Saturday, 16 March 2019


Bagi yang punya hobi trekking seperti saya mungkin susah kalau selama sebulan hanya berdiam diri di rumah saat libur akhir pekan. Akhir-akhir ini memang sulit mencari waktu luang untuk traveling dikarenakan sibuk dengan aktivitas yang ada.

Ketika ada waktu, saya gak mau membuang kesempatan untuk jalan-jalan menyusuri hutan dan bisa menemukan hal-hal yang menarik di dalamnya. Seperti berburu harta karun bagi saya pribadi. Asyik, seru, menegangkan dan happy pastinya. Trekking merupakan salah satu kegiatan yang paling saya suka. Apalagi tujuannya ke destinasi yang baru, jadi tambah semangat.

Dua minggu yang lalu, saya bareng si doi pergi ke suatu tempat yang sudah lama eksis tapi agak kurang peminatnya untuk kalangan kids jaman now. Sebut saja, Taman Wisata Alam Kerandangan. Mungkin di pikiran kalian, nama ini agak asing di telinga terutama dari luar Pulau Lombok. Masih kalah tenar dengan Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Desa Sembalun atau Pantai Kuta Mandalika. Padahal Taman Wisata Alam ini lokasinya sangat dekat dengan Pantai Senggigi. Hanya lima menit dari Pantai Senggigi, kita sudah sampai di pintu masuk TWA Kerandangan. 

Dari informasi yang ada, di TWA Kerandangan kita bisa melihat beragam fauna yang dilindungi. Seperti Celepuk Rinjani, burung hantu endemik dari Pulau Lombok. Ukurannya sekitar 21-28 cm. Bisa kita jumpai saat sore hingga malam hari. Habitatnya di pepohonan bercabang terbuka, pinggiran hutan dan pemukinan dekat hutan. Bisa dibilang Celepuk Rinjani merupakan jenis burung hantu yang paling kecil dari segi ukuran. Ada juga Paok Laus atau lebih dikenal dengan Elegant Pitta. Jenis burung yang bisa dipanggil sewaktu-waktu, tapi biasanya keluar saat pagi hari. Dan masih banyak jenis burung lainnya baik yang dilindungi undang-undang maupun yang gak dilindungi tapi sering diburu oleh manusia. Sayangnya saat kesana, kami gak sempat bertemu dengan mereka semua. Next time kalau kesini lagi, pasti bisa berjumpa dengan mereka. Amiin. 







Minggu pagi yang cerah, udara yang sangat sejuk dan sisa-sisa hujan semalam masih terasa saat menghirup udara pagi. Pemandangan perbukitan hijau dan lautan biru menjadi tontonan kami sepanjang perjalanan dari Kota Mataram menuju arah Pantai Senggigi. Kendaraan baik roda dua dan empat sudah ramai hilir-mudik di jalanan kota. Pasar Kebon Roek sudah ramai oleh para pedagang dan pembeli. Warga ada yang lari pagi dan sepedaan. Hari santai dan pas untuk berolahraga. 

Rencana kami berdua memang ingin berolahraga dengan soft trekking. TWA Kerandangan menjadi pilihan kami untuk trekking saat itu. Gak butuh waktu lama, hanya lima belas menit saja kami sudah sampai di pintu masuk taman wisata alam. Melewati pusat Pantai Senggigi, menuju arah Kerandangan. Tepat setelah Hotel Svarga, ada belokan di kanan jalan menuju arah TWA Kerandangan. Setelah berbelok ke kanan, kami melewati kampung warga dan villa-villa kece yang pemiliknya rata-rata orang bule. Gak lama kemudian, kami sudah sampai di post TWA Kerandangan.

Setelah melapor di post jaga, kami berdua melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju tempat favoritnya si doi. Jujur, saya baru pertama kali kesini. Dan baru kali ini ada waktu untuk datang, itupun diajak sama doi. Kali ini tour guidenya si doi karena dia sering banget kesini. Di pikiran saya, kok tempat sekece ini gak terpintas sebelumnya. Hutan tropis yang sungguh memanjakan mata. Rimbunnya pepohonan hijau, bertemu dengan kawanan monyet, menyeberangi sungai kecil dengan air yang jernih dan adem pastinya. 

Taman Wisata Alam Kerandangan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 494/Kpts-II/1992 tanggal 1 Juni 1992 seluas 396,10 Ha. Menurut administrasi pemerintahan Taman Wisata Alam Kerandangan termasuk ke dalam wilayah Desa Persiapan Senggigi Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Beberapa obyek wisata yang terdapat di TWA Kerandangan antara lain Air terjun Putri Kembar, Goa Walet serta mata air Eat Beraik. Kemudian beberapa kegiatan wisata yang dapat dilakukan seperti Jungle Tracking, Jelajah sungai, Camping, Pendidikan Lingkungan serta Pengamatan Satwa. Untuk menuju Air Terjun Putri Kembar dan Goa Walet, kita membutuhkan waktu dua jam perjalanan dengan jarak tempuh hampir dua kilometer. Lumayan menguras keringat dan cocok buat pecinta trekking. Tapi saat itu, kami berdua gak berencana menuju air terjunnya. Kami berdua hanya ingin menikmati alam TWA Kerandangan dari atas menara dan bertemu dengan kupu-kupu cantik.




Setelah melewati jalanan setapak mulai dari landai sampai menanjak, akhirnya kami sampai di menara TWA Keradangan. Tinggi menara kurang lebih dua belas meter dan digunakan untuk memantau beragam satwa yang ada seperti Burung Elang dan kawan-kawan. 

Kami berdua pun gak sabar untuk naik hingga lantai tertinggi. Benar saja, dari atas menara saya bisa melihat begitu indahnya TWA Keradangan ini. Perbukitan yang hijau, hutan hujan tropis yang lebat dan di arah barat, saya melihat lautan biru Selat Lombok, kece guys. Setelah lumayan soft trekking, kami berdua nongkrong di atas menara sambil menikmati ciptaan Allah SWT yang sungguh indah. 

Cukup lama kami berada di atas menara. Gak lupa mengambil beberapa foto dan selfie kece pastinya. Awalnya pengen lama-lama di atas menara, tapi berhubung mau ke lokasi selanjutnya yaitu ke penangkaran kupu-kupu. Jadinya, harus segera kesana biar gak kesiangan. Kupu-kupu paling banyak kita jumpai saat pagi hari hingga menjelang siang. Kami pun segera turun dari menara dan berputar balik ke arah post jaga. 






Penangkaran kupu-kupu lokasinya gak jauh dari post jaga. Sesampainya di lokasi, gak banyak jenis kupu-kupu yang kami jumpai. Kata si penjaga, kami berdua sudah datang kesiangan. Kalau mau melihat ratusan kupu-kupu, datangnya harus pagi-pagi banget. Saking banyaknya, kupu-kupu bisa hinggap di tubuh kita. Bayangin saja, gimana rupanya kupu-kupu nongki di tubuh saya. Kalau mereka sampai nongki, itu berarti saya manis semanis madu. Hueeekkk... 

Berhubung sudah siang, kami hanya berjumpa dengan beberapa kupu-kupu saja yang terbang kesana kemari mencari sisa-sisa madu bunga. Ada yang bewarna kuning, cokelat, merah, belang-belang dan toska. Indah banget dilihat. Apalagi terbang kesana-kemari, membuat mata dan hati sejuk dan senang. Untuk mengambil foto mereka saja sangat susah karena mereka gak berdiam lama di beberapa bunga. Harus extra sabar dan fokus. Pengennya sih ada kupu-kupu nongki di tubuh saya atau si doi, tapi gak ada satupun yang mau nongki. Apa karena kami berdua sudah bau matahari dan keringetan yaa, sampai ogah mau nongki. Nyapapun mereka gak mau, senyumpun gak ada (mulai ngomong ngelantur). 

Apapun hasil fotonya, kami berdua sudah senang datang kesini. Nyari keringetnya dapat, menikmati pemandangan dan bertemu dengan kupu-kupu cantik sudah senang banget. Gak dapat liat Elegant Pitta dan ratusan kupu-kupu, it's okelah. Next Time, harus datang kesini lagi untuk ngecamp dan belajar tentang kehidupan beragam burung dan satwa lainnya disini.

Sekedar saran saja, bagi kita yang ingin mengexplore TWA Kerandangan, atur niat terlebih dahulu (pesan dari si penjaga). Apabila ingin melihat dan belajar tentang burung, pilihannya bisa datang sore hingga malam hari atau ngecamp disini. Untuk melihat kupu-kupu bisa datangnya pagi-pagi banget karena umur kupu-kupu kurang sehari. Mereka akan mati disaat sudah gak ada cahaya matahari lagi. Untuk menuju air terjun, bisa datangnya disaat musim penghujan. Ajak keluarga, sahabat dan gebetan untuk belajar tentang flora dan fauna di TWA Kerandangan. Dijamin dapat semuanya, dapat liburan dan ilmu yang bermanfaat. Jaga Sopan Santun dan Kebersihan Disini, Oke !!!

Catatan 
- Tiket masuk
   domestik 5 ribu (weekday), 7,5 ribu (weekend)
   mancanegara 100 ribu (weekday), 150ribu (weekend)
- Biaya ngecamp 7,5 ribu/orang

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

8 comments:

  1. Kupu kupunya juga bagus bagus dan juga jarang ditemui di daerah perkotaan.. jdi gak nyesel
    kesini buat cuci mata 😄

    ReplyDelete
  2. Wah, seru jg nih kayaknya. Makasih Mas Lazwardy dan Mb Kiki buat inspirasinya

    ReplyDelete
  3. huaaaa ternyata banyak kupu kupu di Kerandangan

    ReplyDelete