Sunday, 20 September 2020

Bersantai Sambil Kulineran di Pantai Kerandangan


Gak terasa sudah memasuki pertengahan Bulan September 2020. Sudah tujuh bulan wabah Covid-19 masih menghantui kita. Mau kemana-mana perlu mikir seribu kali. Boro-boro mau berpergian, keluar rumah hanya sekedar beli kopi di Indo**rt dekat rumah saja harus pake masker dan cuci tangan sebelum masuk rumah. 

Tujuh bulan rasanya menyebalkan gak liburan ke tempat-tempat kece. Biasanya sebulan dua kali, pergi touring, kulineran atau bersantai di sebuah tempat buat melepas penat sama tugas kantor. Apalagi sekarang sudah punya anak istri, tambah semangat pengen pergi ke suatu tempat yang keren dan asyik. Tapi untuk saat ini mau gak mau kita harus mematuhi aturan pemerintah. Gak boleh datang ke tempat berkerumun banyak orang, selalu pakai masker dan terpenting harus jaga jarak atau bahasa kerennya, physical distancing

Kita lupakan dulu yang namanya Covid-19 dengan bersantai di pantai sambil makan sate bulayak dan secangkir kopi susu hangat. Beberapa hari yang lalu, tepatnya Hari Sabtu saya bersama keluarga datang ke sebuah pantai yang gak jauh dari rumah. Hitung-hitung plesiran untuk meningkatkan imun biar gak stress. 

Ada aturan untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19, bukan berarti sekarang gak boleh kemana-mana. Syukurnya sekarang kita sudah diperbolehkan berlibur ke pantai, gili, air terjun atau camping di Desa Sembalun. Semuanya boleh dilakukan asalkan tetap mematuhi aturan yang ada. Liburan dengan kebiasan baru. 





Berangkat jam sembilan pagi dari rumah di Ampenan menyusuri jalan raya Senggigi dengan cuaca yang cukup cerah. Gak lupa masker harus digunakan. Takutnya kena razia masker di jalan. Anggota keluarga yang ikut ada bapak, mama, bibi dan gak lupa anak istri pastinya. Ini juga kali kedua saya membawa Kenzi main-main ke pantai. Dimana sebelumnya pergi ke pantai yang ramai pengunjung saat itu, jadi gak betah berlama-lama di lokasi (ceritanya menyusul).

Sekitar dua puluh menit waktu tempuh dari rumah, kami sudah sampai di pintu masuk Pantai Kerandangan yang berada persis di sebelah Pantai Senggigi. Suasana pagi itu masih sepi. Wah, beruntung nih masih sepi pengunjung. Biasanya menjelang sore hari apalagi hari libur, banyak yang datang bersantai di pantai ini. 

Pantai Kerandangan merupakan salah satu pantai di Pulau Lombok yang cukup laris dikunjungi oleh wisatawan lokal. Meskipun gak seterkenal dengan tetangganya Pantai Senggigi, buat saya pantai ini sangat nyaman dan asyik untuk bersantai dan kumpul keluarga. Pantai ini juga sering digunakan untuk kegiatan outbound dan camping karena memiliki padang rumput yang sangat luas disertai dengan deretan pohon-pohon kelapa yang jumlahnya ratusan, sehingga pantai ini sangat rindang. 

Masuk ke dalam pantai, kita dikenakan tiket masuk 5 ribu rupiah untuk mobil dan 2 ribu rupiah untuk motor. Bisa dibilang pantai ini sangat aman dan ramah pengunjung karena selalu dijaga oleh penduduk setempat.

Dari pintu masuk, kendaraan kami harus menyusuri jalanan tanah melewati deretan pohon kelapa hingga sampai di parkiran yang berada tepat di pinggir pantai. Dari kejauhan sudah terlihat deretan gubuk-gubuk sederhana terbuat dari kayu dan alang-alang sebagai atapnya tempat para pengunjung bersantai. Mirip seperti gazebo dengan dipan-dipan bambu sebagai tempat duduknya. 

Setelah turun dari mobil, kami disambut dengan suara ibu-ibu warung yang menawarkan ke kami apa yang mereka jual. Ada ikan bakar, sate bulayak, kelapa muda, dan masih banyak lainnya. Kami pun langsung memilih tempat bersantai yang masih banyak kosong. Di warung sebelah ada pengunjung yang sepertinya habis gowes, terlihat sepeda yang berjejer di bibir pantai. 

Banyak warung-warung disini yang bisa kita pilih. Pastinya dengan dagangan yang hampir sama. Kami memilih tempat santai yang langsung berhadapan dengan pantai tanpa ada yang menghalangi di depannya. 

Ibu yang punya warung menghampiri kami untuk mencatat apa saja yang kami pesan. Pagi menjelang siang enaknya makan sate bulayak dengan sebuah kepala muda. Sebelum pesanan datang, kami bermain-main di pinggir pantai. Si Kenzi yang digendong sama bundanya, sudah gak sabar bermain pasir.  Deburan ombaknya gak terlalu besar. Air laut yang kebiruan dengan angin pantai yang sepoi-sepoi. Baru kali merasakan yang namanya liburan ke pantai, bersama keluarga pula. 








Suasana pantainya cukup sepi. Masih amanlah menikmati pantai tanpa khawatir bertemu dengan banyak orang. Di sebelah selatan pantai, ada muara sungai yang biasa dijadikan tempat foto-foto. Viewnya keren lhoo, saya dan istri punya foto dengan view muara sungainya. 

Sayangnya kami gak membawa pakaian ganti untuk mandi pantai. Memang sih niatnya gak mandi atau berenang. Cukup menikmati pemandangan yang ada sambil bersantai melupakan kerjaan sejenak. Asyik bermain dengan Kenzi sambil foto-foto, sate bulayak dan minuman sudah datang. Kami kembali ke tempat duduk. Perut sudah lapar, saatnya makan !. 




Untuk Sate Bulayak, kita sudah tau kan. Salah satu kuliner khas dari Pulau Lombok ini cukup terkenal bagi wisatawan yang datang berlibur ke Pulau Lombok. Cita rasa bumbu rempah-rempahnya yang menggoda lidah untuk menyantapnya. Sate Bulayak terdiri dari sate daging sapi dan ayam yang dibakar di atas arang membara. Kemudian dihidangkan dengan ketupat yang dibungkus dengan daun kelapa yang diberi nama "bulayak". Menu kuliner ini sangat familiar di lidah warga Pulau Lombok. Soalnya enak banget apalagi disantap disaat perut lapar. Bisa nambah dua piring hehehe

Sebagai pelengkapnya saya memesan kelapa muda. Habis makan sate bulayak, minum yang seger-seger sambil cuci mata melihat keindahan alam Pulau Lombok yang sudah lama kami rindukan. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya, sangat menikmati liburan kali ini. 

Istri dan Kenzi juga sangat senang bisa berlibur ke luar rumah tanpa ada rasa khawatir dan takut. Terpenting mau kemana saja, jangan lupa menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun setelah memegang benda di sekitar, dan jaga jarak dengan orang lain. Kalau semuanya bisa kita lakukan dengan konsisten dan penuh kesadaran, Insyallah semuanya akan sehat dan kembali beraktivitas normal.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

3 comments:

  1. dulu beberapa kali kesini pagi pagi ama anak istri
    emang cocok buat menikmati pantai dengan santai...
    banyak pohon jadi teduh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantai yg banyak pohon dan rindang. Enak berlama-lama disini hehehe

      Delete
  2. beberapa kali ke Lombok tapi nggak pernah terlintas nama pantai ini
    semoga nanti kalo ke lombok lagi bisa mampir ke pantai ini
    khannn jadi pengen sate bulayak nih abis liat fotonya

    ReplyDelete