Wednesday, 22 August 2018

Spot Foto Instagrammable Di Kota Tua Ampenan


Punya agenda jalan-jalan tapi kalau hanya ditulis saja, sama juga boong. Apalagi masih pusing mikirin budget yang akan dikeluarkan untuk pergi ke sebuah destinasi oke nan kece. Saran saya, lebih baik kalian cari informasi terlebih dulu tujuan tempat yang kalian akan kunjungi, biar gak nyesel nantinya.

Ngomong-ngomong soal traveling, gak usah jauh-jauh dah mikirnya. Jalan-jalan itu gak hanya pergi ke sebuah tempat yang jauh dari rumah. Memakan biaya yang cukup mahal. Belum lagi mikirin mau nginap dimana. Apalagi bagi kita yang hobi backpackeran, pasti akan menghitung budget sedetail mungkin.

Jalan-jalan di sekitar rumah juga bisa. Apalagi pengen jalan-jalan sambil hunting foto, tapi waktu buat cuti kerja belum ada. Solusinya, bisa muter-muter kota memakai sepeda, sepeda motor atau berjalan kaki (itung-itung olahraga). Kalau laper atau haus, bisa beli kacang rebus sama sebotol air mineral (ngenes banget yaak),hehehe.

Contohnya, seperti jalan-jalan saya bareng dengan para model cantik alias rekan kerja di rumah sakit. Tapi yang beli kacang rebus sama air mineral itu gak berhubungan sama cerita di tulisan ini yaak (menegaskan), hehehe.

Beberapa minggu yang lalu, saya diajak oleh rekan kerja, Ibu Ani dan Si Aya untuk hunting-hunting spot foto kece. Awalnya bingung dimana, tapi untungnya mereka ngasi tema ke saya mau difoto seperti apa. Tema yang mereka minta yaitu "Klasik". Denger kata klasik, di kepala saya terpintas Kota Tua Ampenan. Pas banget nih temanya, lagian saya juga ada rencana untuk nyari foto disana.






Kota Tua Ampenan

Berbicara tentang Kota Tua Ampenan, saya sudah beberapa kali menulisnya di blog dari berbagai macam sudut. Seperti gak ada kata bosan untuk menulis kota tua, kampung kelahiran saya sendiri.

Kota Tua Ampenan merupakan sebuah kota yang berada paling ujung barat Kota Mataram. Kota kecamatan ini dulunya merupakan pelabuhan terbesar di Pulau Lombok dan pusat pemerintahan pada jaman Kolonial Belanda. Seiring berjalannya waktu, kota ini sempat mati suri karena pusat pemerintahan dan pelabuhan sudah dipindahkan. Pusat pemerintahan dipindah ke Kota Mataram, sedangkan pelabuhan dipindah ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Keunikan dari kota ini yaitu bentuk bangunannya bergaya Eropa yang masih ada dan dipertahankan sampai sekarang. Bila melintas di jalanan Kota Tua Ampenan, kita dimanjakan oleh gedung-gedung kuno yang masih kokoh meskipun sudah termakan oleh waktu.

Di beberapa tahun yang lalu, Pemerintah Kota sudah menata Kota Tua Ampenan menjadi lebih cantik, kece tanpa menghilangkan nuansa bangunan klasiknya. Kota Tua Ampenan yang kita lihat sekarang adalah kota tua yang sudah bangun dari tidur panjangnya. Beberapa bangunan di sepanjang Jalan Pabean, sudah dicat warna-warni sehingga memberikan kesan cerah dan berwarna. Beberapa lampu jalan juga sudah terpasang.

Bisa juga di klik disini --> Keindahan Klasik Kota Tua Ampenan




Bangunan warna-warni yang ada di sepanjang Jalan Pabean, sering digunakan para Kids Jaman Now untuk foto-foto eksis. Sebenarnya kompleks ini masih ditempati oleh warga Tionghoa dan pendatang yang turun-temurun sudah tinggal disini. Ada juga beberapa bangunan yang sudah kosong dan digunakan sebagai gudang penyimpanan barang.

Karena bentuk gedung-gedungnya yang klasik dan kece, diawal peremajaan Kota Tua Ampenan banyak sekali para fotografer dari amatir sampai yang profesional berdatangan. Beberapa hasil jepretan para fotografer tentang Kota Tua Ampenan sudah banyak kita lihat di beberapa media sosial terutama di blog atau website. 

Gak hanya fotografer saja, tapi para model alias yang suka difoto pun lumayan banyak mengambil foto disini, kemudian dipamerin di akun medsos mereka masing-masing (bagi yang doyan difoto, jangan tersinggung ya), hehehehe.  

Gak heran bila beberapa tahun belakangan ini, Kota Tua Ampenan selalu dijadikan jalur balapan sepeda bergengsi di dunia yaitu Tour de Lombok 2018 yang diselenggarakan beberapa bulan yang lalu. Karena Kota Tua Ampenan memiliki keunikan tersendiri di hati panitia penyelenggara dan para travelers, sehingga kota ini menjadi bagian dalam turnamen balapan sepeda Tour de Lombok di setiap tahunnya.








Beberapa tahun belakangan ini, Kota Tua Ampenan sudah menjadi tujuan wisata populer di Pulau Lombok. Terutama tujuan wisata untuk berfoto dengan berlatar kota klasik. Ada banyak sekali spot foto yang bisa kita temukan disini. 

Salah satunya, di sudut gang kecil yang gak terlalu ramai kendaraan lalu-lalang. Beberapa tembok sepanjang gang kecil juga terdapat lukisan 3D. Ada juga berfoto dengan berlatar gedung-gedung bercat warna-warni. Semuanya gak perlu memakai budget alias gratis. Tapi ingat, selalu menjaga kebersihan dan sopan-santun saat berada di kawasan Kota Tua Ampenan. 

Beberapa coffee shop juga ada di kawasan Kota Tua Ampenan, sebut saja Kota Tua Kopi dan The Gade Coffee & Gold. Bagi kalian penyuka kopi dan hampir tiap hari minum kopi, habis jalan-jalan sekitaran Kota Tua Ampenan, gak ada salahnya mampir di salah satu kedai kopi yang saya sebut tadi. Minum kopi sambil menikmati gedung-gedung klasik khas Kota Tua Ampenan. Keceee broo.

Meskipun usianya sudah tua, gedung-gedung disini sangat kokoh. Hanya saja beberapa waktu yang lalu, Pulau Lombok diguncang gempa bumi yang sangat hebat dan bertubi-tubi berkekuatan 6 sampai 7 Skala Richter. Beberapa sudut dari gedung-gedung di kota ini ada yang runtuh dan retak, tetapi masih berdiri dengan kokohnya. 

Kita gak perlu khawatir dengan kejadian tersebut. Meskipun Kota Tua Ampenan sempat diguncang gempa, Pemerintah Provinsi dan Kota Mataram cepat turun tangan untuk membersihkan puing-puing bangunan yang sempat runtuh. Dan sekarang Kota Tua Ampenan sudah kembali aman untuk dikunjungi. 

Sedikit membahas tentang gempa bumi yang melanda Pulau Lombok sampai saat ini (sampai tulisan ini diposting). Ada beberapa destinasi wisata yang terkena dampak dari gempa bumi ini, tapi gak sedikit juga destinasi wisata yang masih aman untuk kalian kunjungi saat berlibur ke Pulau Lombok dalam waktu dekat ini. 

Kalian yang suka fotografi, bisa mengunjungi Kota Tua Ampenan. Disini banyak sekali hal yang menarik yang bisa kalian dapatkan. Atau kalian yang kebetulan datang ke Pulau Lombok dalam misi kemanusiaan, menjadi relawan korban gempa Lombok. Gak ada salahnya melewati Kota Tua Ampenan dan siap-siap dimanjakan oleh gedung-gedung klasiknya yang menjadi saksi bisu sejarah perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan masa lalu. 

Gimana sudah gak bingung lagi datang ke Pulau Lombok dalam kondisi gempa ?. Gempa boleh terjadi, tapi agenda traveling kita ke Pulau Lombok gak boleh batal. Bagi yang suka tantangan, saya tunggu foto-foto dan cerita kalian di Kota Tua Ampenan, Asyiik...hehehe

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 11 August 2018

Kolam Renang Alami : Air Terjun Tibu Tereng


Lagi bete, bingung mau kemana saat weekend ?. Renang saja mas/mbak broo. Mau renang di pantai, kolam renang hotel, di bawah air terjun juga bebas mau pilih dimana. 

Nah, ngebahas tentang renang nih. Saya punya informasi tempat berenang yang kece. Kolam renang alami yang berada di tengah-tengah Hutan Dusun Batu Kemaliq, Desa Bukittinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Beberapa minggu yang lalu saya bareng teman-teman ngetrip, pergi menjelajah alam Desa Bukittinggi. Disana ada beberapa air terjun yang wajib kalian explore. Khusus buat para pembaca setia blog saya, rekommended  buat mengisi liburan kalian. 

Sebenarnya cerita ini lanjutan dari perjalanan saya ke Air Terjun Tibu Kelambu yang lalu. Bagi kalian yang sudah membaca ceritanya, pasti sudah paham jalur menuju kesana. Yang belum, dibaca dulu ya biar gak bingung saat melanjutkan membaca cerita ini !

Bisa diklik disini --> Air Terjun Tibu Kelambu




Setelah puas basah-basahan di bawah Air Terjun Tibu Kelambu, kami kembali berjalan kaki menaiki tangga demi tangga yang tadi dilewati. Tadinya saat menuju air terjun, kami menuruni tangga yang cukup curam dan agak licin. Sekarang kami harus berjalan menaiki tangga demi tangga yang membuat nafas kami gak beraturan. Sudah lama gak menjelajah hutan belantara, jadi terasa nafas ngos-ngosan. Terasa jalan menanjaknya panjang sekali, hehehe

Setelah sampai di pertigaan, kami berbelok ke kanan menuju Air Terjun Tibu Tereng. Jalurnya menurun lagi, Asyiik gak capek nanjak-nanjak lagi. Jalur menuju air terjun kedua gak terlalu jauh dari parkiran kendaraan dibandingkan yang air terjun pertama. Setelah sampai di sungai yang dipenuhi bebatuan besar, kami beristirahat sejenak sambil mengeluarkan sangu makan siang. Kami makan siang dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke air terjun. 




Setelah makan siang, saya mencoba mencari lokasi Air Terjun Tibu Tereng. Kebetulan saya bertemu dengan rombongan anak muda yang berjalan dengan pakaian basah kuyup. Sedangkan teman-teman lainnya lagi sibuk dengan krucil-krucil yang ikut (anak-anaknya Mas Irfan dan Mbak Ika). Mas Junk juga sibuk dengan kamera dslrnya. 

"Broo, lewat mana ke Air Terjun Tibu Tereng ?"
"Lewat sini hep (panggilan akrab di Lombok)" 

Menuju Air Terjun Tibu Tereng gak sesulit jalur menuju ke Tibu Kelambu. Setelah menuruni tangga, kami hanya berjalan kaki menyusuri sungai melewati bebatuan besar yang gak licin. Kebetulan juga lagi musim kemarau, jadi debit airnya gak besar, jadi kami mudah melewati bebatuan hingga sampai di Air Terjun Tibu Tereng tanpa basah-basahan.






Akhirnya sampai juga kami di Air Terjun Tibu Tereng. Melihat penampakan air terjunnya, membuat saya gak sabar untuk berenang di kolam renang alaminya. Meskipun debit airnya sangat kecil, tapi gak membuat kolam alaminya berkurang kecenya. 

Kenapa dinamakan Air Terjun Tibu Tereng ?. Nah, saya mau menebak-nebak sendiri lagi, kenapa namanya Tibu Tereng. Ini sih mudah sekali jawabannya, karena air terjun ini dikelilingi oleh pohon bambu. So, Tibu itu air yang jatuh, sedangkan Tereng itu berasal dari bahasa Sasak yang artinya pohon bambu. Di sekitar air terjun atau kolam alami ini terdapat banyak sekali pohon-pohon bambu. Jadi jelaskan kenapa namanya Tibu Tereng,hehehe. 

Keunikan dari kolam renang ini yaitu bebatuannya yang gak terpisah-pisah. Aliran lahar yang sudah membeku ribuan tahun yang lalu, membentuk batuan besar dan sebuah lubang besar yang cukup dalam dan sampai sekarang menjadi kolam alami yang kece. 

Saya jadi penasaran, kalau musim hujan dan debit air sungai besar, seperti apa penampakan Air Terjun Tibu Tereng. Bisa jadi lebih kece dari foto-foto saya di atas. Next, pas musim hujan, saya akan datang kesini lagi dengan cerita yang beda dengan suasana yang beda pula. 

Gak terasa, hari sudah semakin sore. Betah juga nih berenang sambil berendam di kolam alami ini. Berenang sambil menghirup udara segar hutan belantara Desa Bukittinggi. Para krucil-krucil juga gak mau berhenti mandi. Airnya yang dingin, ditambah kolamnya yang aman dan udara yang sejuk, membuat kami enggan untuk beranjak pulang. 

Itu salah satu keindahan alam dari Pulau Lombok tercinta ini. Cepet sembuh Pulau Lombok ! Gak ada namanya gempa-gempa lagi dan gak ada lagi air mata kesedihan. Semoga Pulau Lombok yang kita cintai ini pulih dari kesedihannya. Amiiin

Cerita ini saya tulis dengan penuh kesedihan karena Pulau Lombok beberapa minggu ini diguncang gempa hebat. Meluluhlantakkan Gumi Sasak dan banyak sekali korban yang berjatuhan. Ceritanya saya akan tulis di postingan selanjutnya. Comming Soon !

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Wednesday, 8 August 2018

Nasi Bakar Ayam Balado ala Kampong Melayu Enak Lhoo !


Laper juga, sudah lama gak bahas masakan khas Indonesia di blog ini. Kalian yang doyan wisata kuliner, mari merapat barisan ! (kayak mau perang aje).

Bagi yang sudah ada rencana mau liburan ke Pulau Lombok dalam waktu dekat ini dan masih bingung mencari tempat-tempat kuliner di Pulau Lombok, ada satu tempat yang rekommended. Kampong Melayu, terdengar sangat Indonesia banget.

Resto ini berada di Lantai 1 Lombok Epicentrum Mall (LEM). Kalau kebingungan mencari lokasinya, kalian bisa keliling-keliling dulu sambil cuci mata,hehehe. Kampong Melayu adalah anak cabang dari My Kopi O, salah satu kedai kopi terlaris di Pulau Lombok. Dulu saya sempat menulis tentang Kampong Melayu yang berada di salah satu mall, masih berada di Kota Mataram. Karena beberapa hal, resto tersebut tutup dan gak lama kemudian dibukalah Kampong Melayu di LEM. Mungkin saja yang punya satu orang, bisa jadi,hehehe 

Bisa baca juga di : Kampong Melayu Transmart





Kebetulan di hari kami sekeluarga makan disini, big bos alias papa lagi ulang tahun. Untuk nyebut umur, papa gak mau sebut. Katanya biar awet muda terus, Asyiiik. So...malam itu kami ditraktir semua. Dan saya bertugas untuk menentukan makan dimana. Buka-buka Go-Food, akhirnya Kampong Melayu menjadi pilihan. 

Alasan memilih Kampong Melayu, karena menu-menu disini beragam dan sesuai selera. Terpenting, tempatnya nyaman dan adem. Desain ruangan resto ini saya banget. Saya suka desain ruang seperti ini, warna-warni, klasik, dan Indonesia banget. Beberapa hiasan yang berupa burung, ayam, dan makan-makanan yang terpajang. Ini semua gak asli lhoo ya alias mainan. 

Ruangan juga dibagi dua, ada no smoking dan smoking. Berhubung si papa ahli hisap, kami memilih tempat duduk diantara dua ruang tersebut. So.. jadi gak ribet nyari tempat ngisap. Keluarga juga sangat senang kuliner disini karena pelayanan yang super cepat dan ramah. Orderan gak meleset, tepat dan cepat. 

Oke, sekarang kita bahas menu-menunya !. 






Buka-buka daftar menu, beragam masakan yang tersaji disini. Semuanya Indonesian Food, seperti nasi goreng, sop, mie-miean, sate ada disini semua. Berbagai jenis minuman juga tersedia, seperti kopi,teh, jus dan es campur. Gak perlu bingung memilih dan kembali lagi ke selera masing-masing.

Soal harga, disini harganya lumayan lah. Gak mahal dan gak murah. Sesuai dengan rasa dan porsi. Sebelum datang makan kesini, saya sarankan kalian bisa liat foto-foto menu yang sudah saya posting di atas. Jadi gak bingung mau makan apa nantinya. Duitnya bisa disiapkan sebelumnya kalau yang mau kencan bareng si doi disini, hehehe. 



Di Kampong Melayu, saya punya menu favorit yaitu Nasi Bakar Ayam Balado dan Semutis Pisang. Berhubung saya suka sama nasi bakar, saya mencoba memesan masakan ini. Dilihat dari foto di daftar menunya sih meyakinkan banget. Mari kita coba permirsa,hehehe

Nasi Bakar Ayam Balado khas Kampong Melayu tampilannya kece. Nasi putih ditaburi potongan daging ayam serta dilumuri dengan saos balado, jagung dan potongan tomat. Kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dimasukkan ke dalam tempat mirip dengan panci berwarna hitam dan ditutup dengan kayu berbentuk lingkaran. Proses akhir selanjutnya dibakar. Aroma nasi bakar langsung tercium disaat saya membuka bungkusan daun pisang yang masih panas. Soal rasa, nyam nyam nyam dan gurih, enak ternyata.

Untuk minuman, saya memesan Semutis Pisang. Berhubung saya suka dengan aneka olahan pisang, jadi pertama melihat pilihan minuman ini, langsung saya memesannya. Semutis ini mirip seperti jus dengan campuran air soda dan es cream vanilla sebagai pelengkap. Seger dan buat mata melek. 


Selain kedua menu di atas, masih banyak menu-menu lainnya yang wajib kalian coba. Buat yang mau nongkrong sambil ngopi-ngopi, disini juga banyak pilihan kopinya. Ngumpul bareng keluarga, sahabat, rekan kerja atau gebetan, rekommended banget.

Gimana, kalian ingin mencoba ?. Saya tunggu cerita dan pengalaman kalian makan di Kampong Melayu dimana saja berada. Buat para admin akun kuliner di instagram, rekommended buat kalian endorse. Colek admin ig @makanasyik dan @kuliner.mataram. hehehe 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Thursday, 2 August 2018

Jelajah Air Terjun Tibu Kelambu : Air Terjun Tersembunyi

My Trip ini berawal dari tergodanya saya melihat postingan temen blogger menjelajahi air terjun yang lokasinya gak jauh dari Kota Mataram, sebut saja namanya Air Terjun Tibu Tereng.

Air Terjun Tibu Tereng berada di wilayah Lombok Barat. Tapi bukan air terjun ini yang akan saya ceritakan. Di postingan kali ini saya ingin berbagi cerita tentang penjelajahan saya bareng sahabat tercinta ke Air Terjun Tibu Kelambu.

Nah, "terus hubungannya dengan Air Terjun Tibu Tereng apa ya?". Disimak terus sampai selesai !.

Weekend yang lalu, saya bareng Mas Junk, dokter Irfan dengan istri "dokter Ika" dan ketiga buah hati mereka, berangkat ke sebuah desa yang memiliki beberapa air terjun yang menjadi daya tarik Kids Jaman Now Pulau Lombok.

Tujuan kami yaitu ke Dusun Batu Kemaliq. Dusun ini berada di wilayah Desa Bukittinggi, Kecamatan Gunung Sari,  Lombok Barat. Dusun ini berjarak sekitar empat belas kilometer dari Kota Mataram. Kurang lebih memakan waktu tiga puluh menit menggunakan sepeda motor atau mobil dari tengah kota.

Dusun Batu Kemaliq memiliki beberapa air terjun yang menjadi tujuan kami saat itu. Diantaranya ada Air Terjun Tibu Kelambu dan Tibu Tereng. 

Untuk menuju lokasi, kita bisa melewati Jalan Jenderal Sudirman, Selaparang ke arah timur. Setelah bertemu dengan perempatan lampu merah daerah Sayang-Sayang, kami berbelok ke kanan mengikuti arah ke Penimbung. Suasana di perjalanan cukup ramai dan macet oleh aktivitas warga pagi itu. Ditambah lagi ada perbaikan jalan, lumayan capek nyelip-nyelip diantara rombongan motor dan kendaraan lainnya.

Setelah terbebas dari kemacetan, kami bertemu dengan perempatan kecil di Pasar Penimbung. Dari petunjuk teman blogger, kami harus mengikuti jalur menuju Pasar Bukittinggi.  Awalnya bingung pasarnya dimana. Biar gak tersesat,  kami bertanya ke salah satu warga yang sedang nongkrong di atas motor di pinggir jalan Pasar Penimbung.

Dari penjelasan si masnya, kami harus mengikuti jalanan aspal terus sampai mentok. Gak belok kanan-kiri lagi,  apalagi belok ke rumah mantan juga gak perlu (gak punya mantan juga yang tinggal di Penimbung). Lebih jelasnya, kalian tanya sang mantan saja,eh maksudnya Google Maps.hihihihi.

Oke, fokus ke cerita!

Setelah petunjuk ke lokasi sudah jelas, kami melanjutkan perjalanan mengikuti jalanan aspal. Jalanan mulai menanjak dan berkelok-kelok. Di samping kanan-kiri jalan, saya melihat keindahan dari perbukitan alam Penimbung. Kece, ditambah lagi udara yang sangat sejuk. Sepanjang jalan kita melewati kebun-kebun duren (durian). Baca doa biar gak ketiban buah duren yang jatuh. 



Gak terasa kami sudah sampai di persimpangan Pasar Bukittinggi. Dari sini  penjelajahan kami dimulai. Untuk menuju air terjun, kami harus berbelok ke kanan, mengikuti jalanan tanah. Sekitar satu kilometer kami harus melintasi jalan tanah berkelok-kelok, ditambah lagi kita melewati jalanan tanah dengan jurang yang cukup curam. Jalur tanah ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Untuk saat ini, mobil mungkin lebih baik dititipkan di rumah warga, sekitar Pasar Bukitinggi. Kemudian dilanjutkan berjalan kaki cukup jauh menuju post terakhir (parkiran kendaraan roda dua).

Panorama alam hutan Dusun Batu Kemaliq ini sangat asri, hijau dan keren. Saking terpesonanya melewati jalur tanah di tengah hutan perbukitan, kami sudah sampai di parkiran kendaraan. Disinilah post terakhir kami sebelum berjalan kaki menuju lokasi air terjun.

Parkiran kendaraannya sangat rapi dan bersih. Disini juga terdapat warung yang menjual beberapa cemilan dan minuman ringan. Saya sarankan, beli air dan makanan disini saja, soalnya di lokasi air terjun gak ada pedagang yang berjualan.

Pemilik warung sekaligus yang menjaga kendaraan pengunjung, sangat ramah kepada kami.  Dari keterangan beliau, tiket masuk dan parkir "free" alias gratis tis tis. "Beneran tempat seperti ini kok gak ada pungutan biaya ya?". Heran bercampur seneng juga sih, hehehe. Meskipun gratis,  kami tetap berbelanja di warung beliau biar ada pemasukannya. Sadar diri lah,hehehe.

Setelah kendaraan kami terparkir dengan aman. Kami bersiap-siap menuruni tangga yang terbuat dari batu dan semen. Meskipun keliatannya aman, kita harus ekstra hati-hati karena di beberapa titik ada kondisi jalanan menurun yang licin. Untuk menuju Air Terjun Tibu Kelambu, kami harus memilih jalur ke kanan, sedangkan ke kiri adalah jalur menuju Air Terjun Tibu Tereng (cerita selanjutnya).





Berhubung dari awal kami akan menuju Air Terjun Tibu Kelambu terlebih dulu, kami berbelok kanan mengikuti jalur menurun kurang lebih sekitar lima menit dari parkiraan. Saat menuruni tangga menuju air terjun pertama, saya melihat banyak sekali pohon-pohon duren. Tapi sayang, pohonnya belum berbuah karena belum musimnya. 

Kita lupakan buah duren di otak dulu. Fokus ke arah mana kami menuju Air Terjun Tibu Kelambu. Setelah menuruni tangga, kami kebingungan. "Kemana nih arah kami selanjutnya ?". Ingin bertanya, tapi gak ada satu pun pengunjung lain untuk tempat kami bertanya. 

Saya curiganya mendengar suara air jatuh dan melihat jembatan bambu yang lumayan kokoh. Berhubung membawa anak kecil, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di bebatuan sungai yang airnya gak terlalu deras. Setelah beristirahat, saya dan Mas Junk berinisiatif mencari posisi air terjun misterius itu. Akhirnya saya dan Mas Junk berpencar. Saya menyeberangi jembatan bambu, sedangkan Mas Junk melewati jalur tanah yang mencurigakan di balik semak-semak. 

"Terus, si abang dokter bersama keluarganya gimana ?". Mereka sih asyik bersantai makan dan main air di sungai sambil menunggu saya dan Mas Junk mencari lokasi air terjun. Berhubung debit air sungai kecil, jadi sangat aman untuk anak-anak kecil mandi disini. Mereka pun memutuskan gak ikut dengan kami berdua turun tebing. Akhirnya. 

Lanjut !

Saat saya menyeberangi jembatan bambu, saya melihat ke arah bawah. Ternyata air terjunnya tepat di bawah jembatan bambu ini. Gila, ini namanya niat banget nyari air terjun sampai main petak umpet segala. Selanjutnya saya mencari jalur menuju ke bawah. Jalur yang saya pilih yaitu menuruni tebing sampai rela basah-basahan menyeberangi sungai dengan kedalaman sepaha orang dewasa.




Itu cerita saya, "Gimana dengan cerita Mas Junk ?".

Jalur yang dilalui si Mas Junk cukup menegangkan. Awalnya sih sama seperti saya yang menuruni tebing. Tapi, eh ada tapinya. Saat akan menuju sungai, ada sebuah jembatan kayu yang sudah rusak. Jarak antara tebing dan jembatan kayu cukup terjal. Kerennya, si masnya menggunakan jurus Spiderman. Bayangin dah sendiri gimana cara Spiderman nempel di tebing,hehehe. Syukurnya, kami berdua selamat sampai di lokasi Air Terjun Tibu Kelambu. Demi sebuah keindahan, rela dah kotor dan basah-basahan. 

Dari cerita teman-teman yang sudah menulis perjalanan ke air terjun ini, memang sangat kece ini destinasi. "Cara buatnya gimana ya ?". Hanya Allah SWT yang punya jawabannya. Kita hanya bisa selalu bersyukur dan menjaga keindahan ini biar tetap indah dan lebih kece lagi. Amiin (jadi pak ustad broo?). 

"Kenapa dinamakan Air Terjun Tibu Kelambu ?". Tibu sendiri berarti air yang jatuh, sedangkan kelambu berarti tirai atau kain yang menutupi. So, arti dari Tibu Kelambu yaitu air terjun yang tertutup seperti kelambu karena air terjun ini posisinya terjepit oleh bebatuan sehingga susah terlihat alias bersembunyi. Nah, itu menurut saya sendiri sih. Semoga pendapat saya bener itu artinya,hehehe. 





Jujur, baru kali ini saya mendapatkan hasil foto yang kece di lokasi air terjun. Berkat dari tangan Mas Junk sang calon fotografer pro, saya dapat foto yang bisa dibilang cukup untuk dipamerin lah,hehehe...peace. Apalagi penampakan Air Terjun Tibu Kelambu sangat instagrammable banget. Selain memiliki bentuk yang keren, air terjun ini juga memiliki kolam alami yang berwarna jernih kehijauan dan dingin menyegarkan. Datang di waktu musim kemarau, cukup beruntung sih karena aliran sungai gak terlalu deras, sehingga kita dapat mengatur kamera untuk mendapatkan hasil foto yang kece. 

Kesempurnaan itu gak seratus persen. Mirisnya di lokasi, saya sempat melihat sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Ayok, please !. Kalian yang merasa pecinta alam atau suka traveling, minta bantuannya untuk kalian bawa sampah dan membuangnya di tempat yang sudah disediakan !. Kalau bahasa gaulnya, "Loe Gak Keren Kalo Nyampah Sembarangan Brooo !!!". 

Gak perlu panjang lebar lagi saya menulis tentang keindahan air terjun ini. Cukup melihat foto-foto kece di postingan ini saja sudah membuat kemupengan teman-teman pembaca setia blog lazwardyjournal.com untuk segera datang ke tempat ini. 

Air Terjun Tibu Kelambu sudah lama ditemukan, tapi baru beberapa bulan ini naik pamornya ke permukaan. Berkat adanya Instagram dan cerita-cerita teman blogger yang lebih dulu datang kesini, saya baru tau ada air terjun kece yang dekat dari rumah. Gak perlu jauh-jauh jelajah air terjun, di dekat kota juga masih banyak yang belum saya ketahui.

Next time... saya akan datang kembali dan mencari lagi air terjun yang belum dijelajahi. Katanya sih di lokasi ini masih banyak air terjunnya, "jadi penasaran kan ?",hehehe...sama saya juga.  Cerita saya di postingan berikutnya tentang Air Terjun Tibu Tereng masih dengan waktu yang sama dan rombongan yang sama juga. Comming Soon !. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra