Malam Pergantian Tahun di Puri Saron Hotel Senggigi

Belakangan ini saya lumayan jarang ngeposting tulisan-tulisan baru di blog karena kesibukan di kantor dan sibuk menjadi orang tua baru. Apalagi ditambah dengan wabah Covid-19 yang kasusnya belum mereda. So, mau jalan-jalan dan kulineran mikir-mikir dulu. Begitu juga dengan stok cerita yang mulai menipis. Jadi harus bersabar dan harap maklum #PembukaCurhatan 

Mungkin kalian yang sehobi dengan saya pasti merasa bosan dan pengen traveling ke beberapa destinasi yang belum pernah dijelajahi. Kalau keluar pulau sih agak sulit ya. Kita diharuskan membuat surat keterangan sehat dan di tes rapit atau swab apabila ingin bepergian dengan biaya yang gak cukup murah. Bahkan biaya rapit tes dan swab lebih besar dari biaya transport. Kalau hasilnya non reaktif dan negatif, kita diijinkan untuk berangkat. Tapi bila reaktif dan positif, kita gak boleh berangkat dan harus menjalani prosedur penanganan Covid-19. 

Daripada ribet, lebih baik kita travelingnya yang deket dari rumah saja. Atau menginap di hotel yang kalian inginkan, ala-ala staycation berbiaya gak terlalu mahal gitu. Gak perlu ngeluarin biaya tiket pesawat atau kereta api. Cukup ngeluarin biaya menginap saja atau mencari promo di beberapa aplikasi travel agent juga ada.

Ngomong-ngomong soal hotel. Di akhir tahun 2019 lalu, saya bareng keluarga besar merayakan pergantian tahun dengan menginap di hotel bintang tiga di daerah Senggigi. Sebut saja namanya Puri Saron Senggigi. Kebetulan kami mendapatkan voucher menginap semalam yang diberikan oleh pihak hotelnya. 

Jadilah saya, istri dan keluarga besar berangkat ke hotel sehari sebelum malam pergantian tahun. Kebetulan juga hari libur jadi bisa berangkat lebih awal. Waktu tempuh dari rumah kurang lebih memakan waktu tiga puluh menit. Puri Saron Senggigi terletak di Desa Kerandangan, Kecamatan Batulayar. Atau lebih tepatnya berada di samping Pantai Kerandangan. Gak jauh dari Bukit Sheraton, Senggigi. 





Sampai di hotel sekitar jam dua siang. Kami langsung check-in. Saat itu ada dua jenis kamar yang dipesan. Kamar kelas superior dan kelas bungalow. Bedanya kalau yang superior kamarnya seperti kamar superior hotel pada umumnya. Terdiri dari single/double bed, layar LCD, kulkas, meja kursi kerja, kamar mandi dan toilet. Sedangkan kalau kelas bungalow, ruang kamarnya lebih besar dan berada di satu bangunan seperti rumah lantai dua. Satu bungalow terdiri dari empat kamar, dua di atas dan dua di bawah. 

Kalau untuk honeymoon, lebih cocok pilih kelas bungalow. Soal harga yang jelas kelas bungalow lebih mahal dibandingkan kelas superior tapi lebih murah dari kelas suites. Saya dan istri memilih kamar kelas superior saja. Disamping istri sedang hamil besar saat itu dan akses kesana-kemari jauh lebih mudah. Untuk anggota keluarga lainnya, memilih di bungalow saja. 

Untuk lebih jelas bisa buka link ini : Puri Saron Hotel (Traveloka)









Setelah beres-beres, saya beserta istri jalan-jalan sekitar area hotel. Hotelnya gak terlalu luas. Hanya saja di tengah-tengah area hotel ada tamannya. Tamannya keren, ada giyongan juga di bawah pohon beringin yang cukup rindang. Spotnya bisa dijadikan tempat fotoan kece ala-ala anak selebgram gitu. Jalan-jalan sore yang sangat menikmati buat kami berdua. 

Gak lama kemudian, keluarga lainnya menyusul untuk ikut jalan-jalan sore. Berjalan ke area belakang hotel, ada kolam renang yang cukup menggoda buat dicoba. Maklum saja, kami memang doyan berenang. Melihat kolam renang seperti melihat uang kertas warna merah. Mata langsung hijau dan gak sabar untuk nyemplung plung plung kelelep. 

Tapi sore itu saya dan istri gak berencana untuk berenang. Kami berdua ingin menikmati sunset di Pantai Kerandangan yang letaknya persis di belakang hotel. Akses menuju pantai juga gak sulit. Kami tinggal berjalan melewati kolam renang dan ada pintu belakang hotel menuju pantai. Indah dan kece banget bukan. 

Setelah sampai di lokasi, kami duduk santai di sebuah kursi dan meja terbuat dari kayu milik sebuah mini cafe yang saya lupa nama cafenya apa. Sepertinya cafe ini bukan bagian dari hotel. Hanya saja letaknya persis di belakang hotel menghadap ke pantai. Banyak meja-meja dan kursi untuk para pengunjung duduk santai. Ada juga bean bag warna-warni yang disediakan. Cafe ini juga dihiasi dengan lampu-lampu yang bercahayakan indah disaat malam hari. Cafe ini bukanya dari sore hingga malam hari. 

Cuaca sore itu cukup cerah. Kami menikmati setiap moment saat itu. Gak lama kemudian anggota keluarga lainnya menyusul untuk sama-sama menikmati sunset. Sunset terakhir di tahun 2019. Sambil menikmati sunset, saya memesan secangkir kopi panas. Katanya kopi hitam paling enak di Lombok. Kalau kami menyebutnya disini, kopi sasak "kopinya orang sasak" hehehe. Suasana senja yang benar-benar indah. Semakin malam, para pengunjung yang datang semakin ramai. Gak hanya tamu hotel saja, tapi pengunjung lokal juga ada. 







Di malam harinya khusus untuk tamu hotel mendapatkan tiket untuk menikmati santapan dinner sekaligus merayakan detik-detik pergantian tahun dengan menyalakan kembang api berjamaah. Pihak hotel membuat sebuah acara yang cukup menghibur. Ada live musik, tari-tarian dan yang paling ditunggu-tunggu yaitu doorprise yang sudah disiapkan panitia. Lokasi acaranya di area kolam renang. Meja dan kursi tersusun dengan rapi. Panggung acara sudah siap menyambut detik-detik pergantian tahun. Alunan musik dari musik tradisional hingga barat terdengar hingga kamar kami. Setiap meja suda memiliki nama tamu masing-masing. Jadi sudah disiapkan kita mau duduk dimana oleh pihak hotel. Sebelumnya kita bisa request mau duduk di meja yang mana. 

Acara dimulai dari jam delapan malam dengan dibuka oleh dua host yang gokil dan kadang-kadang gak jelas bahas apa. Lagi-lagi saya lupa namanya siapa, hahaha. Selanjutnya ada kata sambutan dari pihak hotel yang diwakili oleh Ibu Made selaku General Manager Puri Saron Hotel.  Setelah itu, acara inti dimulai. Ada pergelaran tarian daerah, live musik, pembagian doorprize, makan-makan dan diakhiri dengan menyalakan kembang api disaat waktu menunjukkan jam dua belas malam, tepatnya pergantian tahun. 

Untuk menu makanan yang dihidangkan sangat beragam. Ada jajanan pasar, puding, siomay, pelecing kangkung, jenis steak, olahan seafood, barbeque, buah-buahan dan masih banyak lagi. Untuk minumnya ada fruit coktail, es campur, jus yang bisa kita pesan. Soal rasa gak perlu diragukan lagi. Kembali lagi ke selera masing-masing. 

Acara perayaan pergantian tahun sangat meriah. Ini pertama kalinya bareng keluarga besar merayakan detik-detik pergantian tahun dengan menginap di salah satu hotel di daerah Senggigi. Biasanya di rumah saja sambil nonton tv ditemani dengan jagung dan kacang rebus. Gak ketinggalan secangkir kopi panas. 

Selesainya acara, kami kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Keesokan harinya saya dan istri berencana untuk berenang hore di kolam renang. Gak lupa sebelumnya sarapan dulu di resto yang letaknya persis di depan kolam renang. Jadi sekalian, habis sarapan langsung siap-siap berenang. Sebelumnya saya pernah menulis di blog tentang cerita berenang di kolam renang hotel ini. Kalian bisa buka link yang saya kasi di bawah ini ya. 

Bisa baca ini : Jalan-Jalan Habis Lebaran : Puri Saron Hotel

Over all, menginap di Puri Saron Senggigi di malam tahun baru menjadi cerita spesial buat saya dan istri pastinya. Disaat itu kami berdua lagi menunggu waktu si kecil lahir. Biar gak stress, saya mengajak istri untuk refreshing biar proses persalinan lancar dan ibu anak selamat.

Terimakasi buat Puri Saron Senggigi atas jamuannya. Semoga setelah wabah Covid-19 minggat dari Indonesia, saya bareng keluarga bisa menginap lagi. Ditunggu voucher selanjutnya, Amin. #NgarepDotCom

Penulis : Lazwardy Perdana Putra



sumber google maps

Comments

  1. Next bakal pelesiran bareng junior kita 🤗❤️

    ReplyDelete
  2. Wahh asyik juga nih nginep disini mas. Boleh jadi referensi buat kami entar.

    Salam hangat dari kami Ibadah Mimpi

    ReplyDelete

Post a Comment