Tuesday, 19 February 2019

Taman Rekreasi Jaman Now di Lombok : Taman Impian Suranadi


Punya waktu traveling ke luar kota seperti saya, sangatlah susah. Kalau ada tugas dinas, baru bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Itupun sekedar mengunjungi tempat-tempat kece di tengah kota, tempat kita bertugas. Atau bisa mencicipi aneka kuliner khas dari tempat tersebut. Cuti pun sangat terbatas waktunya. Gak apa-apa, namanya juga abdi negara harus selalu semangat menjalankan tugas semaksimal mungkin dan selalu disyukuri (curhat colongan),hehehe.

Dua minggu yang lalu saya dapat libur juga. Kebetulan bertepatan dengan Hari Imlek alias tanggal merah. Saya pun gak menyia-nyiakan waktu libur hanya berdiam diri di rumah saja. Pengennya sih jalan rame-rame sama my genk, tapi karena dadakan, akhirnya jalan berdua breng si doi. Akhir-akhir ini kami berdua lagi mempersiapkan acara besar dan sejarah banget. Apa itu ?, rahasia dong. Nanti kalian bakalan tau sendiri. Makanya selalu update on my blog, Asyiiik. *numpang promosi*.

Tujuan kami hari itu, mengexplore Taman Wisata Alam Suranadi (TWA), Lombok Barat. Kalian tau kan, kalau sudah berbicara tentang daerah Suranadi pasti dibenak kita terpintas udara yang sejuk, adem, pohon-pohon hijau, sungainya yang masih bersih, banyak tempat wisatanya dan kulinernya pastinya.

Sudah lama saya gak kesini dan bisa datang kesini lagi bareng si doi. Jalan sekitar jam tujuh pagi menggunakan sepeda motor "si blue", saya jemput doi di rumahnya. Kurang lebih setengah jam dari rumahnya, kami tiba di parkiran Taman Wisata Suranadi. Untuk jalurnya, kita melewati jalur menuju Desa Suranadi. Lebih lengkapnya kalian bisa search di google maps.

Gak banyak yang kami lakukan di Taman Wisata Alam Suranadi. Taman Wisata Alam yang dikelola oleh teman-teman dari BKSDA Provinsi NTB, sekarang sudah tampak lebih indah, sejuk dan bersih. Pohon-pohonnya pun dijaga dengan baik. Penataan tempat duduk, jembatan pun layaknya seperti taman yang berada di tengah-tengah hutan. Kami pun menyempatkan foto-foto disini. Saat itu hari masih siang dan kami berdua beristirahat makan siang dulu. Menu saat itu Sate Bulayak, enak-enak.

Saya : "yank, kita kemana lagi nih ?"
Doi   : "kita kemana yaak ?, Oh ya, kita ke Taman Impian Suranadi saja yank. Gak jauh dari sini"
Saya : "Oke... siap"



Taman Impian Suranadi !

Gak jauh dari TWA Suranadi, ada sebuah tempat baru dibuka untuk umum pada bulan Desember kemarin, tepatnya tanggal 20 Desember 2018. Sekitar satu kilometer dari TWA Suranadi, tempat rekreasi baru yang wajib kalian ketahui bernama Taman Impian Suranadi. Tempat yang keren dan instagrammable #katanya

Mari kita buktikan pemirsa...!

Dari namanya saja, sudah jelas tempat ini bikin penasaran. Apa saja sih yang ada di dalam taman tersebut. Awalnya sih doi yang cerita tentang tempat baru ini dan saya pun gak terlalu update. Ternyata lebih update si doi nih,hehehe. Setelah selesai makan siang di sekitar Taman Wisata Alam Suranadi, kami segera meluncur ke Taman Impian Suranadi. Mirip-mirip seperti di Batu, Malang yaa. Satu wilayah, tapi banyak tempat wisatanya, kecee.

Taman Impian Suranadi merupakan destinasi berkonsep taman yang di dalamnya banyak sekali kita jumpai spot-spot cantik ala kids jaman now. Informasinya, taman ini didirikan oleh Forum Pariwisata Suranadi Mandiri, dimana anggotanya sendiri terdiri dari petani dan pecinta tanaman hias.

Setelah memarkirkan sepeda motor, kami menuju loket. Tiketnya pun sangat terjangkau menurut saya yaitu 10ribu per orang saja, sedangkan anak-anak berumur dibawah 5 tahun gak bayar alias gratis. Asyiknya lagi, selain dapat tiket masuk, kami juga dapat kupon welcome drink lhoo.








Setelah mendapatkan tiket, kami pun masuk ke dalam taman. Si doi tiba-tiba senyum sumringah melihat tampilan dari pintu masuknya. Jujur, ini taman keren banget. Dari pintu masuknya pun, sudah sangat menarik. Segala macam informasi dari denah, papan petunjuk, papan peringatan dan penataan tamannya sudah sangat lengkap disini.

Banyak spot foto yang instragrammable banget. Dari lorong dengan tiang-tiang bambu lengkap dengan hiasan tanaman. Jembatan bambu yang menghubungkan jalanan satu ke jalanan lainnya. Dan kerennya lagi, setiap sudut taman terdapat papan peringatan seperti "dilarang merokok", "dilarang menginjak rumput" dan banyak lagi. Tempat-tempat sampah pun tersedia disini, jadi membuat taman ini terlihat bersih. Semoga saja terus bersih dan rapi seperti ini.

Fasilitas lainnya yaitu adanya kedai yang menjual beberapa makanan dan minuman, ada bakso dan sate bulayak juga lhoo. Bagi kalian yang ingin berburu kuliner sambil berwisata, bisa mencari sate bulayak atau makanan tradisional Pulau Lombok disini.

Ada juga mushola bagi muslim yang ingin melaksanakan shalat dilengkapi dengan tempat wudhu yang menurut saya lebih bersih dan keren. Adapun toilet yang sangat bersih dan bentuk bangunannya pun sangat menarik. So.. Kesan pertama saya melihat ini semua,Wooww banget dah.






Berjalan lebih ke dalam lagi, kami melihat berbagai jenis bunga warna-warni berjejer rapi di pinggir jalan setapak. Terdapat lebih dari 30 jenis tanaman bunga lhoo yang ada disini. Semuanya ditata rapai dan dijaga dengan baik.

Untuk spot foto keren banget disini. Yang paling saya suka sama taman ini yaitu kesejukan dari udaranya. Meskipun siang hari, udara disini sangat sejuk. Rimbunnya pohon-pohon membuat taman ini sangat rindang. Apalagi hijaunya tanaman disini, menyejukkan mata dan hati. Berjalan keliling taman yang memiliki luas 1 hektar ini, gak terasa capek karena keunikan taman ini yang membuat kita ingin mengexplore semuanya. Apalagi si doi, gak bosen-bosennya minta difotoin. Doi paling suka fotoan bersama bunga-bunga dan tanaman hias yang ada disini. Yang paling penting jangan dipetik dan dibawa pulang saja yaak yank !, hehhee...I Just Kidding.






Gak hanya berbagai macam bunga dan buah saja yang terdapat di Taman Impian Suranadi, tapi kita juga dimanjakan oleh spot-spot instagrammable seperti rumah pohon dan rumah hobit.

Apalagi spot cantik seperti sarang burung yang dibuat menggunakan bambu dan alang-alang menjadi spot favorit disini. Disamping tampilannya yang kece, kita juga bisa duduk syantik ala-ala Siti Badriah ,hahahaha.





Di Taman Impian Suranadi juga memiliki area bermain ramah anak-anak. Ada ayunan bambu, hammock dari bambu dan jungkat jungkit yang semuanya terletak dalam satu area. Untuk outbond juga sangat cocok disini. Disamping area taman bermainnya luas, sangat aman buat anak-anak kita. Gak hanya anak-anak saja yang dapat bermain, tapi orang tua juga bisa menggunakan alat permainan yang ada. Semuanya disediakan untuk segala umur dan berat badan. Kok geli ya denger berat badan ?. Stop, jangan dibahas.

Selesai bermain, anak-anak juga bisa diajak bermain bersama puluhan ikan koi dan kelinci. Untuk memberi makan ikan koi dan kelinci, kita hanya mengeluarkan 5 ribu rupiah saja untuk satu keranjang makanan.
Kedepannya juga disiapkan kolam pemancingan ikan yang cukup luas. Keren kan!. 

Ikan koinya besar-besar dan kolam ikannya sangat bersih. Salut dah sama pengelola disini. Bisa menjaga kebersihan dari kolam ini.  Berada di area kolam ikan koi sambil memberi makan ikan, sangat syahdu sekali. Apalagi menikmati suara air mancur mini, jadi betah berlama-lama.

Gak jauh dari area kolam ikan koi, kita jumpai kandang kelinci yang unik menurut saya. Kreatif banget pengelola taman dapat membuat area bermain kelincinya. Dibuat semacam terowongan mini yang jumlahnya lebih dari dua.  Kelinci-kelinci putih dan lucu bisa bersembunyi di terowongan ini. Seneng banget liat tingkah laku kelinci tersebut. Pengunjung juga bisa masuk lhoo di dalam area kandang kelinci. Bermain sambil memberi makan si kelinci. Makanannya apa?. Makanannya sudah dipilihkan oleh si pengasuh kelinci.  Jadi gak boleh memberi makan kelinci sembarangan. Gak hanya kelinci saja tapi binatang peliharaan yang ada di taman ini juga gak boleh makan sembarangan. Gak boleh kasi donat atau pizza yaak!. Kasinya ke saya saja, hahaha.




Puas mengelilingi taman sambil hunting-hunting foto, melihat berbagai macam jenis bunga dan buah disini, dan bermain bersama si kelinci dan ikan koi. Tibalah waktunya kami berdua beristirahat sejenak. Di area taman disediakan tempat beristirahat semacam berugaq (gazebo), meja bundar dengan kursi-kursi dari potongan batang kayu. Duduk santai sambil menikmati welcome drink. Ohya, kita bisa tukarkan kupon welcome drink di kedai makanan yang berada di tengah-tengah area taman.

Minumannya pun sudah ada lhoo. Jadi kita gak bebas memilih. Hanya dikasi minuman ringan yang ada di foto atas (no endorse). Kalau mau diendorse, komentar di bawah,hehehe #numpangpromosi. Ohya, bagi kalian yang kebingungan nyari colokan hp atau laptop, di setiap berugaq (gazebo) disediakan tempat colokan. Kurang apanya coba. Saya pun bilang sama si doi,  ini tempat di Lombok tapi rasanya kayak di Bali yaak.

Tempat rekreasi yang tertata rapi, kreatif, inovatif, kekinian, bersih dan instagrammable banget. Dari sarana prasarana juga kece abis. Bagi kalian yang ingin berlibur tapi nyari tempat adem dan paket lengkap, Taman Impian Suranadi bisa menjadi pilihan alternatif buat berkumpul bersama keluarga, sahabat, calon pasangan hidup dan gebetan.

Buka setiap hari kecuali hari Jumat. Dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Area parkir yang cukup luas dan aman. Tiket masuk juga gak terlalu menguras isi dompet. Bagi saya Taman Impian Suranadi merupakan tempat rekreasi yang memiliki konsep ecowisata pilihan terbaik di Pulau Lombok.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra



Thursday, 7 February 2019

Menikmati Es Kopi Susu Guren di Soetjipto Coffee & Resto


Hai..hai guys, berjumpa lagi dengan Lazwardy Journal !

Di cerita sebelumnya tentang mengexplore Buwun Mas Hill,sudah dibaca belum ? .Kali ini kembali lagi dengan tulisan tentang segelas ice coffee yang menurut saya wajib buat diceritakan. Kalau berbicara tentang segelas ice coffee, pasti ada hubungannya dengan kedai atau cafenya yang kece dan unik.

Sepulang kerja, saya ngajak si doi buat keluar bentar biar gak boring di rumah terus. Kebetulan dianya juga gak ada kesibukan. So, kami berdua mencari tempat nongkrong sambil ngisi perut (inget diet woii),hehehe.





Tempat yang menjadi tujuan kami bernama Soetjipto Coffee & Resto. Lokasinya gak jauh dari rumah saya berada, tepatnya di Jalan Adi Sucipto No 99A-C, Ampenan, Kota Mataram. Cafe ini sudah dua kali renovasi. Antara tampilan pertama dan kedua, agak jauh berbeda. Tampilan sekarang pastinya jauh lebih kece.


Dari segi tampilan, Soetjipto Coffee & Resto yang baru masih mempertahankan konsep minimalis. Untuk ruangannya, ada penambahan menjadi dua lantai. Ruangannya terbagi menjadi dua yaitu indoor dan outdoor. Keren kan !. Kali ini saya bareng si doi, mencoba untuk nongki di lantai satunya. Tempat duduknya nyaman, mejanya pun cocok buat kerja. Ada banyak pilihan meja dan kursinya. Ada untuk ngumpul bareng teman-teman, berbentuk meja panjang. Ada untuk berempat dan ada untuk berdua. Tinggal pilih saja dan semuanya dilengkapi dengan colokan.

Untuk ruangan indoornya juga, sudah dilengkapi dengan alat pendingin (adeemmm poool). Lebih kecenya lagi, wifinya kenceng banget lhoo. Disini juga disediakan beberapa buku bacaan yang bisa kalian baca. Ada juga beberapa permainan seperti kartu atau bongkar pasang balok. Pokoknya dijamin betah berlama-lama disini. 



Di lantai dua juga gak kalah kece. Bagi yang ingin ketenangan dalam bekerja, bisa memilih tempat duduk di lantai dua karena suasananya agak lebih sepi dibandingkan di lantai satu. Gak tau kalau malam minggu atau libur, mungkin di lantai dua ramai sama kids jaman now. Bagi ahli hisap jangan khawatir, disini disediakan ruang outdoor untuk kalian tanpa mengganggu pengunjung di ruang indoor. Baik di lantai satu dan dua, ada ruang outdoornya. 

Untuk di ruang indoor lantai dua ada yang saya suka. Di bagian dindingnya ada coretan mural yang keren. Bisa jadi referensi buat dinding di rumahnya nantinya, gimana neng ? (colek si mbaknya, eh si doi maksudnya).



Review ruangannya sudah, sekarang review menu-menunya. Datang ke cafe ini gak lengkap kalau gak ngopi. Minuman yang saya pesan yaitu Ice Kopi Susu Guren. Ada yang tau sejenis kopi apa itu ?. Kopi Susu Guren yaitu kopi susu gula aren, hanya disingkat jadi guren biar lebih keren. Untuk Kopi Susu Gurennya, lumayan joss dan stroong. Manis gula arennya kalah dengan kopinya. Berbeda dengan Kupi Susu Inaq yang pernah saya review di tulisan sebelumnya. Kedua-duanya sama menggunakan gula aren tapi untuk di Soetjipto, agak lebih stroong kopinya.
Segelas Es Kopi Susu Guren seharga 15K.


Si doi memesan kopi yang berbeda yaitu Es Thai Tea. Soal rasa, Thai Tea di cafe ini lebih enak dibandingkan Thai Tea di tempat lainnya. Warnanya pun berbeda dengan Thai Tea pada umumnya yaitu warna orange. Es Thai Tea ala Soetjipto berwarna cokelat seperti susu. Ada campuran kopi juga nih, nikmat dan pengen nyicip lagi (nyicip Thai Tea punyanya si doi). Untuk segelas Es Thai Tea seharga 20K.



Untuk cemilannya, kami berdua memesan Pancake Vanilla. Pancake yang ditaburi es cream vanilla di atasnya, enak banget. Porsinya pun gede dan kami berdua gak kuat habisin. Yakin gak dihabisin?, tapi ujung-ujungnya tetap dihabisin, hehehe. Tekstur pancakenya yang sangat lembut dan gak cepat buat enek. Enak-enak, jadi menu wajib dipesan kalau datang ke cafe ini lagi. Seporsi Pancake Vanilla seharga 20K. 

Untuk sekelas kedai cofe jaman now, harga menu-menu disini sangat terjangkau buat kalangan mahasiswa dan kita-kita yang punya modal pas-pasan. Overall, nongki disini sangat nyaman sekali. Pelayanannya sejauh ini luar biasa, saya suka. Keramahan para karyawannya juga saya acungin jempol. Penataan ruangannya juga instagrammable banget. Cocok buat kita-kita yang pengen ngumpul menghabiskan waktu bersama. Pas juga datang bareng pasangan, bukan selingkuhan lhoo yaa.

Untuk jam bukanya, cafe ini buka setiap hari dari jam 3 sore sampai jam 10 malam. Khusus untuk malam minggu, biasanya tutup di atas jam 10 malam. Buat kalian yang pengen nongki tapi bingung mau dimana, bisa ke Soetjipto Coffee & Resto. Tempatnya keren abis.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 2 February 2019

Spot Foto Tercantik Di Pulau Lombok : Buwun Mas Hill


Tinggal di Pulau Lombok sungguh menyenangkan. Mau jalan-jalan tinggal pilih mau ke pantai, gili, air terjun, perbukitan atau desa wisata. Yang hobinya jalan ke mall, di Pulau Lombok juga ada mall lhoo yang lokasinya berada di pusat Kota Mataram. Jangan kira di Pulau Lombok gak ada mall, meskipun hanya ada satu dua biji. Gak banyak memang seperti di Bali dan Jawa. Tapi saya gak akan ngebahas tentang jalan-jalan ke mallnya. Biar emak saya saja nanti ngomong soal mallnya kalau sudah jadi emak blogger,hehehe #intermezo

Jalan-jalan ke Pulau Lombok identik dengan alamnya, bener gak?. Kalian kalau ditanya, "liburan ke Pulau Lombok,  mau kemana saja?". Pasti jawabannya, pantai, air terjun atau desa wisata. Image Pulau Lombok gak lepas dari deretan pantai-pantainya yang indah, budayanya yang kece, makanan tradisional yang lezat dan keramahan orang Lomboknya pastinya (jangan kegeeran dulu !). Jadi jangan heran, kita sendiri saja kalau mendengar nama Pulau Lombok, terbayang hal-hal tersebut.

Di awal tahun ini, ada sebuah tempat baru yang keren abis di bagian barat Pulau Lombok. Tepatnya di wilayah Dusun Lemer, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Dari awal kemunculan di media sosial, tempat ini sukses membuat Pulau Lombok bergairah lagi semenjak terjadinya bencana gempa bumi yang melanda "pulau seribu masjid" sampai porak-poranda. Pulau Lombok sekarang sudah mulai bangkit lagi. Dunia pariwisata di pulau ini juga sudah bangun dari tidurnya. Lupakan kesedihan, menatap masa depan yang lebih cerah. Asyiik..!

Kembali ke laptop !

Di Hari Minggu lalu, saya bareng si doi pergi ke rumah salah seorang sahabat bernama Bang Jack. Kebetulan Bang Jack ini warga asli dari Dusun Lemer, Desa Buwun Mas. Kebetulan kami bertiga ditugaskan mengikuti lomba Calender Of Event 2019 oleh komunitas kami bernama Genpi Lombok Sumbawa. Sesampainya di rumah Bang Jack cuaca masih gak menentu. Kami putuskan bersantai-santai sejenak sambil menikmati kopi hangat yang dihidangkan. Setelah berdiskusi mengenai lomba dengan strategi yang kami siapkan, tiba-tiba cuaca menjadi cerah. Hari masih pagi juga, Bang Jack mengajak kami mengexplore Buwun Mas Hill. Lokasinya gak jauh dari rumah beliau. Dari pintu masuk sampai di atas bukit, katanya memerlukan waktu dua puluh menit. Bener gak yak? Mari kita buktikan.





Buwun Mas Hill !. Sebuah perbukitan yang sangat indah dimana untuk menuju kesana kita hanya memerlukan waktu satu setengah jam perjalanan dari Kota Mataram, hingga sampai di Desa Buwun Mas menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Sayangnya, belum ada transportasi umum menuju desa ini. Jadi bagi yang akan menuju tempat ini, pilihannya bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa. Dari Kota Mataram sampai di Desa Buwun Mas Hill, kita dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa indah. Melewati Teluk Lembar, melihat puluhan kapal yang berlabuh. Melewati jalanan berkelok-kelok di tengah perbukitan. Oh ya, disini kalian bisa memilih dua jalur lhoo. Mau jalur atas yang memangkas waktu tempuh menjadi lebih singkat. Atau memilih jalur bawah dengan pemandangan indah Teluk Lembar yang memakan waktu tempuh agak lama. Tergantung pilihan, pastinya sama-sama akan sampai di Desa Buwun Mas.

Setelah bertemu dengan pertigaan Sekotong, tepatnya setelah Puskesmas Sekotong. Kita mengambil jalur ke kiri mengarah ke Teluk Sepi, sedangkan ke kanan, kita menuju penyeberangan ke Gili Nanggu dan Gili Kedis. Berbelok ke kiri, kita melewati perkebunan dan perbukitan dengan kondisi jalan yang sudah mulus. Kurang lebih lima belas menit dari pertigaan Sekotong, kita sampai di rumahnya Bang Jack. Perjalanan dari Kota Mataram sangat lancar tanpa ada kendala yang berarti.

Bagi kalian yang suka kepoin akun-akun wisata Lombok di twitter, instagram atau facebook, pasti pernah melihat hastag #sekotongmendunia. Termasuk di dalam tulisan saya sebelumnya tentang Pantai Sangap dan Mangrove Jerangkang yang memakai hastag #sekotongmendunia juga. Saat ini wilayah Sekotong sedang naik daun di dunia pariwisata Pulau Lombok. Keindahan alamnya yang kece, membuktikan destinasi ini layak menjadi pesaing destinasi-destinasi kece lainnya di Pulau Lombok. Kita ambil contoh; Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Gunung Rinjani, Desa Sembalun, Air Terjun Tiu Kelep dan lainnya yang terlebih dulu terkenal dengan keindahan alamnya.




Salah satu destinasi andalan dari Desa Buwun Mas, Sekotong ini yaitu Buwun Mas Hill. Kenapa bisa begitu terkenalnya, sampai banyak wisatawan lokal maupun luar Pulau Lombok yang berlomba-lomba datang kesini. Bahkan beberapa media pun sudah banyak meliput tempat ini. Dibaca terus tulisan saya sampai selesai ya !. 

Disini cerita saya mengexplore Buwun Mas Hill dimulai. Sekitar jam sebelas siang, kami berempat menuju pintu masuk Buwun Mas Hill. Jarak dari rumah Bang Jack ke lokasi pintu masuk, gak terlalu jauh. Kurang lebih sekitar lima menit menggunakan sepeda motor, kami sudah sampai di area parkir Buwun Mas Hill yang letaknya persis di tengah-tengah rumah warga desa. Jangan khawatir, kendaraan kita dijamin aman parkir disini karena ada penjaganya.

Untuk tiket masuk saat itu, kami gak dipungut biaya sepersen pun. Apa jangan-jangan memang gak ada tiket masuk alias hanya bayar parkir saja. Atau mungkin karena bareng sama Bang Jack, hahaha. Bisa saja dikasi masuk gratis dan saya gak sempat menanyakan itu ke si empunya Buwun Mas Hill. Menuju ke puncak Buwun Mas Hill ada dua pilihan. Bisa berjalan kaki sambil trekking, hitung-hitung olahraga. Atau yang gak kuat jalan, bisa naik ojek sampai puncak dengan membayar 10ribu per orang saja.

Ternyata kami gak hanya berempat saja yang menuju puncak Buwun Mas Hill. Kami bertemu dengan dua teman lagi, salah satunya bernama Bang Bowo dan saya lupa nama mas yang satunya,hehehe. Mereka berdua adalah teman dari Bang Jack yang kebetulan di hari yang sama juga mau trekking ke Buwun Mas Hill.

Perjalanan menuju puncak bukit bisa dibilang lumayan menguras keringat. Dimana sepuluh menit pertama, kita dihadapi dengan kondisi jalan tanah yang sedikit menanjak. Di beberapa titik, agak licin karena habis hujan dan tantangannya kita harus berhati-hati saat melintas di trek ini. Saya yang sudah lama gak trekking, lumayan ngos-ngosan, sedangkan si doi dan teman lainnya sama juga,hehehe. 




Sepanjang perjalanan kita dimanjakan oleh hijaunya perbukitan, tanaman padi yang sengaja ditanam di lereng-lereng bukit serta udara yang sangat sejuk yang selalu menemani di sepanjang perjalanan. Capek pun hilang sekejap setelah melewati jalanan yang menanjak. Sepuluh menit terakhir, kami melintasi jalur yang landai dengan pemandangan yang gak kalah cantiknya. Dua puluh menit kami berjalan, akhirnya sampai juga di parkiran atas. Di parkiran atas ini, tempat pemberhentian terakhir si bapak ojek kalau kita pakai jasa mereka. Disini banyak sekali warung-warung dadakan lengkap dengan tendanya untuk kita beristirahat. Banyak jenis cemilan dan minuman yang dijual. Dijamin gak bakalan kelaparan pemirsa. 

Kurang lebih lima puluh meter setelah melewati deretan warung tenda, kami sudah sampai di sebuah padang savana yang sangat hijau. Ada ayunan di bawah pepohonan yang cukup rindang untuk mengambil foto. Perbukitan hijaunya mirip seperti bukit Teletubis (bagi kids jaman old pasti tau),hehehe. Untungnya lagi di hari itu, gak ramai pengunjung yang datang kesini seperti cerita di awal kemunculannya. Saat pertama kali terkenal di media sosial, jumlah pengunjung ke Buwun Mas Hill sampai membeludak. Bisa dibayangin kan, gimana suasana ribuan orang berkumpul di atas bukit Buwun Mas ?, pasti padat banget. Mengambil foto bagus saja susah, sampai ada beberapa komunitas rela bermalam di Buwun Mas Hill demi mendapatkan hasil jepretan yang kece.





Begitu beruntungnya kami menginjakkan kaki di Buwun Mas Hill dalam keadaan sepi saat itu. Kemungkinan besar kenapa bisa sepi padahal hari libur, karena sampai saat ini di Pulau Lombok hampir setiap hari turun hujan. So...banyak yang gak datang ke Buwun Mas Hill dalam keadaan cuaca yang kurang bersahabat.

So....berhubung lagi sepi, kami gak menyia-nyiakan waktu untuk mengambil foto-foto kece. Dan hasil jepretan kami bisa kalian lihat di dalam postingan ini,hehehe. Saya bareng si doi pun melakukan sesi prewed ala-ala kami berdua. Menyatu dengan alam adalah hobi kami berdua. Bang Jack serta anak perempuannya, Si Ola juga mengambil foto di tengah semak-semak hijau.

Untuk kali ini Bang Jack menjadi fotografer dadakan kami berdua. Gak direncakan, Bang Jack berbaik hati memfoto kami berdua dengan segala macam gaya. Tapi tetap memakai ala-ala kami berdua. Than's Bang Jack sudah fotoin kami, foto-fotonya kece-kece,hehehe. Bagi kalian yang pengen difoto sama Bang Jack, bisa koment di kolom komentar,hehehe.

taken by : Zakaria (Bang Jack) 

taken by : Zakaria (Bang Jack) 




Yang paling saya suka sama tempat ini yaitu perbukitannya yang hijau, rumput liar yang tumbuh membuat bukit ini sangat cantik. Belum pernah saya menemukan perbukitan seperti yang ada di Buwun Mas Hill sebelumnya. Apalagi ditambah dengan pemandangan lautnya yang indah, membuat siapa saja yang datang kesini dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama. Seperti saya yang jatuh cinta pada pandangan pertama ke si doi,hehehe.

Menurut informasi, di Buwun Mas Hill kita bisa mendirikan tenda untuk menginap. Tapi ada beberapa aturan yang harus dipatuhi antara lain, gak membuang sampah sembarangan, berperilaku sopan, gak melakukan hal-hal yang negatif lainnya. Untuk mendirikan tenda kita dikenakan biaya 25ribu rupiah kalau gak salah *mohon dikoreksi kalau keliru*.

Daripada berdiam diri di rumah dan gak ngapa-ngapain, lebih baik datang ke Buwun Mas Hill. Dijamin gak akan kecewa dan pastinya ingin balik lagi kesini. Bisa dibilang Buwun Mas Hill paket lengkap. Trekkingnya, pantai, perbukitan hijau dan foto kecenya dapat semua. Untuk masuk ke tempat ini juga sangat murah meriah sekali. Dijamin gak buat dompet bolong.

Gimana, kalian tertarik datang ke Buwun Mas Hill ?. Saya tunggu cerita dari kalian. #sekotongmendunia

Catatan :
- Belum ada tempat sampah yang mencukupi.
- Keamanan sudah lumayan baik.
- Kenyaman oke banget.
- Kondisi jalur trekking menuju atas bukit, masih perlu perbaikan.
- Pengelola masih warga desa.
- Paling baik untuk mendapatkan foto kece saat sunrise dan sunset.
- Datang disaat musim hujan yaitu pagi hari.
- Perlu promosi yang lebih optimal lagi. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra