Saturday, 11 September 2021

Kalau sudah ceritanya datang ke tempat nongkrong yang asyik nan kece, sudah pasti otak dan tangan gatal untuk mereview bebas tentang tempat dan menu apa saja yang menarik disana.  Hmmm, cerita kali ini masih bertemakan tempat ngopi yang rekommended buat dicoba. 

Berawal dari postingan sebuah tempat ngopi kece di instagram. Bentuknya cukup unik dan berbeda dari lainnya yang pernah saya datangi di Mataram. Berada di  komplek perumahan yang berlokasi di pinggiran kota. Suasananya cukup nyaman dan dijamin buat betah berlama-lama disini. So, jadi penasaran pengen nyobain ngopi disini sambil bersantai. 

Sehabis shalat Jumat,disaat jam istirahat kantor, saya bareng temen blogger juga secara dadakan datang kesini. Rencananya mau nyari tempat yang wifinya kenceng buat kerja. Tapi pas inget ada tempat ngopi baru, otomatis tujuannya ke Kava Coffee & Eatery 2.0 !. Berharap wifinya kenceng, semoga gak zonk. 

Jarak dari kantor ke lokasi gak begitu jauh. Kurang lebih lima menit waktu yang dihabiskan dari kantor ke cafenya. Lokasi Kava Coffee & Eatery beralamatkan di Jempong Baru, Kecamatan Sukarbela, Mataram. Tepatnya di jalan pintu masuk menuju perumahan Graha Lingkar Jempong atau berada persis di samping Kantor Varindo, Kota Mataram. Cafe ini baru launching Juni lalu. Gimana review saya tentang cafe ini, yuuk baca sampai habis ya !. 



Sesampainya di lokasi, kami fotoan dulu di depan cafenya yang terlihat instagramable gitu. Cuaca siang itu cukup terik tapi masih nyaman buat fotoan. Setelah eksis sedikit,  kami langsung mencari tempat duduk. Disini banyak pilihan mau nongkrong dimana. Dibagi dua ruang, ada indoor dan outdoor. Untuk indoornya gak begitu luas tapi okelah. Meja kursinya ala-ala cafe jaman sekarang. Nyaman, adem dan cocok buat kerja di depan laptop. 

Untuk outdoornya, nah ini nih yang buat saya penasaran datang kesini. Terlihat kece karena atapnya seperti tenda sirkus. Tenda besar berwarna putih dengan tiang-tiang yang kokoh sebagai penyangga. Apalagi datangnya menjelang malam, lampu-lampunya kece guys. Disini meja kursinya banyak pilihan. Ada meja bundar dengan empat kursi kayu dan ada bantalan kursinya. Sangat empuk untuk diduduki.  Ada juga setengah sofa terbuat dari kayu. Ada juga berupa lesehan dimana bantal-bantal berbentuk bundar diletakkan di atas rumput dengan dikelilingi meja-meja panjang. Apalagi disini banyak tanaman hiasnya. So,  membuat kita berada di sebuah taman yang penuh dengan tanaman hias nan hijau. 

Di Kava Coffee & Eatery 2.0 juga dilengkapi dengan mushola yang berada di sebelah barat bangunan utama dan toilet yang cukup bersih. Ada panggung live music juga lho. Sayangnya kami datang di siang hari, jadi belum rezeki menikmati live music yang hanya ada di malam hari saja. Lain kali kalau kesini jadwalnya kalau bisa sore sampai malam. Kava Coffee & Eatery 2.0 buka setiap hari dari jam sembilan pagi sampai sembilan malam. Untuk kondisi pandemi Covid-19, bukanya menyesuaikan kondisi dan aturan yang diberlakukan pemerintah setempat. 



Saat kami datang kesini, gak begitu banyak pengunjung yang datang. Mungkin jam siang kali ya, apalagi Hari Jumat. Masih pada baru pulang jumatan. Sedikit saran, kalau datang di siang hari, lebih baik memilih duduk di indoornya saja karena lebih adem. Kalau duduk di luar, terasa panas meskipun sudah dinyalakan kipas angin dengan putaran yang maksimal. Tapi kalau datangnya sore hingga malam hari, enaknya duduk di luar sambil menikmati live music. Itu saran saya saja sih. Selebihnya tergantung selera, hehehe. 

Pelayanannya sejauh ini cukup memuaskan. Dari kami datang, pesan minuman dan cemilan, sampai pesanan datang. Semuanya dilayani dengan cukup baik. Karyawannya juga cukup ramah dan masih muda-muda lhoo (karyawan cewek). Tapi saya sudah ada pasangan, jadi harus bisa jaga mata dan pikiran hahaha... (dasar otak mesum).

Jangan dimasukin dalam dompet,  hanya becanda. Kembali ke laptop!.


Kopi Susu Kava 25K

Kebab Pisang Cokelat 23K

Oke, sudah sampai di review menunya. Hmmm, mulai darimana ya?. Kita mulai bahas minumannya dulu. Saya memesan kopi yang namanya Kopi Susu Kava. Ini es kopi yang dicampur susu dengan gula aren. Untuk porsinya lumayan besar lhoo. Rasanya juga enak, seger dan manis. Cocok diminum siang hari. Satu porsi Kopi Susu Kava seharga 25K. Hmmm, lumayan sih tapi kalau kembali lagi ke rasa dan porsinya, cukup adillah. 

Untuk cemilannya, saya pesan Kebab Pisang Cokelat. Ini termasuk cemilan rekommended buat kalian coba. Saya suka dengan kebab satu ini. Kebetulan juga saya suka dengan pisang dan cokelat. Jadi otomatis pesan ini. Soal rasa gak diragukan lagi. Roti kebabnya lembut dan sedikit kering. Di dalamnya ada potongan pisang yang manis ditambah dengan cokelat. Lumer banget saat kebabnya digigit. Mantap, enak dan buat ketagihan. Satu porsi Kebab Pisang Cokelat seharga 23K. Harga makanan dan minuman disini sudah termasuk PPN lho ya. 

Disini sistemnya pesan makanan langsung bayar di kasir ya guys. Setelah bayar, kita dapat semacam nomor antri yang bisa kita bawa menuju tempat kita duduk. Saya dan teman saya bernama Jirin, memutuskan untuk duduk di outdoor saja karena di indoornya sudah ramai guys sama cewek-cewek yang terlihat sedang fokus kerja di laptop juga. Meskipun agak sedikit panas, tapi disini nyaman juga karena ada angin siwir-siwir. Jadinya agak membantu. Hmmm, memang paling asyik duduk di luar pas sore hari nih. Kapan-kapan dicoba lagi datang sore atau malam hari. 

Gimana, kalian tertarik nongkrong disini. Masih banyak menu-menu lainnya yang wajib kalian coba. Bisa kalian lihat di daftar menu yang saya taruh di bagian atas ya !.

Kerjaan selesai tepat waktu, perut kenyang, dan nongkrong juga puas. Lain kali saya bawa si kecil datang kesini. Keliatannya ramah anak. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Thursday, 2 September 2021

Untuk kesekian kalinya gowes kesini, gak ada kata bosan setiap mengunjungi Desa Tempos. Untung juga semenjak pindah rumah di daerah Kediri, Lombok Barat. Jadi sering banget memilih desa ini untuk tujuan gowes setiap akhir pekan. Jarak rumah ke desa ini hanya membutuhkan waktu dua puluh menit saja dengan mengayuh sepeda kesayangan. 

Pertama kali mengunjungi Desa Tempos, saya dibuat jatuh cinta dengan panorama alamnya yang bagi siapa saja datang kesini, pasti pengen balik lagi. Bisa dibilang Desa Tempos punya paket lengkap. Ada area persawahan yang sangat luas, perbukitan yang membuat udara di desa ini sangat sejuk, perkebunan, memiliki aliran sungai yang airnya cukup jernih dan warga desa disini sangat ramah oleh pengunjung.

Di saat kondisi yang masih membuat kita harus menjaga kesehatan bahkan meningkatkan imun diri sendiri, jalan-jalan ke Desa Tempos menjadi tujuan yang tepat. Datang di pagi hari, kita akan dimanjakan oleh udara yang sejuk disertai dengan kabut yang menyelimuti area perbukitan dan persawahan, melihat aktivitas warga desa hilir mudik, apalagi ke Desa Tempos dengan bergowes membuat jiwa dan raga kita tetap sehat. 


Desa Tempos yang berada di sebelah selatan Kantor Bupati, Lombok Barat ini telah menjelma menjadi jalur favorit para goweser baik dari Lombok Barat sendiri bahkan dari Kota Mataram dan sekitarnya. Memiliki jalur bersepeda yang mulus dengan jalan full aspal. Selain memiliki trek lurus, jalan di desa ini juga ada yang berkelok-kelok dan menanjak. Menjadi tantangan buat para goweser pemula seperti saya.

Di beberapa kesempatan, saya bareng teman-teman kantor pernah menaklukkan jalur dari Desa Tempos sampai Desa Banyu Urip kemudian melanjutkan bersepeda sampai Desa Jembatan Kembar dan balik ke Kota Mataram. Pemandangan yang kami lihat sungguh menakjubkan. Meskipun menempuh jarak kurang lebih empat puluh kilometer, kami sangat senang dan puas bisa merasakan gowes ke desa ini. 

Ceritanya ada disini --- > Gowes Sambil Kulineran di Desa Tempos

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya di awal Bulan Agustus, ada yang baru dari Desa Tempos. Kini, bagi para goweser yang akan bersepeda ke desa ini juga bisa menikmati kuliner yang dikenal dengan sebutan kuliner Mewah (Mepet Sawah). Lokasinya gak jauh dari Kantor Desa Tempos, Lombok Barat. Ide ini berasal dari teman-teman Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tempos. 

Melihat pertama kali di instagram, saya langsung mengontak tim gowes kantor. Minggu depannya kami berempat (saya, Mbak Dien, Mbak Tatik dan Mbak Puri) bersepeda ke lokasi. Meeting point di bundaran Patung Sapi, Gerung dan saya tiba duluan. Lihat jam tangan, waktu masih menunjukkan jam tujuh pagi. Alamat kesiangan nih karena para emak-emak belum nongol juga. Kontak via whatsapp, katanya masih dalam perjalanan. It's oke, saya menunggu sambil menikmati udara pagi nan sejuk. 


Sekitar jam tujuh lewat lima belas menit, semuanya sudah berkumpul. Kami melanjutkan mengayuh sepeda dengan waktu tempuh sepuluh menit saja sampai tiba di lokasi. Bersepeda di bawah sinar matahari pagi serta udara persawahan yang sejuk membuat hati dan pikiran kembali fresh. Dari kejauhan terlihat Gunung Sasak dan Gunung Mareje, kece bener. 

Sesampainya di lokasi, sudah banyak pengunjung yang bersantai di pinggir sawah. Hampir semuanya membawa sepeda masing-masing. Banyak anak-anak muda yang nangkring juga sambil berfoto selfie. Terlihat juga sepeda dan sepeda motor yang terparkir rapi di pinggir jalan. Jalan raya Desa Tempos pagi itu penuh dengan manusia dan sepeda. 



Ide dari adanya Kuliner Mewah ini berawal dari banyaknya orang yang bersepeda ke Desa Tempos baik dari dan luar Lombok Barat. Apalagi Desa Tempos merupakan jalur favorit para goweser untuk memacu sepeda di akhir pekan. Oleh karena itu, anak-anak muda disini melihat peluang besar dengan membuat para tamunya betah berlama-lama di desa mereka. Gak hanya bersepeda saja, tapi bisa menikmati kuliner khas yang ada di desa ini. Ada live musicnya juga lhoo yang dimainkan oleh anak-anak muda desa.

Kuliner Mewah ini adanya di Hari Sabtu dan Minggu pagi saja lhoo. Hadir dari jam enam sampai sembilan pagi. Hampir mirip dengan Car Free Day yang ada di Jalan Udayana, Kota Mataram. Kalau semakin minggu antusias pengunjung yang datang ke desa ini semakin tinggi, bisa jadi akan diperpanjang waktunya hingga sore hari atau mungkin mengambil tanggal merah. Informasi ini saya peroleh saat mewawancarai salah satu anak muda asli dari Desa Tempos. Namanya saya gak sebutkan ya. 



Ngomong-ngomong tetang kulinernya, disini ada empat stand yang saya ingat. Setiap stand menjual jajanan yang berbeda. Ada menjual aneka jajanan pasar dan khas Lombok seperti kue bantal, lupis, serabi dan kelepon. Untuk minumannya, ada kopi hitam, aneka softdrink dan yang paling saya suka disini ada minuman serbat. Apa itu serbat ?. Serbat minuman hangat yang dibuat dari jahe. Mirip seperti wedang asal Jawa. Minumnya selagi hangat, mantap pool. 

Disini juga ada paket-paketnya lhoo. Kalau milih paket 1 dengan membayar 25 ribu, kita mendapatkan fasilitas sepeda, sarapan dan serapi ditambah kopi hitam. Saya kurang paham sama fasilitas sepeda yang dimaksud apa. Maksudnya mungkin tempat menaruh sepeda kali ya?. Informasinya sih seperti itu. Ada juga paket 2 dengan membayar 15 ribu, kita mendapatkan sarapan, kue serabi dan kopi hitam saja. Kalau yang paket 3 bayarnya hanya 8 ribu, kita mendapatkan kopi dan jajanan khas Tempos. 

Hmmm, meskipun ada paketnya, kami bebas mau beli apa saja. Tinggal datangi standnya dan pilih-pilih mau makan apa buat menu sarapan pagi itu. Jangan lupa bayar lhoo ya !. Saya kebetulan melihat jajanan bernama kue bantal, langsung saja saya beli seharga 5 ribu sudah dapat lima biji kue bantal yang isinya pisang. Kue yang terbuat dari ketan putih yang isiannya potongan pisang, lalu dibungkus dengan daun kelapa atau lontar. Dimakan selagi hangat, tambah mantap pool. 

Untuk minumnya saya beli minuman serbat hangat. Serbat di Desa Tempos enak banget. Rasa jahenya pas hangat di tenggorokan. Cocok diminum disaat udara dingin di malam atau pagi hari. Apalagi di Desa Tempos udaranya sejuk, jadi cocok banget minum serbat.  Segelas serbat, saya membelinya seharga 5 ribu saja. Sedangkan teman-teman lainnya, membeli menu yang berbeda. Ada yang membeli nasi bakar. Nah nasi bakarnya yang buat saya penasaran. Lain kali kalau datang kesini lagi, mau cicipi nasi bakarnya. Kata Mbak Puri sih, nasi bakarnya enak banget. Apa beneran enak atau Mbak Purinya lagi laper banget ?. hehehe. 


Nah, disini saya mau kritik fasilitas tempat duduknya. Kalau saya rasa sih, cukup berbahaya kalau meja dan kursi kayu buat pengunjung berada di pinggir jalan. Apalagi lebar jalanan disini gak terlalu besar. Mungkin sedikit saran, kalau dibuatkan semacam gazebo atau saung di pinggiran sawah. Jadi kita juga gak kepanasan kalau berlama-lama disini. Soalnya kalau semakin siang, cahaya matahari semakin menyengat. Bagus sih berjemur, tapi kalau berjemur sambil makan apa enak ?. 

Semoga pengelolaan Kuliner Mewah Desa Tempos ini semakin kesininya semakin baik. Jangan lupa juga selalu menerapkan protokol kesehatan. Saya lihat masih banyak yang gak menggunakan masker dan berkerumun tanpa protokol kesehatan. Disini juga ada tempat mencuci tangan dan sabun, tapi pas saya mau cuci tangan, airnya gak ada alias habis. Mungkin bagi para pengelola harus memperhatikan ini. Terlihat sederhana, tapi sangat bermanfaat untuk banyak orang. 

Ayo, buat teman-teman yang belum sepat gowes ke Desa Tempos, jangan sampai ketinggalan lhoo !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday, 27 August 2021

Menikmati Senja di Tempat Kemarin : Pantai Batas Senja Dua


Hari libur yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam (1 Muharam 1443 H) enaknya di rumah saja kali ya.  Lagipula rasanya pengen rebahan seharian, menghabiskan waktu di rumah bareng keluarga. Ketika lagi tiduran di kamar, ada bunyi whatsapp. Pas cek eh ternyata mantan bos dulu kirim pesan ke saya yang isinya undangan mampir di kedainya. Beliau bersama suami baru membuka kedai yang lokasinya di pantai. Wah, main di pantai lagi kita. 

Namanya Ibu Yanti, beliau memang sejak dulu doyan jalan-jalan sambil kulineran.  Pas kami pernah satu kantor, bisa dibilang beliau bersama suami sering mengajak saya dan teman-teman lainnya mengunjungi tempat yang kece-kece di Pulau Lombok. Seiring berjalannya waktu akhirnya beliau punya kedai sendiri yang terbilang nyaman dan menarik. 

Tepatnya sekitar jam lima sore saya, istri dan Si Kenzi bersiap-siap menuju lokasi. Cuaca sore cukup cerah dan angin gak begitu kencang.  Jalan dari rumah melewati By Pass Bandara Internasional Lombok (BIZAM)  menuju arah BTN Gunung Pengsong, setelah itu melewati Desa Kuranji dan Mapak dengan pemandangan persawahan. Disini jalannya agak kecil ya tapi sudah full aspal. Gak jauh dari Desa Mapak, lokasi kedai sudah dekat. Jarak menuju pantainya gak jauh lagi.

Adapun jalan lainnya menuju lokasi, kita bisa melewati jalan lingkar selatan bagi kaliah dari arah Kota Mataram. Menuju ke arah barat Gedung Asrama Haji, gak jauh dari situ kita bertemu jalan kecil sebelah kiri sebelum Pantai Gading. Belok kiri, masuk ke dalam perkampungan. Disana tanya saja Pantai Batas Senja 2. Warga sana pasti tau.  Btw, bingung gak dengan penjelasan jalurnya ?. Kalau masih bingung nanti saya cantumkan di google maps di akhir cerita. Sabar baca sampai habis !

Lanjut ! 




Menyusuri jalanan aspal dari BTN Pengsong sampai bertemu dengan pertigaan kecil di Desa Mapak. Kami berbelok ke kiri. Nah ini jalannya menuju lokasi tepatnya di Pantai Batas Senja 2. Unik kan namanya. Gak jauh juga dari lokasi atau di sebelah Pantai Batas Senja 2, ada pantai bernama Batas Senja 1 yang terlebih dulu ngehits. Katanya sih diberi nama tersebut karena disini tempat yang romantis untuk menikmati matahari terbenam. Hmmm, buat saya sih dimanapun pantainya kalau bersamamu pasti lebih romantis lagi, Asssyiik !.

Meskipun saya belum pernah ke Pantai Batas Senja 1 tapi Batas Senja 2 sudah mewakili lah karena bersebelahan. Kedua pantai ini bisa dibilang sedang ngehits di kalangan anak milenial yang hobi nyari tempat nongkrong bareng teman atau gebetan. Kalau pergi kencan kesini sih cocok banget tapi harus bawa dompet lhoo ya (buat kaum adam dimana saja berada). 

Menghabiskan waktu kurang lebih lima belas menitan (jalan pelan), kami sudah sampai di parkiran kendaraan. Mungkin karena bukan hari libur Minggu kali ya makanya pantai ini gak terlalu ramai. Bisa jadi karena sedang pemberlakuan PPKM Darurat Level 4 (kayak mie goreng saja), So pantai ini terlihat sepi. It's Oke,  keberuntungan buat kami. Agak sedikit lega, gak banyak pengunjung jadi bisa buka masker agak lama untuk menghirup udara pantai yang segar. 

Sampai di lokasi banyak juga kedai yang buka disini. Kalau gak salah hitung kemarin, sekitar sepuluh kedai dengan keunikan masing-masing. Karena tujuan kami sudah ada yaitu ke kedainya Ibu Yanti, sebut saja Kedai Tempat Kemarin. Berjalan di pinggir pantai sambil mencari kedainya dengan suasana yang aduhai indahnya. Sudah lama gak jalan-jalan ke pantai di sore hari. Apalagi bisa buka masker merupakan kenikmatan yang hakiki. 






Terlihat dari kejauhan, Ibu Yanti melambaikan tangan ke kami. Sesampainya di kedainya, kami disambut dengan hangat. Gak hanya Ibu Yanti saja, ada suami dan anak-anak beliau. Suasana kedai sangat nyaman sekali. Pengunjung juga baru satu rombongan. Hari pertama buka, semuanya masih baru dong ya. Dari bangunan yang berkonsep tropis. Disini disediakan spot untuk berfoto instagramable. Sayangnya belum sempat fotoan disini karena maklumlah bawa si kecil.

Disini tempat duduknya ada dua pilihan, ada duduk beralaskan permadani dengan kelambu dan hiasan lampu menambah suasana menjadi romantis. Bisa juga duduk di atas dipan-dipan beralaskan kain pantai dengan meja cukup besar di atasnya. Disini gak ada kursi ya. Semuanya berkonsep tropis. Duduk santai di pantai sambil kulineran dan menikmati senja tiba di Pantai Batas Senja dua, Asssyik. 





Sampailah kita mereview menu yang kami pesan. Kebetulan gak terlalu banyak menu disini. Saran saja semoga kedepannya menu-menu lainnya juga tersedia. Oke, saya dan istri memesan Chiken Sambal Matah dua porsi dan Siomay satu porsi. Untuk minumnya saya pesan Susu Jahe hangat, sedangkan istri memesan Strauberry Latte. Untuk Kenzi, kami pesankan kentang goreng tapi gak banyak minyaknya. 

Untuk Chicken Sambal Matahnya juara banget. Nasinya pulen dan dihidangkan masih hangat. Potongan ayamnya juga sangat gurih dan dagingnya empuk. Apalagi sambal matahnya juara banget. Ini yang membuat enak, sambal matahnya pas pedasnya dilidah dan kaya akan bumbu. Rekomendasi buat kalian yang akan mampir di Kedai Tempat Kemarin. Seporsi Chicken Sambal Matah yaitu 15K. Cukup murah bukan !. 

Untuk siomaynya lumayan enak, gak terlalu kering dan olahan dagingnya pas. Ukuran satu porsinya cukup banyak. Jadi cukup buat kami bertiga. Satu porsi siomaynya yaitu 12K. Lumayan terjangkau buat kalangan mahasiswa atau anak sekolah. 


Susu Jahenya ini yang saya suka. Jahenya pas hangat ditenggorokan. Susu putihnya juga gak berlebihan. Manisnya juga pas karena saya kurang suka minuman yang terlalu manis karena sudah manis,Assyik !. Secangkir susu jahe saya habiskan, sudah lama juga gak menikmati susu jahe. Apalagi minumnya di pinggir pantai. Secangkir susu jahe seharga 6K. 

Untuk Strauberry Lattenya, gelasnya cukup unik. Mirip sebuah botol kaca dengan diberi penutup. Jadi bisa dibawa kemana-mana. Tapi gelasnya jangan dibawa pulang lhoo ya !,hahaha. Soal rasa ada yang kurang, yaitu rasa manisnya yang kurang. Potongan buah strauberry yang dimixing dengan susu putih sudah enak, tapi kurang manisnya saja. Seportsi Strauberry Latte seharga 14K. 




Syukurnya, Kenzi gak rewel dibawa kesini. Dia sangat enjoy dan senang bermain. Kami sangat menikmati suasana kedai dan pantai Batas Senja dua saat itu. Angin pantai pun gak begitu kencang, deburan ombak yang membuat pikiran menjadi tenang. Langit perlahan-lahan berubah menjadi kuning kemerahan. Tanda waktu senja sudah tiba.

Di Tempat Kemarin kami melihat matahari terbenam dengan indahnya. Lautan berubah warna menjadi hitam keemasan. Lampu-lampu kedai sepanjang pantai sudah dinyalakan. Kami memutuskan untuk stay disini sampai malam karena Kenzi sangat enjoy disini. Sudah lama juga gak nongkrong di tempat yang bagi kami ini sangat ternyaman. Gak banyak orang, bonusnya ya bisa melihat lukisan yang Allah ciptakan. Subhanallah !. Nikmat Allah manalagi yang kamu dustakan (Al-Quran : Surah Ar-Rahman ).

Setelah melaksanakan kewajiban shalat magrib, kami segera pamit ke Ibu Yanti dan keluarga. Over all, kedainya sangat nyaman, pelayanannya juga cukup baik meskipun agak lama sedikit. Tapi saya maklumi karena baru hari pertama buka. It's Okelah !. Para karyawan Kedai Tempat Kemarin juga sangat ramah yang didominasi dengan kaum perempuan semua, kecuali suami dan anak pertama Ibu Yanti, hahaha. 

Ohya, sebenarnya Kedai Tempat Kemarin itu mempunyai menu khusus alias andalan lhoo ya. Menu Grill yang saat ini sedang ngehits di kalangan milenial. Itu lhoo, potongan daging, sosis dan sayuran yang dimasak di atas pan atau wajan. Masaknya beramai-ramai dengan teman atau keluarga. Kalau sudah matang, langsung dimakan menggunakan sumpit atau sendok. Menu Grillnya ada di daftar menu di atas ya !. Lain kali kalau datang kesini, mau coba menu grillnya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Wednesday, 11 August 2021

Nongkrong Sambil Spotting Kapal : Kedai Pelangi, Pantai Cemare


Bisa dibilang Bulan Juli sampai Agustus ini, bulan yang menyibukkan. Sibuk dengan urusan negara. Urus data tabung oksigen yang sempat langka, obat untuk pasien Covid-19 dan urus ini itu. Puyeng dah pokoknya. Sampai akhir pekan saja digunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor yang dibawa pulang ke rumah. Dapat hari santai bersama keluarga itu sudah syukur banget. 

Hari bebas sama pekerjaan kantor, saya habiskan dengan mengajak anak dan istri refreshing sejenak sambil menghirup udara segar. Bukan mall atau wahana bermain pastinya, tapi ke salah satu pantai yang lumayan ramai dikunjungi warga. Sebut saja, Pantai Cemare Lembar. Lokasinya gak jauh dari Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Pantai ini belum termasuk ke dalam daftar pantai-pantai kece di Pulau Lombok, tapi menurut saya sih dilihat dari kenyamanan dan viewnya, pantai ini tergolong asyik buat nongkrong sambil menikmati udara pagi dan sore hari. Letak pantai ini saya suka karena sangat strategis. Berada di pintu masuk kapal-kapal besar berlabuh di Pelabuhan Lembar dan Gili Mas seperti kapal ferry,  kapal Pelni, kapal pesiar, kapal barang dan kapal tongkang. So, yang hobi spotting kapal, disinilah tempat yang cocok menghabiskan waktu untuk jepret-jepret kapal yang melintas. 

Ngomong-ngomong apa sih spotting kapal itu ?. Spotting yaitu kegiatan mengamati kapal yang melintas. Cara mengamatinya bukan hanya dilihat saja tapi difoto atau dibuatkan video. Hanya orang-orang yang memiliki hobi unik ini saja yang senang dengan kegiatan satu ini. Bukan hanya spotting kapal laut saja tapi bisa bus, kereta api dan pesawat. Sudah banyak di youtube video-video hasil spotting. Untuk di blog bisa dibilang sangat jarang ya kecuali blog saya, Asyik. 

Kembali ke laptop !.

Waktu yang pas datang ke pantai ini saat pagi dan sore hari. Beruntung bila datangnya pas jam sibuk kapal yang berangkat maupun yang datang. Siap-siap kamera dengan lensa tele bila ingin mendapatkan hasil jepretan yang kece.




Saya dan istri sering datang kesini karena lokasi pantai ini gak terlalu jauh dari rumah kami. Kurang lebih memakan waktu lima belas menit dari rumah, melewati jalan raya Gerung - Lembar. Saya pun sudah beberapa kali gowes kesini bareng istri dan teman kantor. Pantai ini memiliki cerita indah dan lucu buat saya dan istri. Pertama kali gowes alias kencan terselubung bareng istri (pas masih pedekate) ya ke pantai ini, hehehe.

Untuk menuju lokasi pantai terbilang gak susah. Sebelum sampai di pertigaan Pelabuhan Lembar, ada papan petunjuk di seberang kanan jalan yang bertuliskan Pantai Cemare. Kami belok kanan melewati jalan aspal yang mulus. Sesampainya di pertigaan yang banyak pohon-pohon kelapa, kami belok ke kanan lagi. Disini kondisi jalanan gak semulus sebelumnya. Gak jauh lagi kami sudah sampai di Pantai Cemare. Bila kurang jelas, bisa cek di google maps. 

Eits, ada satu rintangan lagi sebelum sampai di lokasi. Kami harus melintasi jembatan kayu yang umurnya sudah lebih dari sepuluh tahun. Bener-bener menguji adrenalin nih. Kami harus bergantian dengan kendaraan lain melewati jembatan karena susah sekali kalau harus dipaksakan berpapasan. 

Jujur, kami sempat khawatir bila melewati jembatan kayu ini. Sungainya lumayan dalam kalau terjatuh. Syukurnya jembatannya masih kuat menahan beban kendaraan yang melintas. Dari informasi warga setempat, Jembatan Cemara ini sempat akan direnovasi tapi sampai sekarang masih belum terealisasi. Kita doakan semoga bisa direnovasi sehingga warga yang melintas gak khawatir lagi. 

Setelah melintasi jembatan kayu. Jalanan berubah menjadi jalanan berbatu, melintasi kawasan hutan mangrove Lembar. Kawasan hijau yang buat imun tambah naik. Gak jauh dari kawasan mangrove, terlihat dari gapura bertuliskan Selamat Datang di Sunset Point Pantai Cemare Memasuki perkampungan nelayan dengan jalanan sempit menuju kawasan pantai. Sekitar seratus meter menyusuri jalanan sempit dan tanah bercampur pasir, kami sudah sampai di area parkir. Disini area pakirnya sangat luas. Bisa untuk motor dan mobil. Apalagi tukang parkirnya sangat ramah terhadap pengunjung. So, kami merasa aman memarkirkan motor disini.



Setelah memarkirkan motor, kami berjalan menuju pantai. Pengunjung sudah lumayan ramai. Sudah banyak warung dan cafe yang buka. Semuanya dikelola langsung warga setempat. Lumayan buat pemasukan warga. Menu-menu juga sangat beragam. Ada ikan bakar, cumi bakar, nasi goreng, mie goreng, kelapa muda dan lain sebagainya. Tinggal pilih mau duduk bersantai dimana sambil menikmati menu yang ada.

Hari Minggu adalah hari paling ramai pengunjung datang kesini, baik pagi maupun sore hari. Bagi yang ingin melihat sunset, bisa datangnya sore hari. Sedangkan untuk yang suka udara pagi, bisa datangnya habis subuh,hehehe. Kalau saya dan istri lebih suka datang pagi karena angin pantai gak terlalu kencang dibandingkan sore hari. Kasihan Kenzi kalau kena angin sore.

Sayangnya masih banyak yang gak memakai masker. Untuk mengantisipasi biar gak berkerumun, kami mencari tempat duduk yang gak terlalu dekat dengan pengunjung lainnya. Jadilah kami bersantai di sebuah kedai bernama Kedai Pelangi. Kedainya cukup sederhana, hanya ada beberapa bean bag warna-warni lengkap dengan meja kayunya. Atapnya dipasangkan paranet yang dihiasi dengan mainan bola-bola ukuran kecil sehingga gak khawatir kepanasan. Kami duduk di bagian depan dan langsung menghadap ke pantai.

Cuaca sangat cerah dan angin pantai gak terlalu kencang juga. Suasana pagi yang cukup nyaman. Kenzi juga sangat senang diajak ke pantai. Melihat birunya air laut, deretan perbukitan alam Sekotong, terlihat juga beberapa gili-gili seperti Gili Kedis, Gili Nanggu dan Gili Poh. Dari kejauhan di sebelah selatan, kapal-kapal ferry yang sedang off juga terlihat dengan jelas. 

Saya mengajak Kenzi jalan-jalan di pinggir pantai. Airnya tenang, pasir hitam yang landai dan udaranya bersih. Kenzi sangat senang melihat air laut dan perahu nelayan yang baru pulang melaut membawa hasil pancingan semalaman. Berbagai macam ikan yang didapatkan terutama ikan tongkol, kerapu, kepiting dan lain sebagainya. Kehidupan nelayan disini terlihat sangat sejahtera.




Saya dan Kenzi sedang asyik melihat perahu-perahu nelayan yang bersandar di pinggir pantai, istri memesan beberapa menu sarapan antara lain kentang goreng, sosis goreng dan nasi goreng. Semuanya serba digoreng lah. Gak lupa saya pesan ke istri, secangkir kopi susu hangat. 

Gak lama menunggu pesanan datang, istri memanggil kami berdua untuk merapat ke tempat duduk. Pesanan kami sudah datang. Saya segera balik ke tempat duduk. Perut juga sudah mulai lapar. Menikmati sepiring nasi goreng berdua dengan istri, biar lebih romantis gitu,Asyik. Kenzi asyik makan kentang gorengnya. Kami bertiga sarapan sambil menikmati suasana pantai.



Untuk nasi gorengnya sih lumayan enak karena ditambah telur ceplok. Kurangnya ya kurang banyak dan bumbu saja. Satu lagi kurang foto nasi gorengnya karena lupa difoto,hehe. Seporsi nasi goreng seharga 20 ribu. Hmmmmm,lumayan juga ya. Kentang goreng dan sosis gorengnya juga rasanya standar. Harganya juga sekitaran 15 ribuan. Tapi gak apa-apa, namanya juga kedai di pantai. Yang penting suasananya asyik guys.

Yang saya suka di Pantai Cemara ini, saya bisa spotting kapal-kapal ferry yang hilir mudik dengan jalur yang beragam. Ada yang ke Padangbai dan Tanah Ampo (Bali), Tanjung Perak (Surabaya), Ketapang dan Tanjungwangi (Banyuwangi). Sejak kecil saya suka berlayar menggunakan kapal ferry. Apalagi melewati pulau-pulau kecil nan hijau dengan gradasi warna lautan biru toska, kece habis. 

Untungnya membawa kamera dengan lensa tele kesayangan. Jadi bisa mendapatkan foto yang diharapkan. Sudah lama juga gak megang kamera dikarenakan sudah jarang explore alam Lombok dan sekitarnya lagi. Lebih banyak di rumah bersama istri dan anak bila hari libur (sedikit curhat).







Over all, menghabiskan waktu pagi bersama keluarga itu sungguh luar biasa. Apalagi mengajak menikmati alam Pulau Lombok yang sangat exotis dimanapun kita berada. Mau di gunung, air terjun, gili, dan alam pedesaan, Pulau Lombok memiliki semuanya. Terutama datang ke Pantai Cemare, tempat yang jarang orang luar tahu tapi memiliki panorama alam yang kece.

Menurut kabar burung, kedepannya Pantai Cemare ini akan disulap menjadi destinasi wisata yang kece. Sarana prasarana akan dipermak habis-habisan dan pantai ini akan menjadi destinasi baru yang Pulau Lombok punya. Saya setuju Pantai Cemare nantinya menjadi tujuan wisata baru di Gumi Sasak ini. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra