Friday, 22 October 2021


Kasus positif Covid-19 sudah mulai menurun, kesembuhan sudah meningkat, program vaksinasi sudah mencapai target dan level pun sudah turun ke level aman. Angin segar buat kita yang sudah hampir dua tahun dilanda ketakutan oleh namanya Covid-19.

Tempat-tempat keramaian sudah mulai diperbolehkan dibuka buat umum. Destinasi wisata di beberapa daerah juga sudah mulai ramai dikunjungi. Gairah masyarakat untuk keluar rumah juga sudah meningkat. Perlahan kita semua sudah mulai terbiasa dengan kondisi saat ini. Terpenting tetap menjaga prokes yang ditetapkan pemerintah. 

Kabar gembira lagi, di Pulau Lombok dalam hitungan hari ini akan digelar event internasional yaitu World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Kuta, Lombok Tengah.  Btw, kalian tau kan WSBK ?. Bagi penikmat dunia balap, pasti sudah familiar dengan ajang balapan motor tahunan ini. Yah, mirip-mirip Motogp lah. Hanya saja pembalapnya yang berbeda (yaiyalah berbeda, masak mau disamain). Kalau gak ada halangan, WSBK akan digelar di Lombok pada tanggal 19-20 November 2021. 

Btw, soal WSBK 2021 yang akan digelar dalam hitungan hari ini, gak kebayang Pulau Lombok akan dikunjungi dari berbagai penjuru dunia. Betapa ramainya para tourist yang akan datang ke Lombok untuk menyaksikan pembalap kesayangan mereka bertarung. 

Kita sebagai warga Indonesia, khususnya Pulau Lombok, harus siap menjadi tuan rumah yang baik buat tamu kita. Segala persiapan sudah mencapai tahap akhir. Sarana prasarana sedang on proses. Pengerjaan sirkuit juga sudah dalam tahap final. Semoga sebelum event berlangsung,  semuanya sudah siap dan membanggakan negeri kita tercinta ini. 

Kenapa sirkuit kelas dunia dibangun di Pulau Lombok ?. Kalau itu saya gak berani jawab. Khawatirnya ada yang keliru dari pernyataan yang saya tulis disini. Pastinya Pulau Lombok memiliki destinasi wisata alam yang sangat kece. Bisa dibilang paket lengkap meskipun disini gak ada kereta atau MRT. Tapi pulau ini memiliki keindahan alam yang gak semua daerah miliki (sombong dikit). Salah satunya sunset point di Pulau Lombok sudah terkenal sampai penjuru dunia. 




Gak usah jauh-jauh pergi untuk menikmati sunset. Hanya sepuluh menit dari rumah, ada sebuah pantai yang rekommended dijadikan tempat untuk menikmati sunset, sebut saja Pantai Lembayung Kuranji, Lombok Barat. Pantai yang masih asing ditelinga para travelers ini memiliki tempat untuk menikmati sunset yang kece lhoo. Untuk jalur menuju pantai ini, nanti saya cantumkan google mapsnya di akhir tulisan. 

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya pas weekend, saya mengajak keluarga datang kesini. Pertama, karena penasaran sama tempatnya. Kedua, memang pengen nyari tempat dan suasana baru menghabiskan weekend bareng keluarga. Kebetulan bapak mertua dan adik ipar juga ikutan. Wah, pastinya semakin rame nih. 

Pantai Lembayung Kuranji berada di Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Kurang lebih delapan kilometer dari pusat Kota Mataram. Dulunya pantai ini hanya dikenal sebagai perkampungan nelayan. Hanya ramai dikunjungi disaat hari libur atau Hari Minggu saja. Tapi sekarang pantai ini didatangi setiap hari oleh pengunjung untuk duduk sambil bersantai di atas pasir, menunggu sang senja datang. 

Pantai Lembayung Kuranji gak seterkenal pantai-pantai berpasir putih yang ada di Pulau Lombok. Meskipun memiki pasir yang berwarna hitam, tapi pantai ini nyaman buat jalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin pantai. Kecenya pantai ini memiliki puluhan deretan pohon cemara. Sehingga kalau siang hari, di pantai ini sangat teduh. 

Apalagi sekarang sudah banyak cafe-cafe kece dibuka. Salah satu yang kami kunjungi yaitu The Lumiere Kuranji. Pertama kali melihat cafe ini di instagram. Saya tertarik ingin mencoba menu baksonya. Katanya sih baksonya enak. Oke, sebelum ngebahas baksonya, kita bahas tempatnya dulu ya. 



Sesampainya di area parkir yang berada di sebelah selatan dari perkampungan nelayan Desa Kuranji, kami disambut oleh karyawan dari The Lumiere Kuranji. Kebetulan lokasi cafe ini berada di posisi paling depan diantara deretan cafe-cafe lainnya. Kami langsung mencari tempat duduk. Kebetulan sore itu masih belum ramai oleh pengunjung. Gak ada juga yang sedang pacaran disini (apaan sih ?). Masih ada tempat duduk yang berada persis di depan pantai tepat di bawah pohon cemara. Biar gak terhalang oleh pengunjung lain saat menikmati moment matahari terbenam. 

Yang paling asyik di cafe ini, bean bagnya bersih. Varian warna bean bagnya juga cerah meriah. Cuaca sore itu juga cukup cerah. Angin pantai juga gak terlalu kencang. Hari yang indah menurut saya. Ketika matahari masih agak tinggi. Saya, istri dan Kenzi, memilih jalan santai di pinggiran pantai. Deburan ombak juga gak terlalu besar. Kondisi sangat aman. 

Melihat anak-anak kecil yang sedang bermain air. Ada juga beberapa ekor kuda yang ditarik oleh si empunya. Setelah ditanya, ternyata kudanya bisa disewakan untuk pengunjung yang mau menaiki kuda sambil berjalan mengitari pantai. Harga sewa sekali jalan itu 20 ribu. Cukup murah sih, tapi sepertinya masih pada takut naik kuda yaak. Pengen sih naik tapi kasian kudanya gak terlalu besar dibandingkan jika saya yang naik,hahaha. Lain kali saja !.






Suasana saat ini memang sangat pas buat menikmati matahari terbenam. Sambil menunggu senja tiba. Saya memesan seporsi Bakso Lumiere yang katanya enak. Sedangkan istri memesan kentang goreng dan mie goreng buat Kenzi. Bapak mertua hanya memesan kopi karena beliau sudah makan di rumah. Untuk minumannya, kami pesan bervariasi. Ada kopi, teh hangat, es teh, es jeruk dan  jus alpukat.

Untuk Bakso Lumiere nya, ternyata beneran enak. Kuahnya nendang banget, daging baksonya juga empuk. Gurih dan gak kenyel seperti bakso pada umumnya yang biasa saya makan. Bener-bener lumiere dimulut. Porsinya juga pas, gak banyak ataupun sedikit. Harganya juga terjangkau yakni 15 ribu saja. 

Saya sih pengen ngomentarin Mie Gorengnya. Rasa mienya sama seperti mie goreng Ind**mi yang biasa kami makan. Jadi, gak ada rasa yang spesial buat saya pribadi sih. Untung ada telur mata sapi dan kerupuk yang menambah rasa. Mengenyangkan buat Kenzi dan istri. 



Over all, pelayanannya cukup memuaskan. Tempat bersantainya juga nyaman. Apalagi kami sengaja bersantai disini sampai langit sudah gelap untuk menikmati cahaya lampu cafe yang teduh, menambah suasana menjadi romantis, Assyiiikk. Angin laut juga bersahabat, buat Kenzi betah disini. Pantainya pun sangat bersih. Menu-menu yang ada juga cukup terjangkau di kantong anak-anak sekolah. 

So, The Lumiere Kuranji atau tepatnya di Pantai Lembayung Kuranji, bisa dijadikan referensi buat kalian apabila ingin mencari tempat bersantai dan suasana baru untuk menikmati sunset terkece yang ada di Pulau Lombok. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 2 October 2021

Pertama-tama saya mengucapkan Selamat Hari Kopi Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2021 lalu. Gak mau melewatkan moment dong. Saya bareng kedua teman kantor yakni Mas Anwar dan Mas Jirin berencana untuk pergi ngopi ke sebuah cafe yang baru saja launching di September ini. Sebut saja namanya Konyu Coffee dan Space. 

Lokasinya gak jauh dari kantor, bahkan beberapa kali saya melewati tempat ini saat pulang kantor. Karena penasaran gimana sih suasana di Konyu Coffee dan Space, akhirnya rencana pergi ngopi sepulang kerja terealisasi juga. Jam tangan sudah menunjukkan lima sore. Setelah bereskan dokumen dan laptop di atas meja, kami langsung tancap gas menunju lokasi. 

Konyu Coffee & Space berada di Jalan Caturwarga No.44, Kota Mataram. Tepatnya persis di depan Rota Kopi yang beberapa waktu lalu sudah saya review. Buka setiap hari dari jam delapan pagi sampai 10 malam. 

Bisa baca juga di link ini --- > Mencoba Kopi Baru di Rota Kopi



Gak sampai dua menit dari kantor menggunakan motor, kami bertiga sudah sampai di depan area parkir cafe. Ohya guys, ini bukan ngendorse lhoo ya. Ini murni saya hanya ingin menikmati suasana ngopi di cafe ini sambilan mereview di blog pribadi saja. Nambah-nambah koleksi review cafe di blog gitu. Meskipun beberapa diantaranya yang sudah saya review akhirnya gulung tikar dan hanya menjadi kenangan saja. Namanya juga bisnis, ada namanya pasang surut. Terpenting yang harus diingat, rezeki itu gak bakalan kemana, tapi harus kita cari guys !. Assyiikk. 

Curhat colongan..... !

Sore itu pengunjung cafe lumayan ramai. Kebanyakan sih anak-anak muda seperti kami gitu yang lagi ngumpul bareng sambil ngopi. Ada juga para cewek-cewek yang sedang asyik ngegosip. Bisa jadi ngegosipin gimana kelanjutan kisah Aldebara dan Andin di film Ikatan Cinta, hahahaha. 

Huuussshh.... Kembali ke laptop !.

Setelah memarkirkan motor, kami bertiga langsung masuk ke dalam cafe. Antrian di depan meja bar lumayan panjang. Oke, selama mengantri gak lupa saya berkeliling di area cafenya. Lumayan banyak ruang disini. Konsep dari cafe ini kalau dilihat dari bentuk bangunannya yaitu minimalis dengan campuran arabian. Bisa dilihat dari bentuk pintu dan jendelanya seperti pintu dan jendela rumah orang arab. Kusen pintu dan jendela yang tinggi dan di bagian atas berbentuk melengkung. Konsep yang baru dari cafe yang pernah saya datangi. 





Untuk ruangannya dibagi beberapa ruang. Bagi ahli hisap, gak perlu khawatir. Di Konyu, sudah disediakan ruang outdoor yang cukup kece dengan meja kursi dan ornamen yang minimalis. Ruang outdoornya ada di bagian belakang. Nah untuk ruang indoor ada dua bagian guys. Ada yang menggunakan AC dan tidak. Untuk yang menggunakan AC ada beberapa ruang dan tempatnya asyik banget buat nongkrong. Tersedia sofa panjang buat kita yang ingin bersantai sejenak. Sedangkan untuk ruang indoor yang gak pakai AC bisa digunakan juga buat ahli juga hisap guys. 

Ada juga ruang VIP yang digunakan untuk meeting dengan meja berukuran lebar dan beberapa kursi yang semuanya dari kayu. Lebih privat gitu dan pasti dijamin meeting kalian gak terganggu dan lebih nyaman. Over all, dari bangunannya terlihat simple dengan konsep minimalis dan lantai dari acian saja. Tapi sangat nyaman dan buat betah berlama-lama disini. 


Sampai juga di bagian menunya. Disini gak terlalu banyak menu yang ada. Dan niat kami bertiga hanya ingin menikmati kopinya saja. So, saya dan Mas Jirin memesan Red Mariko Coffee yaitu es kopi dengan campuran sirup strauberry dengan susu putih dan espresso. Kalau Mas Anwar memesan O-Ren Isii Coffee yaitu es kopi dengan campuran gula aren, susu putih segar dan espresso. Katanya barista disini ini es kopi yang best seller alias yang paling banyak dipesan oleh pengunjung. 

Berhubung saat kesana bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia, jadi kami hanya ingin ngopi-ngopi saja. Untuk makannya kebetulan gak ada menu yang kami cari, So kami gak memesan makanan (ngeles saja,hehehe). Tapi herannya, saya gak melihat ada menu khas arabian ya, seperti kebab, kambing guling, nasi kebuli atau roti canai gitu. Yang ada malah menu Japanase gitu. Atau memang ini bukan cafe arabian kali ya. Tapi memang coffee shop dengan konsep minimalis. Koreksi bila saya keliru ya guys, hehehe. 

Ohya, Untuk menu lengkapnya bisa dilihat di atas ya !. 

Mumpung masih baru dan sangat rekommended buat yang sedang mencari suasana ngopi di tempat baru. Gak ada salahnya datang ke Konyu Coffee & Space. Cobain Red Mariko Coffee dan O-Ren Isii Coffee. Kedua es kopi ini buat saya rekommended buat dicoba. Selain rasa kopi espressonya yang sangat nendang, harganya juga lumayan terjangkau yaitu untuk Red Mariko Coffee 28K dan O-Ren Isii Coffee 25K. 

Satu lagi, disaat kita lagi ingin bersantai di cafe atau tempat ngopi, jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan ya guys. Minimal pakai masker dan mencuci tangan setelah menyentuh barang apapun. Covid-19 masih mengintai di sekeliling kita, meskipun kasus sudah mulai berkurang tapi kita harus tetap waspada. 

Penulis : Lazwardy Perdana


Saturday, 11 September 2021

Kalau sudah ceritanya datang ke tempat nongkrong yang asyik nan kece, sudah pasti otak dan tangan gatal untuk mereview bebas tentang tempat dan menu apa saja yang menarik disana.  Hmmm, cerita kali ini masih bertemakan tempat ngopi yang rekommended buat dicoba. 

Berawal dari postingan sebuah tempat ngopi kece di instagram. Bentuknya cukup unik dan berbeda dari lainnya yang pernah saya datangi di Mataram. Berada di  komplek perumahan yang berlokasi di pinggiran kota. Suasananya cukup nyaman dan dijamin buat betah berlama-lama disini. So, jadi penasaran pengen nyobain ngopi disini sambil bersantai. 

Sehabis shalat Jumat,disaat jam istirahat kantor, saya bareng temen blogger juga secara dadakan datang kesini. Rencananya mau nyari tempat yang wifinya kenceng buat kerja. Tapi pas inget ada tempat ngopi baru, otomatis tujuannya ke Kava Coffee & Eatery 2.0 !. Berharap wifinya kenceng, semoga gak zonk. 

Jarak dari kantor ke lokasi gak begitu jauh. Kurang lebih lima menit waktu yang dihabiskan dari kantor ke cafenya. Lokasi Kava Coffee & Eatery beralamatkan di Jempong Baru, Kecamatan Sukarbela, Mataram. Tepatnya di jalan pintu masuk menuju perumahan Graha Lingkar Jempong atau berada persis di samping Kantor Varindo, Kota Mataram. Cafe ini baru launching Juni lalu. Gimana review saya tentang cafe ini, yuuk baca sampai habis ya !. 



Sesampainya di lokasi, kami fotoan dulu di depan cafenya yang terlihat instagramable gitu. Cuaca siang itu cukup terik tapi masih nyaman buat fotoan. Setelah eksis sedikit,  kami langsung mencari tempat duduk. Disini banyak pilihan mau nongkrong dimana. Dibagi dua ruang, ada indoor dan outdoor. Untuk indoornya gak begitu luas tapi okelah. Meja kursinya ala-ala cafe jaman sekarang. Nyaman, adem dan cocok buat kerja di depan laptop. 

Untuk outdoornya, nah ini nih yang buat saya penasaran datang kesini. Terlihat kece karena atapnya seperti tenda sirkus. Tenda besar berwarna putih dengan tiang-tiang yang kokoh sebagai penyangga. Apalagi datangnya menjelang malam, lampu-lampunya kece guys. Disini meja kursinya banyak pilihan. Ada meja bundar dengan empat kursi kayu dan ada bantalan kursinya. Sangat empuk untuk diduduki.  Ada juga setengah sofa terbuat dari kayu. Ada juga berupa lesehan dimana bantal-bantal berbentuk bundar diletakkan di atas rumput dengan dikelilingi meja-meja panjang. Apalagi disini banyak tanaman hiasnya. So,  membuat kita berada di sebuah taman yang penuh dengan tanaman hias nan hijau. 

Di Kava Coffee & Eatery 2.0 juga dilengkapi dengan mushola yang berada di sebelah barat bangunan utama dan toilet yang cukup bersih. Ada panggung live music juga lho. Sayangnya kami datang di siang hari, jadi belum rezeki menikmati live music yang hanya ada di malam hari saja. Lain kali kalau kesini jadwalnya kalau bisa sore sampai malam. Kava Coffee & Eatery 2.0 buka setiap hari dari jam sembilan pagi sampai sembilan malam. Untuk kondisi pandemi Covid-19, bukanya menyesuaikan kondisi dan aturan yang diberlakukan pemerintah setempat. 



Saat kami datang kesini, gak begitu banyak pengunjung yang datang. Mungkin jam siang kali ya, apalagi Hari Jumat. Masih pada baru pulang jumatan. Sedikit saran, kalau datang di siang hari, lebih baik memilih duduk di indoornya saja karena lebih adem. Kalau duduk di luar, terasa panas meskipun sudah dinyalakan kipas angin dengan putaran yang maksimal. Tapi kalau datangnya sore hingga malam hari, enaknya duduk di luar sambil menikmati live music. Itu saran saya saja sih. Selebihnya tergantung selera, hehehe. 

Pelayanannya sejauh ini cukup memuaskan. Dari kami datang, pesan minuman dan cemilan, sampai pesanan datang. Semuanya dilayani dengan cukup baik. Karyawannya juga cukup ramah dan masih muda-muda lhoo (karyawan cewek). Tapi saya sudah ada pasangan, jadi harus bisa jaga mata dan pikiran hahaha... (dasar otak mesum).

Jangan dimasukin dalam dompet,  hanya becanda. Kembali ke laptop!.


Kopi Susu Kava 25K

Kebab Pisang Cokelat 23K

Oke, sudah sampai di review menunya. Hmmm, mulai darimana ya?. Kita mulai bahas minumannya dulu. Saya memesan kopi yang namanya Kopi Susu Kava. Ini es kopi yang dicampur susu dengan gula aren. Untuk porsinya lumayan besar lhoo. Rasanya juga enak, seger dan manis. Cocok diminum siang hari. Satu porsi Kopi Susu Kava seharga 25K. Hmmm, lumayan sih tapi kalau kembali lagi ke rasa dan porsinya, cukup adillah. 

Untuk cemilannya, saya pesan Kebab Pisang Cokelat. Ini termasuk cemilan rekommended buat kalian coba. Saya suka dengan kebab satu ini. Kebetulan juga saya suka dengan pisang dan cokelat. Jadi otomatis pesan ini. Soal rasa gak diragukan lagi. Roti kebabnya lembut dan sedikit kering. Di dalamnya ada potongan pisang yang manis ditambah dengan cokelat. Lumer banget saat kebabnya digigit. Mantap, enak dan buat ketagihan. Satu porsi Kebab Pisang Cokelat seharga 23K. Harga makanan dan minuman disini sudah termasuk PPN lho ya. 

Disini sistemnya pesan makanan langsung bayar di kasir ya guys. Setelah bayar, kita dapat semacam nomor antri yang bisa kita bawa menuju tempat kita duduk. Saya dan teman saya bernama Jirin, memutuskan untuk duduk di outdoor saja karena di indoornya sudah ramai guys sama cewek-cewek yang terlihat sedang fokus kerja di laptop juga. Meskipun agak sedikit panas, tapi disini nyaman juga karena ada angin siwir-siwir. Jadinya agak membantu. Hmmm, memang paling asyik duduk di luar pas sore hari nih. Kapan-kapan dicoba lagi datang sore atau malam hari. 

Gimana, kalian tertarik nongkrong disini. Masih banyak menu-menu lainnya yang wajib kalian coba. Bisa kalian lihat di daftar menu yang saya taruh di bagian atas ya !.

Kerjaan selesai tepat waktu, perut kenyang, dan nongkrong juga puas. Lain kali saya bawa si kecil datang kesini. Keliatannya ramah anak. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Thursday, 2 September 2021

Untuk kesekian kalinya gowes kesini, gak ada kata bosan setiap mengunjungi Desa Tempos. Untung juga semenjak pindah rumah di daerah Kediri, Lombok Barat. Jadi sering banget memilih desa ini untuk tujuan gowes setiap akhir pekan. Jarak rumah ke desa ini hanya membutuhkan waktu dua puluh menit saja dengan mengayuh sepeda kesayangan. 

Pertama kali mengunjungi Desa Tempos, saya dibuat jatuh cinta dengan panorama alamnya yang bagi siapa saja datang kesini, pasti pengen balik lagi. Bisa dibilang Desa Tempos punya paket lengkap. Ada area persawahan yang sangat luas, perbukitan yang membuat udara di desa ini sangat sejuk, perkebunan, memiliki aliran sungai yang airnya cukup jernih dan warga desa disini sangat ramah oleh pengunjung.

Di saat kondisi yang masih membuat kita harus menjaga kesehatan bahkan meningkatkan imun diri sendiri, jalan-jalan ke Desa Tempos menjadi tujuan yang tepat. Datang di pagi hari, kita akan dimanjakan oleh udara yang sejuk disertai dengan kabut yang menyelimuti area perbukitan dan persawahan, melihat aktivitas warga desa hilir mudik, apalagi ke Desa Tempos dengan bergowes membuat jiwa dan raga kita tetap sehat. 


Desa Tempos yang berada di sebelah selatan Kantor Bupati, Lombok Barat ini telah menjelma menjadi jalur favorit para goweser baik dari Lombok Barat sendiri bahkan dari Kota Mataram dan sekitarnya. Memiliki jalur bersepeda yang mulus dengan jalan full aspal. Selain memiliki trek lurus, jalan di desa ini juga ada yang berkelok-kelok dan menanjak. Menjadi tantangan buat para goweser pemula seperti saya.

Di beberapa kesempatan, saya bareng teman-teman kantor pernah menaklukkan jalur dari Desa Tempos sampai Desa Banyu Urip kemudian melanjutkan bersepeda sampai Desa Jembatan Kembar dan balik ke Kota Mataram. Pemandangan yang kami lihat sungguh menakjubkan. Meskipun menempuh jarak kurang lebih empat puluh kilometer, kami sangat senang dan puas bisa merasakan gowes ke desa ini. 

Ceritanya ada disini --- > Gowes Sambil Kulineran di Desa Tempos

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya di awal Bulan Agustus, ada yang baru dari Desa Tempos. Kini, bagi para goweser yang akan bersepeda ke desa ini juga bisa menikmati kuliner yang dikenal dengan sebutan kuliner Mewah (Mepet Sawah). Lokasinya gak jauh dari Kantor Desa Tempos, Lombok Barat. Ide ini berasal dari teman-teman Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tempos. 

Melihat pertama kali di instagram, saya langsung mengontak tim gowes kantor. Minggu depannya kami berempat (saya, Mbak Dien, Mbak Tatik dan Mbak Puri) bersepeda ke lokasi. Meeting point di bundaran Patung Sapi, Gerung dan saya tiba duluan. Lihat jam tangan, waktu masih menunjukkan jam tujuh pagi. Alamat kesiangan nih karena para emak-emak belum nongol juga. Kontak via whatsapp, katanya masih dalam perjalanan. It's oke, saya menunggu sambil menikmati udara pagi nan sejuk. 


Sekitar jam tujuh lewat lima belas menit, semuanya sudah berkumpul. Kami melanjutkan mengayuh sepeda dengan waktu tempuh sepuluh menit saja sampai tiba di lokasi. Bersepeda di bawah sinar matahari pagi serta udara persawahan yang sejuk membuat hati dan pikiran kembali fresh. Dari kejauhan terlihat Gunung Sasak dan Gunung Mareje, kece bener. 

Sesampainya di lokasi, sudah banyak pengunjung yang bersantai di pinggir sawah. Hampir semuanya membawa sepeda masing-masing. Banyak anak-anak muda yang nangkring juga sambil berfoto selfie. Terlihat juga sepeda dan sepeda motor yang terparkir rapi di pinggir jalan. Jalan raya Desa Tempos pagi itu penuh dengan manusia dan sepeda. 



Ide dari adanya Kuliner Mewah ini berawal dari banyaknya orang yang bersepeda ke Desa Tempos baik dari dan luar Lombok Barat. Apalagi Desa Tempos merupakan jalur favorit para goweser untuk memacu sepeda di akhir pekan. Oleh karena itu, anak-anak muda disini melihat peluang besar dengan membuat para tamunya betah berlama-lama di desa mereka. Gak hanya bersepeda saja, tapi bisa menikmati kuliner khas yang ada di desa ini. Ada live musicnya juga lhoo yang dimainkan oleh anak-anak muda desa.

Kuliner Mewah ini adanya di Hari Sabtu dan Minggu pagi saja lhoo. Hadir dari jam enam sampai sembilan pagi. Hampir mirip dengan Car Free Day yang ada di Jalan Udayana, Kota Mataram. Kalau semakin minggu antusias pengunjung yang datang ke desa ini semakin tinggi, bisa jadi akan diperpanjang waktunya hingga sore hari atau mungkin mengambil tanggal merah. Informasi ini saya peroleh saat mewawancarai salah satu anak muda asli dari Desa Tempos. Namanya saya gak sebutkan ya. 



Ngomong-ngomong tetang kulinernya, disini ada empat stand yang saya ingat. Setiap stand menjual jajanan yang berbeda. Ada menjual aneka jajanan pasar dan khas Lombok seperti kue bantal, lupis, serabi dan kelepon. Untuk minumannya, ada kopi hitam, aneka softdrink dan yang paling saya suka disini ada minuman serbat. Apa itu serbat ?. Serbat minuman hangat yang dibuat dari jahe. Mirip seperti wedang asal Jawa. Minumnya selagi hangat, mantap pool. 

Disini juga ada paket-paketnya lhoo. Kalau milih paket 1 dengan membayar 25 ribu, kita mendapatkan fasilitas sepeda, sarapan dan serapi ditambah kopi hitam. Saya kurang paham sama fasilitas sepeda yang dimaksud apa. Maksudnya mungkin tempat menaruh sepeda kali ya?. Informasinya sih seperti itu. Ada juga paket 2 dengan membayar 15 ribu, kita mendapatkan sarapan, kue serabi dan kopi hitam saja. Kalau yang paket 3 bayarnya hanya 8 ribu, kita mendapatkan kopi dan jajanan khas Tempos. 

Hmmm, meskipun ada paketnya, kami bebas mau beli apa saja. Tinggal datangi standnya dan pilih-pilih mau makan apa buat menu sarapan pagi itu. Jangan lupa bayar lhoo ya !. Saya kebetulan melihat jajanan bernama kue bantal, langsung saja saya beli seharga 5 ribu sudah dapat lima biji kue bantal yang isinya pisang. Kue yang terbuat dari ketan putih yang isiannya potongan pisang, lalu dibungkus dengan daun kelapa atau lontar. Dimakan selagi hangat, tambah mantap pool. 

Untuk minumnya saya beli minuman serbat hangat. Serbat di Desa Tempos enak banget. Rasa jahenya pas hangat di tenggorokan. Cocok diminum disaat udara dingin di malam atau pagi hari. Apalagi di Desa Tempos udaranya sejuk, jadi cocok banget minum serbat.  Segelas serbat, saya membelinya seharga 5 ribu saja. Sedangkan teman-teman lainnya, membeli menu yang berbeda. Ada yang membeli nasi bakar. Nah nasi bakarnya yang buat saya penasaran. Lain kali kalau datang kesini lagi, mau cicipi nasi bakarnya. Kata Mbak Puri sih, nasi bakarnya enak banget. Apa beneran enak atau Mbak Purinya lagi laper banget ?. hehehe. 


Nah, disini saya mau kritik fasilitas tempat duduknya. Kalau saya rasa sih, cukup berbahaya kalau meja dan kursi kayu buat pengunjung berada di pinggir jalan. Apalagi lebar jalanan disini gak terlalu besar. Mungkin sedikit saran, kalau dibuatkan semacam gazebo atau saung di pinggiran sawah. Jadi kita juga gak kepanasan kalau berlama-lama disini. Soalnya kalau semakin siang, cahaya matahari semakin menyengat. Bagus sih berjemur, tapi kalau berjemur sambil makan apa enak ?. 

Semoga pengelolaan Kuliner Mewah Desa Tempos ini semakin kesininya semakin baik. Jangan lupa juga selalu menerapkan protokol kesehatan. Saya lihat masih banyak yang gak menggunakan masker dan berkerumun tanpa protokol kesehatan. Disini juga ada tempat mencuci tangan dan sabun, tapi pas saya mau cuci tangan, airnya gak ada alias habis. Mungkin bagi para pengelola harus memperhatikan ini. Terlihat sederhana, tapi sangat bermanfaat untuk banyak orang. 

Ayo, buat teman-teman yang belum sepat gowes ke Desa Tempos, jangan sampai ketinggalan lhoo !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday, 27 August 2021

Menikmati Senja di Tempat Kemarin : Pantai Batas Senja Dua


Hari libur yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam (1 Muharam 1443 H) enaknya di rumah saja kali ya.  Lagipula rasanya pengen rebahan seharian, menghabiskan waktu di rumah bareng keluarga. Ketika lagi tiduran di kamar, ada bunyi whatsapp. Pas cek eh ternyata mantan bos dulu kirim pesan ke saya yang isinya undangan mampir di kedainya. Beliau bersama suami baru membuka kedai yang lokasinya di pantai. Wah, main di pantai lagi kita. 

Namanya Ibu Yanti, beliau memang sejak dulu doyan jalan-jalan sambil kulineran.  Pas kami pernah satu kantor, bisa dibilang beliau bersama suami sering mengajak saya dan teman-teman lainnya mengunjungi tempat yang kece-kece di Pulau Lombok. Seiring berjalannya waktu akhirnya beliau punya kedai sendiri yang terbilang nyaman dan menarik. 

Tepatnya sekitar jam lima sore saya, istri dan Si Kenzi bersiap-siap menuju lokasi. Cuaca sore cukup cerah dan angin gak begitu kencang.  Jalan dari rumah melewati By Pass Bandara Internasional Lombok (BIZAM)  menuju arah BTN Gunung Pengsong, setelah itu melewati Desa Kuranji dan Mapak dengan pemandangan persawahan. Disini jalannya agak kecil ya tapi sudah full aspal. Gak jauh dari Desa Mapak, lokasi kedai sudah dekat. Jarak menuju pantainya gak jauh lagi.

Adapun jalan lainnya menuju lokasi, kita bisa melewati jalan lingkar selatan bagi kaliah dari arah Kota Mataram. Menuju ke arah barat Gedung Asrama Haji, gak jauh dari situ kita bertemu jalan kecil sebelah kiri sebelum Pantai Gading. Belok kiri, masuk ke dalam perkampungan. Disana tanya saja Pantai Batas Senja 2. Warga sana pasti tau.  Btw, bingung gak dengan penjelasan jalurnya ?. Kalau masih bingung nanti saya cantumkan di google maps di akhir cerita. Sabar baca sampai habis !

Lanjut ! 




Menyusuri jalanan aspal dari BTN Pengsong sampai bertemu dengan pertigaan kecil di Desa Mapak. Kami berbelok ke kiri. Nah ini jalannya menuju lokasi tepatnya di Pantai Batas Senja 2. Unik kan namanya. Gak jauh juga dari lokasi atau di sebelah Pantai Batas Senja 2, ada pantai bernama Batas Senja 1 yang terlebih dulu ngehits. Katanya sih diberi nama tersebut karena disini tempat yang romantis untuk menikmati matahari terbenam. Hmmm, buat saya sih dimanapun pantainya kalau bersamamu pasti lebih romantis lagi, Asssyiik !.

Meskipun saya belum pernah ke Pantai Batas Senja 1 tapi Batas Senja 2 sudah mewakili lah karena bersebelahan. Kedua pantai ini bisa dibilang sedang ngehits di kalangan anak milenial yang hobi nyari tempat nongkrong bareng teman atau gebetan. Kalau pergi kencan kesini sih cocok banget tapi harus bawa dompet lhoo ya (buat kaum adam dimana saja berada). 

Menghabiskan waktu kurang lebih lima belas menitan (jalan pelan), kami sudah sampai di parkiran kendaraan. Mungkin karena bukan hari libur Minggu kali ya makanya pantai ini gak terlalu ramai. Bisa jadi karena sedang pemberlakuan PPKM Darurat Level 4 (kayak mie goreng saja), So pantai ini terlihat sepi. It's Oke,  keberuntungan buat kami. Agak sedikit lega, gak banyak pengunjung jadi bisa buka masker agak lama untuk menghirup udara pantai yang segar. 

Sampai di lokasi banyak juga kedai yang buka disini. Kalau gak salah hitung kemarin, sekitar sepuluh kedai dengan keunikan masing-masing. Karena tujuan kami sudah ada yaitu ke kedainya Ibu Yanti, sebut saja Kedai Tempat Kemarin. Berjalan di pinggir pantai sambil mencari kedainya dengan suasana yang aduhai indahnya. Sudah lama gak jalan-jalan ke pantai di sore hari. Apalagi bisa buka masker merupakan kenikmatan yang hakiki. 






Terlihat dari kejauhan, Ibu Yanti melambaikan tangan ke kami. Sesampainya di kedainya, kami disambut dengan hangat. Gak hanya Ibu Yanti saja, ada suami dan anak-anak beliau. Suasana kedai sangat nyaman sekali. Pengunjung juga baru satu rombongan. Hari pertama buka, semuanya masih baru dong ya. Dari bangunan yang berkonsep tropis. Disini disediakan spot untuk berfoto instagramable. Sayangnya belum sempat fotoan disini karena maklumlah bawa si kecil.

Disini tempat duduknya ada dua pilihan, ada duduk beralaskan permadani dengan kelambu dan hiasan lampu menambah suasana menjadi romantis. Bisa juga duduk di atas dipan-dipan beralaskan kain pantai dengan meja cukup besar di atasnya. Disini gak ada kursi ya. Semuanya berkonsep tropis. Duduk santai di pantai sambil kulineran dan menikmati senja tiba di Pantai Batas Senja dua, Asssyik. 





Sampailah kita mereview menu yang kami pesan. Kebetulan gak terlalu banyak menu disini. Saran saja semoga kedepannya menu-menu lainnya juga tersedia. Oke, saya dan istri memesan Chiken Sambal Matah dua porsi dan Siomay satu porsi. Untuk minumnya saya pesan Susu Jahe hangat, sedangkan istri memesan Strauberry Latte. Untuk Kenzi, kami pesankan kentang goreng tapi gak banyak minyaknya. 

Untuk Chicken Sambal Matahnya juara banget. Nasinya pulen dan dihidangkan masih hangat. Potongan ayamnya juga sangat gurih dan dagingnya empuk. Apalagi sambal matahnya juara banget. Ini yang membuat enak, sambal matahnya pas pedasnya dilidah dan kaya akan bumbu. Rekomendasi buat kalian yang akan mampir di Kedai Tempat Kemarin. Seporsi Chicken Sambal Matah yaitu 15K. Cukup murah bukan !. 

Untuk siomaynya lumayan enak, gak terlalu kering dan olahan dagingnya pas. Ukuran satu porsinya cukup banyak. Jadi cukup buat kami bertiga. Satu porsi siomaynya yaitu 12K. Lumayan terjangkau buat kalangan mahasiswa atau anak sekolah. 


Susu Jahenya ini yang saya suka. Jahenya pas hangat ditenggorokan. Susu putihnya juga gak berlebihan. Manisnya juga pas karena saya kurang suka minuman yang terlalu manis karena sudah manis,Assyik !. Secangkir susu jahe saya habiskan, sudah lama juga gak menikmati susu jahe. Apalagi minumnya di pinggir pantai. Secangkir susu jahe seharga 6K. 

Untuk Strauberry Lattenya, gelasnya cukup unik. Mirip sebuah botol kaca dengan diberi penutup. Jadi bisa dibawa kemana-mana. Tapi gelasnya jangan dibawa pulang lhoo ya !,hahaha. Soal rasa ada yang kurang, yaitu rasa manisnya yang kurang. Potongan buah strauberry yang dimixing dengan susu putih sudah enak, tapi kurang manisnya saja. Seportsi Strauberry Latte seharga 14K. 




Syukurnya, Kenzi gak rewel dibawa kesini. Dia sangat enjoy dan senang bermain. Kami sangat menikmati suasana kedai dan pantai Batas Senja dua saat itu. Angin pantai pun gak begitu kencang, deburan ombak yang membuat pikiran menjadi tenang. Langit perlahan-lahan berubah menjadi kuning kemerahan. Tanda waktu senja sudah tiba.

Di Tempat Kemarin kami melihat matahari terbenam dengan indahnya. Lautan berubah warna menjadi hitam keemasan. Lampu-lampu kedai sepanjang pantai sudah dinyalakan. Kami memutuskan untuk stay disini sampai malam karena Kenzi sangat enjoy disini. Sudah lama juga gak nongkrong di tempat yang bagi kami ini sangat ternyaman. Gak banyak orang, bonusnya ya bisa melihat lukisan yang Allah ciptakan. Subhanallah !. Nikmat Allah manalagi yang kamu dustakan (Al-Quran : Surah Ar-Rahman ).

Setelah melaksanakan kewajiban shalat magrib, kami segera pamit ke Ibu Yanti dan keluarga. Over all, kedainya sangat nyaman, pelayanannya juga cukup baik meskipun agak lama sedikit. Tapi saya maklumi karena baru hari pertama buka. It's Okelah !. Para karyawan Kedai Tempat Kemarin juga sangat ramah yang didominasi dengan kaum perempuan semua, kecuali suami dan anak pertama Ibu Yanti, hahaha. 

Ohya, sebenarnya Kedai Tempat Kemarin itu mempunyai menu khusus alias andalan lhoo ya. Menu Grill yang saat ini sedang ngehits di kalangan milenial. Itu lhoo, potongan daging, sosis dan sayuran yang dimasak di atas pan atau wajan. Masaknya beramai-ramai dengan teman atau keluarga. Kalau sudah matang, langsung dimakan menggunakan sumpit atau sendok. Menu Grillnya ada di daftar menu di atas ya !. Lain kali kalau datang kesini, mau coba menu grillnya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra