Saturday, 31 August 2019

Alur Cerita dan Efek Film yang Kece Abis : Review Gundala


(foto : screenplay films)

Hallo pembaca setia lazwardyjournal. Sudah lama nih saya gak mereview film lagi. Film yang menjadi korban untuk direview kali ini yaitu Gundala (Negeri Ini Butuh Patriot). Kalian sudah kenal kan tokoh superhero dari tanah air ini ?. Bagi kalian yang lahir sekitar tahun 1970-1980an pasti tau sepak terjang dari cerita Gundala ini. Meski  gak semua pernah membaca serial komiknya dulu (termasuk saya).

Film yang penayangan pertamanya tanggal 29 Agustus 2019 di bioskop seluruh Indonesia ini, mampu membuat para pecinta Marvel dan DC di Indonesia, bertanya-tanya “Sekeren apakah film yang digarap oleh Bumilangit Cinematic Universe ini?”.

Dua kata buat film Marvel versi Indonesia ini yaitu Kece Abis. Buat pecinta film superhero pasti banyak yang setuju film ini kece, meskipun belum sesempurna kekecean dari serial Marvel yang sudah kita tonton.  Kali ini saya akan mencoba mereview beberapa point dari Gundala sesuai apa yang saya dapatkan saat nonton di hari kedua.

Gundala merupakan seri pertama dari seluruh rangkaian film yang digarap oleh Bumi Langit Cinematic Universe. Gak tanggung-tanggung, film Gundala langsung disutradai oleh Joko Anwar yang kita tau sendiri sepak terjang dari sutradara kondang yang sudah memiliki jam terbang tinggi ini.

Pertanyaannya, apakah film ini seru dan layak untuk ditonton ?. Masih ada diantara kalian yang ragu untuk menonton ?. Secara fakta di Indonesia sendiri, film yang paling laris ditonton antara lain film drama alay-alay dan horor.  Film horor memang saya akui Indonesia rajanya. Dibandingkan film superhero yang masih berkiblat dengan superhero luar negeri.  Tapi apakah film superhero asli Indonesia bisa menjadi raja di hati kalian semua  nantinya ?. Kita buktikan di Film Gundala ini ?.

Kehidupan Sancaka Kecil

Adegan pertama memperlihatkan kehidupan Sancaka kecil. Sancaka merupakan anak jalanan yang bernasib malang dan sudah terbiasa dengan kerasnya ibukota. Kondisi saat itu sedang kacau dan dikuasai para preman dan mafia.

Sebelumnya Sancaka memiliki orang tua yang sangat sayang sama dia. Bapaknya seorang buruh pabrik dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka hidup bahagia di sebuah rumah kecil di dekat pabrik. Namun entah kenapa, bapak Sancaka dikhianati oleh sahabatnya sendiri dan terbunuh. Setahun kemudian Sancaka ditinggal oleh ibunya pergi mencari pekerjaan di luar kota dan gak pernah kembali lagi. Sancaka  akhirnya memutuskan untuk mencari ibunya dan bertemu dengan Awang.
Awang sendiri yang mengajarkan Sancaka bela diri dan ada satu kalimat yang dipesankan Awang buat Sancaka yaitu “Jangan pernah ikut campur urusan orang lain kalau gak mau hidupmu susah !”. Kalimat itu yang Sancaka pegang sampai dia dewasa.

(foto : screenplay films)

Sampai suatu ketika Awang mengajak Sancaka untuk pergi ke suatu tempat yang sangat jauh. Ternyata Sancaka ketinggalan kereta yang sudah dinaiki oleh Awang. Akhirnya keduanya berpisah.  Pemeran dari Awang sendiri gak secara detail dijelaskan disini. Apakah Awang juga tokoh superhero dari Bumilangit Cinematic Universe ?. Jujur, di awal film saya sudah penasaran sama karakter tokoh satu ini.

Kehidupan Sancaka Dewasa

Saat Sancaka sudah dewasa, dia bekerja sebagai security di sebuah pabrik. Kondisi ibukota semakin kacau. Banyak penjarahan, perampokan, pembunuhan, pengkhianatan dan kekuasaan para mafia.  Namun Sancaka gak memperdulikan keadaan yang ada. Dia hanya ingin fokus kerja dan gak peduli dengan siapapun karena dia beranggapan kalau gak mau hidup susah, jangan pernah ikut campur urusan orang lain.

Tapi suatu ketika, dia harus dihadapkan oleh kekacauan yang terjadi. Dia bertemu dengan Wulan dan adiknya. Wulan dan adiknya sedang terancam oleh sekelompok preman pasar. Akhirnya Sancaka mengingat nasihat dari bapaknya, “Kebenaran harus diperjuangkan !”. Dari situ Sancaka sadar bahwa dia sangat dibutuhkan saat itu.

Sancaka yang sejak kecil takut dengan petir, ketika petir menyambar tanah, dia langsung ketakutan dan bersembunyi di balik kursi. Sancaka yang takut sekali dengan petir, akhirnya memiliki kekuatan petir yang menyambar tubuhnya. Kekuatan yang berasal dari petir masih belum bisa dikuasai oleh Sancaka. Dia masih belum tau betul kekuatan petir yang ada di dalam tubuhnya.


(foto : screenplay films)

Yang menjadi pertanyaan saya kali ini, “kok setiap petir menyambar, Sancaka langsung berdiri di tengah-tengah tanah lapang, menunggu tubuhnya disambar petir baru kekuatannya muncul?”.  Sancaka yang memiliki kekuatan petir  bernama Gundala.  Saya perhatikan setiap berkelahi, Gundala jarang sekali menggunakan kekuatan petirnya. Hanya beberapa kali saja kekuatan petirnya dikeluarkan.

Denger-denger juga, Gundala punya kekuatan bisa lari cepat seperti Flash. Tapi di film ini gak ada muncul kekuatan ini. Apakah si sutradara sengaja gak memunculkan semua kekuatan dari Gundala ?. Pasti lah, ini kan baru film pertama. Sama seperti film pertama Ironman dan Captain America dulu yang masih punya kekuatan sederhana.  Jadi penasaran kekuatan sepenuhnya dari Gundala. Kita tunggu saja kelanjutan filmnya,hehehehe.

Musuh Gundala

Di dalam film ini, Gundala harus berhadapan dengan berbagai macam tokoh antagonis yang dipimpin oleh Pengkor. Pengkor sendiri seorang  ketua mafia yang sangat kejam. Siapa pun orang yang bermusuhan dengan dia, pasti dia habisin. Menurut saya sih, Pengkor ini orang baik dan dermawan, tapi memiliki gangguan pada psikisnya. Pengkor memiliki kisah masa kecil yang sangat kelam. Berasal dari keluarga kaya raya memiliki sebuah perkebunan. Entah kenapa, suatu ketika keluarganya difitnah membunuh salah satu karyawan perkebunan. Rumahnya dibakar dan orang tuanya dibunuh. Hanya dia yang selamat, eh Spoiler jadinya, hahaha.

Akhirnya dia beranggapan siapapun orang yang gak sejalan dengan dia adalah musuh dia. Semua jalan dilakukan demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Tapi semua rencana yang sudah dirancang, dihadang oleh Gundala. Pokoknya seru deh.

Saya disini gak mau perpanjang lebar bercerita tentang musuh-musuh Gundala. Banyak sekali tokoh yang hadir disini. Saking banyaknya, belum semua karakter secara detail diperlihatkan. Jadi ditunggu di film-film lanjutan dari Bumilangit Cinematic Universe ini.

Kekurang dan Kelebihan film

Kekurangan

Menurut saya kekurangan pertama dari film ini yaitu terlalu banyak tokoh yang dihadirkan. Hasilnya beberapa tokoh belum berhasil saya ketahui karakternya. Setiap tokoh hanya memiliki waktu hanya sedikit memperlihatkan karakternya. Contohnya saja, anak angkat Si Pengkor. Semuanya dihadirkan disini dan salah satu dari mereka, termasuk superhero dari Bumilangit Cinematic Universe nantinya.

Peran Awang disini terlalu nanggung. Durasi pertemuan antara Si Sancaka kecil dengan Si Awang jaraknya terlalu pendek. Saya pun bertanya-tanya, siapakah Si Awang ini ? Apakah sutradara sengaja memperliatkan tokoh Awang ini hanya beberapa menit saja untuk membuat penonton penasaran ?.

Settingan waktu yang kurang jelas. Disini diperlihatkan bahwa waktu yang digunakan yaitu sekitar tahun 1990an (menebak-nebak saja). Secara visual juga sangat klasik sekali. Tapi disisi lain, warga sudah menggunakan smartphone, hahaha.

(foto : screenplay films)

Gak begitu jelas, apakah Gundala ini mengeluarkan kekuatannya saat terkena petir saja atau sekali terkena petir, dia sudah bisa mengeluarkan kekuatan petirnya jika dibutuhkan.  So,..kekuatan Gundala secara detail belum terlihat. Mungkin saja sutradara sengaja gak mengeluarkan dulu kekuatan dari Gundala ini. Intinya setiap berkelahi, yang diutamakan yaitu kontak fisik.  Jarang mengeluarkan  kekuatan petirnya.

Kelebihan

Alur ceritanya mantap bener. Baru kali ini saya nonton film superhero Indonesia yang alur ceritanya kece abis. Jujur saya sempat ragu, apakah film ini berhasil buat saya dan keluarga gak nyesel beli tiket nonton di bioskop. Ternyata keraguan saya salah. Dari kisah Sancaka kecil sampai dewasa, dikemas begitu kompleks dan semuanya jelas.

(foto : screenplay films)

Film Gundala memainkan sekitar 1800 pemain dan biaya yang dikeluarkan untuk film kalau gak salah sebesar 30 miliar rupiah. Wawwww, sungguh fantastis untuk sekelas film Indonesia. Pakaian yang digunakan Gundala sendiri, didesain dan dibuat di Holywood lhoo. Ohya, di film ini pakaian Gundala ada dua lhoo. Pakaian yang dibuat di Holywood ada di penghujung cerita. Penasaran kan ? hahaha.


(foto : screenplay films)

Efek-efek yang diberikan lumayan keren. Hampir kerennya sepeti efek-efek di film superhero luar negeri. Tapi buat saya, Film Gundala ini memberikan angin segar dan semangat buat kita bahwa Indonesia mampu membuat film-film superhero yang gak kalah dengan film-film Holywood.

Film Gundala berhasil membuat saya penasaran dengan tokoh-tokoh yang akan hadir di film-film selanjutnya dari Bumilangit Cinematic Universe ini. Saya sebenarnya gak mau Spoiler secara dramatis. Tapi nanti di penghujung cerita, ada tokoh superhero yang akan membuat kalian penasaran dari cerita selanjutnya. Siapakah dia ?. Makanya nonton dulu Film Gundala.

Kerennya film ini, setiap tokoh berhasil memerankan karakternya masing-masing. Sejauh ini saya puas banget nontonnya. Begitu juga dengan keluarga saya, mereka penggemar film-film superhero dan merasa puas nonton kisah Gundala.

Penutup

Banyak sekali pesan-pesan positif yang disampaikan di film ini. Bagaimana kita peduli antar sesama. Hidup sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Menjalani hidup dengan jujur. Siap membela kebenaran dan masih banyak lagi yang lainnya. Negeri ini memang butuh pahlawan (patriot) untuk memperjuangkan kebenaran dan menumpas kejahatan.

Mungkin itu saja review yang sedikit spoiler tentang Film Gundala versi lazwardyjournal yang bisa saya ceritakan. Sebenarnya masih banyak yang pengen saya ceritakan, tapi gak seru kalau semuanya diceritakan disini.

Buat kalian-kalian yang belum nonton, saya recommended buat nonton film Gundala. Dijamin gak nyesel sudah beli tiket mahel-mahel. Apalagi ngajakin si doi, sudah beliin tiketnya sampe beliin cemilan dan minuman segala. Kalian gak bakal nyesel deh, saya jamin.

video on youtube.com

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

8 comments:

  1. waktu itu sempet nonton trailernya mas dan sbnrnya aku udh sukaaa :D.. cuma blm semept nonton aja. padahl awal2 sblm liat trailer, aku mikirnya bakal jd kayak film saras 008 wkwkwkwkwkkwwk... ternyata aku terlalu underestimate ;p.. ntr deh, aku pasti nonton filmnya.. kalo ada film negri sendiri sebagus ini, ya wajiblaaah kita support :D

    ReplyDelete
  2. Udah dua kali batal nonton. Semoga besok (3/09) bisa kesampaian. Udah gak sabar banget.

    Makasih reviewnya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke... reviewnya sekedar saja soalnya gak mau trlalu spoiler hahahaha

      Delete
  3. Wah, penasaran nih pengen nonton...

    ReplyDelete
  4. mantap film ini, sangat menantikan film lain di Jagat Sinema Bumilangit.

    ReplyDelete