Skip to main content

Terbang Bersama Batik Air di Hari Batik Nasional

Wah, ada yang berbeda nih dari cerita penerbangan saya menggunakan salah satu maskapai terbaik di Indonesia. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2022, secara gak sengaja saya memilih Batik Air untuk terbang ke Soekarno Hatta International Airport.

Ada tugas lagi dari pimpinan yang mengharuskan saya harus ke Bogor selama beberapa hari meninggalkan anak istri di rumah. Namanya abdi negara harus mengikuti aturan yang ada. Mendengar kata Bogor, seneng dong bisa datang ke kota hujan ini. Lihat surat tugas, saya akan stay empat hari di salah satu hotel yang berada di kawasan Sentul, Bogor. 

Oke, saya ke Bogor gak sendirian. Saya ditemani oleh empat teman yang berbarengan mengikuti pertemuan yang sama. Ada dokter Bagus, Mbak Reni, Mbak Sofi dan Mas Wawan. Kebetulan kami bekerja di instansi yang berbeda. Sama-sama mewakili NTB di pertemuan workshop yang diadakan oleh Kemenkes RI.

Berangkat pagi sekitar jam 7 dari rumah menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Praya menggunakan taksi burung biru. Lama perjalanan sekitar 15 menitan saja. Cuaca pagi itu cukup cerah meskipun sorenya biasanya turun hujan. 



Sengaja mengambil penerbangan pagi biar agak santai menuju Bogor. Jadwal penerbangan Batik Air rute Lombok-Soekarno Hatta jam 8.40 pagi. Sampai di bandara, langsung cetak boarding pass dan berjalan menuju ruang tunggu penumpang.

Setibanya di ruang tunggu kami berlima berkumpul. Masih ada waktu setengah jam dari jadwal boarding. Waktu yang tersisa saya gunakan untuk mencari cemilan buat sangu di atas pesawat nanti. Sementara yang lainnya lagi sibuk dengan urusan masing-masing.

Suasana di dalam bandara sudah ramai. Ada yang mau terbang ke Sumbawa, Bima, Denpasar, Surabaya dan Jakarta. Pesawat yang sudah terparkir lumayan banyak. Terlihat sudah ada pesawat yang akan kami naiki nanti, Batik Air. Ada juga Wings Air dan Lion Air. Garuda kemana ya? Sepertinya sudah terbang duluan ke Soekarno Hatta. 



Gak terlalu menunggu lama, para penumpang Batik Air ID 6657 PK LAL, Lombok-Soekarno Hatta dipersilahkan naik ke dalam pesawat melalui Gate 3. Berdiri di antara antrian menunggu giliran pengecekan boarding pass oleh petugas bandara. 

Setelah melewati pengecekan boarding pass, saya dan rombongan berjalan menuju pesawat melalui garbarata (belalai gajah). Kurang seru sih kalau lewat garbarata, gak bisa foto pesawatnya secara utuh. Tapi gak apa-apa, semoga saja nanti di Bandara Soeta bisa foto secara utuh. 

Penumpang Batik Air kali ini ramai sekali, terlihat full seat. Saya dan rombongan duduk di kelas ekonomi dengan harga yang terbilang cukup terjangkau yaitu 900 ribuan. Di kelas bisnis juga full seat. Perlahan-lahan moda transportasi udara sudah mulai ramai semenjak kasus Covid-19 menurun hingga sekarang. 

Saya duduk di seat 7 C. Sayang sekali gak bisa dapat yang di samping jendela. Kecewa sih iya, tapi berhubung naik Batik Air lagi, ada perasaan bahagia. Bahagianya bisa merasakan lagi duduk di atas pesawat Airbus A320. Terakhir kali naik jenis pesawat ini sebelum Covid-19 melanda dunia. 

Setelah semua penumpang naik ke dalam pesawat. Persiapan untuk taxi of runway atau berjalan menuju runway. Cuaca pagi itu masih cerah berawan. Para pramugari melakukan demo keselamatan. 



Hal yang paling saya suka dengan Batik Air Airbus A320 yaitu ada layar entertainment nya di setiap seatnya. Kita bisa menonton film, dengar lagu dan bermain game. Sayangnya di layar saya gak bisa hidup. Gak tau kenapa. Apa ada yang pernah mengalami hal yang sama seperti saya ?. Boleh komentarnya di kolom komentar ya !.

Selain itu yang saya suka dari pesawat ini yaitu jarak antar seatnya yang lumayan lengang. Dengan tinggi 165 cm, lumayan lega sekali. Dan terakhir, ada diberi service makan meskipun diberi paket roti dan air botol. Cukup untuk mengganjal perut selama 1 jam 40 menit di atas pesawat. 

Pesawat bersiap-siap untuk take off. Jangan lupa menggunakan sabuk pengaman biar aman kalau terjadi hal-hal yang gak diinginkan. Proses take off berjalan dengan lancar. Pesawat kami sudah meninggalkan Pulau Lombok menuju Pulau Jawa. 


Cuaca selama penerbangan sejauh ini cukup cerah. Pesawat sudah dalam posisi stabil di udara. Tanda memakai sabuk pengaman juga sudah dimatikan. Gak lama kemudian, para pramugari yang memakai kebaya warna putih dengan bawahan motif batik khas Batik Air berjalan menuju setiap seat untuk membagikan makanan dan minuman kepada penumpang.

Ada dua buah roti dan sebotol air minum merk Batik Air. Rasa rotinya enak banget. Tekstur rotinya empuk, manis dan gurih. Sangat lembut di mulut. Pengen nambah lagi, tapi sudah sampai hotel. Saya sempat makan rotinya setelah sampai hotel. Jadi di pesawat hanya menikmati penebangan saja. 

Selama penerbangan saya pergunakan untuk memejamkan mata sambil releks sejenak. Masih jam ngantuk soalnya,hehehe. Meskipun gak bisa menikmati pemandangan dari luar jendela pesawat. Tapi saya sangat menikmati penerbangannya. Gak ada turbulance yang berarti sejauh ini. 

Sekarang Batik Air meluncurkan aplikasi terbarunya yaitu Tripper yang bisa didownload di Play Store. Jadi, kita bisa menikmati beragam layanan di dalamnya. Untuk mengakses aplikasi ini khususnya saat terbang, penumpang bisa mengaktifkan fitur airplane mode, kemudian sambungkan ke wifi Batik Entertainment. Selanjutnya buka aplikasi Tripper, lalu registrasi dan pilih Batik Air. Setelah itu, penumpang tinggal menikmati hiburan yang ada di dalamnya. Cukup mudah bukan. 



Sempat tertidur, gak terasa sudah mau landing di Bandara Soeta. Persiapan untuk landing, seluruh penumpang dipersilahkan duduk di seatnya masing-masing. Proses landing berjalan dengan mulus meskipun sempat ngantri untuk landing dikarenakan saat itu jam padat penerbangan. Namanya bandara international terbesar di Indonesia, pastinya ribuan pesawat naik dan turun disini. 

Akhirnya kami sudah tiba di Bandara Soeta dengan selamat. Pesawat berjalan menuju area parkir yang berada Terminal 2D. Syukurnya gak menggunakan garbarata, jadi bisa foto pesawatnya secara utuh. Kami turun dari pesawat menggunakan tangga penumpang. Setelah itu kami dijemput oleh suttel bus dari Lion Group menuju area kedatangan domestik. Cuaca di Jakarta saat itu cukup cerah tapi gak panas. 





Tiba di area kedatangan Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, kami langsung berjalan menuju area bagasi. Saya sih gak ada bagasi, tapi ada teman yang menunggu bagasinya. So, kita harus menunggu. Ini kedua kalinya saya turun di Terminal 2D. Terminalnya besar banget bila dibandingkan dengan bandara di kampung halaman, ya jauh lah besar dan luasnya. 

Uniknya di Terminal 2 ini, konsep bangunannya khas Betawi yaitu suku asli Jakarta. Atap bangunan juga mengambil dari atap rumah adat Betawi. Tiang-tiangnya juga terbuat dari kayu paten, besar dan kokoh. Lantainya juga dari marmer dan memiliki motir batu bata merah dan mengkilat. Itu sekilas dari Terminal 2D Bandara Soeta di Tangerang, Banten. 

Perjalanan masih cukup panjang, sekitar dua jam lagi. Kami memutuskan untuk langsung saja ke Bogor melihat waktu sudah mulai siang. Awalnya bingung mau naik apa. Naik bus atau kereta, takutnya terlambat sampai hotel karena jam 1 siang pembukaan dimulai. 

Lihat jam tangan menunjukkan jam setengah 11 siang. Masih cukup banyak waktu sebenarnya. Daripada sama-sama bingung, kami memutuskan pakai jasa travel saja yang harganya lumayan mahal. Tapi gak masalah, nanti diganti sama panitia disana. 

Akhirnya kami menggunakan salah satu travel yang tersedia disana. Pelayanannya cukup oke, supirnya juga sangat ramah kepada kami. Sebanding dengan harganya sebesar 500 ribuan untuk lima orang. Menurut kalian, mahal gak ya ?. Soalnya kami tumben menggunakan travel mengingat lokasi hotel tempat kami menginap sangat jauh dari perkotaan dan transportasi umum.

Perjalanan dari Soekarno Hatta menuju Bogor sangat lancar meskipun agak sedikit macet di kawasan Semanggi, Jakarta. Dalam perjalanan juga sempat hujan ringan. Langit di Bogor sudah gelap pertanda lagi turun hujan disana. Namanya juga kota hujan, ya pasti sering hujan lah. 

Mungkin sampai sini dulu cerita perjalanan saya dari Lombok menuju Bogor. Nanti kita sambung lagi di cerita selanjutnya yang lebih seru dan menarik (harapan). 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. Enaknya ke bogoor, kota fav ku kalo sednag pengen refreshing mas 😄. Ga pernah bosen kesana, Krn hawanya yg sejuk, walopun sore selalu ujan 😅. Dan makanannya enak2 banget

    Aku justru paling suka kalo maskapainya pakai garbarata, biar ga kena panas 🤣🤣. Ga suka aja kalo msh harus jalan kaki ke pesawat.kecuali kalo malam GPP.

    Jujur nya lion grub ini udh aku blacklist, masih trauma mau pakai dia 😅. Pernah dpt pengalaman yg ga enak bgt soalnya. Jadi mau itu lion, wings atau batik, aku susah untuk naik lagi. Kemarin itu diajak ke Mamuju, tapi maskapai hanya ada lion grub, aku pilih cancel. Tapi yo wislah... Semoga aja suatu hari ntr, aku bisa suka lagi Ama maskapai ini 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya ada pengalaman yg susah buat good mood lg nih. Gpp. Klo sya sih pengen cobain semua jenis maskapai termasuk yg maskapai luar. Amin.

      Delete
  2. wah naik Batik Air Airbus A320, lumayan enak tempat duduk nya, tidak sempit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. apalagi saat landing, mulus dan gak getar seperti jenis pesawat tetangga sebelah :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko