Tuesday 21 May 2024

Mengexplore Pantai Cemare dan Teluk Lembar Naik Perahu Boat : Makam Keramat Cemare, Lembar


Keindahan Pulau Lombok memang gak ada habisnya. Terbukti dari banyaknya destinasi baru yang bermunculan. Lokasinya sudah dari jaman dulu ada, tapi dengan kecanggihan teknologi jaman sekarang dan dibantu oleh media sosial, jadi viralah tempat tersebut. 


Sebut saja salah satunya, Orong Bukal yang ada di daerah Sekotong sana. Pastinya kalau explore kesana bakalan seru ceritanya. Saya pun sedang mencari waktu buat datang kesana. Gak hanya destinasi wisata alamnya saja, tapi dunia kuliner dan perhotelan pun banyak yang baru di Lombok. Kece kan !.


Dan lokasi yang saya sudah explore bareng keluarga beberapa minggu yang lalu yaitu Pantai Cemara, Lembar.  Sebelumnya saya pernah menulis tentang perjalanan menuju pantai ini, tapi ada yang berbeda. Jangan skip sebelum baca sampai akhir cerita. 


Bisa dibilang ini cerita liburan dadakan. Kebetulan lagi libur kerja, saya dan istri berencana mengajak anak-anak main pasir di pantai. Anak-anak memang suka bermain pasir. Berhubung masih pagi juga, enaknya ke pantai itu pagi memang karena udara pagi masih sejuk dan gak banyak orang dibandingkan sore hari. 




Hari yang sangat cerah. Menurut informasi dari BMKG juga, gelombang laut dan angin terpantau tenang dan gak ada ramalan akan hujan di sekitaran Pulau Lombok. Bagi yang mager di rumah sih ini berita buruk, tapi kalau seperti kami yang akan liburan, ini berita sangat baik, hehehe. 


Pagi hari sekitar jam tujuh, kami sudah bersiap-siap. Nyalakan mesin motor, istri sedang menyiapkan kebutuhan anak-anak selama di pantai. Gak lupa sunblok dan pakaian ganti jangan sampai tertinggal. Bawa makanan dan minuman sebagai pengganjal perut selama di pantai meskipun disana banyak warung makanan. 


Perjalanan dari rumah ke lokasi membutuhkan waktu hanya kurang lebih setengah jam saja. Melalui jalur ramai sama truk tronton dan bus yang akan menuju ke Pelabuhan Lembar. Untungnya pagi itu gak banyak kendaraan besar yang lalu lalang. Jadinya saya membawa motor agak santai. 


Kakak Ken seperti biasa posisi duduk paling depan, sedangkan Adeq Nala digendong bundanya di belakang. Touring kecil-kecilan, sambil latihan buat touring ke tempat yang lebih jauh lagi. Amin


Melewati Bundaran Gerung, kami mengambil arah ke Pelabuhan Lembar. Sepanjang perjalanan kami dimanjakan oleh area persawahan dan perbukitan. Kondisi jalan yang cukup lebar dengan aspal yang mulus. 


Saya sengaja berjalan santai agar dapat menikmati view di pagi hari dengan udara sejuk non polusi. Kurang lebih perjalanan sekitar dua puluh menit, kami sebentar lagi sampai di Pelabuhan Lembar. Tapi belum sampai di pertigaan pelabuhan, di sebelah kanan jalan ada belokan. Kami belok ke kanan mengambil jalur tersebut. 


Jalur ini menghubungkan menuju Pantai Cemara, Lembar. Aspal masih cukup mulus meskipun sudah gak selebar jalur utama. Kiri kanan sudah padat rumah penduduk. 


Lokasi sudah dekat, kami harus melewati jembatan kayu yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat kecuali truk dan bus. Kami sudah berada di area hutan mangrove. Terlihat di kanan kiri jalan, terpadat hamparan tanaman mangrove. Kondisi jalan sudah gak sebaik sebelumnya. Tapi it's oke, anak-anak masih menikmati dari atas motor. 





Nah, ini dia yang harus kalian perhatikan. Pantai Cemara itu garis pantainya cukup panjang ya. Jadi jangan keliru sama lokasi pantainya. Tujuan kami ke Pantai Cemara yang berada di sebelah agak selatan. Untuk jalurnya juga berbeda. Kami belok kiri menuju arah Jembatan Gantung Cemare yang baru dibangun dan merupakan salah satu spot foto kece disini. 


Melewati jalan yang cukup mengobok-obok isi perut karena kondisi jalan yang masih tanah berbatu. Kurang lebih satu kilometer di sisa perjalanan dengan kondisi jalan yang cukup menantang adrenalin, akhirnya kami sampai di pintu masuk Pantai Cemara atau biasa disebut Beach Camp Lombok (penyeberangan menuju Beach Camp Lombok). 


Setelah mencari tempat parkir dan turun dari motor. Kami berempat berjalan kaki menuju salah satu warung atau cafe tempat untuk bersantai. Disini banyak sekali berugaq (gazebo). Tinggal pilih sesuai dengan selera. View dari sini juga kece banget. Ombak pantainya juga gak besar. Air pantai yang tenang dan cocok sekali buat anak-anak berenang atau berendam disini. 





Disini banyak sekali nama cafenya ya, tapi sekilas seperti warung ikan bakar di pantai biasanya. Gak semewah atau sekece cafe-cafe di perkotaan dan daerah Senggigi atau Kuta sana. 


Tapi menurut saya sangat nyaman sekali disini. Harga makanannya pun cukup terjangkau. Dari sekian banyak warung disini, tapi baru beberapa saja yang sudah buka. Dan kami pun memilih untuk bersantai di salah satu cafe bernama Cafe Martin. Keren juga ya namanya. Ada juga namanya Martin disini. Kirain Gading Martin yang punya eh ternyata bukan, hehehe. 


Buka google maps juga gak ada muncul Cafe Martin, yaudahlah mungkin belum daftar di google maps kali ya. Yang penting orang yang punya sangat ramah kepada kami. Seorang ibu-ibu yang pas kami datang sudah mempersilahkan untuk memilih tempat duduk. 


Sejauh ini anak-anak sangat nyaman dan sudah gak sabar pengen main pasir. Saya pun sudah gak sabar buka baju buat nyebur ke laut. Sedangkan istri hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah laku bapaknya lebih heboh dibandingkan anak-anaknya, hehehe. 


Kalau ditanya, "pantai mana di Lombok yang cocok buat anak-anak dengan view kece ?". Saya sarankan sih ke Pantai Cemara bagian selatan ya. Berhubung disini gak hanya melihat view laut saja, tapi di seberang sana, kita bisa melihat perbukitan alam Sekotong. Ditambah lagi melihat lalu lintas kapal ferry dan kapal barang lainnya yang baik dari atau menuju Pelabuhan Lembar. Anak-anak pun senang sekali melihat kapal lewat. 





Sedang asyiknya main pasir dan air laut, dari kejauhan terlihat sebuah perahu kayu yang akan akan menepi ke pinggir pantai. Terlihat perahu tersebut baru saja mengantar penumpang menuju seberang sana. Karena di seberang atau berhadapan dengan Pantai Cemara, terdapat sebuah penginapan bernama Beach Camp Lombok. Jadi gak heran nama penyebutan pantai ini Beach Camp Lombok. Kapan-kapan kita review penginapannya ya !. 


Saya pun langsung punya rencana buat ngajakin anak-anak untuk naik perahu sambil berkeliling di sekitaran Pantai Cemare dan Teluk Lembar. Istri pun antusias mendengar rencana saya. Akhirnya saya berjalan menuju si bapak perahu yang sedang menarik perahunya ke tepi. Namanya Pak Ahmad. Ini nomornya buat kalian yang mau pakai jasa perahu beliau (087769431314).


Bapaknya sangat ramah sekali. Terlihat dari senyumnnya saat saya tegur. Dari hasil negosiasi, bapak perahunya menyanggupi untuk mengantar kami berkeliling si sekitaran pantai. Untungnya juga cuaca lagi baik. Satu orang dewasa dikenakan tarif 10 ribu, sedangkan anak-anak dikenakan 5 ribu rupiah saja. 


Setelah menunggu si bapak lagi ke kamar mandi, kami berempat pun naik ke atas perahu. Ukuran perahunya menurut saya cukup besar. Catnya juga masih baru. Kondisi baik untuk mengajak anak-anak pertama kalinya naik perahu. Kakak Ken agak takut- takut pas naik, akhirnya seneng juga saat sudah duduk di atas perahu.  Sedangkan Adeq Nala seneng banget sambil teriak pas digendong naik ke atas perahu. Kalau ayah bundanya jangan ditanya, hahahaha. 





Tujuan pertama, kami diantar ke Beach Camp Lombok. Kita bisa foto-fotoan di dermaganya, kata si bapak perahu. Tapi setelah mendekat, kami gak jadi turun buat fotoan. Saya meminta bapak perahu buat muter-muter sekitaran Teluk Lembar sambil melihat puluhan kapal ferry yang sedang anchor. 


Air laut hijau kebiruan ditambah angin laut yang sepoi-sepoi, membuat kami sangat nyaman duduk di atas perahu sambil menikmati surga dunia dari Pulau Lombok. 


Di tengah perjalanan, bapak perahu menawarkan kami menuju Makan Keramat Cemare yang berdekatan dengan Pelabuhan Lembar. Uniknya makamnya berada di bawah air. Sebagai penanda, dibuatkan lah semacam bangunan permanen dari beton dan semen. Terlihat seperti bangunan masjid lengkap dengan kubahnya. Di dalam bangunan, terlihat bangunan makam salah satu wali penyebar Agama Islam di Pulau Lombok bernama Syekh Maulana Sayyid Alwi Al Bagdadi.


Di setiap tahunnya, banyak yang berziarah kesini. Ada juga dari luar Pulau Lombok seperti Jawa, Sumatera bahkan dari luar negeri ada yang datang kesini untuk berziarah. Untuk menuju makam wali ini, kita bisa diantar oleh perahu warga dengan disewa. Di atas makan sudah disediakan tempat untuk orang duduk dan memanjatkan doa dengan khusyuk. 


Keunikan dari makam keramat ini, bila air laut sedang pasang, makan ini tenggelam oleh permukaan air laut. Akan muncul bila air laut sedang surut. Untungnya saat kami datang kesana, air laut sedang surut. 




Lokasi Makam Keramat Cemare juga berdekatan dengan kedua pelabuhan yaitu Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas. Jaraknya gak begitu jauh. Selain mengitari makam keramat ini, kami juga diantar bapak perahu melihat puluhan kapal yang sedang anchor di sekitaran Teluk Lembar. 


Kurang lebih setengah jam berkeliling, kami pun balik ke pantai. Perut sudah laper banget. Pastinya menu yang sudah dipesan tadi sudah siap. Sudah gak sabar menyantap beberapa menu seafood yang istri sudah pesan tadi.


Kurang lebih setengah jam lebih kami berkeliling menggunakan perahu. Cuaca saat itu sedang baik. Gak ada arus atau gelombang laut. Air pun sangat tenang. Angin laut juga gak kencang. Anak-anak pun sangat senang. Bahkan mereka minta berkeliling lagi. 






Setelah baik ke Warung Pak Martin, kami segera bersih-bersih. Menu yang sudah dipesan sudah siap di atas meja. Bakalan habis nih makanannya. 


Yang dipesan ada Ikan Baronang Bakar, Udang Bakar, Sambel Terong Bakar dan Nasi Putih. Untuk Ikan Baronang Bakarnya matengnya pas. Bumbunya juga enak. Tingkat pedesnya sesuai dengan lidah saya dan istri. 


Buat saya yang paling enak itu udang bakarnya. Kata istri ini Udang  muara. Penampakannya warna merah gitu. Sangat gurih saat dimakan. Kulit udangnya juga sangat renyah. Daging udangnya sangat manis. Apalagi ditambah dengan bumbu pilihan. Buat selera makan bertambah. Maknyus. 


Makan siang gak lengkap kalau gak pake sambel terasi. Kebetulan kami gak memesan Pelecing Kangkung. Sebagai gantinya kami memesan terong bakar sambel terasi. Enak bener dan seger. Pas banget dipadukan dengan Ikan Bakar Baronang dan Udang Bakarnya.


Anak-anak juga bisa makan udang bakar karena rasanya manis dan gak pedas. Sebagai pelengkap, istri memesan telur dadar goreng. Tambah lahap tuh anak-anak makannya. 


Ada yang bertanya berapaan habis duit kalau pesan menu seperti itu ?.


Berhubung kami berdua suka paket hemat. Jadi Ikan Bakar Baronangnya harganya 35 ribu sesuai berat ikannya. Udang Bakar 10 ribu satu porsi. Terong Bakar 10 ribu. Nasi putih 5 ribu seporsi. Jadi totalnya kurang lebih 70 ribu. Cukup murah kan kalau makan seperti itu dibandingkan makan di mall, hehehe. 


Mandi di pantai sudah, keliling di sekitaran Teluk Lembar sudah, makan sudah, dan perut sudah kenyang juga. Saatnya balik pulang ke rumah. Khawatir keburu ngantuk di jalan. Kalau sudah semuanya ngantuk, entar berabe di jalan. Bisa-bisa numpang tidur di warung ibunya lagi, hehehe. 


Buat kalian yang pengen berlibur ala-ala kami di Pulau Lombok, boleh dicoba seperti cerita yang saya tulis dari awal berangkat sampai mau pulang. 


Liburan itu gak mesti ke tempat yang jauh, liburan di deket rumah juga bisa. Asalkan bisa menikmatinya saja. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Saturday 11 May 2024

Mengisi Libur Lebaran ke Kebun Raya Lombok, Lemor


Ini cerita saya saat menginap di rumah nenek di Desa Batuyang, Lombok Timur. Seperti di setiap tahunnya, setelah Shalat Eid Idul Fitri dan Makan Opor Ayam ditambah Ketupat, kami sekeluarga berkunjung ke rumah keluarga sekitaran Ampenan untuk bersalam-salaman mengucapkan maaf atas kesalahan yang sudah diperbuat baik sengaja maupun tanpa disengaja.


Siangnya, barulah kami sekeluarga berangkat menuju ujung timur Pulau Lombok, tepatnya ke Desa Batuyang, Kec.Pringgabaya, Kab.Lombok Timur yang merupakan kampung halaman mama. Moment yang dinanti-nanti di setiap tahunnya bisa berkunjung ke rumah nenek. Gak lengkap rasanya kalau gak menginap karena dari rumah nenek, banyak sekali destinasi wisata alam yang bisa kita explore. 


Ada Desa Sembalun, wisata Pohon Purba, Gili Kondo, Bukit Kayangan dan yang kami kunjungi tahun ini yaitu Kebun Raya Lombok atau biasa disebut Kebun Raya Lemor. 


Bisa dibilang ini kali ketiganya saya berkunjung kesini dan pertama kalinya mengajak anak-anak. Pastinya lebih seru dan asyik mengajak anak-anak bermain disini. Apalagi yang namanya anak kecil kalau sudah diajak jalan-jalan ke tempat yang kece, pastinya mereka bahagia banget.


Awalnya pengen ke Desa Sembalun, tapi cuaca lagi gak nentu dan sering turun hujan. So, kita ke Sembalunnya di lain waktu saja. Untungnya di sekitaran Sembalun ada destinasi wisata alam yang pas banget untuk keluarga. Lokasinya ada di Geosite Lemor, Kab.Lombok Timur. 




Jalur menuju kesini, bisa dibilang satu arah menuju ke Desa Sembalun. Dan untuk menuju kesini, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Untuk tranportasi umum menurut informasi yang terbaru, sudah gak ada. Sayang banget ya !. Semoga pemerintah daerah bisa melihat ini. 


Kami berangkat dari rumah nenek sekitar jam sepuluh pagi. Agak kesiangan memang karena menunggu adik bungsu yang dari Mataram belum datang. 


Perjalanan kami mulai dari Desa Batuyang, kemudian menuju arah perempatan eks Pasar Pringgabaya, kemudian belok ke kiri ke arah Makan Selaparang dan Desa Suela. 


Kita akan melewati hamparan sawah dan tanjakan yang sangat keren. Dari kejauhan terlihat puncak Gunung Rinjani bila cuaca sedang bagus. 


Kurang lebih dua kilometer dari Makan Selaparang, kita akan bertemu dengan pertigaan Kantor Camat Suela. Disebelah kiri jalan, ada papan petunjuk. Bila lurus, kita akan ke Aikmel dan Kota Mataram, sedangkan ke kanan kita akan menuju Geosite Lemor dan Desa Sembalun. 


Kami belok kanan menuju Geosite Lemor yang lokasinya sudah gak jauh lagi dari pertigaan tersebut. Jalanan sudah semakin menanjak, pertanda kami sudah berada di ketinggian. Suasana selama perjalanan saat itu cukup ramai oleh kendaraan roda dua dan empat karena memang disaat libur lebaran ini, tujuan wisata yang paling populer yaitu Desa Sembalun. 


Gak sedikit juga saya lihat sepasang muda-mudi berboncengan naik motor, berpelukan dan si laki bawa motornya pelan banget sampai buat macet. Sudah tau jalanan lagi ramai, mana kendaraan di belakangnya gak bisa nyalip. Ujung-ujungnya kayak antri masuk tol. Serasa dunia milik bersama. Pernah gak kalian temuin di jalan seperti ini ? Hehehe. 




Gak lama kemudian, kami sudah sampai di pintu masuk Kebun Raya Lombok yang berada di kawasan Geosite Lemor. Saat menurunkan kaca mobil, udara sejuk khas pegunungan sangat terasa. Adem banget. Ditambah lagi langit agak sedikit mendung, tambah dah tuh pengen berlama-lama disini. 


Masuk ke dalam kebun raya, pengunjung dikenai tarif 5 ribu per orang. Saya lupa, kalau mobil berapa ya ?. Kalau ada yang tau, boleh koment di bawah ya. Setelah melewati portal pintu masuk. Para petugas mengarahkan mobil untuk parkir di area belakang. Area parkirnya cukup luas ya. 


Dari dalam mobil, saya melihat sungguh pemandangan yang sangat hijau. Kiri-kanan banyak pepohonan dan rerumputan hijau yang sangat terawat. Pengunjung pagi itu sudah cukup ramai. Para pedagang dari penjual cilok, balon, dan lain sebagainya sudah ada disini. Tenda-tenda warung juga ada disini. Jadi jangan khawatir kalau laper. Disini banyak makanan ya guys. 


Setelah turun dari mobil, saya dan lainnya jalan kaki menuju area rerumputan hijau yang bisa jadi tempat duduk. Anak-anak pun sudah gak sabar pengen bermain. Kami memilih duduk gak jauh dari area parkir. Rerumputannya boleh diduduki lhoo ya. Dekat juga dengan gazebo (berugaq) tempat berteduh bila hujan turun. 


Kami menyewa tikar jadi alas untuk duduk. Satu tikar dikenakan biaya 10 ribu dipakai sepuanya. Disini tempatnya nyaman ya. Dikelilingi oleh pepohonan yang cukup rindang. Ada pohon mangga, manggis dan lain sebagainya. 


Ini ketiga kalinya saya berkunjung kesini. Saat pertama kali kesini dulu terkesan tempatnya nyaman dan buat betah berlama-lama bersantai. Dan datang kesini lagi bareng keluarga, kesan itu masih sama. Nyaman dan buat betah bersantai-santai sambil tiduran. 


Penyebutan tempat ini sebenarnya ada dua. Ada orang yang menyebutnya Kebun Raya Lemor karena lokasinya berada di Geosite Lemor. Banyak pula orang menyebutnya dengan nama Kebun Raya Lombok. Tapi sebenarnya sama saja dari segi penyebutan. Sah-sah saja, hehehe.





Kebun Raya Lombok merupakan satu-satunya kebun raya yang ada di Pulau Lombok. Tahun 2007, Tim Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI melakukan survei lokasi ke NTB dan NTT. Dari hasil survei dan analisis, terpilihlah Hutan Lindung Lemor, Suela, Lombok Timur menjadi kebun raya dan sampai saat ini menjadi tujuan wisata warga Lombok menghabiskan akhir pekan dan libur panjang.


Saat ini Kebun Raya Lombok menjadi hutan lindung dan ditetapkan sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) melalui Keputusan Menteri Kehutanan (sumber:radarlombok.co.id). Jadi jangan heran, Kebun Raya Lombok memiliki fasilitas yang cukup baik karena dikelola oleh pemerintah.


Memiliki beberapa jenis tanaman kurang lebih 1227 spesies. Dari jenis tanaman bunga sampai tanaman berbuah. Diantaranya ada yang dilestarikan. 


Dari informasi yang saya ketahui dari tempat ini, Kebun Raya Lombok memiliki luas area konservasi yaitu 82.9 hektar. Dimana untuk area terbuka seluas 48 hektar. Kebun raya ini cukup luas. Terasa banget saat saya berjalan mengitari beberapa spot menarik seperti hamparan rerumputan hijau. Melihat area perkebunan buah-buahan. 


Berjalan ke arah selatan, kita bisa melihat tugu buah. Disini terdapat beberapa aneka jenis tanaman buah. Sayangnya pas datang kesini, belum memasuki musim buah. Tapi senang rasanya, saya bisa mengajak anak-anak untuk mengenal alam. Belajar berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Bahkan anak-anak betah bermain disini. 





Saya bersama anggota keluarga lainnya, ada anak istri, nenek, mamak bapak, adek-adek, tante dan sepupu, menghabiskan waktu dari pagi hingga siang hari. 


Sejak pertama hingga terakhir kesini, kondisi kebun raya tetap bersih, asri, nyaman dan tambah teduh karena pepohonan sudah mulai tinggi dan besar. Banyak pedagang kaki lima yang menjual segala macam makanan dan minuman. 


Biar gak boring, kami membeli beberapa cemilan untuk mengisi perut biar gak laper. Disini juga tersedia kopi panas. Enak nih siang-siang di tempat yang adem kita ngopi sejenak. 


Gak hanya pedagang kaki lima saja, tapi ada bapak penjual balon dan gelembung sabun juga. Anak-anak minta dibelikan balon dan gelembung sabun. Mereka pun bermain dengan senang. Berlarian kesana-kemari tanpa ada rasa capek. Dunia anak-anak banget ya. 


Buat kalian para penggemar cilok, disini banyak pedagang cilok yang sudah legendaris. Rasa ciloknya enak bener. Harganya pun murah meriah. 


Semakin siang, para pengunjung semakin ramai yang berdatangan. Terlihat dari beberapa spot sudah terisi oleh para pengunjung yang datang bersama keluarga. Ada pula yang mendirikan tenda ala-ala camping gitu. Jadi pengen next time bawa tenda juga. 


Ada juga yang datang berpasangan, entah itu sudah sah suami istri atau pacar, gebetan atau selingkuhan, hahaha... Suzana saja nih orang (suuzan maksudnya). 



Ohya, sekedar informasi. Di Kebun Raya Lombok ini juga kita bisa mengadakan acara atau kegiatan seperti camping, family gathering dan outbond. Tempatnya pun sudah disediakan bagi siapa yang mau. Anak-anak sekolah kebanyakan datang kesini untuk camping dan outbond. Tempatnya emang cocok dan nyaman. 


Gak banyak yang saya lakukan disini. Saya hanya bersantai menikmati suasana saat itu sambil mengawasi anak-anak main gelembung balon. 


Over all, lokasinya sangat terjangkau dari pusat Kota Mataram. Berada di jalur menuju Desa Sembalun. Fasilitas umum seperti mushola, kamar mandi dan tempat sampah pun tersedia. Pengelolaannya cukup terjaga. Gak ada sampah satupun yang saya lihat saat berada disana. Petugasnya pun ramah-ramah dengan pengunjung. 


Kurangnya, untuk transportasi umum sangat sulit ditemui. Bahkan di era sekarang pun sudah gak ada angkutan umum atau desa yang melintas ke Kebun Raya Lombok karena warga sudah menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. 


Itu dulu cerita libur panjang lebaran saya bersama keluarga. Liburan gak perlu menghabiskan uang banyak. Tempat di sekitar kita pun bisa didatangi dengan harga dan akses terjangkau. 


Catatan : 

Jalur Menuju Kebun Raya Lombok

1. Kota Mataram - Narmada - Mantang - Kopang - Masbagik - Aikmel - Suela - Lemor - Kebun Raya Lombok.

2. Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid - Batu Jai - Kota Praya - Kopang - Masbagik - Aikmel - Suela - Lemor - Kebun Raya Lombok.

3. Pelabuhan Bangsal - Pemenang - Tanjung -  Bayan - Sajang - Desa Sembalun - Kebun Raya Lombok.


Penulis : Lazwardy Journal


Monday 15 April 2024

Moment Indah Saat Berbuka Puasa di Tepi Pantai : Sunshine Cafe Pantai Batas Senja Dua


Di awal cerita ini, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Minal Aidin Walfaidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk seluruh pembaca setia Lazwardy Journal dimanapun berada. Dan saya ucapkan banyak terimakasi sudah setia mampir di blog ini dengan segala keterbatasan yang ada. 

Gak terasa kita sudah melewati Bulan Ramadhan dan Idul Fitri dengan rasa suka cita. Banyak moment-moment indah bersama keluarga dan teman. Buka puasa bareng, shalat terawih berjamaah, sahur bareng, hari raya bareng dan lain-lain.

Saat long weekends beberapa saat yang lalu, saya dan istri mengajak anak-anak untuk bermain di luar rumah. Kali ini Kakak Ken dan Adeq Nala minta main pasir pantai. 

Dalam kondisi berpuasa, enak kali ya pergi ke pantai sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka disana. Akhirnya saya mencari tempat yang nyaman dan aman buat anak-anak main pasir pantai. 

Baju renang dan perlengkapan bilas seperti sabun dan handuk gak lupa disiapkan. Gak lupa istri pun membawa takjil buat dibawa untuk berbuka puasa disana. 



Tujuan kami yaitu ke Pantai Batas Senja Dua yang berada di perbatasan Kota Mataram dan Lombok Barat. Lebih tepatnya berada di Jempong Baru, Kecamatan Sukarbela, Kota Mataram.

Cuaca sore itu cukup cerah. Anak-anak juga sudah gak sabar pengen main pasir di pantai. Saya siapin motor dulu dan beberapa perlengkapan yang ditaruh di dalam jok motor. Setelah semuanya sudah siap, barulah kami berangkat. 

Kurang lebih lima belas menit waktu tempuh dari rumah hingga sampai di lokasi, tibalah kami di sebuah pantai bernama Pantai Batas Senja Dua. Kenapa namanya ada akhiran dua ?. Saya pun kurang tau karena ini penamaannya dari warga sekitar.

Lokasinya juga ada di area pemukiman nelayan. Jadi jangan heran kalau jalur menuju kesini, kita akan melewati rumah-rumah penduduk kampung nelayan. Untuk lebih jelas jalurnya, nanti saya kasi mapsnya di akhir tulisan. 



Sesampainya di lokasi, suasana masih sangat sepi. Terlihat ada dua cafe yang lagi bersiap-siap untuk buka. Salah satu karyawan cafenya sedang menata tempat duduk dan meja. Beberapa bean bag yang warna-warni sudah ditata bersama meja kayu kecil dan payung sebagai atap melindungi dari hujan dan panasnya matahari. 

Angin pantai pun gak begitu kencang. Suara deburan ombak menyambut kami dengan suka cita. Untuk bayar masuk ke pantai ini gak ada ya alias gratis. Hanya bayar parkir motor saja 2 ribu per motor. 

Berhubung emang sengaja mau main pasir dan berbuka puasa di pantai, akhirnya kami memutuskan untuk nongki di salah satu cafe yang sudah buka, bernama Sunshine Cafe. 

Penampakan cafenya sih mengambil konsep tropikal. Bangunan utamanya pun sederhana. Terbuat dari pondasi semen, dinding dan atap dari kayu. Untuk tempat duduknya semuanya di outdoor dengan bean bag sebagai tempat duduk dan meja kecil dari kayu. Ditambah lagi ada payung untuk berteduh. Pohon-pohon kelapa menambah nuansa tropikal dari cafe ini.

Yang saya suka dari cafe ini yaitu pengelolanya sangat ramah kepada pengunjung. Kebetulan saat itu pengunjungnya hanya dua rombongan. Ada kami dan satunya lagi duduk di sebelah. Syukurnya gak rame ya seperti beberapa tempat bukber lainnya. Bener-bener suasana pantai banget. Tempatnya tenang dan gak banyak pengganggu. 

Apalagi kita gak perlu ribet untuk booking jauh-jauh hari. Sampai disana langsung pesan tempat dan dilayani dengan baik. Emang rezeki anak sholeh nih. Syukurnya lagi, tempatnya pas banget untuk menikmati sunset dengan view yang kece. 

Sayangnya untuk masalah kebersihan pantainya agak kurang ya. Banyak sekali sampah plastik yang berada di pinggiran pantai. Padahal garis pantainya bagus sekali. Landai dan lebar. Cocok buat area bermain pasir anak-anak. Bisa juga dijadikan lapangan bola pantai. 

Semoga para pengelola pantai atau warga kampung dan pengunjung khususnya juga bisa membuang sampah pada tempatnya. Agar pantai kembali bersih dan nyaman buat kita menikmatinya. Gak nyaman kalau kita bersantai di pantai, terus mencium aroma yang gak sedap. Ya kan ?.

Setelah meletakkan barang bawaan di atas bean bag, anak-anak pun sudah gak sabar mengambil perlengkapan mainan mereka. Seperti mainan skop, garputala, mangkok dan lain-lain. Katanya mau buat menara pasir. 

Saya juga ikutan main pasir, sedangkan istri lagi sibuk buka daftar menu buka puasa. Waktu menunjukkan jam setengah enam sore, masih banyak waktu untuk bermain dan menikmati suasana pantai. Awalnya sih saya mau mandi di pantai, tapi anak-anak lagi gak berani mandi. 



Biasanya sih kalau sore-sore gene, banyak muda-mudi yang datang kesini untuk pacaran. Duduk berdua sambil ngobrol ngalor-ngidul yang ujung-ujungnya jadi berantem. Yang cewek ngambek, dan cowoknya melas-melas minta maaf. Duh, khayalannya jauh amat yaak ? Hahahaha. 

Mungkin karena bulan puasa, jadi gak ada ya. Hanya ada anak-anak kampung setempat yang sedang bermain di pantai. Duh, bener-bener mengenang masa lalu saat kecil dulu. Setiap sore hampir setiap hari mainnya ke pantai. Main bola, main sepeda, pulang-pulang kena omel karena telat sampai rumah. 

Banyak hal yang kita bisa dapatkan bila duduk di pantai sambil melihat sejauh mata memandang ke arah laut. Utang dan mantanpun ikut terpintas di pikiran kita, bener kan? Hehehe.

Kami sudah memesan menu untuk berbuka puasa nantinya. Sambil menunggu pesanan datang, kami melanjutkan main pasir lagi. View sore saat itu sangat indah. Terlihat beberapa deretan pegunungan, Pulau Nusa Penida, Gunung Agung, dan perahu-perahu nelayan yang akan pergi melaut. 

Semakin sore, angin semakin sepoi-sepoi. Kami pindah main pasirnya ke sedikit dekat dengan pantai. Disini pasirnya agak basah. Meskipun pasirnya berwarna hitam, tapi cukup bersih dan nyaman untuk anak-anak. Si kecil sangat senang sekali main di pasir. Begitu juga si kakak yang dari kemarin minta terus diajak ke pantai. 



Waktu sudah sangat dekat dengan berbuka puasa, matahari pun semakin merunduk bersembunyi di balik awan putih. Dari kejauhan terlihat deretan perbukitan hijau. Terlihat juga deretan perbukitan dan Pulau Nusa Penida yang sudah berwarna kehitaman.

Setelah puas main pasir dan basah-basahan di pantai, kami berbilas dan berganti pakaian di kamar bilas. Disini fasilitasnya cukup lengkap ya. Ada mushola, kamar mandi yang bisa dijadikan tempat bilas dan buang air. 

Kurang lebih lagi sepuluh menit waktu berbuka, kami balik ke tempat duduk. Menu yang dipesan tadi sudah datang. Sengaja kami minta untuk diantar saat menjelang berbuka biar makanan masih hangat. 

Ada Nasi Ayam Bakar, Nasi Goreng, Mie Goreng, Mango Squash dan Milkshake Strauberry sudah siap di atas meja. Tinggal menunggu detik-detik waktu berbuka tiba. 

Melihat matahari terbenam, terasa syahdu sekali. Gak ada suara-suara musik atau orang ngobrol. Hanya terdengar suara adzan Magrib dan suara deburan ombak dengan view yang kece. Langit berwarna orange kekuningan. Air laut menjadi warna keemasan. Angin pantai sepoi-sepoi menemani kami berbuka puasa. Ditambah lagi lampu-lampu hias berwarna kuning sudah dinyalakan.

Kami berbuka puasa sambil menikmati menu yang sudah ada di atas meja. Kurma pun gak lupa dibawa dari rumah, hehehe. Menu yang pengen saya review yaitu Nasi Ayam Bakar dan Mango Squash.

Nasi Ayam Bakar 


Menurut saya Nasi Ayam Bakarnya enak banget. Daging ayamnya empuk. Bagian ayam yang dipakai yaitu bagian paha. Bumbu kecap yang dibalur di ayamnya enak banget. Nasinya juga pulen dan gak dingin. 

Topingnya ada irisan timun, kembang kol dan sambel matah sebagai penambah nafsu makan. Porsinya menurut saya cukup mengenyangkan. Harganya pun ramah di kantong. 

Mango Squash


Menu yang kedua yaitu Mango Squash. Sirup mangganya seger di tenggorokan. Apalagi dihidangkan selagi dingin. Ada kesan sodanya juga. Jadi terasa nyes. Pas banget diminum disaat berbuka puasa. 

Porsinya juga cukup besar. Chef-nya gak pelit sama pengunjung nih, hehehe. Harganya pun cukup terjangkau dan ramah dikantong. 

Mungkin itu saja dulu yang bisa saya bagi buat kalian semua. Semoga ada cerita-cerita menarik lainnya yang bisa saya tulis lagi di next postingannya selanjutnya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Sunday 31 March 2024

Tempat Makan Mie Bangladesh Sudah Ada di Kota Mataram, Lombok : Kedai Kopi Panjang Umur


Gimana puasa kalian yang sudah memasuki minggu keempat Bulan Ramadhan?. Semoga lancar terus ya sampai akhir Ramadhan. Amin. 


Biasanya kalau sudah memasuki pertengahan Ramadhan, sudah banyak undangan berbuka puasa bareng alias bukber. Ada undangan dari temen-temen TK, SD, sampai undangan para mantan juga ada. 


Apalagi sekarang lagi viral tuh di medsos yaitu para nonis alias temen-temen non muslim yang ikutan berburu takjil sampai borong semua jualan mamang penjual cilok. 


Saya juga sempat beberapa kali kalau pulang kantor, lewatin penjual takjil pasti ramai terus diburu pembeli. Sampai buat macet segala.


Begitu juga tempat-tempat makan seperti lesehan, cafe, resto dan hotel juga ikutan kebanjiran orderan bukber dengan promo paket bukber yang menggiurkan. 


Sampai-sampai kalau mau bukber di lesehan atau cafe, harus bookingnya jauh-jauh hari. Kalau datang langsung, bakalan kalian ditolak sama yang punya tempat. Bikin sakit hati kan ?. 


Kalau saya sih saranin, lebih baik pesen tempatnya paling lambat ya H-1 lah buat jaga-jaga. Itupun kalau kalian beruntung, hehehe.




Ngomong-ngomong soal tempat bukber. Saya punya tempat nongkrong yang pernah saya datangi beberapa hari sebelum Bulan Ramadhan tiba. Sebut saja namanya Kedai Panjang Umur. 


Lokasinya ada di Jalan Caturwarga, tepat di sebelah Apotek Caturwarga atau di seberang Rumah Sakit Islam Siti Hajar, Kota Mataram. 


Kalian gak perlu khawatir bila mencari lokasinya. Tempatnya persis di pinggir jalan besar. Gak perlu masuk gang atau mampir di rumah mantan segala. 


Saya pertama kali melihat kedai ini di Instagram. Namun di instagramnya nama akunnya @rotisrikayalombok kalau gak salah (koreksi bila keliru).

 

Yang buat saya tertarik datang kesini, pertama penampakan kedainya yang klasik banget. Kedua, menu-menunya yang buat langsun laper, ditambah harganya yang lumayan murah. Ketiga, jaraknya yang dekat dengan rumah sakit tempat saya kerja.





Konsep yang digunakan dari kedia ini yaitu klasik ala Pecinan gitu. Penampakan yang oriental. Dinding yang banyak dipajang foto atau gambar bertemakan Chinese. Meja kursi juga disesuaikan dengan konsep yang dipakai. Warna bangunan dan jendela khas warna hijau tua dan putih. Sebagai penambah hiasan biar terlihat cantik, ada lampion-lampion berwarna merah memberikan kesan oriental.


Buka di Hari Senin sampai Sabtu dari jam 10 pagi hingga 10 malam. Libur hanya di Hari Minggu saja. 


Kebetulan saya datangnya hanya sendiri. Hari Jumat habis shalat Jumat, saya jalan ke kedainya. Untungnya kedainya masih sepi. Mungkin hari Jumat kali ya. Sesampainya di depan kedai, saya pun membuka pintu dan langsung ke meja pemesanan. 


Disambut hangat oleh dua mas-mas sebagai karyawan kedai. Disini kita pilih pesanan terus bayar langsung. Setelah itu pilih tempat duduk sesuai keinginan sambil menunggu pesanan datang. 


Untuk tempat duduknya terbagi dua bagian. Ada outdoor untuk ahli hisap dan indoor yang pengen ngadem di tengah panasnya dunia ini. 


Untuk outdoornya terdapat beberapa meja dan kursi kayu. Enaknya disini bagi yang ahli hisap atau yang pengen bersantai sambil cuci mata liat kendaraan yang lewat. Siapa tau ada yang bening-bening lewat. 



Sedangkan saya lebih memilih bersantai di dalam saja biar lebih tenang sambil nyicil tulisan yang belum kelar. Saya memilih duduk di pojokan saja yang terdiri dari satu meja dengan empat kursi santai yang terbuat dari rotan. 


Hanya ada beberapa pengunjung saja yang duduk di dalam. Jadi gak terlalu berisik. Meskipun kedainya gak terlalu besar, tapi sangat nyaman sekali. Pelayanannya juga cukup baik dan cepat. Gak menunggu lama, pesanan saya pun sudah datang. Saya memesan satu porsi Mie Bangladesh, Roti Kukus Srikaya dan Es Kopi Tiam Susu.



Mie Bangladesh


Yang buat saya penasaran datang kesini yaitu pengen mencicipi Mie Bangladeshnya. Lihat fotonya di akun ignya, bikin ngiler. Terdiri dari mie kuning, telur mata sapi, sayur bayam, kuahnya kental sekali. Enak bener dan cukup pedas.


Sekilas dari Mie Bangladesh ini. Ini mie bukan berasal dari negeri Bangladesh lhoo ya. Menu mie ini aslinya berasal dari Medan, Sumatera Utara. Ada singkatannya lhoo  yaitu Bangladesh berasal dari kata Banglah Delima Sigli. Salah satu pendiri warung mie Bangladesh di Medan bernama Alm Abdullah Arsyad yang berasal dari Delima Sigli. Ciri khas dari menu ini yaitu nyemek atau agak berkuah. 


Rasa bawang putih nya yang sangat kuat membuat mie ini sangat enak sekali. Apalagi perpaduan bumbu rempah-rempahnya yang sangat kuat. So, kuahnya sangat pedas di lidah. Mirip seperti Mie Aceh. 


Dihidangkan di piring besi jaman dulu. Membuat saya mengenang masa-masa kecil dulu. Kalau mau makan nasi, pakainya piring ini. Al-Fatihah buat alm. almh nenek dan kakek yang suka pakai piring ini. Seporsi Mie Bangladesh yaitu 15 ribu saja. Cukup murah dan rasa gak recehan. 



Roti Kukus Srikaya


Cemilan yang cocok kalau sudah makan yang pedas-pedas yaitu Roti Kukus Srikaya. Sebenarnya ada beberapa rasa dari roti kukusnya. Ada rasa cokelat, strauberry, blueberry dan srikaya. 


Saya lebih memilih roti kukus srikaya. Ini roti rasanya buka seperti buah srikaya lhoo ya. Hanya penamaan saja Roti kukus srikaya. 


Rotinya berwarna putih dan sangat gurih. Toping di dalamnya ada adonan kuning telur, gula sebagai pemanis dan daun pandan. So, di gigitan pertama makan roti ini memberikan kesan manis. Pas dijadikan menu takjil di saat berbuka puasa. 


Seporsi Roti Kukus Srikaya terdiri dari tiga buah roti seharga 10 ribu saja. Cukup wort it buat kita yang hanya sekedar ngumpul sambil ngopi, cemilannya ya roti kukus ini. 



Es Kopi Tiam Susu


Terakhir yang pengen saya berbagi cerita dengan kalian pembaca setia Lazwardy Journal yaitu Es Kopi Tiam Susu. 


Mungkin kalian masih ingat dengan tulisan review saya saat ngopi di Kopihyang dan Kopityang beberapa waktu yang lalu. 


Kopi Tiam Susu yang saya pesan kali ini rasanya hampir mirip-mirip. Rasa kopinya yang agak sedikit pahit. Dipadukan dengan rasa susu putih. Apalagi diminum selagi dingin, bener-bener seger di tenggorokan. 


Segelas es kopi Tiam susu diberi harga 12 ribu saja. Sudah makan yang pedas-pedas, habis itu makan yang manis dan minumnya es kopi susu, rasanya puas banget makan siang saat itu. 


Hanya mengeluarkan duit 37 ribu saja. Sudah bisa makan tiga menu favorit yang ada di Kedai Panjang Umur Roti Srikaya Lombok ini. 


Buat kalian yang berencana mau bukber di luar, bisa nih jadi pilihan buat bukber bareng mantan, eh bareng keluarga atau teman maksudnya, hehehe. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra