Penerbangan Makassar - Jakarta (Part 2) : Lion Air Boeing 737-900ER PK LSO

Sesampainya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, saya mencari makanan buat nganjel perut. Syukurnya ada roti yang saya beli dan harganya lumayan terjangkau. Mau makan berat di dalam bandara, kalian tau sendiri harganya mehong semua. 

Masih ada waktu satu jam lebih penerbangan selanjutnya. Saya putuskan gak keluar bandara dan bersantai sejenak di ruang tunggu penumpang. Lumayan dapat beristirahat sejenak memulihkan tenaga biar sampainya di Jakarta gak capek-capek amat. 

Penerbangan Makassar - Jakarta saya menggunakan maskapai laris manis di Indonesia. Kalian pasti tau sendiri, sebut saja Lion Air Boeing 737-900ER. Sudah lama sekali gak terbang bersama Boeing 737-900 semenjak Covid-19 dua tahun yang lalu. Terakhir kali menggunakan maskapai ini saat ke Makassar dari Lombok sebelum Covid-19 melanda bumi pertiwi. 

Kali ini saya menggunakan Lion Air JT 891 registrasi PK LSO keberangkatan pukul 11.35 WITA. Dari sumber terpercaya, pesawat yang berjenis Boeing 737-900ER ini sudah berumur enam tahun satu bulan. Dulunya digunakan oleh maskapai Thai Lion Air (Thailand) pada tahun 2016. Semenjak 2020 berpindah ke maskapai Lion Air hingga sekarang. 



Setelah beristirahat sejenak di ruang tunggu penumpang, saya berjalan di sekitaran bandara. Jam penerbangan di bandara ini cukup padat. Maklum saja, selain menjadi bandara internasional, bandara ini menjadi transit untuk penerbangan ke wilayah timur dan penerbangan ke Indonesia bagian timur banyak sekali. Seperti ke Ambon, Ternate, Toraja, Mamuju, Manado, Gorontalo, Waingapu, dan paling timur Jayapura Papua.

Bandara ini dibangun pada tahun 1935 oleh pemerintahan Hindia Belanda. Dari artikel yang pernah saya baca dari bandara ini dulunya bernama Lapangan Terbang Kadieng yang letaknya sekitar 22 kilometer dari Pusat Kota Makassar.

Keunikan dari bandara ini, bentuk bangunannya yang mengadaptasi dari bentuk kapal pinisi. Kapal perahu kebanggaan pelaut Bugis atau Makassar. Bandara ini sangat besar sekali dan modern. Bandara ini memiliki dua runway. Area taxi juga cukup menampung lebih dari dua puluh jenis pesawat sekaligus.




Mendengar pengumuman, ternyata pesawat yang akan saya tumpangi mengalami delayed karena masalah operasional. Saya mah gak kaget kalau Lion Air delayed seperti ini. Nambah lagi waktu tunggu saya di bandara ini. Untung saja saya menikmati duduk di sebuah kursi yang sangat nyaman. Perkiraan akan boarding pukul 12.40 WITA. Cukup lama juga, jadi masih bisa mengerjakan apa yang bisa dikerjakan. 

Duduk di sebuah kursi nyaman di dekat gate 3 sambil lirik sana lirik sini. Lihat-lihat pesawat yang turun naik dan parkir. Para penumpang yang baru turun dari pesawat dan sedang menunggu bersama-sama di ruang tunggu. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin siang itu sangat ramai sekali di tengah tiket pesawat yang bener-bener menguras isi rekening kita semua.

Gak bisa dipungkiri sih kalau bepergian dengan menggunakan pesawat jauh lebih cepat sampai di tujuan. Apalagi buat kita yang sedang ada keperluan mendesak, naik pesawat adalah solusi terbaik. Ditambah lagi kita tinggal di negara kepulauan. Kalau naik kapal laut membutuhkan waktu berhari-hari bahkan semingguan di laut. 






Gak sampai pukul 12.40 WITA, para penumpang Lion Air JT 891 jurusan Jakarta, dipersilahkan memasuki pesawat. Saya bersama para penumpang lainnya mengantri di gate 3. Para petugas mengecek boarding pass penumpang masing-masing. 

Setelah melakukan pengecekan boarding pass, saya berjalan menuju pesawat yang sudah terparkir. Saya memasuki pesawat melalui garbarata. Sayang sekali gak bisa foto pesawatnya secara utuh dari dekat. Tapi enaknya, kita gak perlu jalan kaki terlalu jauh menuju pesawat. Para penumpang saat itu sangat ramai bahkan full seat. Kalau jurusan Jakarta sih selalu ramai penumpang. Apalagi pakai burung besi berlogo kepala singa merah ini alias laris manis broo. 

Saya duduk di seat nomor 7A. Beruntung sekali dapat seat samping jendela. Syukurnya lagi, gak ada penumpang nakal yang mengambil seat saya. Setelah barang bawaan sudah saya taruh di atas kabin, duduk santai mengenakan sabuk pengaman dan gak lupa mengabarkan keluarga di rumah, kalau sudah di dalam pesawat. Gak enaknya, jarak antar seatnya sempit banget. Dengan tinggi badan 164 cm dengan berat badan 90 kg, sangat pas-pasan sekali. Tapi it's okelah buat saya, masih bisa dinikmati. 




Good Bye Makassar !

Setelah seluruh penumpang sudah memasuki pesawat, kapten pilot memberikan announcement bahwa pesawat sebentar lagi akan lepas landas. Para pramugari mendemokan keselamatan. Berusaha tenang dan berdoa yang terbaik pastinya. 

Pesawat berjalan perlahan menuju runway. Jam keberangkatan dari Makassar siang itu cukup padat. Pesawat yang saya tumpangi agak lama mengantri untuk take off. Setelah pesawat Wings Air jurusan Tana Toraja yang posisinya berada di depan pesawat saya take off, barulah pesawat Lion Air JT 891 bersiap-siap lepas landas. Setelah posisi sudah ready, suara mesin pesawat semakin kencang berbunyi kemudian berjalan cepat dan sampai akhirnya terbang mengudara meninggalkan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. 

Ini pertama kalinya saya terbang dari Makassar ke Jakarta. Ternyata pemandangan dari atas pesawat sangat kece sekali. Pandangan saya gak bisa lepas ke luar jendela. Deretan pulau-pulau kecil dengan warna laut biru tosqa yang berada di sebelah barat dari Kota Makassar. Keindahan Indonesia yang bisa kita nikmati dari atas pesawat. 

Penerbangan memakan waktu dua jam, saya pun memutuskan untuk mencoba memejamkan mata setelah pesawat sudah berada di atas kumpulan awan putih. Sisa perjalanan yang bisa kita lihat hanyalah Laut Jawa. Oke, saya mencoba untuk istirahat sejenak dan sempat tertidur beberapa menit saja. 

Meskipun hanya transit sebentar di Makassar, tapi sudah sangat senang rasanya menginjakkan kaki di Tana Daeng ini lagi. Sebuah kebetulan yang gak saya bayangkan sebelumnya bisa terbang ke Makassar lagi. 

Kalau ditanya terbang bersama Lion Air itu enak apa gak, kalau jawaban saya sih semua maskapai penerbangan itu memiliki ciri khas masing-masing. Kalau boleh jujur sih, naik Lion Air terbang dua jam gak dapat service makan itu rasanya kurang enak sih. Tapi kalau seperti saya yang mempertimbangan harga tiket, saya lebih memilih Lion Air karena harga lebih murah dari maskapai lainnya. Tapi kalau ada yang lebih murah lagi selain Lion Air, why not untuk dicoba ?. 

Pesawat landing dengan mulus di Bandara Internasional Soekarno Hatta sekitar pukul 14.20 WIB. Agak terlambat sedikit dari jadwal. Cuaca di Jakarta sore itu cukup cerah. Pesawat terparkir dengan sempurna di taxi Terminal 2E. Saya bersama penumpang lainnya keluar pesawat dan berjalan menuju area kedatangan. Ini pertama kalinya saya turunnya di Terminal 2. Keren juga ya. Next time saya review tentang terminal 2 Bandara Soekarno Hatta ini ! 

Sesampai di Jakarta dengan selamat, saya lanjut ke hotel yang sudah disiapkan oleh panitia acara. Lokasi hotelnya di Jakarta Pusat dan gak jauh dari Bandara Soekarno Hatta. Ditunggu ya cerita selama saya berada di Jakarta sampai pulang ke Lombok lagi dengan selamat !. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Comments

  1. heuheu meski tidak dapat service makan, harga tiket lion memang murah, jadi ya tetep pilih lion

    ReplyDelete
    Replies
    1. Armadanya jg berumur gak tua2 amat. Jd masih amanlah ya.

      Delete
  2. baca post ini jadi kangen sama bandara Hasanuddin, nampak dari depan bagus banget memang arsitekturnya
    Dulu selama naik Lion belum pernah mengalami masalah masalah yang serius banget, meskipun delay kayaknya ga terlalu lama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling masalah yg paling sering itu delayed saja ya mbak hehehe

      Delete

Post a Comment