Friday, 12 August 2022

Ada apa sih di Desa Kebun Ayu ?. Kok ramai sekali foto-fotonya di medsos. Belum lagi teman-teman yang sudah kesana pada posting foto di facebook dan story whatsapp. Ada yang eksis sambil makan sate, ada yang fotoan bareng sepedanya, ada yang lagi merenungi nasib, ada yang kepergok berduaan sama gebetan baru dan macam-macam gaya lainnya.

Seperti yang diberitakan di media sosial, di Pulau Lombok sudah memiliki banyak sekali tempat kuliner yang rekommended buat dicoba. Salah satunya yang lagi viral saat ini yaitu Agro Wisata Golden Melon Kebun Ayu. Lokasinya di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kab.Lombok Barat.


Dari Kota Mataram waktu tempuh sekitar dua puluh menit sedangkan dari Gerung, Lombok Barat hanya lima menitan saja menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Tapi biasanya pengunjung yang datang kesini dengan bersepeda (gowes) di akhir pekan. Sambil olahraga ya kita jalan-jalan melihat Golden Melon dan wisata kuliner pastinya. 

Kelebihan dari Desa Kebun Ayu sendiri dibandingkan tempat lainnya, disini selain berwisata Golden Melon, kita juga dapat mencicipi kuliner khas Lombok khususnya Desa Kebun Ayu sendiri. 

Wah, sudah gak sabar nih mereview Desa Wisata Golden Melon Kebun Ayu !.

Ini saya kasi foto Golden Melonnya biar ngiler !


Bangun pagi sehabis subuh, saya langsung bersiap-siap mengeluarkan sepeda dan memakai pakaian olahraga. Pagi itu anak-anak masih pada tertidur lelap sedangkan istri lagi beres-beres di dapur (namanya emak-emak).

Langit sudah terlihat agak terang di timur, kicauan burung sudah terdengar syahdu di telinga dan udara di Sabtu pagi sangat segar. Pamit sama istri, saya langsung mengayuh sepeda ke arah Desa Kebun Ayu yang jaraknya kurang lebih delapan kilometer dari rumah. Dengan waktu tempuh tiga puluh menit menggunakan sepeda MTB kesayangan.

Kebetulan saya gowesnya sendiri saja biar fleksibel gitu. Ini pertama kalinya saya gowes lagi di tahun ini. Sudah lama rasanya kaki ini gak mengayuh sepeda. Agak berat sih, nafas juga agak ngos-ngosan. So, ngayuhnya pelan-pelan saja yang penting sampai di tujuan dengan selamat.

Saya memilih melewati jalan raya Rumak-Gerung, jalur tercepat menuju Desa Kebun Ayu. Pagi itu juga kendaraan yang lalu lalang juga belum seramai biasanya. Jadi bisa lepas masker sambil menghirup udara pagi yang segar.

Setelah bundaran Gerung (Patung Sapi), saya mengarah ke pusat pemerintahan Gerung, kemudian mengambil jalur Desa Kebun Ayu dan melewati Jembatan Gantung tertua di Pulau Lombok. Untuk lebih jelasnya, saya cantumkan mapsnya di akhir tulisan.

Bisa baca disini : Gowes to Jembatan Gantung Lembar

Kebun Ayu merupakan sebuah desa yang memiliki panorama alam yang cukup indah. Diapit oleh perbukitan hijau dan hamparan persawahan membuat desa ini sangat menarik untuk dikunjungi. Apalagi saat ini Desa Kebun Ayu memiliki daya tarik tersendiri yaitu Buah Golden Melonnya. Kalau ditanya rasa, saya belum pernah mencobanya. Kata orang yang sudah mencicipi, rasa melonnya manis dan banyak airnya. Daging buahnya tebal dan mengeluarkan aroma yang harum. 


Lahan seluas kurang lebih 1 hektar ini mampu disulap menjadi tempat kuliner yang asyik dan kita bisa menikmati pertanian Golden Melon sambil foto-foto. Sistem penanamannya menggunakan teknik hidroponik atau dengan menggunakan air.

Untuk Golden Melonnya ini gak setiap hari dipanen melainkan dua minggu sekali. Jadi kalau kita kesana pas gak panen, ya harus bersabar. Tunggu waktu panennya tiba, baru kesana. Ada tapinya lagi lhoo, kita harus cepat-cepat kesana keburu Golden Melonnya habis dibeli pengunjung lain. 

Setibanya saya di lokasi, pengunjung sudah lumayan ramai yang datang. Dari pinggir jalan besar, tempatnya sudah terlihat. Memasuki gapura yang terbuat dari bambu dan ada tulisan Desa Wisata Melon Kebun Ayu. Berhubung pakai sepeda, jadi sepeda bisa masuk ke area tempat kulinernya. Sedangkan bila menggunakan motor atau mobil, kita bisa memarkirnya di tempat parkir yang sudah disiapkan oleh pengelola. Kemudian lanjut berjalan kaki melewati jalanan setapak yang sudah bagus menuju wisata kulinernya 


Terlihat banyak lapak-lapak sederhana. Terbuat dari bambu dan kayu serta atap dari alang-alang. Ibu-ibu penjual sedang sibuk melayani pembeli. Pagi itu cukup banyak menu yang dijual. Ada urap lontong, sate bulayak, pelecing kangkung, nasi campur, nasi daun, nasi kuning, kue serabi, kue lupis dan masih banyak lainnya. Kalau sudah lihat beginian, jadi lupa dan pengen pesen semuanya, hahahaha. 

Untuk harga menunya juga beragam, mulai 5 ribu sampai 15 ribuan. Cukup murah menurut saya. Tempat duduknya juga unik. Ada dari gazebo (berugaq), ada lesehan terbuat dari kayu, ada juga meja kursi dari kayu yang dibuat senyaman kita duduk sambil menyantap makanan.



Berhubung perut sudah lapar, saya memesan seporsi nasi campur seharga 10 ribu. Isinya ada nasi putih, ayam suir, abon ikan, sayur lebui (kacang ecis) dan sambel goreng kacang panjang. Nasi campurnya enak banget. Bumbunya pas dan rekommended buat dicoba. 

Untuk cemilannya saya memesan gorengan yang isinya ada pisang goreng, tahu isi dan tempe goreng. Lumayan buat jadi cemilan sehabis makan nasi campur. 



Biar pagi terasa lebih nikmat nan kece, segelas kopi susu hangat cukup untuk memulihkan tenaga yang habis saat mengayuh sepeda tadi. Total duit yang habis yaitu 20 ribuan. Itu sudah sangat kenyang sekali. Pengen sih nyobain urap lontongnya, tapi rasanya gak mungkin deh. Next time kali ya !.

Setelah menikmati makanan, saya menuju kebun Golden Melonnya yang lokasinya bersebelahan dengan tempat kulinernya. Sayangnya belum waktunya panen, tapi informasinya tepatnya tanggal 14 Agustus 2022 akan diadakan panen raya disini. So, disuruh datang lagi nih.

Btw, Wisata Kuliner Kebun Ayu bukanya setiap hari. Dari jam 6 pagi sampai 10 malam ( info dari salah satu ibu penjual). Buat kalian yang masih bingung mau cari tempat kuliner dengan menu tradisional khas Lombok di akhir pekan atau di hari biasa, datang saja langsung ke Wisata Kuliner Kebun Ayu. Atau buat kalian yang lagi mencari tempat ngopi malam, bisa nongkrong disini. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 30 July 2022

Bertugas sambil jalan-jalan itu menurut saya bonus ya. Semenjak menjadi seorang ayah dan suami yang baik, bisa dibilang waktu buat traveling itu sangat langka. Pengen sih, tapi menjadi seorang imam di keluarga itu jauh lebih berharga, asyiiik (tumben bijak).

Melanjutkan cerita di Sumbawa Besar bulan Juni yang lalu. Ada satu cerita menarik yang pengen saya tulis yaitu tentang hotel terapung. Maksudnya, bukan hotel yang dibangun di atas permukaan air lhoo ya tapi ini sebuah kapal perang milik TNI yang difungsikan sebagai hotel terapung selama event MXGP Samota, Sumbawa.

Kok bisa dijadikan hotel terapung ya ?. Biar gak penasaran, dibaca terus ceritanya sampai selesai. 

Berawal dari ajakan teman (Mas Bama) yang mengantarkan saya dan Mas Anwar kesana kemari selama menjalankan tugas di Kabupaten Sumbawa. Setelah menyelesaikan kegiatan di salah satu rumah sakit pemerintah dan puskesmas, kami bertiga menuju Pelabuhan Badas. Pelabuhan barang dan penumpang yang lokasinya kurang lebih 10,5 kilometer dari Rocket Motor Circuit Samota. Memakan waktu tempuh kurang dari dua puluh menit menggunakan sepeda motor atau mobil.

Disana ada sebuah kapal besar milik TNI Angkatan Laut yang bersandar selama event MXGP Samota berlangsung. Perjalanan kurang lebih memakan waktu hanya lima belas menit saja melewati jalanan berkelok tepi laut menggunakan mobil pinjeman, hehehe.

Sesampainya di pelabuhan, mobil kami langsung menuju dermaga. Gak ada penjagaan ketat memasuki pelabuhan. Mobil langsung saja menuju dermaga dimana KRI Banjarmasin 592 bersandar. 

Kesan pertama melihat kapalnya dari dekat pastinya takjub banget. Ini kedua kalinya saya mendatangi kapal milik TNI AL yang sebelumnya dulu pernah naik KRI dr.Soeharso yang difungsikan sebagai rumah sakit terapung dan memiliki beberapa tugas termasuk dalam misi kemanusiaan. 

Baca juga : KRI dr.Soerharso 990

Setelah turun dari mobil, kami bertiga gak langsung menaiki anak tangga menuju dek atas KRI Banjarmasin 592. Kami berfoto-foto dulu di area dermaga. Saya tertarik dengan dipasangnya dua puluh bendera dari berbagai negara di pinggir dermaga yang dimana asal dari para kroser yang akan menjajal Rocket Motor Circuit Samota.


Btw, pemandangan di Pelabuhan Badas ini cukup menjadi daya tarik untuk wisatawan yang datang ke pelabuhan ini. Berada di teluk yang dikelilingi perbukitan dan memiliki air laut yang hijau dan biru jernih, membuat pelabuhan yang berada di Kecamatan Labuan Badas, Sumbawa Besar ini cukup kece. 

Setiap harinya Pelabuhan Badas ini sangat ramai disinggahi oleh kapal-kapal barang dan kapal penumpang milik Pelni dengan jurusan menuju Indonesia timur seperti Laboan Bajo, Makassar dan lain sebagainya. Dari informasi Mas Bama sendiri, sehari-hari pelabuhan ini diramaikan oleh truk-truk pengangkut jagung yang sudah diolah menjadi bahan mentah dan kemudian akan diekspor ke luar negeri. Tapi selama MXGP Samota berlangsung, kegiatan pengiriman jagung distop dulu untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penonton khusus yang menginap di kapal ini.

Gak mau dong melewatkan moment begitu saja. Saya pun sangat menikmati berada di pinggiran dermaga sambil minta difotoin oleh Mas Bama (fotografer dadakan) hahaha. Kalau Mas Anwar sih jangan ditanya lagi, koleksi fotonya full di handphone Mas Bama. 

Angin laut cukup kencang. Meskipun cahaya matahari terik tapi gak terasa panasnya karena badan kami terkena angin yang berhembus, asyiiik. Cuaca juga sangat cerah. 

Setelah selesai foto-foto di sekitar dermaga. Kami pun menuju kapalnya. Sempat ragu apakah diperbolehkan naik karena kami gak ada kepentingan. Tapi setelah minta ijin sama salah satu perwira yang berjaga di anak tangga, kami diijinkan naik kapal dan berkeliling. Untungnya masih pakai seragam, jadi dipercaya untuk naik ke dalam kapal, hehehe.

Sejarah KRI Banjarmasin 592

Sebelum mereview apa saja yang ada di dalam kapal selama berkeliling KRI Banjarmasin 592, mari kita belajar sejarah dulu tentang profil kapal ini !. 

KRI Banjarmasin 592 merupakan alat utama sistem senjata (alutsista) kapal perang yang dimiliki oleh TNI AL. Informasi yang saya dapatkan dari sumber terpercaya bahwa KRI Banjarmasin 592 ini memiliki tipe Landing Platform Dock (LPD) 125 meter yang merupakan salah satu produk unggulan dari PT PAL Indonesia bekerjasama dengan Dae Sun Shipbuilding, Korea Selatan. 

KRI Banjarmasin 592 (sumber picture: Kompas.com)


Kapal perang ini diresmikan pada tahun 2009 dan otomatis masuk dalam jajaran TNI AL dimana proses penyerahannya dilaksanakan oleh Menteri Pertahanan saat itu Bapak Purnomo Yusgiantoro kepada TNI AL di dermaga divisi kapal niaga PT PAL, Ujung, Surabaya.

Sama seperti kapal jenis LPD lainnya, KRI Banjarmasin 592 memiliki kemampuan menampung 5 unit helikopter dimana 3 helikopter di dek dan 2 helikopter di dalam hanggar. Selain itu mampu mengangkut 22 tank, kombinasi 20 truk dan 13 tank, 560 pasukan dan 126 awak.

Kapal perang dengan panjang 125 meter dan lebar 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi Operasi Militer Selain Perang atau disingkat OMSP, seperti membawa logistik ke daerah bencana alam, operasi kemanusiaan dan lainnya. 


Infonya lagi, kapal perang ini memiliki berat 7.300 ton dan dapat berjalan dengan kecepatan maksimal hingga 15,4 knot. Kapal ini juga dipersenjati dengan satu unit meriam kaliber 57 mm dan 2 unit meriam kaliber 40 mm. 

Kalian pasti penasaran kenapa dinamakan KRI Banjarmasin 592. Kapal peran ini merupakan salah satu dari empat kapal LPD yang dipesan TNI AL. Dua unit kapal dibuat di Korea Selatan yaitu KRI Makasar 590 dan KRI Surabaya 591. Sedangkan dua unit lainnya dibuat di galangan kapal PT PAL Surabaya yaitu KRI Banjarmasin 592 dan KRI Banda Aceh 593 dengan prinsip Transfer of Technologi (ToT) dengan pengawasan para ahli dari galangan kapal Dae Sun Shipbuilding, Korea Selatan. 

Pemberian nama Banjarmasin berasal dari bentuk penghormatan atas perjuangan masyarakat Kalimantan Selatan pada masa kemerdekaan. Selain itu sebagai wujud nyata menyatukan TNI AL dengan masyarakat Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin. Nah sudah gak penasaran lagi kan kenapa nama kapal ini KRI Banjarmasin 592.

Pengalaman Pertama berkeliling KRI Banjarmasin 592

Yang saya lihat saat berkeliling kapal perang ini, perasaan pertama wow banget. Di dalam kapal ada dua unit kapal yang berukuran agak kecil. Baru pertama kali saya melihat isi dari kapal perang ini. Gak hanya itu saja, salah satu ruang tidur pasukan juga sangat rapi, bersih dan wangi. 

Dengan cat semuanya berwarna abu yang menjadi ciri khas kapal perang TNI AL ini terlihat sangat kokoh sekali. Sayangnya belum dapat kesempatan berlayar bersama kapal ini. Sudah dibayangkan betapa gagahnya kapal perang ini membelah gelombang disaat berlayar. 




Kapal perang ini merapat di Pelabuhan Badas sudah menyiapkan empat ratus hingga lima ratus tempat tidur bagi penonton MXGP Samota yang gak dapat penginapan karena sudah full. Bagi yang menginap di kapal ini, bisa menggunakan shuttle bus atau mobil jemputan menuju sirkuit. Gak dipungut biaya alias gratis.

Pengennya sih ikut menginap di kapal perang ini. Seperti apa sih kesan bermalam di kapal ini ?. Pastinya seru. Sayangnya saat itu tempat tidur sudah terisi semua. So, harapan itu pupus juga. Gak apa-apa, terpenting sudah pernah naik ke atas kapalnya. 

View yang dapat kita lihat dari atas kapal ini yaitu panorama Pelabuhan Badas sendiri. Dari kejauhan juga terlihat pinggiran Kota Sumbawa Besar, Jembatan Samota yang sempat viral dan kerennya dari atas kapal ini, kita bisa lihat Rocket Motor Circuit Samota lhoo. 

Selain menjadi hotel terapung, kapal perang ini juga menjadi destinasi wisata sejarah bagi masyarakat Sumbawa dan sekitarnya. Banyak warga yang datang ke Pelabuhan Badas untuk melihat dan menaiki langsung KRI Banjarmasin 592 selama event MXGP Samota, Sumbawa. 

Sampai jumpa lagi di lain kesempatan !. Semoga di MXGP Samota tahun depan kita bisa bertemu lagi dengan KRI Banjarmasin 592 atau KRI lainnya yang bertugas menjadi hotel terapung esok hari.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Sunday, 24 July 2022

Mengunjungi Desa Sembalun, saya rasa gak membosankan. Apalagi tempatnya yang berada di ketinggian menjadikan desa ini sangat diminati banyak orang dari penjuru kota untuk datang sembari jalan-jalan bahkan sampai menginap. Banyak yang menyebutnya Desa Sembalun tempatnya camping terbaik di Pulau Lombok. 

Ada lagi satu cerita seru mengenai Desa Sembalun. Kali ini saya perginya bersama keluarga. Spesialnya lagi perginya bareng istri tercinta dan kedua anak yang sedang lucu-lucunya. Mungkin ceritanya agak sedikit panjang ya. Buat kalian yang kebetulan tertarik membaca blog ini, jangan bosan. Kalau bosan dan capek bacanya, boleh di-skipp saja !. 

Berawal dari keinginan saya dan istri untuk mengajak kedua buah hati buat jalan-jalan ke Desa Sembalun. Pengennya sih datang pas lagi musim buah strauberry karena di desa ini surganya buah yang terkenal dengan rasa asem manisnya ini. Setelah direncanakan dan memilih waktu yang tepat, akhirnya kami menentukan hari yaitu Hari Sabtu-Minggu, dimana hari saya libur ngantor. 

Gak hanya kami berempat saja, tapi bapak ibu mertua dan adek juga ikutan. Awal rencana maunya hanya jalan-jalan seharian di desa ini sambil memetik buah strauberry. Tapi berhubung bawa dua anak kecil, kami berdua putuskan untuk sekalian menginap saja. 

Mencari penginapan di desa ini gak terlalu susah dan gak terlalu gampang. Kami harus menyesuaikan dengan kedua anak kami. Memilihnya harus selektif; nyaman dan aksesnya gak jauh dari jalan besar. Di Desa Sembalun sudah banyak sekali penginapan mulai dari low budget sampai yang mahal ada disini. Disesuaikan dengan selera dan isi dompet kita pastinya,hehehe. 

Butuh seminggu mencari penginapan yang cocok, akhirnya kami mendapatkan sebuah penginapan yang saya rasa sangat cocok buat kedua anak kami. Sebut saja, Exotic Rinjani Lodge. Lokasinya ada di Desa Sembalun Lawang tepatnya di samping kantor Taman Nasional Gunung Rinjani (pintu masuk menuju pendakian Gunung Rinjani). 

Untuk memesan kamarnya kebetulan istri yang pesan melalui whatsapp. Bisa juga memesan melalui platform seperti Tiket.com, Traveloka atau lainnya. Di Exotic Rinjani Lodge terdapat dua jenis kamar. Ada tipe homestay dan bungalow. Kami memesan dua kamar tipe bungalow dengan harga 300 ribu semalam. Bentuk bungalow-nya seperti rumah gitu. Kamarnya pun agak luas dibandingkan tipe homestay. Ada kamar mandi dalam, sudah lengkap dengan air panas dan dingin. Satu hal penting lagi, semua penginapan di Desa Sembalun gak pakai pendingin ruangan ya soalnya suhu di desa ini sudah dingin banget. 

Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Kami berangkat dari rumah sekitar jam sembilan pagi. Sengaja berangkat pagi biar gak buru-buru dan menghindari kehujanan di jalan. Kami menggunakan kendaraan pribadi alias mobil bapak mertua. Jenis mobilnya juga keren yaitu Jeep Catana keluaran tahun 2000-an. Mobil yang khusus didesain di medan yang gak mulus alias offroad.

Melihat dari kondisi jalan yang akan kami lewati nanti menuju desa yang memiliki ketinggian sekitar 1200 mdpl ini, saya rasa dengan menggunakan mobil dengan tipe offroad, sangat bisa sampai ke lokasi. 

Perjalanan dari Kota Mataram membutuhkan waktu tempuh dua jam hingga sampai di Desa Sembalun. Melalui jalur utama lintas Kota Mataram ke Kecamatan Aikmel, Kab.Lombok Timur. Cuaca di Hari Sabtu pagi cukup cerah. Dari Kecamatan Aikmel, mobil kami menuju arah Kecamatan Suela dimana ini merupakan jalur menuju Desa Sembalun. Jalan sudah mulai menanjak pertanda kami sudah berada di ketinggian dan mulai menghadapi rintangan yang sesungguhnya. 

Terlihat dari kejauhan puncak Gunung Rinjani yang sudah dekat dari posisi kami. Mobil mulai jalan pelan dan menanjak. Melewati jalanan berliku dan memasuki hutan dengan deretan pohon-pohon besar. Udara disini sudah mulai sejuk dan dingin. Turunkan kaca jendela mobil dan menikmati sisa perjalanan.

Kondisi jalan semakin menanjak sangat terjal. Untungnya mobil bisa sampai di atas puncak terakhir yang diberi nama Puncak Pusuk, Sembalun. Disini banyak warung kopi dan pengunjung yang beristirahat sambil bersantai. Pemandangan dari atas Puncak Pusuk juga sangat kece. Terlihat dari kejauhan Desa Sembalun, tandanya sebentar lagi kami sampai di penginapan. Sudah gak sabar rasanya.

Setelah beristirahat sejenak sambil mendinginkan mesin mobil, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sembalun. Kondisi jalan yang tadinya menanjak, sekarang kami harus melewati jalanan yang menurun. Disini harus ekstra hati-hati karena turunannya cukup terjal dan berliku. Kondisi mobil harus baik terutama sistem pengereman. Jangan sampai rem kendaraan blong !.

Syukurnya, jalanan menurun berhasil kami lewati dengan mulus. Posisi kami sekarang sudah berada di hamparan persawahan luas dan perkebunan strauberry, Desa Sembalun. Ohya,di Sembalun sendiri terbagi menjadi dua desa yaitu Desa Sembalun Bumbung dan Desa Sembalun Lawang. 

Bila ingin mengenal lebih jauh dan lengkap Desa Sembalun, kalian bisa baca beberapa tulisan saya mengenai Desa Sembalun sebelumnya karena di desa ini banyak sekali destinasi wisata alam yang wajib kalian explore

Baca juga : Mendaki Bukit Pusuk Sembalun

Baca juga : Rumah Adat Desa Beleq Sembalun

Melalui jalanan Desa Sembalun Bumbung, kita sangat dimanjakan dengan pemandangan yang ada di depan mata kita. Terlihat deretan perbukitan yang namanya sudah sangat terkenal di kalangan pendaki. Beberapa diantaranya; Bukit Pergasingan, Bukit Anak Dara, Bukit Nanggi, Bukit Dandaun dan yang lagi ngehits saat ini yaitu Savana Propok yang lokasinya gak jauh dari Puncak Gunung Rinjani.

Selain itu kita terlihat para petani yang sedang bekerja di ladang sawah. Hasil pertanian di Desa Sembalun beragam, ada kentang, wortel, kubis, bawang merah dan yang terkenal yaitu buah strauberry dan kopi. Deretan rumah-rumah warga juga yang sudah lama saya gak lihat. Bisa dibilang hampir dua tahun lamanya saya gak menginjakkan kaki di desa ini.



Setelah melewati Desa Sembalun Bumbung, kami sudah berada di Desa Sembalun Lawang yang artinya pintu masuk menuju Desa Sembalun. Jadi Desa Sembalun bisa diakses melalui dua jalur ya. Bisa melalui jalur Kota Mataram- Kecamatan Aikmel, Lombok Timur dan bisa juga melalui Kota Mataram - Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Baca juga : Explore Bukit Pergasingan Sembalun

Sekitar jam dua belas siang, kami sudah sampai di penginapan. Syukurnya, kedua buah hari gak rewel selama di jalan. Mereka berdua sangat menikmati perjalanan. Yang satunya umur dua tahun dan yang kecil baru umur tiga bulan. 

Sampai di penginapan, kami disambut dengan ramah oleh pengelola penginapan. Setelah melalukan registrasi, kami diantar ke kamar yang lokasinya gak terlalu jauh dari reseptionis. Tempatnya sih kurang lebih cukup nyaman buat kami. Ada beberapa buah bangunan dengan halaman rumput yang begitu luas. Terpenting lokasi penginapan dekat dengan jalan besar dan view-nya sangat kece. Di depan kamar terlihat puncak Gunung Rinjani. Jadi bisa bersantai di teras depan kamar sambil ngopi menikmati view Gunung Rinjani.



Istri dan ibu mertua dibantu adik melanjutkan beres-beres, sedangkan saya dan bapak mertua mengajak dua krucil jalan-jalan ke samping penginapan. Disini view-nya keren, kita bisa melihat semuanya. Terlihat sangat dekat sekali dengan Bukit Pergasingan di sebelah barat dan sebelah timurnya Gunung Rinjani. Di samping penginapan juga ada perkebunan sayur-mayur. 

Jam satu siang, makanan sudah siap. Kami semua menikmati makan siang sebelum beristirahat dan tidur siang. Meskipun masing siang, suhu disini dingin banget kisaran 18-20 derajat. Jadi, jaket atau sweater tetap kami pakai. Begitupun dua krucil, lengkap jaket dan topi kupluknya.

Mau tidur siang tapi gagal. Cukup beristirahat di kamar sambil tiduran sudah cukup memulihkan tenaga untuk keluar sambil menikmati Desa Sembalun di sore hari. Suasana di desa ini sudah sangat ramai. Banyak terlihat para pendaki yang akan bersiap-siap melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. 

Menikmati Kopi Sembalun di Kebon Kupi Sembalun 

Rencana sore itu, kami akan menuju Kebon Kupi Sembalun. Tempat nongkrong baru yang sedang ngehits di media sosial.  Menuju Kebon Kupi Sembalun jalannya gak terlalu mudah. Berada di Desa Sembalun Bumbung, kami harus melalui jalan yang gak mulus. Berhubung penginapan kami berada di Desa Sembalun Lawang, kami harus menuju Desa Sembalun Bumbung terlebih dahulu. Waktu tempuhnya kurang lebih sepuluh menit. Sesampainya di Desa Sembalun Bumbung, kami berbelok ke arah jalanan yang lumayan sempit. Kondisi jalan juga gak sepenuhnya aspal. Bahkan jalannya berbatu dan tanah. Melewati kebun bambu yang cukup rimbun. Jalanan pun semakin menanjak dan berkelok. Bener-bener gak begitu mudah menuju lokasi cafenya. 

Mobil pun gak begitu kuat menanjak berhubung muatan juga banyak. Akhirnya kami memutuskan memarkir kendaraan di bawah cafenya dan kami harus melanjutkan berjalan kaki sambil sedikit mendaki. Lumayan olahraga nih sore-sore. Terlihat sebuah cafe yang berada di ketinggian sekitar 1277 mdpl. Dari sini kita bisa melihat view Desa Sembalun Bumbung dan Bukit Anak Dara dari kejauhan. 




Udara semakin dingin, jaket dan mantelpun tetap melekat di tubuh. Kami sudah berada di depan halaman cafenya. Terlihat penampakannya cukup nyaman. Kami harus menaiki anak tangga untuk menuju area cafe. Disini kami disambut dengan hangat oleh para pegawai cafenya yang hampir semuanya laki-laki. 

Konsep yang dipakai di Kebon Kupi Sembalun ini yaitu outdoor. Alasan memilih konsep ini yaitu letak geografisnya. View yang dijual juga sangat kece yaitu panorama Desa Sembalun dengan petak sawah dan deretan perbukitan. Udara disini pun sejuk, jadi sangat nyaman berlama-lama bersantai disini sambil menikmati menu yang ada. 

Salah satu spot yang menjadi daya tarik disini yaitu Jembatan Kacanya. Kita harus membayar 10 ribu per orang (dewasa) untuk berfoto disini. Letaknya ada di atas cafenya. Untuk keamanan sudah dijamin aman untuk pengunjung. Kaca yang digunakan juga memang dikhususkan untuk jembatan kaca. Sangat tebal dan aman buat diinjak. Tapi meskipun aman diinjak, saya agak ngeri-ngeri sedap berjalan di atas kaca sambil melihat penampakan di bawahnya. So, demi sebuah foto bagus, rasa takut dihilangkan dulu. Mari kita menikmati moment yang ada di depan mata.

Es Kopi Susu Kebon Kupi


Sudah berada di Sembalun, gak lengkap rasanya kalau gak nyobain kopinya. Salah satu yang terkenal di Sembalun yaitu Kopi Sembalun yang katanya memiliki cita rasa yang kuat dan nendang. Kebon Kupi Sembalun menawarkan berbagai macam minuman kopi. Saya pun memesan Kopi Susu Kebon Kupi yang bahan dasarnya yaitu es Kopi Sembalun dengan campuran susu putih dan gula aren. 

Sedangkan yang lainnya memesan beberapa minuman antara lain Kopi Tubruk, Orange Squash dan Juice Avocado (Alpukat). Kami sengaja gak memesan makanan karena rencananya mau makan di tempat lain setelah dari Kebon Kupi Sembalun. Mungkin di lain kesempatan, saya akan datang lagi kesini bersama anak istri untuk mencicipi beberapa makanan favorit pengunjung disini. Doain saja semoga bisa balik lagi ke Kebon Kupi Sembalun. 

Next, hari sudah semakin gelap, saatnya balik ke penginapan !.


Menikmati Sunrise dari Desa Sembalun

Keesokan paginya, saya dan lainnya sudah bangun. Setelah menunaikan shalat subuh. kami keluar kamar untuk menghirup udara dingin pagi Sembalun. Kami berjalan-jalan di sekitaran penginapan. Untungnya di penginapan kami, terdapat halaman yang sangat luas. Ada halaman samping juga yang seukuran lapangan sepakbola. Disini kami bisa menikmati Puncak Gunung Rinjani secara utuh tanpa ada awan putih menyelimuti. Dari arah timur, tampak cahaya kemerahan dari balik perbukitan. Sebentar lagi terlihat matahari terbit. Benar-benar pagi yang sangat indah. Semuanya pun senang dan menikmati. 

Paginya, kami diberi sarapan nasi goreng dan teh hangat. Ini sudah satu paket dengan harga per malamnya. Rasa nasi gorengnya pun cukup enak. Tapi jangan kelamaan dimakan ya. Keburu nasi gorengnya dingin. Kalau sudah dingin namanya es nasi goreng,hahahhaa. 


Di akhir cerita kali ini, sebelum balik ke Kota Mataram, kami menyempatkan untuk membeli oleh-oleh yaitu buah strauberry dan sayur-sayuran. Rencananya mau petik strauberry tapi berhubung waktu sudah agak siang, kami putuskan untuk membeli strauberry saja di sepanjang jalan Desa Sembalun. Kebetulan lagi musim panen, strauberry harganya gak terlalu mahal. Beda dengan sayuran, harganya cukup mahal seperti kentang dan wortel. 

Sambil menunggu para emak-emak belanja, saya dan bapak mertua ngopi pagi sejenak di lesehan belakang warungnya. Disini view-nya cukup kece yaitu melihat para petani yang sedang bekerja di sawah dan beberapa pengunjung yang berlalu-lalang di sepanjang jalan Desa Sembalun. 

Over all, cerita menginap semalam di Desa Sembalun sangat menyenangkan. Apalagi ini pertama kalinya kedua buah hati kami ajak ke Desa Sembalun. Syukurnya mereka berdua sangat menikmati dan gak rewel. Alhamdulillah kami semua selamat dengan keadaan sehat sampai di rumah tercinta.

Informasi tambahan bila kalian yang akan ke Desa Sembalun dari Bandara International Zainuddin Abdul Madjid atau Pelabuhan Bangsal bisa menggunakan jasa Damri. Untuk jadwal dan tarifnya kalian bisa langsung akses website resmi dari Damri. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra





Saturday, 16 July 2022


Semenjak pelayaran perdananya pada tanggal 9 September 2021 lalu, saya sudah tertarik ingin mencoba kapal cepat yang melayani rute Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) menuju Pelabuhan Pototano (Sumbawa Barat). Kapal cepat yang bernama KSB Express Tenggara Satu ini diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal; Bupati Kab.Sumbawa Barat, HW Musyafirin dan pihak terkait.

Kapal cepat ini mulai dioperasikan di dermaga F3, Pelabuhan Kayangan. Dulunya kapal ini melayani para pekerja tambang PT.Aman Mineral (Eks Newtmon) yang akan menyeberang dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Benete, Sumbawa Barat begitu sebaliknya. Kapal cepat milik perusahaan PT.Surya Samudra Jaya Perkasa tersebut dibuat di galangan Australia. Lokasi pembuatannya dikenal sebagai tempat membuat kapal cepat terbaik. KSB Express Tenggara Satu ini memang bentuknya dirancang menyesuaikan dengan kondisi perairan di Selat Alas yang cukup kencang arusnya.


Btw, ini masih ada hubungannya dengan tulisan sebelumnya yaitu nontong langsung MXGP Samota di Sumbawa Besar. Jadi saya dan mas Anwar melakukan perjalanan yang cukup asyik dan menyenangkan, kerja sambil liburan. Buat yang belum membaca tulisannya, wajib dibaca dulu biar gak ketinggalan kapal cepat ini !,hehehe 

Kami berdua dapat tugas melakukan kegiatan dinas dari kantor kami. Nah, kebetulan juga kita juga lagi disibukkan dengan persiapan pergelaran ajang balapan motor bergengsi di dunia, MXGP Samota. Sekali menyelam minum air, kami dapat jalan-jalan juga sambil bertugas. 


Gimana cara kita memesan tiket kapal cepat KSB Express Tenggara Satu ?

Perjalanan dimulai dari Kota Mataram menuju ujung timur Pulau Lombok. Saya sudah memesan travel untuk mengantar kami berdua ke Pelabuhan Kayangan menuju dermaga F3 kapal cepat. Nomor travelnya saya dapatkan dari temen yang sering menggunakan jasa travel kapal cepat ini. Setelah dikontak sehari sebelumnya, saya dijemput di rumah sekitar jam tujuh pagi. Perjalanan memakan waktu dua jam (normal) sampai pelabuhan. 

Jadi travel ini khusus untuk penumpang kapal cepat yang berangkat dari Kota Mataram dan sekitarnya. Kendaraan yang digunakan juga sangat bervariasi. Ada Avanza, Xenia dan paling banyak menggunakan Kijang Inova. Satu mobil maksimal bisa enam orang penumpang. Jadi lebih nyaman gitu. Kondisi mobil travelnya juga sangat baik dan supirnya ramah-ramah. So, kita gak perlu khawatir ketinggalan kapal cepatnya karena yang sudah pesan travel, sudah terdaftar sebagai penumpang dan kita ditunggu sama kapalnya maksimal telat setengah jam. Lebih dari itu terpaksa ditinggal. 

Untuk tarifnya saat itu 65 ribu, itu sudah diantar sampai dermaga kapal cepat. Tapi kami berdua mengambil tiket terusan sampai Sumbawa Besar. Jadi total tarifnya yaitu 200 ribu dengan rincian 65 ribu travel Kota Mataram - Pelabuhan Kayangan, 70 ribu tiket kapal cepatnya dan 65 ribu travel Pelabuhan Pototano - Sumbawa Besar. 




Perjalanan pagi itu cukup lancar meskipun di beberapa titik terjadi kemacetan karena ada pasar tumpah. Mobil kami melaju dengan cepat biar para penumpang gak terlambat. Jadwal keberangkatan kapal cepatnya ada dua kali dalam sehari dari Pelabuhan Kayangan yaitu pukul 10.00 pagi dan 17.00 sore. Sedangkan dari Pelabuhan Pototano juga dua kali sehari yaitu pukul 08.30 pagi dan 14.30 siang (noted).

Setelah mobil kami sampai di dermaga F3, Pelabuhan Kayangan, kami segera dipersilahkan turun dari mobil menuju loket tiket untuk mengambil tiket kapal cepatnya. Disana sudah menunggu petugasnya dan kami didata terlebih dahulu. Nama-nama penumpang sudah tercatat di dalam buku daftar penumpang, termasuk nama saya dan Mas Anwar sudah ada. Setelah membayar sejumlah 200 ribu, kami mendapatkan dua lembar tiket sampul dan satu kartu. Untuk tiket sampulnya bisa kami simpan, sedangkan kartunya nanti diserahkan kepada petugas kapal saat memasuki kapalnya. 

Setelah tiket kapal sudah di tangan, para penumpang travel dipersilahkan masuk ke dalam mobil lagi untuk diantar menuju dermaga. Kece nih, jadi kami gak capek jalan kaki menuju dermaga yang jaraknya sekitar seratus meter. Apalagi saat itu kami sudah kesiangan sampai di pelabuhan. 

Cuaca pagi itu sangat cerah, jam tangan sudah menunjukkan pukul 10.15 pagi. Berarti kami datangnya agak telat dan ditunggu oleh kapalnya. Saya dan Mas Anwar menjadi penumpang terakhir yang memasuki kapal. Untungnya masih sempat foto-foto di dermaganya.  Kabar baiknya lagi, seluruh ABK kapal semuanya ramah-ramah. Gak ada yang pasang muka cemberut meskipun model penumpangnya seperti kami, hahahaha. 





Fasilitas KSB Express Tenggara Satu 

Kapal cepat akan segera diberangkatkan, saya pun sudah berada di dalam kapal. Kesan pertama memasuki ruangannya; adem, wangi dan bersih. Kursi penumpangnya pun rapi dan bersih dengan warna full biru.  Kapal ini terdiri dari dua tingkat yaitu dek bawah dan dek atas. baik di dek atas maupun bawah, ruangannya full AC ya.  Untuk menuju dek atas, ada tangga yang safety. Di dek atas ada ruang indoor, outdoor dan ruang kemudi. Di outdoornya, kita bisa menikmati perjalanan sambil menikmati angin laut. Ada beberapa tempat duduknya juga, jadi kita bisa bersantai-santai dan berjemur juga.

Saya memilih mencari tempat duduk di dek bawah saja biar gak terasa goncangan di tengah laut nanti. Untuk seat penumpang oke banget. Empuk, agak lebar, ada sandaran tangan dan seatnya agak tinggi jadi bisa untuk sandaran kepala. Di bawah kursi ada life jacket (jaket pelampung) untuk kondisi darurat selama perjalanan. Jumlah seat penumpangnya kalau gak salah 200 seat, jadi bisa memuat 200 penumpang sekali jalannya. 

Di tengah ruangan juga ada rak besar buat taruh barang bawaan. Jadi untuk yang bawa koper, tas besar dan oleh-oleh dalam dus juga bisa menaruhnya disini. Dipastikan aman dan kita bisa nyaman duduk di kursi tanpa dirempongin dengan barang bawaan. 

Fasilitas lainnya ada layar LED buat nonton film dan ada toilet yang sangat bersih dan wangi. Disini kita bisa buang air kecil dan besar lhoo. Jadi gak perlu khawatir kalau perut mules, bisa duduk santai sambil merenung di dalamnya (skip).  Kapalnya sangat terawat sekali dan sejauh ini pelayanan yang diberikan sangat memuaskan. 









Menikmati Pelayaran Menyeberangi Selat Alas 

Sekitar pukul 10.20 WITA, kapal cepat segera meninggalkan dermaga F3 Pelabuhan Kayangan. Tali pengikat segera dilepas dan seluruh kru kapal menjalankan tugasnya dengan baik. Kapal berjalan perlahan-lahan keluar dari Teluk Labuhan Lombok, Lombok Timur. Viewnya cantik sekali dengan latar puncak Gunung Rinjani dan air laut yang biru. 

Setelah keluar dari perairan teluk, kapal perlahan-lahan menambah kecepatan. Informasi dari salah satu kru kapal yang saya tanyain saat itu, kapal cepat ini bisa berjalan dengan kecepatan paling maksimal itu 20 knot di saat air laut lagi tenang. Kalau ada gelombangnya, kecepatan bisa diturunkan. Namanya kapal cepat meskipun ada arus dan gelombang, tetap dihantam karena moncong kapal cukup runcing. Mantap nih !. 


Saya dan Mas Anwar gak mau duduk diam di seat masing-masing. Berhubung ini pengalaman saya menggunakan kapal cepat ke Sumbawa, jadi gak mau kehilangan moment. Kamera sudah siap mendokemtasikan setiap moment. Kami berdua beranjak dari seat menuju dek atas dan berada di bagian luar. Menikmati angin pantai dan view di sekitar. Kapal cepat melewati dermaga kapal ferry dan beberapa kapal ferry yang sedang melakukan docking. Buat kalian yang naik kapal cepat ini, rekomendasi untuk berfoto di dek luar. Pemandangannya kece banget dengan latar puncak Gunung Rinjani. 

Awal laut sangat tenang, tapi saat kita berada di pertengahan, arus dan angin laut cukup kencang. Saya dan Mas Anwar memutuskan untuk kembali ke seat masing-masing. Kapal mulai oleng dan menghantam beberapa ombak yang datang. Kecenya, kecepatan kapal gak berkurang. Buat yang doyan mabuk, harap siapkan kantong plastik kalau terjadi hal yang gak diinginkan. Jujur, saya tumben merasa mual tapi kondisi tetap aman. So, jadi obatnya saya memesan kopi susu hangat biar gak terlalu mual. 

Mari ngopi !




Sampai di Pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat

Kurang lebih 30 menit perjalanan, kapal sudah sampai di Pelabuhan Pototano. "Kok cepet sekali !". Namanya juga kapal cepat, jadi harus cepat sampai biar cepat bertemu pujaan hati di kampung halaman, hahahaha. 

Gak seperti menggunakan kapal ferry yang membutuhkan waktu tempuh dua jam perjalanan dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Pototano. Kapal cepat mampu memangkas waktu lebih singkat yaitu 30 - 40 menit perjalanan. Buat kalian yang ingin cepat sampai, bisa menggunakan kapal cepat ini selain pilihan pesawat pastinya. 

Kapal menurunkan kecepatan dan berjalan perlahan-lahan menuju dermaga desa Pototano yang lokasinya berdekatan dengan Pelabuhan kapal ferry Pototano. Terlihat dari kejauhan, di dermaga sudah banyak orang yang menjemput dan kendaraan travel yang sudah menunggu penumpang. 

Viewnya gak kalah kece dengan di Lombok ya saat kapal berangkat. Dari atas kapal kita bisa melihat Pulau Kenawa, Pulau Namo, Pelabuhan Pototano dan perbukitan khas Pulau Sumbawa. Jujur, saya masih belum puas naik kapal cepat ini. Rasanya pengen pakai kapal cepat ini lagi saat balik ke Pulau Lombok nanti.

Setelah kapal cepat merapat di dermaga dengan sempurna, para penumpang dipersilahkan untuk turun dari kapal. Jangan lupa cek semua barang bawaan. Jangan sampai ada barang kita yang tertinggal. Satu per satu penumpang turun dari kapal dan menuju jemputan masing-masing. Saya dan Mas Anwar mencari mobil travel yang menuju Kota Sumbawa Besar. 

Jadi disini ada beberapa jurusan travelnya ya. Ada yang ke Taliwang, Jereweh (Sumbawa Barat), Alas, Buer, Utan dan yang paling timur ke Sumbawa Besar. Harga travelnya juga bervariasi (bisa lihat daftar harga di foto atas). Gak lama mencari, akhirnya kami berdua sudah mendapatkan mobil travel yang mengantarkan kami ke tujuan. Di dalam mobil ada lima penumpang dengan tujuan yang sama. Bismillah, melanjutkan perjalanan !.

Over all, saya sangat puas dengan pelayanan kapal cepat KSB Express Tenggara Satu ini. Kondisi kapal juga lumayan besar dan baik. Ruang penumpangnya adem, bersih dan wangi. Toilet juga bersih dan terawat. Seat juga sangat empuk dan nyaman. Fasilitas lainnya juga sangat baik. Para kru juga sangat ramah kepada penumpang. Satu lagi, kopi susunya sangat enak dan murah. 

Saya berharap kedepannya banyak penumpang yang akan menyeberang dari Pulau Lombok menuju Pulau Sumbawa menggunakan kapal cepat. Dari segi pelayanan sangat oke. Harga tiket kapalnya juga terjangkau yaitu 70 ribu saja. Kalau ambil paket dengan travel juga cukup terjangkau sesuai pilihan paketnya. Bisa menjadi pilihan tercepat sampai di kampung halaman. 

Untuk Pemda, saya berharap jadwal keberangkatan kapal cepat juga perlu ditambah. Jadi kami bisa leluasa memilih waktu penyeberangan. Kalau bisa juga armada kapal cepatnya ditambah pak !. Amin

Penulis : Lazwardy Perdana Putra