Friday, 5 July 2019


Berawal dari buka grup blogger Lombok di whatsapp, ada ajakan salah satu blogger senior untuk datang di acara launching pasar malam. Ada lima blogger yang bisa ikut saat itu, termasuk saya sendiri.

Namanya pasar malam, pastinya disana ada makanan, minuman, mainan dan pentas musik seperti dangdutan (salah satu contoh saja). Tapi ini bukan pasar malam seperti yang biasa kita kunjungi di tanah lapang atau lapangan sepakbola di kota maupun di kampung tempat kita tinggal. Tapi ini pasar malamnya ada di salah satu hotel berbintang, sebut saja namanya Aruna Senggigi atau nama kecenya Aruna Senggigi Resort & Convention. Hotel ini beralamatkan di Jalan Raya Senggigi, Kec.Batulayar, Kab.Lombok Barat. Gak jauh dari Pantai Senggigi dan Bukit Senggigi. Untuk mencapai hotel ini, kita bisa menggunakan bus Damri jurusan Bandara - Senggigi atau menggunakan kendaraan sewa/pribadi.

Hotel yang menjadi salah satu hotel terbaik dan tercantik di Pulau Lombok khususnya di Senggigi ini membuat sebuah inovasi baru yaitu pasar malam yang diadakan setahun penuh. Gak mau kalah dengan para pesaingnya, pihak managemen Aruna Senggigi membuat sebuah tempat kuliner yang murah dan enak sehingga banyak orang yang datang. Terpenting lagi bukan hanya tamu-tamu hotel saja yang bisa menikmati, tapi masyarakat umum juga bisa datang ke pasar malam untuk mencicipi segala macam menu kuliner yang ada.

Jadwal pasar malamnya yaitu hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Dimulai dari jam tujuh malam sampai sembilan malam waktu setempat. Apa saja yang ada di pasar malamnya?. Penasaran, yuuk dibaca sampai habis.









Acara launching yang diselenggarakan pada Hari Kamis tanggal 4 Juli 2019 bertempat di area kolam renang Aruna Senggigi. Jujur, ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di hotel mewah dan megah ini. Maklum, jarang main di hotel-hotel di daerah Senggigi. Kebetulan saya gak mengajak istri alias berangkat sendiri dari rumah karena dia lagi gak enak badan, tepatnya lagi.....hahaha (rahasia). Berangkat habis magrib menggunakan si blue menuju arah Senggigi. Kurang lebih dua puluh menit perjalanan dari rumah di Ampenan, saya sudah sampai di hotel. 

Sesampainya di lobi hotel, saya langsung menuju area kolam renang untuk bergabung bersama teman-teman blogger dan media lainnya. Suasana pasar malam sudah mulai ramai. Mbak pembawa acara segera membuka acara launching pasar malam ditemani oleh General Manager Aruna Senggigi yaitu Mbak Weni. Mbak Weni menyapa kami semua yang hadir sekaligus memberikan penjelasan tentang konsep pasar malam yang dirancang sekaligus membuka pasar malam untuk pertama kalinya di hadapan para blogger, media dan masyarakat umum. Gak hanya itu saja, para tamu hotel juga ikut bergabung di acara launching pasar malam.

Semakin malam suasana semakin ramai. Para chef alias juru masak sudah siap untuk memasak di stand mereka masing-masing. So.. Menu yang disajikan di pasar malam saat itu yaitu nasi goreng mawut, nasi goreng ikan asin, nasi goreng kampung, sate telur puyuh, sate usus, sate hati, aneka jenis bakso, nasi puyung dan gorengan. Ada juga minuman yang dihidangkan yaitu wedang jahe, wedang ronde, wedang cor, aneka jus, kopi dan minuman lainnya. Enak semua ya, jadi gak sabar nyicipin satu per satu. hahaha.

Yang saya suka dari pasar malam ini yaitu lokasinya yang berada di sebuah taman dengan rumput yang hijau, dikelilingi oleh pepohonan dan perbukitan hijau. Gak kalah kecenya lagi berada di samping area kolam renang. Angin pantai sepoi-sepoi yang berhembus malam itu membuat acara launching menjadi tambah syahdu. Apalagi ada live music dengan lagu-lagu terkini, membuat suasana semakin mencair.

Tempat duduknya juga ada dua pilihan. Kita bisa duduk santai di atas tikar yang memuat bisa sampai enam orang (buat yang ukuran badannya kecil-kecil). Ada juga meja kayu bagi kalian yang gak kebagian tikarnya. Yang gak kebagian dua-duanya, kalian bisa duduk di atas rumput. Tenang saja, rumput hijaunya kualiatasnya bagus seperti rumput stadion bola di Eropa sana. Yang penting masih bisa menikmati makanan sambil nonton live music. 



Ada yang unik disaat kita memesan atau membeli segala jenis menu disini. Uniknya kita gak pakai duit asli untuk berbelanja. Tapi sebelum berbelanja, kita tukarkan duit asli kita di meja money changer dengan duit-duitan. Duit-duitan disini yaitu dollar Aruna, duit yang hanya berlaku di pasar malam saja. Jangan terus dipakai untuk membeli makanan di tempat lain, hahaha. Saya pun iseng tanya-tanya ke petugasnya aturan berbelanja dengan dollar Aruna. Dari penjelasan petugasnya, duit dollar ini hanya berlaku untuk berbelanja di pasar malam. Bila kita ingin menukarkan dollar Aruna dengan duit asli kita,sangat bisa. Dibawa pulang juga bisa untuk dipakai saat berbelanja di pasar malam berikutnya. Unik bukan !!!

Sangat unik dan menarik menurut saya. Sebuah inovasi yang membuat pengunjung senyum-senyum lucu dan tertarik untuk berbelanja disini. Kenapa dinamakan dollar Aruna? Karena di salah satu lembar duit kertas dollar Aruna bertuliskan $1. Ada juga kelipatan $2,$5 dan $10. Dimana pecahan $1 senilai 10 ribu rupiah, $2 = 20 ribu, $5 = 50 ribu dan $10 = 100 ribu.

Uniknya lagi di dalam kertas duit dollar Aruna ada foto Mbak Weni, General Managernya (menurut saya lhoo yaa). Kalau alasan pastinya kenapa diberi nama dollar Aruna karena ingin mencari hal unik dan tau sendiri yang berlibur ke Pulau Lombok bukan hanya tamu dari domestik saja, tapi dari mancanegara juga. Sekiranya begitu, hehehe.




Next... kita bahas menu-menunya. Pertama yang saya coba cicipin yaitu wedang ronde. Ini sejenis minuman hangat yang banyak kita jumpai di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Sejalannya waktu, gak hanya di Yogya saja, wedang ronde sudah banyak kita jumpai di berbagai kota, salah satu contohnya Kota Mataram, Lombok.

Gimana rasa wedang ronde di pasar malam Aruna Senggigi ?. Jawabannya, enak banget, saya suka rondenya. Teksturnya bulat besar dan gak keras. Saat digigit, sangat terasa isian kacang tanahnya, manis dan gurih. Apalagi wedangnya sangat hangat di tenggorokan. Bumbu rempah-rempahnya pas banget. Selain enak, wedang ronde ini sukses membuat badan saya hangat dan enak kembali. Wedang Ronde sangat cocok bagi kalian yang lelah habis beraktivitas seharian. Menikmati semangkuk wedang ronde, membuat badan kembali fit.

Semangkuk wedang ronde diberi harga $2 (dua dollar Aruna) pemirsa. Gimana murah atau mahal menurut kalian ?, koment di kolom komentar ya guys. Selain wedang ronde, ada juga aneka wedang lainnya yaitu wedang jahe dan wedang angsle. Foto di atas itu campuran wedang ronde dengan wedang angsle karena berhubung saya pengen cicip semua bahan wedangnya, jadi kecampur semua dah. Ada potongan roti dan kacang hijau. Jadi namanya wedang campur-campur,hahahha.



Setelah mencicipi wedang ronde sebagai menu pembuka, saya coba makan yang berat-berat nih. Nasi Puyung ala Aruna Senggigi. Dari lauknya sih gak ada beda dengan nasi puyung yang kita biasa makan. Ada kacang kedelai goreng, suir-suir ayam, kentang goreng, orek tempe dan tumis kacang panjang. Enak gak ?, menurut sih bumbunya pas dilidah saya, tapi kurang nendang pedasnya (sok-sokan doyan pedas) hahaha.

Kalau pedasnya nasi puyung seperti ini, masih okelah di lidah saya. Tapi di lidah kalian yang doyan pedas, bisa kalian coba sendiri deh. Datang langsung ke pasar malam Aruna Senggigi. Gak ada yang istimewa dari nasi puyungnya. Dari segi penyajian juga gak terlalu istimewa. Mungkin kalau boleh saran, pedasnya boleh ditambah lagi biar lebih nendang. Cara penyajian juga, lebih dipercantik lagi. Sepiring nasi puyung diberi harga $2, Cukup murah menurut saya sekelas pasar malam di hotel.





Sebagai pendamping makan nasi puyung, saya memesan aneka jenis sate. Ada sate telur puyuh, sate hati dan sate usus. Kenapa gak ada sate rembige atau sate bulayak yaak ?. Mungkin next time kali yaa,hehehe. Untuk satenya sih, hmmmm...lumayan enak. Apalagi makan nasi puyung ditemani dengan makan sate, lebih terasa pedasnya.

Yang saya suka dengan satenya yaitu sate telur puyuh. Seporsi aneka satenya diber harga $2. Hmmm...mahal gak ya ?. Menurut saya sih lumayan mahal kalau hanya segitu porsinya. Cara penyajiannya juga gak terlalu istimewa menurut saya. Bagi kalian yang suka jenis saus-sausan, bisa memilih berbagai macam saus. Ada saus tomat, cabe, kacang tanah dan saus kecap. Tinggal pilih sesuai selera. Asyiknya sambil menunggu pesanan, kita bisa melihat para chef memasak.



Wedang Ronde sudah, nasi puyung sudah, sate juga sudah. Apalagi ya yang belum ?, Ahaaaiii...ada satu menu yang gak boleh saya lewatkan yaitu nasi goreng. Berhubung masih laper pemirsa, saya coba memesan satu porsi nasi goreng mawut. Nasi Goreng Mawut ini mirip seperti magelangan yang ada di Yogya. Bahannya ada nasi puith, segala macam bumbu dan dicampur dengan mie kuning. Bisa bayangin kan nasi goreng dicampur dengan mie kuning, double karbohidrat pemirsa,hehehe.

Sambil menunggu nasi goreng mawut dibuat, saya coba ajak ngobrol mas chefnya. Masnya ramah dan ternyata asli Lombok. Disini karyawannya ramah-ramah tapi agak sedikit pemalu. Pas ditanya sudah bekeluarga, anaknya berapa, istrinya berapa ???. Masnya senyum-senyum (lagi ngesensus penduduk bang), hahahhaa.

Gak lama menunggu, akhirnya nasi goreng mawut pesanan saya jadi juga. Sepiring nasi goreng mawut diberi harga $2 juga. Nah, ini nasi goreng mawutnya enak banget. Bumbu rempah-rempahnya berasa dilidah. Gak terlalu pedas juga dan porsinya juga gak terlalu banyak.

Setelah makan yang berat-berat, kita bisa pesan aneka jenis minuman ringan. Disini minuman ringannya ada softdrink, susu jahe, kopi-kopi dan minuman sachet lainnya seharga $1. Ada juga ada aneka wedang lainnya seperti wedang secang, stmj dan wedang cor. Karena namanya unik, saya pesan wedang cor biar badan lebih hangat lagi. Sedangkan teman-teman yang lain memesan minuman lainnya. Segelas wedang cor, secang dan stmj diber harga $2. Mahal gak ?, bisa komen di kolom komentar.




Over all, menikmati menu yang ada di pasar malam Aruna Senggigi bareng teman-teman blogger dan media lainnya menambah meet up malam itu semakin lebih akrab. Mungkin satu hal lagi kalau boleh kasi saran, tempat penyajiannya jangan pakai bahan sterofom karena kurang sehat. Mungkin bisa diganti dengan pakai tempat atau piring yang terbuat dari kayu atau daun pisang agar memberi kesan tradisional. Selain itu aman dari zat kimia berbahaya.

Ngobrol ngalor-ngidul, keliling pesan aneka menunya, fotoin menunya, tanya-tanya sama chefnya, makan bareng sambil kasi komentar. Itulah kerjaan kita para blogger. Jadi, jangan takut ngundang blogger ya. Blogger Lombok baik-baik kok, hahaha (promosi colongan bang ?).

Thanks buat Mbak Weni dan teman-teman Aruna Senggigi yang sudah mengundang kami di acara launching Pasar Malam Aruna Senggigi. Jangan lupa mampir di blog kami khususnya blog saya, tapi tunggu postingan tentang pasar malam selesai dulu, hahaha.

Thanks juga buat teman-teman blogger yang sudah ikut gabung. Ditunggu di acara kumpul blogger di tempat lainnya lagi. Oke... !!!



Penulis : Lazwardy Perdana Putra

12 comments:

  1. Mantap, kegiatan yang penuh keseruan 👍

    ReplyDelete
  2. Harganya menengah keatas nih 😄 satenya 2$ untuk 6 tusuk dan bukan daging spertinya kemahalan ya 😅

    ReplyDelete
  3. Aku suka Wedang COR nya. bikin segerrr

    ReplyDelete
  4. Sepakat dengan usul piring ingke dan dialasi daun. Makin sedap sebagai wadah saji beberapa kulinernya.
    Untuk beragam jenis minuman, mungkin bisa dihargai $1 saja. Soalnya pasti jadi pengen ngerasain minuman yang lain dan malah bisa take away juga ya.

    Salam siang dari Selong ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin dievaluasi lg soal harganya... Sama ditambahkan menu2 lainnya sperti sate bulayak, pelecing dkk.. :)

      Delete
  5. wah seru banget sih, lesehan di rumput rumput
    semacam piknik hore malam malam sambil wisata kuliner

    ReplyDelete
  6. Menarique nih.. nanti dicoba ah bawa anak-anak 🥰🥰

    ReplyDelete