Saturday, 15 December 2018

Senja di Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018


Seminggu yang lalu, Pantai Senggigi dipadati oleh ribuan pengunjung yang ingin nonton secara langsung festival musik jazz terkece di Pulau Lombok. "Apa itu ?". Bener sekali, Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018. Festival musik jazz yang katanya terkece di Pulau Lombok ini sukses membuat saya bareng si doi untuk datang ke acara tahunan ini. Kenapa bisa sukses, yuuk disimak ceritanya sampai selesai yaak !.

Berawal dari tulisan teman blogger yang dia sendiri bercerita saat datang ke acara ini tahun lalu. Sempat ada rasa penyesalan waktu itu, gak bisa datang karena ada kegiatan lain di luar Pulau Lombok. Nah, di tahun ini jauh-jauh hari saya sudah mengatur jadwal kegiatan biar gak kecolongan lagi seperti di tahun lalu. Kebetulan juga gak ada kesibukan, so..saya mengajak si doi untuk datang ke festival musik yang lagi ngehits ini. Kalau boleh jujur, saya suka musik jazz baru-baru ini. Sudah dua tahun berjalan saya sering mendengar musik jazz baik dari musisi dalam negeri maupun dari luar. Kebanyakan sih dari dalam negeri. Kalau ditanya kenapa suka musik jazz . Alasannya, ya karena enak didengar di telinga dan bisa buat diri kita enjoy.

Nah, ngebahas tentang Mandiri Senggigi Sunset Jazz minggu lalu, gimana keseruan festival kemarin ?. Pasti seru donk. Yuuk disimak ceritanya sambil liatin foto-foto yang saya posting di tulisan ini, hehehe. 







Minggu sore, 9 Desember 2018

Lagi-lagi bercerita tentang Senggigi. Siapa yang gak mengenal tempat kece yang berada di wilayah Lombok Barat, Pulau Lombok ini. Destinasi wisata yang berjarak enam belas kilometer dari Kota Mataram, selalu memiliki agenda event setiap tahunnya. Setelah diselenggarakan Tour de Lombok 2018 yang berhasil membuat mata dunia lebih tertarik lagi mengunjungi Pulau Lombok. Di awal Bulan Desember ini, sudah diselenggarakan Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018. Berlokasi di Pantai Senggigi, tepatnya di depan Killa Senggigi Beach Lombok (hotel).

Di sore itu saya bareng si doi menggunakan motor kesayangan menuju arah Senggigi. Kondisi arus lalu lintas saat itu sangat ramai sekali. Banyak kendaraan baik roda dua dan empat dari arah Kota Mataram menuju Senggigi. Sempat terjadi kemacetan setelah sampai di kawasan Senggigi, tepatnya di depan Hotel Aruna Senggigi dan KFC Senggigi. Berhubung lokasinya sudah gak jauh lagi, kami berdua memutuskan untuk memarkirkan kendaraan di salah satu minimarket dengan alasan agar terhindar dari macet. Daripada menghabiskan waktu di atas motor, lebih baik berjalan kaki menuju arah pantai sambilan olahraga gitu,hehehe. Kami gak sendirian, ternyata banyak juga para penonton yang berjalan kaki menuju arah pantai.

Sesampainya di kawasan Pantai Senggigi, kerumunan para pengunjung sudah sangat ramai sekali. Sudah gak bisa dibedakan mana pengunjung yang datang untuk menonton dan yang sekedar bersantai bersama keluarga ,menikmati sunset sambil main air laut, main kano dan menikati sate bulayak lengkap dengan kelapa muda segar. Cuaca sore itu cukup bersahabat, meskipun kami rasa akan gagal melihat sunset secara utuh dikarenakan tertutup awan tebal di Pulau Bali sana. Meskipun begitu, kemeriahan acara musik jazz gak berkurang sedikit pun. Sesaat kami berdua sampai di area festival, ada penyanyi yang saya tunggu-tunggu sedang tampil, siapa dia ?. Lanjut bacanya.... !






Sungguh beruntung kami berdua tepat waktu melihat penampilan salah satu penyanyi jazz kebanggaan Indonesia, Mbak Andien cakep banget ya yank ? (sambil mandangin senyuman si doi). Ya, Si Andien salah satu penyanyi jazz yang mengisi Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018. Gak hanya Andien saja, tapi masih banyak penyanyi jazz ibukota yang menjadi bintang tamu. Ada Vina Panduwinata, RAN, Pusakata, Eva Celia, Indra Lesmana dan Brigitta. Gak hanya dari ibukota saja, musisi jazz lokal pun gak ketinggalan ambil bagian. Acara yang dimulai dari jam empat sore hingga larut malam ini, sungguh memanjakan bagi penikmat musik jazz di Pulau Lombok. 

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, Mandiri Senggigi Sunset Jazz selalu menawarkan perpaduan harmoni keindahan alam Pulau Lombok dan musik yang berkualitas kepada masyarakat Lombok khususnya. Ada sedikit berbeda dari tahun yang lalu, dimana di tahun ini Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 mengangkat tema Lombok Bangkit. Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2018 gak hanya memberikan kebahagiaan kepada penonton disaat senja tiba. Acara ini membawa energi kebahagiaan dan kerja sama kepada seluruh masyarakat Pulau Lombok khususnya yang sedang bangkit dari keterpurukan akibat gempa yang melanda Pulau Lombok hampir sebulan lamanya. 

Dengan adanya acara ini, mampu memberikan trauma healing yang maksimal kepada seluruh masyarakat Pulau Lombok, khususnya untuk para korban yang merasakan langsung kedahsyatan guncangan gempa saat itu, sehingga meruntuhkan tempat tinggal mereka. Semoga dengan adanya acara ini, kita semua bergembira dan melupakan kesedihan yang ada. 

Berakhirnya penampilan Andien, tepat dengan senja tiba. Sore pun berganti malam, acara pun diistirahatkan sejenak untuk melaksanakan shalat magrib bagi yang muslim. Kami berdua gak lupa menikmati senja di Pantai Senggigi. Sayangnya, kami gak bisa melanjutkan untuk menonton karena ada acara lainnya. Masih banyak penampilan yang kami berdua lewatkan. Tapi gak apa-apa, melihat Mbak Andien tampil saja sudah puasa rasanya. Berbeda dengan si doi yang ingin sekali melihat RAN tampil. Dari jadwal, RAN akan tampil sekitar jam sembilan malam. Dan kami berdua gak bisa nunggu sampai jam segitu. Oke...kita tunggu di tahun depan. Semoga kami berdua bisa hadir lagi di Mandiri Senggigi Sunset Jazz 2019 dengan tema yang lebih kece dan para bintang tamu yang lebih super kece lagi. 

***

Penulis : Lazwardy Pedana Putra

Thursday, 6 December 2018

Akhir Tahun ke Kebun Irup Yuuk !!!


Gak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2018. Sebentar lagi kita bertemu dengan libur Natal dan tahun baru. Ngomong-ngomong soal liburan, kalian sudah punya rencana mau kemana aja nih ?. Bareng keluarga, pacar, calon atau gebetan. Terserah kalian mau sama siapa, yang penting happy. hehehe 

Kalau masih bingung mau liburan kemana, saya punya lokasi rekommended nih. Masih di wilayah Pulau Lombok. Namanya Kebun Irup, Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Ini kebun bukan sembarang kebun pemirsa. Berlatarbelakang ekowisata, membuat tempat ini menjadi daya tarik tersendiri di kelasnya. 

Beberapa hari yang lalu, saya dapat undangan dari sesama teman sejawat Blogger Lombok untuk mengexplore Kebun Irup. Awalnya saya belum mengenal tempat ini. Karena penasaran, saya mengiyakan ajakan mereka. "Sambil menyelam minum air", sambil ngumpul bareng temen-temen blogger, kita juga bisa  gathering dan happy bareng. Dipastikan seru nih cerita !. 




Bagi kalian yang ingin jalan-jalan di Pulau Lombok tapi tampil beda, kalian cobain tempat satu ini. Kalau ke pantai atau gili mungkin sudah mainstream di Pulau Lombok. Gak ada salahnya dong nyobain hal lain daripada yang lain. Tapi ini maksudnya positif ya. Jangan diartikan yang lain-lain,hehehe.

Nah, kalau mau ke tempat yang berbeda, Kebun Irup jawabannya. Kebun Irup berada di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Desa Saribaye sendiri merupakan desa pemekaran dari Desa Lingsar. Dari Kota Mataram, kita hanya butuh lima belas menit perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil. Jalurnya pun sudah aspal mulus. Yang masih bingung jalur menuju Kebun Irup lewat mana sih ?, yuuk disimak cerita saya sampai selesai !.

Dari pusat Kota Mataram, kita menuju ke arah timur. Melewati jalan Pejanggik dan Selaparang. Gak memakan waktu lama, bertemu dengan traffic light daerah Sweta, Sandubaya. Kendaraan kita arahkan ke kiri, menuju arah Selagalas. Bertemu lagi dengan traffic light Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, belok ke kanan menuju arah Lingsar. Nah, menarik disini, kita melewati jalur duren lhoo. Banyak pedagang duren yang berjualan di sepanjang jalan Selagalas-Lingsar. Harganya pun,hmmmm..masih mahal sih. 

Bisa baca juga di tulisan saya tentang : "Kenapa Harga Duren Mahal ?"

Kebetulan mampir, kalian bisa beli duren dan makan langsung disana. Jangan lupa tawar dulu sebelum deal membelinya. Yang punya keahlian menawar, bisa berjuang meluluhkan hati penjual durennya disini. Luluh dengan harga yang kita tawarkan maksudnya, bukan meluluhkan hati yang sebenarnya, eheeemmm (hanya berlaku untuk penjual dan pembeli yang masih jomblo lhoo).

Kok jadi bahas duren sih ?. Kita kan lagi ngebahas Kebun Irup. Gara-gara ke Kebun Irup, pasti lewatin deretan penjual duren, apalagi sekarang lagi puncak musimnya, hehehe. Lanjut ke Kebun Irup yaak !. Setelah melewati deretan penjual duren, sekitar tiga kilometer, kita sampai di daerah Pura Lingsar. Di kiri jalan, kita bertemu dengan pertigaan. Belok ke kiri, memasuki perkampungan Desa Saribaye. 

Gak memakan waktu lama, setelah melewati perkampungan warga dan persawahan yang sudah menguning. Akhirnya saya bareng rombongan sampai di sebuah plank berwarna hijau bertuliskan "Kebun Irup Desa Saribaye". Disana kami sudah ditunggu oleh Mas Dwek dan rekannya. Setelah memarkirkan motor di tepi sawah yang sudah disiapkan oleh pengelola, kami memulai petualangan kece ke Kebun Irup.









Sabtu siang, cuaca saat itu cukup cerah meskipun sudah beberapa hari sebelumnya selalu turun hujan. Musim hujan sudah tiba, musim duren pun sudah memasuki puncaknya. Biarpun selalu hujan, gak mengurangi semangat kami untuk mengexplore alam dari Kebun Irup. Berjalan kaki melewati pematang sawah, sungguh sangat berkesan bagi saya pribadi. Sebelum menuju ke lokasi, kami semua dibagikan caping alias topi petani agar gak kepanasan. Setelah itu, kami diantarkan menuju lokasi yang berjarak sekitar tiga ratus meter dari parkiran. 

Hal unik dan kece bagi saya. Berjalan kaki melewati pematang sawah sambilan mengurangi lemak di badan. Bercanda gurau karena sudah lama gak ngumpul bareng. Ngomongin ngalor-ngidul, gak terasa kami sudah tiba di Kebun Irup. Kami disambut dengan tangga turunan yang terbuat dari bambu, pepohonan yang rindang, bunga warna-warni yang cantik, aliran sungai-sungai kecil yang menyejukkan mata, suara menenangkan air yang mengalir, air terjun mini yang tertutup oleh rimbunnya tanaman dan kolam ikan yang keren abiiss. Suasana kebun yang menenangkan. 

Awalnya saya sempat meragukan tempat ini. Dari pertama disambut sama Mas Dwek di pinggir jalan raya, saya sempat bertanya dalam hati "Kebun Irupnya mana nih, kiri kanan hanya sawah?". Ternyata dugaan saya salah besar, ternyata lokasi Kebun Irup berada di dalam dan sangat sejuk. Apalagi setelah sampai di lokasi, kami disambut oleh Mas Wida, Mas Sidik dan Mr.Alan. Siapa saja mereka ?.



Oke, setelah kami disambut oleh keempat lelaki hebat. Kami diajak untuk beristirahat sejenak di sebuah bangunan mirip gazebo yang ukurannya sangat luas. Bangunan berbahan kayu dan bambu ini berdiri di atas sebuah kolam ikan dan dihubungkan oleh jembatan bambu. Berhubung spotnya bagus, kami gak lupa mengambil foto disini. Lagi-lagi saya yang jadi tukang fotonya, adeehh..nasib jadi fotografer dadakan.

Disini kami berkenalan dengan pengelola tempat ini. Ada Mas Wida yang berasal dari Jogya dan alumni universitas negeri ternama di Jogya. Masnya ini bertugas mengurusi program-program yang ada di Kebun Irup. Bisa dikatakan Mas Wida sebagai leader disini. Ada juga Mas Dwek yang mengurusi tumbuh-tumbuhan organik. Dari ikan dan tanaman disini semuanya dipelihara tanpa pestisida. Selanjutnya ada Mas Sidik yang selalu tersenyum. Nah, kalau Mas Sidik tugasnya agak ekstrem dikit. Masnya mengurusi sungai, maksudnya hal-hal yang menyangkut kegiatan di sungai seperti arum jeram dan permainan air lainnya.

Selain kami para blogger, Kebun Irup juga kedatangan tamu spesial yang berasal dari Kosta Rika, Amerika Tengah. Namanya Mr.Alan yang sukanya halan-halan (jalan-jalan). Beliau seorang bikers alias penggila bersepeda. Sudah enam tahun si bule keliling dunia menggunakan sepeda. Berawal dari negara asalnya, kemudian melanjutkan perjalanan ke Canada, Eropa, Asia dan Asia Tenggara. Saat ini si bule singgah di Lombok dan beberapa hari kedepan, beliau akan melanjutkan perjalanan ke Philipina. Lagi-lagi menggunakan sepeda kesayangannya. Kece kan ?. 

Dalam bincang-bincang kami, banyak hal yang disampaikan oleh Mas Wida. Kebun Irup sendiri dibuka untuk umum pada Bulan Maret 2018. Dikarenakan gempa yang melanda Pulau Lombok beberapa bulan yang lalu, tempat ini sempat ditutup. Dan dibuka kembali di awal Bulan Oktober sampai sekarang. 

Kebun yang pemiliknya yaitu dr.Basuki. Salah seorang dokter spesialis jantung di Kota Mataram yang mengajak kerjasama ketiga mas-mas tadi untuk membuka ekowisata. Kebun yang memiliki luas satu hektar ini berhasil menciptakan lokasi baru yang kedepannya saya prediksi akan ramai dan sukses.

Kenapa dinamakan Kebun Irup ?. Kebun artinya kebun, sedangkan irup berarti hidup. Dalam artian saya, Kebun Irup memiliki makna kebun yang menciptakan kehidupan. Kehidupan dalam segala aspek. Tempat hidupnya semua tanaman, hewan, serangga dan makhluk hidup lainnya yang hidup berdampingan tanpa pestisida dan perlakuan berlebih dari tangan manusia itu sendiri. So..disini kalian bisa mempelajari tentang tumbuhan organik.

Apalagi saya baru mengetahui asal muasal adanya Kebun Irup ini. Berawal dari sebuah kegiatan camping dan gak disangka antusias masyarakat waktu itu sangat tinggi. So.. akhirnya keluar ide untuk membuka ekowisata baru bernama Kebun Irup. 

Apa saja sih fasilitas yang ada di Kebun Irup ?. Di Kebun Irup kita bisa melakukan edu camp,rafting, river tubing, outbond (baik untuk orang dewasa maupun anak-anak). Untuk saat ini saja, Kebun Irup sudah mempekerjakan sekitar dua puluh warga desa. Mereka ada sebagai pegawai tetap dan freelance. Bisa dikatakan Kebun Irup memiliki konsep ekowisata komunitas dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya.





Gak terasa sudah waktunya makan siang. Beberapa makanan dan minuman sudah disiapkan. Asyiik nih, bener-bener sambil menyelam minum air. Berkunjung ke Kebun Irup sekalian wisata kuliner. Ada tiga macam menu yang buat saya tertarik disini. Ada Teh Anget Gula Batu, Kecicang/Kekicang dan Sambel Beberoq Gecok.

Minuman hangat ini cocok sekali dinikmati di musim hujan. Teh aroma melati yang sangat khas. Apalagi ditambah dengan gula batu sebagai pemanis, membuat saat meminumnya pikiran jadi tenang. Gula batunya sendiri berasal dari Jogya. Saat masih di Jogya dulu, gak terlalu sering saya minum teh pakai gula batu. Apalagi diminum menggunakan gelas tempo doeloe yang masih ngehits dengan teko yang klasik juga. Di Kebun Irup, kami kembali diajak bernostalgia saat masih di Jogya,hehehe. Sebagai pelengkap, kami disuguhi pisang goreng. Ini makanan favorit saya banget. Sambil menikmati teh anget, gak lupa pisang goreng sebagai pasangan yang sangat dirindukan. Sama seperti merindukanmu disana, kamu ya kamu (mulai dia pemirsa).

Menu berat pun datang. Ada nasi putih, Kekicang, Ikan Bakar, Ikan Goreng dan Sambel Beberoq Gecok. Saatnya makan pemirsa, jangan lupa berdoa dulu !

Kecicang/Kekicang, katanya ini sejenis sambel yang dipadukan dengan pepes ikan nila. Bahan dasarnya pun seperti batang lengkuas yang diiris tipis tapi bukan dia, hanya mirip saja. Kalau di kampung sebelah namanya bujak. Batang kekicang ini agak lebih besar dibandingkan batang lengkuas. Kalau boleh jujur, ini sangat lezat dan meningkatkan selera makan kita. Keliatannya aneh dan gak menarik, tapi setelah masuk ke dalam mulut,hmmmm...lupa deh nawarin si doi saking enaknya, hehehe...

Biar lebih seru lagi, ada sambel beberoq gecok. Mirip seperti sambel dabu-dabu khas Manado. Cara membuat sambel beberoq gecok sendiri berbeda dengan sambel khas Lombok yang diulek sampai halus. Tapi sambel beberoq gecok, cabe dan tomatnya diiris/dipotong seperti dadu. Rasanya seger dilidah membuat nafsu makan semakin meningkat. Bagi kalian yang gila pedas, wajib mencoba dua sambel ini, kekicang dan sambel beberoq gecok.




Setelah kenyang, kegiatan selanjutnya yaitu mencoba olahraga ekstrem "Rafting". Kegiatan ini yang saya tunggu-tunggu. Sebelumnya, saya belum pernah rafting. Yang pernah ya river tubing, itupun baru beberapa kali. Rafting di Kebun Irup menggunakan kayat. Kayat disini maksudnya ban karet khusus rafting dengan ukuran lebih kecil dari ban rafting biasanya. 

Satu kayat bisa dinaiki dua sampai tiga orang. Bisa berempat untuk anak-anak. Yang perlu diperhatikan sebelum memulai rafting, segala macam perlengkapan harus sudah siap. Seperti life jaket dan helm harus terpasang dengan sempurna. Untuk tambahannya, sendal gunung atau sepatu anti air sebagai pengaman kaki. 

Setelah semua siap, barulah kami turun ke ban karet masing-masing. Saat itu ada tiga ban karet  yang sudah disiapkan. Dibagi menjadi tiga tim, satu tim dipandu oleh pemandu yang sudah ahli. Ada Mas Wida, Mas Sidik dan Mas Dwek. Ternyata mereka bertiga sudah ahli dan punya sertifikat sebagai pemandu rafting,kereen... !.

Kami melakukan rafting di Sungai Jangkok. Wah, Sungai Jangkok alias Kali Jangkok yang terkenal dengan budidaya kangkungnya yang terenak di Pulau Lombok itu yaa?. Gak nyangka, ini Kali Jangkok. Masih bersih dan jauh dari pencemaran yang terlihat di tengah Kota Mataram. Kali Jangkok sendiri membentang dari utara Lombok Barat hingga Kota Mataram dan merupakan sungai terbesar di Pulau Lombok. Kali Jangkok ini masih bagian dari area Kebun Irup, jadi paket lengkap pemirsa. 

Arus sungai saat itu lumayan deras dengan warna air agak sedikit keruh dikarenakan lagi musim hujan. Kondisi saat itu sangat cocok sekali melakukan kegiatan arum jeram. Buat kita-kita yang baru pertama kali mencoba, tentu saja agak sedikit tegang. Tapi setelah duduk sigap di atas ban karet, rasa tegang dan takut itu hilang seketika. Yang ada rasa senang, seru dan semangat mencoba tantangan. Sebelum mengarungi sungai, kami pemanasan dulu di sekitaran air terjun mini yang diberi nama Air Terjun Pelas. 

Kami mendayung ke tengah kolam alami sambil memandang Air Terjun Pelas. Sedangkan tim yang lain, melakukan hal yang sama. Kami saling memanggil dan memberi semangat. Setelah lima belas menit pemanasan, kami memulai mengarungi aliran sungai dengan batu-batu besar. Saya yang posisi duduk di bagian depan, merasa sangat tertantang. Melewati arus sungai yang sangat terjal, menghindari bebatuan agar kayat gak sampai terbalik. Pokoknya seru deh. Untuk jarak raftingnya, sekitar tiga sampai empat kilo. 

Berhubung sudah sore, kami hanya mengarungi sungai sekitar seratus meter saja. Di lain waktu, saya harus mencoba mengarungi sungai ini sampai finish. Bisa jadi di kesempatan selanjutnya, khusus cerita rafting di Kebun Irup ada di tulisan saya tersendiri. Dijamin seru dan gak terlupakan. Terimakasi untuk pengelola yang sudah mengajak kami mencoba fasilitas yang ada di Kebun Irup. Pengalaman yang seru dan menarik pastinya. 

Jadi, sudah ada gambaran mau liburan Natal dan Tahun Baru kemana ?. Kebun Irup, Pulau Lombok bisa menjadi pilihan kalian menghabiskan liburan bareng keluarga, sahabat atau orang spesial yang kalian miliki. Kalau ke Kebun Irup, jangan lupa ajak-ajak yaak !, hehehe.. Sudah dulu ceritanya, saya mau lanjut nulis cerita selanjutnya. Tetap mampir terus di my blog !. 

Catatan :
- Untuk ke Kebun Irup sendiri, bisa membawa rombongan (organisasi, komunitas atau keluarga besar) untuk mengadakan suatu kegiatan
- Belum dibuka untuk umum seperti tempat biasanya.
- Sistem booking hari kapan mau melakukan kegiatan
- Untuk paket raftingnya sendiri 150K per orang
- Untuk paket outbond 10K per orang
- Untuk paket lengkap bisa ditanyakan langsung ke pengelola
- Fasilitas yang ada : gazebo, kolam ikan, taman bunga, outbond, rafting, river tubing, wisata kuliner, area camping, kamar mandi dan ada beberapa bangunan yang akan dibangun disini. Semuanya serba alami dan organik.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 1 December 2018

Kenapa Harga Duren Mahal ?


Welcome Back to My Blog !

Welcome tanggal 1 Desember 2018 juga !. Btw, ada apa dengan tanggal 1 yaak ?. Terus hubungannya dengan judul tulisan ini apa yaak ?. Bagi kita yang bekerja sebagai pegawai kantoran baik pemerintah maupun swasta, namanya gajian di awal atau di akhir bulan menjadi suatu kebahagiaan sekaligus godaan. Godaan untuk belanja dan ujung-ujungnya lupa diri. 

Apesnya gaji menipis dan stress melanda. Belum bayar tagihan listrik, air, bayar arisan, belum bayar utang (gali lubang tutup lubang), belum lagi ajak si doi nonton film Suzzana (untung si doi gak suka film itu). Kalau gak dikelola dengan baik, habis itu gaji. Seperti judul drama horor di tipi yang alay-alay "Gaji Gak Diterima di Bumi" atau "Azab Gaji yang Durhaka sama Pemiliknya" atau yang lagi ngehits sekarang "Gaji Hilang Ditelan Bumi", hehehe..apaan sih ?.






Ngomong-ngomong soal gajian. Mumpung tanggal muda, enaknya kita bahas tentang duren saja yaak. Apalagi bulan-bulan ini duren lagi musim-musimnya lhoo. Duren disini bukan duda keren, tapi buah terkece di muka bumi. Siapa disini yang gak bisa makan duren atau nyium baunya saja sudah mual muntah ?. Pasti ada saja yang seperti itu. Bagi kalian yang saat ini bermusuhan sama yang namanya duren, harap bersabar. Begitu juga buat kalian yang doyan banget makan duren tapi masih tanggal tua. Harap bersabar juga, sabar dari godaan sang duren. 

Duren memiliki julukan King of Fruit (Raja Buah). Dimana buah ini memiliki rasa paling enak sedunia dibandingkan buah-buah lainnya. Disisi rasanya yang enak, harga duren relatif lebih mahal dari buah-buah lainnya lhoo. Enak di lidah, tapi gak enak di rekening tabungan.

Saya pun telah membuktikan harga duren di kampung halaman saya masih mahal. Lebih tepatnya, beberapa minggu yang lalu saya bareng si doi jalan-jalan ke salah satu pusat perkebunan duren yaitu di Desa Karang Bayan. Bukan di kebunnya langsung tapi di pasar tradisionalnya. Tepatnya di Pasar Jontlak atau warga menyebutnya Pasar Petelu karena disana ada jembatan di pertigaan. Lebih jelasnya bisa kalian liat di google maps. 

Sekitar lima belas menit perjalanan dari Kota Mataram melewati jalur SPBU Sayang-Sayang atau depan Rumah Sakit Jiwa "Mutiara Sukma", Kota Mataram. Sekitar lima ratus meter dari SPBU ke arah timur, kita bertemu dengan pertigaan di kiri jalan. Belok ke kiri kemudian ikutin terus jalurnya. Melewati persawahan yang hijau, pusat budidaya ikan air tawar, rumah sang mantan (mantan bos), alam pedesaan yang asri serta penampakan Puncak Gunung Rinjani dari kejauhan. Keceee...!

Sekitar lima belas menit perjalanan, kami sudah sampai di pertigaan dimana Pasar Jontlak berada. Aroma duren sudah tercium menyengat. Deretan penjual duren sudah duduk cantik (lengkap dengan bedak sedempul) di pinggiran pasar menunggu calon pembeli datang. Puluhan bakul duren berjejer di pinggir jalan. Kami berdua pun memarkirkan motor, selanjutnya jalan kaki memilih penjual duren mana yang kami tuju. Disini mayoritas penjual durennya para emak-emak stroong semua. Hampir gak ada saya melihat penjualnya seorang bapak-bapak. Bisa jadi mereka bagi tugas. Bapak-bapak mengambil duren di kebunnya langsung, setelah itu para emak-emak yang membawa duren berbakul-bakul ke pasar. Dan kami berdua, tugasnya menghabiskan duren.



Menghabiskan duren sepasar gak mungkinlah. Beli satu atau dua buah saja rasanya sangat berat buat kami berdua. Kenapa berat ?. Bukan berat buah durennya, apalagi durinya tajam-tajam. Tapi yang buat berat itu harganya yang relatif masih mahal. Satu buah duren lokal saja masih diberi harga 50ribu sampai 70ribu. Apalagi duren bangkok atau duren kane yang kata orang, daging buahnya sangat lezat dan jenis duren yang terenak di bangsa duren. Pasti lebih mahal dari duren lokal.

Dibandingkan dengan daerah lain di luar Pulau Lombok, contohnya saja di Pulau Sumatera. Di sana durennya banting harga alias ada diskon besar-besaran seperti di Mata**ri Store.  Beberapa artikel tepercaya, harga duren disana bisa kisaran 5ribu sampai 10ribu per buah. Gila gak tuh. Saya pun pernah membuktikan saat saya masih tinggal di Yogyakarta. Salah satu sahabat saya dari Bengkulu, dikirimkan satu karung buah duren lokal sama keluarganya. Setelah saya tanyakan, ternyata harga duren disana 5ribu bahkan saking banyaknya dibuang-buang. Harga segitu, kita di Pulau Lombok hanya bisa beli cilok atau es cendol rumput laut. Ngenes banget pemirsa. 

Lain halnya di Pulau Lombok. Meskipun kita berburu duren sampai ke kebunnya langsung, mungkin masih dikasi mahal atau diturunkan sedikit dari harga awal. Apalagi kalau belinya sudah di perkotaan. Gak kebayang sudah harganya berapa. Beli duren sebakul, bisa beli hp Oppa.

Banyak faktor yang menyebabkan harga duren masih mahal. Belum musimnya, terkendala cuaca juga mempengaruhi, sudah ada di tangan kedua atau ketiga, gagal panen, biaya pengiriman yang mahal dan masih ada beberapa faktor lainnya. Terpenting, jangan sampai harga duren mahal karena si pemilik kebun duren sedang galau gak bisa makan duren karena Asam Urat dan Kholesterol saja. Peacee buat si pemilik kebun duren,hehehe. 



Herannya, mau harganya mahal atau murah. Tetap saja buah ini diburu oleh banyak orang, termasuk kami berdua. Saya sama si doi termasuk penghobi makan duren. Cuma kalau sudah doyan duren, harus pinter-pinter nawar kepada si penjual. Kalau terpaksa, pakai jurus rayuan maut. Cari penjualnya itu emak-emak yang masih agak muda. Jangan emak yang sudah tua alias nenek-nenek, nanti bisa-bisa gak tegaan nawar harga dan takutnya dosa sama si nenek. Saya ulangi lagi, cari penjual itu yang emak-emak masih muda. Biasanya sih kalau diajak ngomong ngalor ngidul dengan dibumbuin pujian, emak-emak muda bisa luluh lhoo. Apalagi yang nawar cowok cute seperti saya, hehehe..peace sayang ( lanjutin sendiri saja ......).

Lanjut ngebahas duren .... !

Sedikit ilmu tentang duren dari segi kesehatan. Ada yang bilang kalau makan duren berlebihan, bisa sakit perut, perut kembung, mual muntah dan gangguan pada saluran pencernaan lainnya. Ada juga yang beranggapan makan duren berlebih, bisa terkena Kholesterol tinggi dan Asam Urat. Ada beberapa yang memang benar dan masih diteliti hingga sekarang. Yang jelas, bagi yang lagi program diet, gak disarankan mengkonsumsi duren berlebih karena duren memiliki kandungan Kalori yang cukup tinggi. Begitu juga dengan pengidap penyakit kencing manis atau sebutan kecenya "Diabetes Melitus",sangat gak disarankan untuk makan duren karena di dalam duren terdapat kadar gula yang tinggi. So...jangan makan duren yaak !!!.

Disamping larangan makan duren, buah ini juga banyak manfaatnya lhooo. Duren kaya antioksidan, dimana senyawa ini mengandung zat yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung. Duren juga kaya serat, kalium  dan tinggi karbohidrat. Penjelasan detailnya bisa kalian buka beberapa artikel atau jurnal penelitian terkini yang berkaitan dengan buah duren. 

So... Bagi kita yang masih sehat, harus bisa menjaga diri bila sedang berpesta duren. Doyan duren boleh-boleh saja, tapi ingat jangan makan berlebihan !!!. Disamping merugikan kesehatan, dapat merugikan isi rekening tabungan juga,hehehe. 

Sudah harga duren mahal, eh harga berobat ke dokter juga jauh lebih mahal. Ayoooo pilih mana ??? hehehe...

Itu pendapat saya tentang duren di musim duren.  Gimana menurut kalian ? (pendapat kalian bisa diisi di kolom komentar). Komentar terbaik, dapat hadiah makan duren bersama si penulis,hehehe... No Hoax 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Tuesday, 13 November 2018


Salam Konservasi !!!.

Huuuhaaa Huuuhaaa Huuuhaaa... (gaya ala-ala pasukan Wakanda di film Black Panther).

Begitulah semangat kami disaat mengikuti kegiatan Jambore Konservasi Taman Wisata Alam Gunung Tunak Tahun 2018 yang diadakan dua hari satu malam (10-11 November 2018). Semangatnya pasukan Wakanda yang akan melawan pasukan Tanos saat akan menyerang negeri Wakanda itu sendiri #KorbanAvenger

Sabtu, 10 November 2018

Waktu menunjukkan jam sepuluh pagi. Saya dan si doi bersiap-siap menuju sebuah tempat yang namanya sudah dilirik oleh para pecinta alam baik domestik maupun luar negeri. Kebetulan di hari itu saya sudah mendapat ijin dari kantor untuk mengikuti kegiatan Jambore Konservasi. Dimana kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh BKSDA NTB setiap tahunnya. Sebelum melanjutkan cerita, ada yang tahu kepanjangan dari BKSDA NTB itu apa ?.

BKSDA NTB singkatan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTB. Dimana salah dua tugas dari BKSDA itu sendiri yaitu menjaga sumber daya alam taman wisata alam dan memonitoring satwa yang dilindungi dan gak dilindungi.  BKSDA NTB dibagi menjadi tiga wilayah kerja yang biasa disebut Seksi Konservasi Wilayah (SKW). Dimana SKW I ada di Pulau Lombok,  SKW II ada di Sumbawa dan SKW III ada di Bima. So.. Sudah tahu kan kepanjangan dan tugas dari BKSDA itu apa.

Oke... lanjut ke dalam cerita !

Setelah segala macam persiapan dari pakaian ganti, jaket, matras, obat-obatan, alat mandi, charger handphone, powerbank, dan kebutuhan lainnya sudah masuk ke dalam tas. Gak lupa kondisi motor juga harus dalam kondisi fit. Si Blue masih setia menemani kemana saja kami berdua touring, Thanks Blue !. Setelah kami rasa gak ada yang tertinggal dan biar gak kesiangan, kami pun segera berangkat. Di dalam perjalanan, teman kami dari komunitas @lombokphonegraphy sudah menunggu. Setelah semuanya berkumpul, kami semua menuju ke arah Lombok Tengah bagian paling timur.

Cuaca pagi itu cukup terik dan berawan. Padahal sudah memasuki musim penghujan, tapi tetap saja panas. Kami  menuju destinasi yang berada di Lombok Tengah bagian ujung timur bernama Taman Wisata Alam Gunung Tunak atau kids jaman now lebih senang menyebutnya Gunung Tunak saja. TWA Gunung Tunak berada di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Jalur menuju Gunung Tunak sendiri gak terlalu sulit. Dari Kota Mataram, kita hanya membutuhkan waktu satu jam setengah saja sampai di lokasi. Sedangkan dari Bandara ZAM, hanya membutuhkan waktu setengah jam saja melewati jalur Kuta, Lombok Tengah. Gak perlu terlalu detail saya menjelaskan jalurnya karena jaman sekarang sudah ada namanya Google Maps. So...bisa tanya si google mau jalan lewat mana, kiri atau kanan. Yang jelas jangan tanya si google jalan ke rumah mantan lewat mana. Bisa-bisa nanti ketauan sama si doi, hehehehe...peace.

Sekitar jam dua belas siang, kami sudah berada di lokasi kegiatan. Kami berada di area Camping Site gitu. Keren kan, TWA Gunung Tunak sudah punya Camping Site. Ada fasilitas lainnya juga seperti Taman Kupu-Kupu (Butterfly Center), Penangkaran Rusa dan yang lebih kerennya, disini ada hotel dan restaurantnya lhoo. Gak seperti beberapa tahun sebelumnya, saat saya bareng teman-teman datang kesini. Dimana jalur kesini masih berupa jalur tanah dan batu krikil. Belum lagi jalurnya menanjak, berada di tengah hutan dan kondisi keamanan dulu masih rawan-rawannya.

Ceritanya bisa dibaca disini ---> Explore Gunung Tunak



Setelah para peserta sudah datang semua, kami dikumpulkan di area Camping Site dan gak lama kemudian acara dimulai. Host kita yang kece bernama Mas Gangga membuka acara pembukaan penuh semangat dengan senyum khasnya yang bisa meluluhlantakkan hati Jessica Mila dan Chelsea Islan, hahahaha (becanda om..peace). Di acara pembukaan Jambore Konservasi TWA Gunung Tunak 2018, dihadiri oleh Kepala BKSDA NTB "Pak Ari", selanjutnya ada Ketua Panitia "Mamiq Fadli", hadir juga Mbak Afifah selaku Pengendali Ekosistem Hutan di BKSDA NTB dan panitia lainnya yang turut hadir.

Jambore Konservasi Taman Wisata Alam Gunung Tunak langsung dibuka oleh Kepala BKSDA NTB. Acara pembukaan berjalan dengan lancar dan euphoria para peserta untuk mengambil ilmu sebanyak-banyaknya sudah gak terbendung lagi. Ada juga beberapa peserta sudah gak sabaran segera mengexplore Taman Wisata Alam Gunung Tunak.

Para peserta yang ikut Jambore Konservasi ini sangat banyak. Kurang lebih dua ratus peserta, keren kan ?. Asal peserta dari berbagai macam komunitas, ada dari Genpi Lombok Sumbawa, LombokPhoneGraphy, Tunak Besopoq, Saka Wanabakti, Kreen Lombok dan komunitas pecinta alam lainnya.

Setelah pembukaan, acara selanjutnya masuk ke dalam materi. Pemateri diisi oleh Kepala BKSDA NTB dan Mbak Afifah. Beliau berdua menjelaskan betapa pentingnya menjaga alam ini. Memperkenalkan Taman Wisata Gunung Tunak dari jenis Flora dan Fauna disini. Dan kalian tau luas dari TWA Gunung Tunak itu sendiri ?. Luasnya sekarang 1297 hektar. Terluas di NTB saat ini. Awalnya saya mengenal Taman Wisata Alam Gunung Tunak hanya Pantai Bilasayak dan tower yang berada di ujung tebing Gunung Tunak itu sendiri. Ternyata TWA Gunung Tunak banyak menyimpan keindahan alam yang kece.

Gimana gak kece, disini ada berbagai macam jenis kupu-kupu. Padahal tempat hidup kupu-kupu itu kebanyakan di daerah yang banyak sumber airnya. Sedangkan di Gunung Tunak gak ada sumber air dan bisa dibilang gersang, tapi nyatanya kupu-kupu bisa hidup disini. Ada juga rusa, burung buntut sate, burung paok panca warna atau bahasa kerennya elegan pita yang bersuara Huuuu Huuuu Huuuu. Masyarakat sekitar lebih mengenal burung ini dengan nama burung jin karena suaranya yang khas seperti memanggil.

Selain beberapa satwa yang disebutkan tadi, ada juga jenis tanaman yang berada di area TWA Gunung Tunak. Di dalam ilmu medis, ada tanaman bernama Sanrego yang dijadikan obat untuk penambah stamina bagi laki-laki alias cocok untuk yang akan segera menikah nih #Dududududu. Ada juga yang namanya Brore yang berkhasiat sebagai obat kecing manis atau nama bekennya Diabetes Mellitus.

Khusus tanaman yang dilindungi di TWA Gunung Tunak yaitu Klicung dan Sawo Kecik. Nah untuk bentuk fisiknya, saya gak tau sama sekali. Mungkin kalau sudah melihat secara langsung, jadi paham dan pengen segera diteliti. So.. TWA Gunung Tunak juga sering dijadikan tempat penelitian. Ada ilmu baru yang saya dapatkan setelah mendengarkan penjelasan dari para pakar dari BKSDA NTB.



Setelah pemaparan dari TWA Gunung Tunak itu sendiri selesai, materi selanjutnya diisi oleh anak-anak Genpi Lombok Sumbawa (Genpi LS) dan LombokPhoneGraphy. Anak-anak Genpi LS sendiri ada Bunsal, si doi,  saya sendiri, Bang Dedek dan Bang Ihsan. Sedangkan dari LombokPhoneGraphy ada Fadhil, teman saya dari komunitas blogger juga.

Khusus Genpi LS, kami memperkenalkan Genpi LS itu kepada para peserta. Gimana cara masuk ke dalam Genpi LS dan seputaran tentang dunia sosial media. Kami memperkenalkan Pasar Pancingan dan Pasar Botani juga yang merupakan destinasi digital yang diplopori oleh temen-temen dari Genpi LS. Jadi untuk bertemu dengan temen-temen Genpi itu mudah sekali. Kalian kalau punya tiga akun sosmed (facebook, twitter dan ig), liat saja hastag #Pesona.... atau #Festival.... dan sampai Trending Topic. Itu semua hasil kerja dari Genpi. Keren kan !. Untuk Genpi sendiri, di Indonesia sudah hampir ada tiga puluh Genpi dari berbagai daerah. Dan Genpi LS merupakan pelopor dari terbentuknya Genpi-Genpi yang ada di Indonesia.

Materi selanjutnya dipaparkan oleh teman kita dari LombokPhoneGraphy bernama Fadhil.  Dari materi yang disampaikan, kita diajarkan cara mengambil foto kece tapi menggunakan kamera handphone. Hasilnya juga gak kalah dengan jepretan kamera dslr. Nah..trik-trik mendapat foto yang bagus juga diajarkan oleh adek saya satu ini. Terlihat teman-teman antusias mendengarkan penjelasan gimana sih cara mengambil foto yang baik dan benar menggunakan kamera handphone. Saya pun tertarik untuk mempelajarinya. Keren dah pokoknya.

Acara sore itu selesai juga, waktunya kita istirahat sejenak. Semua peserta kembali ke tenda mereka masing-masing untuk menyiapkan segala keperluan malam harinya. Malam hari acara bebas. Saya bareng si doi sudah gak sabar menunggu kegiatan esok harinya.

Gimana keseruan cerita explore kami di TWA Gunung Tunak ?.  Yuuk disimak cerita ini sampai selesai yaak !.

***


Minggu, 11 November 2018

Gak terasa sudah pagi saja. Hari Minggu, 11 November 2018 hidup di tengah hutan belantara tanpa sinyal handphone. Itupun kalau ingin mencari sinyal,  kita harus mencari tempat yang lebih tinggi dari tempat kami ngecamp.  So.. Ada sinyal maupun gak, semangat kami untuk menjelajah pagi itu gak pernah pudar.

Sekitar jam delapan pagi, kami semua berkumpul di depan lapangan untuk bersiap-siap mengexplore beberapa pantai yang ada di TWA Gunung Tunak.  Dari informasi yang ada di TWA Gunung Tunak terdapat tujuh pantai yang kece-kece. Ada Pantai Pudal, Pantai Terasak Atas, Pantai Terasak Bawah, Pantai Teluk Ujung, Pantai Bilasayak,Pantai Pantek, dan Pantai Sari Goang.





Dalam kegiatan tahun ini, kami dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama ke Pantai Sari Goang. Tim kedua ke Pantai Bilasayak. Tim ketiga ke Pantai Teluk Ujung. Saya bareng si doi dan teman-teman Genpi LS bergabung di tim pertama. Kenapa kami memilih Pantai Sari Goang untuk diexplore. Karena pantai ini masih sangat baru dan kami penasaran untuk melihat lebih dekat lagi. Denger-denger juga jalur menuju ke pantainya baru dibuka untuk umum.

"Mendaki gunung, lewati lembah" sepenggal lirik lagu dari film komik Ninja Hatori. Awalnya saya gak kebayang jalur menuju Pantai Sari Goang itu seperti apa. Salah satu panitia hanya memberikan informasi kalau ke Pantai Sari Goang jaraknya lumayan jauh dari tempat ngecamp kami. Kami pun sudah siap memulai penjelajahan menuju Pantai Sari Goang, sedangkan dua tim lainnya juga sudah siap. Kami dilepas oleh perwakilan dari Pemerintah Lombok Tengah. Dengan baca Bismillah, kami pun segera berangkat menuju salah satu surganya TWA Gunung Tunak. 







Sekitar dua kilometer berjalan kaki melewati kondisi jalan yang masih belum teraspal. Melewati penangkaran rusa. Puluhan rusa memperhatikan kami yang melewati penangkaran mereka. Sama seperti kamu yang selalu perhatian sama saya, eheem eheemmm #SempatSempatnya. 

Jalurnya pun menanjak dan menurun. Melewati beberapa perbukitan yang masih asri. Bisa dibayangkan sendiri, capeknya luar biasa. Di awal trekking, kami sudah dihadapkan dengan jalur yang menanjak dengan kemiringan sekitar enam puluh derajat. 

"Ayoook Semangat !!!". 
"Salam Konservasi !!, Huuuhaaa Huuuhaaa Huuuhaaa"

Di bawah teriknya matahari yang sangat menyengat, kami berjalan tiada henti dan sangat menguras keringat. Sebotol air mineral sangat berharga saat itu. Kondisi jalur yang belum beraspal. Hanya berupa tanah licin dan batu-batu kerikil. Bisa dibayangin kalau hujan turun, pasti jalur ini menjadi becek dan penuh dengan lumpur. Dengan sisa semangat kami yang masih menyala, akhirnya kami sampai juga di salah satu surganya TWA Gunung Tunak. 


Welcome Pantai Sari Goang !!!

Terbayar sudah capek kami semua setelah melihat penampakan batu karang khas dari Pantai Sari Goang. Tebing-tebingnya yang curam dan lumayan tinggi. Pantai Sari Goang merupakan deretan pantai yang berada di kawasan TWA Gunung Tunak yang ngehits saat ini. Untuk menuju pantai ini kita membutuhkan waktu sekitar satu jam dari tempat ngecamp dengan berjalan kaki. 

Penampakan Pantai Sari Goang mirip dengan Pantai Tajung Bloam yang berada di Lombok Timur. Sedangkan banyak juga yang menyebut pantai ini, miniatur dari Raja Ampat. So... gak sedikit kita mendengar Pantai Sari Goang disebut dengan julukan Raja Ampatnya Lombok karena terdapat pulau kecil berupa batu karang yang ditengahnya ada lubang. Mirip sekali seperti Raja Ampat.

Keindahan pantainya yang sangat memukau. Deburan ombak yang menghantam batu karang dengan ganasnya. Pasirnya yang putih kecokletan membuat mata saya dan si doi terpesona. Untuk menuju pantainya, kita bisa melewati jalur kecil di pinggiran tebing dan turun kebawah. Harus hati-hati karena jalurnya sangat curam. Di pantainya kita bisa main air, renang dan main pasir. Si doi suka sekali dengan pasir. Ke pantai manapun kami tuju, pasti fotoan bersama pasir gak ketinggalan. 




Sesampainya di lokasi, kami gak menyia-nyiakan waktu yang ada. Begitu juga dengan teman-teman lainnya yang kebanyakan kids jaman now. Foto selfiean adalah hal yang wajib dilakukan. Kemudian hasil fotonya, eksis di sosmed (anak-anak sosmed pasti ngerti). 

Saya bareng si doi pun gak ketinggalan eksis. Gak mau kalah dengan kids jaman now lainnya. Beberapa spot foto kami tuju dan hasil jepretannya kece-kece. Gak nyesel dah datang kesini panas-panasan. Pakai acara daki dan turun bukit segala. Perjalanan yang sangat mengesankan hari itu. Apalagi bareng dengan kamu ya kamu (mulai dah dia baper). 

Untuk masalah keamanan, disini sudah sangat aman. Mobil Polisi Hutan rutin melakukan patroli. So...teman-teman yang akan datang kesini, gak perlu khawatir dan gak perlu mendengarkan perkataan orang luar kalau di TWA Gunung Tunak itu gak aman dan banyak begalnya. Semua itu hanya HOAX mas/mbak broo !. 






Pengalaman pertama kali menjelajah ke Pantai Sari Goang bersama teman-teman pecinta alam dan kamu pastinya. Hanya satu yang harus kita antisipasi bila datang kesini yaitu sediakan botol mineral banyak-banyak dan pakai alat pelindung kepala seperti topi dan sejenisnya untuk menghindari sinar matahari yang sangat menyengat dan menyakitkan. 

Kalau diberi nilai satu sampai sepuluh, saya beri nilai sembilan. Alasannya sangat sederhana, jalurnya kece dan eksotis. Bagi kalian yang ngaku pecinta alam, jangan sampai merusak alam dengan membuang sampah sembarangan dan mencoret-coret dinding batu karang disana. Harus dijaga dan promosikan ke teman-teman luar kalau di Pulau Lombok masih banyak menyimpan harta karun yang gak ternilai harganya. Salah satunya Pantai Sari Goang. 

Pulau Lombok sudah aman sekarang. Bagi kalian yang punya agenda liburan ke Pulau Lombok, jangan lupa mampir di TWA Gunung Tunak. Selain mendapat keindahan pantainya, kita juga bisa mendapat ilmu tentang flora dan fauna yang dilindungi dan gak dilindungi disini.

Mau cerita apalagi ya ?, sepertinya saya cukupkan dulu menulis tentang TWA Gunung Tunak. Masih banyak dari TWA Gunung Tunak yang mau saya jelajahi di kesempatan lainnya. Satu kata buat TWA Gunung Tunak "Kece !!!".

***

Catatan :
- Tiket masuk ke TWA Gunung Tunak
 Domestik = 5 ribu  (Senin-Sabtu) dan 7 ribu 5 ratus (Minggu dan Hari Libur)
 Luar Negeri = 100 ribu (Senin - Minggu)
- Fasilitas yang ada : Toilet, Kamar Bilas, Mushola (tahap pengerjaan), Toko Oleh-oleh (tahap pengerjaan), Spot foto instagrammable, Taman Kupu-kupu, Penangkaran Rusa dan Camping Site. 
- Sekedar saran = Bila datang ke Pantai Sari Goang, datanglah di atas jam tiga sore karena posisi matahari sudah condong ke barat dan untuk mendapatkan foto yang kece sangat bagus di jam-jam segitu. 
- Soal keamanan sudah dijamin aman 100 persen. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra