Saturday, 6 November 2021

Sampai saat ini di penghujung tahun 2021, lagi-lagi saya belum kesampaian ke Jepang. Jangan kan ke Jepang, ke tetangganya Jepang saja belum. Belum lagi sudah dua tahun kita berperang dengan Covid-19, tambah niat buat ke Jepang kita tunda dulu. Duitnya ditabung buat renovasi rumah ala-ala Jepang gitu (fanatik sama Jepang). 

Maaf, sedikit curhat dari orang yang pengen banget ke Jepang tapi belum kesampaian. Maklum saja, saya dan istri emang hobi dengan yang berbau Jepang. Dari animenya, acaranya, film dramanya, artis-artisnya (sudah paham kan maksudnya, hehehe) sampai kuliner Jepang kami suka. Meskipun Jepang pernah menjajah Indonesia, tapi saya pribadi suka dengan negeri yang terkenal dengan bunga sakuranya ini.

Hal yang menarik dari Jepang yaitu kulinernya. Salah satu kuliner yang sangat terkenal dan favorit yaitu sushi. Sejenis makanan berat tapi makannya simple itulah sushi. Beberapa tahun belakangan ini, di Kota Mataram sudah berjamuran kedai sushi. Beberapa diantaranya pernah saya coba dan review di blog ini.


Nah, ada satu lagi nih kedai sushi yang buat kami penasaran pengen coba. Kata teman-teman yang sudah nyobain sih enak dan sushinya ada yang mateng. Berhubung istri gak doyan yang mentah, jadi cocok nih nyobain sushi satu ini. Sebut saja namanya, The Hungry Sushi. Berlokasi di Jalan Bung Karno No.81B, Kel. Pagesangan Timur, Kota Mataram. Tepatnya sekitar dua ratus meter berjalan kaki dari Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Kebetulan juga istri lagi ngidam pengen makan sushi, jadi saya gak berpikir dua kali buat nyobain sushinya yang lezat ini.

Sepulang saya kerja, kami bersiap-siap jalan ke lokasi. Si Kenzi juga sudah mandi. Tinggal ayah dan bundanya yang belum mandi. Akhirnya, ayahnya saja yang gak mandi gara-gara sudah pengen makan sushi.  

Menyusuri padatnya lalu lintas di Kota Mataram, maklum saja saat itu lagi jam-jamnya orang pulang kerja. Sepuluh menit waktu tempuh perjalanan dari rumah, akhirnya kami sampai di lokasi.

Sore itu belum ramai pengunjung. So,masih bisa bebas mencari tempat duduk. Kedainya gak terlalu luas. Hanya ada beberapa meja kursi kayu saja. Ada yang bentuknya lesehan gitu. Ada juga tempat duduk berbentuk sofa.

Ornamen-ornamen Jepang juga sangat kental disini. Masuk ke dalam kedai, suasananya seperti kedai di Jepang gitu. Ruangannya juga adem pool dan sangat nyaman.


Cara memesan menu disini, kita datang ke meja kasir, kemudian pilih menu di daftar menu yang ada di atas meja kasir. Terakhir langsung bayar dan siap menunggu pesanan di meja masing-masing. Bagi yang take away juga sama saja. Habis pilih menu dan bayar, tinggal nunggu di kursi kayu panjang yang sudah tersedia. Sambil menunggu pesanan datang, kalian bisa melihat mobil dan motor melintas di depan kedai ini. Siapa tau ada si doi atau mantan lewat. Bisa diajak gabung makan sushi bareng, hahaha

Kami memilih tempat duduk lesehan dengan meja di atasnya karena bawa anak kecil. Biar leluasa Kenzi kesana-kemari. Maklum saja, si kecil lagi aktif-aktifnya. Sambil menunggu pesanan tiba, saya dan istri bermain dengan si kecil. Semakin sore, pengunjung banyak yang berdatangan. Di dalam kedai sudah ramai oleh pengunjung. Tetap jaga jarak dan pakai masker ya. Agar kita terhindar dari penularan Covid-19.

Sudah gak sabar nih, saatnya nyicipin menu yang dipesan !. Kami memesan Sushi Mix Sakura, Kani Mentai Rice. Untuk minumannya kami memesan Stauberry Milkshake dan Mojito.


Sushi Mix Sakura

Buat kalian yang pernah kesini atau bahkan sering nongkrong disini, sudah gak asing dengan menu satu ini. Ya, seporsinya sebanyak 12 sushi dengan tiga macam perpaduan topping. Ada topping crab roll, tobikoishi dan mentayaki. Dengan harga seporsinya 20 ribu, Sushi Mix Sakura ini menjadi salah satu best seller di The Hungry Sushi. 

Bila diberi nilai, saya kasi nilai 9 dari 10. Sedangkan istri memberi nilai 9.5 dari 10. Lebih tinggi nih nilainya dari saya. Rekommended buat kalian yang bingung mau milih menu yang mana. Saya sarankan pilih menu Mix Sakura. Ohya, selain Sushi Mix Sakura ada saudaranya yaitu Mix Cheezy dengan perpaduan topping sushibon, cheezy roll dan katsuosushi. Kalau yang satu ini sih belum sempat kami cobain. Katanya sih sama-sama enak, tapi harus dicobain di lain waktu. Sabar yaak !. 


Kani Mentai Rice

Lanjut ke menu lainnya. Nah, Kani Mentai Rice, menu yang saya pesan. Gak sengaja memesan menu ini. Berhubung bingung mau pesan apa karena istri sudah pesan Sushi Mix Sakura. Pengen menu yang lainnya dong. Lihat di daftar menu, kok menarik ya. Untuk meyakinkan, saya tanyakan ke mbak penjaga kasirnya. 

Kata mbaknya Kani Mentai Rice juga best seller di The Hungry Sushi. Tanpa mikir lagi, saya langsung pesan Kani Mentai Rice. Apa ini ?. Setelah saya tanya-tanya, menu ini menarik. Dimana Kani itu daging kepiting imitasi yang dibuat dari tepung mirip kue gitu. Bentuknya persis seperti potongan daging kepiting. Sedangkan Mentai itu saus yang dibaluri dengan telur dan ada mayonesnya gitu. Rasanya lumer dimulut. Cara penyajiannya juga unik. Ditaruh di sebuah mangkuk dimana nasinya ditutup dengan Kani Mentai di atasnya. Enak dan rekommended.

Untuk nilainya, saya beri nilai 9.5 dari 10 karena rasanya enak, lumer dimulut, porsinya lumayan banyak, gak ribet cara makannya, nasinya gurih dan sausnya gak bisa saya lupakan. Seporis Kani Mentai Rice seharga 20 ribu. Cukup lumayan terjangkau kan. 

Saya dan istri sangat suka dengan kedua menu ini, baik Sushi Mix Sakura dan Kani Mentai Rice. Menikmati makan malam di The Hungry Sushi saat ini adalah pilihan yang tepat buat kami. Serasa makan sushi di Jepang meskipun bukan di Jepang tapi di Lombok, hahahaha. Kenzi juga menyukai sushi disini karena gak bikin cepat enek,kenyang dan membosankan. 


Setelah makan, gak lengkap kalau gak nyobain minumannya. Saya memesan Mojito rasa Lemon yang rasanya seger banget dengan perpaduan daun min, lemon dan soda pastinya. Sedangkan istri memesan Strauberry Milkshake dengan rasa buah Strauberry yang asem buat mata melek. 

Apalagi dicampurkan dengan susu vanila dan diberi es cream rasa vanila di atasnya. Untuk kedua minumannya saya beri nilai 8 dari 10. Harganya pun sama yaitu 15 ribuan saja. Cukup terjangkau bukan ?. Disini juga banyak promo-promo lho. Kalian bisa cek di akun Instagram resmi @thehungrysushi.

Berhubung ada menu Dimsum, Kenzi kami pesanin Dimsum tapi gak saya review ya :) 

Overall, gak salah pilih tempat menikmati makan sushi di Kota Mataram yaitu di The Hungry Sushi. Bukan ngendorse lhoo ya, tapi ini hasil review murni dari saya dan istri. Kalau mau diajak kerjasama untuk promote sih boleh-boleh saja. Tinggal hubungi saya melalui email atau akun blog ini. Siapa tau jodoh "Jodoh Pasti Bertemu", Asyik. 

Oke, jangan bosan-bosan mampir di blog saya ini. Next time, saya punya cerita baru lagi yang lebih seru dari dunia traveling dan kuliner pastinya. Ditunggu ya di blog ini. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday, 22 October 2021


Kasus positif Covid-19 sudah mulai menurun, kesembuhan sudah meningkat, program vaksinasi sudah mencapai target dan level pun sudah turun ke level aman. Angin segar buat kita yang sudah hampir dua tahun dilanda ketakutan oleh namanya Covid-19.

Tempat-tempat keramaian sudah mulai diperbolehkan dibuka buat umum. Destinasi wisata di beberapa daerah juga sudah mulai ramai dikunjungi. Gairah masyarakat untuk keluar rumah juga sudah meningkat. Perlahan kita semua sudah mulai terbiasa dengan kondisi saat ini. Terpenting tetap menjaga prokes yang ditetapkan pemerintah. 

Kabar gembira lagi, di Pulau Lombok dalam hitungan hari ini akan digelar event internasional yaitu World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Kuta, Lombok Tengah.  Btw, kalian tau kan WSBK ?. Bagi penikmat dunia balap, pasti sudah familiar dengan ajang balapan motor tahunan ini. Yah, mirip-mirip Motogp lah. Hanya saja pembalapnya yang berbeda (yaiyalah berbeda, masak mau disamain). Kalau gak ada halangan, WSBK akan digelar di Lombok pada tanggal 19-20 November 2021. 

Btw, soal WSBK 2021 yang akan digelar dalam hitungan hari ini, gak kebayang Pulau Lombok akan dikunjungi dari berbagai penjuru dunia. Betapa ramainya para tourist yang akan datang ke Lombok untuk menyaksikan pembalap kesayangan mereka bertarung. 

Kita sebagai warga Indonesia, khususnya Pulau Lombok, harus siap menjadi tuan rumah yang baik buat tamu kita. Segala persiapan sudah mencapai tahap akhir. Sarana prasarana sedang on proses. Pengerjaan sirkuit juga sudah dalam tahap final. Semoga sebelum event berlangsung,  semuanya sudah siap dan membanggakan negeri kita tercinta ini. 

Kenapa sirkuit kelas dunia dibangun di Pulau Lombok ?. Kalau itu saya gak berani jawab. Khawatirnya ada yang keliru dari pernyataan yang saya tulis disini. Pastinya Pulau Lombok memiliki destinasi wisata alam yang sangat kece. Bisa dibilang paket lengkap meskipun disini gak ada kereta atau MRT. Tapi pulau ini memiliki keindahan alam yang gak semua daerah miliki (sombong dikit). Salah satunya sunset point di Pulau Lombok sudah terkenal sampai penjuru dunia. 




Gak usah jauh-jauh pergi untuk menikmati sunset. Hanya sepuluh menit dari rumah, ada sebuah pantai yang rekommended dijadikan tempat untuk menikmati sunset, sebut saja Pantai Lembayung Kuranji, Lombok Barat. Pantai yang masih asing ditelinga para travelers ini memiliki tempat untuk menikmati sunset yang kece lhoo. Untuk jalur menuju pantai ini, nanti saya cantumkan google mapsnya di akhir tulisan. 

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya pas weekend, saya mengajak keluarga datang kesini. Pertama, karena penasaran sama tempatnya. Kedua, memang pengen nyari tempat dan suasana baru menghabiskan weekend bareng keluarga. Kebetulan bapak mertua dan adik ipar juga ikutan. Wah, pastinya semakin rame nih. 

Pantai Lembayung Kuranji berada di Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Kurang lebih delapan kilometer dari pusat Kota Mataram. Dulunya pantai ini hanya dikenal sebagai perkampungan nelayan. Hanya ramai dikunjungi disaat hari libur atau Hari Minggu saja. Tapi sekarang pantai ini didatangi setiap hari oleh pengunjung untuk duduk sambil bersantai di atas pasir, menunggu sang senja datang. 

Pantai Lembayung Kuranji gak seterkenal pantai-pantai berpasir putih yang ada di Pulau Lombok. Meskipun memiki pasir yang berwarna hitam, tapi pantai ini nyaman buat jalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin pantai. Kecenya pantai ini memiliki puluhan deretan pohon cemara. Sehingga kalau siang hari, di pantai ini sangat teduh. 

Apalagi sekarang sudah banyak cafe-cafe kece dibuka. Salah satu yang kami kunjungi yaitu The Lumiere Kuranji. Pertama kali melihat cafe ini di instagram. Saya tertarik ingin mencoba menu baksonya. Katanya sih baksonya enak. Oke, sebelum ngebahas baksonya, kita bahas tempatnya dulu ya. 



Sesampainya di area parkir yang berada di sebelah selatan dari perkampungan nelayan Desa Kuranji, kami disambut oleh karyawan dari The Lumiere Kuranji. Kebetulan lokasi cafe ini berada di posisi paling depan diantara deretan cafe-cafe lainnya. Kami langsung mencari tempat duduk. Kebetulan sore itu masih belum ramai oleh pengunjung. Gak ada juga yang sedang pacaran disini (apaan sih ?). Masih ada tempat duduk yang berada persis di depan pantai tepat di bawah pohon cemara. Biar gak terhalang oleh pengunjung lain saat menikmati moment matahari terbenam. 

Yang paling asyik di cafe ini, bean bagnya bersih. Varian warna bean bagnya juga cerah meriah. Cuaca sore itu juga cukup cerah. Angin pantai juga gak terlalu kencang. Hari yang indah menurut saya. Ketika matahari masih agak tinggi. Saya, istri dan Kenzi, memilih jalan santai di pinggiran pantai. Deburan ombak juga gak terlalu besar. Kondisi sangat aman. 

Melihat anak-anak kecil yang sedang bermain air. Ada juga beberapa ekor kuda yang ditarik oleh si empunya. Setelah ditanya, ternyata kudanya bisa disewakan untuk pengunjung yang mau menaiki kuda sambil berjalan mengitari pantai. Harga sewa sekali jalan itu 20 ribu. Cukup murah sih, tapi sepertinya masih pada takut naik kuda yaak. Pengen sih naik tapi kasian kudanya gak terlalu besar dibandingkan jika saya yang naik,hahaha. Lain kali saja !.






Suasana saat ini memang sangat pas buat menikmati matahari terbenam. Sambil menunggu senja tiba. Saya memesan seporsi Bakso Lumiere yang katanya enak. Sedangkan istri memesan kentang goreng dan mie goreng buat Kenzi. Bapak mertua hanya memesan kopi karena beliau sudah makan di rumah. Untuk minumannya, kami pesan bervariasi. Ada kopi, teh hangat, es teh, es jeruk dan  jus alpukat.

Untuk Bakso Lumiere nya, ternyata beneran enak. Kuahnya nendang banget, daging baksonya juga empuk. Gurih dan gak kenyel seperti bakso pada umumnya yang biasa saya makan. Bener-bener lumiere dimulut. Porsinya juga pas, gak banyak ataupun sedikit. Harganya juga terjangkau yakni 15 ribu saja. 

Saya sih pengen ngomentarin Mie Gorengnya. Rasa mienya sama seperti mie goreng Ind**mi yang biasa kami makan. Jadi, gak ada rasa yang spesial buat saya pribadi sih. Untung ada telur mata sapi dan kerupuk yang menambah rasa. Mengenyangkan buat Kenzi dan istri. 



Over all, pelayanannya cukup memuaskan. Tempat bersantainya juga nyaman. Apalagi kami sengaja bersantai disini sampai langit sudah gelap untuk menikmati cahaya lampu cafe yang teduh, menambah suasana menjadi romantis, Assyiiikk. Angin laut juga bersahabat, buat Kenzi betah disini. Pantainya pun sangat bersih. Menu-menu yang ada juga cukup terjangkau di kantong anak-anak sekolah. 

So, The Lumiere Kuranji atau tepatnya di Pantai Lembayung Kuranji, bisa dijadikan referensi buat kalian apabila ingin mencari tempat bersantai dan suasana baru untuk menikmati sunset terkece yang ada di Pulau Lombok. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 2 October 2021

Pertama-tama saya mengucapkan Selamat Hari Kopi Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2021 lalu. Gak mau melewatkan moment dong. Saya bareng kedua teman kantor yakni Mas Anwar dan Mas Jirin berencana untuk pergi ngopi ke sebuah cafe yang baru saja launching di September ini. Sebut saja namanya Konyu Coffee dan Space. 

Lokasinya gak jauh dari kantor, bahkan beberapa kali saya melewati tempat ini saat pulang kantor. Karena penasaran gimana sih suasana di Konyu Coffee dan Space, akhirnya rencana pergi ngopi sepulang kerja terealisasi juga. Jam tangan sudah menunjukkan lima sore. Setelah bereskan dokumen dan laptop di atas meja, kami langsung tancap gas menunju lokasi. 

Konyu Coffee & Space berada di Jalan Caturwarga No.44, Kota Mataram. Tepatnya persis di depan Rota Kopi yang beberapa waktu lalu sudah saya review. Buka setiap hari dari jam delapan pagi sampai 10 malam. 

Bisa baca juga di link ini --- > Mencoba Kopi Baru di Rota Kopi



Gak sampai dua menit dari kantor menggunakan motor, kami bertiga sudah sampai di depan area parkir cafe. Ohya guys, ini bukan ngendorse lhoo ya. Ini murni saya hanya ingin menikmati suasana ngopi di cafe ini sambilan mereview di blog pribadi saja. Nambah-nambah koleksi review cafe di blog gitu. Meskipun beberapa diantaranya yang sudah saya review akhirnya gulung tikar dan hanya menjadi kenangan saja. Namanya juga bisnis, ada namanya pasang surut. Terpenting yang harus diingat, rezeki itu gak bakalan kemana, tapi harus kita cari guys !. Assyiikk. 

Curhat colongan..... !

Sore itu pengunjung cafe lumayan ramai. Kebanyakan sih anak-anak muda seperti kami gitu yang lagi ngumpul bareng sambil ngopi. Ada juga para cewek-cewek yang sedang asyik ngegosip. Bisa jadi ngegosipin gimana kelanjutan kisah Aldebara dan Andin di film Ikatan Cinta, hahahaha. 

Huuussshh.... Kembali ke laptop !.

Setelah memarkirkan motor, kami bertiga langsung masuk ke dalam cafe. Antrian di depan meja bar lumayan panjang. Oke, selama mengantri gak lupa saya berkeliling di area cafenya. Lumayan banyak ruang disini. Konsep dari cafe ini kalau dilihat dari bentuk bangunannya yaitu minimalis dengan campuran arabian. Bisa dilihat dari bentuk pintu dan jendelanya seperti pintu dan jendela rumah orang arab. Kusen pintu dan jendela yang tinggi dan di bagian atas berbentuk melengkung. Konsep yang baru dari cafe yang pernah saya datangi. 





Untuk ruangannya dibagi beberapa ruang. Bagi ahli hisap, gak perlu khawatir. Di Konyu, sudah disediakan ruang outdoor yang cukup kece dengan meja kursi dan ornamen yang minimalis. Ruang outdoornya ada di bagian belakang. Nah untuk ruang indoor ada dua bagian guys. Ada yang menggunakan AC dan tidak. Untuk yang menggunakan AC ada beberapa ruang dan tempatnya asyik banget buat nongkrong. Tersedia sofa panjang buat kita yang ingin bersantai sejenak. Sedangkan untuk ruang indoor yang gak pakai AC bisa digunakan juga buat ahli juga hisap guys. 

Ada juga ruang VIP yang digunakan untuk meeting dengan meja berukuran lebar dan beberapa kursi yang semuanya dari kayu. Lebih privat gitu dan pasti dijamin meeting kalian gak terganggu dan lebih nyaman. Over all, dari bangunannya terlihat simple dengan konsep minimalis dan lantai dari acian saja. Tapi sangat nyaman dan buat betah berlama-lama disini. 


Sampai juga di bagian menunya. Disini gak terlalu banyak menu yang ada. Dan niat kami bertiga hanya ingin menikmati kopinya saja. So, saya dan Mas Jirin memesan Red Mariko Coffee yaitu es kopi dengan campuran sirup strauberry dengan susu putih dan espresso. Kalau Mas Anwar memesan O-Ren Isii Coffee yaitu es kopi dengan campuran gula aren, susu putih segar dan espresso. Katanya barista disini ini es kopi yang best seller alias yang paling banyak dipesan oleh pengunjung. 

Berhubung saat kesana bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia, jadi kami hanya ingin ngopi-ngopi saja. Untuk makannya kebetulan gak ada menu yang kami cari, So kami gak memesan makanan (ngeles saja,hehehe). Tapi herannya, saya gak melihat ada menu khas arabian ya, seperti kebab, kambing guling, nasi kebuli atau roti canai gitu. Yang ada malah menu Japanase gitu. Atau memang ini bukan cafe arabian kali ya. Tapi memang coffee shop dengan konsep minimalis. Koreksi bila saya keliru ya guys, hehehe. 

Ohya, Untuk menu lengkapnya bisa dilihat di atas ya !. 

Mumpung masih baru dan sangat rekommended buat yang sedang mencari suasana ngopi di tempat baru. Gak ada salahnya datang ke Konyu Coffee & Space. Cobain Red Mariko Coffee dan O-Ren Isii Coffee. Kedua es kopi ini buat saya rekommended buat dicoba. Selain rasa kopi espressonya yang sangat nendang, harganya juga lumayan terjangkau yaitu untuk Red Mariko Coffee 28K dan O-Ren Isii Coffee 25K. 

Satu lagi, disaat kita lagi ingin bersantai di cafe atau tempat ngopi, jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan ya guys. Minimal pakai masker dan mencuci tangan setelah menyentuh barang apapun. Covid-19 masih mengintai di sekeliling kita, meskipun kasus sudah mulai berkurang tapi kita harus tetap waspada. 

Penulis : Lazwardy Perdana


Saturday, 11 September 2021

Kalau sudah ceritanya datang ke tempat nongkrong yang asyik nan kece, sudah pasti otak dan tangan gatal untuk mereview bebas tentang tempat dan menu apa saja yang menarik disana.  Hmmm, cerita kali ini masih bertemakan tempat ngopi yang rekommended buat dicoba. 

Berawal dari postingan sebuah tempat ngopi kece di instagram. Bentuknya cukup unik dan berbeda dari lainnya yang pernah saya datangi di Mataram. Berada di  komplek perumahan yang berlokasi di pinggiran kota. Suasananya cukup nyaman dan dijamin buat betah berlama-lama disini. So, jadi penasaran pengen nyobain ngopi disini sambil bersantai. 

Sehabis shalat Jumat,disaat jam istirahat kantor, saya bareng temen blogger juga secara dadakan datang kesini. Rencananya mau nyari tempat yang wifinya kenceng buat kerja. Tapi pas inget ada tempat ngopi baru, otomatis tujuannya ke Kava Coffee & Eatery 2.0 !. Berharap wifinya kenceng, semoga gak zonk. 

Jarak dari kantor ke lokasi gak begitu jauh. Kurang lebih lima menit waktu yang dihabiskan dari kantor ke cafenya. Lokasi Kava Coffee & Eatery beralamatkan di Jempong Baru, Kecamatan Sukarbela, Mataram. Tepatnya di jalan pintu masuk menuju perumahan Graha Lingkar Jempong atau berada persis di samping Kantor Varindo, Kota Mataram. Cafe ini baru launching Juni lalu. Gimana review saya tentang cafe ini, yuuk baca sampai habis ya !. 



Sesampainya di lokasi, kami fotoan dulu di depan cafenya yang terlihat instagramable gitu. Cuaca siang itu cukup terik tapi masih nyaman buat fotoan. Setelah eksis sedikit,  kami langsung mencari tempat duduk. Disini banyak pilihan mau nongkrong dimana. Dibagi dua ruang, ada indoor dan outdoor. Untuk indoornya gak begitu luas tapi okelah. Meja kursinya ala-ala cafe jaman sekarang. Nyaman, adem dan cocok buat kerja di depan laptop. 

Untuk outdoornya, nah ini nih yang buat saya penasaran datang kesini. Terlihat kece karena atapnya seperti tenda sirkus. Tenda besar berwarna putih dengan tiang-tiang yang kokoh sebagai penyangga. Apalagi datangnya menjelang malam, lampu-lampunya kece guys. Disini meja kursinya banyak pilihan. Ada meja bundar dengan empat kursi kayu dan ada bantalan kursinya. Sangat empuk untuk diduduki.  Ada juga setengah sofa terbuat dari kayu. Ada juga berupa lesehan dimana bantal-bantal berbentuk bundar diletakkan di atas rumput dengan dikelilingi meja-meja panjang. Apalagi disini banyak tanaman hiasnya. So,  membuat kita berada di sebuah taman yang penuh dengan tanaman hias nan hijau. 

Di Kava Coffee & Eatery 2.0 juga dilengkapi dengan mushola yang berada di sebelah barat bangunan utama dan toilet yang cukup bersih. Ada panggung live music juga lho. Sayangnya kami datang di siang hari, jadi belum rezeki menikmati live music yang hanya ada di malam hari saja. Lain kali kalau kesini jadwalnya kalau bisa sore sampai malam. Kava Coffee & Eatery 2.0 buka setiap hari dari jam sembilan pagi sampai sembilan malam. Untuk kondisi pandemi Covid-19, bukanya menyesuaikan kondisi dan aturan yang diberlakukan pemerintah setempat. 



Saat kami datang kesini, gak begitu banyak pengunjung yang datang. Mungkin jam siang kali ya, apalagi Hari Jumat. Masih pada baru pulang jumatan. Sedikit saran, kalau datang di siang hari, lebih baik memilih duduk di indoornya saja karena lebih adem. Kalau duduk di luar, terasa panas meskipun sudah dinyalakan kipas angin dengan putaran yang maksimal. Tapi kalau datangnya sore hingga malam hari, enaknya duduk di luar sambil menikmati live music. Itu saran saya saja sih. Selebihnya tergantung selera, hehehe. 

Pelayanannya sejauh ini cukup memuaskan. Dari kami datang, pesan minuman dan cemilan, sampai pesanan datang. Semuanya dilayani dengan cukup baik. Karyawannya juga cukup ramah dan masih muda-muda lhoo (karyawan cewek). Tapi saya sudah ada pasangan, jadi harus bisa jaga mata dan pikiran hahaha... (dasar otak mesum).

Jangan dimasukin dalam dompet,  hanya becanda. Kembali ke laptop!.


Kopi Susu Kava 25K

Kebab Pisang Cokelat 23K

Oke, sudah sampai di review menunya. Hmmm, mulai darimana ya?. Kita mulai bahas minumannya dulu. Saya memesan kopi yang namanya Kopi Susu Kava. Ini es kopi yang dicampur susu dengan gula aren. Untuk porsinya lumayan besar lhoo. Rasanya juga enak, seger dan manis. Cocok diminum siang hari. Satu porsi Kopi Susu Kava seharga 25K. Hmmm, lumayan sih tapi kalau kembali lagi ke rasa dan porsinya, cukup adillah. 

Untuk cemilannya, saya pesan Kebab Pisang Cokelat. Ini termasuk cemilan rekommended buat kalian coba. Saya suka dengan kebab satu ini. Kebetulan juga saya suka dengan pisang dan cokelat. Jadi otomatis pesan ini. Soal rasa gak diragukan lagi. Roti kebabnya lembut dan sedikit kering. Di dalamnya ada potongan pisang yang manis ditambah dengan cokelat. Lumer banget saat kebabnya digigit. Mantap, enak dan buat ketagihan. Satu porsi Kebab Pisang Cokelat seharga 23K. Harga makanan dan minuman disini sudah termasuk PPN lho ya. 

Disini sistemnya pesan makanan langsung bayar di kasir ya guys. Setelah bayar, kita dapat semacam nomor antri yang bisa kita bawa menuju tempat kita duduk. Saya dan teman saya bernama Jirin, memutuskan untuk duduk di outdoor saja karena di indoornya sudah ramai guys sama cewek-cewek yang terlihat sedang fokus kerja di laptop juga. Meskipun agak sedikit panas, tapi disini nyaman juga karena ada angin siwir-siwir. Jadinya agak membantu. Hmmm, memang paling asyik duduk di luar pas sore hari nih. Kapan-kapan dicoba lagi datang sore atau malam hari. 

Gimana, kalian tertarik nongkrong disini. Masih banyak menu-menu lainnya yang wajib kalian coba. Bisa kalian lihat di daftar menu yang saya taruh di bagian atas ya !.

Kerjaan selesai tepat waktu, perut kenyang, dan nongkrong juga puas. Lain kali saya bawa si kecil datang kesini. Keliatannya ramah anak. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Thursday, 2 September 2021

Untuk kesekian kalinya gowes kesini, gak ada kata bosan setiap mengunjungi Desa Tempos. Untung juga semenjak pindah rumah di daerah Kediri, Lombok Barat. Jadi sering banget memilih desa ini untuk tujuan gowes setiap akhir pekan. Jarak rumah ke desa ini hanya membutuhkan waktu dua puluh menit saja dengan mengayuh sepeda kesayangan. 

Pertama kali mengunjungi Desa Tempos, saya dibuat jatuh cinta dengan panorama alamnya yang bagi siapa saja datang kesini, pasti pengen balik lagi. Bisa dibilang Desa Tempos punya paket lengkap. Ada area persawahan yang sangat luas, perbukitan yang membuat udara di desa ini sangat sejuk, perkebunan, memiliki aliran sungai yang airnya cukup jernih dan warga desa disini sangat ramah oleh pengunjung.

Di saat kondisi yang masih membuat kita harus menjaga kesehatan bahkan meningkatkan imun diri sendiri, jalan-jalan ke Desa Tempos menjadi tujuan yang tepat. Datang di pagi hari, kita akan dimanjakan oleh udara yang sejuk disertai dengan kabut yang menyelimuti area perbukitan dan persawahan, melihat aktivitas warga desa hilir mudik, apalagi ke Desa Tempos dengan bergowes membuat jiwa dan raga kita tetap sehat. 


Desa Tempos yang berada di sebelah selatan Kantor Bupati, Lombok Barat ini telah menjelma menjadi jalur favorit para goweser baik dari Lombok Barat sendiri bahkan dari Kota Mataram dan sekitarnya. Memiliki jalur bersepeda yang mulus dengan jalan full aspal. Selain memiliki trek lurus, jalan di desa ini juga ada yang berkelok-kelok dan menanjak. Menjadi tantangan buat para goweser pemula seperti saya.

Di beberapa kesempatan, saya bareng teman-teman kantor pernah menaklukkan jalur dari Desa Tempos sampai Desa Banyu Urip kemudian melanjutkan bersepeda sampai Desa Jembatan Kembar dan balik ke Kota Mataram. Pemandangan yang kami lihat sungguh menakjubkan. Meskipun menempuh jarak kurang lebih empat puluh kilometer, kami sangat senang dan puas bisa merasakan gowes ke desa ini. 

Ceritanya ada disini --- > Gowes Sambil Kulineran di Desa Tempos

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya di awal Bulan Agustus, ada yang baru dari Desa Tempos. Kini, bagi para goweser yang akan bersepeda ke desa ini juga bisa menikmati kuliner yang dikenal dengan sebutan kuliner Mewah (Mepet Sawah). Lokasinya gak jauh dari Kantor Desa Tempos, Lombok Barat. Ide ini berasal dari teman-teman Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tempos. 

Melihat pertama kali di instagram, saya langsung mengontak tim gowes kantor. Minggu depannya kami berempat (saya, Mbak Dien, Mbak Tatik dan Mbak Puri) bersepeda ke lokasi. Meeting point di bundaran Patung Sapi, Gerung dan saya tiba duluan. Lihat jam tangan, waktu masih menunjukkan jam tujuh pagi. Alamat kesiangan nih karena para emak-emak belum nongol juga. Kontak via whatsapp, katanya masih dalam perjalanan. It's oke, saya menunggu sambil menikmati udara pagi nan sejuk. 


Sekitar jam tujuh lewat lima belas menit, semuanya sudah berkumpul. Kami melanjutkan mengayuh sepeda dengan waktu tempuh sepuluh menit saja sampai tiba di lokasi. Bersepeda di bawah sinar matahari pagi serta udara persawahan yang sejuk membuat hati dan pikiran kembali fresh. Dari kejauhan terlihat Gunung Sasak dan Gunung Mareje, kece bener. 

Sesampainya di lokasi, sudah banyak pengunjung yang bersantai di pinggir sawah. Hampir semuanya membawa sepeda masing-masing. Banyak anak-anak muda yang nangkring juga sambil berfoto selfie. Terlihat juga sepeda dan sepeda motor yang terparkir rapi di pinggir jalan. Jalan raya Desa Tempos pagi itu penuh dengan manusia dan sepeda. 



Ide dari adanya Kuliner Mewah ini berawal dari banyaknya orang yang bersepeda ke Desa Tempos baik dari dan luar Lombok Barat. Apalagi Desa Tempos merupakan jalur favorit para goweser untuk memacu sepeda di akhir pekan. Oleh karena itu, anak-anak muda disini melihat peluang besar dengan membuat para tamunya betah berlama-lama di desa mereka. Gak hanya bersepeda saja, tapi bisa menikmati kuliner khas yang ada di desa ini. Ada live musicnya juga lhoo yang dimainkan oleh anak-anak muda desa.

Kuliner Mewah ini adanya di Hari Sabtu dan Minggu pagi saja lhoo. Hadir dari jam enam sampai sembilan pagi. Hampir mirip dengan Car Free Day yang ada di Jalan Udayana, Kota Mataram. Kalau semakin minggu antusias pengunjung yang datang ke desa ini semakin tinggi, bisa jadi akan diperpanjang waktunya hingga sore hari atau mungkin mengambil tanggal merah. Informasi ini saya peroleh saat mewawancarai salah satu anak muda asli dari Desa Tempos. Namanya saya gak sebutkan ya. 



Ngomong-ngomong tetang kulinernya, disini ada empat stand yang saya ingat. Setiap stand menjual jajanan yang berbeda. Ada menjual aneka jajanan pasar dan khas Lombok seperti kue bantal, lupis, serabi dan kelepon. Untuk minumannya, ada kopi hitam, aneka softdrink dan yang paling saya suka disini ada minuman serbat. Apa itu serbat ?. Serbat minuman hangat yang dibuat dari jahe. Mirip seperti wedang asal Jawa. Minumnya selagi hangat, mantap pool. 

Disini juga ada paket-paketnya lhoo. Kalau milih paket 1 dengan membayar 25 ribu, kita mendapatkan fasilitas sepeda, sarapan dan serapi ditambah kopi hitam. Saya kurang paham sama fasilitas sepeda yang dimaksud apa. Maksudnya mungkin tempat menaruh sepeda kali ya?. Informasinya sih seperti itu. Ada juga paket 2 dengan membayar 15 ribu, kita mendapatkan sarapan, kue serabi dan kopi hitam saja. Kalau yang paket 3 bayarnya hanya 8 ribu, kita mendapatkan kopi dan jajanan khas Tempos. 

Hmmm, meskipun ada paketnya, kami bebas mau beli apa saja. Tinggal datangi standnya dan pilih-pilih mau makan apa buat menu sarapan pagi itu. Jangan lupa bayar lhoo ya !. Saya kebetulan melihat jajanan bernama kue bantal, langsung saja saya beli seharga 5 ribu sudah dapat lima biji kue bantal yang isinya pisang. Kue yang terbuat dari ketan putih yang isiannya potongan pisang, lalu dibungkus dengan daun kelapa atau lontar. Dimakan selagi hangat, tambah mantap pool. 

Untuk minumnya saya beli minuman serbat hangat. Serbat di Desa Tempos enak banget. Rasa jahenya pas hangat di tenggorokan. Cocok diminum disaat udara dingin di malam atau pagi hari. Apalagi di Desa Tempos udaranya sejuk, jadi cocok banget minum serbat.  Segelas serbat, saya membelinya seharga 5 ribu saja. Sedangkan teman-teman lainnya, membeli menu yang berbeda. Ada yang membeli nasi bakar. Nah nasi bakarnya yang buat saya penasaran. Lain kali kalau datang kesini lagi, mau cicipi nasi bakarnya. Kata Mbak Puri sih, nasi bakarnya enak banget. Apa beneran enak atau Mbak Purinya lagi laper banget ?. hehehe. 


Nah, disini saya mau kritik fasilitas tempat duduknya. Kalau saya rasa sih, cukup berbahaya kalau meja dan kursi kayu buat pengunjung berada di pinggir jalan. Apalagi lebar jalanan disini gak terlalu besar. Mungkin sedikit saran, kalau dibuatkan semacam gazebo atau saung di pinggiran sawah. Jadi kita juga gak kepanasan kalau berlama-lama disini. Soalnya kalau semakin siang, cahaya matahari semakin menyengat. Bagus sih berjemur, tapi kalau berjemur sambil makan apa enak ?. 

Semoga pengelolaan Kuliner Mewah Desa Tempos ini semakin kesininya semakin baik. Jangan lupa juga selalu menerapkan protokol kesehatan. Saya lihat masih banyak yang gak menggunakan masker dan berkerumun tanpa protokol kesehatan. Disini juga ada tempat mencuci tangan dan sabun, tapi pas saya mau cuci tangan, airnya gak ada alias habis. Mungkin bagi para pengelola harus memperhatikan ini. Terlihat sederhana, tapi sangat bermanfaat untuk banyak orang. 

Ayo, buat teman-teman yang belum sepat gowes ke Desa Tempos, jangan sampai ketinggalan lhoo !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra