Mencicipi Kuliner di Agro Wisata Golden Melon Kebun Ayu, Lombok Barat

Ada apa sih di Desa Kebun Ayu ?. Kok ramai sekali foto-fotonya di medsos. Belum lagi teman-teman yang sudah kesana pada posting foto di facebook dan story whatsapp. Ada yang eksis sambil makan sate, ada yang fotoan bareng sepedanya, ada yang lagi merenungi nasib, ada yang kepergok berduaan sama gebetan baru dan macam-macam gaya lainnya.

Seperti yang diberitakan di media sosial, di Pulau Lombok sudah memiliki banyak sekali tempat kuliner yang rekommended buat dicoba. Salah satunya yang lagi viral saat ini yaitu Agro Wisata Golden Melon Kebun Ayu. Lokasinya di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kab.Lombok Barat.


Dari Kota Mataram waktu tempuh sekitar dua puluh menit sedangkan dari Gerung, Lombok Barat hanya lima menitan saja menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Tapi biasanya pengunjung yang datang kesini dengan bersepeda (gowes) di akhir pekan. Sambil olahraga ya kita jalan-jalan melihat Golden Melon dan wisata kuliner pastinya. 

Kelebihan dari Desa Kebun Ayu sendiri dibandingkan tempat lainnya, disini selain berwisata Golden Melon, kita juga dapat mencicipi kuliner khas Lombok khususnya Desa Kebun Ayu sendiri. 

Wah, sudah gak sabar nih mereview Desa Wisata Golden Melon Kebun Ayu !.

Ini saya kasi foto Golden Melonnya biar ngiler !


Bangun pagi sehabis subuh, saya langsung bersiap-siap mengeluarkan sepeda dan memakai pakaian olahraga. Pagi itu anak-anak masih pada tertidur lelap sedangkan istri lagi beres-beres di dapur (namanya emak-emak).

Langit sudah terlihat agak terang di timur, kicauan burung sudah terdengar syahdu di telinga dan udara di Sabtu pagi sangat segar. Pamit sama istri, saya langsung mengayuh sepeda ke arah Desa Kebun Ayu yang jaraknya kurang lebih delapan kilometer dari rumah. Dengan waktu tempuh tiga puluh menit menggunakan sepeda MTB kesayangan.

Kebetulan saya gowesnya sendiri saja biar fleksibel gitu. Ini pertama kalinya saya gowes lagi di tahun ini. Sudah lama rasanya kaki ini gak mengayuh sepeda. Agak berat sih, nafas juga agak ngos-ngosan. So, ngayuhnya pelan-pelan saja yang penting sampai di tujuan dengan selamat.

Saya memilih melewati jalan raya Rumak-Gerung, jalur tercepat menuju Desa Kebun Ayu. Pagi itu juga kendaraan yang lalu lalang juga belum seramai biasanya. Jadi bisa lepas masker sambil menghirup udara pagi yang segar.

Setelah bundaran Gerung (Patung Sapi), saya mengarah ke pusat pemerintahan Gerung, kemudian mengambil jalur Desa Kebun Ayu dan melewati Jembatan Gantung tertua di Pulau Lombok. Untuk lebih jelasnya, saya cantumkan mapsnya di akhir tulisan.

Bisa baca disini : Gowes to Jembatan Gantung Lembar

Kebun Ayu merupakan sebuah desa yang memiliki panorama alam yang cukup indah. Diapit oleh perbukitan hijau dan hamparan persawahan membuat desa ini sangat menarik untuk dikunjungi. Apalagi saat ini Desa Kebun Ayu memiliki daya tarik tersendiri yaitu Buah Golden Melonnya. Kalau ditanya rasa, saya belum pernah mencobanya. Kata orang yang sudah mencicipi, rasa melonnya manis dan banyak airnya. Daging buahnya tebal dan mengeluarkan aroma yang harum. 


Lahan seluas kurang lebih 1 hektar ini mampu disulap menjadi tempat kuliner yang asyik dan kita bisa menikmati pertanian Golden Melon sambil foto-foto. Sistem penanamannya menggunakan teknik hidroponik atau dengan menggunakan air.

Untuk Golden Melonnya ini gak setiap hari dipanen melainkan dua minggu sekali. Jadi kalau kita kesana pas gak panen, ya harus bersabar. Tunggu waktu panennya tiba, baru kesana. Ada tapinya lagi lhoo, kita harus cepat-cepat kesana keburu Golden Melonnya habis dibeli pengunjung lain. 

Setibanya saya di lokasi, pengunjung sudah lumayan ramai yang datang. Dari pinggir jalan besar, tempatnya sudah terlihat. Memasuki gapura yang terbuat dari bambu dan ada tulisan Desa Wisata Melon Kebun Ayu. Berhubung pakai sepeda, jadi sepeda bisa masuk ke area tempat kulinernya. Sedangkan bila menggunakan motor atau mobil, kita bisa memarkirnya di tempat parkir yang sudah disiapkan oleh pengelola. Kemudian lanjut berjalan kaki melewati jalanan setapak yang sudah bagus menuju wisata kulinernya 


Terlihat banyak lapak-lapak sederhana. Terbuat dari bambu dan kayu serta atap dari alang-alang. Ibu-ibu penjual sedang sibuk melayani pembeli. Pagi itu cukup banyak menu yang dijual. Ada urap lontong, sate bulayak, pelecing kangkung, nasi campur, nasi daun, nasi kuning, kue serabi, kue lupis dan masih banyak lainnya. Kalau sudah lihat beginian, jadi lupa dan pengen pesen semuanya, hahahaha. 

Untuk harga menunya juga beragam, mulai 5 ribu sampai 15 ribuan. Cukup murah menurut saya. Tempat duduknya juga unik. Ada dari gazebo (berugaq), ada lesehan terbuat dari kayu, ada juga meja kursi dari kayu yang dibuat senyaman kita duduk sambil menyantap makanan.



Berhubung perut sudah lapar, saya memesan seporsi nasi campur seharga 10 ribu. Isinya ada nasi putih, ayam suir, abon ikan, sayur lebui (kacang ecis) dan sambel goreng kacang panjang. Nasi campurnya enak banget. Bumbunya pas dan rekommended buat dicoba. 

Untuk cemilannya saya memesan gorengan yang isinya ada pisang goreng, tahu isi dan tempe goreng. Lumayan buat jadi cemilan sehabis makan nasi campur. 



Biar pagi terasa lebih nikmat nan kece, segelas kopi susu hangat cukup untuk memulihkan tenaga yang habis saat mengayuh sepeda tadi. Total duit yang habis yaitu 20 ribuan. Itu sudah sangat kenyang sekali. Pengen sih nyobain urap lontongnya, tapi rasanya gak mungkin deh. Next time kali ya !.

Setelah menikmati makanan, saya menuju kebun Golden Melonnya yang lokasinya bersebelahan dengan tempat kulinernya. Sayangnya belum waktunya panen, tapi informasinya tepatnya tanggal 14 Agustus 2022 akan diadakan panen raya disini. So, disuruh datang lagi nih.

Btw, Wisata Kuliner Kebun Ayu bukanya setiap hari. Dari jam 6 pagi sampai 10 malam ( info dari salah satu ibu penjual). Buat kalian yang masih bingung mau cari tempat kuliner dengan menu tradisional khas Lombok di akhir pekan atau di hari biasa, datang saja langsung ke Wisata Kuliner Kebun Ayu. Atau buat kalian yang lagi mencari tempat ngopi malam, bisa nongkrong disini. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. foto melon tergantung di pohonnya sangat menggiurkan sekali
    pernah nyobain golden melon, tp beli di toko buah, rasanya enak seger, beda ama melon biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas. apalagi di tanam pakai cara hidroponik. Banyak airnya dan aromanya harum.

      Delete

Post a Comment