Jauh-Jauh Outbond ke Desa Sembalun

Awal tahun 2023, cuaca di Pulau Lombok dan sekitar lagi kurang bersahabat. Hampir tiap hari hujan lebat disertai angin kencang. Gelombang laut juga cukup tinggi membuat penyeberangan beberapa rute terganggu. Mau berangkat kerja saja jadi terganggu karena tergoda sama hangat dan empuknya kasur di kamar. Apalagi sedang turun hujan yang syahdu. Tarik selimut jadi godaan paling besar (muka kebo).

Ya begitulah kondisi yang terjadi akhir-akhir ini. Aktifitas di luar rumah jadi terhambat. Mau kemana-mana juga pakai acara mikir dua kali.

Btw, di kantor tempat saya bertugas, mengadakan kegiatan outbond di salah satu destinasi terkece di Pulau Lombok. Bisa dibilang ini agenda rutin yang diadakan setiap tahun. 

"Ikut apa gak ya ?". Berhubung teman-teman kantor banyak yang ikut, jadi ikutan juga. Alasan kedua karena di tahun lalu juga gak ikutan karena sakit.

Banyak pilihan untuk mengadakan kegiatan outbond di Pulau Lombok. Ada pantai, gili, air terjun, pegunungan dan desa wisata. Kali ini saya mengikuti outbond di salah satu desa paling kece di Pulau Lombok. Lokasinya berada di lembah Gunung Rinjani.

Sebut saja "Desa Sembalun". Siapa yang gak mengenal desa tertinggi dan terindah di Pulau Lombok. Memiliki beragam keindahan dari view persawahan yang dikelilingi bukit-bukit yang sudah terkenal bagi kalangan pendaki. Seperti Bukit Pergasingan, Bukit Anak Dara, Bukit Nanggi dan yang buat banyak orang kesini yaitu fotoan dengan latar belakang Puncak Gunung Rinjani.

Desa yang berada di ketinggian 1227 mdpl ini juga terkenal dengan kopinya "Kopi Sembalun". Wajib kalau datang kesini nyobain Kopi Sembalun. 

Selain itu desa ini juga penghasil pertanian dan perkebunan yang cukup baik. Gak diragukan sebagian besar penduduk asli Desa Sembalun berprofesi sebagai petani. Hasil pertanian dan perkebunan yang cukup terkenal disini antara lain kentang, kol,seledri,wortel, bawang merah, dan buah strawberry. 

Saya sudah sering sekali menulis perjalanan ke desa ini di blog dengan cerita yang berbeda-beda. Karena desa ini banyak yang perlu diceritakan, Asyiiik.


"Kenapa jauh-jauh pergi outbond ke Desa Sembalun ?". 

Meskipun lokasi lumayan jauh dari Kota Mataram, Desa Sembalun memang sangat cocok buat dijadikan untuk berkegiatan alam seperti trekking, camping atau outbond. Udara sejuk, suhu yang dingin dan panorama alam yang kece, membuat siapapun yang datang ke desa ini dibuat gak mau pulang cepat-cepat. 

Berangkat dari Kota Mataram sekitar jam sembilan pagi bersama rombongan menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh kantor. Cuaca di Jumat pagi agak sedikit mendung. Bisa dibilang ini waktu yang masih kurang bersahabat oleh cuaca. 

Bismillah !. 

Mobil beriringan berjalan melalui jalur utara. Jarak tempuh menuju Desa Sembalun melalui jalur utara sekitar dua sampai tiga jam (normalnya). Dibandingkan dengan melalui jalur timur yang memakan waktu cukup cepat sekitar satu sampai dua jam perjalanan. 

Alasan melalui jalur utara karena cuaca masih kurang baik dan kondisi jalur timur saat memasuki Desa Sembalun rawan longsor dan curam. Dibandingkan jalur utara yang cukup landai dan aman tapi menempuh waktu yang cukup lama. 

Meskipun menempuh waktu yang cukup lama, jalur utara menuju Desa Sembalun cukup menarik. Menariknya, kita bisa mampir di Monkey Forest Pusuk, Pantai Sire, Air Terjun Tiu Kelep, Masjid Kuna Bayan dan Desa Sajang. Tapi berhubung kejar waktu dan harus sampai di lokasi penginapan sebelum shalat Jumat. So, kami gak pakai acara mampir-mampir, hehehe. 



Welcome Sembalun !

Sekitar jam dua belas siang, kami sampai di Desa Sembalun, tepatnya di Sembalun Lawang. Beberapa rombongan lainnya juga bersamaan sampai dengan mobil kami. Cuaca saat itu cukup cerah. Udara pegunungan sudah terasa sejuk. 

Setibanya kami di lokasi, semua barang bawaan diturunkan. Kami semua berkumpul di ground camp milik kepala dinas kami, sebut saja Rinjani Zabu Camp (numpang ngendorse). Karena acara pembukaan dimulai nanti malam di basecamp tersebut. Kapan-kapan kita review ground camping pak kadis ya ! Hehehe. 

Buat yang cowok-cowok, persiapan buat shalat Jumat. Kebetulan lokasi masjid gak jauh. jadi kami bisa melaksanakan kewajiban shalat Jumat. Btw, ini shalat Jumat pertama saya selama hidup di Desa Sembalun (selingan).

Selesai shalat Jumat, saya dan lainnya kembali ke camp ground untuk makan siang bersama. Makan siangnya nasi bungkus dan rasanya uenaak banget. Apa karena sudah laper banget dan udara dingin, so makanan jadi enak semua.

Berhubung masih banyak waktu menunggu hingga malam, saya dan teman-teman lainnya menuju tempat kami staycation (asyiik). Saya dan beberapa teman gak menginap di Rinjani Zabu Camp. Kami mendapat jatah stay di Rudi's Villa Sembalun. Ada dua kamar yang sudah disiapkan disana. Satu kamar buat emak-emak, satunya buat bapak-bapak. 

Next time, ditulisan selanjutnya saya review penginapannya ya ! Comming Soon



Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, kami kembali menuju Rinjani Zabu Camp untuk berkumpul. Agenda di sore hari itu bebas. Kami dipersilahkan untuk menikmati Desa Sembalun sambil menunggu sunset meskipun disini gak bisa melihat sunset lhoo ya, hehehe. 

Hingga malam tiba, agenda selanjutnya, shalat magrib dan isya berjamaah, makan bersama dan mengikuti malam keakraban yang dibawakan oleh motivator kita yaitu Mas Wawan. .

Banyak ilmu dan semangat baru yang kita dapatkan dari penyampaian Mas Wawan. Ternyata hidup itu sangat sederhana. Gak perlu dipersulit. Cukup beribadah yang baik dan sungguh-sungguh dan menjadi manusia yang saling memuliakan manusia lainnya. 

Malam keakraban ditutup dengan doa bersama. Semoga di awal tahun 2023 ini, kita diberi kesehatan, keselamatan dan semangat baru untuk memulai kegiatan di anggaran 2023 ini. Amin. 

Waktunya balik ke penginapan !

Saya dan beberapa teman lainnya kembali ke penginapan. Sedangkan yang lainnya masih tetap stay di lokasi. Berhubung mata sudah gak kompromi lagi, belum tidur dari pagi juga.


Selamat Pagi Desa Sembalun ! 

Bangun jam lima pagi. Waktunya siap-siap ke acara inti yaitu outbond. Selesai mandi dan shalat Subuh, saya dan teman-teman yang menginap di tempat yang sama menuju ke lokasi kumpul yang gak lain di Rinjani Zabu Camp. 

Sungguh view yang kece. Langit sudah mulai terang dan sinar mentari pagi sudah menampakkan cahayanya dari balik bukit. Udara Desa Sembalun masih seperti dulu. Dingin nan sejuk. Jaket pun masih tetap melekat di badan untuk menghangatkan, Asyiik. 

Kegiatan outbond dilaksanakan di Lapangan Desa Sembalun yang lokasinya gak jauh dari titik kumpul. Tepatnya dekat dengan kantor Taman Nasional Gunung Rinjani. 

Berjalan kaki kurang lebih dua kilometer. Menikmati suasana Desa Sembalun di pagi hari sambil berolahraga jalan sehat. Menyapa warga desa yang ramah dan sesekali menengok ke arah Bukit Pergasingan yang gak jauh dari lokasi outbond. Kapan lagi ya mendaki bukit itu lagi ?.



Kurang lebih sepuluh menit jalan kaki, sampailah kita di Lapangan Desa Sembalun. Panitia outbond sudah menunggu kami disana. Kami yang berbaju kaos serba kuning sudah siap melakukan outbond pagi hingga menjelang siang nanti. 

Mas Wawan dan tim yang menjadi event organizer (EO) outbond mempersilahkan kami untuk berbaris menurut bidang masing-masing. Selanjutnya sambutan dan diakhiri dengan doa agar kegiatan outbond berjalan dengan lancar. 

Outbond dimulai !

Permainan atau game yang disiapkan lumayan banyak. Pertama, setiap tim menunjuk satu orang untuk memimpin senam peregangan. Gerakan setiap tim harus berbeda. Nanti dari panitia yang menilai siapa yang menjadi terbaik.

Game kedua, ada permainan mutiara satu, dua dan tiga. Selanjutnya ada game menaruh gelas berisi air di atas kain dan kain tersebut diangkat sambil berjalan ke garis finish. Syaratnya air di dalam gelas gak boleh terjatuh. 

Nah ini dia game yang paling seru, permainan bola dan benteng. Permainan yang paling menguras tenaga dan kefokusan kita. Dituntut untuk selalu kompak dan gerak cepat. 


Game terakhir yaitu menulis kata dengan bolpoint, dimana kami ramai-ramai memegang tali yang ditengahnya ada bolpoint. Diarahkan bareng-bareng supaya bisa tertulis satu kata. Disini kami memilih kata "Goal" untuk dijadikan kata semangat. Outbond yang paling menguras tenaga dan pikiran menurut saya. Tapi keren abis.

Kegiatan outbond selesai jam sebelas pagi. Kami semua balik ke Rinjani Zabu Camp untuk menikmati makan pagi yang kesiangan alias makan siang dijamak, hehehe. 

Cuaca di Desa Sembalun pagi menjelang siang cukup cerah. Meskipun sinar matahari agak menyengat, tapi udara pegunungan terasa sejuk. 

Perut sudah mulai lapar. Ceritanya cukup dulu ya. Nanti dilanjutkan di cerita staycation ala-ala saya di Desa Sembalun selanjutnya !. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. Kayaknya tempat ini cocooook buatku ❤️❤️👍. Apalagi lokasinya yg berhawa sejuk 😍. Dari dulu selalu lebih memilih tempat yg tenang dan sejuk begini mas kalo utk liburan .

    Udah kebayang pasti seruuu outbond kalian 😄. Ditambah tempat yg memang cakep, dan barengt teman2 kantor yg asyik 👍. Ditunggu cerita selanjutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sya saja berencana ngajak keluarga lg kesini tp lebih dari 1 hari. Biar puas ngecamp disini. Amin

      Delete
  2. dulu pas di lombok belum pernah merasakan outbond kantor di sembalun. tiap tahun pasti ke pantai atau gili, heuheuheu
    seru sih kayaknya jalan kaki rame2 di sekitar sembalun

    ReplyDelete
  3. trakhir ke lombok 4 tahun lalu, baca tulisan ini jadi kepengen wisata kesana lagi

    ReplyDelete

Post a Comment