Numpang Eksis di SeaSides Cottage : Tanjung Menangis, Sumbawa Besar


Saat mendengar dapat tugas dinas ke Pulau Sumbawa, ada perasaan seneng. Kebetulan saya sudah lama sekali gak menginjakkan kaki ke pulau yang terkenal dengan susu kuda liarnya ini. Saat ada rasa pengen touring ke Pulau Sumbawa beberapa hari saja, eh dapat tugas kesana selama tiga hari. Gak mikir dua kali, saya langsung mengiyakan si bos untuk berangkat.

Sumbawa adalah salah satu pulau besar selain Pulau Lombok yang berada di Provinsi NTB. Kalau pernah mendengar Gunung Tambora, Pulau Kenawa, Desa Mantar atau Pulau Moyo. Semuanya ada di Pulau Sumbawa. Sebenarnya Pulau Sumbawa kaya akan destinasi wisata alam seperti di Pulau Lombok. Destinasinya kece-kece lhoo, seperti Desa Mantar, Pulau Kenawa dan Air Terjun Kalela yang pernah saya explore dan sudah saya tulis di blog ini. Bisa kalian cari sendiri ceritanya di kolom destinasi & event.

Oke, hari dimana kami memulai perjalanan yang cukup panjang. Agenda di hari pertama, menuju Kabupaten Sumbawa Barat, tepatnya di Kota Taliwang. Berangkat sehabis subuh dari Kota Mataram menggunakan mobil dinas. Berangkat hanya bertiga saja (saya, Mas Anwar dan Mbak Luh). Mumpung masih subuh,  sepanjang perjalanan gak terlalu ramai oleh kendaraan yang hilir mudik. Matahari pun masih tertidur pulas. So, kami pun cepat sampai di Pelabuhan Kayangan, penyeberangan kapal ferry yang berada di ujung Kabupaten Lombok Timur. 

Cuaca kebetulan sedang bersahabat. Air laut yang tenang dengan perbukitan yang mengering. Perlahan-lahan mentari pun muncul dari peraduannya. Langit pun menguning menandakan perjalanan kami mengexplore Sumbawa baru dimulai. Sungguh sangat eksotis. Untuk cerita lengkapnya, nanti saya tulis di postingan selanjutnya.







Kami memiliki waktu dua hari untuk menyelesaikan tugas di Kab.Sumbawa Barat dan Kab. Sumbawa. Rencananya setelah semua tugas kelar, kami mau mengexplore beberapa destinasi wisata yang jarang diexplore orang. Salah satunya Ai Lemak, Tanjung Menangis. Destinasi ini sedang ngehits di instagram dengan beberapa fotonya yang kece. Terutama suasana sunsetnya yang membuat saya jatuh hati. Kebetulan di hari terakhir, kami bermalam di Kota Sumbawa Besar. Kota kenangan masa kecil saya dulu saat kedua orang tua bertugas disini. 

Tepat beberapa jam sebelum balik ke Pulau Lombok, kami ditemani oleh teman sejawat yang bertugas di Dinkes Sumbawa bernama Mbak Indah. Awalnya pengen ke Ai Lemak tetapi waktunya yang gak pas. Saat itu masih sangat siang dan matahari sedang terik-teriknya. Gak pas untuk mengambil foto di Ai Lemak seperti yang ada di instagram. Akhirnya kami menuju tempat lain. Ternyata Mbak Indah sudah merencanakan mengajak kami ke sebuah penginapan bernama SeaSides Cottage. Disini kami gak menginap, hanya numpang foto saja sambil menikmati segelas kopi di restonya. 

Keliatannya seru nih, yuuk lanjut lagi nulisnya !

Penginapan yang super wah kecenya dan satu-satunya penginapan berbintang di Sumbawa Besar. Lokasinya berada di Tanjung Menangis, Sumbawa Besar. Untuk menuju kesini, kondisi jalannya sudah bagus. Gak seperti dulu yang buat orang menangis di tengah jalan karena jalannya yang berdebu dan berbatu.

Dari pusat kota Sumbawa Besar, kita mengambil jalur menuju jembatan Samota. Itu lho, jembatan fenomenal kebanggaan warga Sumbawa Besar saat ini. Kalau sore, banyak warga yang nongkrong di atas jembatan ini untuk berswa foto. Padahal kan gak aturannya boleh berdiri terlalu lama di atas jembatan. Tapi, ini gak berlaku di Sumbawa Besar. Kekecean mengalahkan aturan yang ada,hehehe. 

Setelah melewati Jembatan Samota, perjalanan semakin kece saja. Jalan aspal yang sangat mulus. Sebelah kanan kita bisa melihat padang savana yang mengering khas Tana Samawa (Pulau Sumbawa). Sedangkan di sebelah kiri, hamparan lautan yang sangat luas menemani perjalanan kami ke lokasi tujuan. 

Kurang lebih lima belas menit, kami sampai di sebuah jalan tanah di sebelah kiri. Kendaraan berbelok mengikuti jalan tanah tersebut. Ternyata gak jauh dari jalan raya, ada sebuah plank bertuliskan SeaSides Cottages. Kami sudah sampai di lokasi. Dari jalan raya memang gak nampak, tapi setelah memasuki jalanan tanah, kami melihat beberapa bangunan yang berada di pinggir pantai. 

Dari informasinya, penginapan ini gak sembarangan orang bisa masuk. Yang boleh masuk hanya tamu yang menginap dan menyelenggarakan event disini. Kalau anak-anak alay yang hobi fotoan, dilarang masuk. Kalau kami gimana ?. Tenang, ada Mbak Indah yang memberitahukan bahwa kami ada janji sama pengelola penginapan ini. Saya lupa nama general managernya, yang penting kami bisa masuk ke dalam.

Setelah turun dari kendaraan, kami menuju salah satu bangunan yang katanya harga menginap semalamnya 2 juta rupiah. Gila, ini penginapan mahal amat. Bentuk penginapan disini berupa bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu dengan khas bentuk rumah di Pulau Sumbawa yaitu rumah panggung. Yang paling mahal ada yang 5 juta rupiah per malamnya. Terdiri dari beberapa kamar tidur, teras, ruang makan, ruang keluarga dan ruang tamu. Terlihat sangat ekslusif dan memang gak sembarangan tamu menginap disini. Denger-denger, kalau Pak Jokowi datang ke Pulau Sumbawa. Pak Presiden menginap disini lhoo. 




Karena memang kami hanya niat kesini untuk foto-foto sambil menikmati pemadangan pantai yang gak kalah dengan pantai-pantai di Pulau Lombok dan Bali, jadi banyak spot foto yang kami explore. Diawali dengan fotoan di depan rumah kayu yang super mahal harga per malamnya. Lanjut ke kolam renang yang ukurannya gak terlalu besar. Tapi lumayanlah kalau renang bolak-balik seratus kali, sampai keringet campur dengan air kolam,hehehe. 

Spot foto di kolam renangnya menurut saya keren. Hasil fotonya terlihat Pulau Moyo tampak dari jauh. Kebetulan juga disini masih sepi, jadi bisa foto sepuasnya. Enaknya sih sambil berenang, tapi saat itu lagi gak pengen berenang karena kondisi lagi kurang fit. 

Mumpung siang dan angin pantainya sedang sepoi-sepoi, enak nih buat tiduran di kasur empuk yang berada di pinggiran kolam. Bisa dibayangkan tiduran disini sambil menikmati pemandangan yang super mahal.





Beranjak dari kolam renangnya, kami menuju pantainya. Pantai disini pasirnya putih ternyata dan banyak batu kerikilnya. Selama ke Pulau Sumbawa, baru kali ini saya datang kesini dan melihat ternyata di Sumbawa Besar ada pantai yang pasirnya putih. Ada rasa senang dan bangga bisa datang kesini. 

Dari kejauhan, saya melihat tumbuhan bakau dan ternyata itu Pantai Ai Lemak yang saya ingin datangi. Wah, ini namanya sekali mendayung, dua tiga cewek pun tertangkap. Eh, sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati maksudnya. Apalagi dari kejauhan mata memandang, tampak sebuah pulau yang sangat ingin saya datangi juga, Pulau Moyo. Sudah lama sekali ingin datang kesana. Semoga di tahun depan dapat kesana, Amiiin. 

Dari sini, kita bisa menyeberang ke Pulau Moyo menggunakan kapal boat atau perahu melalui dermaga yang sudah disiapi bagi tamu yang ingin nyeberang ke Pulau Moyo. Untuk harga, saya rahasiakan ya karena ini pesan dari pengelola penginapan, hehehe. 










Setelah puas foto-foto, kami menuju restonya untuk bersantai sejenak. Restonya sangat unik menurut saya. Semua terbuat dari kayu sampai perabotannya juga. Disini banyak pilihan untuk duduk bersantai. Kami memilih duduk di sebelah kanan resto. Pengennya sih di bagian utama karena view disana keren. Sambil duduk bersantai, kita bisa melihat Pulau Moyo dan laut biru dengan puasnya. Tapi sayang, tempat duduknya sudah diborong oleh beberapa tamu. Jadi sabar dulu. Ohya, jangan heran kalau datang kesini sinyal data internet kalian hilang. Disini sinyal internet susah didapat. Jadi harus banyak-banyak bersabar. 

Berhubung sudah makan besar, kami hanya memesan segelas es capuccino dan pisang goreng. Pas banget pesan kopi disaat mata sudah mulai mengantuk. Apalagi makan pisang goreng di pinggir pantai. Kenikmatan yang paling hakiki. Untuk harga menu makanannya, bisa kalian liat di foto daftar menu di atas. Harga standar hotel lah. 

Tempatnya asyik banget untuk bersantai dan ngumpul bareng orang-orang tercinta. Selain tempatnya yang nyaman, sinyal wifinya kenceng banget. Buat kalian yang ada rencana buat party atau event, bisa menghubungi pihak SeaSides Cottages. Disini bisa lhoo mengadakan party atau event. Soal harga, bisa tanya langsung ke pengelolanya yaak !. Buka saja websitenya. 

Gimana, kalian berminat datang ke SeaSides Cottages ?. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. wah mantap, di sumbawa ada tempat keren gini juga...

    pemandangannya asoyyy

    ReplyDelete

Post a Comment