Saturday, 10 August 2019

Smartphone Kelas Menengah yang Cocok dibawa Traveling : Vivo S1

(sumber : https://dailysocial.id)

Kalau ditanya sering ganti motor atau ganti smartphone, kalian jawab apa ?. Pasti kebanyakan jawabnya ganti handphone. Kalau ditanya “sering ganti smartphone atau pacar ?”. Kalian jawab apa broo?. Bisa berabe nanti kalau dibaca sama gebetan, hahaha (lupakan).

Kembali ke smartphone !!!.

Sudah budaya masyarakat kita yang doyan banget gonta –ganti smartphone. Sudah punya merk yang hargaanya jutaan, liat temen punya smartphone baru yang harganya belasan juta. Akhirnya tergoda untuk ganti dengan yang baru. Ada juga dari kita yang gonta-ganti smartphone karena kualitas kameranya yang keren. Gak bisa dipungkiri juga orang gonta-ganti smartphone berkali-kali. Baru beli sebulan yang lalu, liat merk baru yang kualitasnya di atas merk yang lama, gatel tangan dan dompetnya untuk ganti yang baru. Oleh sebab itu, banyak diantara kita memiliki smartphone lebih dari satu. Bener gak ?.

Memang itu yang terjadi, Smartphone Syndrome dimana kita melihat smartphone seperti melihat seseorang yang sangat cantik/manis. Kita pun jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya ada keinginan untuk mengenal lebih dekat dan mendapatkannya. Btw, itu hanya teori dari saya sendiri setelah melihat kenyataan yang terjadi di tengah-tengah kita saat ini. Apakah kita terkena yang namanya Smartphone Syndrome ?. Bisa saja iya, atau belum terkena virusnya. 

Itu sudah fenomena yang ada di kalangan kaum muda jaman sekarang. Jaman sekarang pun anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar saja sudah dibelikan smartphone oleh orang tuanya.  Jaman saya dulu pas masih kecil saja boro-boro dibeliin smartphone. Barangnya saja belum diproduksi di Indonesia. Yang ada kalau mau nelpon, pergi ke telpon umum pakai uang koin. Dulu juga saya bareng temen-temen mainnya kelereng, layangan dan kalau nonton tv, nontonnya Ultraman dan Satria Baja Hitam.  Beda dengan anak jaman sekarang, mainnya Mobile Legend atau PubG di smartphone mereka. Faktanya demikian pemirsa. Ada juga gonta-ganti smartphone buat menang gengsi saja alias gak mau kalah dengan temennya yang punya smartphone harga belasan juta.

Jujur, kalau saya lebih suka punya smartphone yang kualitas kameranya kece. Hasil jepretannya jernih dan gak kalah dengan kualitas kamera DSLR pastinya. Apalagi saya yang punya hobi hunting-hunting foto saat traveling, sangat menginginkan smartphone yang dibawa simple, punya kamera yang kece dan harganya gak terlalu mahal. Tapi terkadang kita dibuat bingung dengan banyaknya jenis smarphone yang ada di negeri ini. Dari bulan ke bulan selalu update dengan menawarkan model, spesifikasi, dan fitur menggoda. Karena sudah menjamurnya smartphone, saya sulit untuk membandingkan smartphone yang satu dengan smartphone yang lain. Dari model, spesifikasi, dan fitur sangat mirip-mirip.

Pernah gak gonta-ganti smartphone ?. Jujur, saya termasuk orang yang bisa dibilang sering gonta-ganti smartphone. Alasannya, karena saya menginginkan smartphone yang dapat membantu pekerjaan dan hobi saya sehari-hari. Apalagi saya sebagai blogger yang setiap minggunya menulis dengan konten-konten menarik soal destinasi wisata dan kuliner, butuh sekali smartphone dengan performa baik terutama kualitas kameranya. Di saat ini banyak sekali smartphone memiliki kamera canggih dengan resolusi tinggi, sehingga dapat menggantikan peran dari kamera DSLR. Dengan smartphone, saya juga bisa menulis langsung di blog pribadi tanpa melalui laptop lagi. Selain itu mempermudah saya untuk posting tulisan di beberapa media sosial.

Sebagai seorang blogger, saya juga dituntut untuk selalu aktif di media sosial salah satunya aktif di sebuah komunitas. Sekarang ini saya sudah bergabung dengan sebuah komunitas blogger di kota kelahiran saya. Banyak manfaat yang dapat saya rasakan, antara lain saling mengenal antar blogger, mempererat tali silaturahmi, saling berbagi tulisan, dan menambah ilmu perblogkan pastinya. Setiap blogger di dalam komunitas blogger memiliki keahlian masing-masing. Ada sebagai travel blogger, food blogger, lifestyle blogger, beauty blogger dan masih banyak lainnya. Sungguh indah kan di dalam satu komunitas punya keahlian dan ilmu masing-masing. Kita bisa belajar dan menambah ilmu dari masing-masing individu. Seperti komunitas smartphone Vivo yang anggotanya selalu bertambah seiring berkembangnya produk ini di pasaran. Komunitas ini seringkali berbagi informasi seputar Vivo. Seperti apa komunitasnya ? Saya juga penasaran.

Berhubung saya belum pengguna smartphone Vivo alias pengguna pabrikan lain, gak ada salahnya dong pengen tau perkembangan dari komunitas yang dimiliki Vivo. Saya pun mencari tau lewat googling. Vivo club merupakan komunitas smartphone android Vivo dari Vivo Indonesia. Komunitas ini menjadi forum diskusi pengguna Vivo, forum handphone android.

Keren juga ya Vivo Club hadir sebagai platform media (www.vivoclub.id) untuk para fans dapat bertukar informasi terkait berita yang sedang ngehits di media sosial, terutama bidang teknologi dan smartphone photography. Saling bertukar pikiran di media sosial pengalaman yang menyenangkan seputar Vivo.

Vivo Club Indonedia juga sering mengadakan giveaway bagi seluruh fansnya via media sosial. Bagi kalian yang ingin menjadi fansnya Vivo, bisa bergabung dibeberapa akun media sosialnya, antara lain

Fa fanpage : Vivo Club Indonesia
Youtube Channel : Vivo Club Indonesia
Forum : vivoclub.id

(sumber : youtube.com/vivo club indonesia)

(sumber : liputan6.com)

Duh jadi pengen cepat-cepat bergabung jadi fansnya Vivo nih. Gimana keunggulan, spesifikasi, fiturnya dan terpenting kualitas kameranya ?. Penting buat saya membeli smartphone yang punya resolusi kamera yang sesuai dengan keinginan saya pribadi. Tanpa kamera yang canggih dan kece, bagi saya smartphone itu gak ada apa-apanya.

Penasaran dengan smartphone Vivo, saya pun mencari-cari informasi tentang smartphone ini. Ada salah satu smartphone Vivo yang menjadi perhatian saya karena banyak teman yang bilang smartphone ini cocok buat saya karena kameranya yang kece. Masak sih ?. Akhirnya saya coba-coba hunting seberapa kece smartphone ini. 

Sebagai sebuah perusahaan elektronik asal Dongguan, Guangdong-Tiongkok, Vivo telah merilis smartphone kelas menengah terbaru mereka di Indonesia yang terlihat sangat elegan dan cakep banget. Hadir dengan tagline “unclock your style”. Vivo S1 ini dapat memenuhi kebutuhan era digital masa kini khususnya para milenial yang selalu ingin tampil eksis. 

Untuk harga gimana ?. Vivo S1 sejak pertama kali dilaunching dibanderol dengan harga 3.599.000. Dengan harga segitu kita sudah bisa mendapatkan sebuah smartphone dengan spesifikasi dan fitur yang sama dengan smartphone seharga belasan juta. Keren kan ?.


Cosmic Green

Skyline Blue
(sumber : www.yangcanggih.com)

Ada dua varian warna, yaitu Cosmic Green dan Skyline Blue. Saya lebih suka dengan Cosmic Green karena lebih terlihat gagah meskipun saya masih heran kenapa dinamakan Cosmic Green ya, padahal secara keseluruhan bodynya didominasi dengan warna biru dengan sentuhan hijau muda pada bagian atas bila diletakkan di sumber cahaya. Sedangkan Skyline Blue terlihat lebih teduh dan berwarna alam.

Adanya aksen warna keemasan pada logo tulisan Vivo dan tempat kameranya yang berkesan premium. Pada bagian belakang terlihat lebih mengkilat layaknya kaca. Bahkan sekilas Vivo S1 adalah smartphone kelas flagship. Menggenggam Vivo S1 lumayan cukup nyaman berkat hadirnya desain 2.5 D yang menjadikan pinggirannya sedikit melengkung.

Yang membuat saya heran, Vivo S1 ini masih menggunakan port microUSB yang sudah mulai ditinggalkan oleh smartphone di tahun 2019 ini. Selain itu permukaan kamera belakang juga agak timbul sehingga smartphone ini gak terbaring rata ketika diletakkan di atas meja. So, buat saya masih aman lah, "Not Bad".

(sumber : www.yangcanggih.com)

Untuk bagian depan, Vivo S1 menawarkan layar Super AMOLED Ultra All Screen berbentang 6,38 inci dengan resolusi full HD+2340 x 1080 piksel. Dengan rasio screen to body mencapai 90 % layar Vivo S1 terasa agak sedikit lebih luas dibandingkan dengan layar smartphone lainnya.

Hasil foto juga terlihat tajam, cerah, dan memiliki warna yang akurat. Buat kalian yang biasa menggunakan smarphone berlayar IPS bisa dibilang sudah agak ketinggalan dengan layar yang ditawarkan oleh Vivo S1.

Smartphone ini juga dilengkapi fitur always on yang bisa menampilkan berbagai macam informasi seperti waktu,tanggal,baterai, dan notifikasi secara terus menerus tanpa perlu membangunkan perangkat.

Menariknya, penggunaan panel Super AMOLED memungkinkan Vivo S1 untuk menyematkan sensor fingerprint di bawah layar yang diberi nama Screem Touch ID. Hal ini patut untuk diacungi jempol karena Vivo mampu memberikan fitur yang terbilang baru ini ke smartphone yang punya harga jauh lebih terjangkau.

Screen Touch ID tersebut dapat membaca jari saya dengan cepat dan akurat. Selain itu, ada animasi yang muncul disekitar sensor ketika sukses membaca sidik jari sehingga gak terlihat membosankan. Ada beberapa varian animasi yang Vivo sediakan dan semuanya terlihat futuristic.


foto makanan dan minuman KECE banget  


foto di alam bebas juga KECE badai 


Kerennya lagi, Vivo S1 dibekali Al Triple Rear Camera di belakang yang terdiri dari kamera utama 16 megapixel f/1.78 dengan sensor Sony IMX499, Kamera kedua 8 megapixel f/2.2 super wide angle 120 derajat, serta kamera ketiga 2 megapixel depan sensor. Sedangkan untuk selfie, ada al camera selfie 32 megapixel di depan.

Untuk kita yang doyan selfie, kameranya sangat menjanjikan sekali. Saya juga mendengar kalau hasil jepretan kamera depannya bisa buat fitnah buat wajah kita. Wajah tampak terlihat cerah dan tambah cakep kalau selfiean dengan Vivo S1,hahahaha..ada-ada saja. Bagi yang mukanya pas-pasan harap hati-hati menggunakan kamera smartphone ini !!! Takutnya kena Undang-undang IT dengan aduan pembohongan wajah ke publik, hahaha..apaan sih. 

Beberapa hari yang lalu, saya berhasil mencoba kamera belakang dari Vivo S1. Kebetulan adek yang punya. Saya suka dengan hasil jepretan kamera belakangnya. Gak kalah dengan hasil jepretan dari kamera smartphone lainnya dengan kualitas di atas Vivo S1. 

Diam-diam Vivo S1 juga memiliki hardware pendukung performa yang juga gak kalah hebatnya. Smartphone ini sudah dibekali SoC MediaTek Helio P65 dengan RAM 4 GB dan memori internal 128 GB. So, bagi kalian para gamers ini merupakan kabar gembira. 

Untuk performa baterai juga cukup besar yaitu 4.500 mAh, dilengkapi dengan dukungan Dual-Engine Fast Charging, Kelebihannya seperti ini, selain mampu memberikan daya tahan yang mantap, proses pengisian dayanya juga cepat.

Kesimpulannya, menurut saya smartphone ini cocok buat saya. Apalagi pas mengetahui kualitas kamera belakang dan depannya, rasanya pengen ganti smartphone lagi. Nabung dulu guys. 

Mungkin kita harus selalu pintar dan dewasa dalam memilih smartphone yang benar-benar kita butuhkan. Jangan sampai baru beli sebulan, mau ganti yang lebih baru lagi. Bisa jadi Vivo S1, smartphone yang cocok buat kita. Atau buat yang belum mengenalnya, bisa kenalan sendiri. Seperti ungkapan "Tak Kenal Maka Tak Sayang" Asyiik. 

Gimana, kalian tertarik mendapatkannya juga ?. Ayoo buruan, sebelum ditikung sama orang lain. hahahaha

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Tuesday, 6 August 2019


Hari Sabtu (3/8/2019), Astra Honda Motor (AHM) telah memperkenalkan produk anyarnya yang sudah ditunggu-tunggu pecinta motor 150 cc di Kota Mataram. Sebut saja, Honda ADV 150. Acara launching diselenggarakan di Lombok Epicentrum Mall, mall terkece di Pulau Lombok.

Saya pun sudah menanti-nanti acara ini dan penasaran semeriah apa sih acaranya. Melihat di flyer yang sudah diposting di medsos, ada bintang tamu dari kalangan artis ibukota lhoo yang datang. Siapa dia, yuuk lanjut baca lagi !

Saya datang gak sendirian. Ada istri dan adek-adek juga yang ikut. Launching ini diselenggarakan oleh Astra Honda Motor Lombok. Acaranya dimulai dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Ada zumba party, community gathering, service murah, fashion show, reading test berhadiah dan masih banyak lagi acaranya. Hanya saja acara puncaknya dimulai jam 8 malam di Hall Lombok Epicentrum Mall (LEM).






Kami sampai di LEM sekitar jam setengah 8 malam. Area hall sudah dipadati oleh kids jaman now. Maklum ada artis yang datang soalnya. Di atas panggung dua orang host membuka acara launching. Kemudian dilanjut dengan aksi dance modern. Gak lama kemudian, muncullah sosok penyanyi papan atas Indonesia. Sebut saja Jodie Idol. Kalian tau kan Si Jodie? Penyanyi wanita jebolan dari Indonesian Idol.

Kurang lebih ada tiga lagu yang dibawakan oleh Si Jodie. Para kids jaman now yang gak henti-hentinya teriak histeris. Tumben liat artis manggung di Lombok kali yak. Malam itu, LEM sangat ramai sekali oleh para penonton.

Kita tinggalkan dulu Si Jodie dan kids jama now yang alay-alay dulu. Inti dari tulisan saya kali ini bukan kemeriahan konser atau launchingnya malam itu. Tapi yang menjadi perhatian saya yaitu Honda ADV 150. Motor matic pendatang baru di kelasnya. Gak hanya ADV 150 saja yang dilaunching, tapi ada Honda Genio juga. Tapi disini saya fokus membahas tentang ADV 150 dan pesaingnya.

Kalau boleh jujur, ini pertama kalinya saya mereview sebuah motor. Kenapa saya mereview ini ?. Saya penasaran dan tertarik untuk mereview sebuah motor yang dikabarkan memiliki spek dan fitur canggih dan sedikit lebih unggul dari pesaing di kelasnya. Meskipun saya gak ahli dalam mereview tentang otomotiv, tapi saya mencoba membahas sedikit keunggulan dan kekurangan dari ADV 150 dengan salah satu pesaingnya yaitu Yamaha NMAX 155 sebatas apa yang saya tau.

Disini saya tekankan, saya gak bermaksud promosi atau menjelekkan salah satu pabrikan motor. Saya hanya ingin shearing dengan para pembaca setia mengenai keunggulan dan kekurangan kedua motor ini. Berhubung saya suka touring, jadi gak ada salahnya kita tulis apa saja hal yang menarik dari kedua motor ini khususnya Honda ADV 150. 

Kenapa saya membandingkan dengan NMAX 155, karena motor saya saat ini yaitu Yamaha NMAX 150,hehehe. Saya penasaran dengan ADV 150 yang dibilang banyak orang, motor masa depan yang super canggih di kelasnya. Ada godaan untuk mengganti motor dengan ADV 150 ?. Bentar dulu, kita lihat seberapa canggih sih motor keluaran Honda ini.



Dari segi penampilan oke banget. Bagian depan tampak seperti Iron Man, dengan warna merah dan hitam. Ada beberapa varian warna yang ada, sepertin putih, silver, blue, hitam dan lain-lain. 

Kalian tau gak, body dari ADV 150 diadopsi dari pendahulunya yaitu X-ADV yang konon harganya wah banget, yaitu sekitaran 400 jutaan. Beneran gak tuh harganya segitu ?. Buka-buka google, memang bener harganya segitu. Jelas mahal, X-ADV sendiri memiliki mesin 750 cc. Balapan sama motornya Valentino Rossi bisa menang gak tuh ? hahaha. Jadi yang gak kesampaian memiliki X-ADV karena harganya selangit, besar harapannya kalian memiliki ADV 150 yang baru saja dilaunching. #BukanPromosi

Pada bagian tengah sampai ke belakang, body motor ini sangat kokoh dan cocok buat diajak touring. ADV 150 sendiri punya postur panjang 1.950 mm, lebar 763 mm, dan tinggi 1.153 mm. Motor ini juga dibedakan menjadi dua versi yaitu CBS dan ABS.

So..apa saja perbedaan dan persamaan Honda ADV 150  dengan Yamaha Nmax 155 ?

Dari beberapa artikel otomotiv yang sudah saya baca, ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya untuk ingin lebih tau keunggulan dan kekurangan kedua motor yang digadang-gadang menjadi raja jalanan masa depan ini.

Untuk body, Honda ADV 150 lebih tinggi jaraknya dari tanah dibandingkan dengan Yamaha NMAX karena Honda ADV 150 memiliki shock lebih panjang pada bagian depan dan belakang. Cocok digunakan di jalan tanah yang permukaannya bergelombang. Untuk Yamaha NMAX sendiri, tampak depan lebih elegan, sedangkan Honda ADV 150 tampak lebih sangar. 

Dari para pengamat berpendapat, Honda ADV 150 sangat cocok digunakan untuk menjelajah karena lebih sporty sehingga bodynya penuh dengan garis tajam. Sedangkan Yamaha NMAX  lebih ke arah elegan karena bentuknya yang membulat jadi cocok untuk jalanan aspal yang mulus.

Honda ADV 150 lebih unggul dari segi pencahayaan. Dimana ADV 150 dilengkapi dengan lampu sein yang sudah full LED, sedangkan pesaingnya Yamaha NMAX masih menggunakan bohlam biasa. Lampu sein ini juga akan berkedip khusus untuk ADV ABS, ketika pengguna melakukan pengereman mendadak. Fitur ini diberi nama ESS, nah apa lagi itu ?. ESS adalah Emergency Stop Signal, tanda atau signal yang berkedip saat ada pengereman mendadak. Sebelum digunakan pada ADV 150, ESS sudah ada sejak Honda CBR 150 ABS terbaru.

Ada lagi yang berbeda dari ADV 150 ini yaitu pada windshield. Bagi para penggemar otomotiv sudah gak asing dengan benda ini. Windshield ini selalu dipasang di bagian depan motor. Fungsinya sebagai membelah angin sehingga dapat mengatur kecepatan motor hingga dapat melaju kencang. Fungsi lainnya, biar kita gak masuk angin. Yang saya suka dari windshield ADV 150 ini, dia bersifat adjustable. Bisa distel dua macam ketinggian dengan mudah. Ada buah roda di bagian kanan dan kiri windsheild yang tinggal diatur ketinggiannya. Sedangkan di Yamaha NMAX, apabila mau mengatur windsheildnya, kita bisa bongkar dulu dan diatur ketinggiannya. Untuk windsheild, saya mengakui masih menang ADV 150. 

Lanjut ke bagian panel instrumennya. Honda ADV 150 dan Yamaha NMAX 155 sama-sama memiliki speedometer negatif display. Apa itu speedometer negatid display ?. Setau saya, saat ini banyak penggemar motor yang suka dengan motor yang memiliki speedometer negatif display karena apabila saat berkendara di siang hari dan speedometer terkena sinar matahari, instrumen di dalamnya tetap terlihat jelas. 

Untuk ukuran speedometer, Honda ADV 150 lebih besar dan lebar dibandingkan dengan Yamaha NMAX. Speedometer Honda ADV 150 memiliki indikator suhu udara dan tanggalan lhoo. Jarang sekali di speedometer display ada tanggalan. Bagi yang suka lupa hari ulang tahun gebetannnya, cocok nih beli Honda ADV 150. Pas liat tanggal ulang tahun gebetan pas hari dimana dia dibonceng. Langsung saja kasi hadiahnya Honda ADV 150, hahahhaa (receh kali).

Bedanya lagi, pada sistem kunci kontak. Honda ADV 150 menggunakan Smart Key dengan knop keyles. Sedangkan Yamaha NMAX masih menggunakan kunci mekanikal bertutup magnet. Sama-sama ada plus minusnya. Dalam segi keamanan, masih unggul Honda ADV 150 sedikit. Tapi tetap selalu hati-hati memarkirkan kendaraan kalian. Jaman sekarang maling sudah pintar. Motor di depan mata kita saja bisa hilang, apalagi yang ditinggal begitu saja sama pemiliknya. 

Bagaimana soal mesin ?. Nah ini yang penting di sebuah motor. Tanpa mesin, motor kita gak akan bisa jalan. Soal mesin, Honda ADV 150 masih mengadopsi mesin dari kakaknya yaitu Honda PCX 150. Dari spek,fitur juga sama, seperti starter seamless ACG dan Idling Stop System. Kalau Yamaha NMAX masih starter dinamo konvensional, meski unggul di sistem klepnya. Disini Yamaha NMAX unggul karena memiliki fitur Variable Valve Actuation, jadi 2 klep dari 4 klepnya akan berganti kecepatan mengikuti putaran mesin. 

Dari beberapa artikel yang sudah saya baca, banyak juga dari pecinta otomotiv yang menyayangkan Honda ADV 150 ini. Body sudah bagus, lebih sanggar, lebih tangguh, lampu full LED, suspensi empuk, ukuran tangki bahan bakar besar tapi apa bisa ngejar kecepatan Yamaha NMAX ?. Dari banyak pengamat juga, masih menjagokan kecepatan dari Yamaha NMAX meskipun soal body dan fitur kalah sedikit dari Honda ADV 150. Kenapa sih Honda ADV 150 gak mampu mengalahkan kecepatan dari Yamaha NMAX ?

Honda ADV 150 menggunakan mesin eSP 149,3 cc SOHC 2-klep pendingin cairan. Sedangkan Yamaha NMAX menggunakan mesin Bluecore 155 cc SOHC 4-klep pendingin cairan dengan Variable Valve Actuation. So, 2 dari 4 klepnya akan bergantian kecepatan mengikuti putaran mesin agar tarikannya lebih maksimal. Gimana soal bahan bakarnya ? Jangan khawatir, tetap efisien kok.

Kalau dibandingkan tenaga mesinnya. Honda ADV 150 memiliki tenaga 14,3 dk / 8.500 rpm, dengan torsi 13,8 Nm / 6.500 rpm. Untuk Yamaha NMAX lebih besar yaitu 14,88 / 8.000 rpm dan torsi 14,4 Nm / 6.000 rpm. Bagi pengguna Yamaha NMAX seperti saya, harus tersenyum karena diatas kertas mesin motor kita tetap unggul. Padahal secara fitur mesin, Honda ADV 150 lebih unggul dengan menggunakan starter seamless ACG dan Idling Stop System.

Sampai juga kita di masalah harga. Berapa sih harga dari Honda ADV 150 ini ? Jadi dalam launching pertamanya, Honda ADV 150 dibanderol seharga 33,5 juta untuk tipe CBS - ISS, sedangkan tipe ABS-ISS dibanderol 35,5 juta. Sedangkan Yamaha NMAX jauh lebih murah, sekitar 27 juta - 31 jutaan, tergantung tipe.


sumber photo : Marlinphoto.net


Over all, saya suka kedua motor ini. Baik Honda ADV 150 atau Yamaha NMAX memiliki keunggulan dan kekurangan. Sekarang tergantung selera kalian, mau menggunakan Honda ADV 150 atau Yamaha NMAX ?. Lagi sekali saya tekankan, disini saya gak bermaksud menjelekkan salah satu pabrikan motor. Saya menulis ini dengan maksud ingin berbagi pendapat saya dan teman-teman pecinta otomotiv dan touring. 

Kalau saya ditanya lebih memilih Honda ADV 150 atau Yamaha NMAX, saya akan memilih Yamaha NMAX 155. Bukan karena saya pengguna Yamaha NMAX, tapi untuk urusan touring ke berbagai daerah di Indonesia, Yamaha NMAX jagoannya. Alasannya, karena mesin, body ringan dan kecepatannya yang buat saya jatuh cinta. Saya sudah membuktikan sendiri saat touring dari Pulau Lombok ke Banyuwangi beberapa bulan yang lalu. Gak ada masalah sedikipun, dari segi mesin dan bahan bakar, semuanya memuaskan. 

Gimana, jadi ganti motor dengan Honda ADV 150 ?. Berhubung baru beberapa hari yang lalu dilauching, mungkin saja suatu saat nanti saya akan mencoba touring menggunakan Honda ADV 150. Tapi saya gak akan beli karena sudah ada Yamaha NMAX 155.

Bagi kalian yang sudah mencoba touring menggunakan Honda ADV 150, bisa sharing bareng pengalaman menarik kalian dengan Honda ADV 150. Bagi pecinta traveling dan touring kedua motor ini sangat cocok buat kalian. Tinggal soal selera saja.

Mungkin itu sekilas dari review saya. Kalau ada yang keliru mengenai informasi dan data, mohon diluruskan via komentar ya. Terimakasi

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday, 2 August 2019

Cerita Dibalik Nama Kali Lo Banyuwangi


Datang ke Banyuwangi, mungkin kalian akan berpikiran akan pergi ke Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Pulau Merah atau yang sedang ngehits saat ini yaitu De Djawatan Benculuk. Beberapa destinasi yang menjadi unggulan dari pariwisata tanah Blambangan (Banyuwangi).

Banyuwangi gak hanya dikenal dengan destinasi wisata alamnya yang indah, kulinernya yang lezat dan budayanya yang sangat kental. Coba kalian jalan-jalan di Kota Banyuwangi. Tepat di pusat kota , ada sebuah perkampungan yang berada di pinggiran kali. Dengan kesadaran dari para warga dan pemerintah setempat, sekarang perkampungan yang tadinya kumuh sudah berubah menjadi spot cantik dan instagramable. 

Seingat saya dulu, sejak masih duduk di bangku kuliah di Yogyakarta, ada sebuah perkampungan kumuh di tengah Kota Jogya bernama Kali Code. Sekarang perkampungan tersebut sudah cantik dan menjadi salah satu tujuan wisata di Jogya. Sempat juga di beberapa tahun yang lalu, dijadikan tempat syuting sebuah film layar lebar Indonesia. Filmnya lucu dengan para aktor yang lucu juga. Kalau gak salah pemerannya itu Agus Ringgo, Desta dan kawan-kawan. Coba deh cari filmnya di warnet kesayangan kalian. 

Ada lagi di Kota Malang bernama Jodipan. Jodipan sangat dikenal dengan kampung warna-warninya. Setiap rumah memiliki warna cat yang berbeda-beda dan mural-mural yang lucu. Dari kejauhan sangat unik dan kece dilihat. Kenapa gak ?, Bisa kok perkampungan yang tadinya kumuh disulap menjadi perkampungan yang memiliki nilai jual. Terpenting ada kesadaran dan kemauan dari kita sendiri. 



Selanjutnya di Banyuwangi juga ada perkampungan warna-warni bernama Kali Lo Banyuwangi. Berawal saat mudik ke Banyuwangi beberapa bulan yang lalu, saya mencoba buka salah satu akun wisata Banyuwangi di instagram. Ada beberapa destinasi wisata yang menjadi perhatian saya saat itu. Ketika melihat perkampungan ini, saya jadi tertarik untuk explore.

Jadilah saya bareng istri naik motor ke Kali Lo Banyuwangi. Bisa dibilang ini ngabuburit dadakan, bosen hanya berdiam diri di rumah mbah saja. Kebetulan juga gak ada acara keluarga sore itu. Kami berdua ijin untuk keluar sebentar. Jarak yang ditempuh gak terlalu jauh. Lokasinya dekat dengan Taman Sritanjung dan Masjid Agung Baiturrahman. Untuk lokasinya bisa dilihat di google maps.

Untuk mencari lokasi perkampungan ini gak begitu sulit. Patokannya yaitu perempatan lampu merah Masjid Agung Baiturrahman dan Taman Sritanjung. Dari perempatan kita belok ke kiri (dari arah Rogojampi), belok kanan (dari arah Ketapang). Ke arah barat beberapa meter saja tepatnya di kiri jalan. Gak jauh dari perempatan lampu merah tadi, kita sudah sampai di sebuah jembatan kecil. Kami berdua sudah sampai di perkampungan Kali Lo Banyuwangi. Untuk lokasi parkir, banyak pilihan. Kita bisa memarkirkan kendaraan di parkiran deretan pertokoan. Bisa juga di atas jembatan. Tapi harus hati-hati dalam memarkirkan karena jalannya gak begitu lebar. 







Berapa tiket masuk ke dalam perkampungan Kali Lo Banyuwangi ?

Menurut pengalaman kami berdua kemarin, gak ada dipungut biaya masuk. Setelah motor terparkir di posisi aman. Kami berdua segera menuruni anak tangga yang terbuat dari kayu. Setelah itu ada jembatan kayu kecil bertuliskan Kali Lo Banyuwangi dengan tulisan warna-warni. Spot fotoan sangat bagus disini. Lebar kalinya gak begitu lebar sedangkan aliran airnya cukup deras. Lumayan bersih juga, hanya ada beberapa sampah yang nyangkut di bibir kali tapi gak menimbulkan sumbatan dan bau.

Jejeran tiang lampu taman menghiasi jalan setapak di pinggiran kali. Jalan setapak yang terbuat dari papan kayu kemudian diberi pembatas berupa pagar besi biar aman. Rumah-rumah penduduk dicat warna-warni memberikan kesan unik dan indah dipandang. Anak-anak kecil asyik bermain di atas jembatan. Di belakang jembatan bertuliskan Kali Lo Banyuwangi, ada juga jembatan dengan tulisan Loh Kanti. Saya pun dibuat penasaran. Apa ya arti dari Kali Lo Banyuwangi dan Loh Kanti ?

Saya pun bertanya dengan salah satu warga yang usianya cukup senja. Bapaknya menjawab dengan senyum khas pakai bahasa Jawa dan untungnya saya mengerti sedikit atas bantuan dari si istri saya yang kebetulan orang Jawa tulen. 

Intinya, Kali Lo berasal dari dua kata "Kali" dan "Elo". Kali berarti sungai, sedangkan Elo berarti pohon Elo. Konon, pohon Elo banyak tumbuh di pinggiran Kali Lo ini. Pohonnya seperti pohon beringin. Sayangnya pohon Elo sudah gak ada lagi di sekitar pinggiran Kali Lo. Cuma ada pohon yang cukup lebat dan bikin rindang, tapi itu pohon mangga yang buahnya banyak sekali. Pohon mangga rumah sebelah, hehehe (lupakan).

Pohon Elo dipercaya memiliki unsur mistis, siapa saja yang punya keinginan dan meminta di pohon ini pasti dikabulkan (ini hanya kepercayaan saja). Dalam pengobatan tradisional, pohon ini berkhasiat sebagai obat diare dengan meracik daun dan buahnya. Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, penamaan Kali Lo sudah sejak jaman penjajahan Belanda dengan dibuktikan adanya peta Banyuwangi 1915 bertuliskan K.Loh  dengan huruf K dari singkatan kata "Kali".

Rasa penasaran saya belum selesai sampai disitu. Ada satu nama lagi yang menjadi perhatian yaitu Loh Kanti. Apakah Loh Kanti tersebut ?. nama sungainya, jenis pohon Elo yang lain atau nama seorang wanita mungkin. Saya pun mencari tahu asal muasal dari nama tersebut. Mau bertanya sama bapaknya lagi, ternyata bapaknya mau buru-buru pulang ke rumah. Sudah ditunggu sama istrinya di rumah. Bapaknya beli takjil buat buka puasa soalnya. Akhirnya saya mencari tahu dari buka-buka beberapa artikel tentang asal usul nama Loh Kanti.

Saya menemukan jawabannya, nama Loh Kanti ada ceritanya ternyata. Dulu ada wanita Bali bernama Ni Luh. Wanita tersebut bersama suaminya tinggal di perkampungan sekitaran Kali Lo. Wanita tersebut sedang menunggu suaminya yang ikut berperang dalam perang Puputan Bayu, perang melawan VOC Belanda. Wanita tersebut setiap harinya menunggu suaminya di tepian sungai Kali Lo di bawah pohon Elo (bukan pohon mangga yang buahnya banyak tadi lhoo).






Dimana dulunya Kali Lo ini merupakan jalur perairan yang menghubungkan Selat Bali dengan Blambangan (sebutan lama Banyuwangi) karena sungai ini bisa dilalui kapal karena dalam dan cukup lebar. Berbanding terbalik dengan sekarang dimana kedalam sungai Kali Lo sudah mulai dangkal.

Menurut cerita, jalannya Perang Bayu saat itu cukup sengit. Perang dibagi menjadi dua babak. Babak pertama VOC Belanda kalah dengan tentara Blambangan, sedangkan di babak kedua, VOC Belanda yang menang dan menelan banyak korban termasuk tentara dari VOC Belanda sendiri.

Mendengar berita tersebut, hati Ni Luh menjadi galau. Perasaan yang campur aduk mendengar nasib yang dialami oleh suaminya. Entah suaminya masih hidup atau ikut gugur dalam peperangan sengit tersebut. Di hatinya Ni Luh paling dalam berharap suaminya segera pulang dengan selamat. Tapi setan pun berbisik di telinga Ni Luh, bahwa suaminya telah meninggal.

Saya mendengar cerita ini, merasa prihatin. Begitu ya rasanya memiliki istri yang sangat setia menunggu suaminya pulang dari medan pertempuran. Saya pun membayangkan istri saya menunggu saya pulang kerja dengan doa dan harapan sehat selalu dan membawa rezeki yang halal.

"Sayang, tunggu kakak pulang ya. Mau dibeliin apa. Siomay atau Mie Ayam yank ?"

Btw, kalian jangan salah paham dulu soal foto-foto yang ada di atas. Itu bukan wanita yang bernama Ni Luh yang menunggu suaminya pulang. Tapi itu istri saya yang lagi eksis difoto sama saya, hahahha. 

Sebenarnya pengen sampai malam disini, tapi berhubung mau buka puasa ya gak jadi menikmati Kali Lo saat malam hari. Dilihat dari foto-foto di instagram, Kali Lo Banyuwangi saat malam hari sangat keren ya. Lampu-lampu taman menyala dan memantulkan cahaya dari dinding rumah warna-warni rumah penduduk. Next time... bila datang ke Banyuwangi lagi sempatin datang kesini saat malam hari. 

Oke...Rasa penasaran saya tentang Kali Lo Banyuwangi sudah terjawab. Meskipun gak seterkenal Jodipan yang ada di Malang atau Kali Code yang ada di Jogya. Tapi menurut saya, Kali Lo Banyuwangi bisa dijadikan referensi buat liburan kalian di Banyuwangi. Datang dan berkeliling di perkampungan Kali Lo meskipun gak begitu luas dibandingkan Jodipan, tapi menurut saya suasananya enak dan nyaman. Apalagi tempatnya bersih dan ada bak sampah yang disediakan oleh warga kampung. Syukurnya lagi, saat kami berdua kesana, gak ada pengunjung lain. Jadi bebas ambil view foto tanpa ada gangguan penampakan,hahaha.

Bila dikasi nilai dari 1 sampai 10, saya beri nilai 8 karena kampungnya unik, pemilihan warna rumah warganya keren, sungainya bersih dan gak berbau, dan terpenting penataannya kece guys. Kalau penasaran, yuuk buruan datang ke Banyuwangi. Lokasinya tepat di tengah-tengah Kota Banyuwangi kok.



Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Monday, 29 July 2019



Disaat libur sekolah dan kerja, berkumpul bersama di rumah adalah impian setiap keluarga. Gak hanya ngumpul berdiam diri di rumah saja, tapi banyak hal yang bisa kita lakukan mengisi waktu bersama. Jalan-jalan ke pantai, makan di lesehan favorit, arisan keluarga, atau nonton film di bioskop.

Namanya keluarga gak lepas dari namanya kebahagiaan memiliki anak-anak yang lucu. Ada juga sepasang suami-istri yang menginginkan punya anak kembar. Punya anak banyak, banyak rezeki kata orang tua jaman dulu. Tapi memang bener sih, setiap anak membawa rezeki masing-masing. Dikasi anak empat, berarti dikasi empat rezeki seorang anak yang sholeh-sholehah.  Begitu seterusnya.

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan mengikuti acara Hari Anak Nasional tahun 2019 atau bahasa kerennya “Children's Day Carnival 2019” yang diadakan oleh Aruna Senggigi Resort & Convention, Hari Minggu tanggal 28 Juli 2019 bertempat di pinggir pantai tepat di seberang hotel.

Berawal dari undangan whatsapp di grup blogger Lombok tiga hari sebelum acara. Ada lima blogger Lombok yang terpilih mengikuti acara ini, salah satunya saya sendiri.  Asyiknya lagi, para blogger boleh membawa keluarga (suami,istri dan anak-anak) dengan alasan karena hari itu adalah hari ngumpul keluarga. Acaranya seru, sekitar 250 anak yang menjadi peserta Children's Day Carnival 2019 yang sudah mendaftar.






Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Minggu pagi sehabis bangun tidur, saya bareng istri bersiap-siap. Setelah segala perlengkapan sudah siap, kami berdua menuju hotel. Udara pagi yang sangat sejuk dan cukup dingin.

Sesampainya di halaman parkir hotel, acara segera dimulai. Para orang tua bersama anak-anak mereka sudah  berkumpul di depan hotel. Acaranya sangat meriah dan disambut hangat oleh anak-anak dari umur 3 sampai 7 tahun.  Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Gak sabaran rupanya mereka untuk segera mengikuti rangkaian acara sampai selesai.

Setelah diadakan tehnical meeting oleh kakak-kakak panitia, para peserta bersama orang tua diarahkan untuk menuju tanah lapang di pinggir pantai, lokasi diadakan beberapa acara dan perlombaan. Saya bareng istri juga ikut rombongan menuju lokasi acara. Satu per satu para peserta melakukan registrasi ulang. Begitu juga dengan saya bareng temen-temen blogger lainnya, ikut melakukan registrasi di panitia.

Setelah proses registrasi selesai, acarapun dibuka oleh sambutan owner Aruna Senggigi Resort & Convention.  Mbak owner memberikan sambutan yang sangat meriah. Ternyata pesertanya gak hanya dari orang lokal saja, tapi para tamu dari luar negeri juga ikut berpartisipasi.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tarian dari kakak-kakak panitia. Anak-anak sangat senang melihat pertunjukkan tarian dansa dan mereka pun ikut berdansa lucu. Ada juga pergelaran tarian tradisional oleh dua penari yang sangat gemulai gerakannya.

Acara pembuka semakin semarak karena ada badut yang datang. Badutnya mau sulap ternyata dan anak-anak semakin senang. Saya dulu pas masih kecil, takut banget sama badut. Tapi anak-anak sekarang pemberani semua, hebat-hebat.

Bapak pesulap menyapa anak-anak dengan tingkah lakunya yang konyol. Pesulap memilih satu anak untuk berdiri di atas panggung. Si anak disuruh membawa sebuah stik kayu yang ujungnya runcing. Kemudian pesulap mengambil sebuah piring plastic untuk diputar. Setelah berputar, piring plastic tadi dipindah ke stik yang si anak bawa. Lucu sekali mimik si anak. Kegiatan selanjutnya yaitu mengikuti serangkaian perlombaan. Ada lima macam perlombaan yang dibagi di beberapa area. Ada Kids Cooking Class, Pottery Coloring, Story Telling, Fun Games, dan Ballon Castle.




Kids Cooking Class

Anak-anak disuruh mengikuti cara chef dalam membuat sandwich. Bahan sandwich sudah disiapkan panitia. Para peserta yang mengikuti lomba ini dari umur 3 sampai 7 tahun. Hampir semua peserta mengikuti perlombaan ini karena menurut saya sangat unik dan menyenangkan. Dulu jaman saya masih kecil, gak ada perlombaan semacam ini. Yang ada hanya lomba menggambar, menari,puisi dan menyanyi.  Melihat tingkah laku anak-anak yang memakai topi panjang ala-ala chef cilik semakin mereka terlihat menggemaskan. Nantinya lomba ini akan dipilih siapa yang hasil sandwichnya bagus dan baik, dial ah yang keluar jadi pemenang.

Bukan hanya para orang tua yang memberikan semangat kepada anak-anaknya biar lebih bahagia lagi. Tapi saya juga ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan adek-adek kecil yang menggemaskan. Lihat sandwichnya kok saya jadi laper yak ?. Bagi sandwichnya satu dong dek !




Pottery Coloring

Lomba ini juga sangat unik dan menyenangkan. Biasanya kita melukis di sebuah kertas gambar atau kanvas menggunakan cat warna. Tapi kali ini, para peserta diajak untuk lebih kreatif lagi melukis di pot yang berisi berbagai macam jenis kaktus. Melukisnya pakai cat warna lengkap dengan kuasnya yang sudah disiapkan oleh panitia.

Anak-anak diajak untuk lebih kreatif lagi dalam mengexpresikan apa yang ingin dilukis. Medianya pun pot tanaman yang berisi tanaman langsung. Disini nilai positif yang bisa diambil yaitu kita harus memberikan pelajaran kepada anak-anak mulai sejak mereka kecil untuk lebih mengenal alam dan merawatnya dengan baik. Kalau gak mereka sebagai penerus kita, terus siapa lagi ?.  Bumi sudah semakin tua, saatnya kita yang masih punya semangat menjaga bumi harus memupuk rasa tanggung jawab dan cinta Bumi beserta isinya. Peran orang tua sangat berpengaruh kepada anak-anaknya. Ngomong apaan sih dari tadi ?,hahahaha.

Bagi yang sudah selesai melukis di pot, kemudian bisa dikumpulkan di meja penilaian. Jangan lupa menempelkan kerta kode yang diberikan panitia saat mendaftar. Anak seneng melukis, orang tuapun merasa bangga anaknya bisa berkreasi lebih baik lagi.





Story Telling

Gak hanya mereka yang memiliki ayah dan ibu saja yang merasakan kebahagiaan di Hari Anak Nasional ini. Tapi adek-adek kita dari panti asuhan Al-Hidayah Senggigi juga ikut merasakan kebahagiaan. Aruna Senggigi Resort & Convention mengundang adek-adek yatim piatu untuk ikut bergabung dengan anak-anak lainnya.

Dari wajah mereka, saya bisa merasakan kebahagiaan meskipun mereka kurang beruntung dari yang lainnya. Tapi saya yakin, mereka memiliki semangat untuk hidup dan meraih apa yang mereka cita-citakan. Semangat terus adek-adek !. Tersenyumlah untuk dunia ini (kok jadi mewek yak?).

Di sesi Story Telling ini, panitia menyediakan lesehan untuk anak-anak duduk santai sambil mendengarkan cerita dari kakak-kakak menggunakan media boneka tangan yang sangat lucu. Bonekanya mirip sama yang baca cerita ini, hahahhaa peace.

Manfaat dari Story Telling ini antara lain dapat membantu anak-anak untuk memahami cerita lewat media gambar 2 Dimensi atau 3 Dimensi / boneka. Para orang tua juga bisa mempratekkannya di rumah saat anak-anak akan beranjak tidur. Mereka akan bermimpi dan berimajinasi lebih luas. Sangat baik untuk psikis anak-anak kita.



Fun Games

Kalau ada fun games, biasanya saya langsung semangat. Apalagi fun gamesnya diadakan di pinggir pantai. Bermain pasir, bermain air pantai, basah-basahan sambil melakukan permainan yang kita buat sendiri.

Bagi yang ingin bersanti-santai sambil menikmati Pantai Senggigi juga bisa disini. Tempatnya keren banget bagi saya. Sangat cocok untuk menghabiskan hari libur bersama keluarga, teman dan pasangan hidup pastinya.

***
Gak terasa hari sudah semakin siang, kami para blogger sudah selesai bertugas.  Setelah itu kami diajak untuk menikmati makan siang di resto yang berada di lantai satu Aruna Senggigi Resort & Convention. Kegiatan hari itu juga sudah selesai. Selamat buat adek-adek yang memenangkan lomba. Semangat juga buat adek-adek yang belum menang. Kalian sudah ikut saja, adalah kebanggaan buat diri kalian sendiri dan orang tua kalian. Tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas yaa dek !. Sayang kepada ayah ibu dan banggakan mereka berdua. Kalau bukan kalian, siapa lagi yang akan membanggakan kedua orang tua kalian.

Selamat Hari Anak Nasional 2019. Sampai bertemu di Hari Anak Nasional tahun depan. Amin

Penulis : Lazwardy Perdana Putra