Sunday, 11 January 2026

Bandara Penuh Kenangan : Lion Air JT 642


Cuaca Minggu pagi di Kota Surabaya sangat cerah. Gak terasa waktunya balik ke Lombok setelah empat hari di Kota Pahlawan. Pulang ke rumah dengan penuh suka cita. Sudah gak sabar bertemu dengan anak-anak dan istri di rumah.


Setelah menambah sehari di Surabaya, pakai acara pindah hotel segala dari Suites Hotel Surabaya ke Tab Capsule Kayoon Surabaya yang lokasinya berdekatan. Ceritanya bisa kalian baca di postingan sebelumnya. 


Kebetulan penerbangan ke Lombok jam setengah sembilan pagi. Bangun tidur, saya segera mandi dan beres-beres. Sempat mencari sarapan dulu di sekitaran hotel. Sehabis sarapan, bersiap untuk jalan ke bandara. Pesan taxi bluebird group via aplikasi. Urusan check out hotel sudah beres. saatnya menunggu penjemputan taxi yang sudah dipesan. 


Gak lupa sebelum berangkat, cek kembali barang bawaan jangan sampai tertinggal di hotel. Terutama yang gak boleh tertinggal itu oleh-oleh, hehe. Seperti biasa barang bawaan saat balik ke rumah lebih banyak dibandingkan saat pergi. Rencananya saya pakai bagasi saja biar ringan saat naik ke dalam pesawat. 


Berangkat jam setengah tujuh pagi dengan estimasi sampai di bandara jam setengah delapan. Masih tersisa satu jam sebelum waktu boarding. Jalan santai karena saya sudah check in online sebelas jam sebelum berangkat. 


Menunggu taxi datang gak terlalu lama. Sekitar tiga menit setelah order, sebuah mobil new Avanza berwarna biru muda tiba di depan hotel. Salah seorang bapak supir yang keluar dari taxi, segera menghampiri saya untuk membantu membawakan dua tas ransel dan satu tas oleh-oleh masuk ke dalam mobil. 


Perjalanan dari hotel ke bandara kurang lebih empat puluh lima menit waktu normal. Kalau di hari libur kerja dan sekolah,  jalanan kota agak lengang apalagi di pagi hari. Sepanjang perjalanan saya melihat warga kota yang berolahraga pagi. Beberapa jalan ditutup karena ada car free day


Melewati beberapa jalan yang sudah familiar saya lewati seperti jalan depan Kebun Binatang Surabaya, Stasiun Waru dan kali ini mobil taxi akan melalui Tol Waru - Bandara Juanda. Jadinya sesampai di bandara lebih cepat dari rencana. Jam tujuh lebih sepuluh menit, saya sudah tiba di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. 




Berhubung penerbangan pagi ini saya menggunakan maskapai Lion Air, saya turun di pintu keberangkatan timur Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Sedangkan untuk maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Sriwijaya berada di pintu keberangkatan bagian barat. Jadi jangan sampai kalian salah pintu masuk. 


Ada banyak cerita tentang bandara ini bagi saya pribadi. Cerita solo trip, terbang bareng mantan dan bertemu sama mantan di bandara ini (curhat colongan). Dulu semasih kuliah di Jogya, beberapa kali bandara ini menjadi tempat transit. Pulang ke Lombok, naik bus Patas dari Jogya ke Surabaya. Lalu turun di Terminal Bungurasih, lanjut naik bus DAMRI ke Bandara Juanda. Begitu pun saat dari Lombok, mau k Jogya terbang ke Surabaya dulu. 


Pertama kali ke bandara ini saat saya pulang ke Lombok pakai maskapai Wings Air MD90 sekitar tahun 2008 lalu. Bisa dibilang bandara ini sudah sering saya kunjungi karena aksesnya mudah. Mau ke Yogya, Solo, Malang, Semarang dan kota lainnya, bisa transit dulu di Surabaya. 


Bahagia rasanya bisa datang ke bandara ini lagi. Dan sudah banyak perubahan karena beberapa tahun belakangan ini bandara ini sudah mengalami renovasi besar-besaran. 


Bandara Internasional Juanda berlokasi di Sedati, Kab.Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Memiliki luas kurang lebih lima hektar. Jarak dari Kota Surabaya kurang lebih dua belas sampai dua puluh kilometer. 


Memiliki hanya satu landasan pacu yang panjangnya kurang lebih tiga ribu meter. Mampu melayani pesawat berbadan besar seperti Boeing 777. 


Pemberian nama "Juanda" untuk pernghormatan kepada mantan Perdana Menteri Indonesia, Djuanda Kartawijaja yang mencetuskan pengembangan bandara ini. 


Pertama kali dioperasikan sekitar tahun 1964 sebagai pangkalan TNI AL dan sekaligus dibukanya penerbangan sipil pertama kali. Di tahun 1990-an bandara ini mulai digunakan untuk penerbangan internasional hingga sekarang. 


Bandara Internasional Juanda memiliki dua terminal. Di bagian utara ada Terminal I untuk melayani penerbangan domestik sedangkan di bagian selatan ada Terminal II untuk melayani penerbangan internasional seperti ke China, Singapura, Malaysia, Australia, Brunei dan negara lainnya. Jadi buat pertama kali terbang melalui bandara ini jangan sampai salah terminal ya. Soalnya jalan menuju kedua terminal itu berbeda. 


Saya kurang tau, apa ada shuttle yang melayani penumpang dari Terminal I ke II seperti yang ada di Bandara Soeta Tangerang. Semoga next time, PT.Angakasa Pura I membuat Kalayang (Kereta Layang) atau shuttle bus agar perpindahan penumpang antar terminal lebih mudah. 




Kembali ke laptop ! 


Setibanya di bandara, saya langsung turun dari taxi dan mengambil troli barang. Buat pelayanan taxi blue bird nya tetap oke. Order lewat aplikasi gak ribet, on time, supirnya ramah-ramah dan harga terjangkau. Good Job !. 


Saya berjalan menuju pintu keberangkatan. Beberapa petugas bandara berdiri berjaga di depan pintu untuk mengecek satu per satu penumpang yang akan berangkat. Setelah melewati pintu keberangkatan, saya berjalan menuju area check in. 


Berhubung ada bagasi, saya gak mencetak boarding pass mandiri. Saya ikutan mengantri di salah satu  loket check in. Suasana di area check in ramai sekali. Jadwal penerbangan pagi itu juga cukup padat. Lion Air membuka seluruh loket check in


Lihat layar besar untuk mengecek tujuan dan nomor penerbangan agar gak salah tempat mengantri karena di layar tertera nomor loket check in nya. Karena sudah check in online, saya hanya melapor kepada petugas untuk bagasi dan cetak boarding pass. Jangan lupa mengeluarkan kartu identitas bagi KTP atau SIM (penting dibawa). 


Kurang lebih dua puluh menit mengantri karena ramai sekali, akhirnya boarding pass dan bagasi sudah beres. Saya lanjut berjalan menuju ruang tunggu penumpang. Berjalan santai sambil menikmati suasana Bandara Juanda dari dalam. 


Bentuk bangunan di bandara ini cukup unik. Meskipun ada renovasi sebelumnya, tapi suasana Jawa nya masih terasa. Atap Joglo rumah adat Jawa masih terlihat. Lampu-lampu hias nuansa Jawa dan modern juga ada. 


Fasilitas lainnya ada mushola, resto, playground, toilet, tenang-tenan oleh-oleh khas Surabaya dan yang terbaru ada hotel di dalam bandara yaitu Tab Capsule Bandara Juanda. Hotel kapsul ini masih satu pemilik dengan Tab Capsule Kayoon Surabaya. 




Kalian yang sedang transit dan menunggu penerbangan selanjutnya, bisa nyobain fasilitas dari hotel kapsul ini. Biaya per jamnya yaitu 50 ribu. Lokasinya persis di depan gate 8. Pengen nyobain tapi penerbangan saya kurang dari satu jam lagi hehehe. 


Oke, setelah melewati pemeriksaan ruang x-ray, saya lanjut berjalan menuju gate 12. Untuk posisi gatenya ada di paling ujung. Jadinya harus berjalan kaki dari depan gate 6 menuju gate 12. Wah cukup jauh juga. Lumayan olahraga kecil-kecilan. 


Kurang lebih setengah jam lagi dari jadwal boarding, saya sudah berada di gate 12. Mencari tempat duduk untuk beristirahat sejenak sambil cuci mata. Disini penumpangnya bercampur ya. Ada yang ke Palembang, Padang, Denpasar, Lombok seperti saya dan daerah lainnya. 


Sama seperti bandara lainnya, dari dalam ruang tunggu kita bisa melihat pesawat yang terparkir di apron. Bisa juga melihat pesawat yang hendak take off maupun landing. Semoga nanti pas naik ke dalam pesawat, tanpa melalui garbarata. 


Masih belum puas cuci mata, penumpang Lion Air JT 642 tujuan Lombok sudah dipanggil untuk naik ke dalam pesawat. Cukup cepat juga waktu boarding. Lebih cepat dari jadwal yang semestinya. 


Mengantri di antrian pengecekan tiket dan kartu identitas sebelum berjalan menuju pintu pesawat. Ramai juga penumpang yang akan terbang ke Lombok. Lebih ramai daripada gate sebelah yang akan menuju Palembang. Terdengar bahasa Sasak dari beberapa penumpang lainnya. Rasanya sudah berada di rumah sendiri. 


Setelah pengecekan tiket beres, saya dan para penumpang lainnya berjalan menuju pesawat. Sayangnya semua penumpang dipersilahkan untuk memasuki pesawat melalui garbarata. Padahal pengen ambil foto pesawatnya secara utuh. 





Btw, entah ini kebetulan atau gak. Pesawat yang akan membawa saya dan penumpang lainnya ke Lombok ternyata pesawat yang sama saat saya berangkat ke Surabaya kemarin. Lion Air Boeing 737 800 dengan kode registrasi PK LOR. Untuk cerita penerbangan saya ke Surabaya, kalian bisa baca di tulisan sebelumnya. 


Pengalaman pertama kali pulang pergi naik pesawat yang sama. Sempat berpikir, kemungkinan pesawat ini memang dikhususkan untuk melayani penerbangan dengan rute Lombok - Surabaya PP. Mungkin ada yang lebih ahli untuk menjawab, bisa di kolom komentar ya !. 


Meskipun naik pesawat yang sama, pastinya kru atau awak kabinnya pastinya berbeda. Kalau mereka sama, itu artinya kalian beruntung sekali dan pengalaman yang unik. 


Keunikan kedua yang saya dapatkan saat itu, saya duduk di pintu darurat. Saya minta tolong ke adik untuk check in online. Kata adik saya, nanti untuk seatnya random alias dilihat mana yang masih kosong. Ternyata dipilihin duduk di seat emergency yaitu di nomor 18F. Saya duduk samping jendela atau pintu darurat. 


Ada sensasi tersendiri duduk di seat emergency. Ada perasaan khawatir dan tanggung jawabnya besar. Kalau terjadi apa-apa orang yang pertama kali buka pintu darurat yaitu orang yang berada paling dekat dengan pintu. Untuk membukanya juga sudah ada Standar Operasional Prosedurnya (SOP).


Seinget saya, kalau pesawat sudah berhenti dengan sempurna dalam keadaan darurat dan dipastikan gak ada api di badan dan sayap pesawat, baru diperbolehkan untuk membuka pintu darurat. Caranya tarik tuas yang ada di atas jendela, kemudian pintu daruratnya kita dobrak hingga terbuka. Turun terlebih dahulu kemudian menyelamatkan penumpang lainnya. Kurang lebih begitu seingat instruksinya. 


Sebelum ada waktu demo keselamatan dari pramugari, yang duduk seat paling dekat dengan pintu darurat diberikan penjelasan mengenai tata cara membuka pintu. Lebih jelasnya lagi, kita bisa baca di sebuah lembar petunjuk keselamatan. 


Untungnya di window seat emergency ini jarak antar seat di depannya cukup longgar. Buat saya yang tingginya 165 cm, cukup luas. Mari kita menikmati penerbangan ini !. 





Saat itu penumpang Lion Air JT 642 tujuan Lombok full seat. Akhir-akhir ini penerbangan ke Lombok lagi ramai. Semoga saja kedepannya pariwisata NTB khususnya Lombok semakin baik terutama dari segi fasilitas dan SDMnya. 


Setelah seluruh penumpang sudah semua naik ke dalam pesawat. Awak kabin memeriksa kembali barang-barang penumpang yang ada di bagasi atas kabin. Suara pintu pesawat sudah ditutup. Sebentar lagi pesawat akan berangkat. 


Proses push back, pesawat berjalan mundur. Cuaca di langit Surabaya cukup cerah. Kapten pilot menginformasikan kepada penumpang bahwa penerbangan berada di cuaca normal. Tapi tetap namanya terbang itu pastinya sedikit deg-degkan di take off dan landing


Status pesawat sudah "taxi", tandanya sudah boleh berjalan menuju runway 10 untuk lepas landas. Gak lupa sebelum take off mematikan handphone agar penerbangan berjalan dengan lancar dan kita semua selamat. 


Suara bising dari mesin pesawat semakin keras, apalagi saya duduk tepat di samping sayap pesawat. Suara mesin jauh lebih bising. Pesawat berjalan cepat di atas landasan. Rotate, badan pesawat menukik ke atas dengan kecepatan penuh. Roda pesawat terdengar sudah dinaikkan. Getaran khas saat take off. Semakin lama, gedung-gedung semakin terlihat kecil. 


Lampu tanda sabuk pengaman masih menyala. Suasana hening di dalam kabin pesawat. Hanya terdengar suara mesin pesawat. Saya duduk sambil mengarahkan pandangan ke luar jendela. Posisi pesawat sudah berada di atas laut. 


Penerbangan kali ini memakan waktu kurang dari satu jam. Gak sampai satu jam tergantung kondisi cuaca sepanjang perjalanan.





Cuaca sejauh ini tergolong cerah. Gak banyak melewati kumpulan awan. Sehingga saya bisa melihat beberapa view cantik seperti Jalan Tol Probowangi (Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi) seperti bentuk ular putih. Karena ada pihak yang baper, jadinya diganti menjadi Tol Prosiwangi. Pejabat kok baperan yaak ? Hehehe. 


Selain itu terlihat PLTU Paiton yang berada di daerah Situbondo, Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan,  Selat Bali, Danau Batur, Gunung Agung di Bali dan kapal-kapal yang berlayar sekitaran perairan utara Jawa dan Bali. 


Karena penerbangannya gak terlalu lama, saya memutuskan gak tidur di dalam pesawat. Sayang sekali rasanya kalau melewatkan moment-moment seperti ini. Suatu saat saya ingin mengajak anak-anak dan istri naik pesawat bareng. Semoga selalu diberikan kesehatan, rezeki dan kesempatan. 


A few moment later 


Kurang lebih dua puluh menit sebelum landing, posisi pesawat sudah berada di Selat Lombok. Hamparan perbukitan hijau sudah terlihat. Berhubung duduknya di bagian kanan badan pesawat dan pesawat akan landing dari arah barat, jadinya gak melihat view Tiga Gili dan Gunung Rinjani. Hanya melihat view deretan gili di wilayah Sekotong, Lombok Barat dan Pelabuhan Lembar. Sama-sama kerennya karena Pulau Lombok itu destinasi wisatanya selalu keren. 


Suara "deg" dari roda pesawat sudah diturunkan. Pertanda pesawat sudah siap untuk landing. Hamparan persawahan hijau sudah terlihat lebih dekat. Pesawat sudah menurunkan ketinggian. Goyangan kecil kiri kanan yang terlihat dari sayap pesawat. 


Semakin lama pesawat semakin menurunkan ketinggian. Begitupun dengan suara mesin yang terdengar agak pelan. Runway 13 pun sudah terlihat. Roda pesawat akhirnya menyentuh aspal runway dengan halus. Tumben Lion Air landing dengan halus dan gak banyak getaran. Pilotnya keren-keren nih sekarang. 



"Selamat Datang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Praya, Lombok !"


Ucapan yang terdengar dari salah satu pramugari setibanya pesawat di Lombok. Alhamdulillah, kita sudah sampai di Lombok dengan selamat dan sehat. 


Pesawat pun berjalan menuju apron. Setelah pintu pesawat sudah dibuka, satu per satu penumpang turun dari pesawat. Lagi-lagi saya masih belum beruntung bisa mengambil foto secara utuh karena penumpang yang duduknya di barisan tengah ke depan itu dipersilahkan turun dari pintu depan alias lewat garbarata. Dan saya pun termasuk penumpang di barisan tengah ke depan. 


Sedangkan penumpang yang duduknya di barisan belakang, bisa turun dari pintu belakang. Sayangnya pas mau turun, penumpang di barisan belakang masih ramai. Yasudah, turun lewat depan saja. 


Turun dari pesawat, lalu berjalan ke arah area pengambilan bagasi, setelah itu keluar menuju pintu kedatangan. Pesan taxi seperti biasa karena saya gak sempat dijemput. Bertemu dengan anak istri lagi di rumah, bersyukurnya bukan main. 


Over all, pengalaman terbang bersama Lion Air cukup berkesan. Penerbangannya on time. Gak banyak drama yang biasanya kita lihat di media sosial. Ada yang komentarnya dalam kabin pesawatnya panas sampai dobrak paksa pintu darurat. Ada yang delay berjam-jam dan masih banyak drama lainnya. 


Untungnya pas pergi dan pulangnya, saya mendapatkan service yang cukup baik. Dalam kabinnya gak terlalu panas. Anget-anget sedikit sebelum berangkat itu hal yang wajar. Gak dapat delay yang berjam-jam juga. Kondisi pesawatnya juga baik dan liverynya masih putih mulus. 


Bahagia bisa terbang ke Lombok Surabaya lagi. Dapat cerita unik karena dapat pesawat yang sama pergi dan pulangnya. Pesawatnya masih dalam kondisi baik. Untuk review pesawatnya sudah saya ceritakan di tulisan sebelumnya pas berangkat ke Surabaya. 


Bukannya ngendorse, tapi jangan takut terbang bersama Lion Air !. Apalagi Lion Air merupakan maskapai nasional yang memiliki rute terbanyak di Indonesia. Mau kemanapun pasti Lion Air mendominasi baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.


Safe Flight Enjoyed ! 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra 


Sunday, 4 January 2026

Tempat Nongkrong Estetik di Pinggir Sungai : Rolag Kopi Kayoon Surabaya

 


Kalau lagi jalan-jalan di sekitar pusat Kota Surabaya dan pengen cari tempat nongkrong yang tenang tapi tetap asik, Rolag Kopi Kayoon bisa jadi pilihan yang pas. Lokasinya strategis banget yaitu di Jalan Kayoon no 6, Embong Kaliasin, Kec.Genteng, Surabaya. Deket dari Museum Kapal Selam, Plaza Surabaya, WTC dan Stasiun Gubeng. 


Cerita ini merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Biar nyambung, kalian bisa baca dulu cerita sebelumnya yang sudah saya posting seminggu yang lalu. Postingannya ada di beranda blog !. 


Sore itu, saya keluar hotel untuk jalan-jalan mencari oleh-oleh dan pas baliknya saya melihat ada sebuah tempat nongkrong yang lokasinya di pinggir Bendungan Karet, Kali Mas Surabaya. 


Sebuah cafe yang berada persis di pinggiran sungai. Ternyata posisi cafe ini tepat di belakang hotel saya menginap. Wah, penasaran juga pengen nyobain nongkrong disini sambil mencoba menu makanan dan minumannya.

 

Mencari lokasi cafe ini bisa dibilang gak susah. Kita bisa berjalan menuju Tab Capsule Kayoon, di sebelah hotel ada pintu masuk menuju cafenya. Gak perlu ragu kalau masuk karena bangunan cafe gak terlihat dari pinggir jalan Kayoon. Di pintu masuknya ada tulisan Rolag. Kita tinggal mengikuti saja jalanan kecil tersebut. 


Setelah sampai di area parkir, terlihat salah seorang juru parkir yang sedang duduk santai di depan cafe. Suasana sore itu masih sepi pengunjung. Hanya ada beberapa pengunjung saja yang duduk santai di salah satu kursi. Ada yang bersantai sepulang kerja, ada juga yang ngedate bareng pasangan.


Di bagian depan cafe, ada sebuah bangunan estetik gitu. Dinding full kaca dan di dalamnya ada sejumlah meja kursi. Terlihat ruangannya ditutup karena gak ada orang di dalam. Di bagian luar ada banyak sekali meja dan kursi. Ada meja kursi dari kayu, ada kursi dan meja bulat. 





Uniknya bangunannya di desaign mirip bangunan stasiun kereta. Ada beberapa papan nama seperti papan petunjuk di stasiun kereta (Jalur 1). Meja kursi diatur rapi di samping pagar pembatas sungai. 


Saya sempat bertanya sama salah satu stafnya. Ini konsepnya seperti stasiun kereta. Masnya menjawab, iya sengaja dibuat konsep stasiun kereta karena lokasi cafe ini berdekatan dengan Stasiun Gubeng. Saya rasakan juga vibes nya seperti kita lagi menunggu kereta datang sambil makan di kantin stasiun.


Suasana sore itu cukup menghibur bagi saya karena kita bisa melihat warga yang sedang memancing. Aliran sungai juga cukup deras. Pastinya banyak ikan yang berada di dalam air sungai yang keruh berwarna cokelat dan ukuran sungai ini cukup lebar untuk mancing. Kali Mas juga dimanfaatkan warga kota untuk tempat rekreasi karena lokasinya tepat di jantung Kota Surabaya. 


Sesampainya di cafenya, saya langsung memesan makan berat dan minuman dingin. Saat itu saya memesan Nasi Goreng Merah dan Es Teh Tarik. Maunya ngopi tapi masih sore.


Untuk pesan makanannya, kita langsung ke meja kasir untuk pilih makanan yang ada di daftar menu. Disini menunya banyak tapi gak banyak variasi. Ada Nasi Goreng, Mie Goreng, Mie Rebus, Kentang Goreng, Tahu Walik dan lain-lain. Untuk minumnya disini ada bangsanya perkopian dan yang menarik buat saya, ada minuman dingin yaitu Es Teh Tarik. Penasaran sama rasa teh tariknya !. 


Saat saya kesana kemarin, hanya ada satu dua orang staf. Satu bertugas untuk menyiapkan pesanan. Satunya yang mengantarkan pesanan ke tamu. Itupun yang nganterin bapak-bakap paruh baya. Padahal di bayangan saya yang mengantar makanan seorang perempuan Jawa yang manis. Tapi bapak-bapak. It's oke gak apa-apa. Belum rezeki berarti, hehehe. 

 





Setelah memesan makanan dan langsung bayar di kasir, saya mencari tempat duduk. Seperti penjelasan di awal tadi, cafe ini memiliki dua ruang tempat duduk. Ada indoor dan outdoor. Berhubung lagi pengen menikmati suasana Kota Surabaya di sore hari, saya memilih duduk di area outdoornya saja. 

Karena cafe ini masih sepi pengunjung yang datang, saya masih bebas mau duduk diana saja. Untuk ukuran kursinya panjang. Dua kursi panjang dan satu meja. Bisa untuk empat orang. Ada juga kursi berbentuk sofa bulat seperti kerang terbuat dari plastik lengkap dengan meja bundarnya. 

Kursi dan mejanya ditata seperti berada di kantin dalam stasiun kereta. Bedanya kita nongkrong di pinggir sungai bukannya di pinggir peron atau rel kereta. 

Yang saya suka dengan cafe ini yaitu penataan lampunya. Lampu-lampu kecil bercahaya kekuningan menghiasi bagian langit-langit bangunan. Semakin malam, lampunya semakin romantis dan syahdu. Sayangnya gak bawa pasangan. Hanya jadi penonton saja duduk manis nongkrong disini sambil liatin orang kencan. 

Apalagi malam Minggu, pastinya banyak yang datang nongkrong bareng gebetan atau pacar. Atau datangnya rombongan bareng the genk. Biasanya dari kalangan Gen Z. Nongkrong sambilan cuci mata nih, hehehe. 

Sambil menunggu pesanan datang, saya berjalan ke pinggiran sungai. Berdiri di pinggir pembatas besi dan beton sambil memandang ke arah sungai. Gedung-gedung tinggi. Suara kendaraan yang melintas. Jembatan Kali Mas dan Bendungan Karet membuat vibesnya seperti terasa di rumah.

Kebetulan rumah saya di Kota Tua Ampenan, Lombok juga vibesnya seperti ini. Ada sungai besar di tengah kota, jembatan dan banyak orang mancing di sungai. 

Menurut saya viewnya cukup asyik. Cocok buat yang habis pulang kerja, pengen bersantai sambil ngopi sejenak sebelum pulang ke rumah atau yang melanjutkan kerjaan sambil buka laptop. 

Suara air terjun dari Bendungan Karet, Kali Mas seperti kita berada di sebuah air terjun di pedalaman hutan belantara. Disini juga air sungainya gak bau. Cukup membuat saya betah untuk berlama-lama duduk disini.

Langit Surabaya sore itu sedikit berawan. Untungnya udara sore itu cukup buat nyaman karena kita berada di pinggir kali. Pepohonan di pinggiran cafe juga cukup rindang. 




Keasyikan berdiri di pinggir sungai yang jaraknya gak terlalu jauh dari tempat duduk saya, seorang bapak paruh baya berjalan menuju ke saya membawa pesanan. Bapaknya ternyata ramah sekali. Wah maafin saya ya pak, saya kirain beliau cuek tapi ternyata ramah sekali. 

Kirain agak lama datangnya, ternyata cepat juga. Saya balik ke tempat duduk menerima pesanan. Terlihat penampakan Nasi Goreng Merahnya sudah menggoda. Berhubung sudah laper juga, gak sabaran buat dimakan. 

Begitu juga dengan Es Teh Tariknya. Gelas yang digunakan juga porsi besar. Pas banget diminum sore-sore. 

Sekarang kita review Nasi Goreng Merahnya, menurut saya nasi gorengnya gurih dan gak benyek. Apalagi Surabaya terkenal dengan nasi gorengnya yang agak terasa pedas dibandingkan dengan daerah Jawa Tengah yang manis. 

Warna merah dari nasi gorengnya juga segar dimata. Saus tomatnya enak, gak terlalu kecut dan manis. Pemilihan bumbu rempah-rempahnya juga nendang.  Terasa kuat bawang putihnya. Pedasnya pas dan serasi antara pedas dan sedikit manis. Apalagi diberi toping ayam suwir dan acar. Dimakan dengan krupuk udang, enak pooll !. 

Porsinya juga jumbo. Dua kali saya makan nasi goreng di tempat yang berbeda di Surabaya, semuanya porsi jumbo. Untungnya saya penggemar nasi goreng, pastinya habis dimulut, hehehe. 

Sehabis makan nasi goreng merah, lanjut menikmati minuman dingin yaitu Es Teh Tarik. Awalnya sempat khawatir kalau semisal makan yang pedas dan berminyak, kemudian lanjut minum yang dingin, nantinya radang tenggorokan. 

Ternyata setelah habiskan dua menu tadi, tenggorokan saya aman-aman saja hingga sampai di rumah keesokan harinya. 

Untuk Es Teh Tariknya terasa manis banget. Ada rasa sepet dari tehnya. Aroma tehnya kuat banget. Hanya saja, pemberian es batunya kebanyakan. Jadinya kalau lama dihabiskan, rasa teh tariknya lama kelamaan jadi hambar. 

Over all, nongkrong di Rolag Kopi Kayoon menurut saya cukup asyik. Makanan yang saya pesan juga enak semua. Gak kecewa untuk rasanya. Untuk harga juga masih terjangkau buat kalangan mahasiswa dan pekerja. Membaca review di google maps tentang cafe ini juga banyak yang positif. Ada juga yang mengomentari kekurangan. It's oke, namanya juga kita bebas berpendapat. Terpenting memberi pendapat dengan cara sopan dan membangun. 

Suasana cafenya juga nyaman meskipun sampai malam saya disana, pengunjung agak sepi. Apa karena lokasinya yang tersembunyi atau saya yang kepagian datangnya. 

Pelayannya yang saya dapatkan cukup baik. Staf cafenya ramah dengan pelayanan yang cukup baik. Tempat duduknya juga banyak pilihan. Ada hiburan musicnya juga. Wifi-nya juga kencang. Tempatnya menenangkan dan cocok buat menyelesaikan kerjaan dan kencan bareng pasangan. 

Kurangnya disini, saya agak sempat terganggu dengan nyamuk yang menggigit kaki dan tangan. Terasa agak gatel tapi masih bisa ditahan. Namanya juga nongkrong di pinggir sungai. Dan biasanya nyamuk itu keluar disaat sudah gelap. Saran saya, bawa cream anti nyamuk kalau datang kesini ya !.   

Gak terasa duduk disini, waktu sudah malam saja. Kurang lebih saya menghabiskan waktu dua jam nongkrong disini sambil mengerjakam beberapa tulisan blog yang masih belum selesai. 

Perut sudah kenyang. Mau lanjut nyari kopi tapi rasanya males banget. Akhirnya saya memutuskan untuk balik ke hotel untuk beristirahat dan packing barang karena besok jam enam pagi, harus berangkat ke bandara. Karena kebetulan dapat penerbangan pagi ke Lombok. Ditunggu cerita saya, penerbangan pagi Surabaya ke Lombok !. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday, 26 December 2025

Sensasi Tidur di Dalam Kamar Kapsul Pesawat Luar Angkasa : Tab Capsule Hotel Kayoon Surabaya


Sudah tiga hari berada di Surabaya, ujian kompetensi pun sudah selesai dengan predikat lulus. Saya dan teman-teman lainnya satu per satu balik ke rumah masing-masing. Ada yang pulang ke Malang, Probolinggo, Jakarta dan ada yang masih lanjut stay di Surabaya seperti saya, hehehe. 

Ada waktu sehari di Surabaya, saya manfaatkan untuk refreshing setelah tiga hari gak keluar hotel buat jalan karena belajar mati-matian biar lulus. Malu kalau gak lulus, mana sudah dibayarin sama rumah sakit. Jadinya harus lulus (curhat colongan). 

Istri juga dirumah sudah kasi ijin untuk refreshing sehari dulu di Surabaya baru pulang ke Lombok. Karena jatah menginap di Suites Surabaya Hotel sudah berakhir dan harus check out paling telat jam dua belas siang di Hari Sabtunya, rencananya saya mau nyari hotel yang dekat-dekat saja. 

Bisa saja nambah hari tapi dengan biaya sendiri di hotel yang sama. Berhubung pengen nyari yang murah biar hemat, saya pilih salah satu hotel yang menurut saya cukup unik dan menarik. Sebut saja namanya, Tab Capsule Kayoon Surabaya. Hotel bintang satu yang strategis. Lokasinya berada di Jalan Kayoon No.11D, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya. 

Hanya berjalan kaki sejauh enam ratus meter dari Suites Hotel ke Tab Capsule Hotel Kayoon melewati Plaza Surabaya, lalu menyeberang di depan Museum Kapal Selam dan kurang lebih sepuluh menit berjalan kaki, saya sudah sampai di depan hotelnya. 

Bagi yang doyan jalan kaki, bisa ngikutin cara saya. Tapi yang gak kuat jalan apalagi jalan kakinya pas siang hari di tengah kota dengan lalu lintas padat, jangan dicontoh ya. Hehehe. 

Tab Capsule Hotel Kayoon kalau gak salah pelopor hotel kapsul di Kota Surabaya. Salah satu alasan saya pengen datang ke Surabaya karena pengen menginap di hotel kapsul ini. Melihat pertama kali di video ulasan salah satu conten creator di youtube, buat saya penasaran merasakan sensasi tidur di dalam pod kapsul mirip pesawat luar angkasa. 

Meskipun review hotel ini di google maps banyak yang kurang puas dan memberi bintang satu karena beberapa alasan. Salah satunya ruang lobinya yang panas seperti warnet dan ada pod kapsul yang butuh pemeliharaan. Kalau saya yang menjadi perhatian kemarin itu, lemari penyimpan barangnya yang rusak dan gak terawat. Untungnya dapat kamar dan pod kapsul yang cukup baik dan tombolnya berfungsi semua. Kamar mandinya cukup bersih dan harum. 

Sejauh ini, sudah tiga kali saya menginap di hotel kapsul di beberapa daerah seperti Denpasar dan Jakarta. Nah pas banget ke Surabaya sendiri, gak boleh dilewatkan untuk merasakan moment tidur di dalam kapsul. Buat kalian yang punya perasaan parno berada di dalam ruang sempit, gak disarankan untuk mencoba menginap di hotel ini. 




Saya memesan hotel ini melalui aplikasi tiket.com dengan biaya per malamnya 124 ribu rupiah karena dapat harga promo akhir pekan. Gak lupa setelah melakukan pemesanan dan pembayaran, kita harus konfirmasi ke hotelnya melalui whatsapp apakah pesanan kita lewat aplikasi online sudah masuk ke data mereka apa belum. Kalau sudah masuk, berarti aman. 

Disini ada tiga jenis kamar kapsulnya. Ada single room untuk satu orang dewasa dan capsule room untuk dua orang dewasa. Dan compact room yang bisa untuk dua orang dewasa dan dua anak-anak minimal berumur tiga tahun. Perlu dicoba nanti !.

Oh ya, catatannya, disini baik laki-laki maupun wanita kamarnya dipisah. Jadinya pas memesan lewat aplikasi online, jangan salah pilih kamar ya. Di aplikasinya dicantumkan single room laki-laki dan wanita. Kecuali yang bersama keluarga ya, bisa pesan yang compact room. 

Setelah sampai di depan hotelnya, waktu menunjukkan jam satu siang. Tinggal satu jam lagi kita bisa melakukan check in. Rencananya saya mau ngadem sambil bersantai di ruang lobi sampai waktu check in tiba. 

Penampakan bangunan hotelnya gak terlalu wah banget. Di depan hotel ada area parkir yang sempit. Hanya bisa memuat beberapa motor dan mobil saja. Tapi tenang, disini penjagaannya dua puluh empat jam. Pak security-nya juga sangat ramah kepada tamu yang menginap. Terlihat pas saya datang, bapaknya yang membukakan pintu kaca lobi hotel. 

Bangunan hotel yang memiliki lima lantai. Dimana di lantai satu ada ruang lobi yang gak begitu luas dan meja resepsionis. Untuk kamarnya berada di lantai dua hingga lantai lima yang dihubungkan dengan dua unit lift. Infonya di lantai lima ada area rooftopnya.

Sesampainya di hotel, saya ijin untuk bersantai di ruang lobinya sambil menunggu waktu check in. Hanya terdapat satu meja dan empat kursi. Di bagian pinggir dinding kaca, terdapat meja panjang dan mesin untuk memesan kamar mandiri. Untuk ruangannya panas banget karena gak ada ac. Hanya ada kipas angin tempel yang gak begitu terasa.

Terlihat suasana di dalam hotel gak begitu ramai, tapi kenyataannya hari itu sudah full booking alias kamar sudah penuh. Berhubung mas resepsionisnya baik banget, akhirnya saya diijinkan untuk check in lebih awal karena kamar yang sudah saya pesan sudah siap. Thanks banget mas broo !. Sejauh ini pelayanan yang diberikan cukup baik dari respon yang cepat saat dikonfirmasi via whatsapp hingga proses check in

 


Saya diberikan satu kunci berbentuk kartu untuk menuju ke kamar. Jadi apabila mau ke kamar, kita tab kartu di alat scan dalam liftnya lalu pencet angka sesuai lantai kamar kita. Setelah keluar dari lift menuju ke kamar, tab lagi kartunya di pintu kamar. Tab terakhir saat membuka pod kapsul. Cukup aman ya, jadi tenang ninggalan barang berharga di dalam kapsul. 

Kamar saya ada di lantai empat yaitu kamar  404. Setelah mendapatkan kunci, saya diantar oleh salah satu staf hotel menuju ke dalam kamar. Masnya menjelaskan cara membuka pintu kamarnya. Setelah pintu kamar terbuka dengan cara tab kartunya di gagang pintunya, barulah di dalam kamar ada empat pod kapsul. Dua di bawah dan dua di atas. Saya kebagian dapat pod kapsul nomor satu yang berada di bagian atas. 

Untuk membuka pod kapsul, tab kartu lagi di bagian scan. Setelah berbunyi dan lampu berwarna hijau, pintu kapsul otomatis terbuka. Cara bukanya, pintunya kita geser ke kiri. Ada anak tangga untuk pijakan naik ke dalam kapsul. 

Penampakan pod kapsulnya sangat unik bagi saya. Berbentuk seperti kapsul persegi panjang berwarna putih. Saat masuk suasana seperti di dalam kabin pesawat luar angkasa. Lampu LED yang bisa diatur tingkat kecerahan dan warnanya. Terdapat satu buah kasur untuk satu orang. Ada dua bantal empuk, selimut dan handuk lengkap dengan perlengkapan mandi. 




Di dalam pod kapsulnya juga ada cermin besar, tombol pengatur pendingin ruangan, wifi, ada headset, lampu baca, alat pemadam kebakaran mini, layar LED yang berfungsi untuk menonton tv dan film. Terpenting ada colokan charger handphone, usb dan headset.

Untuk kasurnya cukup empuk dan harum. Bantalnya juga bersih. Jadi sangat nyaman untuk beristirahat. Barang bawaan seperti tas ransel dan tas lainnya saya bawa masuk ke dalam kapsul karena lemari barangnya yang berada di luar kapsul sedang dalam perbaikan. 

Enaknya di dalam kamar ini yaitu pintu kamar otomatis gak bisa terbuka dari luar ataupun dari dalam sebelum kita pencet tombol yang berada di sebelah pintu. Jadi orang asing yang gak tidur di kamar ini gak bisa masuk. Aman kan ?. 

Begitu juga dengan pintu pod kapsulnya, otomatis gak bisa terbuka kalau kita gak pencet tombol pintu terbuka yang ada di sebelah kasur. Jadinya jenis kapsul ini jauh lebih aman dibandingkan kapsul yang pernah saya cobain di hotel kapsul lainnya. Mau ninggalin barang di dalam kapsul jadi lebih aman. 

Over all, buat saya yang punya tinggi 165 cm dan berat badan 90 kg, sangat nyaman tidur di dalam pod kapsulnya. Apalagi ditambah dengan barang bawaan. Masih nyaman buat tiduran.

Hari masih siang hari. Saya manfaatkan untuk tidur siang karena semalam kurang tidur. Badan juga agak kurang fit. Suasana hening di dalam kapsul buat saya cepat tertidur. Tamu hotel lainnya yang sekamar juga sedang beristirahat di dalam kapsul masing-masing. 

Fasilitas lainnya di dalam kamar yaitu ada ac kamar yang dingin banget untuk empat unit pod kapsul. Lemari penyimpan barang untuk setiap pod kapsul. Ada jendela kecil sebagai penerang.

Kerennya ada kamar mandi dalam untuk kami berempat. Kamar mandinya bersih dan wangi. Ada closed duduk, shower air panas dan air dingin. Dengan harga 124 ribu, kita dapat fasilitas yang standar dan berfungsi dengan baik. 

Kerennya di pod kapsul ini, ada tombol sedang istirahat. Kita pencet tombolnya lalu ada lampu merah menyala. Itu tandanya tamu yang berada di dalam pod kapsul gak boleh diganggu. 

A few moments later !.

Di sore harinya, saya keluar hotel berjalan kaki menikmati Kota Surabaya. Jalan kakinya gak jauh. Hanya muter-muter lewat depan Museum Kapal Selam, lanjut nyari oleh-oleh di depan Stasiun Gubeng Surabaya. Nyari makan sore sekalian nongkrong yang murah meriah. Setelah itu balik ke hotel lagi. 




Sebelum sampai hotel, saya tertarik melihat banyak orang yang mancing di pinggiran Bendungan Karet Gubeng di Kali Mas. Sungai terbesar yang membelah Kota Surabaya hingga sampai di Pelabuhan Tanjung Perak. Di pinggiran Kali Mas juga terdapat beberapa tempat nongkrong yang asyik buat dicoba. 

Di tulisan berikutnya, saya akan mereview salah satu cafe yang berada di pinggiran Kali Mas yang gak jauh dari hotel tempat saya menginap. 

Lanjut !. 

Gak terasa langit sudah gelap. Lampu-lampu gedung kota Surabaya sudah menyala. Suasana akhir pekan di kota terbesar kedua di Indonesia sungguh ramai. Setelah perut kenyang, saya memutuskan untuk balik ke hotel. 

Sampai di hotel, saya packing barang karena besok pagi sekali harus sudah jalan ke bandara untuk balik ke Lombok. Setelah packing, lanjut mandi dan tidur. Semalaman di hotel, saya manfaatkan untuk tidur agar besok pagi kembali fit karena besok akan berjumpa sama anak-anak dan istri. Sudah empat hari ninggalin mereka.

Memang nyaman tidur di dalam pod kapsul. Apalagi lampu kapsulnya saya redupkan. Hanya terdengar suara ac dan saya merasakan tidur di dalam pesawat yang sedang berjalan. Ada sensasi tidur di benda yang sedang bergerak.

Mungkin kalian ada pengalaman menginap di pod kapsul ?. Bisa sharing di kolom komentar !. 

Next !. 

Gak terasa, sudah pagi saja. Saya langsung mandi dan rapi-rapi. Sebelum jalan ke bandara, saya mencari sarapan dulu di sekitaran hotel. Berhubung di hotel gak nyiapin sarapan, jadinya nyari sarapan di luar. Untuk tempat sarapan gak sulit kalau di Surabaya. 

Keluar hotel, langsung banyak pilihan. Saya tertarik untuk sarapan nasi bungkus yang lokasinya gak jauh dari hotel. Tinggal jalan kaki beberapa langkah, kita sudah sampai di salah satu gerobak angkringan.

Disapa oleh ibu penjual nasi dengan sangat ramah. Dari nadanya sih sepertinya orang Madura karena bahasanya bukan bahasa Jawa Timuran. 




Disini ada nasi bungkus, sate hati, gorengan dan lain sebagainya. Saya ambil satu bungkus nasi yang isinya ada ayam goreng, oseng-oseng tempe, tahu isi seharga 10 ribuan saja. Ditambah minumnya teh hangat seharga 3 ribu. Jadi total sarapan pagi itu 13 ribu. 

Porsi nasi bungkusnya lumayan banyak. Nasi putihnya pulen dan padat. Saya suka sama oseng-oseng tempenya. Bumbunya enak banget. Awalnya tadi mau nambah sebungkus lagi, tapi lihat porsinya banyak jadinya sudah kenyang. Tehnya juga wangi dan enak banget. Ini yang saya suka kalau datang ke Jawa, pasti tehnya wangi-wangi. 

Sambil menyantap nasi ayam, kita nikmatin Kota Surabaya di pagi hari. Berhubung di hari libur kerja dan sekolah, banyak warga Surabaya yang olahraga lari pagi dan sepedaan. Mereka olahraga, saya makan. Hahaha 

Setelah urusan perut sudah beres, saatnya balik ke hotel untuk siap-siap berangkat ke bandara. Cuaca di Minggu pagi cukup cerah. Berharap penerbangan nanti lancar dan selamat sampai rumah. 

Bagi kalian yang berencana ke Surabaya dengan low budget, bisa pilih menginap di Tab Capsule Hotel Kayoon. Cocok banget buat para backpacker yang sedang transit di Surabaya untuk menuju kota selanjutnya karena hotel ini dekat banget dengan Stasiun Gubeng dan akses menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda juga mudah. 

Untuk waktu pelayanan check in nya dua puluh empat jam. Bila sampai di Surabaya tengah malam, jangan khawatir untuk melakukan reservasi. 

Dengan harga menginap di bawah 200 ribuan, hotel kapsul ini sangat nyaman dengan fasilitas yang standar. Saya beri bintang empat untuk Tab Capsule Hotel Kayoon Surabaya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra 


Monday, 22 December 2025

Kalah Menang Semua Senang : D Golong Restaurant Narmada #HUTRSMNTBke8


Tinggal menghitung hari, tahun 2025 akan segera berakhir. Banyak kenangan suka duka yang kita lewati di tahun ini. Begitu juga di tempat kerja. Beragam cerita yang didapat selama bertugas bersama teman-teman kerja yang menyenangkan dan terkadang ada yang menjengkelkan. 


Bulan Desember merupakan bulan menyibukkan sekaligus menggembirakan bagi kita semua pegawai Rumah Sakit Mata NTB karena bertepatan di Hari Sabtu, tanggal 20 Desember 2025 kita semua merayakan hari lahirnya rumah sakit kebanggaan kita bersama diumur yang kedelapan tahun. 


Seperti di tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata NTB dibuat sederhana mungkin tapi memberikan kesan yang mendalam. Diharapkan seluruh pegawai rumah sakit dapat ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara puncak yang panitia sudah buat.


Dari beberapa lomba yang sudah dilaksanakan beberapa minggu sebelum hari puncak. Seperti lomba makan kerupuk berpasangan, bakiak per kelompok, hula hup, corong air dan lomba masak mie goreng untuk kaum laki-laki. Pemenang lomba sudah ditentukan dan bakal diumumkan di hari puncak nanti. 


Tahun ini acara puncak Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata NTB terasa semakin spesial karena digelar di Restaurant D’Golong, Narmada. Suasana alam yang asri berpadu dengan konsep acara yang santai, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan hangat dan penuh kebersamaan.


Acara direncakan akan dimulai jam delapan pagi. Seluruh kegiatan sudah kami serahkan ke tim event organizer (eo) di lokasi acara. Untuk menuju ke lokasi, seluruh pegawai rumah sakit bisa berkumpul di halaman rumah sakit karena dari panitia sudah menyiapkan dua unit bus yang akan mengantarkan ke lokasi. Ada juga yang menggunakan kendaraan pribadi menuju lokasi. 


Dari jadwal yang sudah disusun panitia, bagi yang ingin ikut naik bus, diharapkan sudah berkumpul di rumah sakit paling telat jam tujuh pagi. Sedangkan yang menggunakan kendaraan pribadi bisa menyesuaikan. 


Untuk seragam tahun ini, panitia sudah membuat seragam kaus polo berwarna hijau sage dengan tulisan 8 bright & briliant di dada kiri yang sudah dibagikan kepada seluruh pegawai. Di tahun ini tema yang diangkat yaitu Bright & Brilliant artinya Cerah dan Cemerlang.


Pagi itu cuaca agak kurang bersahabat. Langit agak mendung dan angin berhembus cukup kencang pertanda sebentar lagi hujan akan turun. Untungnya dua unit bus sudah siap di depan halaman rumah sakit. Karyawan yang sudah datang sudah diperbolehkan naik ke dalam bus. Naiknya bebas ya, gak pakai tiket atau gak sesuai urutan nomor kursi. Bebas milih kursi mana saja. Yang penting jangan duduk di kursi pak supirnya aja. 


Yang buat saya bahagia banget hari itu yaitu bisa naik bus lagi. Biasanya akhir-akhir ini seringnya naik bus medium. Kangen rasanya naik bus besar lagi. Terakhir kali naik bus itu saat balik dari Jogya ke Surabaya menggunakan Patas PO EKA.


Sebagai bus mania sejak kecil, moment ini yang saya tunggu-tunggu. Next time, yang selama ini saya pengen itu yaitu mencoba beberapa armada bus jurusan ke Bima. Sudah bagus-bagus busnya. Apalagi pengen banget nyobain Sleper Class dari PO New Surabaya Indah dan PO Surya Kencana. Keren banget tuh !. 



Kali ini saya beruntung sekali bisa nyobain unit bus dari PO Althaf yang dimana perusahaan otto bus ini melayani bus pariwisata saja. Bus yang saya naiki yaitu Jetbus 2 HDD dengan sasis Hino RK 8. Dimana bus ini terbilang bus lama tapi untuk masalah tanjakan gak perlu diragukan lagi. Kelebihan lainnya dari bus ini menggunakan single glass, jadinya kita bisa leluasa melihat jalan tanpa terhalangi oleh topi seperti yang ada pada bus yang double glass. 


Saya pun gak melewati kesempatan untuk duduk di jump seat-nya yang berada di samping seat supir. Biasanya kalau beruntung dapat Jetbus 2 HDD yang ada jumpt seat-nya, saya bakalan ijin duduk disini sama pak supirnya karena asyik banget liat jalan di depan seperti pengalaman saya naik PO OBL atau Safari Dharma Raya rute Mataram - Jogya dulu  yang menggunakan Jetbus 2 HDD sasis Mercedes Benz.


Review singkat dari armada bus dari PO Althaf yang bisa dibilang cukup terawat. Terasa saat jalan, gak ada bunyi kreyet kreyet meskipun bus ini gak menggunakan air suspension. Suara mesinnya pun smoth banget. Terasa nyaman sekali perjalanan dari Kota Mataram menuju D'Golong Restaurant Narmada. 


Sekitar jam setengah delapan pagi, bus diberangkatkan ke lokasi acara dengan disambut hujan lebat. Tumben lagi Kota Mataram diguyur hujan di pagi hari. Untuk pegawai yang tertinggal bus, bisa nyusul menggunakan kendaraan pribadi karena kita sudah ditunggu sama team eo di lokasi. 


Perjalanan dari Kota Mataram ke D'Golong Restaurant memakan waktu kurang lebih setengah jam perjalanan. Kedua bus berjalan meninggalkan Kota Mataram mengarah menuju Narmada, Lombok Barat. 


Buat kalian yang sudah pernah ke Lombok pastinya sudah tau nama Narmada. Salah satu kecamatan di Kab.lombok Barat yang terkenal dengan sumber mata airnya. Banyak destinasi wisata disana. Salah satunya Taman Narmada. Ada juga beberapa air terjun yang berada di Narmada. Kalian yang di Lombok juga pastinya sering minum air mineral merk Narmada baik yang bentuk gelas, botol maupun air galonan. Pabrik air minumnya juga berada di Kec.Narmada. 


Melewati jalan utama Kota Mataram -Narmada, kemudian bertemu dengan macetnya Pasar Narmada dan Taman Wisata Narmada. Jalur yang terkenal dengan padatnya kendaraan karena menghubungkan empat kota kabupaten yang ada di Lombok yaitu Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Kab.Lombok Timur. Jadi jangan heran jalur ini begitu padat dengan lalu lintas kendaraan. 


Kurang lebih setengah jam di perjalanan dengan ditemani hujan, akhirnya kami sampai di lokasi acara. Hujan yang turun membuat suasana semakin syahdu. Seluruh pegawai yang berada di dalam bus turun satu per satu menuju meja registrasi untuk melakukan scan barcode doorprize dan menyerahkan kado yang dibawa. 


Ini pertama kalinya saya datang ke restaurant ini. Sudah sering sekali ada rencana datang kesini bareng keluarga tapi sampai sekarang belum terealisasi. Untuk area parkirnya sangat luas. Bisa masuk beberapa bus berukuran besar. Lokasi restaurantnya juga gak jauh dari jalan provinsi atau jalan utama. Setelah melewati Pasar Narmada dan Patung Sapi yang menjadi ikon dari Narmada, kita bertemu dengan pertigaan di kiri jalan. Ada plank petunjuk bertuliskan D'Golong Restaurant. Bus berbelok ke kiri dengan kondisi aspal yang mulus dan baik. Sekitar lima ratus meter lokasi restaurantnya.



Penampakan restaurantnya cukup keren. Lokasinya berada di area persawahan. Memasuki area restaurantnya ada spot untuk berfoto dengan tulisan D'Golong. Banyak teman-teman yang fotoan disini mengabadikan moment pagi itu. Gak peduli mau hujan apa gak. Yang penting eksis dulu lanjut posting di akun instagram masing-masing.


Lanjut berjalan ke area dalam restaurant. Kiri-kanan banyak berugaq (gazebo) dan kolam ikan yang berukuran besar dengan berbagai macam ikan yang siap tangkap dan dimakan oleh tamu restaurant. Di area kolam ikan, kita bisa melakukan aktivitas mancing dan naik sepeda apung. Di area tengah restaurant ada semacam bangunan mirip pendopo dan beberapa meja kursi untuk para tamu. Depan bangunan utama ada lapangan rumput dan disinilah nantinya kita akan memainkan beberapa macam games. 


Lanjut ke acara puncak ulang tahun !.



Sejak awal acara, nuansa kekeluargaan sudah terasa. Pegawai dari berbagai unit berkumpul, saling menyapa, bercengkerama, dan menikmati suasana berbeda dari rutinitas pelayanan sehari-hari di rumah sakit. Lokasi yang terbuka dan nyaman membuat acara puncak ulang tahun kali ini terasa lebih santai tapi tetap bermakna.


Sesampainya di lokasi acara, seluruh pegawai rumah sakit dihidangkan menu sarapan sehat yaitu rebus-rebusan. Ada kacang tanah rebus, jagung rebus, edamame, ubi rebus, pisang rebus dan teh hangat dan kopi. Mengisi tenaga sebelum memainkan seluruh games seharian nanti. 


Acara dibuka dengan sambutan ketua panitia yang disampaikan secara ringan dan penuh keakraban. Kemudian acara diserahkan kepada host dan team eo. Berhubung direktur rumah sakit masih ada kegiatan lainnya. Untuk sambutan utama diundur setelah kegiatan outbond dan doorprize selesai dibagikan.


Mulai berangkat dari rumah sakit sampai tiba di lokasi, hujan masih belum reda. Host acara yang dibawakan oleh mas Abi membuka kegiatan outbond meskipun hujan turun dengan derasnya. Seluruh pegawai rumah sakit dipersilahkan untuk turun ke lapangan rumput yang berada di depan kolam ikan. Saya dan beberapa teman, gak mikir dua kali untuk menuju ke area depan panggung. Sepatu dan kaus kaki saya lepas agar sepatu gak basah. 


Kegiatan outbond segera dimulai. Dimulai dari sapaan team outbond kepada kami semua. Beberapa kelompok dibentuk dengan cara yang gak biasa. Membuat kelompok dengan cara permainan mini games, dimana ada "mutiara" dan "kerang". Kalian yang sudah sering mengikuti outbond, pastinya sudah familiar dengan mini games satu ini. Setelah beberapa kelompok sudah terbentuk, barulah games utama dimainkan. Masing kelompok berjumlah sepuluh orang. 


Ada beberapa games yang dimainkan seperti menebak angka dengan kode tangan dan badan. Mencari bola dengan mata tertutup, melempar bola jangan sampai bola terjatuh dari tangan dan lomba terakhir yang paling seru yaitu lomba tarik tambang. Beruntung sekali kelompok yang punya banyak anggota yang badannya over size (nyindir diri sendiri). Pastinya peluang untuk juara terbuka lebar. 


Di tengah kegiatan, hujan pun berhenti meskipun langit masih mendung. Untungnya dari pagi hingga menjelang siang hari, cuaca gak terik. Jalannya lomba semakin seru karena kita gak perlu kelelahan karean sinar matahari. Ditambah lagi hadiah-hadiah keren yang sudah menanti. Gak nanggung-nanggung, ada puluhan hadiah yang sudah disiapkan panitia. 




Gak terasa waktu sudah beranjak ke siang hari. Semua lomba sudah selesai dimainkan. Beberapa kelompok keluar sebagai juaranya. Selanjutnya, acara tukar kado. Cara tukar kadonya pun unik dan lucu. Seluruh pegawai berbaris melingkar membentuk lingkaran. Kado yang sudah terkumpul, diambil satu per satu secara acak. Kemudian, host menginstruksikan untuk yang mau tukar kado harus joget di depan dan menarik salah satu orang untuk berjoget. Nanti kedua orang yang joget tersebut saling menukar kadonya. Saya pun dapat kado tempat makan, lumayan nambah stok wadah makan di rumah, hehehe. 


Selesai acara tukar kado, dilanjutkan dengan pembagian doorprise. Sebelum pembagian doorprise, kita mendengar sambutan dari Direktur Rumah Sakit Mata NTB, dr.Cahya Desi Sp.M. Dalam sambutannya, disampaikan rasa syukur atas perjalanan Rumah Sakit Mata NTB hingga saat ini, sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan mata terbaik bagi masyarakat.



Momen pemotongan tumpeng menjadi salah satu acara utama. Prosesi sederhana ini menjadi simbol rasa syukur dan harapan agar Rumah Sakit Mata NTB terus berkembang dan semakin maju. Suasana semakin hangat dengan tepuk tangan dan senyum dari seluruh peserta yang hadir.

 

Selesai sambutan dan pemotongan tumpeng, dilanjutkan dengan pembagian doorprise. Spill sedikit doorprise yang dibagikan antara lain ada jas hujan, payung, kipas angin mini, teflon, kacamata hitam dan sebagainya. Untuk hadiah utama ada air cooler, kulkas satu pintu dan smart tv 32". Hari kurang beruntung buat saya karean gak ada satupun doorprise yang didapat. Dibandingkan tahun lalu dapat beberapa doorprise. It's oke, kita coba di tahun depan.


Selesai acara pembagian doorprise, nah ini dia yang saya tunggu-tunggu yaitu waktu makan siang. Perut sudah lapar sekali. Tenaga sudah habis terkuras gara-gara tarik tambang. Yuuk, mari kita makan !. Untuk menu makan siangnya sih standar saja ya. Ada nasi putih, daging sapi lada hitam, udang goreng tepung, capcay, kerupuk dan minumannya ada es jeruk. Gak lupa ada makanan penutup yaitu potongan buah segar dan puding. 


Keseruan berlanjut dengan penyerahan hadiah beberapa lomba yang sudah dimainkan beberapa minggu sebelumnya. Baik yang menang jangan jumawa dan yang belum menang, jangan berkecil hati. Ingat jargon "Kalah Menang Semua Senang". Dalam suasana santai di tengah alam Narmada, momen ini terasa lebih dekat dan penuh makna.


Alhamdulillah tim farmasi di tahun ini banyak mendapatkan hadiah cuan lomba dan doorprise meskipun belum beruntung mendapatkan doorprise utama. Tetap semangat dan kompak selalu my genk !.


Pharmacy Squads


Acara puncak Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata NTB kemudian ditutup dengan doa bersama. Harapan dipanjatkan agar Rumah Sakit Mata NTB senantiasa diberi kelancaran dalam menjalankan tugas pelayanan, terus dipercaya masyarakat, dan mampu menghadirkan layanan kesehatan mata yang berkualitas.


Perayaan puncak Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata NTB di Restaurant D’Golong ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan. Dengan semangat kekeluargaan dan energi positif yang tercipta. Rumah Sakit Mata NTB siap melangkah ke tahun berikutnya dengan semangat baru. Bright & Brilliant 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra