Saturday, 16 July 2022


Semenjak pelayaran perdananya pada tanggal 9 September 2021 lalu, saya sudah tertarik ingin mencoba kapal cepat yang melayani rute Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) menuju Pelabuhan Pototano (Sumbawa Barat). Kapal cepat yang bernama KSB Express Tenggara Satu ini diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal; Bupati Kab.Sumbawa Barat, HW Musyafirin dan pihak terkait.

Kapal cepat ini mulai dioperasikan di dermaga F3, Pelabuhan Kayangan. Dulunya kapal ini melayani para pekerja tambang PT.Aman Mineral (Eks Newtmon) yang akan menyeberang dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Benete, Sumbawa Barat begitu sebaliknya. Kapal cepat milik perusahaan PT.Surya Samudra Jaya Perkasa tersebut dibuat di galangan Australia. Lokasi pembuatannya dikenal sebagai tempat membuat kapal cepat terbaik. KSB Express Tenggara Satu ini memang bentuknya dirancang menyesuaikan dengan kondisi perairan di Selat Alas yang cukup kencang arusnya.


Btw, ini masih ada hubungannya dengan tulisan sebelumnya yaitu nontong langsung MXGP Samota di Sumbawa Besar. Jadi saya dan mas Anwar melakukan perjalanan yang cukup asyik dan menyenangkan, kerja sambil liburan. Buat yang belum membaca tulisannya, wajib dibaca dulu biar gak ketinggalan kapal cepat ini !,hehehe 

Kami berdua dapat tugas melakukan kegiatan dinas dari kantor kami. Nah, kebetulan juga kita juga lagi disibukkan dengan persiapan pergelaran ajang balapan motor bergengsi di dunia, MXGP Samota. Sekali menyelam minum air, kami dapat jalan-jalan juga sambil bertugas. 


Gimana cara kita memesan tiket kapal cepat KSB Express Tenggara Satu ?

Perjalanan dimulai dari Kota Mataram menuju ujung timur Pulau Lombok. Saya sudah memesan travel untuk mengantar kami berdua ke Pelabuhan Kayangan menuju dermaga F3 kapal cepat. Nomor travelnya saya dapatkan dari temen yang sering menggunakan jasa travel kapal cepat ini. Setelah dikontak sehari sebelumnya, saya dijemput di rumah sekitar jam tujuh pagi. Perjalanan memakan waktu dua jam (normal) sampai pelabuhan. 

Jadi travel ini khusus untuk penumpang kapal cepat yang berangkat dari Kota Mataram dan sekitarnya. Kendaraan yang digunakan juga sangat bervariasi. Ada Avanza, Xenia dan paling banyak menggunakan Kijang Inova. Satu mobil maksimal bisa enam orang penumpang. Jadi lebih nyaman gitu. Kondisi mobil travelnya juga sangat baik dan supirnya ramah-ramah. So, kita gak perlu khawatir ketinggalan kapal cepatnya karena yang sudah pesan travel, sudah terdaftar sebagai penumpang dan kita ditunggu sama kapalnya maksimal telat setengah jam. Lebih dari itu terpaksa ditinggal. 

Untuk tarifnya saat itu 65 ribu, itu sudah diantar sampai dermaga kapal cepat. Tapi kami berdua mengambil tiket terusan sampai Sumbawa Besar. Jadi total tarifnya yaitu 200 ribu dengan rincian 65 ribu travel Kota Mataram - Pelabuhan Kayangan, 70 ribu tiket kapal cepatnya dan 65 ribu travel Pelabuhan Pototano - Sumbawa Besar. 




Perjalanan pagi itu cukup lancar meskipun di beberapa titik terjadi kemacetan karena ada pasar tumpah. Mobil kami melaju dengan cepat biar para penumpang gak terlambat. Jadwal keberangkatan kapal cepatnya ada dua kali dalam sehari dari Pelabuhan Kayangan yaitu pukul 10.00 pagi dan 17.00 sore. Sedangkan dari Pelabuhan Pototano juga dua kali sehari yaitu pukul 08.30 pagi dan 14.30 siang (noted).

Setelah mobil kami sampai di dermaga F3, Pelabuhan Kayangan, kami segera dipersilahkan turun dari mobil menuju loket tiket untuk mengambil tiket kapal cepatnya. Disana sudah menunggu petugasnya dan kami didata terlebih dahulu. Nama-nama penumpang sudah tercatat di dalam buku daftar penumpang, termasuk nama saya dan Mas Anwar sudah ada. Setelah membayar sejumlah 200 ribu, kami mendapatkan dua lembar tiket sampul dan satu kartu. Untuk tiket sampulnya bisa kami simpan, sedangkan kartunya nanti diserahkan kepada petugas kapal saat memasuki kapalnya. 

Setelah tiket kapal sudah di tangan, para penumpang travel dipersilahkan masuk ke dalam mobil lagi untuk diantar menuju dermaga. Kece nih, jadi kami gak capek jalan kaki menuju dermaga yang jaraknya sekitar seratus meter. Apalagi saat itu kami sudah kesiangan sampai di pelabuhan. 

Cuaca pagi itu sangat cerah, jam tangan sudah menunjukkan pukul 10.15 pagi. Berarti kami datangnya agak telat dan ditunggu oleh kapalnya. Saya dan Mas Anwar menjadi penumpang terakhir yang memasuki kapal. Untungnya masih sempat foto-foto di dermaganya.  Kabar baiknya lagi, seluruh ABK kapal semuanya ramah-ramah. Gak ada yang pasang muka cemberut meskipun model penumpangnya seperti kami, hahahaha. 





Fasilitas KSB Express Tenggara Satu 

Kapal cepat akan segera diberangkatkan, saya pun sudah berada di dalam kapal. Kesan pertama memasuki ruangannya; adem, wangi dan bersih. Kursi penumpangnya pun rapi dan bersih dengan warna full biru.  Kapal ini terdiri dari dua tingkat yaitu dek bawah dan dek atas. baik di dek atas maupun bawah, ruangannya full AC ya.  Untuk menuju dek atas, ada tangga yang safety. Di dek atas ada ruang indoor, outdoor dan ruang kemudi. Di outdoornya, kita bisa menikmati perjalanan sambil menikmati angin laut. Ada beberapa tempat duduknya juga, jadi kita bisa bersantai-santai dan berjemur juga.

Saya memilih mencari tempat duduk di dek bawah saja biar gak terasa goncangan di tengah laut nanti. Untuk seat penumpang oke banget. Empuk, agak lebar, ada sandaran tangan dan seatnya agak tinggi jadi bisa untuk sandaran kepala. Di bawah kursi ada life jacket (jaket pelampung) untuk kondisi darurat selama perjalanan. Jumlah seat penumpangnya kalau gak salah 200 seat, jadi bisa memuat 200 penumpang sekali jalannya. 

Di tengah ruangan juga ada rak besar buat taruh barang bawaan. Jadi untuk yang bawa koper, tas besar dan oleh-oleh dalam dus juga bisa menaruhnya disini. Dipastikan aman dan kita bisa nyaman duduk di kursi tanpa dirempongin dengan barang bawaan. 

Fasilitas lainnya ada layar LED buat nonton film dan ada toilet yang sangat bersih dan wangi. Disini kita bisa buang air kecil dan besar lhoo. Jadi gak perlu khawatir kalau perut mules, bisa duduk santai sambil merenung di dalamnya (skip).  Kapalnya sangat terawat sekali dan sejauh ini pelayanan yang diberikan sangat memuaskan. 









Menikmati Pelayaran Menyeberangi Selat Alas 

Sekitar pukul 10.20 WITA, kapal cepat segera meninggalkan dermaga F3 Pelabuhan Kayangan. Tali pengikat segera dilepas dan seluruh kru kapal menjalankan tugasnya dengan baik. Kapal berjalan perlahan-lahan keluar dari Teluk Labuhan Lombok, Lombok Timur. Viewnya cantik sekali dengan latar puncak Gunung Rinjani dan air laut yang biru. 

Setelah keluar dari perairan teluk, kapal perlahan-lahan menambah kecepatan. Informasi dari salah satu kru kapal yang saya tanyain saat itu, kapal cepat ini bisa berjalan dengan kecepatan paling maksimal itu 20 knot di saat air laut lagi tenang. Kalau ada gelombangnya, kecepatan bisa diturunkan. Namanya kapal cepat meskipun ada arus dan gelombang, tetap dihantam karena moncong kapal cukup runcing. Mantap nih !. 


Saya dan Mas Anwar gak mau duduk diam di seat masing-masing. Berhubung ini pengalaman saya menggunakan kapal cepat ke Sumbawa, jadi gak mau kehilangan moment. Kamera sudah siap mendokemtasikan setiap moment. Kami berdua beranjak dari seat menuju dek atas dan berada di bagian luar. Menikmati angin pantai dan view di sekitar. Kapal cepat melewati dermaga kapal ferry dan beberapa kapal ferry yang sedang melakukan docking. Buat kalian yang naik kapal cepat ini, rekomendasi untuk berfoto di dek luar. Pemandangannya kece banget dengan latar puncak Gunung Rinjani. 

Awal laut sangat tenang, tapi saat kita berada di pertengahan, arus dan angin laut cukup kencang. Saya dan Mas Anwar memutuskan untuk kembali ke seat masing-masing. Kapal mulai oleng dan menghantam beberapa ombak yang datang. Kecenya, kecepatan kapal gak berkurang. Buat yang doyan mabuk, harap siapkan kantong plastik kalau terjadi hal yang gak diinginkan. Jujur, saya tumben merasa mual tapi kondisi tetap aman. So, jadi obatnya saya memesan kopi susu hangat biar gak terlalu mual. 

Mari ngopi !




Sampai di Pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat

Kurang lebih 30 menit perjalanan, kapal sudah sampai di Pelabuhan Pototano. "Kok cepet sekali !". Namanya juga kapal cepat, jadi harus cepat sampai biar cepat bertemu pujaan hati di kampung halaman, hahahaha. 

Gak seperti menggunakan kapal ferry yang membutuhkan waktu tempuh dua jam perjalanan dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Pototano. Kapal cepat mampu memangkas waktu lebih singkat yaitu 30 - 40 menit perjalanan. Buat kalian yang ingin cepat sampai, bisa menggunakan kapal cepat ini selain pilihan pesawat pastinya. 

Kapal menurunkan kecepatan dan berjalan perlahan-lahan menuju dermaga desa Pototano yang lokasinya berdekatan dengan Pelabuhan kapal ferry Pototano. Terlihat dari kejauhan, di dermaga sudah banyak orang yang menjemput dan kendaraan travel yang sudah menunggu penumpang. 

Viewnya gak kalah kece dengan di Lombok ya saat kapal berangkat. Dari atas kapal kita bisa melihat Pulau Kenawa, Pulau Namo, Pelabuhan Pototano dan perbukitan khas Pulau Sumbawa. Jujur, saya masih belum puas naik kapal cepat ini. Rasanya pengen pakai kapal cepat ini lagi saat balik ke Pulau Lombok nanti.

Setelah kapal cepat merapat di dermaga dengan sempurna, para penumpang dipersilahkan untuk turun dari kapal. Jangan lupa cek semua barang bawaan. Jangan sampai ada barang kita yang tertinggal. Satu per satu penumpang turun dari kapal dan menuju jemputan masing-masing. Saya dan Mas Anwar mencari mobil travel yang menuju Kota Sumbawa Besar. 

Jadi disini ada beberapa jurusan travelnya ya. Ada yang ke Taliwang, Jereweh (Sumbawa Barat), Alas, Buer, Utan dan yang paling timur ke Sumbawa Besar. Harga travelnya juga bervariasi (bisa lihat daftar harga di foto atas). Gak lama mencari, akhirnya kami berdua sudah mendapatkan mobil travel yang mengantarkan kami ke tujuan. Di dalam mobil ada lima penumpang dengan tujuan yang sama. Bismillah, melanjutkan perjalanan !.

Over all, saya sangat puas dengan pelayanan kapal cepat KSB Express Tenggara Satu ini. Kondisi kapal juga lumayan besar dan baik. Ruang penumpangnya adem, bersih dan wangi. Toilet juga bersih dan terawat. Seat juga sangat empuk dan nyaman. Fasilitas lainnya juga sangat baik. Para kru juga sangat ramah kepada penumpang. Satu lagi, kopi susunya sangat enak dan murah. 

Saya berharap kedepannya banyak penumpang yang akan menyeberang dari Pulau Lombok menuju Pulau Sumbawa menggunakan kapal cepat. Dari segi pelayanan sangat oke. Harga tiket kapalnya juga terjangkau yaitu 70 ribu saja. Kalau ambil paket dengan travel juga cukup terjangkau sesuai pilihan paketnya. Bisa menjadi pilihan tercepat sampai di kampung halaman. 

Untuk Pemda, saya berharap jadwal keberangkatan kapal cepat juga perlu ditambah. Jadi kami bisa leluasa memilih waktu penyeberangan. Kalau bisa juga armada kapal cepatnya ditambah pak !. Amin

Penulis : Lazwardy Perdana Putra




2 comments:

  1. nyaman nih, ruangannya full ac
    cepet juga, cuma setengah jam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tp yg mabuk an harus siap2 obat Antimo hahahaha

      Delete