Skip to main content

Explore Goa Kotak, Gerupuk


Selamat Pagi !!!

Gak terasa sudah berada di penghujung tahun 2015 dan selama berada di tahun ini, saya sudah lumayan banyak mengexplore tempat-tempat yang bisa dibilang kece. Tetapi masih belum puas rasanya mengajak teman-teman untuk selalu mengikuti cerita perjalanan saya bersama para sahabat yang selalu setia dan heboh pastinya. Memasuki Bulan Desember ini, saya secara khusus akan bercerita tentang perjalanan ngetrip ke beberapa pantai yang ada di daerah Lombok Tengah. 


Untuk kali ini saya akan bercerita tentang kerennya Goa Kotak. Goa Kotak ?, dari namanya saja kita langsung membayangkan sebuah goa yang berbentuk kotak. Ada pertanyaan lagi, " Dimanakah letak Goa Kotak ?, jawabannya adalah di sebuah tebing perbukitan daerah pesisir pantai yang berada di daerah Lombok Tengah, tepatnya di Desa Gerupuk. Memang benar goa ini berbentuk kotak dan seperti rumah buatan pada zaman batu dalam film Flinstone. Bagi yang lahir tahun 90an pasti pernah menonton film yang menceritakan kehidupan manusia pada zaman batu alias semuanya serba batu. Nah, di Lombok ada beberapa goa yang berbentuk kotak persis seperti di film Flinstone. Salah satunya ada di Goa Kotak, Desa Gerupuk. 



Awalnya kami gak merencanakan untuk ngetrip, tetapi karena salah satu personil membahas soal Goa Kotak, jadinya saya berpikir apa salahnya kami datang kesana sekalian mampir di tempat kece lainnya. Kebetulan juga masih musim panas, dan jalur kesana gak terlalu susah dibandingkan saat musim hujan, gak kebayang jika kondisi jalan yang berupa tanah becek, terkena air hujan, dibayangin sendiri saja.

Kebetulan hari yang ditunggu-tunggu datang juga, kami berenam antara lain saya sendiri, Nazam, Mas Junk bersama istri Si Nova dan dua model kita Si Izza dan Si Ocha. Sayangnya beberapa anggota yang lain pada gak bisa gabung dikarenakan ada urusan masing-masing. Gak apa-apalah, " Walau Hambatan Sudah Menanti, Crew Patrick  Pantang Mundur untuk Mengexplore Keindahan yang Allah Sudah Ciptakan ", ( puitis alay sedikit ).



Tempat pertama yang kami pilih untuk diexplore adalah Goa Kotak. Kenapa Goa Kotak yang pertama dipilih ?, jawabannya karena tempatnya yang paling jauh di antara tempat-tempat yang akan kami explore hari itu. Berhubung masih pagi juga, menurut saya paling tepat waktunya. Sesampai disana, memang benar apa yang saya duga, waktunya pas. Pas dapat melihat gradasi warna laut dari hijau muda, hijau tua, biru muda sampai biru tua, super kece. Gak hanya itu saja, saya dapat melihat perbukitan tandus berwarna cokelat dan pasir putih yang gak diragukan lagi keindahannya bersama langit biru yang selalu setia menemani.



Goa ini memiliki lebar kurang lebih 3 meter dan panjang sekitar 6 meter. Bila memasukinya, kita dapat melihat bekas pahatan yang tertinggal di dinding gua. Jelas, gua ini adalah gua buatan yang digunakan untuk mencari beberapa hasil bumi seperti emas dan beberapa bahan mineral lainnya. Walaupun sangat indah dilihat, tapi menurut saya sayang sekali tempat sebagus ini gak terpantau dari pemerintah setempat. Entah ini ilegal atau legal, yang jelas gua ini jauh dari kata aman bagi para pengunjung yang datang kesini. Menurut saya pemerintah harus turun tangan dalam permasalahan ini, gak hanya di Goa Kotak saja tetapi di tempat lainnya yang luput dari pantauan pemerintah, " kasus begal contohnya". 



Kembali membahas tempat kece ini. Goa Kotak menurut saya bisa dijadikan referensi petualangan teman-teman yang hobi ngetrip. Dari sini kita dapat menikmati pemandangan pantai-pantai tetangga, salah satunya dari arah barat terlihat Batu Patung dan Bukit Merese dari kejauhan. Biasanya kita dapat melihat penampakan seperti ini bila kita berada di sebuah hotel atau homestay yang berada di atas perbukitan, tetapi disini kita dapat melihat dengan puas dari dalam mulut goa.



Masih bingung posisi tempat ini ?, saya jelaskan sekali lagi. Perjalanan ke Goa Kotak membutuhkan waktu dua jam perjalanan dari Kota Mataram. Mungkin teman-teman masing asing mendengar tempat ini. Biar gak asing lagi, teman-teman harus kesana.

Rute yang dapat ditempuh pertama-tama kita mengarah ke Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah. Sesampai di Pantai Kuta Madalika, kita akan melanjutkan perjalanan ke arah Pantai Tanjung Aan. Sekitar satu kilo dari Pantai Tanjung Aan menuju ke arah timur, kita akan bertemu dengan sebuah desa nelayan yang dikenal dengan sebutan Desa Gerupuk. Ikuti saja jalur desa tersebut, jika masih bingung, bisa menanyakan letak Goa Kotak ke warga desa, Insyaallah mereka paham. Setelah melewati jalur tengah desa, kita akan bertemu dengan sebuah tanjakan yang lumayan curam, tapi tenang saja kondisi jalannya sudah beraspal. Tinggal gas pool dan menjaga keseimbangan, semuanya Insyaallah beres. Perlu diketahui, tanjakan tersebut hanya bisa dilalui oleh motor. Mobil hanya sampai Desa Gerupuk saja, selanjutnya bisa berjalan kaki.


Gak jauh dari tanjakan, kita akan bertemu dengan sebuah tempat berteduh berupa parkiran motor. Kebetulan masih pagi sekali dan penjaga parkirannya belum datang, jadinya kami langsung saja menuju goa yang membuat saya penasaran dari rumah. Seperti sudah pernah kesana, saya langsung memberikan kode kepada teman-teman untuk melanjutkan perjalanan menuju Goa Kotak. Nah, melihat banyak jalur setapak di atas perbukitan, saya kebingungan. Jalur yang tepat menuju goa lewat mana ya ?, kami sedang kebingungan ternyata ada bapak-bapak membawa golok yang sedang berjalan ke arah kami. Awalnya kami langsung membuat kesimpulan ini bapak mau ngapain bawa golok ?, ternyata bapaknya mau pergi mencari rumput untuk makanan kerbaunya.


Gak ragu-ragu saya bertanya kepada si bapak, jalur menuju Goa Kotak lewat mana. Akhirnya kami mendapat petunjuk jalur yang benar dari si bapak. Terimakasi pak !. Setelah mendapatkan petunjuk dari si bapak, ternyata kami perlu sedikit mengeluarkan tenaga untuk mendaki bukit yang ada di hadapan kami. Gak seberapa tanjakan dan itupun harus berjalan kaki, motor sudah gak bisa melewati tanjakan ini. Setelah lima menit pendakian, akhirnya sampai juga kami berenam di Goa Kotak. Memang benar kata orang, bila ingin ke tempat yang super kece, diperlukan kesabaran dan gak boleh mengeluh di perjalanan.

Gimana, anda tertarik kesini ?... Silahkan kesini selagi masih diberikan kesehatan dan semangat buat ngetrip. Wonderful Lombok Island

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. Indaaah bangeeet pemandangannyaaa. . Semogaa bisaa main lagi ke lombok dan mampir ke gua kotak 😁

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko