Langit sedang cerah-cerahnya. Terik sinar matahari yang cukup menyengat. Untungnya masih dibantu dengan hembusan angin dari arah laut saat saya dan ribuan penonton berada di atas tribun.
Saat itu saya dan ribuan penonton sedang menantikan pembalap kebanggaan Indonesia di race kelas Moto3. Ya benar, saya sudah gak sabar melihat secara langsung aksi Veda Ega Pratama menggeber motornya di atas aspal Sirkuit Internasional Mandalika.
Singkat cerita, kurang lebih satu jam berada di atas tribun beratapkan langit untuk menyaksikan keseruan race di kelas Moto3. Untuk keseruan nonton racenya, nanti saya tulis ceritanya di postingan berikutnya.
Btw, saya memutuskan untuk gak melanjutkan menonton kelas Moto2 dan MotoGP di atas tribun. Siang yang sangat terik sampai mengeringkan tenggorokan. Meskipun ribuan penonton menantikan satu pembalap lagi asal Indonesia di kelas Moto2, tapi saya gak begitu tertarik menontonnya. Begitu juga dengan MotoGP, musim ini bagi saya MotoGP sudah membosankan. Apalagi saya bukan fans fanatik Marc Marquez. Tapi lagi-lagi MotoGP bagi saya sangat membosankan.
Setelah selesai balapan di kelas Moto3, saya balik ke parkiran motor yang jaraknya gak begitu jauh. Berjalan kaki sekitar dua ratus meter dari pintu masuk (Gate 3), saya sudah tiba di parkiran kendaraan.
Gak seperti di tahun-tahun sebelumnya kalau nonton MotoGP di Mandalika, pastinya pakai drama adu sikut sama penonton lainnya saat rebutan naik ke dalam suttle. Gak pakai acara jalan kaki puluhan kilometer untuk menuju tribun. Tahun ini gak seberat tahun lalu.
Setelah mengambil motor di parkiran kendaraan, saya gak langsung pulang ke rumah. Pengen ngopi di dekat-dekat sirkuit saja. Apalagi siang yang terik ini, minum yang dingin-dingin sepertinya asyik. Mencari cafe atau kedai kopi sekitaran Kuta Mandalika cukup banyak pilihan. Tapi kebanyakan cafe-cafe disini pengunjungnya para bule semua. Suasananya juga sepeti cafe-cafe yang ada di Gili Trawangan dan di Legian Bali.
Setelah keluar dari area sirkuit, saya menuju Jalan Raya Kuta. Kondisi jalanan arah keluar sirkuit agak lengang, tapi yang akan menuju sirkuit kondisinya macet parah. Penonton baru pada datang, sedangkan saya sudah pulang duluan.
Melalui jalur seperti biasanya. Belok ke kiri, menuju arah Masjid Nurul Bilad. Salah satu masjid terbesar di Pulau Lombok dan menjadi daya tarik destinasi wisata religi di daerah Kuta Mandalika. Gak jauh dari masjid, saya sudah berada pusat keramaian Kuta. Sepanjang jalan berjejer cafe-cafe dari kecil sampai besar. Gak hanya cafe, beberapa penginapan seperti homestay, bungalow dan hotel ada disini.
Buat yang berlibur serta berencana untuk stay di Kuta Mandalika, banyak pilihan penginapan dengan budget yang bervariasi dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Kalian tinggal memilih sesuai selera.
Paling enak datang kesini, di sore hingga malam hari karena banyak hiburan yang ada. Dari live music di beberapa cafe dan pastinya suasana sore hari di Kuta pastinya asyik sambil menikmati terbenamnya matahari.
Tujuan saya kali ini yaitu Kopi Susu Kuta Lombok. Salah satu cafe atau tempat ngopi yang beberapa waktu lalu sempat ngehits dan ramai di media sosial. Banyak saya lihat deretan foto anak-anak muda yang datang kesini. Entah datang hanya untuk berfoto saja atau nongkrong disini sambil mencoba makanan dan minuman.
Saya pun gak mau kalah. Meskipun umur sudah tiga puluhan tapi gak mau kalah sama anak-anak muda jaman sekarang. Untuk menuju lokasi gak begitu sulit. Tinggal buka google maps, ketik Kopi Susu Kuta Lombok dan kita tinggal ikutin petunjuknya.
Kebetulan pas lagi berada di daerah Kuta, jadinya sempatin mampir disini. Kalau gak nonton MotoGP, saya sudah jarang sekali motoran ke Kuta dan sekitar. Lumayan juga kalau dari dari rumah bila pengen kesini. Berat di bensin juga, hehehe (malah curhat).
Kopi Susu Kuta Lombok beralamatkan di Jalan Raya Kuta no.1, Kuta, Kec.Pujut, Kab.Lombok Tengah. Alasan saya tertarik untuk datang kesini yaitu penampakannya yang etnic dan exotic. Mengingatkan saya saat bersantai di salah satu cafe yang ada di Gili Trawangan. Vibesnya dengan suasana tropikal dan berada di pinggir pantai. Angin pantai cukup terasa disaat saya berada di depan cafe ini.
Suasana yang cukup ramai. Jalan Raya Kuta pun dipadati oleh tamu-tamu mancanegara yang terlihat berjalan kaki di sepanjang jalan. Suara musik pun terdengar dari cafe-cafe yang sudah buka siang itu. Seperti bukan di daerah sendiri. Saya merasa minoritas disini. Apalagi sedang ada event MotoGP, jadinya daerah Kuta sangat ramai sekali.
Setelah memilih tempat duduk, saya mulai memesan menu. Cek daftar menu yang disodorkan oleh salah satu karyawan cafe. Kali ini si mbak jilbab yang membawakan saya selembar kertas menu. Cara memesan menu disini, kita tinggal mencentang list menu di kertas. Kalau gak ada, kita tinggal menambahkan sendiri.
Banyak pilihan menu yang enak-enak. Ada hot coffee, ice coffee, matcha and tea, smoothies, soft drinks dan masih ada lainnya. Untuk menu makanan, ada breads and bakery, eggs, fruit and veg, cheese, protein dan sweet. Karena banyaknya, saya jadi bingung mau pesan menu makanan yang mana.
Tujuan datang kesini ya untuk ngopi. Jadinya saya pesan salah satu menu favorit disini yaitu Ice Long Black/ Americano. Saya pesan dengan tambahan gula cair biar gak terlalu pahit. Awalnya mau pesen yang hot, tapi karena cuaca siang itu sangat terik, jadinya pesen yang dingin seger saja.
Untuk Ice Long Black Americanonya enak banget. Ice Long Black Americano memiliki rasa kopi yang kuat dan seger. Aroma kopinya terasa khas dengan perpaduan rasa pahit yang pas dan sedikit rasa asam yang menyegarkan.
Disajikan dengan es batu, minuman ini cocok dinikmati saat cuaca panas atau ketika lagi pengen bersantai, melepas keletihan saat bekerja seharian. Rasanya simpel, gak terlalu berat dan cocok untuk pecinta kopi hitam tanpa tambahan susu. Overall, recommended banget untuk kalian yang suka kopi dengan cita rasa autentik dan menyegarkan.
Porsinya juga cukup besar. Apalagi kalau datang nongkrong di Kopi Susu Kuta Lombok, rasanya pengen berlama-lama disini. Mencari inspirasi tulisan, baca buku, ngobrol bareng pasangan, atau meeting kayaknya cocok disini.
Kita beralih ke menu makanannya. Saya gak memesan menu berat karena sudah bawa bekal nasi dari rumah sebelum berangkat ke sirkuit. Untuk menemani ice kopi, saya pesan Mini Burger dengan egg, coleslaw yang isinya biasanya irisan kol yang diiris tipis, wortel parut dan saus mayones, dan ditambah onion.
Burger berukuran mini dan lembut saat digigit. Soal rasa, gak perlu diragukan lagi. Isian telur dadarnya lembut, coleslawnya gak berlebihan dan bumbunya nendang banget. Awalnya ragu mau pesan satu karena takutnya gak kenyang. Pas dihabiskan, ternyata cukup kenyang juga.
Pas banget dimakan untuk menemani ngopi sambil menikmati suasana siang di Kuta Mandalika. Semakin sore, pengunjung semakin ramai yang berdatangan. Hampir semua meja sudah terisi semua. Untuk harga disini masih masuk akal. Apalagi disini ada paket 35 ribu bisa pesan beberapa makanan atau cemilan.
Ice Long Black / Americano yang saya pesan kena di harga 35 ribu dan Mini Burger kena di harga 35 ribu juga jadi total 70 ribu, belum termasuk PPN. So, masih masuk akal menurut saya kalau lokasinya di Kuta. Di Kota Mataram saja, harganya sama saja. Bahkan jauh lebih mahal dibandingkan di Kopi Susu Kuta Lombok.
Overall, saya suka nongkrong di Kopi Susu Kuta Lombok. Di lain kesempatan, pengen datang lagi mencoba menu lainnya sambil nulis blog atau baca novel. Tempatnya nyaman sekali buat bekerja atau mencari inspirasi. Membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dari Kota Mataram sampai di cafe ini.
Untuk informasinya, Kopi Susu punya dua lokasi di Pulau Lombok. Pertama yang sudah buka lebih lama yaitu Kopi Susu Gili Air dan yang baru buka yaitu Kopi Susu Kuta Lombok. Penasaran juga dengan Kopi Susu Gili Air. Next time, kalau datang ke Gili Air, semoga dapat mampir di Kopi Susu Gili Air.
Untuk jam buka di Kopi Susu Kuta Lombok dari jam tujuh pagi hingga sebelas malam (koreksi bila keliru). Bagi kalian yang lagi mencari lokasi buat ngumpul bareng temen atau keluarga sambil menuju destinasi wisata Kuta Mandalika, bisa mampir di Kopi Susu Kuta Lombok.
Penulis : Lazwardy Perdana Putra

















0 comments:
Post a Comment