Friday 31 May 2024

Touring Sehat Bersama Keluarga dengan Mengkonsumsi Jamu Favorit : Wisata Air Bunut Ngengkang


Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat beragam. Dari Sabang sampai Merauke, memiliki ciri khas dan keunikan di setiap daerahnya. Keindahan pantainya yang sungguh mempesona. Deretan gunung berapi yang menjulang tinggi . Beragam kulinernya yang lezat dan warisan budaya yang wajib untuk dilestarikan. 

Salah satu keindahan Indonesia yang menarik untuk diexplore yaitu Pulau Lombok. Tanah kelahiran saya, tumbuh besar di pulau yang dikenal dengan "Pulau Seribu Masjid". Banyak hal yang kita bisa temui di pulau ini. 

Dari keindahan deretan pantainya dengan pasir putihnya. Beragam air terjunnya yang menyejukkan mata. Gili-gili yang eksotis. Gunung Rinjani dengan kecantikan Danau Segara Anaknya. Beragam kuliner dan budaya yang menjadi magnet para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang ke Lombok. 

Salah satu cara untuk menikmati alam dan budaya Pulau Lombok yaitu dengan touring menggunakan sepeda motor. Sudah banyak kita lihat para pemotor yang melakukan touring dari berbagai daerah dari luar Pulau Lombok. Termasuk para artis yang hobi motoran dengan tujuan utamanya ke pulau. 

Saya yang asli orang Lombok pun sangat suka dengan kegiatan touring keliling Pulau seharian. Sudah banyak destinasi wisata yang saya explore menggunakan motor kesayangan. 

sebelum berangkat, minum jamu dulu !.

Menjelajahi berbagai tempat di Pulau Lombok memang hal yang sangat menyenangkan. Apalagi touringnya bersama keluarga tercinta. Touring biasanya memerlukan waktu yang cukup lama. Bisa berjam-jam, berhari-hari bahkan berminggu-minggu tergantung tujuan yang dipilih.

Kegiatan touring sama halnya dengan berpergian ke luar rumah seperti mendaki gunung, mengexplore hutan belantara atau air terjun dan kegiatan lainnya yang butuh tenaga. Touring butuh persiapan fisik yang maksimal. 

Beberapa diantaranya yang perlu disiapkan bila akan touring baik sendiri maupun dengan keluarga, antara lain : istirahat yang cukup dengan tidur yang teratur alias gak begadang. Pola makan juga dijaga. minum yang cukup, makan makanan yang berserat dan mengandung vitamin. Terpenting menyiapkan obat dan vitamin selama perjalanan. 

Kali ini saya touring gak sendirian lagi. Beberapa kali motoran ke lokasi menarik, pastinya mengajak anak istri di rumah. 

Sebenarnya memiliki keluarga yang sama-sama suka jalan adalah hal yang paling menyenangkan. Kebetulan juga saya dan istri memiliki hobi yang sama yaitu suka mengexplore destinasi wisata yang belum pernah kami kunjungi. 

Ditambah lagi kami sudah memiliki dua anak yang masih kecil-kecil. Kakak Kenzi  umur empat tahun dan Adek Nala berumur dua tahun. Keduanya sangat suka diajak jalan-jalan naik motor. Ibarat pepatah "Buah jatuh gak jauh dari pohonnya". Kalau orang tuanya hobi jalan, anaknya pun mengikuti. 




Kebetulan beberapa minggu yang lalu, saya dan keluarga mengunjungi salah satu destinasi wisata air yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi di Pulau Lombok. Sebut saja, Wisata Air Bunut Ngengkang. 

Ini pertama kalinya kami berdua mengajak anak-anak ke hutan dimana ada destinasi wisata air yang langsung dari sumber mata airnya. 

Lokasinya berada di Desa Buwun Sejati, Sesaot, Kab. Lombok Barat. Jalur menuju tempat wisata ini, kita bisa melalui jalur Kota Mataram - Taman Narmada. Lalu mengarah ke jalur Taman Suranadi dan Sesaot. 

Segala sesuatu keperluan selama touring sudah disiapkan. Saya memanaskan motor kesayangan. Istri lagi mengecek keperluan yang dibawa. Anak-anak sudah siap dengan jaket dan helm masing-masing. 

Cuaca pagi cukup cerah. Kami pun berangkat menuju lokasi. Semoga touring kali ini diberikan keselamatan dan kesehatan dari berangkat sampai kembali ke rumah. Amin 

Kakak Kenzi duduk di depan, sedangkan Adek Nala duduknya diantara saya dan istri. Mereka berdua sangat menikmati perjalanan dengan helm dan jaket mereka masing-masing. 

Perjalanan dari rumah sampai Desa Sesaot cukup lancar. Kebetulan hari libur, kondisi jalan gak begitu ramai (masih pada tidur di rumah masing-masing). Sengaja berangkat jam tujuh pagi biar lebih lama mandi di lokasi nanti. 

Sesampainya di Sesaot, kami mengambil jalur menuju arah ke Wisata Air Bunut Ngengkang. Kondisi jalan dari pintu masuk Desa Buwun Sejati menuju Bunut Ngengkang sudah cukup baik. Sepanjang jalan kita melewati pepohonan rindang khas Hutan Sesaot. 

Udara yang sangat menyejukkan. Suara aliran sungai sudah terdengar di telinga. Kicauan burung-burung yang sangat nyaring seakan menyapa kami "Selamat Datang di Rumah Kami"!. Kami pun sudah gak sabar sampai di lokasi. 

Jarak dari pintu masuk Desa Buwun Sejati ke lokasi gak begitu jauh. Sesampainya di area parkir yang cukup luas, kami pun turun dari motor. Beli tiket masuk 5 ribu per orang dewasa, sedangkan anak-anak gak dipungut biaya. Untuk tarif parkirnya 5 ribu per motor. 




Menuruni anak tangga satu per satu, kami berjalan mencari tempat duduk dan menaruh barang bawaan. Sudah banyak disediakan tempat duduk berupa gazebo (berugaq) untuk pengunjung. 

Pemandangan Bunut Ngengkangnya kece banget. Sinar matahari pagi terlihat dari sela-sela pepohonan. Berhubung masih pagi, belum banyak pengunjung yang datang. Suara aliran sungai dengan udara sejuk membuat gak sabar untuk turun ke sungai. 

Saya dan anak-anak langsung membuka pakaian dan segera turun ke kolam alami yang airnya dingin dan segar. Sedangkan istri masih menikmati pemandangan pagi saat itu. 

Penampakan Bunut Ngengkang berupa hulu sungai dengan kolam alaminya, kemudian ada aliran sungai dan air terjun mininya yang dikelilingi rimbunnya pepohonan di tengah hutan. Ditambah lagi bebatuan yang gak tajam dan gak licin di dasar sungainya. Karena airnya yang sangat jernih, dasar sungainya pun terlihat jelas. Ada juga beberapa spot foto yang bisa kita pakai untuk berselfie ria seperti rumah pohon, ayunan dan gazebo. 

Saya suka berendam dan berenang disini Anak-anak dan istri pun terlihat menikmatinya juga. Buat anak-anak sangat aman sekali mandi disini karena baik kolam maupun sungainya gak terlalu dalam. Tapi tetap orang tua selalu mengawasi anak-anaknya. 



Ini kali pertamanya anak-anak mandi di sungai dengan air bersuhu sekitar 8-15 derajat celsius. Tapi mereka berdua sangat senang meskipun takut-takut gitu turun ke air pas di awalnya. Lama kelamaan mereka menikmati juga. Dan gak mau berhenti. 

Saya dan istri pun gak khawatir bila anak-anak mudah masuk angin bila terlalu lama berendam di air dingin karena saya dan istri sudah menyiapkan solusinya.

Saat akan touring , saya selalu membawa beberapa jenis vitamin termasuk jamu kemasan dalam bentuk sachetan. Kami lebih suka mengkonsumsi jamu karena rasanya yang khas kaya rempah-rempah. Sebagai contoh jamu kunyit asam, temulawak ataupun beras kencur. 

Jamu gak melulu terasa pahit di lidah. Ada juga jamu yang memiliki rasa asam bahkan manis seperti kehidupan. Terkadang merasakan pahit, asam sampai akhirnya berbuah manis, Asyik.

Di Pulau Lombok pun sangat banyak jenis jamu atau obat herbal yang kita temui. Beberapa diantaranya ada Jamu Lemongrass Tea dari Desa Bilebante, Lombok Tengah. Minuman Serbat dari Desa Batuyang, Lombok Timur. Dan masih banyak lainnya yang bisa kita dijumpai di beberapa tempat yang tersebar di pulau ini. 

Selain jamu tradisional ada pula jamu pabrikan dalam bentuk serbuk atau cairan yang dikemas dalam bentuk sachetan. Merk-nya pun sangat banyak yang bisa kita dapatkan di apotek, toko obat, swalayan, minimarket sampai warung kelontong. 


Salah satu contoh jamu sachetan yang sering saya bawa bila bepergian menggunakan motor atau touring, yaitu Jamu Tolak Angin Anak Sido Muncul dan Bejo Jahe Merah. Jamu favorit keluarga karena bawanya gak ribet. Rasanya pun cukup nyaman di lidah. Terasa hangat dan dingin di tenggorokan karena mengandung daun mint dan jahe merah.

Bagi saya jamu merupakan minuman yang sangat menyehatkan dan gak rugi bila diminum sesuai dengan takaran. 

Jamu pertama kali diperkenalkan sejak jaman Kerajaan Mataram sekitar abad ke 8 - 10 atau di tahun 1300 Masehi. Dimana saat ini nenek buyut saya belum lahir, hehe.

Sempat mengalami pasang surut dikarenakan berkembangnya ilmu pengobatan modern. Sehingga jamu dianggap gak lebih baik dari obat-obatan sintetik dan modern. 

Tradisi mengkonsumsi jamu kembali eksis disaat jaman penjajahan Jepang sekitar tahun 1940-an karena saat itu dibentuk Komite Jamu Nasional dengan tujuan mempopulerkan kembali tradisi minum jamu di kalangan masyarakat saat itu. 

Minuman herbal ini sangat digemari oleh semua kalangan baik orang tua, dewasa sampai anak-anak karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Bahkan jamu dipercaya lebih efektif dibandingkan obat-obatan modern dari resep dokter. 

Kenapa begitu ?. Alasannya karena harganya relatif lebih murah, mudah dibuat, mudah didapatkan, rasanya enak dan diterima di lidah dan dipercaya bisa sebagai obat awet muda dan menjaga stamina. 

Percaya gak percaya !.

Meskipun jaman sekarang sudah banyak jamu sachetan dalam bentuk serbuk atau cairan, kapsul, tablet maupun minyak. Jamu racikan tradisional pun masih banyak digemari. Buktinya masih banyak yang berjualan jamu produksi rumahan. 

Selain jamu sachetan bermerk yang dijual di toko, saya dan istri sering memesan jamu seperti kunyit asam, beras kencur dan temulawak untuk dikonsumsi di rumah.

Anak-anak sangat senang minum jamu yang aman buat mereka seperti temulawak dan beras kencur. Awalnya sih terasa aneh di lidah. Tapi lama kelamaan rasanya enak dan bikin ketagihan. 

Kembali ke laptop !.



Gak terasa waktu sudah beranjak ke siang hari. Semakin siang pengunjung yang datang sangat ramai. Sampai sungai pun dipadati pengunjung yang mandi. 

Syukurnya kita sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Anak-anak pun duduk santai di gazebo sambil makan cemilan. Gak lupa saya mengeluarkan satu sachet Jamu Tolak Angin Anak Sido Muncul agar anak-anak gak mudah masuk angin. Rasanya hangat di tenggorokan dan badan terasa enteng setelah meminumnya. 

Produk Tolak Angin ada dua varian. Tolak Angin untuk dewasa dan anak-anak. Kandungannya antara lain ; ekstrak herbal adas, daun cengkeh, kayu ules, daun mint, jahe dan madu. 

Sangat cocok sekali diminum di tengah kondisi cuaca dingin, hujan atau setelah berenang di air dingin agar gak masuk angin. 

Anak-anak sangat suka minum Tolak Angin Anak, sedangkan saya dan istri minum Bejo Jahe Merah. Kedua produk lokal tersebut tergolong jamu.

Saya dan istri minum satu sachet Bejo Jahe Merah sekali sehari, sedangkan anak-anak minum hanya setengah saja. Gak apa-apa, yang penting mereka minum biar daya tahan tubuh mereka baik dan gak mudah masuk angin atau sakit. 

Sebelum pulang, istri memesan satu porsi Sate Bulayak untuk menu makan siang. Salah satu menu masakan khas Lombok yang sangat digemari karena memiliki cita rasa yang menggugah selera. 

Sate daging sapi dan ayam. Ditaburi dengan bumbu kari kaya rempah-rempah. Makan dengan Bulayak yaitu jenis ketupat yang dibungkus dengan daun lontar atau bulayak. 

Berenangnya sudah, makannya enak mengenyangkan, minum jamunya sudah dan touring sehatnya pun dapat. 

Mau touring kemanapun, jangan lupa selalu menjaga kesehatan. Hati-hati dijalan saat berkendara. Jangan memaksakan diri membawa kendaraan, istirahat bila badan sudah lelah, makan dan minum yang cukup, mengkonsumsi vitamin atau jamu untuk menjaga daya tahan tubuh kita selama di perjalanan. Happynya dapat, sehat bersama keluarga pun dapat. 

Touring sehat bersama keluarga ! 

Penulis : Lazwardy Perdana

Location: F67V+QCC Buwut Sejati, Sesaot, Kec. Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Bar. 83371, Indonesia

2 comments:

  1. Lombok nampak indah tenan ya mas. Moga keindahan alam dan segala cagar budayanya senantiasa abadi hingga anak cucu kita kelak.

    ReplyDelete