Mengemban Misi Kemanusian Bersama Hercules TNI-AU A-1316


Ada hal yang menarik ketika saya dan rombongan kantor mendampingi ibu bos ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Eks.BIL), Lombok Tengah dalam rangka menjemput sejumlah bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Gugus Tugas Pusat Krisis. Bukan mengenai logistiknya, tapi yang membawa logistik dari Jakarta tersebut.

Sebuah pesawat berbadan lebar bernama Hercules yang landing membuat saya takjub. Sudah lama gak melihat secara dekat pesawat yang menjadi kebanggaan TNI ini. Bisa mengangkut barang dalam jumlah banyak, bahkan bisa mengangkut mobil dan alat perang lainnya. Keren kan !. 

Yuk kita kenalan dulu dengan Hercules TNI AU A-1316 !

www.kaskus.com



Profil Hercules TNI-AU A-1316

Pesawat ini merupakan Hercules berjenis C-130 yang berasal dari Amerika Serikat. Dimana C-130 merupakan pesawat terbang bermesin empat turboprop sayap tinggi (high wing) yang bertugas sebagai pesawat angkut militer utama untuk pasukan militer di banyak bagian dunia. Memiliki kemampuan mendarat dan lepas landas di landasan pendek atau darurat. Awalnya pesawat ini sebagai pengangkut tentara dan pesawat kargo yang sekarang ini digunakan untuk berbagai macam peran termasuk airbone, pengamatan cuaca, infantri, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulance udara. Sejarahnya sangat panjang sekali dan kalian bisa bacanya di berbagai macam sumber ya. Saya gak menuliskan sejarahnya secara detail disini. Oke.

Sudah lebih dari 40 model Hercules yaitu beberapa kapal senapan dan juga digunakan lebih dari 50 negara. Melayani lebih dari 50 tahun. Tipe C-130 sudah menciptakan rekor yang baik untuk kehandalan dan daya tahannya, berpartisipasi dalam militer, sipil dan bantuan kemanusiaan (sumber : id.wikipedia.org).

Bisa baca juga : KRI dr. Soeharso 990

Pesawat Hercules A-1316 ini merupakan Hercules Tipe C-130H yang dibeli pada tahun 80-an oleh Indonesia. Tiga C-130H (A-1315, A-1316 dan A-1323), Satu unit C-130MPH (A-1322), dan Tujuh unit C-130HS (A-1317, A-1318, A-1319, A-1320, A-1321, A-1322, A-1324, A-1341), dan Satu unit L-100-30 (A-1314). Pusing kan bacanya, bisa-bisa jadi soal ujian Mata Pelajaran Sejarah kalian nih disaat Work from Home (WFH) nih.

Hingga saat ini Indonesia sudah mengoperasikan 28 unit C-130 Hercules dan terbanyak di belahan dunia. Denger-denger juga masih menunggu kedatangan 9 unit Hercules lagi nih, jadi totalnya bisa mencapai 37 unit. Mantap Jiwa, Kece banget !.

Itu dia sedikit profil ala kadarnya dari pesawat Hercules TNI AU A-1316 yang saya baca di berbagai sumber. Kalau ada yang keliru dari informasi di atas, mohon dikoreksi ya. Terimakasi. 





Sesuai jadwal yang diinfokan oleh Gugus Tugas Provinsi NTB, pesawat Hercules akan tiba di BIZAM sekitar siang hari. Kami dari kantor mulai berangkat sekitar jam sebelas siang. Awalnya ada cerita lucu. Kami diberitahukan kalau pesawat Hercules akan landing di Bandara Selaparang, Kota Mataram. Agak sedikit seneng juga karena gak terlalu jauh dari kantor. Ternyata eh ternyata, ada sedikit kesalahan informasi. Pesawat Hercules akan landing di BIZAM, Lombok Tengah.

Sudah bawa tiga mobil. Dua mobil pick up untuk angkut logistik. Soalnya kata ibu bos, kita akan mengangkut sekitar 200 koli APD. Saya bayangin, gimana rupanya ngangkut 200 koli dengan dua mobil pick up yang berukuran sedang. Bisa-bisa gempor ini badan ngangkat ratusan koli. Hahahaha.

Berhubung salah alamat, kami berangkat dari Bandara Selaparang menuju BIZAM. Denger-denger informasi juga, pesawat Hercules sudah lepas landas dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Sekitar dua jam lagi pesawat akan tiba di Lombok. Oke lanjut ke BIZAM !.

Sepanjang perjalanan saya perhatikan sudah agak sepi kendaraan yang melintas di By Pass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Biasanya kendaraan baik bus Damri maupun travel sangat ramai melintas. Agak sedih sih lihatnya. Lombok yang sudah mulai ramai lagi oleh wisatawan pasca Gempa Lombok tahun 2018 lalu. Sekarang sepi lagi gara-gara Covid-19. Semoga wabah ini cepat berlalu, Amin.

Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya kami tiba di BIZAM. Sempetin makan siang dulu di salah satu rumah makan sekitar bandara. Setelah itu baru ke posko Gugus Tugas yang berada di bandara. Disana kami diperkenankan untuk masuk ke dalam area parkir pesawat. Terlihat sudah banyak yang menunggu kedatangan sang Hercules. Ada dari TNI AU, BPBD dan Dikes Provinsi NTB. Bahkan tim dari BPBD sudah menunggu dari jam delapan pagi. Busyet dah !.

Cuaca cukup cerah dan untungnya angin cukup kencang. Jadi gak terlalu panas. Gak lama menunggu sekitar sepuluh menitan, Sang Hercules mendarat dengan mulus di BIZAM. Kita semua langsung berbondong-bondong masuk ke dalam area parkir pesawat. Pesawat sudah terlihat dengan gagahnya. Ada perasaan haru bahagia gak disangka saya mendapatkan moment seperti ini. Kapan lagi melihat Hercules dari dekat.









Setelah pesawat berhenti dengan sempurna, baru pintu pesawat dibuka dan seluruh tim baik dari TNI dan BPBD dengan segera mengangkut 10 ribu APD ke dalam truk pengangkut. Gak lupa ada acara serah terima juga. Diserahterimakan oleh Komandan Pangkalan Udara Zainuddin Abdul Madjid, Kolonel Penerbang Andry Gandhy kepada Kalak BPBD NTB dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat beserta rombongan (termasuk saya). Dimana nanti 10 ribu APD tersebut akan dibagikan kepada Puskesmas se-Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi NTB.  

Disini ada yang lucu juga. Kami gak pakai pakaian dinas, hanya menggunakan kaos dan celana jeans. Sedangkan ibu-ibu bos pakai kaos Germas, hahaha. Tapi gak ada orang yang syirik saat itu karena bisa dibilang kami menjadi pengawal ibu-ibu bos.hahahaha (mirip seperti preman pasar, hahaha).

Syukurnya semua APD diangkut di truk-truk dari BPBD Prov.NTB  dan TNI yang berukuran besar. Jadi kami gak bawa oleh-oleh pulang ke kantor. Nanti APDnya tinggal kami ambil di kantor BPBD Prov.NTB.

Yang menjadi perhatian saya sih bukan APD-nya, tapi pesawat Hercules TNI AU A-1316 yang sungguh gagah di angkasa. Sejak kecil saya sangat suka dengan moda transportasi umum salah satunya pesawat. Tapi gak pernah ada keinginan jadi seorang pilot. Hanya sebagai penikmat dan penulis review moda transportasi saja.

Kapan lagi ya bertemu dengan pesawat Hercules lagi ?. Next Time, Amin

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. sekarang nyebutnya BIZAM ya? belum terbiasa nih, kebiasaan nyebut BIL... heuheuheu

    kirain masuk pesawat dan foto foto di dalamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. maunya sih masuk, tapi gak diperbolehkan masuk sama petugasnya hahahaha

      Delete

Post a Comment