Friday, 1 November 2019

Sarapan di Salami Garden : Sumbawa Besar


Dapat jatah tiga hari jalan-jalan ke pulau seberang yakni Pulau Sumbawa dari ibu bos di kantor. Asyik nih dapat kesempatan explore Pulau Sumbawa lagi. Jalan-jalannya rasa kerja atau kerja rasa jalan-jalan ?. Yang penting selesaikan kerjaan dulu, baru jalan-jalan, itu yang bener.

Di hari terakhir bertugas dan sebelum melanjutkan pekerjaan di pagi itu, saya dan tim dari kantor diundang makan-makan nih di salah satu resto milik teman sejawat kami bernama Mbak Indah. Restonya baru buka beberapa minggu yang lalu dan tempatnya asyik nan kece. Jujur, baru kali ini saya menemukan tempat makan yang membuat mata menjadi sejuk dan hijau. Hijau disini bukan karena liat yang merah-merah lhoo ya, tapi melihat pemandangan yang hijau-hijau.

Lokasinya berada di daerah Unter Gedong, Kerato, Sumbawa Besar. Kurang lebih hanya sepuluh menit dari pusat kota Sumbawa Besar. Alamatnya masih asing buat saya. Jalurnya agak sedikit rumit karena berada di pinggiran kota. Bila kalian dari Bandara Sumbawa Besar, jalan terus ke arah timur. Bertemu dengan perempatan (simpang bingung), ambil jalur ke kiri (arah ke BTN Olat Rarang). Setelah itu, ambil jalur menuju jalur selatan. Sebelum sampai di jalur selatan, di kanan jalan kalian akan melihat resto bernama Salami Garden (Samawa Alam Asri).

Bukanya dari jam delapan pagi sampai jam enam sore. Saran dari saya sih, lebih bagus lagi dibuka sampai malam dengan diberi lampu-lampu taman untuk memperindah. Bagusnya lagi kalau ada live musiknya. Hehehe







Dari namanya Samawa Alam Asri (Salami) Garden, sudah jelas konsep yang digunakan yaitu argowisata dengan alam yang asri. Apalagi di tengah cuaca panas di Pulau Sumbawa, hampir seluruh perbukitan dan padang rumput terlihat kering dan menguning. Jadi Mbak Indah sengaja membuat konsep argowisata ini untuk membuat pengunjung yang datang, betah berlama-lama di resto ini. 

Dari depan resto kita dapat melihat dua rumah panggung yang terbuat dari kayu, beratapkan spandek. Rumah panggungnya digunakan untuk lesehan, sudah lengkap dengan tikar dan meja makannya. Kita dapat duduk santai sambil tiduran juga boleh disini. Banyak pepohonan juga, jadi gak terasa panas dan terhindar dari sengatan sinar matahari. 

Beranjak ke bagian belakang, ada tempat duduk lengkap dengan meja dan kursi. Uniknya kita duduk di bawah tanaman labu air yang dimana tanaman ini berjenis tanaman menjalar yang ditopang dengan potongan-potongan kayu. Jadi kita bisa bersantai disini, terlindungi dengan tanaman labu air. Labu airnya besar dan panjang lhoo (jangan pikir jorok dulu).

Selain labu air, ada juga bunga marigold. Dimana kebanyakan orang menyebutnya, bunga gumitir. Di Pulau Lombok dan Bali, bunga ini sering dibudidaya untuk keperluan peribadahan umat Hindu. Harganya pun lumayan lhoo. Di jaman +62 sekarang, bunga ini banyak kita jumpai di tempat-tempat yang sedang ngehits. Yang membuat ngehits karena keberadaan bunga gumitir. Dengan warnanya yang cerah dan menarik untuk difoto. Kalau saya menyebut bunga ini dengan sebutan bunga instagramable karena banyak anak milenials pajang foton mereka di tempat yang banyak bunga gumitir ini. 

Dan sekarang bunga gumitir hadir di Salami Garden dengan penampakannya yang kece. Apakah bisa menarik banyak pengunjung untuk datang kesini berfoto-foto dan berwisata kuliner seperti yang ada di Pulau Lombok dan Bali ?. Semoga saja banyak yang datang kesini. 







Gak hanya labu air dan marigold (bunga gumitir) saja yang ada disini, tapi masih banyak lagi. Ada bayam, kangkung, mangga, kelapa, manggis dan lain-lain. Kerennya lagi disini kangkungnya ditanam di sebuah tempat menyerupai pipa paralon yang sudah dimodifikasi. Mbak Indah sih menyebut tempat ini dengan sistem hidroponik. Saya kurang paham dengan sistem pertanaman ini. Yang jelas nanam kangkung dengan sistem hidroponik menghasilkan kangkung yang enak dimakan. hahaha.

Biasanya kalau ke sebuah resto atau lesehan, kita hanya duduk di atas kursi sambil menunggu pesanan datang. Tapi di Salami Garden, kita dibuat penasaran dan gak betah duduk berlama-lama. Maunya jalan berkeliling kebun bunga. Gak hanya berkeliling saja, tapi kita disini dimanjakan dengan spot-spot foto yang sangat instagramable. Mau gaya apapun disini, bisa. Yang penting jangan pakai gaya alay saja seperti bertapa di bawah sinar matahari, entar lama-lama gosong atau fotoan ala-ala Syahrono, pakai sepatu tingginya 2 meter sambil bilang "becek lagi becek lagi, syantik". 

Untungnya diantara kami gak ada yang pakai gaya alay saat difoto, hahaha. Suasana pagi itu masih sepi yang datang. Hanya satu dua orang saja yang membeli dan dibungkus. Ada juga cabe-cabean dan terong-terongan yang nongki disini pakai baju bebas. Ini anak gak sekolah apa ya ?. Ini kan jam sekolah mereka. Wah, jangan-jangan mereka bolos lagi (mendadak jadi menteri pendidikan).




Setelah berkeliling, akhirnya pesanan kami datang juga. Semangkuk bakso khas Sumbawa dan segelas es jeruk berhasil mendarat di meja saya. Ada yang nanya rasa bakso khas Sumbawa itu gimana ?. Jika kalian penasaran, datang saja ke Sumbawa Besar dan cicip bakso ini di Salami Garden !. 

Soal rasa, baksonya mantap banget. Bumbu dan kuahnya pas dilidah. Mie putih dan olahan dagingnya gurih dan empuk banget. Sudah lama saya gak makan bakso di Sumbawa Besar. Selain bakso dan mie putihnya, diberi juga semacam lemu. Lemu itu campuran daging dan lemak. Wih, gurih banget saat digigit, enak-enak. Bagi yang punya gejala Kholesterol dan Hipertensi, mohon jangan kebanyakan makan baksonya ya !. Seporsi bakso seharga 15 ribu. Murah meriah kan.

Habis makan bakso, kita minum yang seger-seger dulu. Saya memesan es jeruk yang dingin dan seger di tenggorokan. Sangat cocok diminum di tengah cuaca panas seperti ini. Habis makan bakso dan minum es jeruk, datanglah kenyang. Segelas es jeruk juga harganya murah yaitu 7 ribu. Selain dua menu di atas, masih banyak menu yang lainnya. Next time... pasti saya cobain menu lainnya. 

Gimana setelah baca cerita ini, kalian tertarik ke Salami Garden ?. Buat kalian yang sedang berada di Sumbawa Besar untuk urusan kerjaan, bisnis atau liburan. Gak ada salahnya nyobain kuliner rasa argowisata ini. Dijamin gak bakalan nyesel !.

Thanks buat Mbak Indah yang sudah mengundang kami ke Salami Garden !. Jangan lupa sering-sering ngundang makan di Salami Garden, hehehe.  Sukses terus bisnis kulinernya. Amin. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 26 October 2019

Ada yang Baru di Narmada Botanic Garden


Alhamdulillah presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang baru sudah dilantik. Ditambah lagi para menteri juga sudah dilantik. Ada wajah baru dan ada wajah lama dalam susunan kabinet yang sudah dipilih oleh Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin. Selamat buat Indonesia !. Semoga negeri ini semakin baik dan kece. Dari masalah BPJS yang belum kelar urusannya. Belum lagi masalah korupsi yang masih merajalela. Tapi baiknya, pariwisata kita semakin maju dan terus terbang tinggi ke angkasa. Semoga para menteri,khususnya menteri pariwisata yang baru semakin kece dan membuat Indonesia semakin dikenal oleh dunia. Ah, jadi ngomongin politik nih. 

Btw, ngomongin pariwisata Indonesia khususnya Pulau Lombok, ada tempat hunting baru gak jauh dari Kota Mataram. Lokasinya di daerah Narmada, persisnya di sekitar Taman Narmada, Lombok Barat. Saya beberapa kali menulis artikel tentang tempat ini, tapi dengan cerita yang berbeda. Bedanya dimana, yuuk simak terus cerita saya bareng istri saat berkunjung ke Narmada Botanic Garden. 

Bisa baca artikel ini sebelum lanjut : Narmada Botanic Garden









Kebun Binatang Mini

Sabtu, dimana hari itu hari bersantai, ngumpul dan jalan-jalan bareng keluarga. Kebetulan saya bareng istri sedang mencari tempat hunting-hunting. Sudah lama gak hunting foto bareng si doi. Berhubung si doi sedang hamil memasuki bulan keenam, saya gak berani ngajakin ke yang terlalu jauh. Kami pilihlah Narmada Botanic Garden tempat yang cocok buat hunting. Alasannya, disana banyak bunga, tanaman dan tempatnya instagramable banget. 

Berangkat dari rumah jam setengah delapan pagi menggunakan si blue (Nmax kesayangan). Sepanjang perjalanan gak terlalu banyak menemukan kemacetan. Namanya Lombok, gak sama seperti di kota-kota besar yang macetnya bikin emosi dan bisa-bisa kita berubah jadi Joker. Hanya saja satu hal yang buat kita cukup bersabar, cuaca panas yang dilanda Pulau Lombok beberapa bulan ini. Gak hanya Lombok saja, tapi hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami kemarau panjang. Yang kita rasakan tiap hari gak lain kepanasan dan kepanasan. 

Sesampainya di lokasi parkiran, lanjut bayar tiket masuk sebesar 5 ribu per orang. Tampak depan, gak ada yang berubah dari tempat ini. Hanya saja saat memasuki area taman, saya melihat ada beberapa torii yang dibangun. Di dalam cerita Taman Jinja Karangasem,Bali , saya pernah membahas tentang torii sendiri. 

Di sebelah timur, sudah dibuka untuk umum kolam renang dan kebun binatang mini gitu. So, gak hanya menikmati udara yang sejuk, berbagai macam tanaman seperti bunga matahari yang menjadi ikon dari taman ini. Tapi kita bisa melakukan aktivitas lainnya seperti berenang dan berkeliling di kebun binatang mininya. Cukup membayar tiket tambahan untuk masuk sebesar 5 ribu untuk anak-anak dan 10 ribu untuk orang dewasa. Biaya itu sudah termasuk berenang dan berkenalan dengan berbagai macam binatang yang ada disana. 

Asyiknya disini, kita bisa melihat kelelawar sedang tidur, musang, berbagai jenis burung salah satunya burung gelatik, love bird, merpati yang gak pernah ingkar janji, pasukan ikan koi, si imut (kelinci) dan masih banyak lagi binatang lainnya. Mohon maaf untuk mencari buaya atau reptil lainnya, gak ada disini. Kalau buaya darat dan ular berbisa mungkin ada disini, hahahahaha. Untuk wahana kolam renang dan kebun binatang mininya, dibuka dari jam delapan pagi sampai jam enam sore (informasi dari petugasnya).










Kolam Renang 

Untuk kolam renangnya menurut saya lumayan bisa dinikmati. Karena ini bukan kolam renang hotel, hanya kolam renang umum saja, jadi gak terlalu banyak ekspektasi berlebih. Kolam renangnya bersih dan buat nyaman. Baru dibuka beberapa bulan yang lalu, jadi belum banyak yang mengetahui kolam renang ini. 

Memiliki tiga kolam renang, dua kolam untuk anak-anak dengan kedalaman sepaha orang dewasa. Sedangkan yang kolam utama memiliki kedalaman 1,2 meter. Jelas ini untuk kolam renang dewasa. Dilengkapi dengan pancuran yang berada di area kolam renang anak-anak. Suasana di area kolam renang sangat nyaman. Dilengkapi dengan tempat bilas dan kamar ganti yang cukup nyaman. Pelayanannya juga cukup memuaskan. 

Kerennya lagi disini area cafenya cukup bersih dan sederhana. Banyak meja dan kursi yang tersedia. Pesan makanan dan minuman, gak perlu nunggu lama. Secara keseluruhan pelayanannya sangat memuaskan. 

Setelah bayar tiket masuk, kami berdua mencoba untuk menikmati fasilitas yang ada. Melihat-lihat berbagai macam binatang yang ada. Si doi sangat senang diajak ke tempat seperti ini. Dapat cuci mata, maksudnya buka cuci mata liat cewek atau cowok cakep. Tapi cuci mata liat si imut (kelinci), kawanan burung gelatik dan si doi paling suka dengan love bird. 

Setelah berkeliling, saya langsung berganti pakaian untuk berenang. Kebetulan kolam renangnya masih sepi. Belum banyak pengunjung yang datang. Lumayanlah di tengah cuaca panas, bisa berendam dulu disini. Sayangnya si doi gak bisa ikut gabung karena lagi gak enak badan. So, jadi saya sendirian yang renang kesana-kemari, buat gelombang besar. Airnya cukup seger tapi gak dingin-dingin amat. Cukuplah untuk menghilangkan rasa gerah di badan. 

Lucunya, gak berlangsung lama merasa kolam renang milik sendiri. Datanglah serombongan anak-anak tk bareng orang tua masing-masing. Gak menunggu lama, mereka langsung ikut gabung bareng saya berenang disini. Jadilah saya berenang dengan anak-anak tk, hahaha (jangan ikut ketawa). 

Kalian tau sendiri rasanya di kolam renang banyak anak-anak kecilnya. Apalagi diliat sama orang tua masing-masing. Merasa seperti balik ke masa kecil dulu. Tapi setelah sadar, ada yang sedikit aneh. Di kolam yang sama, saya bareng mereka dan ditonton oleh emak-emak eksis. So, gak lama kemudian, saya naik dan berhenti berenang. 



Habis renang, laperpun tiba (kayak judul buku). Disini banyak menu yang bisa kalian pilih. Ada nasi goreng, sate bulayak, mie goreng, roti bakar, aneka cemilan dan minuman dingin hangat. Menu sederhana ala warung kopi. Harganya pun lumayan murah lhoo.

Saya memesan Nasi Goreng saja hargaya hanya 10 ribu. Soal rasa, menurut saya cukup enak dan mengenyangkan. Ada ebi, telur dadar, porsi nasi gorengnya yang banyak dan bumbunya yang pas. Gak menghabiskan waktu yang lama, seporsi nasi goreng ludes termakan semua. 

Si doi memesan Sate Bulayak. Kalian sudah tau kan makanan khas Lombok ini. Sate daging sapi dengan bumbu rempah-rempah yang khas. Dimakan bersama bulayak, olahan nasi seperti ketupat atau lontong yang dibungkus dengan daun kelapa. Rasanya cukup enak dan harganya 20 ribu per porsi. Relatif murah meriah. 




Keliling area kebun binatang mini sudah, renang dan makan-makan juga sudah. Tapi ada yang kurang. Sebelum pulang, kami berdua menyempatkan foto-foto di area torii. Disini toriinya tergolong masih baru dibuat. Sudah cukup banyak foto-foto keren pengunjung di torii ini lengkap dengan pakaian ala Jepang yang bisa disewa disini.

Sayangnya, kami belum sempat mencoba pakai pakaian khas Jepang dan difoto disini. Jadinya foto-foto sendiri dulu. Kebetulan bawa kamera dslr sendiri juga. Menurut informasi, kalau mau difoto disini menggunakan pakaian khas Jepang, cukup mengeluarkan uang 50 ribu saja. Jadi paling asyik, datang kesini bareng pasangan dan keluarga. Kapan-kapan pengen nyobain difoto disini,hehehe. 

Setelah puas foto-foto, kami berdua pulang dengan membawa rasa senang. Senangnya masih diberi kenikmatan sehat dan rezeki cukup, sehingga bisa datang ke Narmada Botanic Garden bareng pasangan halal. 

Over all, pelayanannya cukup memuaskan. Gak ada yang sempurna, sempurna hanya milik Allah SWT. Pasti ada beberapa point yang perlu diperbaiki lagi dan dikembangin menjadi lebih baik lagi. 

Gimana, kalian tertarik ke Narmada Botanic Garden ?. Waktu paling tepat datang kesini yaitu pagi dan sore hari.  Buka dari jam delapan pagi sampai enam sore.

Happy Weekend !!!

Penulis : Lazwardy Perdana Putra



Friday, 18 October 2019


Di tengah cuaca panas yang masih melanda Pulau Lombok sampai detik ini, membuat keinginan untuk kabur dari rumah, mencari tempat yang adem. Bila hari libur, gak lengkap rasanya kalau gak jalan-jalan. Berhubung si doi lagi tengah hamil, gak tega rasanya ngajakin ke air terjun atau panas-panasan di pantai. Bukannya nantinya menikmati tapi merasa gak nyaman dan pengen cepat pulang.

Mau ke air terjun gak mungkin. Pergi ke pantai yang dekat dari rumah juga sudah biasa. Akhirnya berubah rencana untuk pergi renang di kolam renang saja. Dan baru ingat, di dalam tas kecil ada satu lembar voucher renang.

"Gimana cara dapetin vouchernya ?". Sedikit bercerita, kebetulan beberapa minggu yang lalu saya diundang pihak Wyndham Sundancer dalam kegiatan World Clean Up Days 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di pantai Sundancer Beach Cafe, tepat di depan hotel Wyndham dimana ini masih dalam wilayah kekuasan Wyndham Sundancer. Nah, diacara tersebut saya pihak panitia kegiatan bagi-bagi doorprise. Alhamdulillah saya beruntung mendapatkan salah satu doorprisenya yaitu voucher berenang untuk satu orang saja. Bonusnya saya dapat ajak istri juga, kece kan ? #NyombongDikit

Mumpung gratis, saya putuskan untuk renang di kolam renang kece milik Wyndham Sundancer Resort Lombok. Mendengar saya ngajak renang, wajah si doi langsung berbinar-binar. Melihat kondisi si doi lagi tengah hamil, sempat ragu karena lokasinya lumayan jauh dari Kota Mataram yaitu di wilayah Sekotong sana. Sekitar satu jam perjalanan menggunakan Nmax kesayangan (Si Blue). Bawa Nmaxnya pelan-pelan biar si dedek bayi di dalam perut gak terganggu.

Di beberapa minggu yang lalu saya sudah pernah menulis tentang hotel ini tapi dalam cerita yang berbeda. Jalur dan lokasi hotel ini juga sudah beberapa kali saya tulis di postingan sebelumnya.






Setelah semuanya sudah siap tanpa ada yang tertinggal, kami berangkat menuju Sekotong. Cuaca pagi itu cukup terik, maklum saja sudah lama sekali gak turun hujan. Sepanjang perjalanan melihat perbukitan yang kekuningan. Sepanjang perjalanan debu banyak yang bertebaran di pinggir jalan. Kacamata dan masker sudah terpasang dengan sempurna (ala-ala Demian).

Untuk lebih menikmati perjalanan, saya sengaja melalui jalur Teluk Lembar. Bisa melihat birunya teluk dengan jejeran kapal-kapal ferry yang sedang off berdinas. Perbukitan dengan jalanan yang berkelok-kelok. Panas pun hilang sementara karena hembusan angin laut yang sepoi-sepoi. Lama-lama ngantuk juga kena angin laut, padahal sedang membawa motor.

Gak terasa dengan berjalan santai, kami berdua sudah sampai di pintu masuk menuju Wyndham Sundancer. Kami bertemu dan lapor ke pos penjaga. Melaporkan maksud dan tujuan datang kesini. Setelah diijinkan masuk, kami menuju area parkir kendaraan. Suasana hotel cukup sunyi dan tenang. Gak seramai hotel-hotel yang ada di daerah Kota Mataram dan Senggigi. Disini tenang, nyaman dan kece pastinya. Hanya suara angin laut dan dedaunan pohon kelapa saja yang terdengar.






Tujuan utama ya renang. Setelah menuju meja reseptionis, kami bertemu dengan karyawan hotelnya (saya lupa namanya). Langsung saja saya bilang mau renang. Kebetulan voucher yang saya bawa hanya untuk satu orang saja. Karyawan hotel tersebut mengantarkan kami menuju area kolam renang. Disini bebas memilih mau duduk dimana. Kami berdua memilih duduk di tempat tidur santai yang  berada tepat di pinggiran kolam. Tempat tidur santainya lengkap dengan payung dan beruntungnya tempatnya berada di bawah pohon kelapa langsung.

Suasananya benar-benar mantap jiwa banget. Kolam renangnya besar dan dikelilingi oleh bangunan hotel dan pohon-pohon kelapa. Apalagi di sebelah selatan kolam renang itu area perbukitan. Jadi udaranya sangat sejuk meskipun masih musim kemarau panjang.

Tapi ingat sebelum berenang di cuaca panas seperti sekarang ini jangan lupa melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dari matahari. Untuk itu istri saya membawa produk dari Mark Venus yaitu body milk green tea yang bermanfaat sebagai anti oksidan.

Secara kemasan,Venus Body Milk Green Tea ini dikemas tube flip top berwarna putih dengan penutup berwarna biru. Kemasan plastik ini sangat mudah digunakan dan mudah diatur saat akan dituangkan pada telapak tangan. Jadi sebelum membeli, dipastikan lagi keadaannya masih tersegel atau gak. Bentuk sediaannya cream dan semi gel sehingga gak hanya merawat kulit namun sesuai dengan kegunaannya memberikan kesegaran pada kulit. Cocok sekali digunakan buat kita-kita yang sering traveling panas-panasan #BukanEndorse

***

Gak menunggu waktu lama, saya langsung buka baju dan nyebur ke kolam renangnya. Disini kolam renangnya memiliki kedalaman bervariasi. Ada yang hanya satu sampai empat meter untuk kolam dewasa. Sedangkan untuk kolam anak-anak juga ada. Antara kolam dewasa dan anak-anak hanya dibatasi dengan tali tambang dan bola-bola kecil untuk menandakan batasannya. Saya suka dengan bentuk kolam renangnya.

Dilihat dari atas, kolam renangnya sangat unik. Mirip seperti danau buatan. Gak seperti kolam renang hotel yang rata-rata berbentuk persegi panjang. Tapi disini kolamnya dibuat seperti danau dan sungai lengkap dengan jembatannya. Uniknya lagi di tengah-tengah kolam renang ada mini barnya. Enak buat yang kehausan habis renang, bisa nongki disini sambil liat bule-bule renang. Ada air pancurannya juga lhoo. Bagi yang mau berendam ala-ala bertapa gitu, bisa nyobain berdiam diri di bawah air pancurannya.







Setelah beberapa jam saya berenang, si doi juga ikutan renang. Tapi voucher kan buat satu orang. Pas saya nego sama mas karyawannya, eh malah diijinkan. Dengan ramah masnya mempersilahkan si doi buat ikut renang. Thanks mas bro.

Tanpa menunggu lama, si doi bersiap-siap turun ke kolam renang. Disini air kolamnya bersih, jernih dan kadar kaporitnya rendah banget. Terasa di tangan kalau airnya bersih dan gak lengket, jadi saya ijinkan si doi untuk nemenin saya renang. Meskipun waktu sudah siang dan sinar matahari sedang terik-teriknya, gak terasa bagi kami. Kami menikmati berenang dan berendam di kolam renangnya.

Untuk paket renangnya disini dikenakan 125 ribu per nett. Itu sudah dapat handuk, pizza satu loyang, soft drink yang punya banyak variasi dan renang sepuasnya. Mau renang dari subuh sampai isya juga boleh asalkan kuat lhoo ya. Hahahaha.

Saat itu suasana di kolam renang gak begitu ramai. Hanya beberapa tamu saja bersama keluarga yang renang. Ada juga pasangan bule yang berjemur sambil baca buku, sesekali mereka berenang dan kembali berjemur lagi. Ada juga yang olahraga jalan santai mengelilingi area hotel yang berbukit-bukit.

Yang saya sukai dari kolam renang ini, kita bisa berenang, bersantai sambil mendengarkan lagu-lagu hits terkini. Sesekali ada lagu-lagu reagenya. Benar-benar suasana seperti di pinggir pantai. Kece jiwa !!!




Untuk pizzanya, bener-bener dibuat puas sama pihak hotelnya. Satu voucher kan dapat satu loyang pizza, eh malah yang keluar ada dua loyang pizza. Mana lagi ukuran pizzanya gede banget, porsinya orang bule. 

Beruntungnya kami berdua doyan makan, jadinya gak apa-apa deh. Kenyataannya, kami nyerah juga mau habisin. Baru setenga loyang, sudah kekenyangan. Sisanya kami minta dibungkus buat dibawa pulang. Lumayan buat oleh-oleh orang rumah. Sebagai pelengkap yang seger-seger pun keluar yaitu Juice Melon. Di tengah cuaca panas begini, habis renang enaknya minum juice melon. Segeeerr !!!.

Gak terasa waktu sudah sore. Ternyata kami renangnya sudah empat jam. Ini renang terlama saya sepanjang hidup. Biasanya sudah satu jam, langsung berhenti. Kalau disini, renangnya dibuat betah sama kolam renangnya. Apalagi mencoba renang di kedalaman empat meter, sensasinya beda guys. Rasanya dingin di bawah. Biasanya yang kedalaman empat meter digunakan untuk latihan diving. Kapan-kapan saya pengen latihan diving lagi disini.

Setelah bilas dan bersih-bersih, kami siap-siap untuk balik ke Mataram. Rencananya sih mau ke Sundancer Beach Cafe yang berada di seberang hotelnya. Mau liat-liat pantai. Tapi berhubung sudah ngantuk dan capek renang, kami memutuskan untuk pulang saja.

Setelah berpamitan sama pihak hotel, kami balik pulang. Tadinya ngantuk melanda kami berdua, tapi hilang seketika saat di sepanjang perjalanan pulang. Waktu sore hari, waktu yang pas untuk mengexplore alam Sekotong. Gak panas dan angin laut semakin sepoi-sepoi.

Gili Nanggu, Gili Sudak, Gili Kedis, Pantai Elak-Elak, Gili Gede dan lainnya, destinasi wisata terdekat dari Wyndham Sundancer Resort Lombok.

Over all, rekommended buat kalian yang ingin berlibur ke Pulau Lombok. Jangan sampai tertinggal. Untuk paket menginap di Wyndham Sundancer Resort Lombok bisa kepoin langsung websitenya.

Thanks buat Mas Kam (Kemal) atas pelayanannya saat kami berdua menghabiskan waktu libur di Wyndham Sundancer. Meskipun saat itu kita gak bertemu karena kau disana dan kami disini, Asyiik. Jangan whatsapp yang alay-alay yaak ! Hahahaha.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra