Terbang Perdana ke Sumbawa Besar bersama Wings Air


Sudah lama rasanya gak menginjakkan kaki di bandara kebanggaan Pulau Lombok yang sudah berganti nama dari BIL menjadi BIZAM (Bandara International Zainudin Abdul Majid) salah seorang tokoh masyarakat sekaligus pahlawan nasional asal Pulau Lombok. Semenjak Covid-19 menyerang, saya gak pernah lagi hilir-mudik di bandara ini. Sudah banyak kemajuan yang terlihat, terutama gak ada lagi saya lihat para pedagang yang berjualan bebas di sekitaran bandara,uppss..hehehe. 

Cuaca pagi itu cukup cerah meskipun beberapa hari terakhir ini hujan terus menerus sampai di beberapa daerah dilanda banjir. Hari Rabu tanggal 8 Desember 2021, saya mendapatkan tugas ke Sumbawa Besar, Pulau Sumbawa. Kali ini saya berangkat berdua bersama senior saya yaitu dokter Art, sebut saja demikian.

Pulau Sumbawa merupakan pulau terbesar yang menjadi bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat selain Pulau Lombok. Jadi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa itu satu provinsi ya yang dipisahkan oleh selat yang terindah di Indonesia yaitu Selat Alas. Buat kalian yang sudah pernah mengarungi Selat Alas menggunakan kapal ferry, pasti kangen banget pengen lagi berlayar di Selat Alas.

Next, kali ini saya akan berbagi cerita perjalanan saya ke Pulau Sumbawa. Bukan naik kapal ferry atau berenang mengarungi Selat Alas (hoax), tapi menggunakan pesawat. Btw, "ada ya penerbangan dari Lombok ke Sumbawa ?". Jawabannya, "ada dong !". 




Jadwal penerbangan pagi itu pukul 10.30 WITA. Pesawat yang saya gunakan yaitu maskapai Wings Air ATR-72 600 dari Lion Grup. Sudah lama juga saya gak terbang bersama maskapai ini. Jujur, ini salah satu jenis pesawat favorit saya dari kuliah dulu. Sering pakai pesawat ini kalau pulang liburan ke kampung halaman. Terbang bersama pesawat baling-baling sangat menyenangkan. 

Setelah sarapan dan menyiapkan kebutuhan selama bertugas nanti terutama handsanitaizer dan masker, saya memesan ojek online untuk mengantarkan saya ke bandara. Berpamitan dengan anak dan istri. Cium kening satu-satu dan memeluk si kecil. Pasti ayah kangen banget nanti. Ini kali pertamanya saya meninggalkan mereka berdua bertugas ke pulau seberang semenjak Covid-19 melanda. Sehat-sehat terus ya bunda dan jagoan ayah. Kurang lebih selama tiga hari saya meninggalkan mereka berdua. Duh, kok jadi sedih ya nulis cerita ini !.

Lanjut... !

Sekitar lima belas menit, saya sudah tiba di bandara. Suasana pagi ini cukup ramai. Pemandangan yang sudah lama saya rindukan. Setelah turun dari mobil, saya langsung mengontak adek yang kebetulan bertugas di bandara sini. Jalan perlahan-lahan sampai pintu pemeriksaan antigen dan vaksin melalui aplikasi pedulilindungi. Caranya simple, kita tinggal download aplikasinya di playstore smarphone masing-masing. Ikuti saja langkah registrasinya sampai selesai. Terpenting jangan lupa vaksin lengkap dan swab antigen 1x24 jam atau tes PCR 3x24jam. Kalau sudah lengkap, nanti terbaca di aplikasi pedulilindungi. Mudah dan sangat efisien bukan !.

Setelah melewati post pemeriksaan antigen, saya lanjut berjalan menuju counter check in. Disana adek sudah menunggu dengan seragam khas lengkap atributnya. Gak perlu mengantri karena dibantu check in manual sama adek. Tiket manual sudah ditangan, saya lanjut berjalan ke lantai dua untuk masuk ke ruang tunggu penumpang. Penampakan bandara ini mengalami perubahan yang cukup besar. Dari penambahan terminal dan garbarata sampai memperpanjang runway biar bisa didarati oleh pesawat-pesawat berbadan besar seperti Boeng 777 atau Airbus A330. Apalagi di tahun depan,tepatnya Bulan Maret, Pulau Lombok akan diramaikan oleh event dunia yaitu MotoGP Mandalika, Indonesia. Bakalan seru dan kalian wajib datang ke Lombok buat nonton abang-abang cakep balapan di sirkuit. 




Di dalam ruang tunggu sudah ramai oleh para penumpang yang menunggu waktu keberangkatan mereka. Mencari tempat duduk sejenak rasanya sulit karena hampir semua kursi tunggu sudah full. Hmmm.. saya memutuskan untuk jalan-jalan sejenak ke area terminal baru yang saat itu masih ditutup. Untungnya ada adek saya yang kebetulan nemenin saya sebentar. Jadinya saya minta difotokan di area terminal baru, hehehe...(keliatan katroknya). 

Bosen muter-muter di ruang tunggu, saya pun memutuskan untuk bersantai sejenak di sebuah kursi yang saat itu ada yang kosong. Memandang ke arah luar tempat pesawat parkir. Ada beberapa pesawat yang sedang boarding. Penerbangan ke Lombok saat ini sudah mulai ramai. Sudah banyak maskapai penerbangan yang memutuskan kembali melayani penerbangan ke Lombok. Semoga kedepannya penerbangan lainnya yang sempat ditutup ke Lombok, segera dibuka kembali. Amin.



Setengah jam menunggu, akhirnya pesawat yang akan menerbangkan saya ke Sumbawa Besar, landing dengan mulus di BIZAM. Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1860 dan nomor registrasi PK WGR dengan rute BIZAM - Bandara Sultan Muhammad Kaharudin, Sumbawa Besar. Cuaca pagi itu sangat cerah. Langit biru dengan lukisan awan putih. Rasanya sudah gak sabar terbang nih. 

Ini pengalaman pertama saya terbang ke Sumbawa Besar menggunakan pesawat. Biasanya pakai bus atau travel yang memakan waktu sekitar tujuh jam perjalanan. Sedangkan untuk pesawat, hanya membutuhkan waktu setengah jam saja. Kembali lagi ke selera, budget dan waktu pastinya. 

Waktu boarding akhirnya tiba, seluruh penumpang Wings Air menuju Sumbawa Besar dipersilahkan memasuki pesawat. Satu per satu para penumpang dicek tiket dan KTP oleh petugas sebelum berjalan menuju pesawat. Gak jauh juga pesawat kami parkirnya. Hanya berjalan kaki sekitar seratus meter menuju pesawat. Gak lupa foto-foto pesawatnya. Sayangnya gak bawa kamera DSLR, jadi hanya menggunakan kamera hp Oppo A54. Cukup bagus juga hasil fotonya. Kebetulan ada adek juga yang turut membantu para penumpang menuju pesawat. Jadinya saya minta tolong untuk difotokan. Emang dah adek yang baik. Mau saja disuruh sama abangnya. 



Saya duduk di kursi nomor 4A, tepat disebelah jendela. Disebelah saya ada bapak bule yang katanya mau pergi ke Pulau Moyo. Sempat ngobrol sebentar pakai bahasa Inggris, eh ternyata bapak bulenya bisa bahasa Indonesia. Bahkan bisa berbahasa Sasak (Lombok). Beliau dari Australia dan sudah lama di Lombok dan sering bolak-balik ke Sumbawa. Apa beliau punya hotel ya di Pulau Moyo ?. Gak sempet tanyain karena bapak bulenya kebanyakan baca buku. Oke, saya pun fokus dan menikmati penerbangan ke Sumbawa Besar. 

Penumpang saat itu full seat. Artinya penerbangan ke Sumbawa Besar ternyata ramai ya di hari biasa. Apalagi di hari libur,bisa saja lebih banyak lagi yang memilih terbang daripada jalur darat dan laut. Hmmm,kembali lagi ke selera, budget dan waktu pastinya. Yang gak sabaran ketemu sama gebetan, bisa jadi pakai pesawat,hehehe. I Just Kidding bro !.

Penerbangan Lombok - Sumbawa PP hanya sekali saat ini yaitu pagi saja. Dan itupun hanya dilayani oleh Wings Air ATR-72 600 saja. Harapan saya sih, kedepannya ada lagi penambahan penerbangan Lombok-Sumbawa. Dari yang tadinya hanya sekali, bisa dua atau tiga kali sehari. Dari wacana yang sempat saya dengar, Pak Gubernur NTB akan menambah penerbangan ke Sumbawa Besar oleh maskapai lainnya. Maskapai mana itu ?. Ditunggu saja berita berikutnya !. 



Gak lama lagi pesawat akan take off. Para pramugari yang jumlahnya hanya ada dua orang memperagakan demo keselematan dalam penerbangan. Saya memandang ke luar jendela sambil melihat baling-baling pesawat. Pesawat berjalan perlahan menuju runway untuk bersiap-siap take off. Suara bising mesin terdengar dan pesawat kami berjalan cepat dan take off dengan aman. Terlihat dari atas, area persawahan dan rumah-rumah penduduk. Gak ada turbulance setelah take off. 

Lima menit setelah take off, tanda sabuk pengaman dimatikan. Pertanda pesawat sudah dalam posisi stabil di udara. Saran saja, meskipun tanda dimatikan, kita harus tetap mengencangkan sabuk penangan. Antisipasi saja apabila ada kemungkinan turbulance secara tiba-tiba dan cuaca mendadak kurang bersahabat. Tapi yang akan ke kamar kecil, sudah dipersilahkan dan setelah itu kembali ke kursi masing-masing. 




Pemandangan dari luar jendela pesawat sangat luar biasa indahnya. Terlihat penampakan Gunung Rinjani dengan gagahnya dari kejauhan. Pesawat sudah berada di ketinggian 9000 kaki. Gak lama kemudian, terlihat Pelabuhan Kayangan yaitu penyeberangan kapal ferry menuju Pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat. Yang gak kalah cantiknya, kita berada di atas Gili Kondo, Gili Pegagan dan gili-gili lainnya yang berada di Selat Alas. Ada juga terlihat  Pulau Paserang dan Pulau Kenawa yang sudah memasuki wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Melihat gugusan pulau-pulau kecil di Selat Alas menambah penerbangan saya kali ini sangat kece. 

Gak terasa penerbangan sudah lima belas menit. Pesawat sudah berada di atas perbukitan hijau Pulau Sumbawa. Biasanya di musim kemarau, bukit-bukit ini berwarna kekuningan, tapi karena saat ini masih musim penghujan, perbukitan di Pulau Sumbawa masih hijau. Gak lama lagi kita akan landing di Bandara Sultan M.Kaharudin Sumbawa Besar. Sebelum landing, saya dimanjakan oleh pemandangan yang sungguh luar biasa. Terlihat dari kejauhan Pulau Moyo, Pulau Medang dan puncak Gunung Tambora. Duh, kapan ya kesana, sudah lama rencana kesana tapi belum terealisasi sampai sekarang. 

Tanda sabuk pengaman dihidupkan kembali. Pesawat dalam posisi akan landing. Cuaca di Sumbawa Besar cukup cerah. Gak ada turbulance yang berarti. Landing kami berjalan dengan lancar dan aman. Pesawat sudah menyentuh aspal runway yang cukup mulus dengan sempurna. Kami sudah tiba di Bandara Sultan M.Kaharudin Sumbawa Besar yang dulunya bernama Bandara Brang Biji. Next time, kita akan mereview bandara ini ya !.



Welcom to Sumbawa Besar ! 

Menuruni tangga pesawat, terasa angin di Sumbawa Besar cukup hangat ya. Maklum saja, disini mataharinya ada tiga lhoo, hehehe... Itu sih kata teman-teman di Sumbawa Besar. Tapi it's oke, gak masalah. Terpenting dapat menikmati perjalanan dan fokus sama kegiatan selama tiga hari kedepan. Berjalan menuju ruang kedatangan, saya melihat gedung bandara ini kece lhoo. Bentuk bangunan bandaranya unik, seperti sarang lebah. Ini baru diresmikan beberapa tahun yang lalu. Keren,keren... Next time nanti kita akan mereview bandaranya di postingan berikutnya. 

Setelah keluar bandara, saya langsung memutuskan untuk mencari hotel yang dekat dengan bandara. Ada beberapa hotel yang berada gak jauh dari bandara. Dan saya memilih salah satu hotel bintang 1 atau 2 kali yaak. Saya lupa menanyakan. Penasaran sama hotelnya ?. Sabar.. nanti kita review di postingan berikutnya. 

Oke, cukup dulu cerita part 1 dari saya dalam perjalanan ke Sumbawa Besar ini. Over all, saya sangat menikmati penerbangan bersama Wings Air ATR-72 600 PK WGR Lombok-Sumbawa kali ini. Para awak kabin pesawat juga sangat ramah dan kondisi pesawat juga sangat baik. Sepanjang penerbangan juga aman dan gak ada turbulance yang berarti.

Terimakasi Wings Air ! 

Penulis : Lazwrady Perdana Putra

Comments

  1. semoga nanti berkesempatan menginjakkan kaki di SUmbawa Besar. wish list juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dtgnya pas musim hujan biar bisa liat perbukitan hijau.

      Delete
  2. asik banget sih baca tulisannya suhu _drv_

    ReplyDelete
  3. belum pernah ke sumbawa naik pesawat,
    biasanya pasti naik kapal
    heuheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya penerbanganny cuma sebentar. Belum smpet k toilet pesawat eh sudah landing aje hehehe

      Delete
  4. Bismillah tahun ini bisa ke lombok😁

    ReplyDelete
  5. Baguuuus ya bandaranya mas. Yg di Lombok ataupun Sumbawa besar, sama2 aku suka. Tapi sbnrnya semua airport itu bikin kesan nyenengin sih buatku, yg memang hobi banget traveling. Tiap kali berangkat atau landing di bandara yg belum pernah aku datangin, itu selalu ada perasaan excited , pengen eksplor bandaranya dll 😄.

    Wings air aku sekali nyobain pas dari Medan ke Sibolga. Tapi jujurnya pengalaman pertama itu ga enak banget 😔. Delaynya lama ga ketulungan, mana bawa bayi waktu itu, service ga ramah, no kursi dobel Ama penumpang lain, turbulence parah. Jujur kapok 🤣. Kalo ada maskapai lain , mending yg lain aja deh 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih. Pngen nyobain terbang dri Lombok ke Bima pake pesawat ATR 72-600. Smoga dan waktu dan kesempatan. Amin

      Delete

Post a Comment