Skip to main content

Menginap di Exotic Rinjani Lodge dan Menikmati Kopi Sembalun di Kebon Kupi Sembalun

Mengunjungi Desa Sembalun, saya rasa gak membosankan. Apalagi tempatnya yang berada di ketinggian menjadikan desa ini sangat diminati banyak orang dari penjuru kota untuk datang sembari jalan-jalan bahkan sampai menginap. Banyak yang menyebutnya Desa Sembalun tempatnya camping terbaik di Pulau Lombok. 

Ada lagi satu cerita seru mengenai Desa Sembalun. Kali ini saya perginya bersama keluarga. Spesialnya lagi perginya bareng istri tercinta dan kedua anak yang sedang lucu-lucunya. Mungkin ceritanya agak sedikit panjang ya. Buat kalian yang kebetulan tertarik membaca blog ini, jangan bosan. Kalau bosan dan capek bacanya, boleh di-skipp saja !. 

Berawal dari keinginan saya dan istri untuk mengajak kedua buah hati buat jalan-jalan ke Desa Sembalun. Pengennya sih datang pas lagi musim buah strauberry karena di desa ini surganya buah yang terkenal dengan rasa asem manisnya ini. Setelah direncanakan dan memilih waktu yang tepat, akhirnya kami menentukan hari yaitu Hari Sabtu-Minggu, dimana hari saya libur ngantor. 

Gak hanya kami berempat saja, tapi bapak ibu mertua dan adek juga ikutan. Awal rencana maunya hanya jalan-jalan seharian di desa ini sambil memetik buah strauberry. Tapi berhubung bawa dua anak kecil, kami berdua putuskan untuk sekalian menginap saja. 

Mencari penginapan di desa ini gak terlalu susah dan gak terlalu gampang. Kami harus menyesuaikan dengan kedua anak kami. Memilihnya harus selektif; nyaman dan aksesnya gak jauh dari jalan besar. Di Desa Sembalun sudah banyak sekali penginapan mulai dari low budget sampai yang mahal ada disini. Disesuaikan dengan selera dan isi dompet kita pastinya,hehehe. 

Butuh seminggu mencari penginapan yang cocok, akhirnya kami mendapatkan sebuah penginapan yang saya rasa sangat cocok buat kedua anak kami. Sebut saja, Exotic Rinjani Lodge. Lokasinya ada di Desa Sembalun Lawang tepatnya di samping kantor Taman Nasional Gunung Rinjani (pintu masuk menuju pendakian Gunung Rinjani). 

Untuk memesan kamarnya kebetulan istri yang pesan melalui whatsapp. Bisa juga memesan melalui platform seperti Tiket.com, Traveloka atau lainnya. Di Exotic Rinjani Lodge terdapat dua jenis kamar. Ada tipe homestay dan bungalow. Kami memesan dua kamar tipe bungalow dengan harga 300 ribu semalam. Bentuk bungalow-nya seperti rumah gitu. Kamarnya pun agak luas dibandingkan tipe homestay. Ada kamar mandi dalam, sudah lengkap dengan air panas dan dingin. Satu hal penting lagi, semua penginapan di Desa Sembalun gak pakai pendingin ruangan ya soalnya suhu di desa ini sudah dingin banget. 

Hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Kami berangkat dari rumah sekitar jam sembilan pagi. Sengaja berangkat pagi biar gak buru-buru dan menghindari kehujanan di jalan. Kami menggunakan kendaraan pribadi alias mobil bapak mertua. Jenis mobilnya juga keren yaitu Jeep Catana keluaran tahun 2000-an. Mobil yang khusus didesain di medan yang gak mulus alias offroad.

Melihat dari kondisi jalan yang akan kami lewati nanti menuju desa yang memiliki ketinggian sekitar 1200 mdpl ini, saya rasa dengan menggunakan mobil dengan tipe offroad, sangat bisa sampai ke lokasi. 

Perjalanan dari Kota Mataram membutuhkan waktu tempuh dua jam hingga sampai di Desa Sembalun. Melalui jalur utama lintas Kota Mataram ke Kecamatan Aikmel, Kab.Lombok Timur. Cuaca di Hari Sabtu pagi cukup cerah. Dari Kecamatan Aikmel, mobil kami menuju arah Kecamatan Suela dimana ini merupakan jalur menuju Desa Sembalun. Jalan sudah mulai menanjak pertanda kami sudah berada di ketinggian dan mulai menghadapi rintangan yang sesungguhnya. 

Terlihat dari kejauhan puncak Gunung Rinjani yang sudah dekat dari posisi kami. Mobil mulai jalan pelan dan menanjak. Melewati jalanan berliku dan memasuki hutan dengan deretan pohon-pohon besar. Udara disini sudah mulai sejuk dan dingin. Turunkan kaca jendela mobil dan menikmati sisa perjalanan.

Kondisi jalan semakin menanjak sangat terjal. Untungnya mobil bisa sampai di atas puncak terakhir yang diberi nama Puncak Pusuk, Sembalun. Disini banyak warung kopi dan pengunjung yang beristirahat sambil bersantai. Pemandangan dari atas Puncak Pusuk juga sangat kece. Terlihat dari kejauhan Desa Sembalun, tandanya sebentar lagi kami sampai di penginapan. Sudah gak sabar rasanya.

Setelah beristirahat sejenak sambil mendinginkan mesin mobil, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sembalun. Kondisi jalan yang tadinya menanjak, sekarang kami harus melewati jalanan yang menurun. Disini harus ekstra hati-hati karena turunannya cukup terjal dan berliku. Kondisi mobil harus baik terutama sistem pengereman. Jangan sampai rem kendaraan blong !.

Syukurnya, jalanan menurun berhasil kami lewati dengan mulus. Posisi kami sekarang sudah berada di hamparan persawahan luas dan perkebunan strauberry, Desa Sembalun. Ohya,di Sembalun sendiri terbagi menjadi dua desa yaitu Desa Sembalun Bumbung dan Desa Sembalun Lawang. 

Bila ingin mengenal lebih jauh dan lengkap Desa Sembalun, kalian bisa baca beberapa tulisan saya mengenai Desa Sembalun sebelumnya karena di desa ini banyak sekali destinasi wisata alam yang wajib kalian explore

Baca juga : Mendaki Bukit Pusuk Sembalun

Baca juga : Rumah Adat Desa Beleq Sembalun

Melalui jalanan Desa Sembalun Bumbung, kita sangat dimanjakan dengan pemandangan yang ada di depan mata kita. Terlihat deretan perbukitan yang namanya sudah sangat terkenal di kalangan pendaki. Beberapa diantaranya; Bukit Pergasingan, Bukit Anak Dara, Bukit Nanggi, Bukit Dandaun dan yang lagi ngehits saat ini yaitu Savana Propok yang lokasinya gak jauh dari Puncak Gunung Rinjani.

Selain itu kita terlihat para petani yang sedang bekerja di ladang sawah. Hasil pertanian di Desa Sembalun beragam, ada kentang, wortel, kubis, bawang merah dan yang terkenal yaitu buah strauberry dan kopi. Deretan rumah-rumah warga juga yang sudah lama saya gak lihat. Bisa dibilang hampir dua tahun lamanya saya gak menginjakkan kaki di desa ini.



Setelah melewati Desa Sembalun Bumbung, kami sudah berada di Desa Sembalun Lawang yang artinya pintu masuk menuju Desa Sembalun. Jadi Desa Sembalun bisa diakses melalui dua jalur ya. Bisa melalui jalur Kota Mataram- Kecamatan Aikmel, Lombok Timur dan bisa juga melalui Kota Mataram - Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Baca juga : Explore Bukit Pergasingan Sembalun

Sekitar jam dua belas siang, kami sudah sampai di penginapan. Syukurnya, kedua buah hari gak rewel selama di jalan. Mereka berdua sangat menikmati perjalanan. Yang satunya umur dua tahun dan yang kecil baru umur tiga bulan. 

Sampai di penginapan, kami disambut dengan ramah oleh pengelola penginapan. Setelah melalukan registrasi, kami diantar ke kamar yang lokasinya gak terlalu jauh dari reseptionis. Tempatnya sih kurang lebih cukup nyaman buat kami. Ada beberapa buah bangunan dengan halaman rumput yang begitu luas. Terpenting lokasi penginapan dekat dengan jalan besar dan view-nya sangat kece. Di depan kamar terlihat puncak Gunung Rinjani. Jadi bisa bersantai di teras depan kamar sambil ngopi menikmati view Gunung Rinjani.



Istri dan ibu mertua dibantu adik melanjutkan beres-beres, sedangkan saya dan bapak mertua mengajak dua krucil jalan-jalan ke samping penginapan. Disini view-nya keren, kita bisa melihat semuanya. Terlihat sangat dekat sekali dengan Bukit Pergasingan di sebelah barat dan sebelah timurnya Gunung Rinjani. Di samping penginapan juga ada perkebunan sayur-mayur. 

Jam satu siang, makanan sudah siap. Kami semua menikmati makan siang sebelum beristirahat dan tidur siang. Meskipun masing siang, suhu disini dingin banget kisaran 18-20 derajat. Jadi, jaket atau sweater tetap kami pakai. Begitupun dua krucil, lengkap jaket dan topi kupluknya.

Mau tidur siang tapi gagal. Cukup beristirahat di kamar sambil tiduran sudah cukup memulihkan tenaga untuk keluar sambil menikmati Desa Sembalun di sore hari. Suasana di desa ini sudah sangat ramai. Banyak terlihat para pendaki yang akan bersiap-siap melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. 

Menikmati Kopi Sembalun di Kebon Kupi Sembalun 

Rencana sore itu, kami akan menuju Kebon Kupi Sembalun. Tempat nongkrong baru yang sedang ngehits di media sosial.  Menuju Kebon Kupi Sembalun jalannya gak terlalu mudah. Berada di Desa Sembalun Bumbung, kami harus melalui jalan yang gak mulus. Berhubung penginapan kami berada di Desa Sembalun Lawang, kami harus menuju Desa Sembalun Bumbung terlebih dahulu. Waktu tempuhnya kurang lebih sepuluh menit. Sesampainya di Desa Sembalun Bumbung, kami berbelok ke arah jalanan yang lumayan sempit. Kondisi jalan juga gak sepenuhnya aspal. Bahkan jalannya berbatu dan tanah. Melewati kebun bambu yang cukup rimbun. Jalanan pun semakin menanjak dan berkelok. Bener-bener gak begitu mudah menuju lokasi cafenya. 

Mobil pun gak begitu kuat menanjak berhubung muatan juga banyak. Akhirnya kami memutuskan memarkir kendaraan di bawah cafenya dan kami harus melanjutkan berjalan kaki sambil sedikit mendaki. Lumayan olahraga nih sore-sore. Terlihat sebuah cafe yang berada di ketinggian sekitar 1277 mdpl. Dari sini kita bisa melihat view Desa Sembalun Bumbung dan Bukit Anak Dara dari kejauhan. 




Udara semakin dingin, jaket dan mantelpun tetap melekat di tubuh. Kami sudah berada di depan halaman cafenya. Terlihat penampakannya cukup nyaman. Kami harus menaiki anak tangga untuk menuju area cafe. Disini kami disambut dengan hangat oleh para pegawai cafenya yang hampir semuanya laki-laki. 

Konsep yang dipakai di Kebon Kupi Sembalun ini yaitu outdoor. Alasan memilih konsep ini yaitu letak geografisnya. View yang dijual juga sangat kece yaitu panorama Desa Sembalun dengan petak sawah dan deretan perbukitan. Udara disini pun sejuk, jadi sangat nyaman berlama-lama bersantai disini sambil menikmati menu yang ada. 

Salah satu spot yang menjadi daya tarik disini yaitu Jembatan Kacanya. Kita harus membayar 10 ribu per orang (dewasa) untuk berfoto disini. Letaknya ada di atas cafenya. Untuk keamanan sudah dijamin aman untuk pengunjung. Kaca yang digunakan juga memang dikhususkan untuk jembatan kaca. Sangat tebal dan aman buat diinjak. Tapi meskipun aman diinjak, saya agak ngeri-ngeri sedap berjalan di atas kaca sambil melihat penampakan di bawahnya. So, demi sebuah foto bagus, rasa takut dihilangkan dulu. Mari kita menikmati moment yang ada di depan mata.

Es Kopi Susu Kebon Kupi


Sudah berada di Sembalun, gak lengkap rasanya kalau gak nyobain kopinya. Salah satu yang terkenal di Sembalun yaitu Kopi Sembalun yang katanya memiliki cita rasa yang kuat dan nendang. Kebon Kupi Sembalun menawarkan berbagai macam minuman kopi. Saya pun memesan Kopi Susu Kebon Kupi yang bahan dasarnya yaitu es Kopi Sembalun dengan campuran susu putih dan gula aren. 

Sedangkan yang lainnya memesan beberapa minuman antara lain Kopi Tubruk, Orange Squash dan Juice Avocado (Alpukat). Kami sengaja gak memesan makanan karena rencananya mau makan di tempat lain setelah dari Kebon Kupi Sembalun. Mungkin di lain kesempatan, saya akan datang lagi kesini bersama anak istri untuk mencicipi beberapa makanan favorit pengunjung disini. Doain saja semoga bisa balik lagi ke Kebon Kupi Sembalun. 

Next, hari sudah semakin gelap, saatnya balik ke penginapan !.


Menikmati Sunrise dari Desa Sembalun

Keesokan paginya, saya dan lainnya sudah bangun. Setelah menunaikan shalat subuh. kami keluar kamar untuk menghirup udara dingin pagi Sembalun. Kami berjalan-jalan di sekitaran penginapan. Untungnya di penginapan kami, terdapat halaman yang sangat luas. Ada halaman samping juga yang seukuran lapangan sepakbola. Disini kami bisa menikmati Puncak Gunung Rinjani secara utuh tanpa ada awan putih menyelimuti. Dari arah timur, tampak cahaya kemerahan dari balik perbukitan. Sebentar lagi terlihat matahari terbit. Benar-benar pagi yang sangat indah. Semuanya pun senang dan menikmati. 

Paginya, kami diberi sarapan nasi goreng dan teh hangat. Ini sudah satu paket dengan harga per malamnya. Rasa nasi gorengnya pun cukup enak. Tapi jangan kelamaan dimakan ya. Keburu nasi gorengnya dingin. Kalau sudah dingin namanya es nasi goreng,hahahhaa. 


Di akhir cerita kali ini, sebelum balik ke Kota Mataram, kami menyempatkan untuk membeli oleh-oleh yaitu buah strauberry dan sayur-sayuran. Rencananya mau petik strauberry tapi berhubung waktu sudah agak siang, kami putuskan untuk membeli strauberry saja di sepanjang jalan Desa Sembalun. Kebetulan lagi musim panen, strauberry harganya gak terlalu mahal. Beda dengan sayuran, harganya cukup mahal seperti kentang dan wortel. 

Sambil menunggu para emak-emak belanja, saya dan bapak mertua ngopi pagi sejenak di lesehan belakang warungnya. Disini view-nya cukup kece yaitu melihat para petani yang sedang bekerja di sawah dan beberapa pengunjung yang berlalu-lalang di sepanjang jalan Desa Sembalun. 

Over all, cerita menginap semalam di Desa Sembalun sangat menyenangkan. Apalagi ini pertama kalinya kedua buah hati kami ajak ke Desa Sembalun. Syukurnya mereka berdua sangat menikmati dan gak rewel. Alhamdulillah kami semua selamat dengan keadaan sehat sampai di rumah tercinta.

Informasi tambahan bila kalian yang akan ke Desa Sembalun dari Bandara International Zainuddin Abdul Madjid atau Pelabuhan Bangsal bisa menggunakan jasa Damri. Untuk jadwal dan tarifnya kalian bisa langsung akses website resmi dari Damri. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra





Comments

  1. View di Sembalun Keren banget. Kemarin waktu ke Lombok, planning kesana ga jadi. Takut waktu yang ga keburu juga
    Tetep sih wishlist ke depannya kudu ke sana
    Metik strawberry langsung dari kebunnya emang seru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak. Klo k Lombok selain k Gili Trawangan dan Mandalika, wajib menginap di Desa Sembalun. Paket lengkap k Lombok tuh hehehe

      Delete
  2. wah di sembalun semakin banyak tempat kece yaaa
    pasti jembatan kaca nya jadi spot foto andalan nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Jd spot favorit klo k Sembalun. Ayo kpn maen k Lombok lg ? Doain bisa berkunjung k Purworejo. Amin

      Delete
  3. wah tempatnya asyik banget
    cocok banget ini buat healing
    luamayan juga ya mas kalau ada DAMRI
    jadi mudah dan nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo k Lombok mas ! Nanti klo k Lombok kabarin ya. Qta naik Damri ke Sembalun bareng sambil review.

      Delete
  4. Tempat yg sejuk beginiiii nih mas, yg aku suka 😄🤭. Apalagi ada kebun kopi nya, beugggh, betah pasti icipin segala menu kopi mereka 😁👍. Penasaran ma strawberrynya juga. Semoga manis yaaa. Strawberry yg sering aku coba cuma yg di Lembang, itupun asam. Jadi ga puas. Belum Nemu strawbery beneran manis kayak yg di Jepang dan Korsel 😄

    Aku suka jugaaaa Ama penginapannya . Kliatan bersih, nyaman dan luas. Yg begini anak2 suka, Krn mereka bisa puas lari2. Next traveling aku hrs masukin Sembalun sih. Cocok Krn sesuai Ama destinasi favoritku liburan, yg penting dingin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Sembalun wajib dimasukin k list destinasi di Lombok. Banyak penginapan jg yg nyaman dan ramah buat anak. Yg penting budget sesuai selera hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko