Wednesday, 7 November 2018

Bertemu Si Landak Putih di Kaldee's Coffee


Di akhir bulan lalu, saya menemukan tempat tongkrongan baru yang kece. Gak jauh dari Lemongrass Cafe ,cafe jaman now yang pernah saya datangi sebelumnya. Beralamatkan di Jalan Panji Tilar No.140, Kota Mataram. Lebih tepatnya berada di komplek BTN Perumnas, Kota Mataram. Kalau masih bingung, bisa cek di Google Maps ya broo. 

Berawal dari jemput si doi di rumahnya saat malam minggu. Saat melintas di Jalan Panji Tilar, saya melihat beberapa kendaraan parkir di depan bangunan berdesain minimalis. Di bagian depan bangunan terdapat tulisan "Tempat Tongkrongan". Saya pun tertarik suatu saat nanti datang kesini bareng si doi. Awalnya saya berpikir kalau ajak si doi malam ini pasti gak kebagian tempat duduk karena malam minggu guys. Secara malam itu ramai banget. Jadi saya urungkan niat buat ajak si doi kencan disana.

Dua hari kemudian, selesai nemenin si doi belanja. Kami berdua mencari tempat asyik untuk ngobrol dan kulineran. 

Saya  : "Yank, ada cafe baru buka lhoo di dekat rumah adeq"
Si doi : "Masak ?, Apa namanya dan dimana ?"
Saya  : "Namanya "Tempat Tongkrongan".
Si doi : "Boleh, Ayook dah !"








Akhirnya malam itu kami berdua menuju cafe tersebut. Setelah memarkirkan kendaraan di parkiran, kami berdua masuk ke dalam cafe. Untungnya belum ramai sekali. Kami berdua disambut oleh karyawan cafe yang sangat ramah. Kami pun dengan leluasa memilih tempat duduk sesuka hati. Si doi minta duduk di dalam ruangan saja biar adem katanya. Sedangkan saya tertarik untuk duduk di outdoornya karena sofa-sofanya yang unik. Akhirnya kami putuskan memilih di dalam ruangan saja (ngikut kemauan si doi).

Di dinding ruang bagian dalam terdapat tulisan Found My Coffee At Kaldee's. Saya bingung, ini cafe nama sebenarnya apa ya?. Saya pun bertanya sama pegawainya, ternyata nama sebenarnya yaitu Kaldee's Coffee. Sedangkan "Tempat Tongkrongan" hanya nama lainnya saja. So..kalau ditanya mau nongkrong dimana?, bilang saja mau ke Kaldee's Coffee gitu,hehehe. 

Ngebahas tentang cafenya. Kaldee's Coffee ini baru sebulan buka di Kota Mataram. Menurut informasi, sudah banyak Kaldee's Coffee lainnya yang tersebar di Indonesia dan pusatnya ada di Kota Surabaya. Dari penilaian saya cafe ini kece. Dari bentuk ruangannya yang minimalis dan kekinian. Cocok buat ngumpul-ngumpul bareng keluarga, sahabat atau gebetan. Apalagi datang sama calon pasangan hidup itu lebih asyik lagi (curhat sedikit). 

Sudah jelas untuk indoornya adem banget dan satu lokal dengan mini barnya. Jadi selain duduk di sofa atau kursi, kita juga bisa memilih duduk di kursi-kursi tinggi yang terletak di mini barnya. Sambil melihat para barista membuat minuman yang kita pesan. 

Bagi ahli hisap bisa memilih tempat duduk di bagian outdoor dengan sofa berwarna merah dengan lampu-lampu taman lengkap dengan tanaman hias yang kece. Duduk, ngobrol atau kencan bareng pasangan sangat asyik di ruangan ini. So...tergantung selera kalian masing-masing mau duduk dimana. 




Untuk menunya sendiri bagi saya sedikit agak berbeda dari tempat lainnya. Dimana namanya tempat ngopi, pasti minuman wajibnya segala macam jenis coffee. Sebagai pelengkap, biasanya ada cemilan yang itu-itu saja. Hampir di setiap tempat yang sudah saya datangi, cemilannya kalau gak kentang goreng ya cake-cake gitu. 

Saat karyawan cafe menyodorkan daftar menu ke kami, saya tertarik pada salah satu menu yang belum saya temukan di tempat lain yaitu Bakpao Landak. Untuk memastikan biar gak salah pesan, saya menanyakan menu favorit disini. Ternyata menu yang akan saya pesan itu salah satunya menu favorit disini. Sedangkan si doi tertarik memesan Roti Gandum Bakar RT 01. Namanya unik kayak komplek rumah saja. Jangan-jangan ada Pak RTnya lagi, hahaha...lupakan. Selain itu banyak sekali menu-menu disini. Bisa kalian baca foto daftar menu di atas.



Kita mulai ngebahas cemilan kece satu ini, namanya Bakpao Landak. Bentuknya unik dan ukurannya itu lhoo, lucu dan imut sama seperti kamu yang duduk di depan saya (saat buat tulisan ini).

Dari bentuknya lucu banget. Bener-bener mirip dengan Si Landak. Kalau Landak beneran, saya gak berani pegang karena durinya yang tajam, sedangkan Si Landak ini jangankan dipegang, dimakan saja saya gak tega, hehehe. Rasanya sayang banget buat dimakan. Tapi karena penasaran dengan rasanya, akhirnya saya coba makan satu. Maaf ya cuuy, saya makan dirimu.

Si Landak enak banget, tekstur bakpaonya lembut di lidah. Apalagi di dalamnya ada adonan dari campuran daun pandan. Bener-bener kita dimanjakan dengan bentuk, rasa dan harganya. Hahaha..lagi-lagi soal harga. Satu porsi Bakpao Landak dikenakan harga 15K (15 ribu rupiah).

Cara penyajiannya pun sangat kece menurut saya. Ada tiga bakpao yang ditaruh di dalam sebuah mangkuk kayu lengkap dengan tutupnya. Dari informasi mas cafenya, semua bahan olahan Bakpao Landak ini langsung didatangkan dari Surabaya. Rekommended buat kalian yang hobi makan bakpao. Selain Bakpao Landak, ada juga jenis bakpao-bakpao lainnya yang gak kalah enaknya. Dan namanya pun unik-unik. Apa aja ?, yuuk mari ke Kaldee's Coffee. 



Selain Bakpao Landak, kami memesan dua menu lainnya yaitu Pisang Goreng Cokelat Keju dan Roti Gandum Bakar RT 01.  Untuk Pisang Gorengnya enak banget, pisang yang digunakan yaitu pisang kepok dengan porsi yang lumayan besar. Karena pecinta pisang, dimanapun tempat nongkrong, pasti pesan makanan berasal dari olahan pisang. Kandungan vitamin pada buah pisang itu banyak banget. Salah satunya  memiliki kandungan Kalium yang berguna untuk kesehatan tulang dan sendi. Pisang juga berguna bagi yang laper di dalam perjalanan. Belum sempat makan nasi, pisang rebus pun jadi,hehehe. Satu porsi Pisang Goreng Cokelat Keju seharga 15K (15 ribu rupiah).

Nah, menu satu ini pesanan khusus dari si doi. Roti Gandum Bakar RT 01. Berhubung lagi diet, jadi kita pesan porsi setengah kontainer bakar. Lah, kok banyak banget yang dimakan ?. Katanya diet, tapi makan bakpao dan pisang goreng, hahaha. Karena itu, kami pesan hanya setengah kontainer saja biar gak khilaf,hehehe. 

Disini ada yang unik lhoo. Saya baru mendengar ada istilah kontainer. Biasanya kalau pesan makanan, paling gak yang small, medium atau big. Tapi disini ada istilah kontainer, lucu lucu. Baru disini ada istilah kontainer, jadi sangat menarik bagi kami berdua. Untuk setengah kontainer Roti Gandum Bakar, bisa dinikmati untuk dua orang saja. Sedangkan untuk satu kontainer, bisa dinikmati empat sampai enam orang. Bisa dibayangin sendiri satu kontainer itu seperti apa. Soal rasa jangan diragukan lagi. Bagi kalian yang kebetulan datang ke cafe ini, wajib dicoba. tekstur roti gandumnya yang gurih, gak buat enek dan pas di lidah. Kalian juga bisa memilih topingnya. Topingnya ada Kacang Nogat, Cokelat Hazelnut, Cokelat Meses, dan Keju. Soal harga bisa kalian liat foto daftar menu di atas. Rekommended !!!.



Untuk minumnya kami berdua memesan Cokelat Milkshake dan Greentea Milkshake. Sama seperti milkshake biasanya, tapi kali ini milkshakenya agak berbeda karena minumnya bareng kamu ya kamu. Kalau memesan milkshake saya sukanya ada ice creamnya. Soal rasa, yang rekommended banget itu GreenTea Milkshake. Rasanya seperti Thai Tea gitu dan harum banget. Seger dah pokoknya.

Selain dapat kulinerannnya, di Kaldee's Coffee kita juga bisa mengambil foto-foto instagrammable gitu. Pokoknya kece. Nongkrong di Kaldee's Coffee malam-malam bareng sahabat, si doi dan keluarga, rekommended banget dah.

Buka setiap hari dari jam 9AM - 10PM ( sembilan pagi sampai sepuluh malam). Full music, instagrammable, pelayanan yang ramah, dan kelezatan makanannya yang oke. Tunggu apalagi, mumpung masih baru dan sudah ada beberapa menu spesial yang tersaji di Kaldee's Coffee atau Tempat Tongkrongan. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Thursday, 25 October 2018


Setiap akhir pekan tiba, kadang-kadang kita bingung mau ngapain. Bingung mau kemana lebih tepatnya. Apalagi yang punya hobi jalan atau ngumpul-ngumpul bareng orang terdekat, pasti sudah punya banyak agenda untuk menghabiskan waktu liburan.

Menurut saya, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Ada yang baca buku (novel), ngumpul keluarga, jalan-jalan, nelpon si doi seharian sampe telinga panas, nonton film kartun di tivi dan yang biasa saya lakukan kalau di akhir pekan yaitu touring atau ngeblog.

Khusus di akhir pekan yang lalu, saya diundang oleh seorang wanita cantik bernama Mbak Lia via chat whatsapp. Si Mbak Lia mengundang saya untuk datang ke acara makan-makan di hotel. Jarang sekali nih pihak hotel mengundang blogger seperti saya untuk kulineran.

Berhubung ini rezeki yang haram hukumnya ditolak, saya mengiyakan undangan dari Mbak Lia, sebut saja namanya Montana Premier Senggigi Hotel. Hotel ini terletak di daerah Senggigi, Lombok. Awalnya sih sempat ragu mau datang karena masih trauma dikit sama gempa. Hampir semua hotel baik di daerah perkotaan dan Senggigi, mengalami kerusakan karena guncangan gempa yang cukup dahsyat saat itu.

Tapi karena melihat teman-teman media juga diundang, jadi saya bersemangat untuk datang, sekalian reunian. Apalagi saya ditemani oleh pujaan hati, So..semangatnya berlipat-lipat. Soal trauma sama gempa hilang sirna ditelan seafood yang akan kita makan nantinya. #Receh

Malam minggu pun tiba. Setelah jemput si doi di rumahnya, kami berdua tancap gas menuju daerah Senggigi. Suasana di malam minggu saat itu sudah mulai ramai. Warga kota sepertinya sudah melupakan kesedihan dan ketakutan dari gempa yang lalu. Sedikit demi sedikit sudah mulai normal.

Terlihat cafe-cafe sudah mulai ramai, warung sate asapnya sudah mengepul, tandanya banyak pembeli yang ngantri menunggu pesanan satenya. Belum lagi para kids jaman now yang beramai-ramai masuk ke dalam mall, kalau gak nongkrong ya tebar pesona gitu. Paling uniknya, dimana-mana kami melihat banyak yang melakukan resepsi pernikahan, katanya sih ini bulan baik buat nikah gitu,hehehe #KodeKeras

Kota Mataram dan sekitarnya sudah kembali normal seperti biasanya. Gak ada rasa takut, ragu dan enggan untuk keluar rumah di malam hari. Bagi saya sih, gak keluar atau melakukan apa-apa di malam minggu itu rugi rasanya.





Kurang lebih lima belas menit perjalanan, kami berdua sudah sampai di area parkir hotel. Setelah memarkirkan si blue,  kami berjalan menuju lobi hotel. Kami disambut oleh beberapa para staf hotel dengan ramah. Kami pun dipersilahkan menuju area resto yang terletak di sebelah kolam renang. Sudah dua kali saya menginjakkan kaki di hotel ini. Pertama kali datang pada waktu buka puasa bareng di tahun ini,  disaat masih bernama Core Hotel Premiere,  Senggigi.

Bisa baca disini : Core Premier Senggigi Hotel

Hotel ini masih tergolong masih baru banget. Selesai pembangunan awal tahun 2018 dengan nama yang dulu. Berhubung saat gempa menerjang Pulau Lombok beberapa bulan yang lalu, hotel ini mengalami kerusakan yang gak terlalu parah sekali. Untuk menghilangkan trauma gempa, hotel ini berubah nama menjadi Montana Premier Senggigi. Sekitar awal bulan Oktober, Montana Premier Senggigi mulai dilaunching. Dari segi desain bangunan gak ada yang berbeda, semuanya tetap sama. Beberapa promo gencar dilakukan untuk menarik lagi para tourist domestik maupun mancanegara menginap disini. Salah satunya yaitu promo dari segi kulinernya.

Promo yang saat ini dilakukan yaitu Barbeque Party. Wah kita makan-makan segala olahan seafood sambil ditemani oleh live music. Di bayangan saya ada udang, ikan, cumi, kepiting, kerang dan olahan daging lainnya. Bener saja, setelah sampai di area resto. Mbak Lia melihat kami berdua datang dan mempersilahkan kami untuk ikut bergabung dengan teman-teman media yang sudah datang sebelumnya. Ramai juga nih, sekitar sepuluh orang yang datang. Kami berdua berjalan diantara stand-stand olahan seafood. Gak sabar rasanya untuk segera menyantapnya,berhubung sudah waktunya makan malam juga sih. hehehe.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman undangan. Kami dipersilahkan untuk menuju area resto. Berhubung hanya saya saja blogger yang hadir, jadi seperti biasanya jepret-jepret dulu berbagai jenis olahan seafood dan lainnya sebelum dimakan. Sedangkan yang lainnya gak ada yang jepret-jepret. 

Sebelum mengambil beberapa seafood yang akan dicicipin, saya bareng si doi gak lupa eksis sebentar. Spot-spot foto disini lumayan kece. Ada sofa dengan bantal yang warna-warni dan mini bar yang elegan membuat kami berdua tergoda untuk nongkrong sebentar. 













Ngebahas menu-menu yang ada, berbagai macam olahan seafood ada disini. Ada Sate Bakso Udang, Sate Udang, Sate Cumi, Kerang, Sate Daging Sapi, Pepes Ayam, Nasi Bakar dan beberapa jenis ikan yang gak asing lagi bagi saya. Semuanya masih dalam kondisi segar. Saya mengambil beberapa jenis olahan yang keliatannya lezat. Hampir semua jenis olahan yang kami ambil. Kebetulan juga kami berdua doyan makan olahan seafood. Jadi lupa program diet, hehehe.

Soal harga per porsi dimulai dari 5K sampai 15K. Semua olahan seafood dan daging disini dijamin halal. So...gak perlu khawatir soal keamanan hidangan disini, sudah standar hotel pokoknya. Disaat kami berdua sedang asyik milih-milih menu hidangan, ada teman kami yang datang. Sebut saja namanya Si Dina. Dia seorang tukang endorse sejati dan owner dari akun intagram (@kuliner.mataram). Bagi kalian yang punya usaha cafe atau kuliner, bisa hubungi si mbak Dinanya. Tapi jangan lupa, hubungi saya juga untuk ngendorse bareng #IkutPromosi.

Setelah kami rasa cukup untuk mengambil beberapa menu, seorang pelayanan resto menghampiri kami dan menawarkan membawakan menu-menu yang kami bawa dalam sebuah piring besar. Selanjutkan olahan makanan tersebut dibawa ke seorang chef profesional yang sedang asyik memasak. Olahan makanan kami selanjutkan akan dibakar dan dimasak sesuai pesanan. Bakalan makan besar kita malam minggu ini. Amnesia sejenak dengan program diet, hehehe. 





Sampai juga kita ke penilaian hidangan yang sudah kami pesan. Mau dengerin berita baik atau kurang baiknya dulu nih ?. Oke.. si doi minta ngebahas yang berita kurang baiknya dulu. Untuk berita kurang baiknya terletak pada nasi bakarnya. Rasa nasi bakarnya kurang terasa bumbunya alias hambar. Gak seperti nasi bakar terenak yang pernah kami cicip sebelumnya. Next... untuk beberapa pelayan hotel yang menunggu stand makanan juga agak kurang senyum ke kami. Ramah sih iya, tapi kurang senyum saja karena senyum itu penting bagi kami berdua. Si doi saja selalu senyum ke saya, masak kalian gak senyum ke kami. Kami lhoo yank bukan ke kakak sendiri,hehehe.

Untuk kerangnya juga ada beberapa yang sudah amis, menurut saya dan teman-teman yang ikut nyicipin lhoo ya. Untuk bumbu kerangnya sih oke banget. Bumbu asem manis rempah-rempahnya terasa enak di lidah dan itu yang menolong daging kerang yang sedikit amis tadi. 

Next... Berita baiknya, untuk segala macam sate dari Sate Udang, Sate Cumi dan Sate Daging Sapinya enak semua. Saya suka dari cara membakar satenya, pas dilidah. Bumbu satenya juga sesuai lidah kita orang Indonesia. Nah.. kalau ditanya dari semua hidangan yang dicicip, mana yang favorit banget ?. Jawabannya yaitu Pepes Ayam dan Es Campurnya. Pepes Ayamnya beneran enak banget. Bumbunya saya suka, apalagi daging ayamnya yang empuk. Terakhir saya makan Pepes Ayam saat masih kuliah di Yogya. Makannya pun di warung Banjar. Pepes Ayam favorit saya banget. Rekommended buat kalian yang datang ke Montana Premier Senggigi Hotel untuk berbeqiuan disini.

Untuk es campurnya mirip seperti es teler atau es kopyor. Dingin dingin seger dan cocok sekali diminum ditengah kondisi cuaca panas yang melanda Pulau Lombok akhir-akhir ini. Rasa campuran kelapa, kolang kaling, agar-agar pas dilidah. Gak cepat buat enek. Seporsi es campurnya juga gak terlalu banyak dan gak terlalu sedikit. Over all untuk semua hidangan barbeque disini saya kasi nilai delapan dari sepuluh. 



Sambil menikmati hidangan yang ada, kami mendengar beberapa lagu yang sudah kami request sebelumnya. Sekalian ngobrol ngalor ngidul bareng si doi, Dina dan teman-teman lain di resto. Suasana malam minggu yang syahdu. Seneng bertemu dengan orang-orang yang punya hobi sama yaitu makan dan ngendorse,hehehe. 

Gak terasa sudah larut malam. Saya bareng si doi pamit duluan, sedangkan teman-teman lainnya masih asyik barbequean sambil mendengarkan live musik yang berada di area kolam renang dan resto. Nah dari pengalaman saya bareng si doi barbequean di Montana Premier Senggigi, menurut saya ini tempat rekommended banget untuk menghabiskan malam minggu bersama keluarga, kekasih dan teman-teman. Jaraknya pun gak terlalu jauh dari Kota Mataram. Tempatnya nyaman, asyik dan harga terjangkau pastinya.

Barbeque Party di Montana Premier Senggigi Hotel, Lombok hanya ada di setiap malam minggu saja dari jam 6 PM sampai 11 PM (enam sore sampai sebelas malam). Ditunggu apalagi, bentar lagi kan weekends, buruan dicoba barbequean disini. Ditunggu yaak !!!. Untuk informasi selengkapnya, bisa dilihat foto brosur di atas yaak !!!.

Selamat berakhir pekan !!!

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 20 October 2018

Berburu Buah Strawberry ke Desa Sembalun, Lombok Timur


Horeee... Touring lagi kita!

Disaat orang-orang masih enggan keluar rumah dan masuk mall karena khawatir gempa, kita berdua sudah nonton film favorit di bioskop. Paling parahnya kita sudah jalan-jalan explore alam Lombok disaat banyak destinasi wisata di Lombok yang terkena dampak dari gempa di Bulan Agustus yang lalu.

Kalimat di atas merupakan ungkapan takjub si doi di atas motor saat kami berdua mengexplore salah satu destinasi favorit di Pulau Lombok. Antara nekat atau lucu saja kalau diinget-inget. Banyak hal yang kita bicarakan sepanjang jalan antara Kota Mataram dan Desa Sembalun. Dari ngomongin kondisi para korban gempa saat ini, ngalor ngidul dan ujung-ujungnya ngomongin hal privasi. Apa itu? Mau tau aje kalian, gak boleh. Ini rahasia dan hanya kita berdua yang tau. #MalahCurhat

Di tulisan kali ini, saya akan bercerita tentang touring kami berdua mengexplore Desa Sembalun,  Lombok Timur. Faktanya, desa tertinggi di Pulau Lombok ini merupakan salah satu titik gempa yang terjadi di Bulan Agustus lalu. Cukup parah kerusakan yang terlihat dari desa ini. Rumah warga banyak yang runtuh, masjid juga semuanya rusak serius. Parahnya lagi, deretan bukit-bukit yang menjadi tujuan pendakian mengalami longsor. Desa Sembalun berduka saat itu.

Sejak gempa terakhir yang mengguncang Desa Sembalun cukup parah, saya belum pernah ke desa ini lagi. Kebetulan saat itu hari libur dan gak ada kegiatan,  saya bareng si doi janjian buat touring. Tujuan kami mencari tempat yang sejuk dan jauh dari polusi. Mau ke pantai, panas coy. Mau ke mall, tiba-tiba inget harus nabung. Mau trauma healing, kurang personel. Yasudah, kita berdua mencari destinasi yang kece sambil hunting-hunting foto dan trauma healing berdua.

Bisa dibilang ini kencan yang kesekian kali kami berdua. Pas banget juga si doi lagi persiapan ujian penerimaan cpns tahun ini. Jadi dia lagi mencari tempat yang nyaman buat belajar. Jauh amat belajarnya yaak?. Gak apa-apa,  dimanapun belajarnya, yang penting berkualitas. Ada pepatah, belajarlah sampai ke negeri China. Nah, kita saja disuruh belajar sampai China. So.. Belajar ke Desa Sembalun sih mah deket banget dari rumah. Pertanyaannya ini beneran belajar atau kencan yaak? Hahaha.

Kalau mau tau belajar atau kencan,  dibaca sampai habis yaak guys !



Berangkat jam tujuh pagi dari Kota Mataram memakai Si New Blue soalnya Si Blue sudah dijual. #GakNanyak. Jemput si doi, kemudian langsung tancap gas ke lokasi tujuan. Cuaca pagi itu cukup cerah, gak ada kemacetan sepanjang perjalanan. Hanya saja setiap kami bertemu dengan pasar tradisional, cukup membuat macet tapi gak terlalu berarti. Waktu tempuh dari Kota Mataram menuju Desa Sembalun sekitar dua jam perjalanan (ngegass normal).

Kurang lebih satu jam perjalanan,  kami sudah berada di sepanjang jalan Kebun Raya Lombok, Lemor menuju Desa Sembalun. Melewati jalan menanjak, berkelok-kelok dan kiri-kanan hutan belantara. Udara yang sangat sejuk, berkabut dan hijaunya pepohonan yang membuat mata dan hati adem. Seadem melihat senyummu dari spion motor yang duduk di belakang.

Gak begitu lama melewati jalan menanjak tengah hutan belantara, kami berdua sudah sampai di Puncak Pusuk, Desa Sembalun. Dari atas puncak ini kita sudah bisa melihat Desa Sembalun di kejauhan. Desa Sembalun gak berkurang keindahnya.

Tapi sayangnya disaat kami berdua berada disana, suasana masih sepi pengunjung. Entah masih pagi atau gimana, saya pun bertanya ke salah satu pedagang cilok (bakso tusuk) di atas Puncak Pusuk Sembalun. Beliau bercerita kalau saat ini masih sepi pengunjung dikarenakan Desa Sembalun masih dalam masa pembenahan pasca gempa. Banyak warga lokal baik dari Lombok maupun luar Lombok yang masih enggan datang ke Sembalun. Mungkin saja masih takut bepergian disuasana bencana yang gak henti-hentinya melanda negeri kita tercinta ini.

Sedih juga sih,  tapi buat kami berdua datang ke Desa Sembalun itu sangat menyenangkan disaat suasana seperti ini. Disamping touring dan liburan kece,  kita juga bisa bersosialisasi dengan warga desa yang menjadi korban gempa lalu.





Next... Sampai juga kami di salah satu rest area yang berada di pinggir jalan Desa Sembalun. Pemandangan dari rest area ini cukup kece. Ada berugaq (gazebo) untuk siapa saja yang ingin beristirahat sejenak. Melepas lelah sambil menikmati pemandangan persawahan yang hijau, bukit-bukit yang masih kering dikarenakan belum kunjung datangnya musim penghujan. Tapi overall semuanya masih mempesona. Benar apa yang saya lihat diberita dan beberapa foto teman-teman media. Bukit-bukit yang menjadi tujuan pendakian di Desa Sembalun hampir semuanya mengalami longsor. Parahnya jalur pendakian ditutup karena titik longsor ada di jalur pendakian tersebut.

Memandang ke arah barat, Lereng Gunung Rinjani yang menjadi jalur pendakian pun terlihat ada sisa-sisa longsoran. Serem juga bentuk jalur longsornya, tapi itulah kekuasaan Sang Pemilik Alam ini. Apapun yang dikehendaki-Nya pasti terjadi.

Waktu masih panjang, kami berdua duduk santai di atas berugaq (gazebo) sambil ngobrol ngalor ngidul. Itulah kami berdua, ada saja yang dibahas dan didiskusikan. Berhubung sudah bawa buku bahan-bahan ujian cpns, saya menemani si doi belajar di atas berugaq sambil menikmati alam pedesaan Sembalun.

Suasana belajar disini memang sangat asyik. Terbukti buat kami berdua yang nyaman sekali belajar dan diskusi tentang apa saja yang berkaitan dengan Indonesia dan dunia. So.. bagi kalian yang punya pasangan dan akan ujian masuk cpns atau kerja apa saja, bisa belajar disini. Dijamin seru, asyik dan nyaman. Apalagi sama pasangan, pasti betah dah. Tapi inget jangan niat kencan yaak, niatnya belajar berdua sambil melemparkan senyuman dan pujian buat dia ya dia #PodoWaeRek.

Gak terasa sudah dua jam kami di berugaq sambil belajar. Memberi soal-soal ke doi. Dan doi pun menjawab dengan benar. Soal-soalnya beragam. Dari soal nama ibukota, undang-undang, nama presiden, siapa nama pedagang cilok yang kita ajak ngobrol sampe mau kemana kita setelah ini, cieee... Dududududu.

Pas asyiknya belajar, datang seorang bapak-bapak pake motor membawa dagangannya. Terlihat buah strawberry yang sudah dibungkus dengan plastik mika. Bukannya menawarkan dagangannya, tapi bapak tersebut mau berjualan di berguaq ini. Waduh, merusak suasana nih. Awalnya bapak tersebut malu-malu mau mengusir kami, tapi kami berdua tau maksud bapak tersebut grasak grusuk menyiapkan buah strawberry yang akan dijual.

Akhirnya kami berdua menyudahi belajar saat itu dan berencana untuk ke tempat selanjutnya. Melihat buah strawberrynya yang merah-merah. Saya pun bertanya kepada si bapak, "Pak, sudah masuk musim strawberry ya? ".

"Sudah mas", kata si bapak. Wah, langsung saya ngajak si doi buat metik buah strawberry di kebunnya langsung. Keliatannya ini hari pas buat berburu strawberry karena pas banget lagi sepi pengunjung.











Cari-cari kebun strawberry, akhirnya kami menemukan salah satu kebun strawberry yang keliatannya cocok buat kami. Berada di pinggir jalan Desa Sembalun Bumbung. Sepanjang jalan ini banyak sekali kita jumpai pedagang strawberry.

Kami berdua pun menepi dan berkenalan dengan pedagang strawberry sekaligus petaninya. Kalau gak salah namanya Ibu Suri. Seorang ibu yang menjadi korban ganasnya gempa Lombok saat itu. Rumah beliau roboh dan sekarang beliau masih tinggal di tenda pengungsian. Yang saya salut dari beliau adalah beliau masih semangat untuk berjualan dan mencari rezeki ditengah duka yang beliau alami. Semoga sehat selalu ibu. Doa kami berdua yang terbaik buat ibu.

Setelah ngobrol sebentar, kami berdua langsung menuju kebun strawberry yang tepat berada di belakang warung Ibu Suri. Lahan kebunnya lumayan luas. Kurang lebih empat are, luas juga ya. Buah strawberrynya sudah merah-merah dan besar-besar. Sudah waktunya dipanen nih. Hanya kami berdua yang berada di kebun strauberry. Puas milih-milih.

Untuk menuju kebun dan memetik langsung buah strawberry, kami dikenakan biaya masuk 5 ribu per orang. Itu sudah sama makan langsung buah strawberrynya. Cara pinter, makan sepuasnya di dalam kebun dan pilih yang bagus-bagus buat ditimbang dan dibawa pulang hehehe.

Gak lupa kami berdua eksis foto-foto disini. Meskipun terik matahari yang menyengat tapi gak terasa di kulit, kami berdua sibuk mencari spot fotoan. Bukan pencitraan tapi inilah kami berdua yang sudah keluar konyolnya.

Sambil bawa keranjang buah, mencari strawberry yang kondisinya bagus, kami berdua menikmati dan bahagia saat itu. Bahagia dengan cara sederhana ditengah duka yang masih terasa. Apalagi bersamamu, bahagia lebih terasa dan waktu pun gak terasa sudah menjelang sore hari.

Setelah dirasa sudah cukup metik strawberrynya. Buah yang kami petik kemudian ditimbang dan saat itu kami membayar 12 ribu, itu sudah termasuk duit masuk ke dalam kebun. Murah kan dan tergantung berapa hasil petikannya sih.

Melihat buah strawberry yang sudah dibungkus ke dalam plastik mika. Berjejer rapi dan menunggu si pembeli datang. Kami berdua tergoda untuk membeli yang sudah dibungkus. Satu plastik mika dikenakan harga 5 ribu. Kami berdua berencana mau membeli banyak. Akhirnya saya menawar 5 bungkus 20ribu. Setelah lama tawar menawar, akhirnya ibunya nyerah dan memberikan kami seharga tawaran tadi. Horeee...

Gak sampe itu saja, kami melihat ada sayur wortel yang baru saja dipanen. Wah.. Tergoda lagi untuk menawar. Untuk ini kami gak tega, harga wortel kami gak tawar. Kami membayar dengan harga yang dikasi Ibu Suri. Cukup strauberry saja yang ditawar hehehe.

Hari sudah menjelang sore dan kami berdua segera balik ke Kota Mataram biar gak kemalaman. Membawa buah strawberry dan wortel buat dijus nantinya. Pulau Lombok sudah aman dikunjungi. Meskipun masih ada beberapa destinasi yang belum dibuka untuk umum, tapi gak sedikit destinasi wisata yang sudah bisa didatangi dan dinikmati karena Pulau Lombok banyak memiliki destinasi wisata yang kece-kece.

Jangan ragu untuk berlibur ke Pulau Lombok karena Pulau Lombok selalu aman dan kece untuk Indonesia.

#LombokBangkit

Penulis : Lazwardy Perdana Putra