Monday, 11 March 2019

Melihat Atraksi Barongsai di Moment Imlek

 sumber picture : toptier.id

Tahun baru Imlek selalu identik dengan barongsai. Tarian yang satu ini selalu hadir menghiasi perayaan Imlek di setiap mall ataupun tempat umum lainnya, gerakannya yang atraktif menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat ataupun pengunjung yang datang ke tempat tersebut.

Tapi tahukah kamu awal mula terbentuknya barongsai? Tarian Barongsai sebenarnya adalah tarian tradisional yang berasal dari Cina, tarian ini menggunakan kain panjang yang menyerupai singa. Seni tari ini mulai dikenal sejak zaman Dinasti Nan Bei, sekitar tahun 420-589 Masehi.

Pada saat itu pasukan Raja Song Wen Di mulai kewalahan menghadapi serangan dari Negeri Lin Yi yang dipimpin oleh Raja Fan Yang. Lalu munculah ide dari panglima yang bernama Zhong Ques untuk membuat boneka tiruan berbentuk singa untuk mengusir Raja Fan. Upaya tersebut ternyata sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda dan hingga saat ini menjadi salah satu ciri khas Tahun Baru Cina.

Hingga saat ini, hampir setiap daerah memiliki komunitas tarian barongsai. Untuk wilayah Lombok sendiri, salah satu komunitasnya adalah Vamous Rinjadi Barongsai. Komunitas yang berpusat di daerah Ampenan ini berdiri sejak 18 Agustus 2016. Mereka gak hanya tampil pada saat perayaan Tahun Baru Imlek, tapi juga sering memeriahkan acara pawai, festival, mengisi acara di Grand Opening toko, hotel hingga acara pernikahan.

Ko Nandar, sebagai sekertaris Vamous Rinjai Barongsai (VRB) mengatakan bahwa rencana VRB yang paling dekat adalah ikut berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional cabang Barongsai tahun 2020 mendatang yang akan diselenggarakan di Papua.

Mereka sudah menyiapkan diri dari sekarang, akan tetapi kendala pasti mereka alami. "Kita sebenarnya belum resmi masuk ke Federasi Olahraga Barongsai Indonesia, kita sedang mengupayakannya. Kita berharap pihak Pemerintah daerah membantu kami memudahkan jalan untuk berpartisipasi dalam PON mendatang" aku Ko Nandar.

sumber : genpilomboksumbawa.com 
Penulis: Lazwardy Perdana Putra

0 comments:

Post a comment