Saturday, 12 June 2021

Biasanya kalau lagi weekends gini, saya bareng anak istri suka jalan-jalan ke rumah orang tua atau pergi kulineran. Mencari tempat makan yang belum pernah kami datangi dan mencoba menu-menu yang belum pernah dicoba. Ini salah satu cara refreshing saat ini ditengah masih tingginya kasus Covid-19 di negara kami tercinta. Lagi-lagi harus pintar mencari tempat yang gak banyak orang berdatangan tanpa melupakan kenyamanan dan pelayanan yang memuaskan pastinya. 

Dibilang sulit mencari lokasi tempat tersebut, gak juga. Ada beberapa tempat makan semisal cafe atau resto yang saat ini sepi pengunjung tapi masih tetap eksis. Salah satunya Lesehatan Unram Farming Narmada yang beberapa bulan ini baru soft opening.

Beberapa hari terakhir, kondisi saya agak kurang sehat. Kerjaan numpuk, so pengen nyari udara segar. Kebetulan weekends yang lalu bapak mama ngajakin jalan-jalan ke arah Lingsar dan Narmada. Siapa tau dapat beli buah manggis pesenan nenek di Lombok Timur. Sayangnya belum musim buah manggis. So, sepanjang jalan dari arah Kota Mataram menyusuri daerah Lingsar, gak ada satupun pedagang buah yang menjual buah manggis.






"Buah Manggis Buah Kedondong". Cakep. "Kalau laper, makan di Lesehan Unram Farming Narmada dong !". (gak ngendorse)

Buah manggis gak dapat, perut jadi laper. Sudah waktunya makan siang. Mau melanjutkan ke arah Suranadi, Lombok Barat tapi kejauhan. Kebetulan posisi kami saat itu dekat dengan sebuah lesehan yang sedang ngehits di facebook. Sebut saja Lesehan Unram Farming Narmada atau disebut LUF. Alamatnya di Jalan Suranadi No 15 Nyur Lembang, Narmada. Lokasinya tepat persis di belakang SMA 1 Narmada dan gak jauh dari Pasar Narmada. Lebih jelasnya bisa dilihat di google maps di akhir cerita. 

Menurut informasi yang didapat, lesehan ini dibuka oleh teman-teman alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram). Di lokasi yang sama, disini juga terdapat tempat penelitian mahasiswa Fakultas Pertanian Unram. Bisa dilihat dari banyaknya tanaman budidaya seperti berbagai macam sayur-sayuran, bibit Manggis, Mangga, Durian dan lain sebagainya. Selain kulineran, kita juga bisa berkeliling di perkebunannya secara gratis tis tis. 

Gak hanya itu saja, penampakan lesehannya juga lumayan kece. Berada di lahan perkebunan dan area persawahan  dengan jalan setapak yang sudah disemen. Untuk tempat bersantainya berupa saung dari bambu, kalau bahasa Lomboknya itu berugak yang ukurannya lumayan besar. Ada dua jenis saungnya. Ada bentuk lesehan dan ada juga bentuk meja kursi dari bambu. Ada juga kolam renang baik kolam untuk anak-anak dan dewasa. So, kita bisa berenang santai sambil menikmati suasana persawahan dan sungai yang berada persis di pinggir lesehan dan kolam renangnya. Ada juga spot-spot foto tempat kita berselfie ria. Dijamin betah berlama-lama disini. 




Saya bareng anak istri dan bapak mama memilih bersantai di berugaq depan kolam renang. Sayangnya gak bawa baju ganti, jadi lain waktu saja renangnya. Padahal kolam renangnya menggoda sekali. Hahahaa. 

Terik matahari siang itu gak terasa karena hembusan angin persawahan yang sepoi-sepoi. Kalau sudah kena angin gini, enaknya tidur siang. Eh, tapi jangan tidur dulu. Salah satu karyawan LUF datang menghampiri kami membawa daftar menu yang buat saya penasaran. Apa saja menunya?. Sabar dulu, baca cerita saya sampai habis. 




Membuka daftar menu, saya tertarik dengan masakan Nila Bakar Bambu. Katanya ini masakan andalan dari lesehan ini. Ada juga pesan Lele Goreng, Nila Bumbu Kuning, Es Buah, Es Teh dan Es Kelapa Muda. Dan masih banyak lagi masakan dan minuman yang gak mungkin dipesan satu per satu. Lebih jelasnya, bisa dilihat di daftar menu di atas. Kalau ditanya soal rasa, sabar. Kita bahas satu per satu yang sudah kami pesan. 



Nila Bakar Bambu

Dari namanya saja, sudah buat saya penasaran. Nila Bakar Bambu, berarti dibakar di dalam bambu seperti Nasi Bakar Bambu yang pernah saya makan di tempat lain. Si mbaknya yang mengantarkan daftar menu ke kami menjelaskan kalau olahan Ikan Nila ini menjadi andalan di Lesehan Unram Farming ini. So, karena penasaran dibuat oleh si mbaknya, kami pesan satu porsi Nila Bakar Bambu. 

Rasanya pun gak mengecewakan. Ikan Nila yang dibaluri bumbu pelecingan kemudian dibungkus oleh daun pisang, kemudian dimasukan ke dalam batang bambu kemudian dibakar dengan arang yang membara. Cara penyajiannya, bambu dibelah menjadi dua, kemudian Nila Bakar yang terbungkus daun pisang tadi dibuka. Dan siap untuk disantap. 

Saya suka dengan bumbu Nila Bakarnya, enak pooll. Apalagi aroma asapnya itu lhoo yang membuat masakan ini bener-bener kece rasanya. Rekommended buat kalian cicip. Seporsi Nila Bakar Bambu diberi harga 45 ribu. Sudah cukup terjangkau, apalagi porsinya juga bisa untuk berempat. 


Nila Bumbu Kuning

Wah olahan Nila lagi nih. Ada yang bakar, ada juga yang berkuah. Biar seimbang gitu maksudnya. Kami memesan Nila Bumbu Kuning. Ceritanya, ini masakan favorit di keluarga kami. Biasanya kami menyebutnya Pelumara atau Ikan Bumbu Kuning. Ikannya bisa dari jenis apa saja. Yang penting bukan dari jenis Ikan Cupang lhoo ya,hahaha.

Kebetulan ada menu masakan ini di LUF, jadi otomatis kami pesan. Kuahnya sangat kental dan kaya bumbu. Agak sedikit asam dan ini yang saya cari, rasa asam yang buat lidah bergoyang dan mau nambah nasi lagi (antara laper atau doyan). Pedasnya pas, berhubung juga di keluarga gak ada yang bener-bener hobi pedes. Jangan heran kalau makan masakan agak pedas sedikit saja, wajah langsung berkeringat sampai garuk-garuk kepala, hahaha. 

Untuk daging Ikan Nilanya bener-bener terbaik dah. Saya suka bagian ekornya. Ukuran Ikan Nilanya juga lumayan besar, jadi puas buat disantap. Ditambah lagi dengan daun singkong menjadi masakan ini saingan dari Nila Bakar Bambu tadi. Seporsi Nila Bumbu Kuning diberi harga 20 ribu. Cukup terjangkau dan rasa gak menghianati kami sekeluarga.


Lele Goreng

Ini pesanan tambahan saya, Lele Goreng. Sudah lama juga gak mencicipi Iele. Terakhir kali makan lele itu sekitar dua tahun yang lalu. Di rumah juga gak ada yang doyan lele kecuali saya dan istri saja. Dulunya Lele Goreng menjadi menu saya hampir tiap hari saat masih menjadi mahasiswa Jogya. Kalau malam pergi makan ke Warung Lalapan. Carinya ya Lele Goreng sama nasi. Ssstsss, itu soalnya yang paling murah,hahahaha.

Bukan soal murahnya, Lele memang dagingnya agak sedikit manis dan digoreng sampai krispi itu enak banget. Di LUF menu Lele Gorengnya gak jauh beda dengan Lele Goreng di Jogya sana. Bedanya terletak di sambelnya. Sambel terasinyanya seger banget dan cocok disantap saat makan siang. Satu porsi Lele Goreng ada dua ekor. Harganya juga lumayan terjangkau yaitu 15 ribu. 


Es Buah

Habis makan yang pedas-pedas, enaknya minum yang segar dan manis. Pilihannya jatuh ke Es Buah. Disini campuran Es Buahnya ada potongan buah naga, apel, alpukat, nata de coco dan sirup rasa Cocopandan. Ukuran manisnya menurut saya pas.

Ada yang menjadi komplain saya disini yaitu masih ada rasa bumbu-bumbu. Bisa jadi pisau yang digunakan belum dicuci sempurna jadi terikut di potongan buahnya. Tapi masih bisa dinikmati dan dihabiskan. Satu porsi Es Buah diberi harga 10 ribu. Sangat terjangkau menurut saya. Apalagi tempatnya yang kece banget dengan suasana persawahan dan pedesaaan. 


Masih banyak lagi menu-menu lainnya yang ada di Lesehan Unram Farming. Kalau ada kesempatan lagi, saya akan mencoba menu lainnya yang rekommended buat dicoba. Mungkin diantara kalian yang sudah datang ke Lesehan Unram Farming punya menu favorit atau rekommended yang perlu dicoba. Bisa ditulis di kolom komentar ya !. 

Gimana menurut kalian, tempatnya sangat kece bukan ?. Soal rasa masakan yang sudah saya coba gak mengecewakan. Dari segi pelayanan juga cukup memuaskan. Gak terlalu lama menunggu dan kami bisa bersantap siang sambil bersantai menikmati suasana persawahan dan pedesaan di Lesehan Unram Farming.

Buat yang membawa anak juga sangat rekommended datang ke Lesehan Unram Farming. Disini bisa mengajak si buah hati berjalan kaki menyusuri jalan setapak di persawahan. Bisa melihat aneka tanaman di area penelitian Mahasiswa Pertanian Unram. Bila yang berenang juga bisa renang bareng di kolam renang yang berada di depan lesehan. 

Lesehan Unram Farming Narmada buka setiap hari dari jam 10 pagi sampai sore. Sebelum datang kesini bisa reservasi di alamat facebooknya Lesehan Unram Farming Narmada. Bisa juga datang langsung tanpa memesan terlebih dahulu. Disini dijadikan tempat acara reunian dan outbond juga. Pokoknya buat acara seru-seruan bareng temen kantor, sahabat dan keluarga di Lesehan Unram Farming Narmada tempatnya (bukan ngendorse). 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

4 comments:

  1. mantep nih alumni Fakultas Pertanian Universitas Mataram buka restoran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mereka berinovasi. Salut. Hobi bisa menjadi duit

      Delete
  2. Wah jadi rindu balik lagi ke Lombok. Salah satu tempat wisata terfavorit nih, udah 3x ke sana 😂 dulu waktu kuliah sempat KKN di sana hampir 2 bulan, jadi berkesan banget Lombok buat saya. Thanks mas rekomendasinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lombok memang slalu dirindukan. Siap, makasi sudah mampir.ditunggu review tmpat lainnya jg.

      Delete