Friday, 29 September 2023

Habis Nonton MotoGP Mandalika, Jangan Lupa ke Air Terjun Gua Lawa Lebah Sempage


Desa Lebah Sempage merupakan salah satu desa yang pernah saya kunjungi di akhir bulan Agustus lalu. Gak disangka dengan jarak yang cukup dekat dengan pusat Kota Mataram, desa ini menawarkan berbagai destinasi wisata pilihan yang gak kalah dengan di tempat lain. 

Masih lanjutan cerita outbond di Desa Lebah Sempage yang sempat saya tulis sebelumnya. Kali ini saya akan membahas kalau di desa ini terdapat beberapa destinasi wisata alam yang bisa diexplore sekaligus. Sempat kaget juga, ternyata gak jauh dari lokasi outbond ada gua dan air terjun yang wajib diexplore.

Sebelumnya saya beneran gak tau kalau tepat di bawah lokasi kita outbond yaitu di Camping Ground Lebah Sempage ada sebuah gua kelelawar yang diberi nama Gua Lawa. Dan lanjut menuruni anak tangga, kita bisa berendam sambil bermain air di air terjun Gua Lawa atau disebut sungai Kumbi. 

Sudah kemana saja selama ini dengan jarak yang begitu dekat, hanya memakan waktu setengah jam dari rumah, kita bisa mengeksplor dua destinasi wisata alam di Lombok Barat sekaligus. Mainnya kejauhan sih, yang di depan mata gak dilirik, Asyiik. 


Setelah selesai mendaki gunung melewati lembah, semua peserta outbond berkumpul untuk melanjutkan acara berikutnya. Rangkaian acaranya antara lain; sambutan direktur rumah sakit beserta jajarannya. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi tim yang keluar sebagai pemenang. Dan terakhir makan siang bersama. 

Di sela-sela acara, ada waktu yang cukup lama buat kita bersantai sejenak. Nah, ini saya dan teman-teman manfaatkan untuk turun menuju air terjun dengan trek yang gak begitu mudah. 

Jujur, ini pertama kalinya saya mengexplore alam lagi semenjak off beberapa tahun belakang ini karena sibuk dengan kerjaan dan ngurusin anak-anak. Dalam kondisi kaki yang kurang fit, saya memberanikan diri buat turun melewati anak tangga yang terbilang cukup curam. Harus ekstra hati-hati dalam setiap langkah kita karena kondisi anak tangga yang terbuat dari besi agak kurang terawat. 

Bermodal pengalaman yang pernah saya lalui disaat trekking disaat masih bujang dulu. Rasanya gak asing buat saya pribadi berada di alam. Berinteraksi dengan lingkungan di sekitar. Bertemu lagi dengan berbagai macam tanaman yang hidup di tengah hutan, binatang kecil yang jarang ditemui di tengah perkotaan dan suara kicauan burung dan aliran sungai yang menjadi penyemangat saya ketika mengexplore alam Pulau Lombok ini. 

Rasanya kembali ke masa-masa dulu. Gak pernah ada di rumah ketika libur kerja. Selalu ngetrip kemana saja yang diinginkan. Mengenal alam yang membuat hati bahagia. Turun gunung lagi untuk melihat begitu indahnya alam Pulau Lombok ini. 


Kurang lebih lima menit menuruni anak tangga, saya dan teman-teman lainnya sudah sampai di bibir gua. Ukuran bibir guanya cukup besar dan disini ada sebuah batu besar buat yang ingin mengambil foto eksis di Instagram.

Seperti penampakan gua kelelawar pada umumnya. Terlihat menyeramkan bagi yang agak penakut, hehehe. Tapi sebenarnya mengeksplor gua itu cukup menyenangkan. Apalagi kedalaman guanya cukup panjang. Berjalan pelan-pelan di tengah kegelapan. Mendengar suara-suara aneh dari atas bibir gua. Suara itu berasal dari kawanan kelelawar yang sedang beristirahat di kala siang, biar gak ngantuk piket di malam harinya untuk mencari makanan buat anak istri di rumah. 

Gua Lawa ini merupakan salah satu gua yang terdapat di Desa Lebah Sempage. Memiliki kedalaman sekitar dua puluh meter. Terdiri dari dua pintu masuk ke dalam gua. Pintu pertama ukurannya cukup kecil, jadi pengunjung harus menundukkan kepala untuk masuk ke dalam gua. Sekitar sepuluh meter, terdapat pintu kedua yang ukurannya cukup lebar. Di dalamnya terdapat ribuan kelelawar yang bisa kita lihat. 

Untuk masuk ke dalam gua, pengunjung gak diijinkan masuk tanpa adanya pemandu dari pengelola. Kita akan ditemani oleh pemandu selama berada di dalam gua agar menghindari hal-hal yang gak diinginkan seperti tersesat atau menghilang diculik oleh kelelawar, habis itu berubah jadi Batman (khayalan tingkat tinggi). 



Sayangnya saya gak sempat masuk ke dalam gua lebih dalam karena sudah gak sabar untuk turun ke bawah menuju Sungai Kumbi. Dari bibir gua, kita harus menuruni anak tangga yang cukup curam. Selain itu kita harus berpegangan pada sebuah tali tambah untuk menuju ke bawah. Perjuangan ke tempat kece itu gak mudah Ferguso !. 

Nafas sudah gak karuan tapi tenaga dan semangat masih berkobar, asyik. Saya dan teman-teman lainnya berhasil melewati puluhan anak tangga dari atas hingga ke bagian paling bawah. Kami sudah sampai di sungai. Kaki yang tadinya agak gemetaran merasakan air sungai, rasa pegal itu hilang seketika. 

Udara disini sangat bersih. Suara kicauan burung dan air terjun menambah suasana hati menjadi bahagia. Teman-teman lainnya pun ikut bahagia dan gak lupa kami mengabadikan moment dengan berfoto bersama. 

Penampakan air terjunnya cukup kece dengan debit air yang jatuh ke permukaan cukup deras. Air sungai yang mengalir di celah bebatuan sangat jernih sekali. Asyiknya disini, sungainya gak begitu dalam. So, kita bisa berjalan menyusuri sungai dan berpijak pada bebatuan dengan ukuran yang cukup besar untuk duduk sejenak menikmati surga dunia Pulau Lombok ini. 



Cahaya matahari pun mengintip dari celah ranting-ranting pohon. Suasana sejuk tanpa memikirkan gimana caranya naik kembali ke atas lagi. Pastinya lebih berat dibandingkan turun tadi, hehehe. 

Rasanya badan sudah gatel pengen mandi di bawah air terjun. Tapi sayangnya gak bawa pakaian ganti. Yasudah, cuci muka sambil bersantai sejenak di bawah air terjun saja. 

Sekitar lima belas menit berada di Sungai Kumbi, saya dan sebagian teman lainnya kembali ke atas lagi. Sedangkan beberapa rombongan lainnya masih stay di bawah. 

Destinasi wisata alam ini cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik. Menurut informasinya, rata-rata lima puluh orang yang datang di hari biasa dan seratus orang di hari libur. 




Salah satu destinasi wisata alam yang sangat menarik dan wajib dirawat dengan baik. Perangkat desa disini pun sedang melakukan beberapa program untuk memajukan desa ini. Salah satunya selain mengexplore gua dan sungai, pengunjung juga diajak untuk menikmati hasil perkebunan disini salah satunya buah-buahan dan sayur-sayuran. 

Bagi teman-teman yang berlibur agak lama di Pulau Lombok, gak ada salahnya mengunjungi Desa Lebah Sempage yang berada di antara Desa Sesaot dan Desa Suranadi, Lombok Barat ini. Jaraknya pun dari Kota Mataram sekitar sebelas kilometer saja. Bisa menggunakan motor atau mobil. Lebih seru lagi gowes kesini bareng tim gowes kalian. 

Habis nonton MotoGP Mandalika, Jangan Lupa datang ke Desa Lebah Sempage !. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Wednesday, 13 September 2023

Kalau Ke Lombok Jangan Lupa Mampir di Yant Sorghum, Kota Tua Ampenan !


Jika datang berkunjung ke Pulau Lombok jangan lupa membawa oleh-oleh buat keluarga di rumah. Sebut saja Dodol Rumput Laut, Ayam Bakar Taliwang, Sate Bulayak, Pelecing Kangkung, dan masih banyak lainnya yang bisa dijadikan oleh-oleh. 


Akhir-akhir ini ada salah satu produk dari hasil pertanian yang gak kalah menariknya dengan yang disebutkan diatas. Sorgum salah satu tanaman yang dari jaman penjajahan sudah ada di Pulau Lombok. Menurut informasi yang dapat dipercaya, sorgum ternyata berasal dari tanah Afrika. 


Termasuk kategori tanaman sereal yang kelima setelah padi,jagung,kedelai, singkong dan sorgum. Siapa sangka tanaman ini suatu saat nanti bisa produk olahan yang digemari oleh masyarakat luas. Sorgum merupakanbsebuah tanaman di lahan kering yang memiliki banyak manfaat. Tetapi sorgum kurang diminati karena masyarakat masih belum terlalu mengenal manfaat besar yang dimiliki oleh tanaman ini dan masih belum mengetahui ternyata sorgum bisa diolah menjadi produk apa saja.


Memiliki nama latin Sorghum bicolor (L.), termasuk ke dalam famili Graminae (Poaceae) ini sebenarnya sudah dikenal sejak jaman nenek moyang kita, tetapi gak banyak yang memanfaatkannya. Di Pulau Lombok pun hanya digunakan sebagai pakan ternak sehingga banyak petani yang tertarik untuk membudidayakannya.


sumber : plantix.net

Jujur, saya saja baru tau jenis tanaman ini sejak berkenalan dengan Mbak Yanti beberapa waktu yang lalu. Seorang penyuluh pertanian asli Ampenan, lulusan Universitas Mataram yang memperkenalkan sorghum pertama kali di Pulau Lombok. Bahkan kata beliau, nenek moyang kita dulu sebenarnya bukan mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya, tetapi sorgum. 


Menariknya, nenek moyang kita di Pulau Lombok menyebut tanaman ini bukan sorgum melainkan buleleng. Mirip nama sebuah daerah yang ada di Pulau Bali. Dan inilah yang menjadi awal Mbak Yanti mencoba untuk mengolah sorgum menjadi produk dengan cara yang sederhana. 


Banyak hal yang beliau ceritakan sejak pertama kali memperkenalkan sorgum ke masyarakat sampai akhirnya bisa sesukses sekarang. Tanaman yang sangat mirip sekali dengan jagung ini sangat mudah sekali di temukan di tanah Lombok dengan berbagai macam variasi sesuai kondisi tanah yang ada di beberapa daerah di Pulau Lombok.


Pak Jokowi saja sudah mengenal Sorgum lebih dulu dibandingkan saya. hehehe
sumber : facebook yant sorghum

Sepintas dari jauh terlihat seperti Bunga Edelweis yang banyak kita temukan dilereng pegunungan. Dari daun sampai akar sorgum semua bisa dikonsumsi. Biji bisa dijadikan beras, daunnya bisa dijadikan tepung, batang bisa dibuat gula, dan akar bisa dijadikan madu.


Sorgum merupakan sumber pangan masa depan yang sudah dikenal dari dulu kala. Memiliki rasa yang khas, enak dan bermanfaat untuk kesehatan. Merupakan sumber karbohidrat, protein, kalium dan zat besi lainnya yang berguna untuk kesehatan tubuh. 


Sorgum juga gak mengandung gluten tanpa modifikasi genetik (non GMO), rendah glycemic, dan rendah kalori. Jadi buat teman-teman yang memiliki penyakit tertentu seperti autoimun yang gak boleh mengkonsumsi gluten yang sering dijumpai di biji-bijian seperti gandum dan kedelai, sangat aman sekali mengkonsumsi sorgum.


sumber: facebook yant sorghum


Siapa sangka, Nur Rahmi Yanti atau yang dikenal dengan panggilan Yant Sorghum menjadi penerima Apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2017 tingkat provinsi. Berkat kerja kerasnya mengangkat produk sorgum NTB, kiprah Mbak Yanti sekaligus memotivasi anak muda untuk ikut berperan dalam kemajuan bangsa.


Beliau memilih mengembangkan sorgum diawali dari keresahannya melihat keterpurukan petani sorgum yang ada di Lombok dan hanya menjadikan sorgum sebagai pakan ternak. Pada tahun 2017, beliau membina dan mendampingi sepuluh orang petani sorgum secara korporasi dengan produk awal yaitu tepung beras.


Sejalannya waktu, hingga kini Mbak Yanti sudah membina seribu orang petani sorgum yang tersebar di desa-desa di empat kabupaten di NTB antara lain Kab.Bima, Kota Mataram, Kab.Lombok Tengah,dan Kab.Lombok Utara. 


Perlu diketahui, setiap desa memiliki karakteristik tanah berbeda-beda. Oleh sebab itu jenis sorgum yang ditanam pun berbeda sesuai jenis tanah setempat. Ada tiga varietas sorgum yang dibudidayakan Mbak Yanti untuk mengakomodir kebutuhan produksinya antara lain white sorghum, red sorghum dan black sorghum. Ketiganya memiliki olahan yang berbeda-beda. Dari beberapa varietas tersebut, black sorghum menjadi yang paling sulit dibudidayakan karena pertumbuhannya yang lama.


Dari tahun 2017 hingga saat ini produksi Yant Sorghum masih dapat terpenuhi dari hasil budidaya di NTB. Sehingga Mbak Yanti belum mengambil bahan baku dari luar NTB. Dalam hal itu Yant Sorghum terus melakukan pendampingan dan pengarahan kepada para petani agar kualitas sorgum yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar.

sumber : facebook yant sorghum


Ribuan petani yang memiliki produk-produk yang lebih beragam dan bernilai ekonomis seperti gula cair batang sorgum, kue kering yang terbuat dari sorgum, mie instan sorgum, susu sorgum, keju vegan sorgum, tempe sorgum, sampai madu yang terbuat dari batang sorgum.


Selain varian produk dari sorgum yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa produk yang menjadi perhatian saya. Antara lain supreme sorghum. Siapa yang gak mengenal biskuit yang sempat ngehits di masa pandemi Covid-19 lalu. Produk ini menjadi salah satu brand terkenal dengan harga yang lumayan murah. 


Dengan berbahan dasar sorgum, jadilah biskuit supreme sorghum dengan tambahan krem selai blueberry sehingga memberikan rasa yang berbeda di setiap gigitannya. Manfaatnya sebagai memperlambat penuaan, kesehatan tulang, rendah kalori dan lain sebagainya. Harganya pun sangat terjangkau yaitu 150 gr dengan harga 15 ribu saja.


sumber :facebook yant sorghum


Produk lainnya, Edible Spoon & Fork Sorghum. Buat kita yang gak mau ribet nyari sendok buat makan, bisa nih nyobain produk kece dari sorghum ini. Sendok garpu plastik sekali pakai yang gak dapat terurai secara hayati. Dijamin seratus persen alami. Seluruhnya terbuat dari sorghum dan aman untuk dimakan. Ramah lingkungan juga tanpa ribet-ribet nyuci sendok sehabis makan. Soal rasa gak perlu diragukan lagi. Sudah dijamin rasanya enak, sehat dan aman. 


Sejak dibina oleh Mbak Yanti, pendapatan para petani pun mengalami peningkatan. Saat ini pendapatan para petani yang dibina rata-rata sebesar 1,5 juta per orang, naik dari sebelumnya yang hanya sekitar 500 ribu per bulan.


Atas keberhasilannya tersebut, pada tahun 2017 Mbak Yanti mendapatkan kesempatan meraih apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 tingkat provinsi dari Astra. Gak sampai disitu, kolaborasi dilakukan dengan Astra membangun Desa Sejahtera Astra (DSA) Sorghum Lombok sejak tahun 2018.


Melalui program DSA, wanita kelahiran NTB itu memulai dengan dua desa yang ada di Kabupaten Lombok Tengah dan terus memperluas DSA Sorghum Lombok sampai sekarang. Total ada sebanyak dua puluh dua desa dengan garapan lahan sorghum bersama petani kurang lebih lima ratus hektar.




Saat ini, produk dari sorgum yang dikembangkan memiliki dua puluh dua varian dan sudah merambah ke beberapa provinsi yang ada di Indonesia dan dipasarkan secara internasional ke Singapura, Malaysia, China, Timor Leste, Turki, Dubai hingga Eropa.


Bagi teman-teman yang ingin mengenal lebih dalam dari produk-produk sorgum, bisa datang ke Kota Tua Ampenan. Salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di Pulau Lombok. Di tahun 2023, Mbak Yanti yang asli warga Dayen Peken, Ampenan ini membuka toko di Jalan Saleh Sungkar no.23, Kec.Ampenan, Kota Mataram. 


Baca juga : Spot Foto di Kota Tua Ampenan


Bagi kalian yang masih bingung lokasi tokonya, di simpang lima Kota Ampenan, ambil jalur menuju Pantai Senggigi. Gak jauh dari lampu merah, kiri jalan samping Warung Makan Ramayana ada sebuah bangunan toko yang berukuran kecil bernama Yant Sorghum & Chila Mart. 


Disana kita bisa menjumpai berbagai macam produk yang dijelaskan sebelumnya. Produk yang sudah dikemas menarik dan bisa dijadikan oleh-oleh buat keluarga, teman dan gebetan saat berlibur ke Pulau Lombok. 


Saat ditanya disela-sela kesibukan beliau di toko-nya, apa saja kendala yang dihadapi saat pertama kali memperkenalkan sorgum kepada masyarakat Lombok ?.


Pola pikir warga saat itu masih belum terlalu jauh mau dibuat seperti apa tanaman sorgum ini. Bisa dikatakan belum ada pelatihan dan pendampingan untuk warga desa memproduksi olahan sorgum yang memiliki nilai jual tinggi. 


saya pun membeli sorghum cookies yang rasanya enak banget



Saat ini Yant Sorghum masih terus mengembangkan usahanya yang dibantu dengan CSR dari PT.Astra Internastional, Tbk. Mbak Yantu terus melakukan pendampingan ke desa-desa yang menjadi mitranya. Hasil panen dan produksi, kualitasnya harus tetap dipertahankan agar konsumen gak pernah bosan-bosannya membeli produk sorgumnya. 


Meskipun biaya pengolahan sorgum masih tergolong lebih mahal dibandingkan ataupun tepung yang mengandung gluten, akan tetapi Mbak Yanti selalu optimis sorghum akan terus diminati karena manfaatnya yang banyak dan baik buat kesehatan. 


Halal gak ?. Yang jelas halal dan sudah dapat ijin dari BPOM. So, buat kalian yang ingin mencoba konsumsi makanan olahan sorgum ini dijamin gak rugi. Selain enak dan ama, pastinya sangat menyehatkan.


Buat kalian yang ingin lebih tau tentang produk Yant Sorghum, bisa mengunjungi toko beliau di daerah Kota Tua Ampenan sambil berwisata sejarah disana. Atau bisa juga hunting-hunting di akun instagram Yant Sorghum (ig:@yantsorghum)


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday, 8 September 2023

Mengisi Hari Kemerdekaan RI ke-78 dengan Outbond : Desa Lebah Sempage, Lombok Barat


Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, tempat saya bertugas mengadakan kegiatan outbond di salah satu tempat yang belum pernah saya datangi. Letaknya di sekitar Lombok Barat. Disana banyak sekali destinasi wisata alam air terjun. Sepertinya kita gak akan jauh dari air terjun, hehehe.

Kurang lebih sekitar dua ratus peserta mengikuti kegiatan hari itu, salah satunya saya sendiri. Menyiapkan tenaga dan fisik dalam kondisi baik terpenting saat itu. Kebetulan kaki sebelah kiri lagi agak kurang sehat, tapi gak menjadi masalah. Paling sampai rumah nanti minta pijet sama istri tercinta, Asyiik. 

Tepat di hari yang ditunggu-tunggu. Sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. Menyiapkan segala sesuatu yang dibawa selama kegiatan seharian nanti. Lanjut mandi dan bersiap-siap berangkat dari rumah. Titik kumpul di tempat kerja kecuali yang rumahnya dekat dengan lokasi kegiatan, bisa langsung berangkat ke lokasi.




Sekitar jam setengah delapan pagi. Pasukan merah sudah ramai berkumpul di halaman kantor. Kami sudah berkumpul semua. Satu per satu naik ke dalam bus yang sudah disiapkan panitia. Kalau gak salah ada lima bus yang siap membawa kami ke lokasi. 

Gak lama, kami berangkat dari Kota Mataram menuju arah timur. Menyusuri jalan raya Kota Mataram - Narmada, Lombok Barat. Lalu lintas di Sabtu pagi gak terlalu padat. Setelah pertigaan Pasar Narmada, bus berbelok ke kiri kemudian berbelok ke kanan lagi menuju arah Sesaot, Lombok Barat. 

Kegiatan outbond kali ini berlokasi di Desa Lebah Sempage, salah satu desa dari enam belas desa yang ada di Kec.Narmada, Kab.Lombok Barat. Menurut informasi, disana ada sebuah gua dan air terjun yang wajib dikunjungi bila sedang berada di desa ini. Kebetulan juga, lokasi outbond gak jauh dari kedua destinasi wisata alam tadi. 

Menarik !. 




Menyusuri jalur pedesaan yang sangat asri. Kiri-kanan sepanjang perjalanan, terlihat perkebunan warga desa dan persawahan. Sinar mentari pagi menyambut hangat kegiatan kami saat itu. Anak-anak berjalan beriringan memakai baju seragam mereka menuju sekolah. Sudah lama gak melihat pemandangan anak-anak sekolah berjalan kaki di pinggir jalan desa. 

Kurang lebih satu jam perjalanan, kami sudah mendekati lokasi. Gak lama lagi sudah sampai di desa yang terkenal dengan hasil perkebunannya yaitu kopi dan jamur. 

Udara pagi yang sejuk menyambut kami. Satu per satu peserta rombongan turun dari bus yang terparkir di pinggir jalan. Sayangnya, kami harus berjalan kaki lagi sekitar dua ratus meter dengan kondisi jalan  menanjak. Hitung-hitung pemanasan sebelum kegiatan utama dimulai. 

Yang membuat saya kaget, warga desa yang kebetulan berpapasan dengan kami menyambut dengan ramah. Senyuman mereka membuat saya pribadi tambah semangat. Disini warganya welcome terhadap orang luar.



Di lokasi acara, panitia sudah menunggu kami. Gak pake acara istirahat dulu, kami langsung berbaris di lapangan rumput yang terawat. Keliatannya ini tempat camping. Dan emang tempat mengadakan kegiatan camping. 

Ohya, barang pribadi yang dibawa, bisa ditaruh di dalam tenda yang sudah disiapkan panitia. Dijamin aman selama kita berkegiatan. 

Acara pertama, kami senam peregangan dulu biar otot-otot releks dan gak kram. Senam dipandu oleh salah satu instruktur senam kondang di Lombok bernama Mas Arul. Kapan-kapan saya kenalin orangnya ya !.

Kurang lebih lima belas menit senam peregangan, selanjutnya acara diambil alih oleh tim outbond dari salah satu event organizer (EO) berpengalaman. Kebayang, game outbond-nya gitu-gitu saja. Nyari kelompok, terus buat yel-yel, lompat-lompatan, jungkir balik sampai angkat bedera putih,hehehe. 



Ternyata diluar dugaan saya. Kali ini game outbond-nya sangat menarik sekali. Peserta disuruh berpegangan tangan buat lingkaran. Selanjutnya memainkan beberapa games sampai mendapatkan kelompok yang solit. 

Setelah itu, masing-masing kelompok menunjuk salah seorang untuk didaulat menjadi kapten. Kapten  bertugas untuk menjadi pemimpin di kelompoknya. Masing-masing kelompok berjumlah enam sampai sembilan orang. 

Tim EO mengumpulkan semua kapten kelompok untuk mengambil papan yang sudah berisikan beberapa lembar kertas yang bertuliskan panduan untuk memecahkan sejumlah games yang akan kita mainkan. 

Are you ready !.



Setelah semua kelompok siap, permainan segera dimulai. Kita disuruh mencari tiga kata di dalam lukisan abstrak. Siapa yang sudah menemukan tiga kata dan itu benar semua, kelompok tersebut bisa melanjutkan perjalanan mengikuti rute yang sudah ditentukan. 

Kali ini kita bakalan menyusuri hutan, perkebunan, sungai, dan perumahan warga di desa tersebut. Mendaki gunung melewati lembah sambil bernyanyi gak jelas. Untungnya saya mendapatkan kelompok yang rame (orangnya). So, gak ada kejaiman diantara kami. Berjalan menyusuri jalan setapak melewati sungai kecil di bawah perbukitan, mendengarkan kicauan burung, melihat hijaunya pepohonan, menghirup oksigen yang gak bisa didapatkan di kota. 

Kita akan berjalan melewati tiga pos. Dimana masing-masing pos sudah ada games yang harus kita selesaikan agar bisa lanjut ke pos selanjutnya. Tim EO membagi beberapa kelompok untuk melewati jalur yang berbeda. Penentuannya di papan yang kita dapatkan sebelumnya. Disana sudah tertulis kelompok berada di tim merah atau putih. 



Sekitar sepuluh menit berjalan melewati jalan setapak, kami sudah sampai di pos satu. Disini sudah ada satu kelompok yang sampai terlebih dahulu. Setelah melapor ke petugas pos, kami diberikan satu botol air dan beberapa tali untuk memainkan games

Point di games ini yaitu keseimbangan. Kelompok dituntut harus solit dengan meletakkan botol plastik yang berisikan air di atas papan yang sudah diikat oleh beberapa tali. Botol tersebut gak boleh jatuh. Tarikan tali harus pas dan seimbang dengan tali lainnya. Serunya lagi sambil memegang tali, kita harus berjalan ke garis finis dengan kondisi jalan menanjak. Susah-susah gampang memang !. 

Syukurnya kelompak kami bisa selesaikan games pertama cukup cepat dari kelompok lainnya. Setelah dicek volume air oleh tim penilai, kami dinyatakan bisa melanjutkan perjalanan mencari kitab suci,eh salah. Maksudnya melanjutkan perjalanan ke pos kedua. 




Dari pos satu ke pos dua, jalur yang kami tempuh sudah mulai ekstrem. Jalur sudah menanjak dan menurun. Sebelah kanan tebing sedangkan di kiri kami yaitu jurang yang cukup terjal. Asyiknya disini, kami jalannya barengan. Biar gak cepat lelah dan membosankan, kami bernyanyi gak jelas arahnya sambil bercanda. 

Ada beberapa titik di tengah perjalanan yang lumayan terjal. Seperti, kami harus menuruni jalur dengan kondisi tanah berbatu. Menyeberangi sungai kecil dengan jembatan bambu. Nafas sudah ngos-ngosan, maklum saja berat badan sudah naik dan sudah lama gak trekking, hehehe.

Menyusurii perkebunan kopi, kelompok kami sudah sampai di pos dua. Disini kami diberikan tiga buah permen gulali yang ada motif bentuknya. Pernah nonton Serial Korea "Squid Game" yang cukup terkenal saat itu ?. Nah, bener. Ini permainan mirip sekali dengan games yang dimainkan di film tersebut. Tapi kali ini gak sesadis seperti di filmnya. Jika gagal akan dimatikan. Gak sampai demikian. Bila bentuk motifnya pecah saat ditusuk pakai lidi, maka dinyatakan gagal. Bila gagal semuanya, maka kelompok tersebut gak ada point. 

Alhamdulillah, kelompok saya gagal semuanya. Jadi cepet lanjut menuju pos terakhir yaitu pos tiga. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami disuguhkan makanan yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut yaitu Keripik Jamur Desa Lebah Sempage. Rasanya gurih dan enak banget. Pas banget untuk mengganjal perut yang sudah kelaperan dari tadi, hehehe. 




Serunya disini, perjalanan gak semudah yang dibayangkan. Kami hampir tersesat memilih jalur yang salah. Untungnya ada kelompok lain yang sudah jalan duluan. Terdengar dari suara mereka yang asyik ngobrol, yasudah kami ikuti saja jejaknya. Disini jangan percaya seratus persen dengan tanda petunjuk yang terpasang di percabangan jalan. Bisa jadi ada tangan usil yang merubah arah panah dari tanda petunjuk tersebut. Salah satu dari strategi mengalahkan beberapa kelompok lain memang, hehehe. 

Gak berapa lama berjalan kaki, kami sudah sampai di pos terakhir. Disini pemandangannya kece gak ada obat. Terlihat area perbukitan dengan lembah hijau yang sangat asri. Sinar matahari yang menyengat pun gak terasa karena udara disini sangat sejuk sekali. 

Permainan selanjutnya, kita akan melewati jaring-jaring tali tanpa menyentuh tali dengan kaki. Tantangannya disini, mata kami harus ditutup dengan masker yang sudah diberikan oleh panitia. Berjalan melewati jaring tali dengan mata tertutup. Ketua kelompok memandu kami agar bisa melewati tantangan tersebut.

Akhirnya kami bisa menyelesaikan games ketiga tepat waktu. Kami melanjutkan perjalanan lagi menuju garis finis dimana menjadi titik star kami tadi. Sesampainya di lokasi, beberapa kelompok sudah sampai terlebih dahulu. Terlihat sudah ada persiapan untuk pengibaran bendera merah putih. Lima kelompok yang sudah sampai pertama kali diberikan tugas untuk memasang bendera. Yang lainnya membantu memegang tali untuk menyeimbangkan agar petugas yang memasang bendera gak terjatuh. 



Suasana siang itu semakin meriah. Apalagi setelah bendera merah putih sudah berkibar semua, terdengar lagu Gebyar-Gebyar, membuat semangat merah putih di dalam dada kembali membara, Asyik. Semua peserta secara serentak ikut bernyanyi sambil mengibarkan bendera merah putih. 

Moment, merayakan HUT RI yang paling meriah yang pernah saya ikuti. Sangat berkesan sekali dan semua peserta mengikuti kegiatan dengan tertib tanpa ada satupun yang cidera. Seluruhnya bersuka-cita dan gak ada yang bersedih. 

Acara selanjutnya, yaitu sambutan dari Direktur Rumah Sakit Mata NTB, dr.Desi (sapaan beliau). Beliau berharap dengan adanya kegiatan seperti ini seluruh karyawan-karyawati Rumah Sakit Mata NTB semakin kompak dan kegiatan seperti ini harus diagendakan setahun sekali. Amin.



Setelah sesi sambutan dari direktur rumah sakit dan pejabat lainnya, kami dipersilahkan menikmati santapan makan siang yang sudah disiapkan oleh pihak catering. Untuk kelezatan masakannya gak perlu diragukan lagi. Pastinya enak dan maknyus. Perut sudah sangat lapar, waktunya kami makan siang dulu.

Untuk cerita di part pertama ini, saya cukupkan sampai disini dulu. Biar gak kepanjangan karena masih ada beberapa cerita yang wajib saya tulis tentang kegiatan outbond saat itu. 

Pensaran, sabar !.

Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Thursday, 31 August 2023

Mendadak Malam Mingguan Disini : Natura Cafe & Resto Lombok


Cerita kali ini masih bertemakan makan-makan. Searching tempat makan yang berbeda dari biasanya agak susah di Kota Mataram. Jujur, sudah agak bosan pergi makan di resto atau cafe yang suasananya gitu-gitu saja. 

Berhubung bawa anak kecil, pilihan lokasinya perlu selektif. Terpenting tempatnya ramah anak, nyaman buat kumpul-kumpul, gak menyeramkan dan menu masakannya harus enak. 

Bertepatan dengan hari lahirnya bapak tercinta, kami sekeluarga merayakan acara ulang tahun kecil-kecilan saja. Sekedar kumpul bareng sambil kulineran. Sederhana tapi sangat berkesan. 

Apalagi pilihan kami jatuh kepada Natura Cafe & Resto. Tempat makan yang launching kalau gak salah setahun yang lalu. Saat buka langsung ngehits di media sosial.  Lokasinya ada di Jalan Raya  Jendaral Sudirman, Rembige, Kec.Selaparang, Kota Mataram. Gak jauh dari Hotel Same dan Lombok Astoria.



Sudah janjian pergi makan-makannya pas akhir pekan agar semuanya bisa ikutan. Maklum saja, saya dan adek-adek agak susah kumpul bareng karena kesibukan kita masing-masing. Begitu juga bapak mama yang masih aktif bekerja (bentar lagi pensiun).

Berhubung rumah kami berbeda lokasi, saya, istri dan anak-anak jalan dari rumah kami. Sedangkan lainnya jalan dari rumah masing-masing. Kami janjian bertemu di lokasi saja biar gak saling tunggu.

Awalnya sih mau makan-makan di tempat lain. Karena sudah full booking, jadi kami pindah lokasi ke Natura Cafe & Resto saja. Bisa dibilang ini rencana dadakan yang membawa berkah. Gak kecewa sama sekali karena tempat ini sangat berkesan buat kami semua, Asyiik.

Moment yang sangat langka bisa kumpul bareng paket lengkap. Langit sore yang begitu cerah menambah kecerahan suasana saat itu. Sampai di lokasi sudah jam enam sore. Waktu yang pas banget buat ngumpul sambil kulineran menghabiskan akhir pekan bareng-bareng.

Menemukan lokasi tempatnya dibilang gak susah. Persis berada di pinggir jalan raya. Gak perlu ribet-ribet masuk gang kecil atau jalan rusak. Dari pinggir jalan sudah terlihat tulisan besar berwarna hijau "Natura Cafe & Resto" menyambut kami. Tampak area parkir kendaraan yang cukup luas. Area parkir motor dan mobil dibedakan, so gak pakai acara rebutan tempat parkir segala. 




Berjalan memasuki cafenya, kami disambut hangat oleh salah satu karyawan cafe dengan pakaian yang begitu rapi. Saat memasuki bangunan restonya, kita dimanjakan oleh nuansa alam penuh dengan tanaman hias. Nampak depan terlihat bangunan dengan dinding full kaca dan berlantaikan granit bertekstur batu, jadi gak licin saat berjalan. 

Di bagian depan, terdapat tempat duduk melingkar dengan bantalan yang sangat empuk. Dihiasi dengan beberapa tanaman hias hijau sehingga menambah kesan asri. Anak-anak begitu ceria berlarian kesana-kemari di area ini. Ruangan semacam hall ini ada beberapa tempat duduk dengan meja sofa yang sangat nyaman. Bagi yang ingin berada di area agak sedikit tertutup, bisa memilih tempat duduk disini. 

Berjalan agak ke bagian belakang, terdapat semacam lorong gitu di kiri-kanan, sedangkan di tengah tampak mini taman dengan pohon-pohon hijau. Saking banyak jenis pohonnya, saya gak ingat ada pohon apa saja,hehehe. 

Untuk meja kursi disini bervariasi. Kalian bisa pilih duduk di mini taman atau lorong. Konsep yang dipilih disini yaitu natural seperti namanya Natura,hehehe...asal nebak aja. Gak ada ruangan ber-AC alias semi outdoor dan outdoor. Kabar gembira bagi ahli hisap nih. Tapi tetap ya jaga kesehatan di lingkungan sekitar anda !.




Kami memilih duduk di lorong sebelah kanan. Disana terdapat beberapa meja dengan tempat duduk permanen terbuat dari batu dan semen bercat putih. Kemudian di belakangnya terdapat beberapa tanaman hias sehingga menambah kesejukan mata memandang. Sangat nyaman sekali duduk disini dengan ukuran badan saya yang cukup besar (curhat sedikit). 

Sore menjelang malam tiba, suasana cafenya belum begitu ramai. Hanya ada beberapa pengunjung saja yang sudah dari tadi datang. Sambil menunggu salah satu karyawan membawa daftar menu, saya mengajak anak-anak berkeliling sekitaran taman yang terdapat di belakang cafe. 

Di bagian belakang cafe, masih ada beberapa tempat duduk yang beragam. Yang mau lesehan juga disediakan disini. Buat kalian yang mau kumpul sambil bersantai di atas bean bag juga disediakan disini. Fasilitas lainnya yang sangat penting bagi pengunjung dan saya pribadi yaitu kamar mandi atau toilet yang bersih dan mushola yang nyaman.



Syukurnya, anak-anak sangat nyaman sekali berkeliling di sekitaran cafe. Mereka berlari kesana-kemari tanpa khawatir terjatuh. Apalagi ditambah dengan alunan live music yang nyaman di dengar di telinga anak kecil. So, menarik perhatian mereka untuk menonton mbak vokalis yang sedang melantunkan lagu dengan suara yang merdu dari dekat. Ayahnya juga sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh vokalisnya yang manis,eheemmm hehehe. 

Capek berkeliling cafe, kami balik ke tempat duduk untuk memesan makanan. Istri dan mama terlihat dari tadi sibuk bolak-balikan lembar menu. Ada beberapa menu yang tersedia antara lain; aneka nasi goreng, mie goreng, mie level, ayam goreng berbagai sambal, katsu, nasi babat, bebek goreng, bebek bakar, aneka sup-supan. Untuk menu minumannya, banyak juga. Diantaranya ada; es kopi natura, es teh natura, teh, mocktail, float, milky, sirup jelly, kelapa muda, aneka kopi dan minuman sehat. Lebih jelasnya bisa diliat daftar menunya !.

Chicken Katsu 

Es Kopi Banana

Untuk makanan beratnya saya memilih Chicken Katsu pakai nasi putih dan minumannya Es Kopi Banana. Ini menu yang pernah saya cobain di tempat lain (gak perlu disebut). Sudah lama rasanya gak mencoba menu ini lagi. Penasaran dengan rasanya, pastinya enak.

Chicken Katsu yang saya pesen sangat spesial. Kenapa begitu ?. Karena saya sudah lama banget gak makan menu yang berasal dari Jepang ini. Porsi Chicken Katsunya cukup mengenyangkan. Yang berbeda disini cara penyajiannya. Kalau yang biasa saya makan itu penyajiannya ditaruh di piring semacam box gitu. Jadi bisa dibawa kemana-mana. Sedangkan disini penyajiannya ditaruh di piring ukuran besar kemudian dihidangkan bersama nasi. 

Soal rasa masih kategori enak. Meskipun masih enakan yang saya makan sebelumnya di tempat lain. Point plusnya disini yaitu hidangannya yang tertata rapi seperti hidangan menu di resto-resto mahal gitu. Apalagi ditambah dengan potongan kentang goreng dengan cocolan saus sambel dan mayonais. Mantep pokoknya !. 

Untuk Es Kopi Banananya gak perlu diragukan lagi. Ini jenis minuman kopi yang paling saya suka. Ada campuran kopi latte plus sirup rasa pisang. Rasanya perpaduan kopi dan pisang. Ditambah lagi diminum selagi dingin, seger. Porsinya juga besar banget. Bisa dibawa pulang karena menggunakan gelas plastik porsi sedang dengan sedotan. Rasanya manis semanis wajahmu yang ayu, Asyiik. 

Nasi Goreng Spesial

Bebalung

Sedangkan istri pesan nasi goreng spesial non pedas karena buat anak-anak. Anak-anak belum bisa makan yang pedas, jadi dipesenin yang gak pedes. Untuk anggota keluarga lainnya pesennya ya macem-macem. So, gak sempet review semuanya. Yang jelas ada beberapa menu yang saya sempat cicip seperti nasi bebek bakar yang daging bebeknya itu sangat empuk dan lumer. Bumbu sambel ijonya pun gak ada obat deh. Sempat cicip menu Bebalungnya juga (pesenan bapak). Daging sapinya empuk, kuahnya gurih dan bumbunya maknyus. Rekommended buat dicoba. 

Selain menu berat, kami pun memesan snack alias cemilan yaitu Chicken Pop Corn. Beberapa potongan ayam yang digoreng dengan adonan pilihan. Saat digigit sangat gurih sekali. Apalagi dicocol dengan saus sambal, hmmm...gak mau berhenti ngunyah. 

Chicken Pop Corn

Nasi Bebek Bakar

Soal harga, di Natura Cafe & Resto ini harga menunya cukup terjangkau. Dari harga 10 ribu hingga 27 ribu per menunya. Dengan harga segitu, kita bisa menikmati makanan yang super maknyus ala resto bintang lima.

Menikmati masakan super duper maknyus di tempat yang kece bareng orang-orang tersayang itu gak ada obatnya. Menghabiskan akhir pekan di Natura Cafe & Resto rekommended banget. 


Semakin malam, suasana semakin meriah. Lampu-lampu taman sudah dinyalakan.  Satu per satu kursi yang masih kosong terisi semua. Pengunjung sudah banyak yang berdatangan. Seluruh karyawan cafe semakin sibuk kesana-kemari melayani pengunjung. Para chef andalan bekerja keras malam itu. 

Kami pun enggan beranjak dari tempat duduk kami. Saya dan istri masih ingin menikmati suasana malam itu. Lagu-lagu yang dibawakan oleh band semakin bagus. Ada beberapa lagu favorit yang dibawakan. Bener-bener malam minggu yang sangat berkesan. Terimakasi semuanya !.

Daftar Menu :




Peta Lokasi :