Skip to main content

Solo Touring ke Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa

Bisa dibilang, ini touring pertama saya semenjak Covid-19 muncul dua tahun yang lalu. Kebetulan tepat di Hari Minggu tanggal 12 Juni 2022, di Sumbawa Besar ada acara seminar Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kab. Sumbawa. So, saya gak berpikir dua kali untuk segera daftar. Sudah lama juga gak ikut seminar secara offline. Sudah bosen ikutan pertemuan secara daring atau online via zoom. Dan ini pertama kalinya saya ikut seminar di Kabupaten Sumbawa. Mantap.

Kali ini saya gak ngajakin anak istri karena kondisi yang gak memungkinkan. Berangkat dengan waktu yang sangat mepet dan bisa dibilang gak seperti biasanya saya melakukan perjalanan menggunakan motor. Dari Kota Mataram ke Kota Sumbawa Besar membutuhkan estimasi waktu enam jam perjalanan normal. Itu sudah termasuk dua jam penyeberangan kapal ferry dari Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) ke Pelabuhan Pototano (Sumbawa Barat). 

Tiba di Pelabuhan Kayangan



Kebetulan juga acaranya Hari Minggu, jadi saya berangkat Sabtu sore sekitar jam lima.  Agak sedikit molor karena anak yang paling besar masih ngajakin ayahnya main dulu. Mulai berhitung waktu, saya harus sampai di Sumbawa Besar sebelum jam dua belas malam biar dapat istirahat gitu. Untungnya ada temen yang nawarin nginap di rumahnya juga. Jadi lumayan hemat nih, gak perlu nyari penginapan lagi.hahaha.

Singkat cerita, dalam perjalanan dari rumah ke Pelabuhan Kayangan agak sedikit molor juga karena sedang ramai-ramainya di jalan. Maklum malam minggu, jadi banyak kendaraan yang menuju ke kota. Sesampainya di Pelabuhan Kayangan saya sudah ditunggu sama temen yang kerja di ASDP sana.So, langsung masuk kapal saja.hehehe...(gak perlu dicontoh). 

Menyeberangi Selat Alas yang Terkenal dengan Arusnya


Kapal ferry yang saya tumpangi KMP Satya Dharma, salah satu kapal favorit nih karena kecepatannya yang bisa menempuh perjalanan satu jam saja (bila kondisi laut tenang). Tepat jam delapan malam, kapal segera berlayar ke Pelabuhan Pototano. Cuaca di Selat Alas saat itu kurang bagus. Langit malam sedikit mendung dan gerimis di tengah pelayaran. 

Gelombang juga lumayan besar. Cukup goyang dumang kita di tengah laut. Kurang lebih satu jam lebih lima belas menit, kapal tiba di Pelabuhan Pototano. Gak perlu menunggu antrian menunju dermaga, kapal langsung masuk ke dermaga satu. Masih agak gerimis tapi setelah turun dari kapal, saya langsung tancap gas menuju Kota Sumbawa Besar yang akan memakan waktu dua jam perjalanan. 

Alhamdulillah Sampai Kota Sumbawa Besar 

Jalan gelap berliku sepanjang perjalanan antara Pelabuhan Pototano menuju Kota Sumbawa Besar. Berbeda dengan jalan di Pulau Lombok yang ramai dan banyak perkampungan yang kita lewati, jalanan di Pulau Sumbawa hampir seluruhnya itu perbukitan yang berkelok-kelok. Melewati hutan dan perkebunan. Jarang sekali kita menemukan perkampungan apalagi lampu penerangan jalan yang minim. Tapi saya berusaha untuk santai. Jalan hati-hati yang penting sampai dengan selamat dan sehat.

Jam dua belas malam sesuai target, saya sampai di Kota Sumbawa Besar. Suasana perkotaan sudah agak sepi. Hanya beberapa tempat tongkrongan yang masih buka dengan jumlah pengunjung yang lumayan banyak. Maklum malam minggu, jadi anak-anak muda banyak yang nongkrong.

Perjalanan belum sampai disini. Teman saya sudah menunggu di sekitaran kota. Kami berdua bertemu di sebuah jalan dan dia langsung mengajak mencari tempat makan. Tujuan kami mencari Warung Padang. Lagi-lagi dimanapun tempatnya, Warung Padang menjadi pilihan terbaik. Perut sudah lumayan lapar nih. Perjalanan malam yang cukup seru dan dingin. Enaknya makan Nasi Rendang kali yaak. Oke sepiring Nasi Rendang segera terhidangkan.

Setelah makan, saya menuju rumah teman yang menunggu tadi. Maaf lupa perkenalkan, namanya Mas Amin. Orang asli Cirebon tulen. Dulu teman semasa kuliah di Yogya. Susah seneng selama menjadi mahasiswa Yogya bareng dengan Mas Amin. Dia dapat jodoh orang Sumbawa, jadi orang Samawa.

Di rumah Mas Amin, saya menginap semalam. Cukup jauh,sekitar dua puluh menit dari pusat Kota Sumbawa Besar kami menuju Kecamatan Lopok. Sebuah kecamatan yang ada di sebelah timur Kota Sumbawa Besar. So, saya bermalam dulu di Lopok. Suasana pedesaan khas Sumbawa dengan kondisi perbukitan hijau. 

Update Ilmu Dulu Sebagai Apoteker yang Baik !.



Keesokan harinya, saya bangun subuh. "Bangun tidur ku terus mandi", malah nyanyi. Bangun tidur, saya langsung bergegas ke kamar mandi dan bersih-bersih. Seger juga air disini. Mandi pagi emang paling enak pool. 

Saya dan Mas Amin bersiap-siap untuk melakukan kegiatan pagi ini di Kota Sumbawa Besar, tepatnya di Hotel Grand Samota. Hotel baru yang lokasinya berada di pinggiran Kota Sumbawa Besar dan dekat dengan pantai. Sirkuit motorcross yang diklaim menjadi satu-satunya sirkuit motorcross terindah di dunia. Sirkuit yang menjadi tempat berlangsungnya ajang balapan Motorcross dunia yaitu MXGP. Seperti Motogp di Mandalika, Sumbawa juga akhirnya punya event balapan motor kelas dunia di Samota.

Perjalanan menuju Kota Sumbawa Besar pagi itu cukup lancar dan menyenangkan. Saya bisa touring lagi bersama Si Blue kesayangan (NMAX Biru) menikmati jalanan Sumbawa yang berkelok-kelok dengan panorama alam perbukitan dan hutan meskipun tetap panas poll. Sesampainya di Sumbawa Besar, kami langsung menuju hotel. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 WITA, semua peserta sudah berada di ruang acara. Wah, seneng dong bisa berjumpa dengan teman-teman kuliah dulu. Mereka pun menyambut saya dengan suka cita. Sudah lama juga gak ngumpul dan ngopi bareng.

Kegiatan seminar yang saya ikuti pagi ini dengan Tema "Mengenal Bahaya dan Gejala Hepatitis Pada Anak". Materinya sangat update, mulai dari aspek klinisnya sampai ekonomisnya dibahas disini. Ada dua pembicara yaitu Mbak apoteker Candra dan Mbak apoteker Indah Komalasari. Keduanya merupakan apoteker senior dan ahli dalam bidangnya. Menarik bagi saya karena sempat di awal bulan lalu, kita dihebohkan dengan penemuan kasus Hepatitis Akut pada anak yang belum jelas penyebabnya. Apalagi saya sudah memiliki dua anak, jadi sangat penting bagi sebagai orang tua menjaga kesehatan anak-anak kita.  

Mengunjungi Lokasi Peroyek Sirkuit MXGP Samota


Kegiatan seminar dimulai sekitar pukul 10.30, hmmmm...agak molor dua jam dari jadwal sebenarnya. Semoga gak sampai sore saja acaranya biar bisa tengokin sikuit motorcross terindah di dunia (katanya sih) yang lokasinya gak jauh dari Hotel Grand Samota tempat kegiatan seminar.

Singkat cerita ! Setelah selesai kegiatan seminar, saya dan Mas Amin tancap gas ke lokasi sirkuit yang saat itu progres pengerjaannya sudah mencapai 90 persen. Nama sirkuitnya lumayan unik menurut saya yaitu Rocket Motor Circuit Samota.  Cepet juga ya sirkuit ini dibuat. Karena penasaran dengan sirkuitnya, perjalanan terasa lama, hahaha.

Yang saya suka menuju sirkuit yaitu jalannya yang penuh dengan view kece. Gimana gak kece, sebelah barat kita bisa melihat lautan luas dan sebelah timur terlihat perbukitan khas Sumbawa. Saat saya datang kesana, pergelaran event MXGP Samota akan digelar dua minggu lagi. Terlihat kesibukan para pekerja yang gak henti-hentinya bertugas demi kesuksesan MXGP dan mengharumkan nama bangsa Indonesia khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Sayangnya kami gak diijinkan masuk ke area sirkuit. Hanya sampai di pintu gerbangnya saja. Ada sih jalan menuju sirkuit tapi agak curam dan tanah. Ban motor gak cocok untuk kesana. Okelah, gak apa-apa. Yang penting sudah gak penasaran lagi.

Balik Pulau Lombok Lagi !



Sudah gak sabar nih datang nonton menyaksikan para pembalap MXGP dari dua puluh negera yang bertanding. Dan saya pastinya nonton dong. Untuk ceritanya saya tulis terpisah ya. Bakalan seru dan lucu ceritanya. Comming Soon !.

Gak terasa hari sudah beranjak sore saja. Waktunya saya harus balik ke Kota Mataram lagi. Capek sih ya tapi mau gimana lagi, besok sudah masuk kerja lagi. Touring dari Kota Sumbawa Besar ke Kota Mataram saya skipp saja ya. Alhamdulillah perjalanan balik ke Kota Mataram sampai di rumah berjalan dengan lancar.

Sebagai bonusnya, saya upload foto-foto moment perjalanan Sumbawa-Lombok menggunakan kamera hp Oppo A54. Cerita tentang Tana Samawa dalam menyambut event MXGP Samota 2022 belum selesai alias masih berlanjut. 

Bersambung 

Suasana sore hari dari Pelabuhan Pototano bersama KMP Garda Maritim II




Lokasi :

Comments

  1. jadi inget dulu, trip dari pelabuhan poto tano ke kota sumbawa besar, malam malam, jalannya sepi banget, gelap
    tp alhamdulilah aman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah aman mas. Tp pas di daerah Utan itu yg mulai sepi. Hahahaha

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko