Kalau lagi cari kuliner khas Banyuwangi di Bali yang rasanya nampol, satu tempat yang wajib dicoba adalah Nasi Tempong Indra. Tempat makan ini sudah cukup terkenal di Bali, terutama buat pecinta sambal pedas yang bikin keringetan tapi tetap gak bisa berhenti makan.
Buat kebanyakan orang kalau liburan ke Bali, nyari menu kuliner yang aksesnya mudah dan terletak di tengah kota yaitu Nasi Tempong Indra. Penasaran kenapa rumah makan ini ramai dikunjungi, Yuuk kita ulik !.
By the wea, siang yang sangat terik di Kota Denpasar, saya menyempatkan diri buat nyari oleh-oleh. Kebetulan ada yang nitip Sambel Tempong Indra. Lokasinya gak jauh dari hotel tempat saya menginap.
Setelah selesai acara dan check out dari hotel, saya lanjut nyari tempat kulineran yang ada di Bali sebelum menuju ke Padangbai buat balik ke Lombok. Salah satu tempat yang menjadi tujuan yaitu Nasi Tempong Indra yang berada di Jalan Dewi Sri no. 788, Legian, Kuta, Kab. Badung, Bali.
Kalau gak salah ada lima cabang yang ada di Bali. Yaitu di daerah Renon, Denpasar Barat, Tuban, Bedugul dan di Legian sendiri. Awalnya rencana ke cabang yang di Tuban tapi berhubung ngikutin google maps yang lebih condong ke Legian, jadinya kesini saja. Sama saja menurut saya.
Ada yang menjadi perhatian saya dari Nasi Tempong Indra. Dari beberapa informasi yang pernah saya baca, penamaan Indra berasal dari nama Ibu Indra si pemilik rumah makan. Mulai buka bisnis kuliner di tahun 2006.
Sebelumnya Ibu Indra juga sebagai pemilik beberapa apotek yang ada di Bali. Beliau juga mengembangkan bisnis di dunia travel. Akan tetapi bisnis travelnya mengalami kerugian dan bangkrut karena kena tipu.
Bangkit dari keterpurukan, akhirnya Ibu Indra membuka rumah makan Nasi Tempong Indra karena beliau suka sekali dengan nasi tempong masakan khas Banyuwangi, Jawa Timur.
Bisnis kulinernya gak hanya dikenal oleh tourist domestik saja tapi tourist mancanegaranya juga karena cita rasanya yang lezat dan sambel tempongnya yang bikin nagih.
Siang itu arus lalu lintas di daerah Seminyak dan jalan utama Legian padat sekali. Apalagi bertepatan dengan long weekends, jadinya benar-benar harus bersabar. Capeknya itu bukan di macetnya tapi karena panasnya Legian siang itu.
Setibanya di lokasi, saya melihat parkiran kendaraan cukup ramai. Benar saja, setelah memarkirkan motor dan masuk ke dalam rumah makannya, wowww ramai banget guys. Gila ini benar-benar ramai dan pas banget sampai di lokasi pas jam makan siang.
Di depan rumah makannya, terdapat beberapa gambar menu yang menarik buat dicoba. Salah satu yang pengen saya coba yaitu Nasi Ati Ampela karena suka makan ati (bukan hati) lhoo ya, hehehe.
Berjalan masuk ke dalam, terlihat ratusan pengunjung sudah memadati tempat duduk. Nyaris tempat duduknya penuh semua. Untungnya di bagian depan, ada meja dan bangku dari kayu yang masih kosong. Berhubung saya sendirian, saya diarahkan menempati meja yang ukurannya gak terlalu panjang.
Penampakan tempat makannya cukup sederhana. Bangunan berbentuk joglo khas rumah adat Jawa Timur. Tiang-tiang kayu jati kokok berdiri. Meja dan bangku juga semuanya kayu jati yang sudah diplamir.
Lampu-lampu bercahaya kuning menghiasi dalam bangunan. Terlihat gak hanya pengunjung domestik saja yang makan disini, dari mancanegara pun ramai datang kesini siang itu. Untuk ukuran rumah makannya cukup luas dan nyaman.
Saya sempat melihat salah satu artis bersama rombongan juga makan siang disini di waktu yang sama. Tapi saya lupa namanya siapa karena saya paling ingat kalau wajah saja hahaha. Kebanyakan yang datang makan siang kesini rata-rata rombongan atau berdua sama gebetan. Seperti di sebelah saya, datangnya berdua. Entah temen kerja, gebetan, suami istri atau tiiittt (sensor). Untuk itu saya hati-hati mengambil foto. Takut kena pelanggaran undang-undang ITE, hehehe.
Salah satu karyawan rumah makan menghampiri saya membawa selembar daftar menu. Saya memesan Nasi Ati Ampela Sambel Tempong satu porsi dan dua gelas Es Teh karena haus banget. Butuh yang dingin dan manis untuk memulihkan tenaga kembali.
Pelayanannya cukup baik dan cepat. Gak menunggu waktu lama, pesanan saya sudah datang. Sepiring Nasi Tempong Ati Ampela seharga 36 ribu dan Es Teh Manis seharga 15 ribu. Untuk porsinya kalian bisa lihat sendiri di foto, banyak sekali isi di atas piringnya.
Ada nasi putih, ati ampela, tahu tempe goreng, terong goreng, potongan timun, bayam, potongan labu yang direbus, ikan asin dan sambel tempong khas Nasi Tempong Indra yang super duper pedas.
Sambelnya gurih, manis, sedikit asem segar dari jeruk nipis dan pedas. Tapi ini pedasnya keterlaluan. Sampai saya nambah satu porsi nasi putih lagi. Enak banget dan meningkatkan nafsu makan. Apalagi waktunya makan siang.
Ukuran ati ampelanya cukup besar. Gurih, empuk dan gak terasa pahit. Tahu tempe gorengnya gak banyak minyak. Labu rebusnya juga enak. Ditambah sayur bayam dan timun yang segar.
Benar kata teman-teman yang sudah datang kesini. Sambel Tempong Indra emang juaranya. Karena sambelnya enak, saya membeli sambel tempong buat dibawa pulang ke rumah.
Kebetulan juga teman ada yang pesan, jadinya saya beli tiga botol sambel tempong seharga 103 ribu per botolnya. Untuk stok sambel tempongnya cukup tersedia. Jadinya gak khawatir kehabisan. Kalian juga bisa bawa sebagai oleh-oleh orang rumah dan teman kantor.
Ohya, jangan khawatir buat teman-teman muslim, disini makanannya sudah dipastikan halal. Menjadi pilihan buat kalian yang datang berlibur atau ada bisnis di Bali, bisa mampir makan di Nasi Tempong Indra. Buka dari jam sembilan pagi hingga jam sebelas malam.
Sekarang ini Nasi Tempong Indra gak hanya ada di Bali saja, tapi ada di Jakarta dan Medan juga. Selain menu Ati Ampela, masih banyak juga menu lainnya dengan harga yang berbeda. Ada Nasi Tempong Ayam, Bebek, Cumi, Udang, Lele, Empal dan Nasi Tempong biasa tanpa lauk.
Jadi kalau liburan ke Bali, bisa mampir di Nasi Tempong Indra!.
Penulis : Lazwardy Perdana Putra