Friday, 13 November 2020

Happy Family : Jalan-Jalan ke Lombok Wildlife Park



Tik tik tik, bunyi hujan di atas genteng. Airnya turun gak terhingga. Cobalah tengok, dahan dan ranting. Pohon dan kebun basah semua. Kayak lirik lagu yaa ? hahaha. Memang bener itu lirik lagu sejak saya kecil. Bila hujan turun, saya selalu menyanyikan lagu ini. 

Ngebahas hujan, beberapa minggu yang lalu saya bersama keluarga besar mengadakan liburan bareng ke sebuah kebun binatang yang paling kece di Pulau Lombok (hanya satu-satunya). Dari agenda, kami mulai berangkat jam sembilan pagi. Tapi dari subuh hujan turun dengan derasnya. Sempat khawatir sih kalau agenda jalan-jalan dipending gara-gara hujan lebat. 

Setengah jam sebelum jalan, hujanpun reda. Agak lega sedikit, meskipun langit masih mendung. Setelah semuanya kumpul dan menyiapkan segala keperluan yang akan dibawa, kami mulai berangkat. Alhamdulillah, anggota keluarga lengkap yang ikut kecuali adek saya yang bungsu karena kerja. Ada saya sendiri, istri, anak, orang tua, mertua dan adek-adek. Kami menggunakan dua mobil dan perjalanan menempuh waktu satu jam perjalanan.

Gerimis menemani kami di sepanjang jalan, melewati jaur Pusuk yang penuh dengan rimbunnya pepohonan perbukitan dan jalan yang berkelok-kelok. Buka kaca mobil, udara sejuk perbukitan Pusuk menambah kesyahduan di perjalanan. Melihat para kelompok monyet yang sedang menunggu makanan di pinggir jalan. Sudah lama rasanya gak merasakan moment ini semenjak pandemi Covid-19. Liburan boleh-boleh saja, asalkan jangan lupa selalu menggunakan masker, membawa handsanitizer bila diperlukan. Sehat suatu keharusan agar liburan tetap lancar dong. 





Melihat keindahan alam Pulau Lombok yang gak ada tandingannya di sepanjang jalan, sampailah kita di pintu masuk Lombok Wildlife Park atau bahasa umumnya kebun binatang. Ini kedua kalinya saya datang kesini saat tempat ini masih bernama Lombok Elephant Park yang pertama dibuka sekitar pertengahan tahun 2017 lalu . Banyak anggota yang gak menyangka bila lokasi kebun binatang ini berada di tengah-tengah perkebunan. Melewati perkampungan dengan jalan yang lumayan baik.

Bisa baca disini juga ---> Elephant Park Lombok (Lombok Wildlife Park)

Kebun binatang ini berubah nama pada tahun 2019 dengan nama yang baru "Lombok Wildlife Park". Sempat ditutup sekitar empat bulan lamanya semenjak pandemi Covid-19. Kebun binatang yang berada di Desa Singgar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara ini dibuka lagi pada tanggal 1 Agustus 2020 dengan promo yang sangat menggoda pastinya.

Promonya tiket masuk menjadi 50 ribu dari 100 ribu rupiah untuk anak (2-12 tahun) dan dewasa (domestik) hingga akhir Bulan November 2020. Lumayan hemat lhoo kalau bawa pasukan banyak. Ada juga promo tiket masuk plus makan siang sebesar 180 ribu buat domestik. Lebih jelasnya, bisa lihat foto di atas.

Memiliki lahan parkir yang gak begitu luas, tapi suasananya sangat sejuk. Dari bentuk bangunan sih gak jauh berbeda dengan nama sebelumnya alias gak ada perubahan. Kebun binatang ini benar-benar berada di tengah perkebunan dengan memiliki luas lahan sekitar empat hektar. Gak begitu luas menurut saya. 

Ada apa saja di dalam Lombok Wildlife Park ? 

Setelah membeli tiket di counter tiketing, kami segera memasuki pintu gerbang mirip-mirip gerbang Taman Jurasic Park gitu. Ada patung gajah di kanan-kiri pintu gerbang. Sebelumnya kami dicek kelengkapan pelindung diri terutama masker. Sebelumnya kami dipersilahkan mencuci tangan pakai sabun di tempat yang sudah disediakan. Setelah itu dicek suhu badan satu per satu menggunakan thermalgun. Salut dengan protokol kesehatan yang diterapkan oleh pengelola bersama tim. 

Alhamdulillah kami semua sehat dan gak ada suhu badan melebihi 37 derajat. Setelah aman semua, kami menuruni anak tangga. Udara sejuk dan suara burung dan binatang lainnya menyambut kami. 

"Selamat datang di rumah kami !", kata burung kakatua










Tuan rumah yang pertama menyambut kami yaitu para burung-burung indah dan kece, termasuk mamang pawangnya juga pastinya. Kita bertemu dengan Elang Bondol, Elang Brontok, Burung Kakatua Jambul Kuning dan ada juga Kakatua Putih, Kakatua, Kakatua Raja dan jenis burung lainnya. Meskipun saya gak suka pelihara burung, saya suka melihat burung cakep dan cantik seperti ini. 

Setiap pengunjung boleh fotoan bersama si burung. Berhubung masih pagi, pengunjung masih sepi yang datang. So, saya dan keluarga lainnya bisa fotoan dengan puas. Kenzi juga sangat senang bermain sama burung, walaupun Si Elang sempat mematuk tangan si kecil. Kerennya Kenzi gak nangis, hebat anak ayah bunda. 

Bisa dibilang Lombok Wildlife Park didominasi dengan burung yang cakep dan cantik. Setelah bermain dengan burung-burung, kami berjalan menuju lokasi selanjutnya. Para karyawan yang bertugas hari itu cukup ramah kepada kami meskipun wajah mereka saya lihat sempat khawatir kalau burung mereka jadi stress karena kami banyak foto-foto sama burung mereka. Ada juga yang sempat nolak dengan alasan burungnya lagi gak mau difoto, malu katanya, hahaha... i just kidding men



Selanjutnya kami berjumpa dengan para gajah. Kalau gak salah namanya Rieka dan Melati. Sempat sedih saat mendapat kabar Si Rambo yang dulu pernah kenalan dengan saya saat pertama kali datang kesini, sudah tiada. Sekitar empat gajah yang masih ada saat ini dan langsung didatangkan dari habitat asli mereka yaitu Way Kambas, Lampung. Masing-masing gajah memiliki pawang yang langsung didatangkan dari sekolah gajah. Jadi jangan khawatir bila mendekati gajah karena mereka semua sudah jinak dan didampingi oleh pelatih mereka.

Dulu gajah-gajah ini boleh dinaiki dan kita diajak berkeliling mengitari kebun binatang. Tapi sekarang  sudah gak dibolehkan karena pecinta gajah melarang pengunjung untuk menaiki gajah. Keren, prikehewanan juga diterapkan disini. Jadi, kami hanya bisa bermain dengan gajah sambil foto-foto dan memberikan makanan yang sudah disiapkan oleh pengelola. Gak sembarangan makanan lhoo ya. 





Lanjut ke spot lainnya, kami menuju area penghuni lainnya seperti orang utan, kuda nil yang katanya didatangkan jauh-jauh dari Benua Afrika, bisa jadi dari Zimbabwe atau Sungai Nil. Selain itu ada bekantan, beruang madu, siamang, buaya darat eh buaya beneran maksudnya, landak, rusa, komodo dan lebih keren ada ular piton. Saya sempat mengalungkan ular piton di badan saya pastinya. Geli-geli kenyel gimana gitu sensasinya. 

Menurut informasi dari mamang pawang ularnya, ular piton ini beratnya kurang lebih dua puluh kilogram. Memang beneran berat saat saya kalungkan di badan. Tapi tenang saja, ular ini gak berbahaya kok selama ada si pawang yang mendampingi. So, tetap berhati-hati pastinya. Jangan sampai kalian dimakan sama ular gara-gara nantangin si ular lomba makan bukan kerupuk.






Saya kira kebun binatang ini hanya ada itu-itu saja, tapi ada yang baru lagi di tempat ini. Sekarang sudah ada burung pelikan lhoo. Uniknya kita harus masuk ke dalam kandangnya yang sangat luas. Di dalamnya ada berbagai macam jenis tanaman dan kolam untuk mereka minum dan berendem. Kurang lebih ada sepuluh ekor burung pelikan di dalam kandang ini. Kalian pernah nonton film Jurasic Park III, saat adegan masuk ke dalam kandang Pteranodon salah satu jenis burung di jaman dinosaurus.

Nah, kandang burung pelikan ini mirip dengan kadang Pteranodon. Sensainya itu terasa menegangkan. Kenapa demikian ? Karena burung ini gak boleh disentuh, hanya boleh dilihat dari dekat dan foto bareng pastinya. Ingat gak boleh disentuh karena mereka belum jinak. 
 
Gak terasa sudah satu jam kami berkeliling kebun binatang ini. Istirahat sejenak di sebuah gazebo yang sudah disediakan. Sejauh ini kebersihan saya acungin jempol. Toilet juga bersih dan wangi. Gak ada sampah satupun yang saya temui di tempat ini. Pengelola juga melarang pengunjung untuk membawa makanan dan minuman dari luar. Bila ingin makan atau minum, bisa ke cafenya yang kece. Saya sih belum sempat makan di cafenya karena menurut saya harganya mehong guys. 

Selain tempat menghabiskan waktu di hari libur, Lombok Wildlife Park juga bisa dimanfaatkan untuk tempat belajar bagi anak-anak. Mengajarkan mereka peduli terhadap binatang. Saling sayang menyayangi antar sesama makhluk hidup. Gak boleh menyakiti apalagi sampai membunuh binatang. 

Pulau Lombok gak melulu berbicara tentang pantainya yang indah, Gunung Rinjaninya yang megah, gilinya yang eksotis dan budayanya yang unik. Pulau Lombok juga memiliki kebun binatang yang rekommended buat menjadi tujuan wisata kalian. 

Apalagi sekarang sedang ada promo sampai akhir November, gak lengkap rasanya jalan-jalan ala pandemi Covid-19 ke Lombok kalau gak berkunjung ke Lombok Wildlife Park (bukan ngendorse).

So, gak terasa hari sudah siang. Perut juga sudah mulai lapar, akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari kebun binatang. Senang melihat keluarga puas dan menikmati liburan ke kebun binatang. Terutama si kecil "Kenzi", sangat menikmati dan pengen diajak keliling terus. 

Happy Family !

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Lokasi

Thursday, 12 November 2020

Mau Main Game dengan Smartphone Keren dan Kece ? Advan G9 Pro Jagoannya



Hujan-hujan gene enaknya ngapain ya ?. Pastinya asyik main game sambil jagain si kecil bobok siang. Tapi bingung mau main game saat ini karena kapasitas handphone saya kurang mumpuni untuk simpan game-game kece. Buka-buka google, eh ada yang menarik nih. 

Sejak kecil saya sangat suka bermain game. Bermacam-macam game sudah saya pernah mainkan. Apalagi game yang berbau sepakbola, paling favorit. Belum lagi dengan game pertualangan, bisa-bisa gak tidur seharian. Pokoknya harus menang sampai ronde terakhir, ngalahin big bosnya. Bengkak-bengkak dah tuh mata. 

Berawal bermain game dingdong di pusat bermain di pusat perkotaan, semenjak itu saya suka sekali bermain game. Sampai saya merayu bapak belikan saya alat gaming seperti sega dan playstasion. Seru juga main game hits saat itu, ada Harvest Moon, Winning Eleven, Crash Team Racing (CTR), Pepsiman, dan masih banyak lagi. Uniknya lagi main gamenya pake memory card untuk nyimpan data. Dari situ saya baru tau ada alat penyimpan data bernama memory card.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan informasi bahwa ada smartphone kece yang cocok sekali buat gaming. Sebut saja namanya, Advan G9 Pro. Advan G9 Pro smartphone gaming sepertinya harus wajib saya miliki, kalian juga dong pastinya. Advan G9 Pro spesifikasinya sangat mumpuni. Harganya pun lumayan terjangkau. Apalagi buat kita-kita yang suka main game, pasti sangat tergoda membeli smartphone satu ini. 

Jaman sekarang bermain game di playstasion atau di pc sepertinya kurang ngehits meskipun masih banyak juga orang-orang yang tetap bertahan menjadi gamers playstasion dan pc. Fenomena main game di smartphone lebih diminati selain banyak pilihan game dan bagus-bagus, mudah dibawa kemana-mana juga. 



Apalagi saat ini kualitas smartphone sangat canggih, Jadi gak heran donk banyak anak-anak muda yang lebih bermain game dari smartphone mereka masing-masing daripada di perangkat yang lain. Nah, Advan G9 merupakan smartphone kece yang memang dirancang khusus untuk gaming. Gak hanya whatsappan sama si doi saja atau facebookan sama si mantan. Smartphone ini hadir untuk memanjakan para gamers yang ada di Indonesia bahkan seluruh dunia.Amin.

Dengan performa RAM yang bagus, layar yang cukup lebar dan daya tahan baterai yang menjadi perhatian saat memilih smartphoen yang akan digunakan untuk bermain game. Jadi, model seperti apa sih spesifikasi dari Advan G9 smartphone ini ?. Kelebihannya apa saja dibandingkan dengan para pendahulunya yang terlebih dahulu hadir di muka bumi ini. 

Memiliki prosesor OctaCore A55 1.6GHz + 1.2GHz, ditambah lagi dengan RAM 6GB plus ROM 64GB. Membuat Advan G9 Pro jauh lebih kece dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Belum lagi memori internal juga masih ditambah dengan memori eksternal hingga kapasitas 128 GB, membuat penyimpanan di ponesl Advan G9 makin keren. Dibayangkan saja nyamannya memainkan game pada layar seluas 6,6 inch HD fullscreen. Pastinya pandangan mata akan terlihat lebih jelas dengan layar lebar. Ditambah lagi memiliki resolusi HD yang dipancarkan dari layar Advan G9 Pro.

Advan G9 memikili baterai sebesar 5.200 mAh power max yang pastinya memberikan kejutan bermain game, menonton drakor ala-ala anak jaman sekarang, nonton film hingga online lebih tahan lama. Dalam merekam moment-moment kece juga keren lhoo karena Advan memiliki 4 kamera dengan kualitas terbaik. Meskipun smartphone gaming, kualitas gambar yang diambil gak kalah jauh dengan para pesaing lainnya. 

Smartphone ini juga sudah dilengkapi dengan USB type C yang membuat transfer data menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya. Selain itu, USB type C juga akan membuat baterai lebih cepat terisi penuh sehingga ponsel bisa digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan

Buka juga link ini --- > https://advandigital.com/advan-smartphone-g9pro-4k-power/

Setiap kamera memiliki keunggulan masing-masing. Mulai dari fitur F 2,2 large aperture, intelligent beauty algorithm, serta Face AE technology automatic face recognition yang akan memberikan efek selfie yang lebih natural dan detail. Gak ketinggalan juga fitur focus blur yang memberikan efek kece pada latarbelakang dan memfokuskan objek foto dengan tampilan yang lebih jelas.

Nah, gak hanya gaming saja. Advan G9 juga memiliki suara yang keren. Smartphone gaming keluaran brand lokal Advan ini, telah dibekali speaker yang punya kualitas bagus. Dengan teknologi kelas K Power Amplifier yang memiliki kinerja tinggi dengan speaker tunggal 1511. Menjadikan Advan G9 dapat mengeluarkan suara nyaring dan menggelegar dan gak tertandingi. Keren kan kalau mendengar lagu Coldplay atau Syahrini,eheeem eheeem. 



Nah, ada pertanyaan berapa sih harga Advan G9 Pro ?

Sebelum ngebahas harga, ada satu hal penting dari sebuah smartphone gaming yaitu soal keamanan. Gak perlu khawatir karena Advan G9 telah didukung sejumlah fitur terkini yaitu Face ID Security. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk dapat dengan mudah membuka smartphone secara cepat. Desaign bodynya yang berongga menjadikan Advan G9 mampu mengurangi panas mesin lebih baik. Keren dong gak khawatir smartphone kita kepanasan. 

Dengan sejumlah keunggulan yang sudah dibahas di atas, kita gak perlu khawatir dengan harga Advan G9. Advan sudah mulai meluncurkan Advan G9 pada tanggal 3 November 2020 yang lalu dengan harga sangat terjangkau yaitu sebesar Rp.1,399,000. Menariknya lagi pengguna juga bisa mendapatkan free headset JBL dan paket data 360 Gb dari smartfren saat peluncuran perdana Advan G9 di platform e-Commerce Shopee. 

Yuuk buruan beli Advan G9 Pro di Shopee, jangan sampai kehabisan !


Saturday, 24 October 2020

Gowes Melewati Jalur Sepi, Pantai Cemara Lembar

Hello guys !

Salam sehat buat kita semua. Di masa pandemi ini, bersepeda menjadi pilihan yang tepat bagi yang ingin melakukan aktifitas fisik. Semua kalangan bisa melakukan olahraga satu ini. Dari anak-anak sampai orang tua, bersepeda dengan sepeda masing-masing pastinya. Apalagi dengan teman-teman, pedekatean atau keluarga, bersepeda menjadi olahraga yang menyenangkan. Khususnya yang sedang dekat sama seseorang, boleh tuh dicoba ajak si doi bersepeda ke tempat yang kece sambil menunjukkan begitu seriusnya kita dengan si dia. Saya juga punya pengalaman dulu dengan si istri (pas itu masih pedekate). Eh, tau-taunya beneran jadi istri sekarang, Alhamdulillah. Boleh dicoba ya teman-teman,hehehe. 

Akhir-akhir ini saya sering bersepeda lagi, baik sendirian maupun bareng teman-teman. Biasanya ngambil jalur yang soft, terkadang di beberapa kesempatan ngambil jalur yang lumayan buat seluruh badan dipijet sampai di rumah. Minggu lalu, tepatnya Hari Sabtu disaat libur kerja, saya bareng kedua teman kantor gowes ke luar kota. Jalur gowes kali ini cukup menantang. Bukannya karena tanjakan, tapi jalur ini cukup sepi dan konon katanya dulu sering terjadi pembekalan. Serem juga ya, tapi itu dulu. Beda dengan sekarang yang sudah lumayan banyak kendaraan yang lewat jalur ini. 

Kita bertiga janjian kumpul di salah satu spot foto yang ada di pinggiran Kota Mataram, sebut saja Tebolak yang merupakan perbatasan antara Kota Mataram dengan Kab.Lombok Barat. Sekitar jam tujuh pagi kami bertiga sudah kumpul. Istirahat sejenak untuk minum dan mengatur nafas lagi. Lumayan ngayuh dari Ampenan sampai di Tebolak. 



Kurang lebih 17 kilometer, jarak yang akan kami tempuh. Dengan sepeda kesayangan (si Geblek), Polygon Primer MTB Seri 4 menemani gowes saya kali ini. Sedangkan kedua teman saya sama-sama menggunakan Polygon Primer MTB seri ke-4. Hanya saja beda warna livery saja. Trio Polygon MTB nih, hehehe. 

Dari Tebolak yang menjadi titik kumpul, kami mengayuh sepeda melewati jalur Desa Perampuan. Ini ketiga kalinya saya melalui jalur ini dengan bersepeda. Jadi sudah sedikit punya pengalaman menaklukkan jalur yang saya beri nama Jalur Cinta, Asyik. Kenapa ?. Karena dari sini dimulainya cerita cinta saya bersama si istri. Gowes kesorean, ujung-ujungnya pulang kemalaman. Untung gak ada apa-apa di jalan waktu itu. Kami berdua sampai rumah dengan selamat. 

Kembali ke laptop !

Jujur, saya suka dengan jalur ini. Bukan karena punya kisah cinta, tapi pemandangannya yang kece. Melewati perkampungan, persawahan, perbukitan, sungai, jalur yang berkelok-kelok dan kondisi aspal yang cukup baik menurut saya. Udara pagi yang sangat sejuk menemani kami bertiga di sepanjang perjalanan. 

Jalur yang dilewati antara lain Desa Perampuan, Bukit Pengsong yang terkenal dengan kerajaan monyetnya, Desa Taman Ayu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jeranjang, Hutan Mangrove Lembar dan berbelok ke arah Pantai Cemara Lembar. Kondisi jalan cukup sepi. Hanya berpapasan dengan warga desa yang mulai beraktifitas dan truk pengangkut batu gunung dan pasir. Suka banget dengan jalanan sepi seperti ini. Bersepeda jadi gak perlu banyak gangguan oleh kendaraan pastinya. 

Sedikit saran buat kalian yang ingin gowes melalui jalur ini, agar gak sendirian. Ajak banyak teman biar ramai dan mengurangi tindakan kejahatan. Sedia payung sebelum hujan. Biar merasa aman dan gowes jadi asyik dan nyaman. 

Sinar matahari pagi terasa hangat di kulit ketika saya sudah berada di tengah perjalanan. Terlihat deretan perbukitan dan hijaunya persawahan. Jalur yang bisa dikatakan jalur alternatif buat kalian yang ingin ke Pelabuhan Lembar dari arah Ampenan atau Senggigi. Kalau pagi hingga sore jalur ini sangat kece, sedangkan malam bisa dibayangkan sendiri.



Menghabiskan setengah jam perjalanan, kami sudah tiba di pertigaan menuju Pantai Cemara Lembar. Belok kanan ke Pantai Cemara, sedangkan kalau belok kiri, kita akan menuju Pelabuhan Lembar. Setelah belok kanan, kami harus melewati jembatan kayu yang dari dulu sudah ada. Cukup kuat dan kokoh juga nih jembatan. Jembatan kayu ini bisa dilewati mobil lhoo. Untuk jalur sepeda dan motor terpisah dengan jalur mobil. Di kiri-kanan jembatan terlihat deretan tanaman bakau dan perahu-perahu yang sedang parkir di pinggir sungai. 

Gak jauh lagi lokasi Pantai Cemara, titik finish gowes. Kondisi jalan disini masih berbatu krikil. Masih nyaman dilalui sepeda tanpa ada kendala. Finish, kami sudah sampai di Pantai Cemara. Suasana masih sepi oleh pengunjung. Warung-warung makanan sudah banyak yang buka. Asyik, bisa sarapan disini. 


Cuaca cukup bersahabat, awan putih dengan setia bersama langit biru. Angin pantai yang sepoi-sepoi membuat perut saya sudah keroncongan. Maklum di rumah gak sempat makan, jadinya sampai di pantai cari menu sarapan yang pas di kantong dan perut.

Saya, Mas Zaki dan Mas Adrian duduk manis di sebuah lesehan warung. Salam sapa ibu penjual yang menawarkan menu sarapan ke kami. Sebelum menjawab, kami meminta tolong si ibu untuk foto kami bertiga dengan sepeda. Si ibu keliatannya gak canggung memfoto kami. Mungkin sudah terbiasa dimintai tolong foto kali ya sama pengunjung, hehehe. 



Rasa capek hilang ketika melihat makanan warung, eh lihat pemandangan di Pantai Cemara maksudnya. Lumayan keringat membasahi baju. Habis gowes, mari kita sarapan sejenak. Kami bertiga kompak memesan mie goreng pakai telur. Sepeda sudah kompak, menu sarapan juga kompak. Apa-apa harus kompak dong. Next time, asyiknya ajak anak istri gowes bareng biar seru dan kompak. 

Pantai Cemara merupakan salah satu spot yang banyak dikunjungi warga di sekitaran Lombok Barat. Lokasinya gak jauh dari Pelabuhan Lembar. Disini kita bisa melihat sunset dan hilir mudiknya kapal fery penyeberangan Lembar - Padangbai,Bali. Ada juga jalur baru yaitu penyeberangan Lembar-Surabaya dan Lembar - Banyuwangi. 

Waktu yang pas datang kesini yaitu pagi hari dan menjelang senja tiba. Banyak warung-warung yang buka lapaknya dari pagi hingga malam disini. Pasir pantainya hitam dan bersih. Ombaknya gak terlalu besar dan aman untuk bermain air buat anak-anak. 



Bakalan lama nih nongkrong disini. Menikmati mie goreng telur dan segelas kopi hangat sambil menikmati keindahan alam. Yang jelas rasa mie gorengnya tetap sama dengan mie goreng di rumah. Ngobrol ngalor ngidul, gak terasa sudah satu jam kami berada di Pantai Cemara. Saatnya balik ke rumah. Jalur yang dilalui masih sama seperti saat perginya. Di Jembatan kayu kami berhenti sejenak untuk melihat sekitar. Gak lupa fotoan biar bisa dishare di facebook dan instagram. 

Sekitar jam sembilan kami melanjutkan perjalanan balik pulang ke rumah. Saat balik agak sedikit terik, tapi kami tetap menikmati mengayuh sepeda dengan senang hati. Biapun kulit menjadi agak terlihat hitam, tapi jiwa dan raga harus tetap sehat.

Ayo mulai dari sekarang kita rutin berolahraga apa saja. Bisa sepeda, lari, jalan santai atau apa saja yang positif !. Semoga di tengah pandemi Covid-19 yang belum reda ini, kita selalu diberikan kesehatan dan semangat untuk menjalankan kehidupan. Amin

Salam Sehat !

 

 Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Saturday, 17 October 2020

Edisi Rindu Terbang Lagi, Penerbangan Makassar Lombok

Sudah lama gak bepergian menggunakan pesawat. Dibilang kangen sih, pasti kangen. Apalagi punya hobi sebagai penikmat moda transportasi, rasanya sudah kangen berat naik bus, kapal laut, kereta api dan paling berat itu kangen naik pesawat. 

Tahun lalu bisa dibilang sering banget bepergian menggunakan pesawat. Bahkan moda transportasi canggih seperti MRT (kereta listrik cepat Jakarta) tahun lalu sudah saya coba saat ada tugas dinas ke Bekasi, Jawa Barat pada waktu itu.  

Semenjak pandemi Covid-19 melanda, gak bisa kemana-mana. Hanya bisa buka chanel youtube, tontonin pesawat sampai ketiduran. Hanya itu yang bisa saya lakukan saat ini (curhat pak?). 

Untuk mengobati rasa kangen yang begitu berat, saya coba buka foto-foto lama saat bepergian menggunakan pesawat. Tiba-tiba saya menemukan beberapa foto saat terbang ke Makassar beberapa tahun yang lalu. Ke Makassar dalam rangka studi banding ke salah satu rumah sakit pemerintah yang ada di Kota Makasaar. 

Kebetulan juga belum sempat saya tulis di blog. Biar rasa kangen ini terobati, saya menulisnya dengan penuh semangat. Semoga para pembaca setia blog ini gak bosen baca cerita saya yang katanya suka curhat dan kemana-mana hahahaha. 


Hello Makassar !

Gak nyangka bisa ikut ke Makassar saat itu. Dua hari sebelum berangkat, saya diinfokan oleh pimpinan kalau saya juga harus ikut ke Makassar. Mau nanya naik apa, tapi pasti jawabannya naik pesawatlah. Masa mau naik odong-odong, kapan nyampenya. 

Beralih ke pertanyaan kedua, "Naik pesawat merk apa?". Hahaha merk, emangnya shampo pake merk. Karena penasaran, saya iseng-iseng buka aplikasi traveloka, pesawat yang langsung dari Lombok ke Makassar apa saja?. Ternyata, hanya Lion Air. Merk lainnya harus transit dulu di rumah mantan, eh di Denpasar atau Surabaya.

Sudah lama juga gak naik Lion Air, biasanya naik merk lain. Denger-denger juga pesawat yang ada gambar singa terbang di buntutnya ini punya pesawat baru-baru seperti Boeing 737-900D dan 737 Max kalau gak salah. Apalagi ada penerbangan langsung ke Makassar, jadi penasaran dong. 

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Dapat refreshing tiga hari sambil kerja pastinya. Harus ninggalin kerjaan dan mendampingi para bos-bos untuk studi banding.  Oh ya, waktu itu saya masih singgle lho (gak perlu diceritain). 

Kesan pertama terbang bersama Lion Air ke Makassar seru sekali.  Ini pertama kalinya juga saya menginjakkan kaki di tempat kelahiran Sultan Hasannudin, salah satu pahlawan nasional. Berangkat dari Bandara Internasional Lombok sekitar jam empat sore WITA. Berhubung waktu Lombok dan Makassar masih dalam satu wilayah (WITA) jadi gak ada perbedaan waktu. Hampir dua jam penerbangan waktu itu. Cuaca cukup baik dan agak sedikit ada turbulance ketika akan mendarat di Bandara Internasional Hasannudin, Makassar. 

Sampai di Makassar sekitar jam enam sore. Kami langsung menuju hotel yang memakan waktu setengah jam dari bandara. Hotelnya bagus banget dan saya lupa nama hotelnya dan gak sempat direview. Untuk cerita jalan-jalan di Makassarnya, nanti saya kasi linknya di akhir cerita ya. Wajib dibaca, nanti dapat hadiah dari saya, hahaha... #ngarepdotcom 




Tiga hari di Kota Makassar, waktunya pulang ke Lombok. Bisa dibilang ke Makassar waktu itu gak membosankan. Hotel tempat menginap juga sangat nyaman. Proses studi banding juga berjalan dengan lancar. Dan paling kecenya itu saya menyempatkan berkunjung ke Sumba Opu, tempat beli oleh-oleh. Ke Benteng Fort Roterdam, Pantai Losari dan kulineran pastinya.

Jadwal penerbangan ke Lombok sekitar jam dua siang waktu Makassar. Masih menggunakan maskapai penerbangan yang sama, Lion Air. Kali ini kondisi pesawat yang saya naiki cukup baru yaitu Boeing 737-900D. Siapa bilang naik Lion Air itu gak menyenangkan karena terkenal dengan delay dan suka tergelincir. Buktinya beberapa kali saya terbang bersama Lion Air, masih dibilang aman dan nyaman. Meskipun ada delay, tapi saya selalu siasati dengan tetap menikmati setiap perjalanan. Anggap saja itu suatu yang wajar.

Proses check-in gak ada kendala sama sekali. Pelayanan di bandara cukup sigap. Gak ada yang membuat kita mengantri lama meskipun para calon penumpang yang akan terbang juga cukup membludak waktu itu. 





Bandara Internasional Hasanuddin merupakan salah satu bandara transit atau internasional terbesar di kawasan Indonesia timur. Bandara ini dibangun pada tahun 1935 oleh Pemerintahan Hindia Belanda. Dari beberapa artikel yang pernah saya baca dari bandara ini dulunya bernama Lapangan Terbang Kadieng yang letaknya sekitar 22 kilometer dari Pusat Kota Makassar. 

Keunikan dari bandara ini terletak di bentuk bangunannya yang mengadaptasi dari bentuk kapal pinisi. Kapal perahu kebanggan pelaut Bugis atau Makassar. Bandara ini sangat besar sekali dan modern. Kece lah pokoknya. Bandara Internasional Hasanuddin ini juga memiliki dua runway. Area taxi juga cukup menampung lebih dari 20 pesawat sekaligus. 

Ruang tunggu penumpang sangat nyaman dan luas dengan kursi tunggu yang nyaman. Sambil menunggu waktu boarding, saya menyempatkan untuk berkeliling sejenak tapi sayangnya gak banyak foto yang saya abadikan. Saat itu saya lebih menikmati pemandangan dari Bandara Internasional Hasanuddin ini. 

Agak sedikit berbeda yang saya perhatikan dari bandara ini. Kebanyakan jadwal penerbangan dari Makassar yaitu ke arah timur, seperti Manado, Kendari, Palu, Ambon, Gorontalo, Kupang, Bima, Sumba dan paling jauh  kawasan Papua (Manokwari, Sorong, Fak-Fak, Jayapura dan lain sebagainya). Arus lalu lintas penerbangan di bandara ini gak jauh beda dengan Jakarta atau Surabaya. Cukup sibuk dan ramai.  








Setengah jam menunggu waktu keberangkatan, tibalah waktu untuk kami dipersilahkan memasuki pesawat. Setelah tiket diperiksa dan gak ada kendala, saya bersama teman-teman berjalan di lorong menuju pintu masuk pesawat. 

Jadwal keberangkatan gak delay melainkan lebih cepat dari jadwal yang tercantum di e-tiket. Berjalan menuju pintu pesawat, perasaan rindu dengan rumah sudah terasa. Apalagi rindu terbang kembali. Melihat awan putih dari ketinggian, deretan gunung-gunung yang terlihat kecil dari atas pesawat, lautan biru yang sangat luas dan keindahan pulau-pulau kecil yang nantinya akan kami lewati setelah take-off dari Bandara  Internasional Hasanuddin. 

Seluruh kru sangat ramah. Gak ada penumpang yang tergolong ngeyel dan gak mau diatur. Semuanya berjalan dengan tertib. Semoga menjadi penerbangan yang indah, doa saya saat itu. Waktu boarding gak begitu lama. Semua penumpang sudah naik ke dalam pesawat. Terdengar suara capt.pilot yang memberikan salam sapa kepada penumpang dan memberikan informasi tujuan penerbangan dan kondisi cuaca saat itu.

Informasi dari capt.pilot cukup membahagiakan. Saya pun kembali tenang dan gak lupa berdoa, semoga seluruh rombongan selamat sampai tujuan. Persiapan sudah selesai, pesawat akhirnya bergerak maju dan bersiap-siap menuju runway. 

Proses take-off berjalan dengan mulus. Pesawat sudah terbang meninggalkan Kota Makassar. Gedung-gedung semakin mengecil, lautan luas mulai tampak. Hamparan sawah dan perbukitan hijau, menambah keindahan penerbangan. Apalagi di sepanjang penerbangan, selalu ditemani dengan gumpalan awan putih dan langit biru. Indahnya negeri ini. 

Pesawat akhirnya landing dengan mulus di Bandara Internasional Lombok. Alhamdulillah selamat sampai di Pulau Lombok lagi. Terimakasi buat Lion Air. Semoga kita dapat terbang bersama lagi dikemudian hari. Amin. 

Satu hal yang paling saya sukai saat terbang yaitu bisa melihat keindahan alam ini. Begitu indahnya Allah SWT menciptakan surga dunia yang harus kita jaga dan pelihara. Sangat sayang sekali apabila alam ini rusak oleh tangan-tangan manusia yang gak bertanggung-jawab. Mari kita menjaga alam ini untuk masa depan anak cucu kita kelak !.


Bisa baca juga  --- > Jalan-Jalan Ke Fort Roterdam  dan Pantai Losari


Penulis : Lazwardy Perdana Putra