Kenapa Harga Duren Mahal ?


Welcome Back to My Blog !

Welcome tanggal 1 Desember 2018 juga !. Btw, ada apa dengan tanggal 1 yaak ?. Terus hubungannya dengan judul tulisan ini apa yaak ?. Bagi kita yang bekerja sebagai pegawai kantoran baik pemerintah maupun swasta, namanya gajian di awal atau di akhir bulan menjadi suatu kebahagiaan sekaligus godaan. Godaan untuk belanja dan ujung-ujungnya lupa diri. 

Apesnya gaji menipis dan stress melanda. Belum bayar tagihan listrik, air, bayar arisan, belum bayar utang (gali lubang tutup lubang), belum lagi ajak si doi nonton film Suzzana (untung si doi gak suka film itu). Kalau gak dikelola dengan baik, habis itu gaji. Seperti judul drama horor di tipi yang alay-alay "Gaji Gak Diterima di Bumi" atau "Azab Gaji yang Durhaka sama Pemiliknya" atau yang lagi ngehits sekarang "Gaji Hilang Ditelan Bumi", hehehe..apaan sih ?.






Ngomong-ngomong soal gajian. Mumpung tanggal muda, enaknya kita bahas tentang duren saja yaak. Apalagi bulan-bulan ini duren lagi musim-musimnya lhoo. Duren disini bukan duda keren, tapi buah terkece di muka bumi. Siapa disini yang gak bisa makan duren atau nyium baunya saja sudah mual muntah ?. Pasti ada saja yang seperti itu. Bagi kalian yang saat ini bermusuhan sama yang namanya duren, harap bersabar. Begitu juga buat kalian yang doyan banget makan duren tapi masih tanggal tua. Harap bersabar juga, sabar dari godaan sang duren. 

Duren memiliki julukan King of Fruit (Raja Buah). Dimana buah ini memiliki rasa paling enak sedunia dibandingkan buah-buah lainnya. Disisi rasanya yang enak, harga duren relatif lebih mahal dari buah-buah lainnya lhoo. Enak di lidah, tapi gak enak di rekening tabungan.

Saya pun telah membuktikan harga duren di kampung halaman saya masih mahal. Lebih tepatnya, beberapa minggu yang lalu saya bareng si doi jalan-jalan ke salah satu pusat perkebunan duren yaitu di Desa Karang Bayan. Bukan di kebunnya langsung tapi di pasar tradisionalnya. Tepatnya di Pasar Jontlak atau warga menyebutnya Pasar Petelu karena disana ada jembatan di pertigaan. Lebih jelasnya bisa kalian liat di google maps. 

Sekitar lima belas menit perjalanan dari Kota Mataram melewati jalur SPBU Sayang-Sayang atau depan Rumah Sakit Jiwa "Mutiara Sukma", Kota Mataram. Sekitar lima ratus meter dari SPBU ke arah timur, kita bertemu dengan pertigaan di kiri jalan. Belok ke kiri kemudian ikutin terus jalurnya. Melewati persawahan yang hijau, pusat budidaya ikan air tawar, rumah sang mantan (mantan bos), alam pedesaan yang asri serta penampakan Puncak Gunung Rinjani dari kejauhan. Keceee...!

Sekitar lima belas menit perjalanan, kami sudah sampai di pertigaan dimana Pasar Jontlak berada. Aroma duren sudah tercium menyengat. Deretan penjual duren sudah duduk cantik (lengkap dengan bedak sedempul) di pinggiran pasar menunggu calon pembeli datang. Puluhan bakul duren berjejer di pinggir jalan. Kami berdua pun memarkirkan motor, selanjutnya jalan kaki memilih penjual duren mana yang kami tuju. Disini mayoritas penjual durennya para emak-emak stroong semua. Hampir gak ada saya melihat penjualnya seorang bapak-bapak. Bisa jadi mereka bagi tugas. Bapak-bapak mengambil duren di kebunnya langsung, setelah itu para emak-emak yang membawa duren berbakul-bakul ke pasar. Dan kami berdua, tugasnya menghabiskan duren.



Menghabiskan duren sepasar gak mungkinlah. Beli satu atau dua buah saja rasanya sangat berat buat kami berdua. Kenapa berat ?. Bukan berat buah durennya, apalagi durinya tajam-tajam. Tapi yang buat berat itu harganya yang relatif masih mahal. Satu buah duren lokal saja masih diberi harga 50ribu sampai 70ribu. Apalagi duren bangkok atau duren kane yang kata orang, daging buahnya sangat lezat dan jenis duren yang terenak di bangsa duren. Pasti lebih mahal dari duren lokal.

Dibandingkan dengan daerah lain di luar Pulau Lombok, contohnya saja di Pulau Sumatera. Di sana durennya banting harga alias ada diskon besar-besaran seperti di Mata**ri Store.  Beberapa artikel tepercaya, harga duren disana bisa kisaran 5ribu sampai 10ribu per buah. Gila gak tuh. Saya pun pernah membuktikan saat saya masih tinggal di Yogyakarta. Salah satu sahabat saya dari Bengkulu, dikirimkan satu karung buah duren lokal sama keluarganya. Setelah saya tanyakan, ternyata harga duren disana 5ribu bahkan saking banyaknya dibuang-buang. Harga segitu, kita di Pulau Lombok hanya bisa beli cilok atau es cendol rumput laut. Ngenes banget pemirsa. 

Lain halnya di Pulau Lombok. Meskipun kita berburu duren sampai ke kebunnya langsung, mungkin masih dikasi mahal atau diturunkan sedikit dari harga awal. Apalagi kalau belinya sudah di perkotaan. Gak kebayang sudah harganya berapa. Beli duren sebakul, bisa beli hp Oppa.

Banyak faktor yang menyebabkan harga duren masih mahal. Belum musimnya, terkendala cuaca juga mempengaruhi, sudah ada di tangan kedua atau ketiga, gagal panen, biaya pengiriman yang mahal dan masih ada beberapa faktor lainnya. Terpenting, jangan sampai harga duren mahal karena si pemilik kebun duren sedang galau gak bisa makan duren karena Asam Urat dan Kholesterol saja. Peacee buat si pemilik kebun duren,hehehe. 



Herannya, mau harganya mahal atau murah. Tetap saja buah ini diburu oleh banyak orang, termasuk kami berdua. Saya sama si doi termasuk penghobi makan duren. Cuma kalau sudah doyan duren, harus pinter-pinter nawar kepada si penjual. Kalau terpaksa, pakai jurus rayuan maut. Cari penjualnya itu emak-emak yang masih agak muda. Jangan emak yang sudah tua alias nenek-nenek, nanti bisa-bisa gak tegaan nawar harga dan takutnya dosa sama si nenek. Saya ulangi lagi, cari penjual itu yang emak-emak masih muda. Biasanya sih kalau diajak ngomong ngalor ngidul dengan dibumbuin pujian, emak-emak muda bisa luluh lhoo. Apalagi yang nawar cowok cute seperti saya, hehehe..peace sayang ( lanjutin sendiri saja ......).

Lanjut ngebahas duren .... !

Sedikit ilmu tentang duren dari segi kesehatan. Ada yang bilang kalau makan duren berlebihan, bisa sakit perut, perut kembung, mual muntah dan gangguan pada saluran pencernaan lainnya. Ada juga yang beranggapan makan duren berlebih, bisa terkena Kholesterol tinggi dan Asam Urat. Ada beberapa yang memang benar dan masih diteliti hingga sekarang. Yang jelas, bagi yang lagi program diet, gak disarankan mengkonsumsi duren berlebih karena duren memiliki kandungan Kalori yang cukup tinggi. Begitu juga dengan pengidap penyakit kencing manis atau sebutan kecenya "Diabetes Melitus",sangat gak disarankan untuk makan duren karena di dalam duren terdapat kadar gula yang tinggi. So...jangan makan duren yaak !!!.

Disamping larangan makan duren, buah ini juga banyak manfaatnya lhooo. Duren kaya antioksidan, dimana senyawa ini mengandung zat yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung. Duren juga kaya serat, kalium  dan tinggi karbohidrat. Penjelasan detailnya bisa kalian buka beberapa artikel atau jurnal penelitian terkini yang berkaitan dengan buah duren. 

So... Bagi kita yang masih sehat, harus bisa menjaga diri bila sedang berpesta duren. Doyan duren boleh-boleh saja, tapi ingat jangan makan berlebihan !!!. Disamping merugikan kesehatan, dapat merugikan isi rekening tabungan juga,hehehe. 

Sudah harga duren mahal, eh harga berobat ke dokter juga jauh lebih mahal. Ayoooo pilih mana ??? hehehe...

Itu pendapat saya tentang duren di musim duren.  Gimana menurut kalian ? (pendapat kalian bisa diisi di kolom komentar). Komentar terbaik, dapat hadiah makan duren bersama si penulis,hehehe... No Hoax 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. Keceeee badai! Di Lombok nemu duren harga 5 rb itu pertanda kiamat kecuaki nyelamatin dagangnya selamet dr maut 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lngsung beli satu truk klo da harga 5ribu disini hehehe

      Delete
  2. duren kane dah paling juara, mahal tp worth it

    ReplyDelete
  3. Pulang dari Kebon Irup sempat mampir di selagalas hunting duren bareng kurcaci-kurcaci. Alhamdulillah yg tadinya perbuah 35 ribu..lolos penawaran 100ribu dapet 4 #strategiemakemak haha

    ReplyDelete

Post a Comment