Monday 19 February 2024

Di Acara Ulang Tahun Anak Pertama ada Kopi Robusta Lanang Dampit : Kedai Kopi Ay


Seminggu yang lalu semenjak cerita ini selesai ditulis, tepatnya Hari Jumat (9/2/2024), anak pertama saya "Kakak Ken" berulang tahun ya ke-4. Gak terasa sudah besar juga si kakak. Saya dan istri pun sudah lumayan tua juga hehehe. 


Biasanya, di ulang tahun sebelumnya kami hanya merayakan di rumah saja dengan sederhana. Beli kue ulang tahun, undang keluarga dan makan-makan sederhana di rumah. 


Tapi di umur yang ke-4 tahun, Kakak Ken request buat dirayain di luar rumah dan dibelikan kue ulang tahun Super Jet sesuai keinginannya. Sudah bisa request nih sekarang. 


Namanya juga anak sendiri, saya juga punya keinginan yang sama dengan anak. Istri pun setuju buat dirayain di luar rumah. Kalau si adek Nala, ikut saja karena belum ngerti, hehehe. 





Cari-cari tempat yang rekommended buat acara ulang tahun. Akhirnya pilihan jatuh ke Kedai Kopi Ay. Kenapa diacarain anak ulang tahun di kedai kopi ?. Bukannya kesannya banyak orang yang ngopi sambil merokok. Gak baik buat anak. 


Kebetulan pemiliknya teman mama satu kantor. Orangnya sangat baik dan ramah. Dua Minggu sebelum hari H, kami survei tempat sambilan makan malam disana. 


Hasil surveinya, tempatnya cocok buat kumpul keluarga. Karena suasana rumahan gitu. Gak seperti kedai kopi pada umumnya. Sangat asri sekali. 


Ada beberapa meja dan kursi dari kayu. Selain itu ada berbagai jenis tanaman rumahan dan ada gazebo beserta lapangan badminton. Asyik juga datang kesini sambil bermain badminton. 


Btw, untuk makanan dan minumannya cukup rekommended. Yang buat saya enggan beranjak dari sini yaitu kopinya. Kalian pokoknya kalau datang ke Kedai Kopi Ay, jangan lupa cobain berbagai jenis minuman kopinya. Sabar, nanti saya ceritakan (baca sampai selesai).


Gak terasa pagi siang malam, akhirnya tibalah di hari H. Kebetulan ada hari libur panjang yaitu Isra Mi'raj dan Imlek. So, semua anggota keluarga bisa ikutan. 


Saya dan istri gak ngundang tetangga atau teman. Hanya keluarga inti saja. Itupun terbatas. Namanya juga acara sederhana. Terpenting doa terbaik dan angpao pastinya, hahahaha. 




Namanya Imlek, pastinya gak jauh dari yang namanya hujan angin. Pas lagi di sore itu hujan lebat pun turun. Saya dan istri lagi nunggu jemputan bapak mama. Mau pakai motor gak memungkinkan karena hujannya rata dari Kota Mataram sampai Lombok Barat. 


Lokasi Kedai Kopi Ay di daerah Merembu, Kec.Labuapi, Kab.Lombok Barat. Tepatnya di Jalan Raya Bengkel-Merembu. Setelah kantor Desa Merembu dan SMPN 3 Labuapi dari perempatan Bengkel ke arah timur. Di sebelah kiri jalan ada bangunan rumah besar berlantai dua dengan halaman yang cukup luas. Di depannya ada plank bertuliskan Kedai Kopi Ay. 


Belum punya akun Instagram dan Facebook. Kedai ini tergolong masih baru dan belum ada promosi dari siapapun kecuali dari yang punya. 


Setelah jemputan sudah tiba, kami pun segera menuju lokasi. Sepanjang perjalanan hujan turun dengan lebatnya. Positif thinking saja semoga acara berjalan dengan lancar. 


Berhubung hujan, kondisi jalan gak begitu ramai. Mungkin banyak yang berteduh biar gak basah kuyup dan masuk angin kali ya.


Sesampainya di lokasi, hujan pun masih turun agak deras. Pengunjung hanya kami saja, si pemilik kedai juga sudah menyiapkan makanan dan tempat acara. 


Meskipun acaranya sederhana saja. Tapi ini menjadi hari spesial buat Kakak Ken. Tiup lilin, nyanyikan lagu selamat ulang tahun, buka-buka kado, dan makan-makan pastinya. 




Di lokasi, hampir semua anggota keluarga sudah datang. Dari bapak mama, bapak ibu mertua, adek-adek dan keluarga jauh dari Lombok Timur (akhirnya diundang juga). Ada juga yang belum datang dikarenakan ketiduran. 


Sambil berjalan, acara tiup lilin dimulai. Sebelumnya ada sedikit insiden di kue ulang tahunnya. Gara-gara hujan, kue ulang tahunnya telat diantar oleh si tempat pesen. Agak dimaklumin sih tapi nyebelin juga. Pas menghubungi si penjual, malah gak aktif nomor handphonenya. Syukurnya, semua keluarga mau menunggu. 


Akhirnya pas kue ulang tahun datang. Si istri keluar tuh tanduk bantengnya meskipun capresnya kalah di pilpres. Marah-marahin si penjual kue. Untungnya masalah kue yang telat datang sudah selesai. Istri dan si penjual kue berdamai dan mau berkoalisi, hahahaha. Ngomong apaan sih ?.


Next...., 


Sesi tiup lilin dimulai. Kakak Ken sudah gak sabaran mau tiup lilin. Saya mencari korek api buat nyalain lilinnya. Ada saya, istri, kakak Ken, dan adeq Nala. Kami berempat tiup lilin bareng sambil berdoa terbaik dari dalam hati. 



Tiup lilin dengan diiringi lagu Selamat Ulang Tahun ala anak-anak kecil. Setelah itu, lanjut potong kue dan makan kue. Kue yang sudah bagus berwarna biru bertemakan Super Jet, sayang sekali dipotong, tapi menggoda buat dicicipin. 


Gak perlu kali ya direview kue ulang tahunnya. Kakak Ken dan Adeq Nala suka sama kue ulang tahunnya. Katanya kuenya bagus dan ada gambar pesawat super jetnya. 


Namanya juga anak-anak. Saya pun teringat pas umur 4 tahun dulu dibelikan kue ulang tahun ada gambar Doraemonnya. Dulu ya buatin si bibi di rumah. Al-Fatihah buat bibi yang sudah mendahului kita semua. 


Kalau kalian, apa kue ulang tahun yang berkesan pas masih kecil ?. Boleh shearing kalau masih ingat. 




Setelah acara inti selesai, dilanjutkan acara hiburan sambil menikmati hidangan yang ada. Sedangkan kakak Ken dan Adeq Nala lagi asyik bermain di berugaq depan taman sambil makan kue ulang tahun dan buka kado.


Nah, seperti janji saya sebelumnya. Ada satu menu yang saya suka di Kedai Kopi Ay. Namanya juga Kedai Kopi, pasti yang dijual itu berbagai jenis minuman kopi. 


Buat kalian yang doyan ngopi, ada satu kopi yang rekommended buat dicoba. Namanya Kopi Robusta Lanang Dampit. 


Jujur, untuk dunia perkopian saya kurang paham. Tapi sedikit demi sedikit saya mencari informasi jenis kopi mana yang enak dan cocok di lidah saya. 




Dari hasil pencarian saya di Mbah google. Saya mencari informasi tentang Kopi Robusta Lanang Dampit. Ini sebenarnya dua jenis kopi yang dicampur yaitu Kopi Lanang dan Kopi Dampit. Kata baristanya begitu. 


Dampit merupakan sebuah daerah yang ada di Malang, Provinsi Jawa Timur. Sedangkan Lanang berasal dari bahasa Jawa yang artinya laki-laki. Kopi ini banyak kita temui di Banyuwangi, Jawa Timur. Kopi Dampit merupakan jenis kopi Robusta yang cukup terkenal. 


Untuk kopi Lanang pun bentuk kopinya juga agak berbeda dari jenis kopi yang lain seperti Kopi Ijen, Kintamani atau yang lain. Kalau Kopi Lanang ini memiliki bentuk biji bulat tanpa ada belahan di tengahnya. 


Apalagi dipercaya memiliki khasiat meningkatkan vitalitas bagi para kaum laki-laki (sudah paham kan maksudnya) hehehe. 



Ditambah lagi dengan sebutan Robusta yang memiliki tingkat kafein paling tinggi dibandingkan yang lain dan kadar gula yang lebih rendah. Gak salah kalau jenis kopi ini terasa pahit bila diminum. Dan saya pun meminta gula pasir untuk mengurangi rasa pahitnya, hehehe. 


Sangat menarik bila mencicipi kopi ini "Robusta Lanang Dampit". Saya pun memesan satu cangkir kopi ini. Memang bener, aroma kopi ini sangat khas. Terasa pahit tapi lama kelamaan rasa kopinya terasa dilidah. Tambah gula biar sedikit manis juga enak.


Mohon dikoreksi kalau informasinya salah ya teman-teman !. 


Over all, gak salah buat acara ulang tahun anak disini sambil kumpul keluarga dan menikmati kopinya. Apalagi masakan yang dihidangkan juga enak. Sayang saya gak sempat fotoin makanannya. Untuk review makanannya semuanya enak dan mengenyangkan. 


Minum Kopi Robusta Lanang Dampit sambil menikmati hujan turun, syahdu banget guys !. Kedai kopinya juga nyaman dan pemiliknya ramah. 


Buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Wifinya kenceng, jadi buat yang kerja online bisa nongki disini. Disediakan layar smartv juga buat karoukean. 


Harga makanan dan minumannya juga terjangkau. Buat yang ingin pesan cathering buat acara juga bisa (sekalian promosiin).

 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra



Thursday 8 February 2024

Sambil Menikmati Hujan, Makan Kerang dulu di Ya Kerang Aja


Kebetulan Hari Sabtu, hari saya libur kerja. Saya mengajak istri dan anak-anak main ke rumah orang tua di Ampenan. Sudah lama juga gak mengajak anak-anak ke rumah kakek neneknya. 

Waktu sudah beranjak ke sore hari. Kami baru sampai di rumah ortu karena anak-anak pada mandi sore dulu di rumah. Sepanjang perjalanan dari rumah di daerah Kediri ke Kota Mataram, langit sore agak mendung dan angin cukup kencang. Terasa sekali hembusan anginnya kalau bawa motor. 

Mungkin sebentar lagi hujan akan turun. Semoga gak kehujanan di jalan hingga sampai di Ampenan. Ribet juga kalau kehujanan di jalan. Pakai jas hujan, mana bawa anak-anak kecil lagi. 

Akhirnya pas sampai rumah ortu, selang beberapa menit hujan pun turun. Anak-anak disambut hangat oleh kakek neneknya. Namanya juga cucunya yang datang ya. Pasti langsung diajak main. Hehehe. 

Btw, kalau hujan gene, enaknya makan apa ya?. Kebetulan mama sengaja gak masak karena kita akan makan di luar sambil menikmati malam minggu. 

Agenda rutin kami menghabiskan akhir pekan. Kalau gak makan bareng di rumah, ya makannya di luar sambil jalan-jalan muter kota. 

Kali ini kita akan mencoba mencicipi aneka seafood yang cara penyajiannya gak seperti biasanya. Ini ide dari adek yang paling bontot. Saya mah, ikutan saja. Yang penting makan enak dan gratis lagi, hahaha.

Sepertinya ini bakalan menjadi moment yang sangat spesial karena langka banget rasanya bisa kumpul lengkap. Kebetulan juga, adek-adek lagi pada lepas tugas. So, semuanya pada bisa ikutan. 




Saya bareng istri dan anak-anak. Adek bawa gebetannya. Adek satunya belum ada gebetan. Ngenesnya lagi dua adek sepupu juga ikutan dan keduanya sama-sama jomblo. Hahahaha. 

Sudahlah, gak usah dipikir masalah gebetan. Yang penting bisa ngumpul bareng apalagi sama mama bapak. Sehat-sehat ya mama bapak ! Amin. 

Kami jalan menuju lokasi sehabis magrib. Sepanjang perjalanan hujan masih turun deras. Syukurnya kami menggunakan mobil, so gak khawatir kehujanan. 

Yang saya suka, duduk nyaman di dalam mobil sambil menikmati hujan turun. Terasa syahdu sekali. Malam minggu yang romantis buat pasangan nih. 

Sesampainya di lokasi, sudah ada adek dan gebetannya yang lebih dulu sampai buat booking tempat. Maklum saja, disini kalau gak cepet, gak bakalan dapat tempat saking banyaknya pengunjung makan disini.

Oke, kali ini kami datang ke salah satu kedai seafood bernama Ya Kerang Aja. Cukup unik kan namanya. Kalau bisa diartikan, menunya hanya kerang saja ya.

Lokasinya di Jalan Pendidikan no 28, Kota Mataram. Tepatnya persis di seberangnya Fakultas Kehutanan, Universitas Mataram. Daerah disini juga rindang karena banyak pohon-pohon besar sepanjang Jalan Pendidikan.

Pertama kali buka sejak tahun 2019 lalu. Sempat pindah-pindah tempat dan di Jalan Pendidikan merupakan lokasi update sampai saat ini. Buka setiap hari dari jam lima sore hingga sepuluh malam. Buat kalian yang lagi pengen makan masakan kerang. Salah satu tempat favorit di Mataram buat menikmati aneka olahan kerang. 



Next..., Suasana malam itu cukup ramai. Meja dan kursi yang sudah dibooking sudah tertata rapi. Penampakan kedainya seperti kedai pada umumnya dengan identik warna kuning dan hitam. Meskipun berada di area perumahan, tempatnya asyik banget. Meja kursi dari kayu berjejer rapi dengan hiasan lampu-lampu bercahaya kuning. Disini tempatnya semi outdoor semua dengan atap dari kanopi. 

Meskipun hujan lebat, pengunjung gak bakalan basah kuyup. Kecuali ada angin kencang dan puting beliung mungkin beda cerita ya.

Kami pun langsung memesan menu yang ada. Disini menunya sudah berbentuk paket ya. Banyak jenis paketnya ; ada Paket Kenyang Ramean, Paket Mahalan Ramean untuk beberapa orang. Kecuali paket umroh,  Gak ada paket itu disini. Lebih jelasnya bisa dilihat daftar menu di atas. 

Kami memilih paket Kenyang Ramean untuk enam sampai delapan orang. Isi paketnya ada kerang, rajungan/kepiting dan jagung. 

Untuk nasinya terpisah dari paketnya ya. Selain itu ada juga gurita dengan berbagai ukuran dan harga. Itu juga terpisah dari paketnya. 

Keliatannya pilih paket itu gak bakalan kenyang. Saya dan adek minta tambah paket biar agak banyakan porsinya, hahaha. 





Oke, gak lama menunggu, orderan kami sudah siap. Salah satu karyawan berjalan ke arah meja kami dengan membawa spanduk putih, eh bawa alas dari kertas mika maksudnya. Karyawan satunya datang membawa beberapa nasi putih yang langsung diletakkan di atas alas putih. 

Setelah itu, karyawan tadi datang lagi dengan membawa ember. Sudah ditebak isi ember itu air hujan. Eh salah, maksudnya orderan yang kami pesan. Isinya ada aneka kerang, jagung, rajungan/kepiting dengan disiram oleh saus tiram.

Ohya, disini kita bisa memilih pakai saus tiram atau saus padang. Kami lebih memilih pakai saus tiram saja biar nendang bumbunya. 

Kertas mika berwarna putih tadi ditaruh di atas meja. Kemudian isi ember tadi dituang ke atas kertas mika sebagai alasnya. Berarti kita makan gak pakai piring. Nasi putih pun ditaruh di atas alas tanpa pakai piring. Seru juga makan seperti ini. 

Sejauh ini pelayanannya cukup baik. Para karyawan kedai cukup ramah dan sigap kepada pengunjung. Apapun yang dibutuhkan pengunjung, dilayani dengan baik dan senyum. 

Oke, sekarang kita review masakannya. 

Namanya juga makan di tempat yang menunya hanya olahan kerang dan teman-temannya. Soal sausnya agak kurang kental ya. Tapi rasanya gak lebay. Menurut saya pas dilidah. Hanya saja kurangnya ya kurang pedas. 

Untuk kerangnya, ada beberapa yang gak bisa kebuka. Yang saya suka, porsi kerangnya gak pelit. Cukup banyak dengan berbagai ukuran.  Ada S, M, L, dan XL. Untuk XXL gak ada (emang ukuran baju kali ya).

Untuk potongan jagungnya cukup lah ya. Jagungnya enak karena yang dipakai yakni jagung manis. Toping lainnya ada potongan gurita meskipun gak begitu banyak. So, kami tambah untuk gurita ukuran sedang saja. Penasaran soalnya. 

Nah, terakhir soal kepitingnya. Menurut saya ukuran kepitingnya gak terlalu besar ya. Dagingnya juga gak banyak. Tapi kembali lagi ke selera teman-teman ya. 

Menikmati olahan kerang gak lengkap rasanya kalau gak pake nasi putih. Disini porsi nasi putihnya cukup mengenyangkan meskipun saya minta nambah lagi, hehehe. 

Buat yang gak doyan makan seafood karena amis atau takut kolesterol naik, jangan khawatir. Disini juga ada menu rise bowl dengan toping ayam dan daging sapi. Lebih jelasnya kalian bisa kepoin akun instagramnya ya ig : @ya.kerang.aja





Hujan-hujan gene enaknya minum kopi. Saya memesan segelas es kopi cappucinno. Maunya sih kopi hitam panas, tapi saat itu gak ada menunya. Tapi gak apa-apa. Yang penting ada minuman kopi sudah cukup. 

So, meskipun saya gak begitu sering makan olahan kerang, ini jadi pengalaman saya makan olahan kerang di Ya Kerang Aja. Kalau ditanya enak gak makan disini. Menurut saya sih, cukup rekommended. 

Terlihat juga dari pengunjung yang datang. Gila, kami sampai gak enak sama pengunjung lainnya yang rela berdiri di depan meja kasir untuk menunggu antrian.

Menikmati malam minggu dengan family time sambil kulineran di Ya Kerang Aja. Ditambah lagi ada live music dadakan alias ada pengamen yang datang untuk menghibur kami semua. 

Lagu-lagu yang dibawakan juga cukup update. Jadi gak bosen juga dengerin. Tapi vokalisnya suaranya kurang ya. Akhirnya, saya dan adek membantu abang pengamennya nyanyi bersama biar gak kentara suara kami false gitu, hahahaha.  

Perut sudah kenyang, saatnya pulang ke rumah dengan suasana malam yang syahdu. Saat itu sudah mulai gerimis. Jalanan pun terlihat basah. Masuk ke dalam mobil dan berjalan menuju tempat makan selanjutnya.
 
Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday 20 January 2024

Kemeriahan Acara Puncak Ulang Tahun : Taman Daye Puyung,Lombok Tengah


Siapa yang gak mengenal Nasi Puyung ?. Buat kita yang tinggal atau sedang berlibur di Lombok pasti kalau ke Lombok Tengah tepatnya di Desa Puyung, pasti nyari Nasi Puyung Inaq Esun yang ada logo foto ibu-ibu tua. 


Masakan khas Lombok ini menjadi kuliner yang sudah terkenal sampai di dunia. Bule-bule pun suka makan nasi puyung. 


Btw, dalam tulisan ini saya gak bahas Nasi Puyung. Saya akan menulis cerita di acara puncak ulang tahun tempat saya bekerja yang lokasinya gak jauh dari Nasi Puyung Inaq Esun. 


Gak terasa Rumah Sakit Mata NTB (RSM NTB) sudah berusia enam tahun. Saya pun beruntung sekali bisa ikut merayakan hari puncak Ulang Tahun RSM NTB di salah satu destinasi wisata yang ada di Lombok Tengah. Sebut saja, Wisata Taman Daye (Ig : @tamandaye).


Butuh sebulan persiapan yang dilakukan oleh panitia. Saya pun ikut ke dalam tim di tengah kesibukan tugas yang ada (sok sibuk ceritanya).


Meskipun hari puncak terpaksa diundur dari jadwal sebelumnya dari semula Bulan Desember bergeser ke awal Bulan Januari tahun berikutnya dikarenakan banyak pegawai yang mengambil cuti, gak menyurutkan semangat untuk membuat acara puncak meriah dengan keterbatasan anggaran yang ada. 


Dari cerita teman-teman lain, masih meriahan hari puncak ulang tahun di tahun sebelumnya karena diadakan di hotel dengan hadiah doorprise yang banyak. 


Tapi menurut saya, mau semegah atau semewah apapun acaranya kalau gak berkesan sama juga bohong. Biar sederhana tapi sangat berkesan. Bukan berkesan karena banyak hadiah doorprisenya. Uppssss !.


Kembali ke Laptop !.





Segala sesuatu menyambut hari puncak sudah disiapkan. Acara dilaksanakan di awal tahun, tepatnya Sabtu, tanggal 6 Januari 2024. Kenapa dipilih Hari Sabtu ?. karena kalau Hari Minggu saya nonton Doraemon (gak ada hubungannya).


Berhubung acaranya di luar rumah sakit, panitia sudah menyediakan dua suttle bus untuk mengangkut para pegawai yang berkumpul di rumah sakit. Sedangkan ada juga pegawai yang menuju lokasi dengan membawa kendaraan pribadi dari rumah masing-masing.


Acara dimulai sekitar jam delapan pagi. Saya sudah tiba di lokasi setengah jam sebelumnya untuk mempersiapkan segala sesuatu bersama teman-teman panitia lainnya. 


Syukurnya cuaca pagi itu cukup bersahabat. Langit biru dengan sinar matahari pagi yang terasa hangat menyentuh kulit. Gak menunggu lama, persiapan sudah beres seratus persen. 


Rombongan bus sudah tiba di lokasi tepat waktu. Alunan musik dari band setempat menyambut para pegawai rumah sakit bersama ibu direktur,"dr.Desi" sapaan beliau dan pejabat lainnya. 



Kegiatan pagi itu diawali oleh lomba fashion show. Saya pun ikut lombanya dengan segala persiapan yang terbatas. Jujur, sama sekali gak ada pengalaman ikut lomba beginian. Tapi ya sudahlah, dengan modal pede, sudah siap malu-maluin hahahaha. 


Apalagi jurinya ibu direktur langsung dan juri internal (ordal). Tambah deg degkan rasanya. Jurinya itu lhoo, tampang model di rumah sakit semua. Asyiik !. 


Gak perlu banyak cerita jalan lomba fashion shownya. Para pembaca, cukup bisa melihat foto-fotonya di atas. 


Lanjut, ke lomba berikutnya !.






Setelah fashion show selesai, lanjut rangkaian lomba yang mengandalkan fisik dan kekompakan. Antara lain ada lomba sendok kelereng, hula hup, dan tarik tambang. Kok sedikit ?. Sebenarnya banyak lomba yang ada tapi sudah dilaksanakan sebelum hari puncak seperti lomba karouke, stand up komedi, e-sport/mobile legend dan masih banyak lainnya. 


Semangat teman-teman lainnya dalam mengikuti lomba terlihat dari jalannya lomba yang sangat seru. Terdengar teriakan penyemangat agar tim masing-masing bisa memenangkan lomba.


Saking semangatnya, ada yang sampai jungkir balik, sepatu sampai copot dan sakit pinggang karena sudah berumur pas ikut lomba tarik tambang yang membutuhkan tenaga dan otot yang kuat. 


Semua lomba berjalan dengan seru. Baik penonton maupun pemain semuanya kompak dan fair. Gak ada kecurangan yang berarti. Meskipun ada insiden kontroversial, yah namanya juga adu strategi biar timnya menang. Hehehe 


Di sela-sela lomba, host membacakan undian doorprise dengan hadiah yang cukup menggiurkan. Ada beberapa teman yang mendapatkan doorprise seperti gelas cantik, peralatan masak dan lain-lain. Hadiah di awal memang yang kecil-kecil dulu. Nanti di akhir acara, doorprise utama baru diundi. Ada kulkas satu pintu, mesin cuci dan sepeda listrik. 


Btw, waktu sudah menunjukkan jam dua belas siang. Segala mata lomba sudah selesai diselenggarakan. Para juara sudah ditentukan oleh juri. Tinggal prosesi penerimaan hadiah saja. Alhamdulillah saya dapat juara tiga di lomba fashion show kategori cowok dengan jumlah peserta cowok hanya tiga orang saja. Hahaha. 


Waktu istirahat sudah tiba. Makanan santap siang sudah siap. Seluruh pegawai dipersilahkan menikmati hidangan makan siang ala prasmanan. 




Review sedikit menu makan siangnya. Kebetulan kalau ada acara hajatan, saya paling doyan dengan menu hajatan pada umumnya. Pastinya sate daging sapi atau ayam menjadi inceran saya pertama kali. Kebetulan pas kemarin dihidangkan sate ayam dengan bumbu kacang yang enak bener. Ada capcai juga.


Apalagi ya ?. Ada sup bakso, ayam suwir, dan udang goreng. Gak lupa pakai kerupuk dong biar nambah selera makan. 


Biar tambah nikmat makannya, gak lupa minum yang seger-seger seperti Es Kopyor. Salah satu minuman seger yang saya suka. Seger dan manis apalagi ada potongan agar-agarnya didalam campuran esnya. 


Menariknya pas saat itu di sela-sela acara, panitia sudah mempersiapkan video 360 yang sedang viral saat ini. Saya dan teman-teman tertarik untuk mencobanya. Hehehe. 


Waktu jeda sekitar satu jam. Kami pun pergunakan untuk makan siang, shalat dzuhur, ngopi, jalan-jalan sekitaran taman dan ngobrol-ngobrol pastinya. 






Taman Daye berlokasi di Desa Puyung, Kec.Jonggat, Kab.Lombok Tengah. Kurang lebih dua puluh menit perjalanan dari Kota Mataram menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. 


Untuk menuju lokasinya cukup mudah. Dari Kota Mataram, kita mengambil jalur menuju arah Kediri kemudian lanjut menyusuri Jalan Raden Puguh menuju Desa Puyung. Setelah perempatan lampu merah Desa Puyung, kita berbelok ke kiri menuju Taman Daye. Sedangkan kalau ke kanan, menuju pusat kerajinan tenun di Desa Sukarare. Setelah berbelok ke kiri dengan kondisi jalan yang mulus, sekitar dua kilometer, kita sampai di wisata kolam renang Taman Daye. 


Untuk masuk ke dalam, kita dikenakan tiket masuk 10 ribu untuk berenang di kolam renang dan all akses. Tapi berhubung ini acara rumah sakit, masuknya gratis ya (dikoreksi bila keliru).


Disini ada apa saja ya ?.


Taman Daye adalah sebuah tempat rekreasi yang terbilang berumur masih muda. Sekitar dua tahun yang lalu tempat ini dibuka. Disini ada kolam renang yang cukup luas. Ada kolam renang untuk anak-anak lengkap dengan wahana bermainnya seperti prosotan, air mancur dan lain-lain. Satu lagi ada kolam renang dewasa dengan kedalaman hanya 130 centimeter saja. 


Ada juga kolam ikan yang berukuran lebar. Disini kita bisa melihat ikan-ikan emas dan Koi. Bila ingin lebih menikmati lagi, kita bisa menyewa perahu berbentuk bebek yang bisa dikayuh seperti sepeda agar bisa berjalan. Perahu bebeknya hanya memuat dua orang dewasa saja ya. 


Bagi kita yang membawa keluarga atau teman, kita bisa duduk-duduk di bawah pohon kelapa. Duduk di atas rerumputan hijau sambil menikmati makanan dan minuman yang dibawa. Ada juga sebuah bangunan semacam pendopo gitu yang difungsikan untuk menggelar acara gathering, resepsi pernikahan atau ulang tahun dan semacamnya. 


Dikelilingi oleh area persawahan dan perkebunan, tempat ini sangat rindang. Apalagi ada parit-parit kecil dengan aliran air sawah yang cukup deras. 


Disediakan juga berugaq (gazebo) untuk kita bisa beristirahat sambil menikmati panorama area persawahan. 



Saya dan teman-teman lainnya sambil menunggu acara selanjutnya dimulai, kami ngopi-ngopi sejenak. Habis makan itu rasanya kalau gak ngopi itu ada yang kurang. Duduk manis sambil ngopi dan bercengkrama bareng temen-temen kerja.


Asyiknya ngopi, eh ternyata tiba-tiba hujan deras. Otomatis semua pegawai pada berteduh di pendopo. Gak lama hujan turun, acara utama dimulai. Saatnya kita bagi-bagi hadiah lomba dan doorprise. 





Host kondang dari Rumah Sakit Mata NTB bernama Mas Ananta dan Mbak Yuni membuka acara utama. Acara pertama yaitu laporan ketua panitia, kemudian dilanjutkan sambutan dari Direktur Rumah Sakit Mata,dr.Cahya Dessy Rahmawati,Sp.M sekaligus sesi tiup lilin bersama sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.


Waktu sudah menunjukkan jam tiga siang. Hujan pun masih belum reda. Sampai acara berakhir dengan sesi foto bersama, hujan turun dengan syahdunya. Kalau boleh jujur, suasana saat itu sangat nyaman. Melihat hujan turun sambil duduk ngopi di gedung pendopo. 


Over all, acara puncak HUT RSM NTB yang ke-6 berjalan dengan lancar dan sukses. Terlihat dari wajah teman-teman yang ceria entah karena menikmati moment atau menang doorprise. Ada juga yang terlihat kecewa karena gak dapatkan doorprise satu pun. Tahun depan kita coba lagi keberuntungannya ya !. Hehehe.


Untuk lokasinya saya rasa sangat cocok sekali dipilih untuk acara puncak saat itu. Tempatnya nyaman. Ada area hijaunya juga yang dikelilingi oleh pohon kelapa. Angin sepoi-sepoi dari area persawahan. Suara gemericik aliran air dari parit-parit kecil. 


Ngajak anak-anak berenang juga disini ada kolam renang yang aman buat anak-anak. Tapi tetap harus dalam pengawasan orang dewasa. 


Buat saya perlu ditambah lagi fasilitas yang ada disini seperti area bermain anak-anak. Penataannya juga lebih ditingkatkan lagi seperti di area kolam renang. Kalau siang hari terasa panas sekali. Mungkin bisa dibuatkan semacam bangunan untuk tempat bersantai di area kolam renangnya. 


Thanks buat seluruh panitia dan pihak terkait yang sudah menyukseskan jalannya acara puncak HUT RSM NTB. Acara yang cukup sederhana tapi berkesan buat saya pribadi. Terpenting kebersamaan dan kekompakan yang selalu tetap terjaga dan ditingkatkan lagi kepada seluruh pegawai RSM NTB. 



Btw, di awal cerita saya sudah bilang gak akan membahas Nasi Puyung. Ternyata pas mau pulang ke rumah. Pesan whatsapp dari istri berbunyi. Ternyata isi pesannya titip belikan Nasi Puyung Inaq Esun. So, jadinya pulang ke rumah bawa Nasi Puyung Inaq Esun dua bungkus dengan harga 25 ribu rupiah perbungkus.


Rasanya memang enak ya. Ada ayam suwirnya yang terkenal, ada kedelai gorengnya, dan tumis sayurnya. Tapi pedas sekali. Saya lupa pesan ke penjualnya biar gak terlalu banyak dikasi sambel. It's oke-lah, sudah lama juga gak makan nasi puyung yang dibeli di Desa Puyung langsung. 


Mari Makan !.


Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Sunday 14 January 2024

Kemana Libur Natal dan Tahun Baru ? : Taman Suranadi Lombok Barat


Ngeblog pertama di tahun 2024 !. 

Akhirnya tulisan ini selesai juga. Karena kesibukan di Bulan Desember ini, so banyak tulisan yang tertunda. Banyak bahan tapi belum sempet ditulis. Untungnya ada waktu buat selesaikan meskipun di sela-sela kesibukan di tempat kerja dan di rumah. 

Ngomong-ngomong soal libur Natal dan Tahun Baru, saya dan istri memutuskan gak menyeberangi lautan dulu. Gak juga berpanas-panasan di pantai. Alasannya, tempat wisata dimanapun berada, pasti ramai dan jalanan yang mengarah kesana pastinya ikutan macet. 

Berhubung ada libur empat hari, ditambah libur tahun baru tiga hari. Total ada tujuh hari libur kerja. Gak mau dong hanya berdiam diri hibernasi di rumah. Pas saat itu juga lagi pengen-pengennya pergi berendam di tempat yang airnya seger, udaranya sejuk dan habis itu makan duren sepuasnya. 

Akhirnya buka pembicaraan di grup  keluarga, eh pada mau juga. Bapak mamak dan istri pun setuju. Pilihan yang paling memungkinkan saat itu yaitu Taman Suranadi. 

Pikiran awal tadi, kalau datang pas hari libur panjang gini, pasti ramainya bukan main. Tapi mikir lagi, lebih baik datangnya pagi-pagi. Orang-orang pasti masih tidur di rumahnya atau mikir yang sama kayak saya, hahaha.

Tancap gas saja !.



Kami pilih datang ke Taman Suranadi hari Sabtu karena kalau Hari Minggu nonton Doraemon. Selain itu, Sabtu adalah hari favorit buat jalan-jalan. Entah kenapa, memang dari dulu suka sama Hari Sabtu. Nikahpun pilih Hari Sabtu. Apa-apa Hari Sabtu. Kecuali pup yang setiap hari (ngomong apaan sih?). 

Oke, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Anak-anak sudah pada mandi. Tinggal ayah dan bundanya yang belum mandi. Nyiapin yang wajib dibawa seperti pakaian renang, makanan minuman, baju ganti dan lain-lain. Gak lama sekitar jam sembilan pagi, bapak mamak jemput ke rumah.

Biar gak kesiangan dan kena macet di jalan, kami segera berangkat ke lokasi. Melewati jalan utama. Kali ini lokasi yang akan kami tuju berada di daerah Suranadi, Lombok Barat. Kurang lebih delapan kilometer dari Taman Narmada. 

Taman Suranadi merupakan tempat yang setiap akhir pekan dan libur panjang menjadi tujuan favorit masyarakat Pulau Lombok dan NTB untuk bersantai sambil kuliner. 

Karena letaknya yang dekat dengan pegunungan dan Taman Wisata Alam Suranadi, udara disini sejuk banget. Disini juga terdapat mata air dengan aliran sungai-sungai kecil dimana airnya jernih banget dan segar. Saking jernih dan segarnya, airnya bisa diminum. Asalkan gak bercampur pipis sama cucian saja. Hahaha.

Tempat berendam favorit banget kalau datang ke Lombok. Sejak kecil, saya beberapa kali diajak berlibur kesini bareng orang tua. Rasanya gak pernah bosan untuk santai sejenak sambil menikmati udara bersih dari tempat ini. Apalagi disini ada populasi monyet yang setiap jam makannya, pada nangkring di pinggir jalan nungguin lemparan makanan. Sesekali juga sering jahil kepada pengunjung yang lagi makan di warung-warung sekitar. 

Perjalanan dari rumah ke lokasi ramai lancar. Yang saya suka dari perjalanan menuju Suranadi yaitu sepanjang jalan kita banyak melihat perkebunan manggis punya orang yang pasti. Selain itu kita lihat beberapa rumah yang memiliki pohon duren yang buahnya sedang banyak-banyaknya (lagi musim duren). 



Kurang lebih satu jam perjalanan dari rumah dengan kondisi jalan yang ramai lancar, akhirnya kita sampai di Taman Suranadi. 

Kita kesulitan mencari tempat parkir mobil karena semua area parkir sudah full dengan mobil. Belum lagi parkiran motor yang begitu padat menandakan sudah banyak pengunjung yang lebih dulu datang. 

Akhirnya dengan bantuan tukang parkir, kita dapat tempat parkir mobil yang berada agak kedalam. Proses parkir sudah beres, kami pun segera turun dan menuju lokasi permandian. 

Disini ada dua lokasi permandian. Pertama di kolam besar yang kedalamannya mencapai dua meter. Kedua di sungai-sungai kecil yang berada di sekitaran taman.

Ada kolam baru juga disini tapi saya rasa lebih enak berendam di sungai-sungai kecilnya dimana yang menjadi daya tariknya yaitu airnya yang jernih, seger dan ada batu-batu kecil di dasar sungainya. Gak dalam juga, jadi aman sekali buat anak-anak. 

Pastinya saya dan istri lebih memilih bersantai di taman yang dekat dengan sungai-sungai kecilnya. Disini juga ada rerumputan hijau yang dirawat sehingga bisa digunakan untuk duduk. Kami menyewa dua alas tiker seharga 5 ribu per biji. Duduk di atas rumput hijau dan di bawah pepohonan yang cukup rindang.

Setelah tempat bersantai sudah aman. Saya dan kakak Ken, ganti pakaian untuk siap-siap turun ke sungai. Meskipun sudah sangat ramai sekali oleh pengunjung, tapi ada beberapa spot yang masih nyaman buat berendam. 



Awalnya kakak Ken gak berani turun karena airnya yang sangat dingin dan deras tapi lama-kelamaan mau juga dengan syarat harus ayahnya yang pegang. Gak apa-apa, yang penting mau ikut berendam saja. Berendam di air dingin buat anak-anak sangat baik untuk kesehatan tulangnya dan daya tahan tubuh. Asalkan jangan kelamaan saja. Takutnya, bisa masuk angin. Nanti bundanya bisa ngomel-ngomel, hehehe. 

Btw, saya dan anak-anak pada berendam. Duduk di atas bebatuan di sadar sungai sambil menikmati moment. Kecuali istri yang gak berendam alias hanya rendam kaki saja. Bapak dan mama akhirnya ikutan berendam juga di tengah panasnya siang hari. Memang sangat cocok pas musim yang gak jelas ini kita menghabiskan libur dengan bersantai di tempat yang sejuk. 






Disini airnya sangat jernih dan bersih. Ditambah lagi sejuk dan buat betah untuk berlama-lama berendam. Meskipun banyak pengunjung yang datang untuk mandi disini tapi gak ada yang bilas sambil shampoan seperti beberapa tempat yang pernah saya kunjungi di Lombok.

Untuk tempat bilas disini dimana ya?.

Kita gak perlu khawatir. Gak jauh dari sungai-sungai kecil, terdapat pancuran untuk berbilas. Disini kita sepertinya diperbolehkan untuk pakai sabun dan shampo karena gak ada papan petunjuk larangan untuk pakai bahan kimia, hehe. Tapi sebaiknya dihindari ya. Sayang banget air yang jernih dan bersih tercemar oleh bahan-bahan kimia. 




Disela-sela berendam, tiba-tiba perut berbunyi. Menandakan rasa lapar tiba. Eits, tapi tenang saja. Gak jauh dari tempat kami duduk, ada sebuah warung yang menjual makan siang khas Suranadi. Pasti kalian sudah tau. Ya bener, Sate Bulayak !. 

Masakan khas Lombok yang pertama kali saya cicipin di Suranadi yaitu Sate Bulayak. Sejak kecil, bapak mama sering banget ngajakin kami kuliner kesini buat nyari Sate Bulayak. Bisa dibilang kalau datang ke Lombok sambil nyari Sate Bulayak ya tempatnya di Taman Suranadi. Meskipun sudah banyak yang menjual sate ini di beberapa tempat. Tapi rasa Sate Bulayak di Suranadi ini memang beda. 

Seporsi Sate Bulayak lengkap dengan daging sapi dan bulayaknya (ketupat) dicampur dengan bumbu rahasia yang kental. Sangat lumer dan gurih di mulut. Habis berendam dingin-dingin biar tubuh kembali hangat ya makan Sate Bulayak. Seporsi Sate Bulayak seharga 25 ribuan saja. Cukup ramah di dompet. 

Setelah Sate Bulayak habis, lanjut makan duren Kane sebagai makanan penutup. Daging buahnya legit dan manis banget. Lumer dimulut, apalagi biji durennya kecil-kecil. Gak ada obatnya. 



Gak terasa sudah tiga jam lebih saya berendam. Anak-anak pun sangat nyaman berendam disini. Gak nyangka saja mereka bisa bertahan berendam di air yang cukup dingin buat mereka. Padahal di rumah kalau mandi maunya pake air hangat saja. 

Untungnya sudah beberapa hari semenjak berendam, anak-anak tetap sehat dan ceria. Syukurnya disitu. Bahkan mereka minta lagi buat berendam disini. Memang terbaik berendam di Taman Suranadi. 

Over all, liburan sederhana. Gak pakai acara daki gunung melewati lembah atau naik perahu ke sebuah gili buat berenang di pantai seperti biasanya. Cukup pergi berendam di sungai kecil yang airnya jernih banget. Lokasinya gak jauh juga dari rumah. Itu sudah cukup bagi kami sekeluarga. 

Sayangnya, saat datang ke Taman Suranadi, beberapa bangunan yang dulunya vila. Kini sudah gak terawat dan seperti rumah hantu. Infonya sekarang Taman Suranadi sudah mendapatkan pengelola yang baru. Semoga kedepannya tempat ini menjadi destinasi wisata favorit wisatawan domestik maupun mancanegara seperti di Kintamani, Bali. Amin 

Oke, saya cukupkan dulu cerita singkat menghabiskan libur akhir tahun kemarin. Ditunggu cerita-cerita saya selanjutnya di awal tahun 2024 !. 

Salam Sehat biar tetap bisa jalan-jalan dan kulineran ! 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra