Sunday 16 June 2024

Family Time : Makan Siang Sambil Bermain Ikan di Cilus Lesehan Mataram


Kalau sudah giliran nulis cerita makan-makan, langsung terasa laper. Nulis cerita sambil ngebayangin makanan yang kita makan kemarin itu rasanya pengen diulangi lagi. Apalagi tempatnya nyaman dan menunya juga enak. 


Beberapa minggu yang lalu, keluarga berencana untuk makan siang di luar sambil ngumpul-ngumpul. Kebetulan ada nenek datang dari kampung untuk berobat di Mataram. Saya ditelpon mama untuk ikut makan siang bareng. Lagian sudah lama gak ngumpul keluarga besar.

 

Berhubung hari libur, saya mengiyakan dan segera bersiap-siap menuju rumah orang tua di Ampenan karena ngumpulnya disana. Anak-anak juga saya suruh mandi. Istri dan saya mandi juga dong biar bersih dan harum.


Mama menanyakan ke saya dan istri, enaknya tujuannya kemana. Mama minta rekomendasi tempat makan sekalian untuk bersantai keluarga sekitaran Mataram saja. Bingung mau makan siang dimana, akhirnya saya memberi saran kalau nyobain lesehan yang berada di pinggiran Mataram.


Pilihan yang random sih, tapi kebetulan saya dan istri belum pernah makan disini. So, boleh dicoba dan semoga pada berkenan semua. Tempat yang saya saranin yaitu Cilus Lesehan. Tempat makan yang sempat viral di awal grand opening-nya beberapa tahun yang lalu.


Dari beberapa review temen-temen yang sudah datang kesini, menunya enak. Tapi ada satu hal menarik dari komentar sebagian orang yang pernah saya baca di beberapa medsos yaitu pelayanannya yang kurang. Karyawannya yang kurang sigap dan pesanan lama datangnya. Itu sebagian komentar yang sempat saya baca dan teman-teman kerja yang sudah datang kesini bareng keluarganya.


Jadi penasaran !. 




Sebenarnya sejak mulai opening, saya dan istri sudah sempat kesini. Tapi selalu full booking alias gak dapat tempat duduk. Akhirnya nyari tempat makan yang lain. Kebetulan juga saat itu saat Bulan Ramadhan. Maklum saja tempatnya baru dan kalau ada tempat baru, pastinya ramai pengunjung.


Hari Sabtu siang, saya, istri dan anak-anak berangkat ke rumah orang tua. Sesampainya di rumah, anggota keluarga lainnya sudah pada sampai rumah. Berhubung sudah laper banget, kami langsung berangkat ke lokasi tempat makan. 


Jarak dari rumah ke lokasi gak begitu jauh. Sekitar sepuluh menit perjalanan, kami sudah sampai di lokasi. Cilus Lesehan beralamatkan di Jalan Arya Banjar Getas, Tanjung Karang, Kec.Ampenan, Kota Mataram. Lebih tepatnya berada di belakang Grand Inn Lombok Hotel.


Untuk menuju ke lesehan, kita harus masuk ke dalam area parkir Grand Inn Hotel. Dari pinggir jalan besar, ada tulisan Cilus Lesehan, nanti masuk aja melewati pintu masuk berupa lorong yang berada di tengah bangunan hotel. Di belakangnya terdapat area parkir yang cukup luas. 


Sesampainya di area parkir, suasana di dalam lesehan kebetulan masih sepi. Hanya ada rombongan kami dan dua pengunjung lainnya. Terlihat juga kendaraan yang terparkir hanya mobil kami saja. Selain itu hanya ada beberapa motor. 


Enaknya kami bisa bebas mau pilih tempat dimana. Tapi sayangnya, ada beberapa tempat yang sudah dibooking pengunjung lainnya karena ada acara gathering disini yang dimulai sore harinya. Untungnya gak semua tempat yang dipakai buat acara. 





Tenang, masih ada tempat duduk yang asyik dan nyaman buat kami dan anak-anak. Pokoknya gak terganggu dengan acara gatheringnya. Disini tempat duduknya berupa berugaq (gazebo) atau saung dari bambu. Tanpa ada kursi, hanya ada meja-meja terbuat dari rotan dan bambu ditengahnya. 


Ada yang untuk kapasitas empat sampai enam orang, ada juga untuk keluarga besar. Di pinggiran saung juga terdapat kolam ikan yang bentuknya memanjang seperti parit atau sungai kecil gitu. Dikelilingi oleh saung/gazebo dan ditengahnya ada taman dengan bunga-bunga. Jadi anak-anak dan saya pun sangat senang bisa duduk santai sambil bermain dengan ikan. 


Kita bisa memberi ikan-ikan tersebut dengan makanan yang sudah disiapkan oleh pengelola lesehan. Aturan disini gak boleh memberi makan ikan sembarangan. Takutnya nanti kolam ikannya kotor. Untuk makanan berupa bulatan-bulatan kecil seperti mutiara gitu dan gratis ya. 


Anak-anak pun sangat senang sekali. Kakak Ken paling antusias memberi makanan ikan. Sedangkan Adeq Nala gak mau kalah, beberapa kali minta makanan ikan. Lalu mereka melempar ke arah kolam yang penuh dengan ikan yang sedang menunggu diberi makanan. Terlihat mulut-mulut ikan yang siap menerima makanan yang dilempar. 





Anak-anak kasi makan ikan, kalau saya cemplungin kedua kaki ke dalam kolam. Rombongan ikan satu per satu gigit kulit-kulit mati kaki saya. Awalnya, rasanya geli tapi lama kelamaan enak juga. 


Selain kolam ikan, fasilitas yang ada disini yaitu kolam renang dewasa dan anak-anak yang berada di area belakang lesehan. Untuk kolam renang, orang dewasa dikenakan biaya 15 ribu sedangkan anak-anak hanya 10 ribu saja.


Ada yang baru juga disini yaitu Flying Fox, kita bisa mencoba terbang dari atas lesehan menggunakan alat pengaman. Wahana yang ini ada paketannya. Bagi kita yang orang dewasa dikenakan biaya 25 ribu, sedangkan anak-anak 18 ribu (harga bisa berubah sewaktu-waktu). Ini berlaku untuk satu kali mencoba ya. Kalau mau nambah, bayar lagi ya guys. hehehe. Cukup mahal sih menurut saya. 


Sayangnya kami gak sempat mencoba kedua wahana tersebut dikarenakan kalau mau berenang, masih siang banget. Dan gak bawa perlengkapan berenang juga. Takutnya nanti kulit terbakar, sudah hitam tambah gosong dah tuh badan. 


Kalau flying foxnya kalau gak salah petugasnya belum datang. Jadinya kami urungkan niat buat mencoba. Next time, kalau ada kesempatan buat kesini lagi, bakalan dicoba hehehe. 


Next,.. Sekarang kita mereview menunya. Untuk pilihan menunya sangat beragam disini. Untuk urusan menu, saya serahkan sama mama dan istri. Mereka yang lebih paham kalau soal selera keluarga. 





Disini tersedia menu paketan ya. Ada paket lesehan hemat premium dan spesial untuk empat dan enam orang. Bagi kalian yang datang berduan dengan pacar, gebetan atau selingkuhan (eeehh), bisa pesen selain paketan. Soal harga sih sama saja ya baik yang paketan maupun gak. 


Kebetulan mama dan istri, memilih menu paket hemat premium yang untuk enam orang sebanyak dua paket. Karena kita datangnya bersepuluh dan ada anak-anak juga. Dirasa sangat cukup. Soal harga juga cukup terjangkau untuk sekeluarga.


Dalam paketan tersebut sudah ada nasi satu bakul dengan porsi besar. Ada ayam bakar khas Cilus, Ayam Betutu khas Cilus, Lalapan Nila, Lalapan Ayam, Udang Sambal Gami, Paru Sambal Gami, Pelecing Kangkung, Sayur Bening, Tempe Mendoan, Es Jeruk dan Air Mneral (masing-masing satu porsi).



Ayam Betutu Khas Cilus


Menu satu ini mungkin sudah sangat familiar ya. Masakan khas Bali ini sudah menjadi menu wajib bila datang berlibur ke Bali atau ke Lombok. Di Cilus juga ada masakan ini dengan ciri khasnya. Saya gak sempat menanyakan apa ciri khas Ayam Betutunya. 


Pas saya coba makan kemarin sih, bumbu kuah dari Ayam Betutunya cukup enak ya. Agak pedas sedikit. Untuk ayam nya digunakan ayam kampung. Dagingnya empuk dan gurih. Tingkat kematangannya gak terlalu over cook.


Kurangnya, bumbu ayam betutunya belum terlalu masuk ke dalam dagingnya. Jadi pas makan daging ayamnya masih rasa ayam saja dan sedikit hambar. Masih enak dimakan menurut saya dan sangat mengenyangkan kalau makannya satu porsi sendiran, hehehe.



Ayam Bakar Khas Cilus 


Untuk ayam bakar khas Cilusnya saya beri rekommended. Wajib dicoba bila datang kesini. Ayam yang digunakan yaitu ayam kampung dengan tingkat kematangan daging yang oke. Daging ayamnya cukup lembut banget. Ukuran ayam kampungnya juga cukup besar. 


Soal bumbu pilihan yang dipakai juga sangat enak dimulut. Gak terlalu pedas dan terpenting sangat gurih dan buat nambah nafsu makan. Dimakan bareng dengan nasi putih dan pelecing kangkung, gak kebayang sudah nikmatnya gak ada obat. 




Udang dan Paru Sambal Gami


Yang buat saya penasaran dan kedua menu ini yaitu sambal gaminya. Karena penasaran, saya langsung bertanya ini sambal jenis apa ya. Dari info yang punya tempat makan, Sambal gami itu sambal yang memiliki rasa pedas dan gurih. Memiliki tekstur kasar karena dimasak langsung di atas cobek yang dibakar. 


Jadi udang dan parunya dimasak di atas cobek panas yang dibakar.Untuk rasa sambal gaminya sih enak dan pedasnya nendang. Hanya saja untuk paru dan udangnya rasanya biasa saja. parunya yang agak sedikit alot saat digigit. 




Tempe Mendoan dan Jagung Mendoan


Nah ini dia menu favorit saya selama di Cilus. Seporsi tempe mendoannya sebanyak tiga potong dengan ukuran yang besar. Rasanya gurih sekali dan gak banyak minyak. Dihidangkan selagi panas, enak bener. Apalagi dicocol dengan bumbu kecap dan cuka. Enak bener.


Apalagi Jagung Mendoannya. Saya baru pertama kali makan jagung mendoan ini. Dari penampakannya seperti perkedel jagung, tapi ini ukurannya sangat besar dan gurih. Sekali mencoba, dibuat ketagihan buat habisin satu piring, hehehe. 


Salah satu menu rekommended yang bisa dijadikan cemilan sambil menikmati suasana disini. Saking enaknya, saya pun menghabiskan satu piring tempe mendoan dan jagung mendoannya, hehehe.


Es Jeruk


Sehabis makan besar, enaknya itu minum yang seger-seger. Saya memesan segelas Es Jeruk. Ini rasa jeruknya mengingatkan saya saat kecil dulu kalau mau beli es jeruk, rasanya sama dengan yang saya minum sekarang. Bisa dibilang ini es jeruk jaman dulu atau bahasa Sasaknya itu Es Jeruk Jaman Laek.


Untuk minuman, salah satu yang saya rekomendasikan yaitu Es Jeruk ini. Gak banyak perpaduan rasa, tapi buat segar melepas dahaga. Sayangnya, foto es jeruknya lupa tak jepret saking sudah keasyikan makan. 



Over all, menurut saya, Di Cilus Lesehan pelayanannya cukup baik. Pesanan yang kami order, cepat datang dalam kondisi masih hangat. Mungkin saja karena sepi, jadinya semua pelayannya sigap. Gak tau kalau suasana ramai. Apakah pelayanannya bisa baik seperti pengalaman saya dan keluarga kemarin atau sama seperti pengalaman teman-teman dan orang yang sudah datang makan kesini. 


Terpenting buat saya, keluarga sangat puas makan disini. Anak-anak pun sangat menikmati makan siang disini sambil bermain dengan ikan. Saya dan istri pun ikut menikmati dengan perasaan lega. Awalnya khawatir keluarga kecewa. Ternyata kenyataannya sangat senang.


Mungkin gak cukup hanya cerita dari pengalaman saya dan keluarga makan di lesehan ini. Kalian yang belum pernah datang kesini atau masih ragu buat kesini, silahkan dicoba. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday 31 May 2024

Touring Sehat Bersama Keluarga dengan Mengkonsumsi Jamu Favorit : Wisata Air Bunut Ngengkang


Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat beragam. Dari Sabang sampai Merauke, memiliki ciri khas dan keunikan di setiap daerahnya. Keindahan pantainya yang sungguh mempesona. Deretan gunung berapi yang menjulang tinggi . Beragam kulinernya yang lezat dan warisan budaya yang wajib untuk dilestarikan. 

Salah satu keindahan Indonesia yang menarik untuk diexplore yaitu Pulau Lombok. Tanah kelahiran saya, tumbuh besar di pulau yang dikenal dengan "Pulau Seribu Masjid". Banyak hal yang kita bisa temui di pulau ini. 

Dari keindahan deretan pantainya dengan pasir putihnya. Beragam air terjunnya yang menyejukkan mata. Gili-gili yang eksotis. Gunung Rinjani dengan kecantikan Danau Segara Anaknya. Beragam kuliner dan budaya yang menjadi magnet para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang ke Lombok. 

Salah satu cara untuk menikmati alam dan budaya Pulau Lombok yaitu dengan touring menggunakan sepeda motor. Sudah banyak kita lihat para pemotor yang melakukan touring dari berbagai daerah dari luar Pulau Lombok. Termasuk para artis yang hobi motoran dengan tujuan utamanya ke pulau. 

Saya yang asli orang Lombok pun sangat suka dengan kegiatan touring keliling Pulau seharian. Sudah banyak destinasi wisata yang saya explore menggunakan motor kesayangan. 

sebelum berangkat, minum jamu dulu !.

Menjelajahi berbagai tempat di Pulau Lombok memang hal yang sangat menyenangkan. Apalagi touringnya bersama keluarga tercinta. Touring biasanya memerlukan waktu yang cukup lama. Bisa berjam-jam, berhari-hari bahkan berminggu-minggu tergantung tujuan yang dipilih.

Kegiatan touring sama halnya dengan berpergian ke luar rumah seperti mendaki gunung, mengexplore hutan belantara atau air terjun dan kegiatan lainnya yang butuh tenaga. Touring butuh persiapan fisik yang maksimal. 

Beberapa diantaranya yang perlu disiapkan bila akan touring baik sendiri maupun dengan keluarga, antara lain : istirahat yang cukup dengan tidur yang teratur alias gak begadang. Pola makan juga dijaga. minum yang cukup, makan makanan yang berserat dan mengandung vitamin. Terpenting menyiapkan obat dan vitamin selama perjalanan. 

Kali ini saya touring gak sendirian lagi. Beberapa kali motoran ke lokasi menarik, pastinya mengajak anak istri di rumah. 

Sebenarnya memiliki keluarga yang sama-sama suka jalan adalah hal yang paling menyenangkan. Kebetulan juga saya dan istri memiliki hobi yang sama yaitu suka mengexplore destinasi wisata yang belum pernah kami kunjungi. 

Ditambah lagi kami sudah memiliki dua anak yang masih kecil-kecil. Kakak Kenzi  umur empat tahun dan Adek Nala berumur dua tahun. Keduanya sangat suka diajak jalan-jalan naik motor. Ibarat pepatah "Buah jatuh gak jauh dari pohonnya". Kalau orang tuanya hobi jalan, anaknya pun mengikuti. 




Kebetulan beberapa minggu yang lalu, saya dan keluarga mengunjungi salah satu destinasi wisata air yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi di Pulau Lombok. Sebut saja, Wisata Air Bunut Ngengkang. 

Ini pertama kalinya kami berdua mengajak anak-anak ke hutan dimana ada destinasi wisata air yang langsung dari sumber mata airnya. 

Lokasinya berada di Desa Buwun Sejati, Sesaot, Kab. Lombok Barat. Jalur menuju tempat wisata ini, kita bisa melalui jalur Kota Mataram - Taman Narmada. Lalu mengarah ke jalur Taman Suranadi dan Sesaot. 

Segala sesuatu keperluan selama touring sudah disiapkan. Saya memanaskan motor kesayangan. Istri lagi mengecek keperluan yang dibawa. Anak-anak sudah siap dengan jaket dan helm masing-masing. 

Cuaca pagi cukup cerah. Kami pun berangkat menuju lokasi. Semoga touring kali ini diberikan keselamatan dan kesehatan dari berangkat sampai kembali ke rumah. Amin 

Kakak Kenzi duduk di depan, sedangkan Adek Nala duduknya diantara saya dan istri. Mereka berdua sangat menikmati perjalanan dengan helm dan jaket mereka masing-masing. 

Perjalanan dari rumah sampai Desa Sesaot cukup lancar. Kebetulan hari libur, kondisi jalan gak begitu ramai (masih pada tidur di rumah masing-masing). Sengaja berangkat jam tujuh pagi biar lebih lama mandi di lokasi nanti. 

Sesampainya di Sesaot, kami mengambil jalur menuju arah ke Wisata Air Bunut Ngengkang. Kondisi jalan dari pintu masuk Desa Buwun Sejati menuju Bunut Ngengkang sudah cukup baik. Sepanjang jalan kita melewati pepohonan rindang khas Hutan Sesaot. 

Udara yang sangat menyejukkan. Suara aliran sungai sudah terdengar di telinga. Kicauan burung-burung yang sangat nyaring seakan menyapa kami "Selamat Datang di Rumah Kami"!. Kami pun sudah gak sabar sampai di lokasi. 

Jarak dari pintu masuk Desa Buwun Sejati ke lokasi gak begitu jauh. Sesampainya di area parkir yang cukup luas, kami pun turun dari motor. Beli tiket masuk 5 ribu per orang dewasa, sedangkan anak-anak gak dipungut biaya. Untuk tarif parkirnya 5 ribu per motor. 




Menuruni anak tangga satu per satu, kami berjalan mencari tempat duduk dan menaruh barang bawaan. Sudah banyak disediakan tempat duduk berupa gazebo (berugaq) untuk pengunjung. 

Pemandangan Bunut Ngengkangnya kece banget. Sinar matahari pagi terlihat dari sela-sela pepohonan. Berhubung masih pagi, belum banyak pengunjung yang datang. Suara aliran sungai dengan udara sejuk membuat gak sabar untuk turun ke sungai. 

Saya dan anak-anak langsung membuka pakaian dan segera turun ke kolam alami yang airnya dingin dan segar. Sedangkan istri masih menikmati pemandangan pagi saat itu. 

Penampakan Bunut Ngengkang berupa hulu sungai dengan kolam alaminya, kemudian ada aliran sungai dan air terjun mininya yang dikelilingi rimbunnya pepohonan di tengah hutan. Ditambah lagi bebatuan yang gak tajam dan gak licin di dasar sungainya. Karena airnya yang sangat jernih, dasar sungainya pun terlihat jelas. Ada juga beberapa spot foto yang bisa kita pakai untuk berselfie ria seperti rumah pohon, ayunan dan gazebo. 

Saya suka berendam dan berenang disini Anak-anak dan istri pun terlihat menikmatinya juga. Buat anak-anak sangat aman sekali mandi disini karena baik kolam maupun sungainya gak terlalu dalam. Tapi tetap orang tua selalu mengawasi anak-anaknya. 



Ini kali pertamanya anak-anak mandi di sungai dengan air bersuhu sekitar 8-15 derajat celsius. Tapi mereka berdua sangat senang meskipun takut-takut gitu turun ke air pas di awalnya. Lama kelamaan mereka menikmati juga. Dan gak mau berhenti. 

Saya dan istri pun gak khawatir bila anak-anak mudah masuk angin bila terlalu lama berendam di air dingin karena saya dan istri sudah menyiapkan solusinya.

Saat akan touring , saya selalu membawa beberapa jenis vitamin termasuk jamu kemasan dalam bentuk sachetan. Kami lebih suka mengkonsumsi jamu karena rasanya yang khas kaya rempah-rempah. Sebagai contoh jamu kunyit asam, temulawak ataupun beras kencur. 

Jamu gak melulu terasa pahit di lidah. Ada juga jamu yang memiliki rasa asam bahkan manis seperti kehidupan. Terkadang merasakan pahit, asam sampai akhirnya berbuah manis, Asyik.

Di Pulau Lombok pun sangat banyak jenis jamu atau obat herbal yang kita temui. Beberapa diantaranya ada Jamu Lemongrass Tea dari Desa Bilebante, Lombok Tengah. Minuman Serbat dari Desa Batuyang, Lombok Timur. Dan masih banyak lainnya yang bisa kita dijumpai di beberapa tempat yang tersebar di pulau ini. 

Selain jamu tradisional ada pula jamu pabrikan dalam bentuk serbuk atau cairan yang dikemas dalam bentuk sachetan. Merk-nya pun sangat banyak yang bisa kita dapatkan di apotek, toko obat, swalayan, minimarket sampai warung kelontong. 


Salah satu contoh jamu sachetan yang sering saya bawa bila bepergian menggunakan motor atau touring, yaitu Jamu Tolak Angin Anak Sido Muncul dan Bejo Jahe Merah. Jamu favorit keluarga karena bawanya gak ribet. Rasanya pun cukup nyaman di lidah. Terasa hangat dan dingin di tenggorokan karena mengandung daun mint dan jahe merah.

Bagi saya jamu merupakan minuman yang sangat menyehatkan dan gak rugi bila diminum sesuai dengan takaran. 

Jamu pertama kali diperkenalkan sejak jaman Kerajaan Mataram sekitar abad ke 8 - 10 atau di tahun 1300 Masehi. Dimana saat ini nenek buyut saya belum lahir, hehe.

Sempat mengalami pasang surut dikarenakan berkembangnya ilmu pengobatan modern. Sehingga jamu dianggap gak lebih baik dari obat-obatan sintetik dan modern. 

Tradisi mengkonsumsi jamu kembali eksis disaat jaman penjajahan Jepang sekitar tahun 1940-an karena saat itu dibentuk Komite Jamu Nasional dengan tujuan mempopulerkan kembali tradisi minum jamu di kalangan masyarakat saat itu. 

Minuman herbal ini sangat digemari oleh semua kalangan baik orang tua, dewasa sampai anak-anak karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Bahkan jamu dipercaya lebih efektif dibandingkan obat-obatan modern dari resep dokter. 

Kenapa begitu ?. Alasannya karena harganya relatif lebih murah, mudah dibuat, mudah didapatkan, rasanya enak dan diterima di lidah dan dipercaya bisa sebagai obat awet muda dan menjaga stamina. 

Percaya gak percaya !.

Meskipun jaman sekarang sudah banyak jamu sachetan dalam bentuk serbuk atau cairan, kapsul, tablet maupun minyak. Jamu racikan tradisional pun masih banyak digemari. Buktinya masih banyak yang berjualan jamu produksi rumahan. 

Selain jamu sachetan bermerk yang dijual di toko, saya dan istri sering memesan jamu seperti kunyit asam, beras kencur dan temulawak untuk dikonsumsi di rumah.

Anak-anak sangat senang minum jamu yang aman buat mereka seperti temulawak dan beras kencur. Awalnya sih terasa aneh di lidah. Tapi lama kelamaan rasanya enak dan bikin ketagihan. 

Kembali ke laptop !.



Gak terasa waktu sudah beranjak ke siang hari. Semakin siang pengunjung yang datang sangat ramai. Sampai sungai pun dipadati pengunjung yang mandi. 

Syukurnya kita sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Anak-anak pun duduk santai di gazebo sambil makan cemilan. Gak lupa saya mengeluarkan satu sachet Jamu Tolak Angin Anak Sido Muncul agar anak-anak gak mudah masuk angin. Rasanya hangat di tenggorokan dan badan terasa enteng setelah meminumnya. 

Produk Tolak Angin ada dua varian. Tolak Angin untuk dewasa dan anak-anak. Kandungannya antara lain ; ekstrak herbal adas, daun cengkeh, kayu ules, daun mint, jahe dan madu. 

Sangat cocok sekali diminum di tengah kondisi cuaca dingin, hujan atau setelah berenang di air dingin agar gak masuk angin. 

Anak-anak sangat suka minum Tolak Angin Anak, sedangkan saya dan istri minum Bejo Jahe Merah. Kedua produk lokal tersebut tergolong jamu.

Saya dan istri minum satu sachet Bejo Jahe Merah sekali sehari, sedangkan anak-anak minum hanya setengah saja. Gak apa-apa, yang penting mereka minum biar daya tahan tubuh mereka baik dan gak mudah masuk angin atau sakit. 

Sebelum pulang, istri memesan satu porsi Sate Bulayak untuk menu makan siang. Salah satu menu masakan khas Lombok yang sangat digemari karena memiliki cita rasa yang menggugah selera. 

Sate daging sapi dan ayam. Ditaburi dengan bumbu kari kaya rempah-rempah. Makan dengan Bulayak yaitu jenis ketupat yang dibungkus dengan daun lontar atau bulayak. 

Berenangnya sudah, makannya enak mengenyangkan, minum jamunya sudah dan touring sehatnya pun dapat. 

Mau touring kemanapun, jangan lupa selalu menjaga kesehatan. Hati-hati dijalan saat berkendara. Jangan memaksakan diri membawa kendaraan, istirahat bila badan sudah lelah, makan dan minum yang cukup, mengkonsumsi vitamin atau jamu untuk menjaga daya tahan tubuh kita selama di perjalanan. Happynya dapat, sehat bersama keluarga pun dapat. 

Touring sehat bersama keluarga ! 

Penulis : Lazwardy Perdana

Wednesday 29 May 2024

Minum Jamu Gak Sepahit Kehidupan : Minuman Favorit Kaya Manfaat Keluargapun Sehat

sumber foto : Lazwardy Journal

  

"Sudah kah kalian minum jamu ?".


Kalau mendengar kata jamu, dibayangan kita pasti terpintas segelas minuman asam, pahit dan manis. Meskipun jamu lebih identik dengan rasa pahitnya. Tapi minuman tradisional asli Indonesia ini sangat digemari oleh semua kalangan baik orang tua maupun anak-anak karena kaya manfaat bagi kesehatan.

 

Jamu banyak macamnya. Ada jamu buat tubuh langsing, menambah nafsu makan,  mengurangi nyeri, menjaga daya tahan tubuh agar gak mudah sakit (antioksidan), ada jamu biar keliatan awet muda dan gagah perkasa, ada jamu menghangatkan tubuh selain kehangatan pasangan, ada juga jamu biar tetap harmonis dengan pasangan kita dan masih banyak lainnya. 


Orang tua kita jaman dulu sangat gemar mengkonsumsi jamu. Makanya mereka kebanyakan yang mengkonsumsi jamu sekarang masih pada awet muda dan sehat meskipun gigi tinggal dua bahkan habis semua.


Percaya gak percaya, minum jamu secara rutin bisa buat kita sehat dan awet muda. Yuk kita simak, manfaat jamu buat diri sendiri dan keluarga !. 


Kenapa Jamu menjadi Minuman Favorit ?


Jamu merupakan obat tradisional yang berasal dari tanaman (akar, umbi, batang, daun, buah) dan hewan ( empedu ular, kuning telur dan lain-lain) yang dikonsumsi secara turun temurun dan dipercaya mampu menjaga, mencegah dan menyembuhkan penyakit. 


Dari beberapa sumber terpercaya, jamu berasal dari dua kata gabungan yaitu Jawa yang artinya dari tanah Jawa dan ngramu yang berarti meramu, mencampur atau mengumpulkan. Bisa diartikan bahwa jamu merupakan minuman atau ramuan yang berasal dari tanah Jawa. 


Ada juga mengartikan jamu berasal dari kata "djampi" yang artinya menyembuhkan dan "oesodo" yang artinya kesehatan. Pada umumnya jamu dikenal sebagai minuman yang dibuat secara tradisional dan mampu mencegah dan menyembuhkan suatu penyakit. 


Menurut sejarah yang pernah saya baca, jamu pertama kali ada sejak Kerajaan Mataram yaitu di abad 8 -10 atau 1300 Masehi. Bukti adanya jamu bisa dilihat pada relief-relief Candi Borobudur yang menceritakan pada jaman itu jamu menjadi minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat agar tubuh mereka selalu sehat dan kuat, gak mudah terkena penyakit.


Jamu sempat mengalami pasang surut dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang pengobatan modern yang bersertifikat. Tradisi minum jamu kembali eksis ketika di jaman penjajahan Jepang sekitar tahun 1940-an karena saat itu dibentuk Komite Jamu Indonesia yang mempopulerkan kembali mengkonsumsi jamu sebagai obat tradisional ke semua kalangan termasuk kalangan muda. 


Di setiap daerah jamu memiliki ciri khas karena masing-masing daerah memiliki jenis tanaman yang berbeda dari faktor suhunya, jenis tanahnya, letak geografisnya dan sistem budidayanya.  


sumber foto : Lazwardy Journal

sumber foto : Pahrul Bilebante

Kebetulan di tempat tinggal saya, di Pulau Lombok ada beberapa jenis jamu yang cukup populer belakangan ini. Tepatnya jamu yang dipopulerkan oleh Desa Bilebante. Salah satu desa yang menjadi desa wisata terbaik di Indonesia. 


Jamu yang dikenalkan dari desa ini salah satunya Jamu Lemongrass Tea. Salah satu minuman kesehatan yang berbahan dasar serai dan lemon. 


Tanaman serai yang kita kenal mampu sebagai pengusir nyamuk. Saya pun menanam serai di depan rumah agar gak banyak nyamuk di rumah. 


Selain itu serai memiliki banyak manfaat, antara lain; mencegah gigi berlubang, mengatasi diare, meredakan nyeri, mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, mengatasi kecemasan dan masih banyak lainnya. 


Aturan mengkonsumsinya pun harus diperhatikan. Meskipun minuman ini tergolong minuman tradisional gak menjamin selalu aman apabila mengkonsumsinya sembarangan. Apabila mengkonsumsinya secara berlebihan, bukannya manfaat lagi yang didapat. Melainkan kita mengalami keracunan atau efek samping yang berlebihan.


Untuk itu kita perlu bertanya kepada ahlinya atau beberapa referensi yang sudah ada berkaitan dengan aturan keamanan mengkonsumsi jamu. 


Saya pun sempat meminum Lemongrass Tea ini. Rasanya sangat segar sekali di tenggorokan baik diminum selagi hangat maupun dingin. Kalau saya sih lebih enak diminum pas dingin. Tambah segernya apalagi diminum disaat cuaca panas. 


Selain Lemongrass Tea, jamu yang sering saya minum yaitu Beras Kencur dan Kunyit Asam. Waktu kecil, hampir setiap hari saya minum jamu ini. Mbok jamu gendong yang jaman itu sangat populer sekali, setiap sore lewat depan rumah. 


Ibu-ibu komplek termasuk mama selalu minum jamu di mbok jamu gendong. Saya pun yang saat itu belum mengenal jamu, penasaran sama aromanya yang sangat khas akan rempah-rempah. 


Apalagi melihat ekspresi orang kalau minum jamu itu membuat saya pribadi tambah penasaran. Seperti apa sih rasa jamu tersebut. 


Aroma rempah-rempah yang menusuk hidung, bisa kita tebak seperti apa rasa jamunya kalau kena lidah. Saat itu mama, memberi saya Jamu Beras Kencur. Pas pertama kali minum, ada rasa manis dan sedikit kecut. Lebih dominan rasa manisnya. Pertama kali mencoba, langsung dibuat jatuh cinta. Dan ketika itu setiap sore kalau mbok jamu lewat, pasti beli satu gelas Jamu Beras Kencur. 


sumber foto : Lazwardy Journal

Gak hanya beras kencur saja, tapi saya mencoba minum jamu favorit mama yaitu Kunyit Asam. Ternyata rasanya gak kalah dengan beras kencur. Rasa asamnya kuat banget. Rasa segar bercampur asam membuat badan yang tadinya lelah, perlahan-lahan enak kembali. 


Istri saya pun sangat menyukai Jamu Kunyit Asam. Bahkan istri lebih sering minum Jamu Kunyit Asam dibandingkan saya. Gak hanya saya dan istri saja yang suka minum jamu, tapi anak-anak pun cukup suka meskipun agak ragu saat pertama kali meminumnya. Lama kelamaan mereka suka juga. Bahkan minta nambah lagi Jamu Beras Kencur nya. Katanya rasanya kayak minum jus jeruk, agak kecut-kecut gitu. hehehe.


Baik Jamu Beras Kencur maupun Kunyit Asam, masing-masing memiliki manfaat tersendiri. Beras Kencur dapat selain bermanfaat menangani gangguan pencernaan, jamu ini juga bisa sebagai penambah nafsu makan. 


Sedangkan Kunyit Asam bisa sebagai antioksidan, mengurangi antinyeri khususnya disaat datang bulan. Oleh karena itu istri lebih suka mengkonsumsi jamu kunyit asam untuk pereda nyeri hebat saat datang bulan. 


Jujur, minum jamu disaat kecil mungkin karena suka sama rasanya yang asam dan manis. Tapi disaat sudah dewasa, minum jamu tujuannya untuk selalu hidup sehat. 


Saya pun kalau merasa agak kurang sehat, yang pertama saya minta istri carikan penjual jamu. Bukan penjualnya yang dicari lhoo ya, tapi jamunya. Jangan salah paham dulu,hehehe. Jamu yang saya pengen minum disaat kurang sehat yaitu Jamu Beras Kencur karena kalau diminum, terasa hangat di tenggorokan. Badan juga jadi enak setelah beberapa hari mengkonsumsi jamunya.


Seiring berkembangnya waktu. Tradisi minum jamu masih saya rasakan sampai detik ini. Begitu juga cara membuat jamu. Dulu dibuat secara sederhana seperti ditumbuk, lalu diambil sarinya. Kemudian diminum. Ada juga bahan-bahan direbus kemudian air rebusannya disaring lalu diminum. 


Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sudah banyak kita temui minuman jamu berlabel dan bersertifikat dengan berbagai bentuk. Ada berbentuk serbuk yang dikemas dalam sachetan, ada tablet, kapsul, pil, minyak dan lain sebagainya. 


Dan sebagai penanda bahwa produk tersebut adalah jamu, pemerintah pusat sudah mengatur tanda jamu terdapat di setiap kemasan produk. Tandanya bisa kita lihat berupa bulatan dengan garis hijau, didalamnya ada gambar tanaman dan dibawahnya ada tulisan "Jamu". Kode produksi, registrasi dan masa kadaluarsa pun tertera pada kemasan. Jadi kita tau mana jamu asli atau jamu palsu. 


Kabar gembiranya, jamu sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda asli dari Indonesia. Sangat bangga dong sebagai anak bangsa bahwa jamu diakui dunia sebagai minuman sehat kaya manfaat. 


Di setiap tanggal 27 Mei, kita selalu memperingati Hari Jamu Nasional. Mari bersama kita selalu dukung budaya minum jamu sebagai warisan nenek moyang kita. Menjadikan tradisi minum jamu sebagai gaya hidup sehat, melestarikan kearifan lokal, serta mendukung produksi jamu-jamu tradisional sebagai potensi ekonomi bangsa kita.


Ayo Minum Jamu !.


Penulis : Lazwardy Perdana Putra





Tuesday 21 May 2024

Mengexplore Pantai Cemare dan Teluk Lembar Naik Perahu Boat : Makam Keramat Cemare, Lembar


Keindahan Pulau Lombok memang gak ada habisnya. Terbukti dari banyaknya destinasi baru yang bermunculan. Lokasinya sudah dari jaman dulu ada, tapi dengan kecanggihan teknologi jaman sekarang dan dibantu oleh media sosial, jadi viralah tempat tersebut. 


Sebut saja salah satunya, Orong Bukal yang ada di daerah Sekotong sana. Pastinya kalau explore kesana bakalan seru ceritanya. Saya pun sedang mencari waktu buat datang kesana. Gak hanya destinasi wisata alamnya saja, tapi dunia kuliner dan perhotelan pun banyak yang baru di Lombok. Kece kan !.


Dan lokasi yang saya sudah explore bareng keluarga beberapa minggu yang lalu yaitu Pantai Cemara, Lembar.  Sebelumnya saya pernah menulis tentang perjalanan menuju pantai ini, tapi ada yang berbeda. Jangan skip sebelum baca sampai akhir cerita. 


Bisa dibilang ini cerita liburan dadakan. Kebetulan lagi libur kerja, saya dan istri berencana mengajak anak-anak main pasir di pantai. Anak-anak memang suka bermain pasir. Berhubung masih pagi juga, enaknya ke pantai itu pagi memang karena udara pagi masih sejuk dan gak banyak orang dibandingkan sore hari. 




Hari yang sangat cerah. Menurut informasi dari BMKG juga, gelombang laut dan angin terpantau tenang dan gak ada ramalan akan hujan di sekitaran Pulau Lombok. Bagi yang mager di rumah sih ini berita buruk, tapi kalau seperti kami yang akan liburan, ini berita sangat baik, hehehe. 


Pagi hari sekitar jam tujuh, kami sudah bersiap-siap. Nyalakan mesin motor, istri sedang menyiapkan kebutuhan anak-anak selama di pantai. Gak lupa sunblok dan pakaian ganti jangan sampai tertinggal. Bawa makanan dan minuman sebagai pengganjal perut selama di pantai meskipun disana banyak warung makanan. 


Perjalanan dari rumah ke lokasi membutuhkan waktu hanya kurang lebih setengah jam saja. Melalui jalur ramai sama truk tronton dan bus yang akan menuju ke Pelabuhan Lembar. Untungnya pagi itu gak banyak kendaraan besar yang lalu lalang. Jadinya saya membawa motor agak santai. 


Kakak Ken seperti biasa posisi duduk paling depan, sedangkan Adeq Nala digendong bundanya di belakang. Touring kecil-kecilan, sambil latihan buat touring ke tempat yang lebih jauh lagi. Amin


Melewati Bundaran Gerung, kami mengambil arah ke Pelabuhan Lembar. Sepanjang perjalanan kami dimanjakan oleh area persawahan dan perbukitan. Kondisi jalan yang cukup lebar dengan aspal yang mulus. 


Saya sengaja berjalan santai agar dapat menikmati view di pagi hari dengan udara sejuk non polusi. Kurang lebih perjalanan sekitar dua puluh menit, kami sebentar lagi sampai di Pelabuhan Lembar. Tapi belum sampai di pertigaan pelabuhan, di sebelah kanan jalan ada belokan. Kami belok ke kanan mengambil jalur tersebut. 


Jalur ini menghubungkan menuju Pantai Cemara, Lembar. Aspal masih cukup mulus meskipun sudah gak selebar jalur utama. Kiri kanan sudah padat rumah penduduk. 


Lokasi sudah dekat, kami harus melewati jembatan kayu yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat kecuali truk dan bus. Kami sudah berada di area hutan mangrove. Terlihat di kanan kiri jalan, terpadat hamparan tanaman mangrove. Kondisi jalan sudah gak sebaik sebelumnya. Tapi it's oke, anak-anak masih menikmati dari atas motor. 





Nah, ini dia yang harus kalian perhatikan. Pantai Cemara itu garis pantainya cukup panjang ya. Jadi jangan keliru sama lokasi pantainya. Tujuan kami ke Pantai Cemara yang berada di sebelah agak selatan. Untuk jalurnya juga berbeda. Kami belok kiri menuju arah Jembatan Gantung Cemare yang baru dibangun dan merupakan salah satu spot foto kece disini. 


Melewati jalan yang cukup mengobok-obok isi perut karena kondisi jalan yang masih tanah berbatu. Kurang lebih satu kilometer di sisa perjalanan dengan kondisi jalan yang cukup menantang adrenalin, akhirnya kami sampai di pintu masuk Pantai Cemara atau biasa disebut Beach Camp Lombok (penyeberangan menuju Beach Camp Lombok). 


Setelah mencari tempat parkir dan turun dari motor. Kami berempat berjalan kaki menuju salah satu warung atau cafe tempat untuk bersantai. Disini banyak sekali berugaq (gazebo). Tinggal pilih sesuai dengan selera. View dari sini juga kece banget. Ombak pantainya juga gak besar. Air pantai yang tenang dan cocok sekali buat anak-anak berenang atau berendam disini. 





Disini banyak sekali nama cafenya ya, tapi sekilas seperti warung ikan bakar di pantai biasanya. Gak semewah atau sekece cafe-cafe di perkotaan dan daerah Senggigi atau Kuta sana. 


Tapi menurut saya sangat nyaman sekali disini. Harga makanannya pun cukup terjangkau. Dari sekian banyak warung disini, tapi baru beberapa saja yang sudah buka. Dan kami pun memilih untuk bersantai di salah satu cafe bernama Cafe Martin. Keren juga ya namanya. Ada juga namanya Martin disini. Kirain Gading Martin yang punya eh ternyata bukan, hehehe. 


Buka google maps juga gak ada muncul Cafe Martin, yaudahlah mungkin belum daftar di google maps kali ya. Yang penting orang yang punya sangat ramah kepada kami. Seorang ibu-ibu yang pas kami datang sudah mempersilahkan untuk memilih tempat duduk. 


Sejauh ini anak-anak sangat nyaman dan sudah gak sabar pengen main pasir. Saya pun sudah gak sabar buka baju buat nyebur ke laut. Sedangkan istri hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah laku bapaknya lebih heboh dibandingkan anak-anaknya, hehehe. 


Kalau ditanya, "pantai mana di Lombok yang cocok buat anak-anak dengan view kece ?". Saya sarankan sih ke Pantai Cemara bagian selatan ya. Berhubung disini gak hanya melihat view laut saja, tapi di seberang sana, kita bisa melihat perbukitan alam Sekotong. Ditambah lagi melihat lalu lintas kapal ferry dan kapal barang lainnya yang baik dari atau menuju Pelabuhan Lembar. Anak-anak pun senang sekali melihat kapal lewat. 





Sedang asyiknya main pasir dan air laut, dari kejauhan terlihat sebuah perahu kayu yang akan akan menepi ke pinggir pantai. Terlihat perahu tersebut baru saja mengantar penumpang menuju seberang sana. Karena di seberang atau berhadapan dengan Pantai Cemara, terdapat sebuah penginapan bernama Beach Camp Lombok. Jadi gak heran nama penyebutan pantai ini Beach Camp Lombok. Kapan-kapan kita review penginapannya ya !. 


Saya pun langsung punya rencana buat ngajakin anak-anak untuk naik perahu sambil berkeliling di sekitaran Pantai Cemare dan Teluk Lembar. Istri pun antusias mendengar rencana saya. Akhirnya saya berjalan menuju si bapak perahu yang sedang menarik perahunya ke tepi. Namanya Pak Ahmad. Ini nomornya buat kalian yang mau pakai jasa perahu beliau (087769431314).


Bapaknya sangat ramah sekali. Terlihat dari senyumnnya saat saya tegur. Dari hasil negosiasi, bapak perahunya menyanggupi untuk mengantar kami berkeliling si sekitaran pantai. Untungnya juga cuaca lagi baik. Satu orang dewasa dikenakan tarif 10 ribu, sedangkan anak-anak dikenakan 5 ribu rupiah saja. 


Setelah menunggu si bapak lagi ke kamar mandi, kami berempat pun naik ke atas perahu. Ukuran perahunya menurut saya cukup besar. Catnya juga masih baru. Kondisi baik untuk mengajak anak-anak pertama kalinya naik perahu. Kakak Ken agak takut- takut pas naik, akhirnya seneng juga saat sudah duduk di atas perahu.  Sedangkan Adeq Nala seneng banget sambil teriak pas digendong naik ke atas perahu. Kalau ayah bundanya jangan ditanya, hahahaha. 





Tujuan pertama, kami diantar ke Beach Camp Lombok. Kita bisa foto-fotoan di dermaganya, kata si bapak perahu. Tapi setelah mendekat, kami gak jadi turun buat fotoan. Saya meminta bapak perahu buat muter-muter sekitaran Teluk Lembar sambil melihat puluhan kapal ferry yang sedang anchor. 


Air laut hijau kebiruan ditambah angin laut yang sepoi-sepoi, membuat kami sangat nyaman duduk di atas perahu sambil menikmati surga dunia dari Pulau Lombok. 


Di tengah perjalanan, bapak perahu menawarkan kami menuju Makan Keramat Cemare yang berdekatan dengan Pelabuhan Lembar. Uniknya makamnya berada di bawah air. Sebagai penanda, dibuatkan lah semacam bangunan permanen dari beton dan semen. Terlihat seperti bangunan masjid lengkap dengan kubahnya. Di dalam bangunan, terlihat bangunan makam salah satu wali penyebar Agama Islam di Pulau Lombok bernama Syekh Maulana Sayyid Alwi Al Bagdadi.


Di setiap tahunnya, banyak yang berziarah kesini. Ada juga dari luar Pulau Lombok seperti Jawa, Sumatera bahkan dari luar negeri ada yang datang kesini untuk berziarah. Untuk menuju makam wali ini, kita bisa diantar oleh perahu warga dengan disewa. Di atas makan sudah disediakan tempat untuk orang duduk dan memanjatkan doa dengan khusyuk. 


Keunikan dari makam keramat ini, bila air laut sedang pasang, makan ini tenggelam oleh permukaan air laut. Akan muncul bila air laut sedang surut. Untungnya saat kami datang kesana, air laut sedang surut. 




Lokasi Makam Keramat Cemare juga berdekatan dengan kedua pelabuhan yaitu Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas. Jaraknya gak begitu jauh. Selain mengitari makam keramat ini, kami juga diantar bapak perahu melihat puluhan kapal yang sedang anchor di sekitaran Teluk Lembar. 


Kurang lebih setengah jam berkeliling, kami pun balik ke pantai. Perut sudah laper banget. Pastinya menu yang sudah dipesan tadi sudah siap. Sudah gak sabar menyantap beberapa menu seafood yang istri sudah pesan tadi.


Kurang lebih setengah jam lebih kami berkeliling menggunakan perahu. Cuaca saat itu sedang baik. Gak ada arus atau gelombang laut. Air pun sangat tenang. Angin laut juga gak kencang. Anak-anak pun sangat senang. Bahkan mereka minta berkeliling lagi. 






Setelah baik ke Warung Pak Martin, kami segera bersih-bersih. Menu yang sudah dipesan sudah siap di atas meja. Bakalan habis nih makanannya. 


Yang dipesan ada Ikan Baronang Bakar, Udang Bakar, Sambel Terong Bakar dan Nasi Putih. Untuk Ikan Baronang Bakarnya matengnya pas. Bumbunya juga enak. Tingkat pedesnya sesuai dengan lidah saya dan istri. 


Buat saya yang paling enak itu udang bakarnya. Kata istri ini Udang  muara. Penampakannya warna merah gitu. Sangat gurih saat dimakan. Kulit udangnya juga sangat renyah. Daging udangnya sangat manis. Apalagi ditambah dengan bumbu pilihan. Buat selera makan bertambah. Maknyus. 


Makan siang gak lengkap kalau gak pake sambel terasi. Kebetulan kami gak memesan Pelecing Kangkung. Sebagai gantinya kami memesan terong bakar sambel terasi. Enak bener dan seger. Pas banget dipadukan dengan Ikan Bakar Baronang dan Udang Bakarnya.


Anak-anak juga bisa makan udang bakar karena rasanya manis dan gak pedas. Sebagai pelengkap, istri memesan telur dadar goreng. Tambah lahap tuh anak-anak makannya. 


Ada yang bertanya berapaan habis duit kalau pesan menu seperti itu ?.


Berhubung kami berdua suka paket hemat. Jadi Ikan Bakar Baronangnya harganya 35 ribu sesuai berat ikannya. Udang Bakar 10 ribu satu porsi. Terong Bakar 10 ribu. Nasi putih 5 ribu seporsi. Jadi totalnya kurang lebih 70 ribu. Cukup murah kan kalau makan seperti itu dibandingkan makan di mall, hehehe. 


Mandi di pantai sudah, keliling di sekitaran Teluk Lembar sudah, makan sudah, dan perut sudah kenyang juga. Saatnya balik pulang ke rumah. Khawatir keburu ngantuk di jalan. Kalau sudah semuanya ngantuk, entar berabe di jalan. Bisa-bisa numpang tidur di warung ibunya lagi, hehehe. 


Buat kalian yang pengen berlibur ala-ala kami di Pulau Lombok, boleh dicoba seperti cerita yang saya tulis dari awal berangkat sampai mau pulang. 


Liburan itu gak mesti ke tempat yang jauh, liburan di deket rumah juga bisa. Asalkan bisa menikmatinya saja. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra