Saturday, 20 June 2020


Berlibur sekaligus berlebaran di Banyuwangi gak hanya mendapat rezeki ngetrip ke Kawah Ijen, Baluran dan Djawatan Benculuk. Tapi libur panjang saya bersama keluarga di Banyuwangi cukup berkesan. Kenapa gak, banyak tempat-tempat kece yang sempat kami explore. Begitu juga tempat yang satu ini, Festival of Light Banyuwangi. Sebuah festival dimana kita akan menikmati indahnya cahaya gemerlap warna-warni dari lampu-lampu dengan berbagai macam bentuk. 

Awalnya saya gak mengetahui ada festival lampu hias semacam ini diselenggarakan tepat saat libur lebaran tahun 2019. Setiba saya bersama keluarga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kami langsung menuju Rogojampi, sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Kurang lebih setengah jam perjalanan, setelah melewati pusat Kota Banyuwangi, saya melihat di pinggir jalan raya ada sebuah naga raksasa, balon udara dan kawan-kawan. Naganya gak beneran lhoo ya, hanya sebuah lampion yang sengaja dibuat menyerupai naga. Berhubung masih sore, jadi lampu-lampunya belum terlihat. Kalau ada waktu, pengen rasanya datang kesini. 

Berlokasi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kedayun, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Tepatnya berada di jalur lintas Jember - Banyuwangi. Dengan penataan cahaya lampu yang dipadukan dengan keindahan taman hijau seakan pengunjung yang datang akan merasakan berada di negeri dongeng. Ini dikarenakan di setiap sisi taman dihiasi lampu-lampu cantik berbentuk bunga dan pepohonan yang bersinar indahnya membuat kita selalu betah berada di sekelilingnya. 




Tepat di malam lebaran Idul Fitri, saya mengajak istri dan adek-adek untuk datang ke festival ini. Kalau gak salah, festival ini dibuka di hari biasa (Senin-Kamis) dari jam empat sore sampai sepuluh malam. Sedangkan Hari Jumat - Minggu, dari jam empat sore sampai sebelas malam Enaknya datang pas malam hari, jadi kita bisa melihat dan menikmati warna-warni lampu yang kece habis. 

Dari informasi yang saya dapatkan waktu itu, Festival of Light Banyuwangi diselenggarakan selama libur lebaran 2019, tepatnya selama 48 hari. Penggagasnya yaitu dari Management Taman Pelangi, PT Cikal Bintang Bangsa. Dengan bertemakan "Sensation of Playing", para pengunjung akan dimanjakan oleh berbagai wahana yang sangat menarik. 

Ada lampu berbentuk naga berwarna kuning dengan ekor merahnya, ada beruang putih, bunga-bunga dan masih banyak lainnya. Untuk harga tiket masuk, setiap pengunjung dikenakan biaya 25 ribu per orang. Buat saya sih lumayan mahal (menurut saya lhoo ya). Tapi kalau gak salah, setiap tiket dapat bonus minuman teh kotak lhoo ya. Jadi yang capek berkeliling di antara lampu-lampu kece, kalian bisa mengambil minuman di tempat yang sudah disediakan. 




Pada malam itu, pengunjung lumayan ramai tapi gak sampai berdesakan mengantri mendapatkan tiket. Setelah membeli tiket, kami pun menyodorkan tiket tadi ke petugas di pintu masuk. Petugasnya bapak-bapak yang begitu ramah terhadap pengunjung. Setelah berada di area festival, kami sempat bingung mau kemana dulu. Kiri-kanan depan belakang, kami dikelilingi oleh lampu-lampu cantik.  Keren nih untuk fotoan. Untung saja saya membawa kamera dslr, jadi gak khawatir untuk mengambil foto dalam suasana gelap. Smartphone yang dibawa juga cukup menghasilkan foto yang keren. 

Bagi yang doyan selfie atau narsis, pas banget tempatnya disini. Spot-spot fotonya instagramable banget. Istri dan adek-adek sudah siap difoto. Lagi-lagi yang bakalan jadi nasib tukang foto abadi ya saya sendiri. Hahaha. Untungnya saya punya foto juga, berdua bareng istri pula (senyum jengkelin).

Spot foto yang saya bareng istri suka yaitu di antara puluhan bunga-bunga yang menyala dengan indahnya. Ada juga hiasan lampu warna-warni seperti lorong. Disini kita bisa rebahan juga karena ada rumput, bukan tanah lhoo ya. Mau fotoan bareng bunga-bunga sambil tiarap ala-ala tentara juga gak apa-apa. Sekalian tiduran juga boleh, asalkan gak ngorok saja,hahaha...becanda. 





Semakin malam, para pengunjung semakin ramai saja yang datang. Apa karena malam lebaran kali ya. Banyak pasangan yang datang sambil berkencan di Festival of Light pada saat itu. Ada yang jalan berdua sambil bergandengan tangan kayak di drama Korea itu. Ada yang datang bareng anak-anak. Ada yang sekampung bareng keluarga. Saya gak melihat ada yang datang sendirian terus duduk termenung menatap lampu warna-warni temani oleh Teh Botol Sasro. Jadi malam lebaran yang sangat indah, ditemani oleh lampu-lampu cantik. 

Gak terasa sudah malam, saatnya balik ke rumah. Jalan-jalan di malam lebaran ke Festival of Light menjadi pengalaman pertama saya datang ke festival lampu ini. Ini juga pertama kalinya diadakan di Banyuwangi lhoo. Semoga saja di waktu yang akan datang, ada lagi festival semacam ini di Banyuwangi atau tempat yang saya singgahi nantinya. Buat saya, Festival of Light Banyuwangi yang akan datang perlu diperbanyak lagi wahananya biar semakin ramai dan bertambah spot foto-fotonya. 

Ada satu yang ketinggalan, saya gak sempat menaiki balon udaranya. Padahal pengen banget menikmati alam Banyuwangi dari atas balon udara. Denger-denger kita bisa terbang dengan balon udara ini setinggi 40 meter selama 4-5 menit. Belum rezekinya, Gak apa-apalah.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


4 comments:

  1. wah seru banget banyuwangi emang jempolan masalah wisata
    aku suka yang bunga bunga itu
    asyik aja difoto
    wah iya sayang mas naik balon udara itu pasti tambah romantis hihi
    semoga bisa lain waktu yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa naik balon udara soalnya belum pernah sama sekali.hehehe

      Delete
  2. Wahhh keren sekali penuh dengan lampu warna-warni yang membentuk aneka ragam tanaman, hewan, serta bentuk lainnya.. Aaaaaahhh di tempatku kapan bisa ada seperti itu huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. semoga di tempat tinggal mas ada Festival Light juga. Semoga di Lombok jg ada,hehehe

      Delete