Saturday, 30 July 2022

Bertugas sambil jalan-jalan itu menurut saya bonus ya. Semenjak menjadi seorang ayah dan suami yang baik, bisa dibilang waktu buat traveling itu sangat langka. Pengen sih, tapi menjadi seorang imam di keluarga itu jauh lebih berharga, asyiiik (tumben bijak).

Melanjutkan cerita di Sumbawa Besar bulan Juni yang lalu. Ada satu cerita menarik yang pengen saya tulis yaitu tentang hotel terapung. Maksudnya, bukan hotel yang dibangun di atas permukaan air lhoo ya tapi ini sebuah kapal perang milik TNI yang difungsikan sebagai hotel terapung selama event MXGP Samota, Sumbawa.

Kok bisa dijadikan hotel terapung ya ?. Biar gak penasaran, dibaca terus ceritanya sampai selesai. 

Berawal dari ajakan teman (Mas Bama) yang mengantarkan saya dan Mas Anwar kesana kemari selama menjalankan tugas di Kabupaten Sumbawa. Setelah menyelesaikan kegiatan di salah satu rumah sakit pemerintah dan puskesmas, kami bertiga menuju Pelabuhan Badas. Pelabuhan barang dan penumpang yang lokasinya kurang lebih 10,5 kilometer dari Rocket Motor Circuit Samota. Memakan waktu tempuh kurang dari dua puluh menit menggunakan sepeda motor atau mobil.

Disana ada sebuah kapal besar milik TNI Angkatan Laut yang bersandar selama event MXGP Samota berlangsung. Perjalanan kurang lebih memakan waktu hanya lima belas menit saja melewati jalanan berkelok tepi laut menggunakan mobil pinjeman, hehehe.

Sesampainya di pelabuhan, mobil kami langsung menuju dermaga. Gak ada penjagaan ketat memasuki pelabuhan. Mobil langsung saja menuju dermaga dimana KRI Banjarmasin 592 bersandar. 

Kesan pertama melihat kapalnya dari dekat pastinya takjub banget. Ini kedua kalinya saya mendatangi kapal milik TNI AL yang sebelumnya dulu pernah naik KRI dr.Soeharso yang difungsikan sebagai rumah sakit terapung dan memiliki beberapa tugas termasuk dalam misi kemanusiaan. 

Baca juga : KRI dr.Soerharso 990

Setelah turun dari mobil, kami bertiga gak langsung menaiki anak tangga menuju dek atas KRI Banjarmasin 592. Kami berfoto-foto dulu di area dermaga. Saya tertarik dengan dipasangnya dua puluh bendera dari berbagai negara di pinggir dermaga yang dimana asal dari para kroser yang akan menjajal Rocket Motor Circuit Samota.


Btw, pemandangan di Pelabuhan Badas ini cukup menjadi daya tarik untuk wisatawan yang datang ke pelabuhan ini. Berada di teluk yang dikelilingi perbukitan dan memiliki air laut yang hijau dan biru jernih, membuat pelabuhan yang berada di Kecamatan Labuan Badas, Sumbawa Besar ini cukup kece. 

Setiap harinya Pelabuhan Badas ini sangat ramai disinggahi oleh kapal-kapal barang dan kapal penumpang milik Pelni dengan jurusan menuju Indonesia timur seperti Laboan Bajo, Makassar dan lain sebagainya. Dari informasi Mas Bama sendiri, sehari-hari pelabuhan ini diramaikan oleh truk-truk pengangkut jagung yang sudah diolah menjadi bahan mentah dan kemudian akan diekspor ke luar negeri. Tapi selama MXGP Samota berlangsung, kegiatan pengiriman jagung distop dulu untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penonton khusus yang menginap di kapal ini.

Gak mau dong melewatkan moment begitu saja. Saya pun sangat menikmati berada di pinggiran dermaga sambil minta difotoin oleh Mas Bama (fotografer dadakan) hahaha. Kalau Mas Anwar sih jangan ditanya lagi, koleksi fotonya full di handphone Mas Bama. 

Angin laut cukup kencang. Meskipun cahaya matahari terik tapi gak terasa panasnya karena badan kami terkena angin yang berhembus, asyiiik. Cuaca juga sangat cerah. 

Setelah selesai foto-foto di sekitar dermaga. Kami pun menuju kapalnya. Sempat ragu apakah diperbolehkan naik karena kami gak ada kepentingan. Tapi setelah minta ijin sama salah satu perwira yang berjaga di anak tangga, kami diijinkan naik kapal dan berkeliling. Untungnya masih pakai seragam, jadi dipercaya untuk naik ke dalam kapal, hehehe.

Sejarah KRI Banjarmasin 592

Sebelum mereview apa saja yang ada di dalam kapal selama berkeliling KRI Banjarmasin 592, mari kita belajar sejarah dulu tentang profil kapal ini !. 

KRI Banjarmasin 592 merupakan alat utama sistem senjata (alutsista) kapal perang yang dimiliki oleh TNI AL. Informasi yang saya dapatkan dari sumber terpercaya bahwa KRI Banjarmasin 592 ini memiliki tipe Landing Platform Dock (LPD) 125 meter yang merupakan salah satu produk unggulan dari PT PAL Indonesia bekerjasama dengan Dae Sun Shipbuilding, Korea Selatan. 

KRI Banjarmasin 592 (sumber picture: Kompas.com)


Kapal perang ini diresmikan pada tahun 2009 dan otomatis masuk dalam jajaran TNI AL dimana proses penyerahannya dilaksanakan oleh Menteri Pertahanan saat itu Bapak Purnomo Yusgiantoro kepada TNI AL di dermaga divisi kapal niaga PT PAL, Ujung, Surabaya.

Sama seperti kapal jenis LPD lainnya, KRI Banjarmasin 592 memiliki kemampuan menampung 5 unit helikopter dimana 3 helikopter di dek dan 2 helikopter di dalam hanggar. Selain itu mampu mengangkut 22 tank, kombinasi 20 truk dan 13 tank, 560 pasukan dan 126 awak.

Kapal perang dengan panjang 125 meter dan lebar 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi Operasi Militer Selain Perang atau disingkat OMSP, seperti membawa logistik ke daerah bencana alam, operasi kemanusiaan dan lainnya. 


Infonya lagi, kapal perang ini memiliki berat 7.300 ton dan dapat berjalan dengan kecepatan maksimal hingga 15,4 knot. Kapal ini juga dipersenjati dengan satu unit meriam kaliber 57 mm dan 2 unit meriam kaliber 40 mm. 

Kalian pasti penasaran kenapa dinamakan KRI Banjarmasin 592. Kapal peran ini merupakan salah satu dari empat kapal LPD yang dipesan TNI AL. Dua unit kapal dibuat di Korea Selatan yaitu KRI Makasar 590 dan KRI Surabaya 591. Sedangkan dua unit lainnya dibuat di galangan kapal PT PAL Surabaya yaitu KRI Banjarmasin 592 dan KRI Banda Aceh 593 dengan prinsip Transfer of Technologi (ToT) dengan pengawasan para ahli dari galangan kapal Dae Sun Shipbuilding, Korea Selatan. 

Pemberian nama Banjarmasin berasal dari bentuk penghormatan atas perjuangan masyarakat Kalimantan Selatan pada masa kemerdekaan. Selain itu sebagai wujud nyata menyatukan TNI AL dengan masyarakat Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin. Nah sudah gak penasaran lagi kan kenapa nama kapal ini KRI Banjarmasin 592.

Pengalaman Pertama berkeliling KRI Banjarmasin 592

Yang saya lihat saat berkeliling kapal perang ini, perasaan pertama wow banget. Di dalam kapal ada dua unit kapal yang berukuran agak kecil. Baru pertama kali saya melihat isi dari kapal perang ini. Gak hanya itu saja, salah satu ruang tidur pasukan juga sangat rapi, bersih dan wangi. 

Dengan cat semuanya berwarna abu yang menjadi ciri khas kapal perang TNI AL ini terlihat sangat kokoh sekali. Sayangnya belum dapat kesempatan berlayar bersama kapal ini. Sudah dibayangkan betapa gagahnya kapal perang ini membelah gelombang disaat berlayar. 




Kapal perang ini merapat di Pelabuhan Badas sudah menyiapkan empat ratus hingga lima ratus tempat tidur bagi penonton MXGP Samota yang gak dapat penginapan karena sudah full. Bagi yang menginap di kapal ini, bisa menggunakan shuttle bus atau mobil jemputan menuju sirkuit. Gak dipungut biaya alias gratis.

Pengennya sih ikut menginap di kapal perang ini. Seperti apa sih kesan bermalam di kapal ini ?. Pastinya seru. Sayangnya saat itu tempat tidur sudah terisi semua. So, harapan itu pupus juga. Gak apa-apa, terpenting sudah pernah naik ke atas kapalnya. 

View yang dapat kita lihat dari atas kapal ini yaitu panorama Pelabuhan Badas sendiri. Dari kejauhan juga terlihat pinggiran Kota Sumbawa Besar, Jembatan Samota yang sempat viral dan kerennya dari atas kapal ini, kita bisa lihat Rocket Motor Circuit Samota lhoo. 

Selain menjadi hotel terapung, kapal perang ini juga menjadi destinasi wisata sejarah bagi masyarakat Sumbawa dan sekitarnya. Banyak warga yang datang ke Pelabuhan Badas untuk melihat dan menaiki langsung KRI Banjarmasin 592 selama event MXGP Samota, Sumbawa. 

Sampai jumpa lagi di lain kesempatan !. Semoga di MXGP Samota tahun depan kita bisa bertemu lagi dengan KRI Banjarmasin 592 atau KRI lainnya yang bertugas menjadi hotel terapung esok hari.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

4 comments:

  1. Penasaran biaya menginap per malamnya pas dijadiin hotel terapung mas. Harusnya ga mahal2 banget karena sistemnya kayak dorm kan Yaa.

    Buatku mah yg penting bersih aja. Tapi percaya kok, kalo kapal ini punya tentara, udah pasti bersih. Krn yg aku tahu para militer ini disiplin banget soal kebersihan. 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gratis mbak. Gak dipungut biaya utk menginapnya. Pastinya bersih dong. Namanya juga tentara. Disiplin soal kebersihan salah satunya

      Delete
  2. banyak juga kapasitas kamar di kapalnya ya
    dan full pula
    mantap, dapat free shuttle bus,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Tahun depan pengen ngerasain menginap d dalam kapalnya. Amin

      Delete