Saturday, 8 January 2022

Menikmati Senja Di Atas Akaya Rooftop Bar, Sumbawa Besar


Sore-sore di Sumbawa Besar enaknya kemana ya ?. Nongkrong kali ya biar lebih asyik. Tapi nongkrong dimana. Di sebelah hotel saya menginap, ada sebuah cafe yang cukup nge-hits di kota ini dengan konsep rofftop gitu. Letaknya berada di lantai paling atas Hotel Kaloka. Akaya Rooftop Bar namanya. Cafe ini masih satu manajemen dengan Hotel Kaloka yang beralamatkan di Jalan Garuda No.44, Lempeh, Sumbawa Besar. Bisa dilihat dari postingan-postingan di instagramnya. Apa disana saja ya nongkrongnya ?.

Btw, ini kelanjutan cerita saya di Sumbawa Besar dari part 1. Bisa dibilang ini cerita part 2 berada di kota yang terkenal dengan Madu Sumbawa dan Susu Kuda Liarnya ini. Oke kita mulai saja ya ceritanya !

Di hari pertama saya sampai di Sumbawa Besar, saya istirahat terlebih dahulu di hotel yang sudah saya pesan. Setelah bangun tidur , waktu sudah sore saja. Bosen dong hanya berdiam diri di dalam kamar. Untuk hari ini memang free karena mulai nugasnya esok hari. Terima pesan whatsapp dari dokter Art, salah satu rekan yang akan nugas bareng. Beliau sedang perjalanan dari Kota Mataram menuju Sumbawa Besar menggunakan mobil travel. Diperkirakan sampainya tengah malam nanti dengan memakan waktu tempuh tujuh jam perjalanan.



Oke, sambil menunggu beliau datang. Saya bebas mau kemana saja, hehehe. Habis mandi dan shalat ashar, saya langsung ke luar hotel. Gak mikir-mikir lagi, saya langsung berjalan ke sebelah hotel tempat saya menginap yaitu Hotel Kaloka. Jalan hanya beberapa langkah saja dari hotel, saya sudah berada di depan hotelnya. Ke atas lewat mana ya?. Saya bertanya ke petugas Hotel Kaloka untuk naik ke cafe lewat mana. Dengan ramahnya, masnya langsung menunjukkan anak tangga yang terletak persis di samping hotel. 

Untungnya Hotel Kaloka gak begitu tinggi bangunannya. Hanya tiga lantai kalau gak salah. Saya pun tiba di Akaya Rooftop Bar. Sore itu belum banyak pengunjung. Jadi masih bebas milih tempat duduk sesuai keinginan. Cukup panas juga,padahal sudah jam lima sore. Tapi gak masalah, yang penting bagi saya bisa menikmati moment saat itu.





Meja kursi tertata rapi. Cafe ini terbagi menjadi dua ruang. Ada outdoor dan semi outdoor. Gak ada ruangan ber-AC ya disini. Tempat duduk sangat beragam. Kita bisa milih duduk di sofa empuk, kursi kayu atau kursi yang terbuat dari semen yang sudah diaci. Semua meja kursinya masih kinclong alias baru guys. 

Saya memilih duduk di outdoor saja biar kena angin sore. Anginnya sepoi-sepoi disini. Maklum saja cafe ini posisinya berada di rooftop hotel. Uniknya disini, kita bisa melihat bandara lengkap dengan runway Bandara Sultan M.Kaharudin. Sayangnya gak ada pesawat yang landing dan take off sore itu karena penerbangan ke Sumbawa Besar hanya pagi menjelang siang dan itupun hanya sekali sehari. Seandainya ada penerbangan sore hingga malam hari, kita bisa melihat pesawat landing dan take off dari atas cafe ini. 

Dilihat dari penampakan cafenya sih sama saja seperti cafe pada umumnya. Yang menjadi nilai plusnya kita bisa melihat sebagian view Sumbawa Besar dari cafe ini. Terlihat beberapa bangunan rumah yang berada di atas perbukitan. Jadi Sumbawa Besar ini berada di pinggiran pantai dengan dikelilingi perbukitan. Di sebelah barat terlihat pegunungan yang cukup tinggi, kalau gak salah namanya Olat Poneik (koreksi bila salah). Tapi meskipun begitu Sumbawa Besar terkenal puanas.eheemm. 

Kapan-kapan kita bahas tentang Kota Sumbawa Besar sambil berkeliling kotanya yang sudah gak asing bagi saya sendiri. Dulu orang tua pernah tugas disini sekitar lima belas tahunan. Cukup lama juga. So, saya sering ke kota ini untuk berlibur karena saya bersekolah dan tinggal bersama kakek dan nenek di Kota Mataram, Pulau Lombok.



Kembali ke Akaya Rooftop Bar !

Untuk memesan menu disini cukup baru buat saya. Di setiap meja ada tertempel bar kode gitu. Tinggal arahkan handphone dengan membuka google kamera ke arah bar kode tersebut. Gak lama akan masuk ke dalam website cafenya yang dimana disana kita tinggal memilih menu yang akan dipesan. Cukup praktis sih tapi yang lupa bawa handphone gimana ya caranya ?. Apa boleh pinjam handphone mbaknya yang duduk di meja sebelah gitu sambil masukin nomor whatsapp kita, hahaha..itu mah modus. Tambah ngawur aja nih pembahasannya. 

Lanjut ! 

Pengennya sih sekalian makan malam tapi liat-liat menunya sih gak begitu tertarik. Niat diawal ya pengen duduk cakep sambil ngopi dan makan cemilan aja. Nyari daftar menu perkopiannya, saya memilih Es Cappuccino ditengah cuaca yang cukup panas. Untuk cemilannya saya pesen kentang goreng. 



Pelayanannya sejauh ini cukup memuaskan. Gak nyangka aja ada cafe sekece ini di Sumbawa Besar. Sangat jauh berbeda bila melihat kota ini sepuluh tahun yang lalu. Sekarang perlahan-lahan beberapa cafe yang memiliki konsep modern dan anak muda banget sudah ada di kota ini. Untuk harga juga cukup terjangkau dan gak jauh berbeda dengan cafe-cafe yang ada di Kota Mataram.

Sambil menunggu pesanan datang, saya mencoba berkeliling di area cafenya. Menikmati suasana sore hari kota ini. Cuaca untungnya cerah, jadi bisa menunggu senja tiba. Kata salah satu pelayan cafe disini, lihat sunset dari sini itu bagus. Wah, jadi penasaran nih nungguin sunsetnya. Semoga saja gak terhalang oleh awan tebal ya. 



Pesanan pun sudah datang. Saya kembali ke meja sambil membuka kamera handphone. Sudah tau kan mau ngapain ? Hehehe. Terlihat Es Cappucinnonya sangat menyegarkan dengan porsi yang cukup besar. Disampingnya ada cangkir kecil yang berisikan gula cair. Bila kurang manis, bisa ditambahkan gulanya. Apalagi yang minum sudah manis, gak tau dah kadar manisnya gimana, hehehe. Yang penting jangan berlebihan, biar gak kena diabetes. Soal rasa sih hampir sama seperti cappucinno yang pernah saya minum. Untuk harga juga hmmmm, cukup mahal sih menurut saya yaitu 33K. 

Cemilannya, saya memesan kentang goreng yang porsinya cukup besar. Rasanya juga enak dan berbumbu. Dicocol dengan saos sambal, jadi tambah gurih. Nah untuk harga juga lumayan mahal yaitu 25K.  Apa mungkin karena di rooftop hotel jadinya agak lumayan mahal ya ?. Terlepas dari itu, saya menikmati semua menu yang dipesan. Untuk menu yang lain, kalian bisa melihat di akun instagram Akaya Rooftop Bar atau Hotel Kaloka !. Kalau datang kesini lagi, saya mau pesan menu lainnya. 





Gak terasa waktu sudah mulai senja. Suasana di dalam cafe sudah cukup ramai. Sudah banyak para pengunjung yang berdatangan. Asyiknya memang datang kesini menjelang malam karena viewnya kece. Bisa menikmati senja sambil nongkrong di rooftop. Lampu-lampu cafe sudah mulai dinyalakan menambah indahnya sore menjelang malam.

Terlihat dari kejauhan warna langit yang orange kebiruan, sangat cantik. Sayangnya gak bisa melihat sunset karena terhalang oleh awan tebal. It's oke, gak apa-apa. Yang penting sudah merasakan nongkrong di Akaya Rooftop Bar yang buka setiap hari dari jam 2 siang sampai jam 10 malam. 

Over all, saya sangat suka dengan cafe ini. Punya konsep rooftop dan kekinian. Menu-menunya juga sangat beragam dan wajib kalian coba. Buat yang sedang berada di Sumbawa Besar, cobain datang ke Akaya Rooftop Bar. Rasakan sensasi nongkrong sambil menikmati sunset yang berada di seberang  Bandara Sultan M.Kaharudin, Sumbawa Besar. Btw,yang ada rekommendasi tempat nongkrong asyik di Sumbawa Besar lainnya, bisa koment di blog ini ya. Siapa tau nanti pas ada kesempatan ke Sumbawa Besar lagi, bisa mampir.

Penulis : Lazwardy Perdqana Putra

Friday, 31 December 2021

Kalau ditanya "kalian pengen nonton film apa di akhir tahun 2021 ini ?". Kalau menurut saya sih pasti kebanyakan jawabnya "Spiderman : No Way Home". Apalagi yang penggemar fanatik film-film Marvel, pasti sudah gak sabar nunggu film ini tayang. 

15 Desember 2021, Spiderman : No Way Home mulai tayang serentak di layar bioskop seluruh Indonesia. Dan saya sendiri sudah menunggu-nunggu film ini sejak lama. Maklum saja, kita sudah hampir dua tahun dilanda Covid-19 yang dampaknya membuat seluruh bioskop di Indonesia ditutup sementara. Padahal banyak film yang bakalan tayang seperti Spiderman : No Way Home salah satu contohnya. Gak sedikit juga industri film yang menunda produksi film karena terbentur budget. 


Sudah hampir dua minggu film ini tayang, saya baru ada waktu buat nonton kisah Peter Parker lagi. Masuk bioskop pertama kali lagi serasa bernostalgia. Lama sekali sudah gak ke bioskop. Yang masih gak bisa lupa itu aroma khas dari ruangan bioskop.  Tebak sendiri ya aromanya gimana !. 

Saya nontonnya gak sendirian, tapi bareng teman-teman kantor. Bisa dibilang ini dadakan nontonnya. Pas pulang ngantor, liat jadwal tayang,eh kok ada waktu yang pas ya. Langsung saja kami cuss ke salah satu bioskop favorit di Kota Mataram,sebut saja Cinema XXI yang berada di lantai 2, Lombok Epicentrum Mall. Lokasinya juga gak jauh dari kantor kami. Syukurnya,kami masih beruntung dapat tiket nonton sesuai jadwal tadi. 

sumber foto : indozone.id

Mulai mereview !

Spiderman : No Way Home merupakan series lanjutan dari film sebelumnya Spiderman : Far Way Home. Tokoh yang memerankan masih sama yaitu Tom Holland sebagai Peter Parker. Selain itu ada Zendaya sebagai MJ dan Jacob Batalon sebagai Ned Leeds.

Film dibuka dengan suasana gaduh yang terjadi dimana identitas Spiderman terbongkar karena Mysterio yang dibintangi oleh Jake Gyllenhaal, memfitnah Peter Parker dan berujung kematian terlebih dahulu sebelum masalah terselesaikan. Kalian pasti ingat kan film sebelumnya Far Way Home ?. Jadi sebelum nonton yang No Way Home, nonton film sebelumnya ya biar gak bingung siapa itu Mysterio. 

Lanjut !. Masalah semakin tambah runyam dan berkembang ke publik, apalagi sudah sampai membuat munculnya anggapan miring kepada Peter Parker yang menjadi sosok seorang Spiderman. Semakin diperparah dengan adanya liputan dari salah satu media cetak yaitu koran The Daily Bugle yang dipimpin oleh Jonah Jameson yang masih diperankan oleh JK Simmons yang ikut mengompori seluruh publik dengan menuduh menjadi dalang dari kematian Mysterio adalah Spiderman. 

Karena tuduhan tersebut, Peter Parker mulai khawatir. Ia merasa ada yang sudah berbeda dari kehidupannya,dimana kehilangan privasi dan tersudutkan. Bahkan tempat tinggalnya bersama Bibi May (Marisa Tomei) setiap detik selalu menjadi pengamatan media dan publik.

sumber foto : republika.co.id


Gak sampai disitu saja. Kejadian tersebut mempengaruhi kehidupan orang-orang terdekatnya yaitu Ned dan MJ. Peter mulai mencari solusi untuk bisa memperbaiki situasi dari setiap masalah yang terus berkembang. Peter tiba-tiba teringat akan Doctor Strange yang masih diperankan oleh Benedict Cumberbatch, salah satu anggota Avenggers yang memiliki kekuatan sihir. Dia juga memiliki kemampuan beteleportasi dan memanipulasi keadaan. Saya salah satu fans dari Doctor Strange,hehehe.

Peter Parker mendatangi kediaman dari Doctor Strange dan berharap dibantu oleh superhero yang memiliki jubah yang bisa terbang sendiri dan setia dengan si penyihir untuk memanipulasi keadaan dengan membuat orang-orang lupa akan dirinya yang seorang Spiderman.

sumber foto :culture-commune.fr


Tapi ketika merapal mantra, terjadi kesalahan dimana keadaan menjadi kacau. Multiverse retak dan Peter harus menghadapi konsekuensinya dimana musuh-musuh Spiderman di semesta yang lain berdatangan satu per satu. Cerita serunya ada disini. Kita akan melihat Doctor Octopus yang masih diperankan oleh Alfred Molina, Green Goblin atau Prof.Norman (Willem Dafoe), Sandman atau manusia pasir (Thomas Jaden Church), Electro atau Max (Jamie Foxx) dan Lizard (Rhys Ifans). Semua tokoh diperankan oleh orang yang sama. Keren emang produser film ini masih bisa mengumpulkan mereka-mereka dan ada yang sudah berumur seperti Willem Dafoe dan Alfred Molina.

Lanjut !. Akhirnya Doctor Strange memerintahkan para vilian untuk nantinya dikembalikan ke semesta masing-masing. Tapi gak semudah membalikkan telapak tangan. Pemikiran Peter Parker dengan Doctor Strange berbeda, dimana si Doctor ingin mengembalikan semuanya ke semula,sedangkan Peter mau menyembuhkan semua vilian yang hadir, tanpa harus berakhir menjadi pihak yang jahat.

Cerita semakin seru guys, apalagi yang gak disangka-sangka kedatangan karakter Spiderman dari edisi sebelumnya. Bagi penggemar Spiderman pasti dibuat sumringah melihat lagi Tobey Maguire di Spiderman edisi pertama dan Adrew Garfield di Spiderman edisi kedua. Mereka berdua datang melalu portal yang dibuka oleh Ned untuk menolong Peter Parker versi Tom Holland. So, kita dimanjakan oleh ketiga sosok Spiderman dalam satu film guys. Kece kan !. Uniknya lagi nama ketiganya sama "Peter Parker". Gokil dan unik sih menurut saya. Kok bisa ya yang buat film mengumpulkan ketiga orang yang memerankan Spiderman. Keren sih !. 

Gak jauh berbeda dengan karakter sebelumnya. Disini Peter Parker versi Tom Holland juga kehilangan orang yang begitu dia sayangi yaitu kematian Bibi May yang dibunuh Green Goblin dengan menabrakkan glider ke arah Bibi May. Sedangkan dalam versi Tobey dan Andrew adalah kematian Paman Ben yang menjadi pukulan berat bagi Spiderman.



Film Spiderman : No Way Home digarap secara apik. Karya trilogi Spiderman yang diarahkan sutradara Jon Watts memiliki ide cerita yang gak membosankan meskipun durasinya lumayan panjang yaitu dua jam setengah. Penonton pun gak dibuat berkutik dan mata pun  gak ingin berkedip sedetikpun karena setiap adegan gak boleh kita lewatkan. Film ini diproduksi bersama oleh Columbia Pictures dan Marvel Studios, serta didistribusikan oleh Sony Pictures. 

Dilihat dari jenis filmnya, Spiderman : No Way Home bisa ditonton oleh semua usia termasuk anak-anak tapi tetap diawasi karena ada beberapa adegan yang cukup vulgar dan masih belum layak ditonton pada usia anak-anak. Untuk pelajaran yang bisa diambil dari film itu yaitu arti sebuah tanggung jawab. Terlihat mudah tapi sulit untuk dilakukan. Harus ada niat, kesadaran dan percaya diri untuk melakukannya. 

sumber foto : take.id


Over all, dari keseluruhan jalan cerita dari film Spiderman : No Way Home kece habis. Dari penulisan cerita, efek dengan teknologi terkini dan karakter yang ada di dalam cerita membuat kita bernostalgia dengan film-film Spiderman sebelumnya. So, kita harus menonton seri sebelumnya biar nyambung karena kebanyakan film -film garapan Marvel Studio itu saling berhubungan. 

Btw, ada bocoran sedikit, hehehe. Setelah film selesai jangan, beranjak dulu dari kursi kalian soalnya ada adegan dimana terlihat musuh paling kuat dari Spiderman yaitu Venom ingin menemui Peter Parker untuk menanyakan tentang Thanos. Ada hubungan apa ya ?. Kita tunggu saja kisah dari Venom di film selanjutnya.

Cukup itu saja dulu spoiler dari saya. Untuk gimana akhir dari cerita Spiderman : No Way Home, silahkan datang langsung ke bioksop kesayangan kalian. Ada beberapa cuplikan yang menjadi film ini spesial dan keren. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Sunday, 19 December 2021

Terbang Perdana ke Sumbawa Besar bersama Wings Air


Sudah lama rasanya gak menginjakkan kaki di bandara kebanggaan Pulau Lombok yang sudah berganti nama dari BIL menjadi BIZAM (Bandara International Zainudin Abdul Majid) salah seorang tokoh masyarakat sekaligus pahlawan nasional asal Pulau Lombok. Semenjak Covid-19 menyerang, saya gak pernah lagi hilir-mudik di bandara ini. Sudah banyak kemajuan yang terlihat, terutama gak ada lagi saya lihat para pedagang yang berjualan bebas di sekitaran bandara,uppss..hehehe. 

Cuaca pagi itu cukup cerah meskipun beberapa hari terakhir ini hujan terus menerus sampai di beberapa daerah dilanda banjir. Hari Rabu tanggal 8 Desember 2021, saya mendapatkan tugas ke Sumbawa Besar, Pulau Sumbawa. Kali ini saya berangkat berdua bersama senior saya yaitu dokter Art, sebut saja demikian.

Pulau Sumbawa merupakan pulau terbesar yang menjadi bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat selain Pulau Lombok. Jadi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa itu satu provinsi ya yang dipisahkan oleh selat yang terindah di Indonesia yaitu Selat Alas. Buat kalian yang sudah pernah mengarungi Selat Alas menggunakan kapal ferry, pasti kangen banget pengen lagi berlayar di Selat Alas.

Next, kali ini saya akan berbagi cerita perjalanan saya ke Pulau Sumbawa. Bukan naik kapal ferry atau berenang mengarungi Selat Alas (hoax), tapi menggunakan pesawat. Btw, "ada ya penerbangan dari Lombok ke Sumbawa ?". Jawabannya, "ada dong !". 




Jadwal penerbangan pagi itu pukul 10.30 WITA. Pesawat yang saya gunakan yaitu maskapai Wings Air ATR-72 600 dari Lion Grup. Sudah lama juga saya gak terbang bersama maskapai ini. Jujur, ini salah satu jenis pesawat favorit saya dari kuliah dulu. Sering pakai pesawat ini kalau pulang liburan ke kampung halaman. Terbang bersama pesawat baling-baling sangat menyenangkan. 

Setelah sarapan dan menyiapkan kebutuhan selama bertugas nanti terutama handsanitaizer dan masker, saya memesan ojek online untuk mengantarkan saya ke bandara. Berpamitan dengan anak dan istri. Cium kening satu-satu dan memeluk si kecil. Pasti ayah kangen banget nanti. Ini kali pertamanya saya meninggalkan mereka berdua bertugas ke pulau seberang semenjak Covid-19 melanda. Sehat-sehat terus ya bunda dan jagoan ayah. Kurang lebih selama tiga hari saya meninggalkan mereka berdua. Duh, kok jadi sedih ya nulis cerita ini !.

Lanjut... !

Sekitar lima belas menit, saya sudah tiba di bandara. Suasana pagi ini cukup ramai. Pemandangan yang sudah lama saya rindukan. Setelah turun dari mobil, saya langsung mengontak adek yang kebetulan bertugas di bandara sini. Jalan perlahan-lahan sampai pintu pemeriksaan antigen dan vaksin melalui aplikasi pedulilindungi. Caranya simple, kita tinggal download aplikasinya di playstore smarphone masing-masing. Ikuti saja langkah registrasinya sampai selesai. Terpenting jangan lupa vaksin lengkap dan swab antigen 1x24 jam atau tes PCR 3x24jam. Kalau sudah lengkap, nanti terbaca di aplikasi pedulilindungi. Mudah dan sangat efisien bukan !.

Setelah melewati post pemeriksaan antigen, saya lanjut berjalan menuju counter check in. Disana adek sudah menunggu dengan seragam khas lengkap atributnya. Gak perlu mengantri karena dibantu check in manual sama adek. Tiket manual sudah ditangan, saya lanjut berjalan ke lantai dua untuk masuk ke ruang tunggu penumpang. Penampakan bandara ini mengalami perubahan yang cukup besar. Dari penambahan terminal dan garbarata sampai memperpanjang runway biar bisa didarati oleh pesawat-pesawat berbadan besar seperti Boeng 777 atau Airbus A330. Apalagi di tahun depan,tepatnya Bulan Maret, Pulau Lombok akan diramaikan oleh event dunia yaitu MotoGP Mandalika, Indonesia. Bakalan seru dan kalian wajib datang ke Lombok buat nonton abang-abang cakep balapan di sirkuit. 




Di dalam ruang tunggu sudah ramai oleh para penumpang yang menunggu waktu keberangkatan mereka. Mencari tempat duduk sejenak rasanya sulit karena hampir semua kursi tunggu sudah full. Hmmm.. saya memutuskan untuk jalan-jalan sejenak ke area terminal baru yang saat itu masih ditutup. Untungnya ada adek saya yang kebetulan nemenin saya sebentar. Jadinya saya minta difotokan di area terminal baru, hehehe...(keliatan katroknya). 

Bosen muter-muter di ruang tunggu, saya pun memutuskan untuk bersantai sejenak di sebuah kursi yang saat itu ada yang kosong. Memandang ke arah luar tempat pesawat parkir. Ada beberapa pesawat yang sedang boarding. Penerbangan ke Lombok saat ini sudah mulai ramai. Sudah banyak maskapai penerbangan yang memutuskan kembali melayani penerbangan ke Lombok. Semoga kedepannya penerbangan lainnya yang sempat ditutup ke Lombok, segera dibuka kembali. Amin.



Setengah jam menunggu, akhirnya pesawat yang akan menerbangkan saya ke Sumbawa Besar, landing dengan mulus di BIZAM. Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1860 dan nomor registrasi PK WGR dengan rute BIZAM - Bandara Sultan Muhammad Kaharudin, Sumbawa Besar. Cuaca pagi itu sangat cerah. Langit biru dengan lukisan awan putih. Rasanya sudah gak sabar terbang nih. 

Ini pengalaman pertama saya terbang ke Sumbawa Besar menggunakan pesawat. Biasanya pakai bus atau travel yang memakan waktu sekitar tujuh jam perjalanan. Sedangkan untuk pesawat, hanya membutuhkan waktu setengah jam saja. Kembali lagi ke selera, budget dan waktu pastinya. 

Waktu boarding akhirnya tiba, seluruh penumpang Wings Air menuju Sumbawa Besar dipersilahkan memasuki pesawat. Satu per satu para penumpang dicek tiket dan KTP oleh petugas sebelum berjalan menuju pesawat. Gak jauh juga pesawat kami parkirnya. Hanya berjalan kaki sekitar seratus meter menuju pesawat. Gak lupa foto-foto pesawatnya. Sayangnya gak bawa kamera DSLR, jadi hanya menggunakan kamera hp Oppo A54. Cukup bagus juga hasil fotonya. Kebetulan ada adek juga yang turut membantu para penumpang menuju pesawat. Jadinya saya minta tolong untuk difotokan. Emang dah adek yang baik. Mau saja disuruh sama abangnya. 



Saya duduk di kursi nomor 4A, tepat disebelah jendela. Disebelah saya ada bapak bule yang katanya mau pergi ke Pulau Moyo. Sempat ngobrol sebentar pakai bahasa Inggris, eh ternyata bapak bulenya bisa bahasa Indonesia. Bahkan bisa berbahasa Sasak (Lombok). Beliau dari Australia dan sudah lama di Lombok dan sering bolak-balik ke Sumbawa. Apa beliau punya hotel ya di Pulau Moyo ?. Gak sempet tanyain karena bapak bulenya kebanyakan baca buku. Oke, saya pun fokus dan menikmati penerbangan ke Sumbawa Besar. 

Penumpang saat itu full seat. Artinya penerbangan ke Sumbawa Besar ternyata ramai ya di hari biasa. Apalagi di hari libur,bisa saja lebih banyak lagi yang memilih terbang daripada jalur darat dan laut. Hmmm,kembali lagi ke selera, budget dan waktu pastinya. Yang gak sabaran ketemu sama gebetan, bisa jadi pakai pesawat,hehehe. I Just Kidding bro !.

Penerbangan Lombok - Sumbawa PP hanya sekali saat ini yaitu pagi saja. Dan itupun hanya dilayani oleh Wings Air ATR-72 600 saja. Harapan saya sih, kedepannya ada lagi penambahan penerbangan Lombok-Sumbawa. Dari yang tadinya hanya sekali, bisa dua atau tiga kali sehari. Dari wacana yang sempat saya dengar, Pak Gubernur NTB akan menambah penerbangan ke Sumbawa Besar oleh maskapai lainnya. Maskapai mana itu ?. Ditunggu saja berita berikutnya !. 



Gak lama lagi pesawat akan take off. Para pramugari yang jumlahnya hanya ada dua orang memperagakan demo keselematan dalam penerbangan. Saya memandang ke luar jendela sambil melihat baling-baling pesawat. Pesawat berjalan perlahan menuju runway untuk bersiap-siap take off. Suara bising mesin terdengar dan pesawat kami berjalan cepat dan take off dengan aman. Terlihat dari atas, area persawahan dan rumah-rumah penduduk. Gak ada turbulance setelah take off. 

Lima menit setelah take off, tanda sabuk pengaman dimatikan. Pertanda pesawat sudah dalam posisi stabil di udara. Saran saja, meskipun tanda dimatikan, kita harus tetap mengencangkan sabuk penangan. Antisipasi saja apabila ada kemungkinan turbulance secara tiba-tiba dan cuaca mendadak kurang bersahabat. Tapi yang akan ke kamar kecil, sudah dipersilahkan dan setelah itu kembali ke kursi masing-masing. 




Pemandangan dari luar jendela pesawat sangat luar biasa indahnya. Terlihat penampakan Gunung Rinjani dengan gagahnya dari kejauhan. Pesawat sudah berada di ketinggian 9000 kaki. Gak lama kemudian, terlihat Pelabuhan Kayangan yaitu penyeberangan kapal ferry menuju Pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat. Yang gak kalah cantiknya, kita berada di atas Gili Kondo, Gili Pegagan dan gili-gili lainnya yang berada di Selat Alas. Ada juga terlihat  Pulau Paserang dan Pulau Kenawa yang sudah memasuki wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Melihat gugusan pulau-pulau kecil di Selat Alas menambah penerbangan saya kali ini sangat kece. 

Gak terasa penerbangan sudah lima belas menit. Pesawat sudah berada di atas perbukitan hijau Pulau Sumbawa. Biasanya di musim kemarau, bukit-bukit ini berwarna kekuningan, tapi karena saat ini masih musim penghujan, perbukitan di Pulau Sumbawa masih hijau. Gak lama lagi kita akan landing di Bandara Sultan M.Kaharudin Sumbawa Besar. Sebelum landing, saya dimanjakan oleh pemandangan yang sungguh luar biasa. Terlihat dari kejauhan Pulau Moyo, Pulau Medang dan puncak Gunung Tambora. Duh, kapan ya kesana, sudah lama rencana kesana tapi belum terealisasi sampai sekarang. 

Tanda sabuk pengaman dihidupkan kembali. Pesawat dalam posisi akan landing. Cuaca di Sumbawa Besar cukup cerah. Gak ada turbulance yang berarti. Landing kami berjalan dengan lancar dan aman. Pesawat sudah menyentuh aspal runway yang cukup mulus dengan sempurna. Kami sudah tiba di Bandara Sultan M.Kaharudin Sumbawa Besar yang dulunya bernama Bandara Brang Biji. Next time, kita akan mereview bandara ini ya !.



Welcom to Sumbawa Besar ! 

Menuruni tangga pesawat, terasa angin di Sumbawa Besar cukup hangat ya. Maklum saja, disini mataharinya ada tiga lhoo, hehehe... Itu sih kata teman-teman di Sumbawa Besar. Tapi it's oke, gak masalah. Terpenting dapat menikmati perjalanan dan fokus sama kegiatan selama tiga hari kedepan. Berjalan menuju ruang kedatangan, saya melihat gedung bandara ini kece lhoo. Bentuk bangunan bandaranya unik, seperti sarang lebah. Ini baru diresmikan beberapa tahun yang lalu. Keren,keren... Next time nanti kita akan mereview bandaranya di postingan berikutnya. 

Setelah keluar bandara, saya langsung memutuskan untuk mencari hotel yang dekat dengan bandara. Ada beberapa hotel yang berada gak jauh dari bandara. Dan saya memilih salah satu hotel bintang 1 atau 2 kali yaak. Saya lupa menanyakan. Penasaran sama hotelnya ?. Sabar.. nanti kita review di postingan berikutnya. 

Oke, cukup dulu cerita part 1 dari saya dalam perjalanan ke Sumbawa Besar ini. Over all, saya sangat menikmati penerbangan bersama Wings Air ATR-72 600 PK WGR Lombok-Sumbawa kali ini. Para awak kabin pesawat juga sangat ramah dan kondisi pesawat juga sangat baik. Sepanjang penerbangan juga aman dan gak ada turbulance yang berarti.

Terimakasi Wings Air ! 

Penulis : Lazwrady Perdana Putra

Saturday, 11 December 2021

Akhirnya Indonesia sukses menggelar ajang balapan World Superbike 2021 (WSBK) guys !. Ada rasa bangga dan terharu, ditambahkan lagi saya berkesempatan datang langsung ke Sirkuit Mandalika buat nonton Si Toprak dan kawan-kawan balapan seri terakhir di musim ini. Pasti sudah gak sabar kan gimana keseruan pengalaman saya nonton langsung WSBK di Sirkuit Mandalika ?. Yuk langsung saja dibaca sampai habis !.

Pertamina Mandalika International Street Circuit, itulah nama resmi dari sirkuit yang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah. Selalu mengikuti progres pembangunan sirkuit yang dibangun di salah satu pulau terkece yang Indonesia miliki, sebut saja Pulau Lombok. Siapa gak mengenal Pulau Lombok yang memiliki puluhan destinasi wisata alam yang sudah diakui dunia. Diantaranya Gili Trawangan, Gili Meno, Gunung Rinjani, Danau Segara Anak, Desa Sembalun, dan yang sedang nge-hits saat ini yaitu Kuta Mandalika karena disinilah Indonesia akan mengukir sejarah dengan menggelar ajang balapan dunia seperti World Supetbike, MotoGP, dan F1 nantinya.

Sirkuit ini dibangun kurang dari setahun lhoo, kece kan. Apalagi sirkuit ini berada di pinggir pantai dan dikelilingi perbukitan yang kece habis. So, menambah keindahan yang dimiliki dari sirkuit yang memiliki panjang lintasan 4,3 kilometer di lahan seluas 130 hektare ini. Jumlah tikungan di sirkuit ini sebanyak 17 tikungan dengan kesulitan yang beragam. 

Kecenya lagi, aspal yang digunakan merupakan aspal dengan tekhnologi terbaru yaitu Stone Mastic Asphalt. So, kelebihan dari jenis aspal ini, ban motor lebih lengket alias anti slip disaat kondisi trek basah. Untuk kondisi kering, aspal ini memanjakan para pembalap untuk menggeber motor mereka sampai kecepatan 320 kilometer per jam karena aspal ini memiliki keunikan dengan permukaan yang lebih kasar dari jenis aspal lainnya. Beberapa sirkuit yang sudah menggunakan jenis aspal ini antara lain Sirkuit Losail Qatar, Sirkuit Silverstone Inggris, Sirkuit Philip Island Australia dan Sirkuit Pertamina Mandalika Indonesia. Kece.... Gak kebayang kalau Valentino Rossi balapan disini. Sayangnya Abang Rossi sudang pensiun. 

Btw, gimana ceritanya saya dapat nonton langsung final race WSBK di Sirkuit Mandalika ?. Berawal dari teman-teman kantor yang mengajak saya nonton bareng di Hari Minggu, dimana bertepatan dengan final race WSBK. Cari-cari tiket via online, akhirnya dapat juga di tiket.com (maaf sebut merk). Untungnya lagi ada paket promonya, beli dua dapat tiga. Kami membeli tiket dengan harga 1,1 juta untuk bertiga. Bisa lebih irit dibandingkan dengan harga tiket di website lainnya, jauh lebih mahal dan ribet dapetinnya. Harga tiket WSBK kemarin itu berkisar dari 300 ribu sampai 2 jutaan. Ada juga yang kelas VVIP yang harganya super duper mahal yaitu belasan jutaan. 

Cara membeli tiket via tiket.com gak ribet. Pertama-tama buka aplikasinya. Cukup mengisi nama pemesan, nomor KTP, alamat email, nomor handphone, pilih mau nonton di grand stand yang mana, habis itu bayar melalui transfer debit atau kredit. Setelah itu kita mendapatkan e-tiket yang dikirimkan ke email apabila sudah membayar. Cukup mudah dijaman sekarang. Hal penting yang perlu diingat, ketika ingin membeli tiket, kita harus sudah vaksin kedua, swab antigen 1x24 jam dengan hasil negatif dan memiliki akun di aplikasi pedulilindungi yang ada di handphone. 

Saya dan teman-teman memilih grand stand atau tribun berwarna kuning yang berada di tikungan 13 dan 14 menuju tikungan 15 dan 16. Katanya sih ini tribun dengan view yang paling kece. Wah, sudah gak sabar nih menunggu hari-H buat datang langsung ke sirkuit. 

World Super Bike di Sirkuit Mandalika dihelat selama tiga hari yaitu dari tanggal 19 sampai 21 November 2021. Dimana di hari pertama dilakukan free practice 1 dan 2 atau bahasa awamnya latihan bebas. Kemudian di hari kedua yaitu kualifikasi 1 dan 2 yang kemudian dilanjutkan dengan race 1. Ohya, selama tiga hari, gak hanya WSBK saja yang digelar, tapi ada IATC dan World SuperPole dimana ini merupakan kelas dibawah WSBK. Seperti Moto3 dan Moto2 di MotoGP. 



"Bangun tidur ku terus mandi. Jangan lupa menggosok gigi !". Kayak lirik lagu. Hari yang sudah ditunggu-tunggu datang juga. Cuaca pagi itu lumayan mendung. Semoga saja selama balapan nanti gak turun hujan. Persiapan untuk menonton, saya membawa jas hujan yang paling penting, ada kamera dslr juga, cemilan dan minum pastinya. Lumayan lama nontonnya nanti, dari jam sepuluh pagi hingga sore hari. Jadi biar gak kelaperan, bawa bekal yang cukup.

Setelah semuanya dipastikan gak ada yang tertinggal, saya pun langsung bersiap-siap untuk jalan. Gak lupa pamitan dengan istri dan anak. "Maaf ya nak, ayah pergi nonton balapan dulu. Nanti pulangnya ayah belikan jajan" (ayah sekaligus suami yang baik). Setelah berpamitan, saya menunggu teman-teman buat jalan bareng.

Perjalanan dari Mataram memakan waktu satu jam setengah hingga sampai di lokasi. Saya kebetulan gak bawa motor alias numpang di mobil teman kantor yang bareng nonton juga. Sekitar jam delapan pagi kami berangkat menuju lokasi. Melalui Bypass Bandara International Lombok kemudian lanjut mengambil jalur baru yaitu Bypass Mandalika. Jalur yang baru saja diresmikan oleh Bapak Jokowi bersamaan dengan Sirkuit Mandalika pada tanggal 12 November 2021 kemarin.

Jalur ini bisa memakan waktu hanya lima belas menit saja hingga sampai di Kuta Mandalika dibandingkan dengan jalur sebelumnya yaitu melalui Desa Ende, Desa Sade dan Kuta Mandalika. Sebelum sampai di sirkuit, kita dapat menikmati view yang kece sepanjang jalur Bypass Mandalika. Jalur yang membelah bukit ini mampu membuat siapa saja yang lewat sini langsung jatuh cinta. Apalagi ada spot yang menarik untuk berfoto yaitu sebuah bukit yang bertuliskan Bypass Mandalika. Tapi saya belum berminat fotoan disini karena sudah gak sabar sampai di sirkuit,hehehe.

Sesampainya di lokasi parkir timur dua, kendaraan pribadi hanya bisa sampai disini saja. Kami turun semua dan melanjutkan dengan bus jemputan menuju parkir timur satu yang sudah disiapkan panitia. Suasana pagi itu sudah sangat ramai oleh penonton yang sedang menunggu bus juga. Kami pun menunggu bus yang datangnya selang lima menit sekali. Kenapa turunnya di parkir timur dua ?. Saat itu parkir timur satu sudah full. Jadi kendaraan dialihkan ke parkir timur dua yang lokasinya berdekatan. Saat itu kami hanya ikut saja aturan yang diberlakukan panitia.



Dengan penuh kesabaran, bus jemputan akhirnya datang juga. Bus hanya mampu menampung sekitar tiga puluh menumpang saja. Beruntungnya, saya dan teman-teman bisa naik ke bus disaat orang pada rebutan masuk ke dalam bus. Seperti musim mudik saja. Hahaha. Bus menuju ke parkir timur satu dimana disini tempat kita transit untuk menuju sirkuit. Setelah turun dari bus, kami langsung menuju penukaran tiket. Saat memasuki area loket, kami diharuskan untuk membuka aplikasi pedulilindungi di handphone masing-masing. 

Setelah dicek satu-satu oleh petugas, kami semua bisa masuk ke dalam dan selanjutnya menuju loket penukaran tiket. Gak menunggu waktu lama, kami semua sudah mendapatkan tiket gelang berwarna kuning sesuai warna grand stand yang dipasang di pergelangan tangan. Tiket ini gak boleh hilang dan rusak karena dengan tiket ini kita bisa keluar masuk sirkuit. Jadi harus dijaga baik-baik seperti menjaga hubungan kita gitu, Asyiiikkk.  

Setelah memasang tiket di tangan. Kami pun diperiksa lagi oleh petugas sebelum naik ke dalam bus sesuai dengan warna tiket. Kecenya disini bus-busnya sudah diatur mau ke grand stand mana. Jadi kita gak boleh salah naik bus ya. Nanti salah diturunkan oleh abang supir. Gawat nanti gak bisa liat abang Toprak dan Rea balapan di sirkuit. Para penonton naik ke dalam bus dengan teratur dan tertib. Pemandangan yang baru saya lihat di Indonesia. Sejauh ini semuanya aman tentram jaya.


Jarak dari parkiran timur ke lokasi sirkuit cukup jauh. Kurang lebih dua kilometer dengan memakan waktu sepuluh menit saja. Saya duduk di kursi nomor dua dari depan samping jendela. Memandang ke luar jendela sambil tersenyum. Ada rasa terharu, Pulau Lombok sudah ramai dikunjungi lagi. Jalanan yang berlelok-kelok menambah perjalanan semakin seru saja. Perjalanan yang cukup menarik buat saya pribadi. Bisa melihat perbukitan hijau Kuta Mandalika lagi. Sudah lama rasanya gak ngetrip kesini. Terakhir kali ke Kuta Mandalika saat bareng istri dan anak untuk melihat suasana sore di Pantai Kuta. 

Bus yang mengantarkan kami ke sirkuit sudah sampai di pemberhentian terakhir penumpang. Terlihat dari kejauhan paddock yang dibangun kurang dari sebulan dan semua bahannya adalah karya anak bangsa. Kece kaan. Selain itu stand-stand UMKM juga sangat banyak jumlahnya. Ada yang menjual kaos Mandalika Sirkuit, mutiara, jajanan, Nasi Padang, junk food dan masih banyak lainnya. Uniknya lagi ada warung kopi lhoo disini. Ini merupakan warung kopi warga lokal yang diijinkan berjualan oleh pihak panitia. Btw, orang-orang yang berjualan kaos dan pernak-pernik yang kesannya memaksa pembeli gak terlihat di area dalam sirkuit. Emang mereka gak dibolehkan masuk oleh panitia, hehehe.

Welcome to Pertamina Mandalika Circuit !.

Setelah turun dari bus, kami harus berjalan kaki sekitar satu kilo jauhnya. Siap-siap jalan sehat kalau seperti ini. Cuaca di area sirkuit mendung dan gerimis. Meskipun demikian, gak menurunkan semangat kami untuk terus berjalan menuju grand stand. Selama berjalan kaki, saya melihat di beberapa titik tanah masih becek dan tergenang air. Maklum saja, sehari sebelumnya hujan turun sangat deras. Bertepatan di hari kedua dimana race 1 WSBK mau dimulai, hujan angin tiba-tiba datang selama beberapa jam. Akhirnya pihak panitia menunda race 1 dan dilanjutkan di hari ketiga. Saya pun sempat menonton di tv, tapi berhubung hujan deras, race ditunda. 

Benar kata orang tua dulu, hujan itu membawa berkah. Kenapa ?. Karena hujan dan race 1 ditunda, saya bisa nonton langsung race 1 di sirkuit. Memang rezeki itu gak kemana. 

Berjalan kaki menuju grand stand lumayan pegal juga. Maklum, sudah lama rasanya gak jalan kaki sejauh ini. Kecenya lagi kami harus melewati terowongan atau tunnel karena grand stand kami berada di tengah sirkuit. Saat berada di dalam terowongan, di atas kepala kita itu trek sirkuitnya lhoo. Setelah melewati terowongan, harus berjalan lagi sekitar seratus meter lagi. Terlihat ada panggung hiburan dan layar lebar. Jadi disini kita bisa menonton jalannya balapan yang disiarkan secara live di tv. 




Lumayan pegal nih kaki yang sudah lama gak diajak mendaki. Tapi rasa pegal hilang ketika sudah sampai di grand stand. Di setiap tangga grand stand, kami dicek kembali tiket gelang dan barang bawaan. Kita dilarang membawa botol mineral dan cemilan. Payung juga gak diperbolehkan digunakan disaat menonton. Dikhawatirkan payung bisa terbang dan mengenai pembalap yang sedang melintas. Konyol juga ya kalau salah satu pembalap ketiban sial kena payung warna unyu-unyu terus crash. Pasti jadi sorotan dunia dan viral dimana-mana. 

Setelah semua aman, saya naik ke atas grand stand. Untungnya langit lagi mendung, so gak kepanasan. Bayangkan saja, tiba di grand stand waktu menunjukkan jam sepuluh pagi. Kalau langit lagi cerah, pasti kami berjemur. Jadi disarankan memakai sunblock dan topi ya guys kalau ingin menonton. Beda halnya kalau nonton di grand stand dengan atap, kita sih santai saja. Mau panas atau hujan gak masalah, tapi harga tiketnya guys, mehong amat.

Suasana di atas grand stand sudah ramai oleh penonton lainnya. Terlihat pemandangan trek sirkuit dengan view Bukit Seger dan perbukitan lainnya pinggir pantai yang kece, seperti mimpi saja. Gak nyangka bisa berdiri di atas grand stand sirkuit kelas dunia. Sudah gak sabar melihat para pembalap Super Bike melintas di depan mata. 

Setengah jam menunggu, akhirnya race 1 WSBK segera dimulai. Terdengar suara mesin motor 1000 cc 4 silinder yang sebentar lagi akan digeber oleh para pembalap. Safety car sudah mulai mengecek persiapan balapan dan kondisi trek. Trek secara keseluruhan dalam kondisi kering. Ini artinya para pembalap akan menggeber motor mereka dengan kecepatan maksimal. Sudah gak sabar melihat motor 1000 cc yang melaju dengan kecepatan bisa sampai 320 km/jam. Kita tunggu saja !.



Warm up sudah dimulai !

Suara sorakan penonton dari berbagai grand stand di sirkuit terdengar dengan meriahnya. Gak ketinggalan saya dan teman-teman juga ikutan berteriak. Ada dua nama yang selalu terdengar di telinga yaitu Rea dan Toprak. Wah, kedua bintang Super Bike ini menjadi idola dadakan di Lombok. Yang awalnya gak semua mengenal mereka, jadi terkenal karena ada Super Bike, keduanya menjadi idola. Kalau kamu idolanya siapa, Rea, Toprak atau saya ?. Hahahaha...gaje

Oke, setelah warm up sebanyak dua kali. Para pembalap sudah bersiap di posisi masing-masing di garis start untuk bertarung habis-habisan. Posisi pertama ada Toprak dengan nomor motor 54 dari Pata Yamaha, selanjutnya dibelakangnya ada Rea nomor 1 (Kawasaki Racing Team) dan Readding nomor 45 (Aruba.it Ducati) di posisi kedua dan ketiga. Jumlah yang ikut bagian di race 1 ada 23 pembalap dari 12 team. Dalam kondisi trek kering, bisa dipastikan jalannya balapan semakin seru. Apalagi dalam kondisi penentuan gelar juara dunia WSBK 2021 akan kita ketahui sebentar lagi di sirkuit ini.



Start !. Suara gemuruh motor yang digeber oleh para pembalap sudah melaju. Menunggu dan menunggu, akhirnya para pembalap sudah terlihat di tikungan kesepuluh menuju kesebelas dan seterusnya. Toprak masih memimpin jalannya balapan. Diikuti dari belakang oleh Rea dan Redding. Jumlah lap untuk race 1 sebanyak 20 lap. Serunya itu pada tikungan kelima belas dan keenam belas. Dimana pembalap harus mengurangi kecepatan dan menikung tajam sebelum menyentuh garis finish. Penentuannya ada di tikungan ketujuh belas. Kalau diperhatikan, setelah menikung tajam ke kiri, jalanan dalam kondisi menanjak. So, pembalap jangan sampai telat menggeber motor dalam kecepatan maksimal lagi. (Sok tau banget nih gue).

Entah di lap keberapa (saya lupa), Si Toprak mampu disalip oleh Rea. Seru nih pas kedua pembalap yang mati-matian memperebutkan juara dunia saling nikung. Emang gak enak ya ditikung, dibandingkan menikung sampai garis finish,hehehe....gaje. Dari segi point, Toprak masih unggul dari Rea. Jadi Toprak harus berusaha jangan sampai ditikung lagi sama Redding dan kalau bisa jangan crash gara-gara payung unyu-unyu milik salah satu penonton terbang ke arahnya kalau mau juara dunia. 

Di lap terakhir posisi masih belum berubah. Rea terdepan, Toprak kedua dan Redding ketiga. Para pembalap lainnya mengikuti dari belakang. Ada beberapa pembalap yang mengalami crash tapi gak fatal. Kecenya para marshall sigap melakukan tugasnya dengan cepat. Good Job Marshall, kalian memang keren !. 



Finish !. Rea pertama, Toprak kedua dan Redding ketiga. Btw, maaf ya hanya nyebut tiga pembalap saja soalnya pada belum kenal semua. Lanjut !. Artinya Toprak keluar jadi juara dunia Super Bike 2021. Ini artinya juga memutus dominasi Rea yang juara dunia enam kali berturut-turut dari 2015 sampai 2020. Juara dunia baru World Super Bike 2021 diambil oleh Toprak Razgatlioglu yang masih berusia 25 tahun dan berasal dari Turki.

Bagi para fans Toprak sangat bahagia hari itu,termasuk saya sendiri. Saya lumayan mengikuti World Super Bike dari tahun ke tahun. Dan mengenal Super Bike sekitar tahun 2010 disaat Max Biaggi pindah dari MotoGP ke Super Bike. Apalagi sekarang para pembalap Super Bike gak kalah jauh kualitasnya dengan MotoGP. Meskipun jenis motornya yang beda tapi mesinnya sama di 1000 cc. Salah satu bintang Super Bike saat itu ada Toprak Razgatlioglu, Jonathan Rea dan Scot Readding. 

Kecenya lagi, saya bisa melihat Toprak merayakan kemenangannya di depan grand stand tempat saya menonton. Mengganti pakaian balapnya dari warna sebelumnya dominan biru, jadi dominan gold. Begitu juga dengan bagian depan motornya, diganti dengan dominan gold. Gak lupa Toprak dan team berfoto bersama di pinggir trek. Kerennya lagi Toprak menunjukkan atraksi yang gak biasanya saya lihat yaitu standing kedepan dengan motor tunggangannya. Saya lupa namanya apa, ada yang tau apa namanya ?. Kece abis pokoknya, gila keren banget. 

Setelah race 1 WSBK selesai, saya dan teman-teman menuruni grand stand untuk mencari makan siang dulu. Syukurnya dari awal race sampai finish, hujan gak turun. Tapi kemungkinan di race 2 yang akan dimulai sekitar jam tiga sore nanti, bakalan hujan sepertinya. Dan benar saja, saat akan dimulai race kedua, hujan turun sangat lebatnya. Saya langsung memakai jas hujan dan menunggu race dimulai di atas teribun. Singkat cerita, race kedua ditunda sekitar satu jam menunggu hujan agak sedikit reda. Sampai race kedua hujan masih turun tapi sudah gak terlalu lebat. Race dilanjutkan dan yang menjadi juara di race kedua lagi-lagi Jonathan Rea. Sayangnya si Toprak gagal naik podium karena hanya berada di posisi keempat sampai garis finish.

Over all, saya merasa puas banget dapat nonton langsung World Super Bike di Pertamina Mandalika Circuit dan melihat langsung Toprak Razgatlioglu keluar sebagai juara dunia WSBK 2021 sekaligus mematahkan dominasi Jonathan Rea yang menjadi juara dunia selama enam tahun berturut-turut.

Selamat buat Toprak Razgatlioglu !.

Next time... Di tahun depan MotoGP akan digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Bakalan lebih seru lagi nih. Semoga pandemi Covid-19 kasusnya semakin menurun dan kita bisa dengan lancar menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia di sirkuit kita tercinta ini. 

Sorry nih ya kalau selama bercerita, saya agak sok tau soal dunia otomotif. Emang sih bukan bidangnya menjelaskan. Tapi kalau menjelaskan ilmu dasarnya sedikit sih gak apa-apa kali ya. Sorry juga gak menjelaskan profil sirkuitnya secara lengkap karena lengkapnya bila sirkuitnya sudah jadi seratus persen. Oke, itu dia cerita singkat pengalaman saya nonton langsung World Super Bike di Sirkuit Mandalika. Sampai bertemu di MotoGP Mandalika Circuit tahun depan !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra