Mencoba Menu Unik di Upnormal Coffee Lombok



Wah sudah akhir bulan nih, sebentar lagi gajian. Isi dompet sudah mulai menipis, pertanda harus mulai berhemat hingga awal bulan. Belum lagi akhir-akhir ini suasana semakin memanas dengan kasus Covid-19 yang masih tinggi dan belum terlihat kapan ini akan berakhir. Ditambah lagi dengan kerjaan yang semakin menumpuk. Bukannya Work from Home seperti yang dianjurkan pemerintah tapi Work from Office plus kadang-kadang lembur ngurus logistik Covid-19. Buat semakin bete dan terkadang jenuh sama kerjaan kantor #CurhatColongan

Lupakan sejenak dengan urusan kantor yang buat ribet, bersantai dulu biar happy di salah satu cafe yang lokasinya gak jauh dari kantor. Bisa jalan kaki kok. Mau pulang ke rumah buat makan siang nanggung sekali. Akhirnya saya ikut ajakan teman-teman satu ruang untuk makan siang di Upnormal Coffee. Bukannya sok gaya-gayaan makan siang di tempat yang saya rasa wah. Tapi berhubung kita semua penasaran gimana sih nongkrong siang disini ala-ala sosialita gitu.



Upnormal Coffee merupakan cafe yang sudah punya nama di Indonesia. Salah satu cafenya sempat saya datangi di daeran Renon, Kota Denpasar beberapa tahun yang lalu. Dari penilaian kuliner disana, menurut saya menunya enak-enak dan unik-unik namanya. Tampilan cafenya juga saya suka banget. Kekinian dan pelayanan memuaskan. Lebih lengkapnya kalian bisa baca di tulisan saya di bawah ini.

Baca juga disini ---> Warunk Upnormal Renon,Denpasar

Untuk di Kota Mataram, Upnormal Coffee soft openingnya beberapa bulan yang lalu. Kalau gak salah sekitar Bulan Mei atau Juni tahun ini. Saat itu saya gak datang di hari pertama buka karena masih tinggi-tingginya kasus Covid-19 di Kota Mataram. Saya belum berani masuk ke cafe manapun. Saya salut dengan Upnormal yang nekat buka pas pandemi Covid-19. 

Alamatnya di Jalan Bung Karno no 1-8, Kota Mataram. Untuk akun instagramnya bisa cek di @upnormalcoffee.lombok. Buka dari jam 8 AM - 9.30 PM. Upnormal Coffee Lombok merupakan outlet yang ke 119 di Indonesia. Waw, keren juga ya. 





Dari segi penampilan, semua Upnormal memiliki tampilan yang sama yaitu industrial. Konsep yang saya sangat sukai. Lebih-lebih rumah saya saja pengennya memiliki konsep ini. Semoga terwujud nantinya,Amin. 

Sebelum masuk ke dalam cafe, kami harus melewati tahap pengecekan suhu badan menggunakan Thermalgun. Sudah ada petugas yang siap mengecek suhu badan kami. Setelah dirasa suhu badan normal, kami harus mencuci tangan dengan handsanitizer yang sudah disediakan di atas meja. Tujuan biar kita semua yang berada di dalam cafe aman dari virus. Ohya, semua pengunjung yang memasuki area cafe, harus bermasker ya. Terlihat cafe ini sudah lumayan baik menerapkan protokol kesehatan. 

Berhubung masih pandemi, beberapa kursi gak boleh diduduki. Sudah diberi tanda silang oleh cafenya. Artinya kita harus jaga jarak dengan orang sekitar. Apalagi kita berada di ruang ber-AC. Dari penampilan, saya sangat suka dengan tampilan Upnormal Coffee Lombok. 







Upnormal Coffee Lombok memiliki dua lantai. Dimana lantai pertama semuanya beruang no smoking, sedangkan di lantai dua ada pilihan ruang smoking dan no smoking. Buat yang ahli hisap, disarankan untuk memilih smoking area saja. Untuk kita-kita yang pengen ngadem karena panasnya siang, bisa memilih ruangan no smoking. 

Untuk melakukan pemesanan, kita bisa ke lantai satu. Disini sistemnya, pilih menu langsung bayar. Setelah bayar, pesanan segera diantar ke meja masing-masing. Kalau di lantai dua, selain tempat duduk, disini ada juga panggung live musicnya. Sayangnya siang itu gak ada yang live music, mungkin malam saja kali ya ada orang nyanyinya. Selain itu ada mushola yang super kece dan bersih. Toiletnya juga terjaga kebersihannya. 

Kami memilih duduk di lantai dua yang no smoking karena pengen ngadem, bersantai sambil bermain permainan yang disediakan cafenya. Sambil menunggu pesanan datang, kami bermain Uno dan foto-foto pastinya. Maklum baru pertama kali datang kesini. Gak apa-apa dibilang udik, yang penting happy. hahaha. 




Nah, memasuki ke dalam cerita intinya. Kalian pasti bertanya-tanya dengan judul tulisan ini. Nih,saya kasi jawabannya. Ada beberapa menu unik yang saya pesan. Salah duanya ada Mie Rebus Akhir Bulan dan Si Eko. 

Pas dengan kedatangan saya saat itu, saya memesan Mie Rebus Akhir Bulan karena datangnya pas akhir bulan. Mie rebus yang dikasi telur ceplok setengah mateng. Rasanya seperti Indomie (bukan ngendorse). Menurut analisa saya, kenapa dinamakan mie rebus akhir bulan. Karena saat saya kuliah dulu, setiap akhir bulan makannya mie rebus atau gak mie goreng. Alasannya pasti kalian taulah,hahaha. 

Untuk minumannya, saya pesen yang dingin-dingin yaitu Si Eko yang punya kepanjangan Es Kopi Susu yang ditambahkan gula aren. Rasanya maknyes di tenggorokan. Pas banget di siang hari yang panas, minum es kopi. Mata langsung melek lagi. Untuk budget Si Eko diberi harga 25 ribu, sedangkan untuk mie rebus akhir bulan satu porsi seharga 17 ribuan. Lumayan sih harganya, netizen gak perlu menghujat harganya ya. Memang sekelas cafe model Upnormal, harga segitu masih wajar-wajar saja. 


Sedangkan yang lainnya memesan menu yang berbeda. Kali ini saya gak memberikan reviewnya karena lupa mencatat apa-apa komentar dari si pemakan menu tersebut. Cukup menu saya saja yang direview. Biar penasaran, kalian bisa mencobanya sendiri ya. 

Reviewnya gak panjang karena tulisan ini murni gak diendorse. Mungkin kalau si pemilik pengen diendores, mungkin tulisannya lebih panjanglah hehehe...ngarep.com. So, buat kalian yang belum pernah datang ke Upnormal Coffee Lombok, jangan lupa bawa duit yang lumayan banyak ya, apalagi kalau ada niat datang kencan bareng pasangan atau traktir temen-temennya. 

Penting !, Jangan lupa pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun atau handsanitizer untuk meminimalkan penularan Covid-19 di Kota Mataram dan sekitarnya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. sejak coroces aku lama enggak ke coroces
    jadi ga bisa main uno
    sama beli mie telur cepluknya
    btw cabangnya udah di mana mana ya
    di mataram pun ada
    kukira cuma di Jawa aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, baru satu cabang yg dbuka di Mataram. Ramai pula hehehe

      Delete
  2. wew udah ada di lombok, dulu kalau mau seruput mie rebusnya upnormal sambil main UNO harus nyebrang ke Bali. heuheuheu

    ReplyDelete

Post a Comment