Tuesday, 13 November 2018


Salam Konservasi !!!.

Huuuhaaa Huuuhaaa Huuuhaaa... (gaya ala-ala pasukan Wakanda di film Black Panther).

Begitulah semangat kami disaat mengikuti kegiatan Jambore Konservasi Taman Wisata Alam Gunung Tunak Tahun 2018 yang diadakan dua hari satu malam (10-11 November 2018). Semangatnya pasukan Wakanda yang akan melawan pasukan Tanos saat akan menyerang negeri Wakanda itu sendiri #KorbanAvenger

Sabtu, 10 November 2018

Waktu menunjukkan jam sepuluh pagi. Saya dan si doi bersiap-siap menuju sebuah tempat yang namanya sudah dilirik oleh para pecinta alam baik domestik maupun luar negeri. Kebetulan di hari itu saya sudah mendapat ijin dari kantor untuk mengikuti kegiatan Jambore Konservasi. Dimana kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh BKSDA NTB setiap tahunnya. Sebelum melanjutkan cerita, ada yang tahu kepanjangan dari BKSDA NTB itu apa ?.

BKSDA NTB singkatan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB. Dimana salah dua tugas dari BKSDA itu sendiri yaitu menjaga sumber daya alam taman wisata alam dan memonitoring satwa yang dilindungi dan gak dilindungi.  BKSDA NTB dibagi menjadi tiga wilayah kerja yang biasa disebut Seksi Konservasi Wilayah (SKW). Dimana SKW I ada di Pulau Lombok,  SKW II ada di Sumbawa dan SKW III ada di Bima. So.. Sudah tahu kan kepanjangan dan tugas dari BKSDA itu apa.

Oke... lanjut ke dalam cerita !

Setelah segala macam persiapan dari pakaian ganti, jaket, matras, obat-obatan, alat mandi, charger handphone, powerbank, dan kebutuhan lainnya sudah masuk ke dalam tas. Gak lupa kondisi motor juga harus dalam kondisi fit. Si Blue masih setia menemani kemana saja kami berdua touring, Thanks Blue !. Setelah kami rasa gak ada yang tertinggal dan biar gak kesiangan, kami pun segera berangkat. Di dalam perjalanan, teman kami dari komunitas @lombokphonegraphy sudah menunggu. Setelah semuanya berkumpul, kami semua menuju ke arah Lombok Tengah bagian paling timur.

Cuaca pagi itu cukup terik dan berawan. Padahal sudah memasuki musim penghujan, tapi tetap saja panas. Kami  menuju destinasi yang berada di Lombok Tengah bagian ujung timur bernama Taman Wisata Alam Gunung Tunak atau kids jaman now lebih senang menyebutnya Gunung Tunak saja. TWA Gunung Tunak berada di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Jalur menuju Gunung Tunak sendiri gak terlalu sulit. Dari Kota Mataram, kita hanya membutuhkan waktu satu jam setengah saja sampai di lokasi. Sedangkan dari Bandara ZAM, hanya membutuhkan waktu setengah jam saja melewati jalur Kuta, Lombok Tengah. Gak perlu terlalu detail saya menjelaskan jalurnya karena jaman sekarang sudah ada namanya Google Maps. So...bisa tanya si google mau jalan lewat mana, kiri atau kanan. Yang jelas jangan tanya si google jalan ke rumah mantan lewat mana. Bisa-bisa nanti ketauan sama si doi, hehehehe...peace.

Sekitar jam dua belas siang, kami sudah berada di lokasi kegiatan. Kami berada di area Camping Site gitu. Keren kan, TWA Gunung Tunak sudah punya Camping Site. Ada fasilitas lainnya juga seperti Taman Kupu-Kupu (Butterfly Center), Penangkaran Rusa dan yang lebih kerennya, disini ada hotel dan restaurantnya lhoo. Gak seperti beberapa tahun sebelumnya, saat saya bareng teman-teman datang kesini. Dimana jalur kesini masih berupa jalur tanah dan batu krikil. Belum lagi jalurnya menanjak, berada di tengah hutan dan kondisi keamanan dulu masih rawan-rawannya.

Ceritanya bisa dibaca disini ---> Explore Gunung Tunak



Setelah para peserta sudah datang semua, kami dikumpulkan di area Camping Site dan gak lama kemudian acara dimulai. Host kita yang kece bernama Mas Gangga membuka acara pembukaan penuh semangat dengan senyum khasnya yang bisa meluluhlantakkan hati Jessica Mila dan Chelsea Islan, hahahaha (becanda om..peace). Di acara pembukaan Jambore Konservasi TWA Gunung Tunak 2018, dihadiri oleh Kepala BKSDA NTB "Pak Ari", selanjutnya ada Ketua Panitia "Mamiq Fadli", hadir juga Mbak Afifah selaku Pengendali Ekosistem Hutan di BKSDA NTB dan panitia lainnya yang turut hadir.

Jambore Konservasi Taman Wisata Alam Gunung Tunak langsung dibuka oleh Kepala BKSDA NTB. Acara pembukaan berjalan dengan lancar dan euphoria para peserta untuk mengambil ilmu sebanyak-banyaknya sudah gak terbendung lagi. Ada juga beberapa peserta sudah gak sabaran segera mengexplore Taman Wisata Alam Gunung Tunak.

Para peserta yang ikut Jambore Konservasi ini sangat banyak. Kurang lebih dua ratus peserta, keren kan ?. Asal peserta dari berbagai macam komunitas, ada dari Genpi Lombok Sumbawa, LombokPhoneGraphy, Tunak Besopoq, Saka Wanabakti, Kreen Lombok dan komunitas pecinta alam lainnya.

Setelah pembukaan, acara selanjutnya masuk ke dalam materi. Pemateri diisi oleh Kepala BKSDA NTB dan Mbak Afifah. Beliau berdua menjelaskan betapa pentingnya menjaga alam ini. Memperkenalkan Taman Wisata Gunung Tunak dari jenis Flora dan Fauna disini. Dan kalian tau luas dari TWA Gunung Tunak itu sendiri ?. Luasnya sekarang 1297 hektar. Terluas di NTB saat ini. Awalnya saya mengenal Taman Wisata Alam Gunung Tunak hanya Pantai Bilasayak dan tower yang berada di ujung tebing Gunung Tunak itu sendiri. Ternyata TWA Gunung Tunak banyak menyimpan keindahan alam yang kece.

Gimana gak kece, disini ada berbagai macam jenis kupu-kupu. Padahal tempat hidup kupu-kupu itu kebanyakan di daerah yang banyak sumber airnya. Sedangkan di Gunung Tunak gak ada sumber air dan bisa dibilang gersang, tapi nyatanya kupu-kupu bisa hidup disini. Ada juga rusa, burung buntut sate, burung paok panca warna atau bahasa kerennya elegan pita yang bersuara Huuuu Huuuu Huuuu. Masyarakat sekitar lebih mengenal burung ini dengan nama burung jin karena suaranya yang khas seperti memanggil.

Selain beberapa satwa yang disebutkan tadi, ada juga jenis tanaman yang berada di area TWA Gunung Tunak. Di dalam ilmu medis, ada tanaman bernama Sanrego yang dijadikan obat untuk penambah stamina bagi laki-laki alias cocok untuk yang akan segera menikah nih #Dududududu. Ada juga yang namanya Brore yang berkhasiat sebagai obat kecing manis atau nama bekennya Diabetes Mellitus.

Khusus tanaman yang dilindungi di TWA Gunung Tunak yaitu Klicung dan Sawo Kecik. Nah untuk bentuk fisiknya, saya gak tau sama sekali. Mungkin kalau sudah melihat secara langsung, jadi paham dan pengen segera diteliti. So.. TWA Gunung Tunak juga sering dijadikan tempat penelitian. Ada ilmu baru yang saya dapatkan setelah mendengarkan penjelasan dari para pakar dari BKSDA NTB.



Setelah pemaparan dari TWA Gunung Tunak itu sendiri selesai, materi selanjutnya diisi oleh anak-anak Genpi Lombok Sumbawa (Genpi LS) dan LombokPhoneGraphy. Anak-anak Genpi LS sendiri ada Bunsal, si doi,  saya sendiri, Bang Dedek dan Bang Ihsan. Sedangkan dari LombokPhoneGraphy ada Fadhil, teman saya dari komunitas blogger juga.

Khusus Genpi LS, kami memperkenalkan Genpi LS itu kepada para peserta. Gimana cara masuk ke dalam Genpi LS dan seputaran tentang dunia sosial media. Kami memperkenalkan Pasar Pancingan dan Pasar Botani juga yang merupakan destinasi digital yang diplopori oleh temen-temen dari Genpi LS. Jadi untuk bertemu dengan temen-temen Genpi itu mudah sekali. Kalian kalau punya tiga akun sosmed (facebook, twitter dan ig), liat saja hastag #Pesona.... atau #Festival.... dan sampai Trending Topic. Itu semua hasil kerja dari Genpi. Keren kan !. Untuk Genpi sendiri, di Indonesia sudah hampir ada tiga puluh Genpi dari berbagai daerah. Dan Genpi LS merupakan pelopor dari terbentuknya Genpi-Genpi yang ada di Indonesia.

Materi selanjutnya dipaparkan oleh teman kita dari LombokPhoneGraphy bernama Fadhil.  Dari materi yang disampaikan, kita diajarkan cara mengambil foto kece tapi menggunakan kamera handphone. Hasilnya juga gak kalah dengan jepretan kamera dslr. Nah..trik-trik mendapat foto yang bagus juga diajarkan oleh adek saya satu ini. Terlihat teman-teman antusias mendengarkan penjelasan gimana sih cara mengambil foto yang baik dan benar menggunakan kamera handphone. Saya pun tertarik untuk mempelajarinya. Keren dah pokoknya.

Acara sore itu selesai juga, waktunya kita istirahat sejenak. Semua peserta kembali ke tenda mereka masing-masing untuk menyiapkan segala keperluan malam harinya. Malam hari acara bebas. Saya bareng si doi sudah gak sabar menunggu kegiatan esok harinya.

Gimana keseruan cerita explore kami di TWA Gunung Tunak ?.  Yuuk disimak cerita ini sampai selesai yaak !.

***


Minggu, 11 November 2018

Gak terasa sudah pagi saja. Hari Minggu, 11 November 2018 hidup di tengah hutan belantara tanpa sinyal handphone. Itupun kalau ingin mencari sinyal,  kita harus mencari tempat yang lebih tinggi dari tempat kami ngecamp.  So.. Ada sinyal maupun gak, semangat kami untuk menjelajah pagi itu gak pernah pudar.

Sekitar jam delapan pagi, kami semua berkumpul di depan lapangan untuk bersiap-siap mengexplore beberapa pantai yang ada di TWA Gunung Tunak.  Dari informasi yang ada di TWA Gunung Tunak terdapat tujuh pantai yang kece-kece. Ada Pantai Pudal, Pantai Terasak Atas, Pantai Terasak Bawah, Pantai Teluk Ujung, Pantai Bilasayak,Pantai Pantek, dan Pantai Sari Goang.





Dalam kegiatan tahun ini, kami dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama ke Pantai Sari Goang. Tim kedua ke Pantai Bilasayak. Tim ketiga ke Pantai Teluk Ujung. Saya bareng si doi dan teman-teman Genpi LS bergabung di tim pertama. Kenapa kami memilih Pantai Sari Goang untuk diexplore. Karena pantai ini masih sangat baru dan kami penasaran untuk melihat lebih dekat lagi. Denger-denger juga jalur menuju ke pantainya baru dibuka untuk umum.

"Mendaki gunung, lewati lembah" sepenggal lirik lagu dari film komik Ninja Hatori. Awalnya saya gak kebayang jalur menuju Pantai Sari Goang itu seperti apa. Salah satu panitia hanya memberikan informasi kalau ke Pantai Sari Goang jaraknya lumayan jauh dari tempat ngecamp kami. Kami pun sudah siap memulai penjelajahan menuju Pantai Sari Goang, sedangkan dua tim lainnya juga sudah siap. Kami dilepas oleh perwakilan dari Pemerintah Lombok Tengah. Dengan baca Bismillah, kami pun segera berangkat menuju salah satu surganya TWA Gunung Tunak. 







Sekitar dua kilometer berjalan kaki melewati kondisi jalan yang masih belum teraspal. Melewati penangkaran rusa. Puluhan rusa memperhatikan kami yang melewati penangkaran mereka. Sama seperti kamu yang selalu perhatian sama saya, eheem eheemmm #SempatSempatnya. 

Jalurnya pun menanjak dan menurun. Melewati beberapa perbukitan yang masih asri. Bisa dibayangkan sendiri, capeknya luar biasa. Di awal trekking, kami sudah dihadapkan dengan jalur yang menanjak dengan kemiringan sekitar enam puluh derajat. 

"Ayoook Semangat !!!". 
"Salam Konservasi !!, Huuuhaaa Huuuhaaa Huuuhaaa"

Di bawah teriknya matahari yang sangat menyengat, kami berjalan tiada henti dan sangat menguras keringat. Sebotol air mineral sangat berharga saat itu. Kondisi jalur yang belum beraspal. Hanya berupa tanah licin dan batu-batu kerikil. Bisa dibayangin kalau hujan turun, pasti jalur ini menjadi becek dan penuh dengan lumpur. Dengan sisa semangat kami yang masih menyala, akhirnya kami sampai juga di salah satu surganya TWA Gunung Tunak. 


Welcome Pantai Sari Goang !!!

Terbayar sudah capek kami semua setelah melihat penampakan batu karang khas dari Pantai Sari Goang. Tebing-tebingnya yang curam dan lumayan tinggi. Pantai Sari Goang merupakan deretan pantai yang berada di kawasan TWA Gunung Tunak yang ngehits saat ini. Untuk menuju pantai ini kita membutuhkan waktu sekitar satu jam dari tempat ngecamp dengan berjalan kaki. 

Penampakan Pantai Sari Goang mirip dengan Pantai Tajung Bloam yang berada di Lombok Timur. Sedangkan banyak juga yang menyebut pantai ini, miniatur dari Raja Ampat. So... gak sedikit kita mendengar Pantai Sari Goang disebut dengan julukan Raja Ampatnya Lombok karena terdapat pulau kecil berupa batu karang yang ditengahnya ada lubang. Mirip sekali seperti Raja Ampat.

Keindahan pantainya yang sangat memukau. Deburan ombak yang menghantam batu karang dengan ganasnya. Pasirnya yang putih kecokletan membuat mata saya dan si doi terpesona. Untuk menuju pantainya, kita bisa melewati jalur kecil di pinggiran tebing dan turun kebawah. Harus hati-hati karena jalurnya sangat curam. Di pantainya kita bisa main air, renang dan main pasir. Si doi suka sekali dengan pasir. Ke pantai manapun kami tuju, pasti fotoan bersama pasir gak ketinggalan. 




Sesampainya di lokasi, kami gak menyia-nyiakan waktu yang ada. Begitu juga dengan teman-teman lainnya yang kebanyakan kids jaman now. Foto selfiean adalah hal yang wajib dilakukan. Kemudian hasil fotonya, eksis di sosmed (anak-anak sosmed pasti ngerti). 

Saya bareng si doi pun gak ketinggalan eksis. Gak mau kalah dengan kids jaman now lainnya. Beberapa spot foto kami tuju dan hasil jepretannya kece-kece. Gak nyesel dah datang kesini panas-panasan. Pakai acara daki dan turun bukit segala. Perjalanan yang sangat mengesankan hari itu. Apalagi bareng dengan kamu ya kamu (mulai dah dia baper). 

Untuk masalah keamanan, disini sudah sangat aman. Mobil Polisi Hutan rutin melakukan patroli. So...teman-teman yang akan datang kesini, gak perlu khawatir dan gak perlu mendengarkan perkataan orang luar kalau di TWA Gunung Tunak itu gak aman dan banyak begalnya. Semua itu hanya HOAX mas/mbak broo !. 






Pengalaman pertama kali menjelajah ke Pantai Sari Goang bersama teman-teman pecinta alam dan kamu pastinya. Hanya satu yang harus kita antisipasi bila datang kesini yaitu sediakan botol mineral banyak-banyak dan pakai alat pelindung kepala seperti topi dan sejenisnya untuk menghindari sinar matahari yang sangat menyengat dan menyakitkan. 

Kalau diberi nilai satu sampai sepuluh, saya beri nilai sembilan. Alasannya sangat sederhana, jalurnya kece dan eksotis. Bagi kalian yang ngaku pecinta alam, jangan sampai merusak alam dengan membuang sampah sembarangan dan mencoret-coret dinding batu karang disana. Harus dijaga dan promosikan ke teman-teman luar kalau di Pulau Lombok masih banyak menyimpan harta karun yang gak ternilai harganya. Salah satunya Pantai Sari Goang. 

Pulau Lombok sudah aman sekarang. Bagi kalian yang punya agenda liburan ke Pulau Lombok, jangan lupa mampir di TWA Gunung Tunak. Selain mendapat keindahan pantainya, kita juga bisa mendapat ilmu tentang flora dan fauna yang dilindungi dan gak dilindungi disini.

Mau cerita apalagi ya ?, sepertinya saya cukupkan dulu menulis tentang TWA Gunung Tunak. Masih banyak dari TWA Gunung Tunak yang mau saya jelajahi di kesempatan lainnya. Satu kata buat TWA Gunung Tunak "Kece !!!".

***

Catatan :
- Tiket masuk ke TWA Gunung Tunak
 Domestik = 5 ribu  (Senin-Sabtu) dan 7 ribu 5 ratus (Minggu dan Hari Libur)
 Luar Negeri = 100 ribu (Senin - Minggu)
- Fasilitas yang ada : Toilet, Kamar Bilas, Mushola (tahap pengerjaan), Toko Oleh-oleh (tahap pengerjaan), Spot foto instagrammable, Taman Kupu-kupu, Penangkaran Rusa dan Camping Site. 
- Sekedar saran = Bila datang ke Pantai Sari Goang, datanglah di atas jam tiga sore karena posisi matahari sudah condong ke barat dan untuk mendapatkan foto yang kece sangat bagus di jam-jam segitu. 
- Soal keamanan sudah dijamin aman 100 persen. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Wednesday, 7 November 2018

Bertemu Si Landak Putih di Kaldee's Coffee


Di akhir bulan lalu, saya menemukan tempat tongkrongan baru yang kece. Gak jauh dari Lemongrass Cafe ,cafe jaman now yang pernah saya datangi sebelumnya. Beralamatkan di Jalan Panji Tilar No.140, Kota Mataram. Lebih tepatnya berada di komplek BTN Perumnas, Kota Mataram. Kalau masih bingung, bisa cek di Google Maps ya broo. 

Berawal dari jemput si doi di rumahnya saat malam minggu. Saat melintas di Jalan Panji Tilar, saya melihat beberapa kendaraan parkir di depan bangunan berdesain minimalis. Di bagian depan bangunan terdapat tulisan "Tempat Tongkrongan". Saya pun tertarik suatu saat nanti datang kesini bareng si doi. Awalnya saya berpikir kalau ajak si doi malam ini pasti gak kebagian tempat duduk karena malam minggu guys. Secara malam itu ramai banget. Jadi saya urungkan niat buat ajak si doi kencan disana.

Dua hari kemudian, selesai nemenin si doi belanja. Kami berdua mencari tempat asyik untuk ngobrol dan kulineran. 

Saya  : "Yank, ada cafe baru buka lhoo di dekat rumah adeq"
Si doi : "Masak ?, Apa namanya dan dimana ?"
Saya  : "Namanya "Tempat Tongkrongan".
Si doi : "Boleh, Ayook dah !"








Akhirnya malam itu kami berdua menuju cafe tersebut. Setelah memarkirkan kendaraan di parkiran, kami berdua masuk ke dalam cafe. Untungnya belum ramai sekali. Kami berdua disambut oleh karyawan cafe yang sangat ramah. Kami pun dengan leluasa memilih tempat duduk sesuka hati. Si doi minta duduk di dalam ruangan saja biar adem katanya. Sedangkan saya tertarik untuk duduk di outdoornya karena sofa-sofanya yang unik. Akhirnya kami putuskan memilih di dalam ruangan saja (ngikut kemauan si doi).

Di dinding ruang bagian dalam terdapat tulisan Found My Coffee At Kaldee's. Saya bingung, ini cafe nama sebenarnya apa ya?. Saya pun bertanya sama pegawainya, ternyata nama sebenarnya yaitu Kaldee's Coffee. Sedangkan "Tempat Tongkrongan" hanya nama lainnya saja. So..kalau ditanya mau nongkrong dimana?, bilang saja mau ke Kaldee's Coffee gitu,hehehe. 

Ngebahas tentang cafenya. Kaldee's Coffee ini baru sebulan buka di Kota Mataram. Menurut informasi, sudah banyak Kaldee's Coffee lainnya yang tersebar di Indonesia dan pusatnya ada di Kota Surabaya. Dari penilaian saya cafe ini kece. Dari bentuk ruangannya yang minimalis dan kekinian. Cocok buat ngumpul-ngumpul bareng keluarga, sahabat atau gebetan. Apalagi datang sama calon pasangan hidup itu lebih asyik lagi (curhat sedikit). 

Sudah jelas untuk indoornya adem banget dan satu lokal dengan mini barnya. Jadi selain duduk di sofa atau kursi, kita juga bisa memilih duduk di kursi-kursi tinggi yang terletak di mini barnya. Sambil melihat para barista membuat minuman yang kita pesan. 

Bagi ahli hisap bisa memilih tempat duduk di bagian outdoor dengan sofa berwarna merah dengan lampu-lampu taman lengkap dengan tanaman hias yang kece. Duduk, ngobrol atau kencan bareng pasangan sangat asyik di ruangan ini. So...tergantung selera kalian masing-masing mau duduk dimana. 




Untuk menunya sendiri bagi saya sedikit agak berbeda dari tempat lainnya. Dimana namanya tempat ngopi, pasti minuman wajibnya segala macam jenis coffee. Sebagai pelengkap, biasanya ada cemilan yang itu-itu saja. Hampir di setiap tempat yang sudah saya datangi, cemilannya kalau gak kentang goreng ya cake-cake gitu. 

Saat karyawan cafe menyodorkan daftar menu ke kami, saya tertarik pada salah satu menu yang belum saya temukan di tempat lain yaitu Bakpao Landak. Untuk memastikan biar gak salah pesan, saya menanyakan menu favorit disini. Ternyata menu yang akan saya pesan itu salah satunya menu favorit disini. Sedangkan si doi tertarik memesan Roti Gandum Bakar RT 01. Namanya unik kayak komplek rumah saja. Jangan-jangan ada Pak RTnya lagi, hahaha...lupakan. Selain itu banyak sekali menu-menu disini. Bisa kalian baca foto daftar menu di atas.



Kita mulai ngebahas cemilan kece satu ini, namanya Bakpao Landak. Bentuknya unik dan ukurannya itu lhoo, lucu dan imut sama seperti kamu yang duduk di depan saya (saat buat tulisan ini).

Dari bentuknya lucu banget. Bener-bener mirip dengan Si Landak. Kalau Landak beneran, saya gak berani pegang karena durinya yang tajam, sedangkan Si Landak ini jangankan dipegang, dimakan saja saya gak tega, hehehe. Rasanya sayang banget buat dimakan. Tapi karena penasaran dengan rasanya, akhirnya saya coba makan satu. Maaf ya cuuy, saya makan dirimu.

Si Landak enak banget, tekstur bakpaonya lembut di lidah. Apalagi di dalamnya ada adonan dari campuran daun pandan. Bener-bener kita dimanjakan dengan bentuk, rasa dan harganya. Hahaha..lagi-lagi soal harga. Satu porsi Bakpao Landak dikenakan harga 15K (15 ribu rupiah).

Cara penyajiannya pun sangat kece menurut saya. Ada tiga bakpao yang ditaruh di dalam sebuah mangkuk kayu lengkap dengan tutupnya. Dari informasi mas cafenya, semua bahan olahan Bakpao Landak ini langsung didatangkan dari Surabaya. Rekommended buat kalian yang hobi makan bakpao. Selain Bakpao Landak, ada juga jenis bakpao-bakpao lainnya yang gak kalah enaknya. Dan namanya pun unik-unik. Apa aja ?, yuuk mari ke Kaldee's Coffee. 



Selain Bakpao Landak, kami memesan dua menu lainnya yaitu Pisang Goreng Cokelat Keju dan Roti Gandum Bakar RT 01.  Untuk Pisang Gorengnya enak banget, pisang yang digunakan yaitu pisang kepok dengan porsi yang lumayan besar. Karena pecinta pisang, dimanapun tempat nongkrong, pasti pesan makanan berasal dari olahan pisang. Kandungan vitamin pada buah pisang itu banyak banget. Salah satunya  memiliki kandungan Kalium yang berguna untuk kesehatan tulang dan sendi. Pisang juga berguna bagi yang laper di dalam perjalanan. Belum sempat makan nasi, pisang rebus pun jadi,hehehe. Satu porsi Pisang Goreng Cokelat Keju seharga 15K (15 ribu rupiah).

Nah, menu satu ini pesanan khusus dari si doi. Roti Gandum Bakar RT 01. Berhubung lagi diet, jadi kita pesan porsi setengah kontainer bakar. Lah, kok banyak banget yang dimakan ?. Katanya diet, tapi makan bakpao dan pisang goreng, hahaha. Karena itu, kami pesan hanya setengah kontainer saja biar gak khilaf,hehehe. 

Disini ada yang unik lhoo. Saya baru mendengar ada istilah kontainer. Biasanya kalau pesan makanan, paling gak yang small, medium atau big. Tapi disini ada istilah kontainer, lucu lucu. Baru disini ada istilah kontainer, jadi sangat menarik bagi kami berdua. Untuk setengah kontainer Roti Gandum Bakar, bisa dinikmati untuk dua orang saja. Sedangkan untuk satu kontainer, bisa dinikmati empat sampai enam orang. Bisa dibayangin sendiri satu kontainer itu seperti apa. Soal rasa jangan diragukan lagi. Bagi kalian yang kebetulan datang ke cafe ini, wajib dicoba. tekstur roti gandumnya yang gurih, gak buat enek dan pas di lidah. Kalian juga bisa memilih topingnya. Topingnya ada Kacang Nogat, Cokelat Hazelnut, Cokelat Meses, dan Keju. Soal harga bisa kalian liat foto daftar menu di atas. Rekommended !!!.



Untuk minumnya kami berdua memesan Cokelat Milkshake dan Greentea Milkshake. Sama seperti milkshake biasanya, tapi kali ini milkshakenya agak berbeda karena minumnya bareng kamu ya kamu. Kalau memesan milkshake saya sukanya ada ice creamnya. Soal rasa, yang rekommended banget itu GreenTea Milkshake. Rasanya seperti Thai Tea gitu dan harum banget. Seger dah pokoknya.

Selain dapat kulinerannnya, di Kaldee's Coffee kita juga bisa mengambil foto-foto instagrammable gitu. Pokoknya kece. Nongkrong di Kaldee's Coffee malam-malam bareng sahabat, si doi dan keluarga, rekommended banget dah.

Buka setiap hari dari jam 9AM - 10PM ( sembilan pagi sampai sepuluh malam). Full music, instagrammable, pelayanan yang ramah, dan kelezatan makanannya yang oke. Tunggu apalagi, mumpung masih baru dan sudah ada beberapa menu spesial yang tersaji di Kaldee's Coffee atau Tempat Tongkrongan. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Thursday, 25 October 2018


Setiap akhir pekan tiba, kadang-kadang kita bingung mau ngapain. Bingung mau kemana lebih tepatnya. Apalagi yang punya hobi jalan atau ngumpul-ngumpul bareng orang terdekat, pasti sudah punya banyak agenda untuk menghabiskan waktu liburan.

Menurut saya, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Ada yang baca buku (novel), ngumpul keluarga, jalan-jalan, nelpon si doi seharian sampe telinga panas, nonton film kartun di tivi dan yang biasa saya lakukan kalau di akhir pekan yaitu touring atau ngeblog.

Khusus di akhir pekan yang lalu, saya diundang oleh seorang wanita cantik bernama Mbak Lia via chat whatsapp. Si Mbak Lia mengundang saya untuk datang ke acara makan-makan di hotel. Jarang sekali nih pihak hotel mengundang blogger seperti saya untuk kulineran.

Berhubung ini rezeki yang haram hukumnya ditolak, saya mengiyakan undangan dari Mbak Lia, sebut saja namanya Montana Premier Senggigi Hotel. Hotel ini terletak di daerah Senggigi, Lombok. Awalnya sih sempat ragu mau datang karena masih trauma dikit sama gempa. Hampir semua hotel baik di daerah perkotaan dan Senggigi, mengalami kerusakan karena guncangan gempa yang cukup dahsyat saat itu.

Tapi karena melihat teman-teman media juga diundang, jadi saya bersemangat untuk datang, sekalian reunian. Apalagi saya ditemani oleh pujaan hati, So..semangatnya berlipat-lipat. Soal trauma sama gempa hilang sirna ditelan seafood yang akan kita makan nantinya. #Receh

Malam minggu pun tiba. Setelah jemput si doi di rumahnya, kami berdua tancap gas menuju daerah Senggigi. Suasana di malam minggu saat itu sudah mulai ramai. Warga kota sepertinya sudah melupakan kesedihan dan ketakutan dari gempa yang lalu. Sedikit demi sedikit sudah mulai normal.

Terlihat cafe-cafe sudah mulai ramai, warung sate asapnya sudah mengepul, tandanya banyak pembeli yang ngantri menunggu pesanan satenya. Belum lagi para kids jaman now yang beramai-ramai masuk ke dalam mall, kalau gak nongkrong ya tebar pesona gitu. Paling uniknya, dimana-mana kami melihat banyak yang melakukan resepsi pernikahan, katanya sih ini bulan baik buat nikah gitu,hehehe #KodeKeras

Kota Mataram dan sekitarnya sudah kembali normal seperti biasanya. Gak ada rasa takut, ragu dan enggan untuk keluar rumah di malam hari. Bagi saya sih, gak keluar atau melakukan apa-apa di malam minggu itu rugi rasanya.





Kurang lebih lima belas menit perjalanan, kami berdua sudah sampai di area parkir hotel. Setelah memarkirkan si blue,  kami berjalan menuju lobi hotel. Kami disambut oleh beberapa para staf hotel dengan ramah. Kami pun dipersilahkan menuju area resto yang terletak di sebelah kolam renang. Sudah dua kali saya menginjakkan kaki di hotel ini. Pertama kali datang pada waktu buka puasa bareng di tahun ini,  disaat masih bernama Core Hotel Premiere,  Senggigi.

Bisa baca disini : Core Premier Senggigi Hotel

Hotel ini masih tergolong masih baru banget. Selesai pembangunan awal tahun 2018 dengan nama yang dulu. Berhubung saat gempa menerjang Pulau Lombok beberapa bulan yang lalu, hotel ini mengalami kerusakan yang gak terlalu parah sekali. Untuk menghilangkan trauma gempa, hotel ini berubah nama menjadi Montana Premier Senggigi. Sekitar awal bulan Oktober, Montana Premier Senggigi mulai dilaunching. Dari segi desain bangunan gak ada yang berbeda, semuanya tetap sama. Beberapa promo gencar dilakukan untuk menarik lagi para tourist domestik maupun mancanegara menginap disini. Salah satunya yaitu promo dari segi kulinernya.

Promo yang saat ini dilakukan yaitu Barbeque Party. Wah kita makan-makan segala olahan seafood sambil ditemani oleh live music. Di bayangan saya ada udang, ikan, cumi, kepiting, kerang dan olahan daging lainnya. Bener saja, setelah sampai di area resto. Mbak Lia melihat kami berdua datang dan mempersilahkan kami untuk ikut bergabung dengan teman-teman media yang sudah datang sebelumnya. Ramai juga nih, sekitar sepuluh orang yang datang. Kami berdua berjalan diantara stand-stand olahan seafood. Gak sabar rasanya untuk segera menyantapnya,berhubung sudah waktunya makan malam juga sih. hehehe.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman undangan. Kami dipersilahkan untuk menuju area resto. Berhubung hanya saya saja blogger yang hadir, jadi seperti biasanya jepret-jepret dulu berbagai jenis olahan seafood dan lainnya sebelum dimakan. Sedangkan yang lainnya gak ada yang jepret-jepret. 

Sebelum mengambil beberapa seafood yang akan dicicipin, saya bareng si doi gak lupa eksis sebentar. Spot-spot foto disini lumayan kece. Ada sofa dengan bantal yang warna-warni dan mini bar yang elegan membuat kami berdua tergoda untuk nongkrong sebentar. 













Ngebahas menu-menu yang ada, berbagai macam olahan seafood ada disini. Ada Sate Bakso Udang, Sate Udang, Sate Cumi, Kerang, Sate Daging Sapi, Pepes Ayam, Nasi Bakar dan beberapa jenis ikan yang gak asing lagi bagi saya. Semuanya masih dalam kondisi segar. Saya mengambil beberapa jenis olahan yang keliatannya lezat. Hampir semua jenis olahan yang kami ambil. Kebetulan juga kami berdua doyan makan olahan seafood. Jadi lupa program diet, hehehe.

Soal harga per porsi dimulai dari 5K sampai 15K. Semua olahan seafood dan daging disini dijamin halal. So...gak perlu khawatir soal keamanan hidangan disini, sudah standar hotel pokoknya. Disaat kami berdua sedang asyik milih-milih menu hidangan, ada teman kami yang datang. Sebut saja namanya Si Dina. Dia seorang tukang endorse sejati dan owner dari akun intagram (@kuliner.mataram). Bagi kalian yang punya usaha cafe atau kuliner, bisa hubungi si mbak Dinanya. Tapi jangan lupa, hubungi saya juga untuk ngendorse bareng #IkutPromosi.

Setelah kami rasa cukup untuk mengambil beberapa menu, seorang pelayanan resto menghampiri kami dan menawarkan membawakan menu-menu yang kami bawa dalam sebuah piring besar. Selanjutkan olahan makanan tersebut dibawa ke seorang chef profesional yang sedang asyik memasak. Olahan makanan kami selanjutkan akan dibakar dan dimasak sesuai pesanan. Bakalan makan besar kita malam minggu ini. Amnesia sejenak dengan program diet, hehehe. 





Sampai juga kita ke penilaian hidangan yang sudah kami pesan. Mau dengerin berita baik atau kurang baiknya dulu nih ?. Oke.. si doi minta ngebahas yang berita kurang baiknya dulu. Untuk berita kurang baiknya terletak pada nasi bakarnya. Rasa nasi bakarnya kurang terasa bumbunya alias hambar. Gak seperti nasi bakar terenak yang pernah kami cicip sebelumnya. Next... untuk beberapa pelayan hotel yang menunggu stand makanan juga agak kurang senyum ke kami. Ramah sih iya, tapi kurang senyum saja karena senyum itu penting bagi kami berdua. Si doi saja selalu senyum ke saya, masak kalian gak senyum ke kami. Kami lhoo yank bukan ke kakak sendiri,hehehe.

Untuk kerangnya juga ada beberapa yang sudah amis, menurut saya dan teman-teman yang ikut nyicipin lhoo ya. Untuk bumbu kerangnya sih oke banget. Bumbu asem manis rempah-rempahnya terasa enak di lidah dan itu yang menolong daging kerang yang sedikit amis tadi. 

Next... Berita baiknya, untuk segala macam sate dari Sate Udang, Sate Cumi dan Sate Daging Sapinya enak semua. Saya suka dari cara membakar satenya, pas dilidah. Bumbu satenya juga sesuai lidah kita orang Indonesia. Nah.. kalau ditanya dari semua hidangan yang dicicip, mana yang favorit banget ?. Jawabannya yaitu Pepes Ayam dan Es Campurnya. Pepes Ayamnya beneran enak banget. Bumbunya saya suka, apalagi daging ayamnya yang empuk. Terakhir saya makan Pepes Ayam saat masih kuliah di Yogya. Makannya pun di warung Banjar. Pepes Ayam favorit saya banget. Rekommended buat kalian yang datang ke Montana Premier Senggigi Hotel untuk berbeqiuan disini.

Untuk es campurnya mirip seperti es teler atau es kopyor. Dingin dingin seger dan cocok sekali diminum ditengah kondisi cuaca panas yang melanda Pulau Lombok akhir-akhir ini. Rasa campuran kelapa, kolang kaling, agar-agar pas dilidah. Gak cepat buat enek. Seporsi es campurnya juga gak terlalu banyak dan gak terlalu sedikit. Over all untuk semua hidangan barbeque disini saya kasi nilai delapan dari sepuluh. 



Sambil menikmati hidangan yang ada, kami mendengar beberapa lagu yang sudah kami request sebelumnya. Sekalian ngobrol ngalor ngidul bareng si doi, Dina dan teman-teman lain di resto. Suasana malam minggu yang syahdu. Seneng bertemu dengan orang-orang yang punya hobi sama yaitu makan dan ngendorse,hehehe. 

Gak terasa sudah larut malam. Saya bareng si doi pamit duluan, sedangkan teman-teman lainnya masih asyik barbequean sambil mendengarkan live musik yang berada di area kolam renang dan resto. Nah dari pengalaman saya bareng si doi barbequean di Montana Premier Senggigi, menurut saya ini tempat rekommended banget untuk menghabiskan malam minggu bersama keluarga, kekasih dan teman-teman. Jaraknya pun gak terlalu jauh dari Kota Mataram. Tempatnya nyaman, asyik dan harga terjangkau pastinya.

Barbeque Party di Montana Premier Senggigi Hotel, Lombok hanya ada di setiap malam minggu saja dari jam 6 PM sampai 11 PM (enam sore sampai sebelas malam). Ditunggu apalagi, bentar lagi kan weekends, buruan dicoba barbequean disini. Ditunggu yaak !!!. Untuk informasi selengkapnya, bisa dilihat foto brosur di atas yaak !!!.

Selamat berakhir pekan !!!

Penulis : Lazwardy Perdana Putra