Skip to main content

Kesejukan Taman Narmada


Sore hari setelah pulang kerja, saya ingin sekali jalan-jalan ( cuci mata ) sekalian hunting foto. Sayangnya pas saat itu habis hujan besar di sekitaran Kota Mataram. Males juga mau ngetrip ke tempat yang jauh dari rumah. Akhirnya ada ide untuk jalan-jalan ke Taman Narmada juga. Setelah sms ke temen-temen, saya bersama beberapa dari " kru patrick " yang lain menuju ke Taman Narmada.


Gak jauh dari pusat Kota Mataram, sekitar 15 menit kita sudah sampai di taman yang terkenal dengan air awet mudanya ini. Sebagian besar agen travel disini, mengantar tamunya ke tempat ini untuk melihat replika dari Gunung Rinjani bersama Danau Segara Anak. Emang bener sih jika dilihat sekilas, bentuknya seperti Danau Segara Anak yang berada di Gunung Rinjani. Bisa teman-teman buktikan sendiri bila berkunjung ke tempat ini, he..he..he.


Ini taman bukan sembarang taman yang kita bayangkan. Walaupun taman rekreasi, tapi ini tempat peribadatan umat Hindu yang berada di Pulau Lombok dan sekitarnya. Bisa dilihat dari banyaknya ornamen-ornamen suasana Bali, seperti Pura yang merupakan tempat persembahyangan umat Hindu dan bentuk bangunan Bali lainnya. Jadi kita bila berkunjung ke tempat ini, harus jaga tata krama dan sopan santun. Saling menghargai antar agama pastinya. 




Berada di tempat ini membuat pikiran kita kembali jernih setelah seharian beraktivitas mencari duit. Udara yang sejuk, jauh dari polusi, kolam taman yang jernih, air pancuran yang adem, rumput dan pepohonan yang hijau, ditambah dengan ornamen-ornamen yang menjadi ciri khas dari Taman Narmada, seolah-olah berada di Bali.




Taman Narmada dibuat pada saat Raja Anak Agung Ngurah Karangasem yang merupakan raja dari Kerajaan Karangasem berkuasa hingga ke Pulau Lombok. Jadi gak heran jika bentuk tamannya sekilas seperti taman yang berada di Karangasem, Pulau Bali. 



Saat kami berada di Taman Narmada, sedang berlangsung upacara sembahyang oleh umat Hindu. Bau dupa yang dibakar bersama wangi-wangian yang khas dari Bali membuat suasana menjadi hening dan sangat nyaman untuk menenangkan pikiran.  


Berjalan ke sisi selatan Taman Narmada, banyak sekali tempat-tempat yang cocok untuk fotoan. Salah satunya foto yang ada di atas, keren bukan?. 






Di sisi paling selatan dari Taman Narmada, kita akan menjumpai sebuah waduk buatan yang lumayan luas. Wah, keren banget waduk ini. Disini kita bisa melakukan berbagai macam kegiatan, seperti memancing, sekedar duduk-duduk menikmati waduk, dan berfoto pastinya yang membawa kamera.



Untuk teman-teman pecinta fotografi, kalian bisa ke tempat ini. Ini tempat keren habis. Sebuah saluran air yang bentuknya seperti tangga yang dibuat untuk pengairan ke beberapa tempat di sekitar Taman Narmada. Para masyarakat setempat memberikan sebutan untuk saluran ini dengan nama "Seribu Anak Tangga". Jika dilihat sepintas mirip seperti ular raksasa. 

Gimana tentang Taman Narmada, Keren bukan???.

Catatan :
- Jarak Taman Narmada dari Kota Mataram kurang lebih 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram.
- Bagi teman-teman yang menginap di seputaran Kota Mataram, gak terlalu jauh bila berkunjung kesini.
- Jalur yang dapat ditempuh : Kota Mataram - Taman Narmada.
- Tiket masuk menuju area taman yaitu sebesar Rp.6.000,- untuk tourist lokal dan Rp. 12.000,- untuk tourist asing.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Comments

  1. Keren foto-fotonya mas. Blognya jadi hidup!

    ReplyDelete
  2. Terimakasi... ini juga masih belajar ngeblog... seneng aj brcerita tentang perjalanan liburan ke tempat-tempat keren ... :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko