Wednesday, 21 February 2018

Pizza Ham & Mushroom Ala Lima Satu Resort Enak !!!


Hujan.... Hujan.... Ke Senggigi
Basah... Basah... Basah Sekali
Kiri.... Kanan... Kulihat Duren
Banyak... Banyak... Sekali (kayak lirik lagu lain ? ) #TebakTebakan

Kali ini saya gak membahas tentang duren. Soal duren, nanti ditulis di postingan selanjutnya. Tulisan kali ini tentang kuliner trip saya bareng Mbak Luh di akhir pekan lalu. Awalnya rencana mau cari duren, tapi berubah pikiran di tengah jalan, soalnya lagi pengen duduk santai sambil menikmati panorama pantai sore itu. Sekalian sunsetan.  

Sepulang kerja, kami berdua menuju sebuah tempat yang oke punya. Cukup jauh dari Kota Mataram yaitu di daerah Lombok Utara. Kurang lebih lima ratus meter sebelah utara dari Pantai Pandanan. Kalian tau Pantai Pandanan dimana ? Mampir dulu --> Klik Disini




Sore itu cuaca cukup cerah. Tetapi saat kami hampir sampai di lokasi, hujan mulai turun. Saat di parkiran hujan mulai deras. Ini namanya rezeki gak kemana, rezeki hujan-hujanan,hehehe. Tepat di depan Lima Satu Resort ada sebuah resto yang kece banget. Masih satu bagian dari Lima Satu Resort. Hanya restonya ada di seberang jalan resort alias dipisahkan oleh jalan raya. 

Menurut informasi yang saya dapat dari salah satu karyawan resort, biaya menginap permalamnya yaitu satu koma enam jeti. What's ?? Mahal amat. Kalau gitu, tunggu dapat undangan atau voucher menginap gratis disini saja. Resortnya kece sekali apalagi di setiap kamar ada kolam renang pribadinya. Keren kan ?. Itu sekilas dari resortnya. Nah kali ini kita bahas tentang restonya. 








Masih dengan hujan rintik-rintik, menambah suasana menjadi semakin romantis. Ceileeehh romantis bareng emak-emak anak tiga nih,hehehe.. peace Mbak Luh. Kali ini saya sama Mbak Luh duduk di salah satu sofa yang empuk. Ada dua bangunan resto semi indoor di Lima Satu Resort. Kami berdua memilih di bangunan sebelah utara. Tempat duduknya nyaman dan buat betah. Apalagi pelayanan disini sangat cukup memuaskan. Semua karyawan disini ramah-ramah. Uniknya semua karyawan wanita disini semua memakai jilbab, sesuai dengan julukan Pulau Lombok-Sumbawa yaitu "Wisata Halal". 

Selain di bangunan semi indoor, ada juga tempat duduk outdoornya. Ada tempat duduk yang bisa sebagai tempat tidur alias selonjoran. Cocok untuk bersantai sambil menikmati pantai dan sunset menjelang senja. Penataan tempat duduknya keren, saya suka. Deretan pohon kelapa juga menambah resto ini semakin exotis. Tapi sayang, hujan semakin deras dan angin laut berhembus kencang. Suara deburan ombak semakin keras dan kabut menyelimuti perairan Selat Lombok. Jadi tempat duduk outdoornya basah semua.

Duduk santai, ngobrol ngalor ngidul sambil menikmati hujan, kami memesan menu yang sangat rekommended buat dicoba. Dari judul di atas sudah saya bocorin, tapi rasanya belum tau kan ?ehehehe (mulai songong). 




Menu Dipesan

Setelah memilih tempat duduk, salah satu karyawan resto datang dan menyerahkan daftar menu ke kami. Sepintas saya melihat menu pizzanya. Saya penasaran dengan Pizza Ham & Mushroom. Saya pernah mencicipi Pizza Ham di salah satu cafe lain. Saya menyukai pizza ini. Bumbu rempah-rempahnya cocok dilidah. Tapi di Lima Satu Resort, bentuk Pizza Ham & Mushroomnya beda. Bentuk persegi sepeti martabak dan satu porsinya besar banget. Kami berdua gak kuat makan seporsi pizza ini. Soal rasa gak perlu diragukan lagi. Kalau penasaran, buruan dicoba di Lima Satu Resort. Selain itu kami dapat bonus sepiring popcorn porsi jumbo. Merasa kurang, kami meminta satu piring lagi dan itu masih termasuk bonus lhoo yaa,hahaha..dasar wajah kelaperan. Satu Pizza Ham & Mushroom 90K (porsi dan kelezatan sesuai dengan harga)

Untuk minumnya, kami memesan kopi yaitu Kopi Lombok ala Lima Satu Resort, "Ngopi Ngapa Ngopi bang !!! hehehe. Minum yang hangat-hangat sangat cocok disaat adem begini. Satu porsi Kopi Lombok yaitu 16K. Soal harga sangat terjangkau, yang penting patungan hehehe.

Adegan gak boleh ditiru hehehe

Gimana, keren kan ? Tempat nongkrong asyik dan kece setelah lelah keliling Pulau Lombok seharian bareng sahabat, keluarga, atau gebetan. Dimana saat ini beberapa cafe atau resto di Pulau Lombok khususnya ada  yang sudah gulung tikar, tapi Lima Satu Resort bisa bertahan dan eksis sampai saat ini. Dan satu hal lagi, menu makanan dan minuman disini HALAL semua lhoo. Sudah saya tanyakan ke karyawannya di meja kasir.

Berhubung sampai jam enam sore langit masih mendung. So... sunsetnya gak muncul. Anda kurang beruntung broo. Balik dari Lima Satu Resort, saatnya berburu duren. Ditunggu tulisan saya tentang berburu duren yaak. Mumpung masih musimnya hehehe

Selamat menikmati !

Bertepatan dengan Tahun Baru China, saya mengucapkan Gong Xi Fa Cai. Semoga tahun ini menjadi tahun yang indah buat kita semua dan Indonesia semakin aman.Amin.

Wonderful Indonesia !!!

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 17 February 2018

Cerita dari Bukit Tembere, Batu Butir


Sejak pertama kali melihat di instagram, saya bertanya-tanya foto di atas lokasinya dimana yaak ? "Dimana-dimana kekasihku ?", (malah nyanyi). Ada beberapa info yang saya dapatkan meskipun sangat minim. Maklum saja masih baru dan masih belum banyak orang tau juga. Bisa dibilang saya blogger pertama yang menulis tentang tempat ini (mulai songong). Menurut informasi yang ada, tempat ini berada di Batu Butir, Gunung Sari. Nah lhoo, dimana tuh ?.

Pertama kali saya melihatnya di instagram orang. Di bawah komentar-komentar yang ada, gak disebutkan jalur menuju kesana secara lengkap. Ini orang ada niat buat kita penasaran atau apa ini ?. Nyari-nyari di google maps juga gak menemukan tempat yang dimaksud. Satu-satunya cara yaitu membuka kembali postingan di akun instagram yang sama. Siapa tau ada yang menjelaskan secara lengkap. Ibarat menunggu jawaban si dia mau apa gak sama saya, itu saja. Geje yaaak ?, emang geje jadi gak perlu diperpanjang,hehehehe.

Oke fine... Di keesokan harinya, ada orang baik yang menjelaskan jalur menuju kesana di kolom komentar di postingan foto yang berhasil buat saya ingin kesana. Mungkin saja orangnya sudah kesana bareng gebetannya atau bisa jadi dia warga sana, atau mungkin dia sok tau biar dibilang dialah orang pertama yang kesana atau entahlah. Yang jelas informasi yang diberikan sangat up to date dan lumayan terpecaya. 

Jujur saja, saya yang asli orang Pulau Lombok saja masih belum banyak tau beberapa tempat yang sangat asing di telinga. Contoh saja : Desa Penjor, Gangga atau Batu Butir, Gunung Sari. Ini sayanya yang kuper (kurang pergaulan) atau jarang keluar rumah. Anak traveling kok jarang keluar rumah sih ?, Ya keluar kamar lalu melakukan perjalanan ke kamar mandi juga itu bisa disebut traveling untuk menikmati kenikmatan surga dunia lhooo (pu***).

"Banyak basa-basinya loe Dik", Iyee.. namanya juga saya lagi usaha buat si pembaca tulisan ini jadi penasaran, apalagi cewek yang jadi model saya kali ini (lihat foto di atas). Pasti kalian penasaran kan dan bertanya-tanya kok ada dia di dalam tulisan saya kali ini ? hehehe. 

***







Kebetulan ada hari libur, tepatnya Hari Tahun Baru China atau biasa kita menyebutnya Hari Raya Imlek. Biasanya menjelang Imlek, cuaca gak menentu. Kadang panas, kadang hujan. Hujannya gak nanggung-nanggung. Bisa seharian gak berhenti-berhenti. Sampai kamar saya bocor dan numpang tidur di kamar si doi. "Lhoo kok kamar si doi ?, jauh amat Dik". "Kan numpang tidur saja, gak ngapa-ngapain". hehehe. Itu kepepet atau memang modus dan berharap hujan terus biar numpang tidur di rumah si doi. Tau-taunya salah kamar, masuk ke kamar bapak ibunya. Lalu keesokan harinya, saya disidang di hadapan penghulu. Yang jelas saya gak punya si doi lagi. Dia sudah pergi entah kemana. Tadi itu cuma ngarep saja,lupakan hehehe.

Cuaca pagi sangat cerah sekali. Hari yang sangat bersahabat saat itu. Saya sudah bertekad untuk pergi. Awalnya sih ingin pergi sendirian, tapi ada seseorang yang saya ajak dan dia pun mau. Asyiik nih ada temennya kesana. Setelah kita janjian ketemuan di salah satu rumah sakit. Lhoo kenapa di rumah sakit, siapa yang sakit atau dia pegawai rumah sakit juga yaak ?. Jawabannya, yang memang kita janjian ketemuan di rumah sakit dan gak ada yang sakit. Hanya menitipkan kendaraan dia di parkiran rumah sakit saja. #GakUsahKepo 

Setelah semuanya siap, kami berdua langsung capcus ke TKP. Jarak tempuh gak jauh-jauh amat. Kurang lebih lima belas menit dari Kota Mataram kita sudah sampai di Desa Kekait, Gunung Sari. Karena gak menemukan lokasi di google maps dan hanya modal informasi yang seadanya, saya pun ada niat kalau tersesat tinggal nanya di warga sana. Berharap mereka juga tahu lokasi yang saya maksud. Gak lama, kami sudah tiba di jalan persimpangan yang katanya ada jalan kecil di sebelah kanan. Ternyata benar, di sudut jalan persimpangan, ada papan petunjuk bertuliskan "Batu Butir". Nah ini dia petunjuk pertama. Kesenengan seperti mencari harta karun saja nih.

Saya pun mengarahkan motor ke arah Batu Butir. Kami melewati sebuah perkampungan yang sangat asri dan nyaman. Warga desa juga ramah-ramah. Gak segan melepas senyum kearah kami saat kita berpapasan. Udara pagi yang sangat sejuk menemani kami di sepanjang perjalanan. Jalannya pun sudah beraspal dan mulus. Tetapi lima puluh meter sebelum sampai di lokasi parkiran, kondisi jalan masih berbatu. Harap hati-hati karena jalur disini menanjak. 

Gak memakan waktu lama, akhirnya kami sudah sampai di lokasi parkiran. Kondisi masih belum ada pengunjung. Hanya beberapa pemuda warga desa setempat. Masih pagi juga, jadi pengunjungnya masih tidur di rumah masing-masing,hehehe. Lirik kanan-kiri, saya kebingungan ke arah mana nih lokasi rumah pohonnya. Saya pun bertanya ke salah satu pemuda yang kebetulan penjaga lokasi wisata baru ini. Kami diarahkan mengikuti petunjuk yang sudah dibuat. Lumayan dua puluh meter kami harus berjalan kaki  melewati perkebunan warga, mengikuti arahan si papan petunjuk. Breaking News nya saat itu kondisi cuaca sangat cerah, Alhamdulillah. 

Welcome to the Bukit Tembere !

Rasa penasaran terpecahkan saat melihat secara langsung keindahan dari tempat ini. Bukit Tembere, bukit yang berhasil membuat saya jatuh cinta. Galau saya kepada Milea hilang sekejap, sudah move on dari Milea (korban film Dilan). Bisa dibilang Rumah Pohon Bukit Tembere paket lengkap. Dari kejauhan, kami bisa melihat lautan luas Selat Lombok, perbukitan hijau, perkampungan yang terletak jauh di bawah sana. Kece sekali !










Berhubung pagi itu masih sepi, kami berdua bisa mengexplore tempat ini tanpa terganggu sama Kids Jaman Now yang tau sendiri kalau sudah selfiean, mulut dimonyongin pake gaya samping biar gak terlihat gendut dan hanya wajah saja yang terlihat. Kalau kami berdua sih beda,hahahaha 

Spot foto di rumah pohon ini juga sangat banyak. Saking banyaknya saya gak sempat mengambil gambar semuanya. Hanya beberapa saja yang saya anggap kece dan rekommended. Ada namanya Jembatan Cinta, spot foto ini paling laris di antara spot yang lain. Sebuah jembatan bambu yang menjorok ke jurang bukit dan gak terlalu panjang, hanya beberapa meter saja. Uniknya disini, banyak payung warna-warni yang terpasang. Biar kesannya romantis dan ceria. Di ujung jembatan juga disediakan sebuah kursi untuk para pengunjung yang akan difoto. Tapi jangan lama-lama yaak, kasian pengunjung yang lain. Budayakan hidup antri !.

Masih belum banyak pengujung yang datang, kami berdua mencoba spot yang lainnya. Ada rumah pohon yang hampir mirip bentuknya dengan tempat lain yang sudah saya datangi. Ada juga ayunan yang bisa digunakan untuk merenung meratapi nasib dan keadaan mantan yang sedang apa dan dimana. 

Ada juga beberapa gazebo / berugaq untuk dijadikan tempat kumpul dan beristirahat pengunjung. Warung-warung juga ada. Lengkap sekali fasilitas yang ada disini meskipun sederhana ala-ala destinasi perkampungan tapi gak kampungan. Bagi saya ini tempat perlu dicontoh buat desa-desa lainnya yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Menciptakan lapangan pekerjaan dan pemasukan buat desa.






Dari informasi yang saya dapatkan. Wisata Bukit Tembere baru seminggu dibuka semenjak saya menulis tempat ini. Alam yang kece, tempat yang cocok untuk dijadikan tempat menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, sahabat, gebetan. Ada satu hal yang menjadi perhatian saya saat itu yaitu lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang terdengar dari atas bukit ini. Asal suara lantunan ngaji tersebut dari sebuah masjid di terletak di perkampungan di bawah Bukit Tembere. Kita bisa melihatnya dari atas bukit. Nilai tambah dari destinasi ini yang membuat saya tenang dan menikmati keindahan Bukit Tembere. 

Saran saya, bila ingin mendapatkan pengalaman datang ke Bukit Tembere seperti saya. Bisa mengambil Hari Jumat pagi karena selain menikmati keindahan alam dari Bukit Tembere, kita juga mendapatkan bonus mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, Subhanallah. Maha Suci Engkau yang menciptakan keindahan yang gak ternilai ini. 

Waktu terus berjalan, pengunjung sudah mulai berdatangan. Ada perkumpulan bapak-bapak yang habis gowes dengan sepeda-sepeda kece mereka dan selfiean di spot foto Bukit Tembere. Saya dengan Si Kiki duduk santai di salah satu gazebo sambil ngobrol-ngobrol mengenai perkembangan destinasi wisata di Pulau Lombok khususnya. Ohya, saya belum kenalkan Si Kiki, hehehe..Sorry Ki lupa kenalin. Si Kiki teman saya, kebetulan sering ketemu di beberapa event wisata gitu. Kita berdua juga sama-sama anak Genpi Lombok Sumbawa. Punya hobi sama yaitu traveling cuma dia anak rumahan dan jarang kemana-mana. Beda sama saya yang kalau hari libur bukan dipakai buat istirahat di rumah tapi dipakai untuk mencari tempat yang kece dan dipamerin di blog pribadi saya pastinya hehehe. 

Kami sudah akrab dan karena punya hobi sama, jadi saya gak susah mengajak dia untuk mencari tempat baru yang siap diexplore. Bisa dibilang ini pengalaman pertama saya ngetrip bareng dia. Anaknya asyik dan tau gak dia itu sering curhat. Curhat apa yaak ? hehehe... Peace ki. 


Ada satu hal unik juga yang saya temukan di tempat baru ini. Beberapa tulisan yang menurut saya menggelikan tapi menarik untuk dibaca dan ditertawakan. Ada satu kalimat yang menurut saya membawa pesan moral. " Fokus Bahagia Jangan Galau ". Cocok sekali buat kita-kita yang lagi galau kalau datang kesini galaunya agak berkurang setelah melihat keindahan alam Bukit Tembere dan cewek-cewek bening pastinya (mulai dah ini orang).

Kalimat-kalimat yang lain juga masih banyak. Hampir semuanya berbau cinta dan patah hati. Penasaran ? Langsung saja datang ke wisata Bukit Tembere mumpung belum banyak orang tau. Kids Jaman Now yang tersebar di Pulau Lombok saja masih belum banyak yang tahu. Ayoook Buruan !!!

Rekommended untuk mencari jodoh lhooo !!! hehehehe #Bukan Promosi

Catatan :
- Rumah Pohon Bukit Tembere, Dusun Batu Butir, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.
- Jalur : Kota Mataram - Gunung Sari (menuju ke Pusuk) - Pom Bensin Gunung Sari, nanti ada jalan kecil di kiri jalan setelah Pom Bensin Gunung Sari, selanjutnya ikutan jalanan aspal yang menanjak.
- Biaya Parkir 2 ribu.
- Biaya Masuk 3 ribu.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra
google.com

Saturday, 10 February 2018

Sejuknya Puncak Pusuk : Monkey Forest


Sudah memasuki minggu pertama Bulan Februari aja nih. Gak terasa sudah memasuki bulan kedua di tahun 2018. Untuk agenda mau ngetrip kemana saja belum rampung ditulis. Rencananya mau ngetrip ke luar pulau biar cerita lebih bervariasi. Gak hanya di Lombok saja, tapi pengen cari suasana baru. Berhubung tahun ini adalah tahun paling sibuknya saya bekerja. Tapi gak apa-apa, sesibuk-sibuk kerja, masih ada waktu buat jalan-jalan dan makan-makan. Menyempatkan untuk memanjakan diri biar gak stress,hehehe.

Bukan Lazwardy namanya bila gak jalan atau makan di akhir pekan. Sudah seperti kebiasaan yang susah dihilangkan. Namanya juga hobi dari belum mengenal namanya jatuh cinta sama wanita,hehehe. Kebanyakan curhat yang gak penting, kita mulai saja cerita di minggu ini. Disimak terus ya, ada yang seru di akhir cerita ! hehehe.

Sebenarnya saat ini cuaca masih gak menentu. Kadang hujan, kadang tiba-tiba panas menyengat. Kalau dipelajari, di bulan ini masih puncak-puncaknya musim penghujan. Di beberapa media sosial, banyak memberitakan bencana banjir dan tanah longsor di berbagai daerah di Indonesia. Seperti Bogor, Bandung, Jakarta, Yogya dan sebagian wilayah Indonesia bagian timur. Oleh sebab ini, saya belum berani pergi ke tempat yang memakan waktu lama dan tenaga yang ekstra. Khawatir juga sama bencana alam yang menimpa Pulau Lombok akhir-akhir ini juga.

Berhubung cuaca masih gak menentu. Saya dan kawan-kawan pergi ke sebuah tempat yang gak jauh, hanya lima belas menit dari Kota Mataram, namanya Puncak Pusuk. Mungkin kalian sudah sering mendengar nama tempat ini. Bila yang akan pergi ke Gili Trawangan melalui selain jalur Senggigi, kalian akan melewati jalan yang berkelok-kelok dan menanjak. Kiri-kanan hutan belantara dan banyak monyet yang asyik nongkrong cantik sambil menunggu belas kasihan orang yang melintas di jalan yang menghubungkan Kota Mataram dengan Kota Tanjung, Lombok Utara ini. 

Welcome to the jungle ! 







Bagi yang melewati jalur Pusuk, kita dapat dimanjakan dengan pemandangan perbukitan hijau alam Pulau Lombok. Udara sejuk, sinar matahari yang terlihat dicelah-celah pohon-pohon yang tinggi menjulang dan aktivitas warga Pulau Lombok yang lalu-lalang melewati jalur favorit menuju Gili Trawangan, Meno dan Air ini.

Banyak sekali spot-spot foto yang menjadi pilihan untuk kalian coba. Salah satunya di sebuah resto yang berada di seberang Pasar Kuliner Pusuk. Resto yang memiliki beberapa gazebo atau berugaq yang langsung menghadap perbukitan dan laut. Sebut saja namanya Puncak Pusuk. Resto ini menurut informasi baru dibuka  di akhir tahun kemarin. Grand Openingnya tanggal 31 Desember 2017 yang bertepatan dengan malam tahun baru 2018. 

Dulunya resto ini bukan bernama Puncak Pusuk tapi bernama lain. Entah kenapa berganti nama, saya kurang mengetahunya. Yang jelas resto ini salah satu spot kece untuk melihat salah satu keindahan alam Pulau Lombok. 

Dari jalan raya Pusuk, resto ini berada di atas bukit yang gak terlalu tinggi. Hanya beberapa meter saja dari jalan raya. Resto ini memiliki area terbuka yang bisa dijadikan untuk mengambil foto berlatarbelakang hamparan perbukitan hijau dan dari kejauhan tampak laut perairan Gili Trawangan, Meno dan Air.




Berhubung cuaca lagi mendukung, adeem tenan iki rek. Saya dengan Mbak Luh dan Mas Junk memesan beberapa menu disini. Ada yang menjadi rekommended saya untuk makanan ringannya yaitu Banana Pancake. Rasanya gak lebay, gak manis karena yang digunakan yaitu gula aren. Porsinya juga pas buat dihabiskan untuk bertiga. Saya suka dengan Banana Pancakenya. Satu porsi Banana Pancake seharga 20K. 

Untuk minumnya, saya memesan Lombok Kopi atau dikerenkan dikit lah "Coffee Lombok Island" (sambil kedipin mata ke Milea) hehehe. Dari berbagai jenis kopi yang pernah saya minum, Lombok Kopi gak ada duanya kalau soal rasa. Dari sejak kecil saya sudah suka minum kopi ini. Setiap pagi emak sering buatin bapak kopi dan saya pun diem-diem meminumnya meskipun gak dibolehkan sama emak. Sampai dewasa sekarang ini hampir setiap hari minum kopi. Apalagi Kopi Lombok, pas dilidah. Segelas Lombok Kopi hangat seharga 15K. Menikmati kue dan minum kopi hangat di udara yang sejuk ini adalah kenikmatan dunia yang harus kita syukuri karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menikmati segelas kopi yang super duper stroong di lidah. 





Sambil menikmati menu yang dipesan. Gak ada salahnya nih kita foto-foto buat dimasukkan ke dalam blog. Gak hanya foto-foto saja, tapi kita juga ditemani oleh beberapa kawanan monyet yang asyik bermain loncat sana loncat sini di antara ranting-ranting pohon. Tapi harus waspada lhoo ya. Namanya monyet itu binatang yang usil. Gak segan-segan mereka mengambil barang dari tangan kita. Jadi barang berharga seperti hp, kacamata, tas kecil atau makanan ringan, harus kita jaga. Jangan sampai lengah.

Diluar itu semua, sangat asyik bermain bersama mereka. Memberikan mereka makanan yang layak seperti buah pisang yang menjadi buah favorit mereka atau kacang-kacangan juga mereka suka. Yang penting jangan kasi racun saja ke mereka. Kita harus menyayangi sesama makhluk hidup, bukannya menyakiti atau membunuh. Mereka gak akan mengganggu bila kita gak menggangu mereka juga. Jadi sama-sama saling menghargai. 

Disaat saya mengambil foto-foto mereka. Ada obyek yang menjijikkan tapi saya tertarik untuk memfotonya. Tebak sendiri saja foto atas. Gak ada maksud apa-apa, tapi saya ingin menunjukkan bahwa ini lhoo bentuk k***r*n mereka. Maaf bila ada yang mual muntah ketika melihat foto di atas,hehehehe. 






Nah.. kita tinggalkan sejenak si kawanan monyet bersama p*** mereka.  Di seberang resto, ada sebuah Pasar Kuliner Pusuk yang masih dalam wilayah Kabupaten Lombok Barat. Disini kita bisa menemukan beberapa buah seperti ceruring (sejenis duku), rambutan, dan yang lagi musim saat ini yaitu duren alias King Fruit

Perlu diketahui saat ini di Pulau Lombok sudah memasuki musim duren. Jadi di sepanjang Pasar Kuliner Pusuk ini banyak kita jumpai pedagang duren. Durennya pun gak perlu diragukan lagi maknyusnya. Hampir semua duren yang dijual yaitu duren lokal. Saya pun tertarik untuk membeli beberapa buah saja untuk dimakan bareng-bareng. Kebetulan kami bertiga doyan sekali makan duren.

Tawar menawarpun berlangsung agak lama. Saya masih merayu bibi penjual untuk menurunkan harga satu buah durennya. Duren berukuran besar dibandrol seharga 35K, tapi saya menawarnya 50K tapi dapat tiga duren sekaligus. Ini namanya strategi membeli duren. Akhirnya si penjual yang masih berumur muda itu nyerah juga. Kami dapat tiga duren seharga 50K. Ada yang besar, sedang dan kecil. Daging buahnya sangat enak, ada manisnya, pahitnya dan gak setengah masak. Puas pokoknya, gak nyesel membeli tiga duren seharga 50K.

Sebenarnya sih belum puas makan durennya karena kurang banyak,hahaha. Tapi kami bertiga sudah berencana untuk mencari duren di tempat lain yang lebih kece lagi. So... ditunggu cerita kami berburu duren di musim duren. Dimana itu ?, nanti saya cerita di tulisan selanjutnya. Comming Soon !!!

Bagi yang doyan makan duren, bisa datang ke daerah Pusuk dan sekitarnya. Salah satu pusat kuliner duren yang ada di Pulau Lombok. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra