Terbang di 32000 Feet : Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG


Sejak kecil, saya seneng banget kalau diajak traveling bareng kakek kemana saja beliau pergi. Sempat saat masih bertugas di Bea Cukai Denpasar, saya bareng nenek dan adik diajak beberapa hari berlibur di Pulau Dewata. Sejak kecil saya sudah mengenal namanya kapal laut, bus dan pesawat terbang.

Khususnya untuk pesawat terbang, saya sangat suka mengamati setiap pesawat yang take off dan landing di bandara yang letaknya sangat dekat dengan rumah. Bahkan dulunya, hampir setiap sore saya bareng kakek selalu datang ke runway bandara melewati jalan setapak persawahan. Tujuannya satu, kakek mencari ikan di sungai kecil pinggir runway, sedangkan saya duduk manis sambil menunggu pesawat terbang dan landing.

Kalau ditanya dulu sukanya pesawat apa?. Pasti saya jawab, Garuda karena dulu pesawat berbadan besar yang turun di Bandara Selaparang (sebelum pindah ke BIL, Lombok Tengah) hanya Garuda Indonesia saja. Sedangkan maskapai yang lain pesawatnya kecil-kecil. Keren aja gitu liatnya. Apalagi saya yang termasuk sangat jarang bepergian naik pesawat, jadi pengen banget suatu saat nanti naik pesawat yang tulisannya Garuda Indonesia, hehehe..keliatan ndesonya.

Kuliah di Yogya kalau pulang mudik naik pesawat naiknya sih maskapai yang lain karena lebih murah, maklum anak mahasiswa. Sampai lulus kuliah pun belum kesampaian naik ini pesawat. Alhamdulillah saat sudah bekerja, akhirnya kesampaian juga merasakan sensasinya terbang bersama burung besi berplat merah ini (curhat pak?)




Setelah urusan tugas dinas kelar di Jakarta, saatnya balik ke rumah. Penerbangan yang saya pilih untuk balik ke Lombok yaitu GA430 siapa lagi kalau bukan Garuda Indonesia. Ini pertama kalinya saya naik maskapai ini pake gratis alias dibayarin pemerintah. Kalian tau kan harga tiket pesawat satu ini lebih mahal dibandingkan maskapai nasional lainnya. Tapi dimana-mana harga gak bisa bohong. Harga menunjukkan kualitas dan servisenya. 

Kali ini saya gak sendirian, saya ditemani oleh Mbak Eka, temen satu kantor. Jadi ada nemenin buat konten alias ada yang dimintain foto, hahaha. Kebetulan jam penerbangan kami lumayan agak pagi yaitu jam sebelas waktu setempat. Kami check out dari hotel tempat acara sekaligus tempat kami menginap sekitar jam tujuh pagi dengan alasan pengen agak santaian menuju bandara. 

Dari hotel sampai Bandara Soekarno Hatta (Soeta) memakan waktu satu jam perjalanan. Syukurnya gak terkena macet. Setibanya di terminal 3 Bandara Soeta, kami langsung melakukan check in. Suasana di terminal 3 lumayan cukup lengang. Gak terjadi antrian yang panjang karena masih pagi. Jujur, ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di terminal 3 Bandara Soeta. Kesan pertama, wah banget lihat gedung terminal 3. Megah, bersih, arsitekturnya keren, menggambarkan gedung bandara kekinian, pelayanan di counter check in nya sangat baik dan cepat. Tapi satu yang agak lucu, terminalnya panjang banget. Jalan dari gate 4 ke gate kami di gate 28 saja, bisa lima belas menit berjalan kaki. Lumayan buat nurunin berat badan, hehehe. 








Setelah melakukan check in, kami segera berjalan menuju gate 28. Tapi berhubung pakai Garuda, kami mendapatkan servise makan sepuasnya di lounge Garuda Indonesia yang berada di lantai dua. Menu yang tersedia lumayan enak. Karena sudah sarapan banyak di hotel sebelum check out, saya hanya mengambil cemilan saja. Ada berbagai macam jajanan pasar favorit dan segelas juice apple yang seger. Lumayan menunggu waktu boarding tiba. Tempat duduknya juga sangat santuy kalau bahasa anak muda sekarang, hahaha.

Setibanya di ruang tunggu gate 28, waktu menunjukkan jam sepuluh pagi. Masih ada setengah jam menuju waktu boarding. Saya yang gak bisa diam, jalan-jalan dulu melihat suasana di bandara super megah dan masuk sepuluh besar bandara terbaik di Asia. Sempat cek kamar kecilnya (toilet) juga. Lavatory Inspection, asyiik. Toiletnya cukup bersih dan harum. Gak banyak yang saya bisa review dari bandara ini karena pengen gak foto-foto dan buat konten. Tapi gak bisa juga, ujung-ujungnya jepret sana jepret sini. Hasil jepretan didukung oleh sebuah kamera Oppo F1S dan Xiaomi Yi #BukanPromosi.




Setengah jam berlalu, akhirnya waktu boarding pun tiba. Sudah gak sabar terbang bersama maskapai yang sempat masuk sepuluh besar maskapai terbaik di Asia. Proses boarding gak terlalu lama. Budaya antrinya juga sangat tertib dan aman. Satu per satu petugas memeriksa boarding pass yang ditunjukkan oleh calon penumpang. Setelah giliran saya dan Mbak Eka dicek boarding passnya, kami berdua segera bergegas turun ke bawah menuju bus yang akan mengantarkan kami menuju pesawat.

Cuaca saat itu cukup bersahabat dan gak ada angin kencang juga. Saya lupa nomor pesawat yang kami naiki. Yang jelas Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG. Jenis pesawat yang gak terlalu saya sukai karena getarannya yang cukup kencang (pengalaman naik maskapai lain). Nah, gimana rasanya terbang bersama pesawat ini ?. Itu yang saya tunggu-tunggu dan penasaran. 

Sebelum masuk ke dalam pesawat. jangan lupa foto-foto eksis dulu. Untuk Garuda sendiri, ada dua kelas penerbangan yaitu kelas bisnis dan ekonomi. Dalam penerbangan kali ini, saya dan Mbak Eka duduk di kelas ekonomi. Untuk jumlah penumpangnya saat itu bisa dibilang full. Banyak juga ternyata orang ke Pulau Lombok pakai maskapai ini lagi (jadi terharu). Kami berdua dapat jatah duduk di seat 23A dan B, lumayan agak depan dan dekat dengan kelas bisnis. Pesawatnya harum, bersih, suasana kabin pesawat yang sejuk mata memandang apalagi sejuk melihat para pramugarinya yang manis-manis. 





Di kelas ekonomi, tempat duduknya dengan formasi tiga tiga. Kursinya empuk dan di depan ada sebuah layar LED yang bisa kita gunakan untuk memutar musik, video, movie dan maps. Kita juga diberi sebuah headset yang bisa dipakai selama penerbangan. Tapi jangan sampai dibawa pulang ya, apalagi dengan sengaja dimasukkan ke dalam tas. 

Saya kebagian duduk di bagian tengah, jadi gak bisa ngambil foto dengan maksimal. Untungnya di beberapa moment, saya meminta ijin sama Mbak Eka untuk mengambil beberapa foto saat pesawat sudah terbang. Pemandangannya keren dan luar biasa indahnya. 

Penerbangan Jakarta - Lombok memakan waktu dua jam. Untuk Garuda sendiri, kami mendapat jatah makan lagi. Kali ini saya mencoba untuk mencicipi menu nasi opor ayam, jeli dan segelas orange jus. Semua menunya enak banget, baru kali ini saya menikmati makanan cukup mengenyangkan di dalam pesawat. Apalagi makannya di ketinggian 32000 feet, kece kan ? hehehe....sombong dikit. 

Over all, penerbangan dari Jakarta menuju Lombok menggunakan Garuda Indonesia GA430 cukup memuaskan bagi saya. Disamping akhir-akhir ini ada kabar yang kurang baik buat Garuda sendiri, dimana belum lama ini terungkap ditemukannya Harley Davidson dan Motor Brompton di dalam pesawat baru Garuda. Belum selesai masalah satu, timbul masalah berikutnya. Salah satu penumpang bersama istri dan anaknya ditahan oleh kapten Garuda sendiri karena diduga menghina Garuda dalam penerbangan Jakarta - Denpasar, Bali. Pasti kalian sudah pada tau beritanya di media sosial. Bukan berarti saya membahas lagi masalah ini, tapi buat saya biarkan masalah ini ditangani oleh pihak berwajib dan berwenang. 

Apapun itu buat saya, Garuda Indonesia masih menjadi maskapai favorit semua masyarakat Indonesia. Dari segi keamanan dan servise menurut saya Garuda Indonesia masih menjaga konsistensinya. Sukses terus buat Garuda Indonesia ! Terbanglah sampai ujung dunia !.

Setelah dua jam berlalu, pesawat kami bersiap-siap untuk landing. Cuaca di sekitar Bandara Internasional Lombok (BIL) saat itu cukup mendung dan hujan ringan. Tapi gak ada masalah. Sempat berputar-putar di langit Lombok Tengah. Terbang di bawah Pantai Kuta Mandalika, Tanjung Aan, Pantai Gerupuk, Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Sunggu indah destinasi wisata alam Pulau Lombok bila dilihat dari atas. Kece buat Lombok. 

Landing mulus, perasaan semakin bahagia karena gak lama lagi berjumpa dengan istri dan keluarga di rumah. Terimakasi buat Garuda Indonesia sudah mempertemukan kami semua dengan keluarga dan orang tercinta lagi.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Comments

  1. cuma pernah sekali naik garuda Lombok - Jakarta, heuheuheu, itu pun karena tugas negara. enggak bayar sendiri...

    lebih mahal dr yg lain euy... tapi mantap sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo dibayar pemerintah lebih baik pilih yg terbaik dri yg terbaik :)

      Delete
  2. Penerbangan memakai pesawat apa saja, sebenarnya sama, hanya saja musibah kita tidak pernah tau, keadaan kita setelah pemberangkatan, apakah sampai tujuan atau sebaliknya, semoga saja kita selalu dalam lindungan ALLAH SWT, dalam setiap langkah kita apalagi di saat kita berada di awak pesawat.aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin... Sebelum berangkat jngn lupa berdoa terlebih dahulu :)

      Delete
  3. Klo dbayarin negara emang cocoknya pke yg terbaik dah,
    Dpt nyamannya, dpt pelayanan terbaik dan dpt makan yg enak,.asyik uiiiyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harapannya semua maskapai penerbangan di Indonesia menjadi yg terbaik. Bangga jd org Indonesia

      Delete
  4. Jadi, kapan ajak adk naik Garuda syg? ��

    ReplyDelete
  5. aih tak terjangkau tiketnya garuda. dulu bolak balik semarang bengkulu masih jatuhnya di citilink juga

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah, Desember 2019 kemarin sempet naik Garuda lagi, setelah sekian lama hahahaha. Asli, naik Garuda aja udah bikin aku bahagia.

    ReplyDelete

Post a Comment