperti asli. Sudah dilengkapi dengan kursi balap yang super empuk, setir balap, pedal gas dan rem.


Saya dan Bang Den gak ketinggalan untuk mencobanya. Wah benar-benar seru dan ketagihan beradu balapan menguasai lintasan Sirkuit Internasional Mandalika. 


Ternyata sirkuit ini benar-benar sulit. Pantesan saja Mbah Marquez selalu crash di sirkuit ini. Apalagi di race kemarin, si Mbah lagi kena apes saja. Disundul dari belakang sama Abang Bezzecchi.


Sudah jatuh ketimpa duren pula. Sudah crash eh malah kena mental sama batu-batu sirkuit. Sampai-sampai sirkuit kebanggaan kita kena hujat sama netizen Australia, hehehe. 




Kembali ke laptop !.


Sambil menunggu sprint race dimulai, saya sama Bang Den main games race GT3 dulu di simulator. Hitung-hitung numpang ngadem di tengah cuaca sirkuit yang panas banget. Apalagi nanti nontonnya di tribun tanpa atap. 


Harap maklum saja, namanya juga dapat tiket gratisan dari kantor. Mau nonton di VIP atau paddock yang harganya bisa beli motor beat satu tapi gak ada yang nawarin.hehehe.


Bangunan museum ini memiliki dua lantai. Dimana untuk museumnya sendiri berada di lantai dua. Sedangkan lantai satu merupakan stand yang menjual beberapa asesoris MotoGP dari kaos, topi, kacamata, helm dan lain-lain. 


Museum ini bertema civilization atau peradaban untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Lombok dan Sumbawa kepada publik internasional dan domestik, khususnya pengunjung ajang MotoGP Mandalika 2025. 


Museum ini memiliki fungsi yaitu menggabungkan sport tourism dengan cultural tourism. Museum ini memungkinkan pengunjung MotoGP gak hanya menyaksikan olahraga tetapi juga belajar tentang budaya dan sejarah NTB. 


Fungsi lainnya sebagai ruang edukasi, dialog budaya, dan promosi warisan lokal serta memperkuat citra NTB sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang juga kaya budaya.


Akhirnya saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke dalam museum ini. Untuk biaya masuknya masih gratis ya. Gak tau kedepannya apakah akan ada tiket masuk ke dalam museum atau tetap gratis selama event balapan ?. Kita lihat saja nanti. 



Setelah puas berkeliling museum dan mencoba adu balapan di simulator GT3 nya, kami berdua lanjut berjalan kaki menuju tribun zona H. 


Kurang lebih setengah jam lagi sprint race dimulai. Kami berdua jalan santai melewati tunel Gate 1. Suasana siang menjelang sore itu cukup ramai oleh penonton. 


Melewati panggung konser yang megah. Area tenan-tenan kuliner. Stand-stand yang menjual asesoris MotoGP. Jangan tanya disini harga kaos atau topi originalnya berapa. Pastinya ada harga ada kualitas lah ya.


Penataan di tengah sirkuit sudah cukup lumayan baik dari tahun sebelumnya. Meskipun sangat terik tapi masih ada angin pantai yang sepoi-sepoi. Rasa gerahnya agak berkurang. 


Kurang lebih sepuluh menitan berjalan kaki. Kami berdua sudah tiba di tribun zona H. Berhubung balapan kelas MotoGP-nya belum mulai, kita ngopi-ngopi dulu. 


Kami memesan es kopi susu gula aren di salah satu stand UMKM binaan Bank NTB Syariah. Es kopinya seharga 20 ribu saja. Harga yang sesuai dengan tempatnya, ngerti kan maksudnya.hehehe. 


Rasa kopi susu gula arennya cukup enak. Apalagi minum dingin-dingin di tengah cuaca panas. Tenggorokan langsung adem dan mata pun langsung melek. 



Singkat cerita, sampailah di review jalannya balapan sprint race kelas MotoGP hari itu. Yang keluar sebagai juaranya yaitu Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Urutan kedua ada Fermin Aldeguer dari Gresini Racing dan ketiga ada Raul Fernandez dari Trackhouse Racing.


Sayangnya Bang Pecco (Lenovo Ducati) jagoan saya hanya finish di urutan paling belakang. Menurut infonya ada masalah di ban belakang dan settingan mesin motornya. 


Ya sudahlah, saya datang ke sirkuit buat happy-happy dan nyemangatin Bang Pecco !. Tenang bang, tahun depan harus lebih ngegass lagi motornya. 


Selesai finish, tibalah moment perayaan kemenangan. Venue yang dipakai yaitu di panggung konser. Saya dan Bang Den berjalan cepat menuju bawah panggung buat melihat perayaan kemenangan. 



Perayaannya cukup meriah dan terlihat sangat berbeda dari seri-seri MotoGP di tempat lain. Ini benar-benar dibuat megah dan mewah. Keren banget Indonesia !. 


Info baiknya lagi, dengar kabar kalau MotoGP Mandalika akan diperpanjang lagi hingga tahun 2031. Wah, bakalan nabung lagi buat nonton di VIP atau paddock nih tahun berikutnya. Amin 


Over all, dari berangkat ke sirkuit, naik suttle bus dua kali, lanjut ke museum civilization Lombok Sumbawa, nonton sprint race kelas MotoGP, lalu nyempati berkeliling menikmati sore hari, naik suttle bus lagi ke parkiran mobil hingga sampai rumah. Menurut saya hari itu cukup menyenangkan. Gak ada drama gak dapat suttle bus pas pulangnya. 


Infonya di race hari Minggu banyak cerita dari teman yang nonton langsung, katanya banyak yang gak dapat suttle bus karena shuttlenya terjebak macet sehingga balik ke penjemputan jadinya terlambat. 


Pas racenya kebetulan saya nonton di rumah saja bareng anak-anak. Jadinya untung gak ikut dalam drama war suttle bus hehehe.


Ada lagi kabar, banyak stiker VIP palsu yang beredar. Ditambah lagi banyak calo yang menawarkan tiket sampai hari H dengan harga yang gak wajar. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi dan memperbaiki segala kekurangan. PR buat penyelenggara nih !. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Friday, 25 July 2025

PIT dan Muskernas Hisfarsi 2025 Digelar di Raffles Hotel Jakarta : Berkelas Sultan


Sebagai seorang apoteker yang berkecimpung di fasilitas pelayanan kesehatan salah satu rumah sakit pemerintah, saya cukup bangga bisa mengikuti rangkaian acara pertemuan ilmiah tahunan dan musyawarah kerja nasional atau disingkat PIT dan Muskernas Hisfarsi 2025. 


Bertempat di Raffles Hotel Jakarta di Jalan Prof.dr.Satrio Kav 3-5.  Salah satu hotel mewah bintang lima yang berada di Ciputra World I, Mega Kuningan - Jakarta Selatan.


Dari judulnya saja "Berkelas Sultan". Bisa dibilang ini merupakan hotel yang berada di Kawasan Segitiga Emas. Memiliki 52 lantai dengan ketinggian sekitar 253 meter. Menjadikan salah satu gedung pencakar langit di Jakarta. 


Cukup antusias saat melihat flyer undangan pertemuan ini. Pas lihat venue acaranya, ternyata di Raffles Hotel Jakarta. Kawasan bisnis sekaligus perkantoran. 


Awalnya sih gak mau berangkat karena lagi-lagi Jakarta. Bosan juga kalau ke tanah Betawi lagi. Pengennya sih ke kota lainnya seperti Bandung, Medan, Banjarmasin atau kota-kota di luar Pulau Jawa. 


Tapi berhubung teman-teman lainnya gak bisa berangkat karena habis lahiran. Jadinya saya, Mbak Zahra dan Mas Erwin yang berangkat. Ya hitung-hitung refreshing sejenak dari dunia pekerjaan. Sambil update ilmu, kita jalan-jalan. 


Berangkat ke Jakarta sehari sebelum acara. Tapi berhubung kami gak mengikuti kegiatan hospital tour sebelum acara pembukaan dikarenakan ada kegiatan lainnya dan menyempatkan bertemu dengan keluarga di Jakarta. 


PIT dan Muskernas Hisfarsi 2025 diselenggarakan dari tanggal 24-27 Juni 2025. Dimana di tanggal 24 Juni diadakan kegiatan hospital tour, berkunjung ke beberapa rumah sakit terpilih di seputaran Jakarta. 


Untuk acara pembukaan dijadwalkan pada tanggal 25 Juni 2025 di ballroom yang terletak di lantai 11, Raffles Hotel Jakarta. 


Apa itu Hisfarsi ?


Sebelum melanjutkan cerita saat menghadiri acara tahunan apoteker seluruh Indonesia, kita mengenal terlebih dahulu dengan Hisfarsi. Mungkin diantar kalian ada yang belum tau Hisfarsi ?. 


Hisfarsi kepanjangan dari Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia merupakan wadah resmi bagi apoteker yang bekerja di rumah sakit di seluruh Indonesia dan berada di bawah naungan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).


Organisasi ini menjadi tempat bertukar ilmu dan pengalaman, mengembangkan kompetensi apoteker rumah sakit, menyusun standar pelayanan kefarmasian, dan berkolaborasi dalam pengembangan kebijakan nasional bidang farmasi rumah sakit.


Adapun beberapa peran dari Hisfarsi sendiri antara lain memberikan masukan kepada pemerintah terkait regulasi farmasi rumah sakit, memperjuangkan peran apoteker rumah sakit dalam sistem pelayanan kesehatan, berkolaborasi dengan (rumah sakit, perguruan tinggi, industri farmasi, Kemenkes dan BPOM) dan mengadakan kegiatan semacam pertemuan ilmiah tahunan untuk update ilmu, pelatihan kompetensi dan workshop. 


Anggotanya yaitu para apoteker yang berpraktek di rumah sakit. Dan di setiap tahunnya, Hisfarsi mengadakan PIT yang diadakan di kota yang berbeda di setiap tahunnya.


Seingat saya di tahun-tahun sebelumnya PIT dan Muskernas Hisfarsi pernah diselenggarakan di Kota Batam, Denpasar, Palembang, Semarang dan di tahun ini sukses digelar di Daerah Khusus Jakarta. 


Adapun di tahun 2025, PIT dan Muskernas Hisfarsi mengangkat tema "Advancing Hospital Pharmacy Practice: Ensuring Medication Safety and Optimizing Efficiency”. Mendukung penguatan keamanan penggunaan obat dan efisiensi pelayanan kefarmasian rumah sakit. 


Kegiatan dimulai dengan hospital tour sehari. Di keesokan harinya dimulai acara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan seminar dan workshop. Untuk kegiatan Muskernasnya hanya pengurus-pengurus saja yang hadir. Dan di malam terakhir dilaksanakan gala dinner dan diakhiri dengan penutupan. Pastinya seru dong !. 






Mengikuti Kegiatan PIT Hisfarsi Hari Pertama Sampai Hari Terakhir ! 


Di hari pertama, pukul 06.00 WIB, saya terbangun dari tidur. Rasanya seger sekali sudah tidur cukup lama tidur semalam. Siap-siap shalat subuh, habis itu lanjut olahraga sejenak di lantai dua hotel tempat kami menginap. 


Agar tubuh lebih fresh sebelum berkegiatan seharian nanti, saya berenang sejenak di kolam renang hotel yang ukurannya gak terlalu besar. Setelah berenang, saya kembali ke kamar dan siap-siap untuk mandi. 


Setelah mandi, naik ke lantai tujuh untuk sarapan. Lumayan padat juga ya kegiatan di pagi itu, hehehe. Untuk review hotel dari hari pertama sampai hari terakhir, di tulisan selanjutnya ya. 


Singkat cerita, kami bertiga bersiap-siap menuju tempat acara. Berhubung jarak penginapan ke Hotel Raffles sangat dekat, kami memutuskan untuk berjalan kaki saja. Kurang lebih sepuluh menit berjalan kaki, kami sudah sampai di depan hotel. 


Melewati super mall bintang lima, Ciputra World 1 Mall. Sempat masuk sebentar di lantai pertama dan isinya tempat makan semua. Tepat di sebelah mall, gedung Raffles Hotel-nya.


Gila, hotelnya mewah dan tinggi sekali. Di depan lobinya hanya mobil saja yang boleh menurunkan penumpang. Kelihatan katrok rasanya lihat hotel mewah bintang lima di kawasan bisnis-Mega Kuningan. 


Baru melihat pemandangan langsung, dimana setiap mobil berhenti di depan pintu lobi, petugas hotel membantu membuka pintu mobil. Wih, rasanya seperti tamu terpandang gitu. Tapi ada juga sih yang buka pintu sendiri karena terlalu lama kalau menunggu dibukain sama mas-mas petugasnya. 


Suasana pagi menjelang siang, sudah ramai sekali dengan para peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Wajah-wajahnya belum ada yang saya kenal. 


Berpakaian batik rapi dengan motif batik khas dari daerah masing-masing. Gak ada ketentuan harus pakai pakaian khusus. Tapi kami dari NTB sudah sepakat pakai seragam batik berwarna orange agar terlihat kompak dan mudah dikenali.





Sekitar jam sepuluh pagi, saya dan teman-teman lainnya naik ke lantai sebelas. Sebelumnya, kami harus melewati area pemeriksaan barang bawaan. Cukup ketat juga hotel ini. 


Setelah itu, berjalan melewati lobinya yang begitu klasik. Sofa, meja, lampu gantung dan beberapa prabotan hotel yang mewah dan klasik. Lantainya saja marmer dengan karpet merah bermotif yang tebal sekali. 


Setelah keluar dari lift, kami sudah berada di lantai sebelas. Disini suasana sudah ramai sekali. Kami pun bergegas berjalan menuju meja registrasi. Terlihat antrian sudah panjang sekali. Lirik sana-sini, belum ada wajah peserta lainnya yang saya kenal juga.


Akhirnya, sekian lama mengantri, ada rombongan teman-teman dari NTB juga yang sudah datang. Btw, kami dari NTB yang ikut kegiatan ini kurang lebih ada tiga puluh orang. Ada yang berangkat di hari yang sama dengan kami. Ada juga yang berangkat di hari berikutnya alias di hari pembukaan acara. 


Next, setelah registrasi, saya mendapatkan tas dengan isi alat tulis. Dan uniknya, semua peserta mendapatkan kartu e-money yang sudah tertulis nama masing-masing di kartunya. Tapi masih kosongan ya alias top up sendiri. 


Awalnya setelah registrasi, kami mau menuju tempat lainnya. Karena di kawasan Raffles Hotel, ada beberapa tempat yang jaraknya cukup dekat seperti Ciputra mall, Kuningan Mall, Pasar Tanah Abang, Tamrin City, Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya. 


Tapi niat itu saya urungkan karena males sekali turun ke lobi lagi dan berpanas-panasan jalan ke luar hotel. So, saya putuskan untuk keliling pameran saja sambil cari gimik bareng Mbak Zahra dan Mas Erwin.hehehe. 





Sumber foto dari panitia


Di pameran PIT Hisfarsi banyak sekali yang ikut terlibat. Terlihat stand-stand beberapa brand besar seperti PT. Dexa Medika, Sanbe Farma, Kalbe, Kimia Farma, Ferron Pharmaceutical, Erella dan perusahaan farmasi dan alat kesehatan lainnya ikutan semua. Hanya PT.Cendo yang gak ada ikutan (colek bos Cendo dulu). 


Berkeliling pameran sambil update informasi terkini tentang produk-produk obat best seller mereka. Saya dan teman-teman lainnya juga ikutan game dan kuis. Jika berhasil, dapat hadiah. Seru juga ya !. 


Gak terasa se-jam-an berkeliling di pameran. Barang bawaan yang isinya goody bag lengkap dengan gimik di dalamnya. Ada juga saya lihat ibu-ibu peserta yang bawa goody bag hampir lima kilo lebih sepertinya. Tangan kanan dan kirinya nenteng tas besar dan berat. Niat banget tuh ibu-ibu, hehehe.


Waktu shalat dzuhur dan makan siang sudah tiba. Sebelum acara pembukaan dimulai, kami makan siang terlebih dahulu dengan menu-menu hotel yang super enak. Beneran enak, apalagi rendang dagingnya yang super empuk. 


Pertama kalinya makan rendang daging di hotel bintang lima (kelihatan katroknya). Belum lagi lauk lainnya. Ada daging lada hitam dengan toping potongan kentang. Untuk cemilannya, ada berbagai macam kue-kue yang lumer di mulut. 





Antrian mengambil makan siang panjang bener. Untungnya, tempat pengambilan makan siang dibagi beberapa tempat agar gak menumpuk di satu tempat saja. Konsep makan siangnya ala standing party


Banyak diantara peserta yang komplain masalah tempat makannya. Gak ada kursi dan meja makan. Gak ada pula ruang resto untuk menikmati makanan yang dihidangkan. Tapi namanya juga di Jakarta, mungkin hobit makan di acara-acara formal seperti ini. Beda daerah, beda juga culture nya. Kalau saya bisa maklumi. 


Biar gak tulisan ini panjang lebar, kita masuk saja ke dalam acara pembukaan PIT Hisfarsi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB. 


Setelah makan siang dan shalat dzuhur, saya dan peserta lainnya dikumpulkan pada satu ballroom yang besar dan infonya bisa memuat sampai tiga ribu orang. 


Sorotan lampu, layar LED di depan dan kursi-kursi putih berjejer rapi. Seluruh tim panitia sudah bersiap. Host cantik berpakaian kebaya betawi membuka acara dengan sebuah pantun. Saya lupa kalimat pantunnya karena gak dicatat. 





Acara pembukaan siang itu sangat meriah. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IAI. Dua lagu yang buat saya bangga menjadi apoteker Indonesia. 


Setelah selesai menyanyi bersama, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan selamat datang buat seluruh peserta dan tamu undangan. Tarian modern yang dibawakan oleh adik-adik kita yang diiringi dengan musik khas Betawi. Merinding juga nonton tariannya. Terharu karena begitu kayanya Indonesia dengan suku budaya.  


Selanjutnya, ada sambutan dari Ketua panitia PIT Hisfarsi, Ketua Umum Hisfarsi Indonesia, Ketua Umum PP IAI, Dinas Kesehatan Prov. DK Jakarta. Setelah itu dilanjutkan sambutan oleh Menteri Kesehatan RI yang diwakili oleh Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI. 


Acara pembukaan ditutup dengan doa dan foto bersama. Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan sesi pemotongan pita menandakan pameran PIT dan Muskernas Hisfarsi 2025 Jakarta telah dibuka dan dilanjutkan berkeliling stand pameran. 


Sedangkan seluruh peserta melanjutkan acara berikutnya yaitu keynote speaker dari Kemenkes RI dan perwakilan dari PERSI (Persatuan Rumah Sakit Indonesia). 


Seharian di acara, cukup melelahkan juga. Apalagi pas di jam-jam ngantuk. Duduk di ruang ber-AC dan kekenyangan habis makan siang, menambah godaan buat terpejam sejenak. Untungnya beberapa materi yang disampaikan cukup menarik. Jadinya ngantuk pun berkurang.  Ditambah lagi ada kopi susu gula aren gratis dari salah satu brand. Lumayan buat kepala rileks sejenak. 


Disini saya gak akan membahas materi-materi apa saja yang disampaikan karena nanti kepanjangan. Cukup beberapa materi yang menarik untuk diikuti, antara lain "Dukungan PERSI untuk Meningkatkan Peran Apoteker di Rumah Sakit". Dan "Inovasi dan Strategi untuk Apoteker dalam Pencegahan Resistenti Antimikroba". Butuh effort untuk mengikuti kedua materi di atas di hari tersebut 


Masih banyak materi-materi lainnya yang disampaikan oleh pakar-pakar yang ahli di bidangnya. Semuanya sangat menarik untuk diikuti. 


Di hari pertama, saya dan teman-teman mengikuti materi sampai sore hari. Mau ngikutin sampai materi selesai, tapi sudah janjian mau ke Jakarta Fair di Kemayoran. Mumpung di Jakarta, jadi penasaran mau kesana untuk pertama kalinya. Hehehe. 


Untuk review Jakarta Fairnya, saya buatkan tulisan terpisah biar lebih fokus. Sekarang fokusnya ke PIT dan Muskernas Hisfarsi dulu. 





Kembali ke laptop ! 


PIT dan Muskernas Hisfarsi 2025 merupakan ajang ilmiah terbesar bagi apoteker rumah sakit se-Indonesia yang menghadirkan narasumber nasional dan internasional yang sudah ahli dalam bidangnya masing-masing. 


Biar lebih seru, acara ini diwarnai dengan enam kategori lomba menarik seperti poster ilmiah, got talent, hospital pharmacy of the year, olimpiade farklin, tiktok, parade pakaian daerah dan karya ilmiah. 


Acara ini sukses digelar dengan jumlah peserta lebih dari dua ribu dua ratus orang yang terdiri dari apoteker rumah sakit, praktisi farmasi klinis dan mahasiswa farmasi. 


Ketua Umum PP IAI, apt.Noffendri Roestam memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau mengajak seluruh apoteker Indonesia untuk meningkatkan kompetensi sebagai apoteker profesional dan bertanggung jawab. 


Dukungan juga datang dari Dirjen Farmalkes Kemenkes RI, apt.Rizka Andalusia dan berbagai instansi terkait termasuk dari Dinas Kesehatan DK Jakarta, drg. Ani Ruspitawati. 


PIT dan Muskernas Hisfarsi 2025 memiliki peran besar dalam pengembangan farmasi rumah sakit di Indonesia. Kegiatan ini menjadi platform utama dalam mengoptimalkan praktek farmasi demi keselamatan pasien dan efisiensi pelayanan kesehatan serta memperkuat kolaborasi dan jejaring antar apoteker. 


Spill sedikit, untuk biaya pendaftarannya saja kami membayar sejumlah Rp.3.750.000 per orangnya. Ini sudah termasuk kegiatan selama tiga hari penuh. 


Sedangkan untuk biaya penginapan dan transport, kita keluarin dari kantong pribadi. Tapi untungnya, kami mendapatkan sponsor dari beberapa rekanan dan dukungan rumah sakit tempat saya bertugas. Kalau biaya dari kantong pribadi, saya pribadi agak berat kalau ikut acara terbesar seperti ini. Hehehe


Yang sudah mendukung kami selama mengikuti kegiatan hampir seminggu di Jakarta, kami ucapkan terimakasi banyak. Dan kepada pihak-pihak yang sudah menyuseksaskan acara tahunan ini, saya ucapkan terimakasi sudah menyajikan kegiatan yang cukup spektakuler.


Kontingen Parade dari Prov.NTB


Singkat cerita, di hari terakhir kegiatan. Saya dan teman-teman lainnya mengikuti gala dinner sekaligus acara penutupan. Acara gala dinner dimulai pukul 19.00 WIB di ballroom lantai 11 Hotel Raffles Jakarta. 


Acara malam itu sangat meriah sekali. Ada beberapa penampilan yang menarik. Salah satunya mendatangkan salah satu grup band ibukota yang membawakan lagu-lagu lawas yang membuat suasana semakin meriah. Apalagi rata-rata usia peserta di atas sekitar empat puluh tahun. Pas banget tuh, hehehe.


Setiap perwakilan provinsi memakai pakaian daerah masing-masing dan melakukan parade kontingen di depan panggung. Sayangnya saya gak ikutan karena gak bawa pakaian daerah dari rumah hehehe. 


Kemudian dilanjutkan dengan penampilan got talent. Kebetulan ada tiga kontestan yang lolos ke babak grand final yaitu dari Prov. Jawa Tengah, Prov.Sumatera Selatan dan Prov.Sulawesi Selatan. Ketiga kontestan tersebut menampilkan penampilan terbaik mereka. Dan saya suka dengan kontestan dari Sumatera Selatan yang mempertunjukkan tarian kreasi yang kece benar. 


Congratulation buat kontestan dari Prov.Sulawesi Selatan yang meraih juara satu di ajang got talent Hisfarsi 2025 !. 


Malam semakin larut, saya dan beberapa peserta lainnya gak mengikuti acara penutupan sampai selesai karena besok jam enam pagi, saya dan Mbak Zahra harus ke bandara Soeta untuk balik ke Lombok. 


Sedangkan Mas Erwin masih stay di Jakarta karena ada acara keluarga di Kota Depok, Jawa Barat. 


Over all, selama mengikuti kegiatan PIT Hisfarsi 2025, saya cukup senang bisa datang lagi ke Jakarta. Banyak ilmu baru yang saya dapat. Sayangnya waktunya yang cukup singkat. Semoga di PIT dan Muskernas Hisfarsi di tahun depan lebih baik lagi. Bocorannya, tahun depan acara PIT diselenggarakan di Kota Pekanbaru, Riau. 


Pantun sedikit : 


Ke Pekanbaru naik perahu,

Menyusuri sungai nan tenang.

Senangnya hati bertemu di Riau,

Persaudaraan jadi semakin terang.


Sampai jumpa tahun depan di Kota Pekanbaru, Riau ya ! 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra