Akhir Tahun ke Kebun Irup Yuuk !!!


Gak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2018. Sebentar lagi kita bertemu dengan libur Natal dan tahun baru. Ngomong-ngomong soal liburan, kalian sudah punya rencana mau kemana aja nih ?. Bareng keluarga, pacar, calon atau gebetan. Terserah kalian mau sama siapa, yang penting happy. hehehe 

Kalau masih bingung mau liburan kemana, saya punya lokasi rekommended nih. Masih di wilayah Pulau Lombok. Namanya Kebun Irup, Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Ini kebun bukan sembarang kebun pemirsa. Berlatarbelakang ekowisata, membuat tempat ini menjadi daya tarik tersendiri di kelasnya. 

Beberapa hari yang lalu, saya dapat undangan dari sesama teman sejawat Blogger Lombok untuk mengexplore Kebun Irup. Awalnya saya belum mengenal tempat ini. Karena penasaran, saya mengiyakan ajakan mereka. "Sambil menyelam minum air", sambil ngumpul bareng temen-temen blogger, kita juga bisa  gathering dan happy bareng. Dipastikan seru nih cerita !. 




Bagi kalian yang ingin jalan-jalan di Pulau Lombok tapi tampil beda, kalian cobain tempat satu ini. Kalau ke pantai atau gili mungkin sudah mainstream di Pulau Lombok. Gak ada salahnya dong nyobain hal lain daripada yang lain. Tapi ini maksudnya positif ya. Jangan diartikan yang lain-lain,hehehe.

Nah, kalau mau ke tempat yang berbeda, Kebun Irup jawabannya. Kebun Irup berada di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Desa Saribaye sendiri merupakan desa pemekaran dari Desa Lingsar. Dari Kota Mataram, kita hanya butuh lima belas menit perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil. Jalurnya pun sudah aspal mulus. Yang masih bingung jalur menuju Kebun Irup lewat mana sih ?, yuuk disimak cerita saya sampai selesai !.

Dari pusat Kota Mataram, kita menuju ke arah timur. Melewati jalan Pejanggik dan Selaparang. Gak memakan waktu lama, bertemu dengan traffic light daerah Sweta, Sandubaya. Kendaraan kita arahkan ke kiri, menuju arah Selagalas. Bertemu lagi dengan traffic light Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, belok ke kanan menuju arah Lingsar. Nah, menarik disini, kita melewati jalur duren lhoo. Banyak pedagang duren yang berjualan di sepanjang jalan Selagalas-Lingsar. Harganya pun,hmmmm..masih mahal sih. 

Bisa baca juga di tulisan saya tentang : "Kenapa Harga Duren Mahal ?"

Kebetulan mampir, kalian bisa beli duren dan makan langsung disana. Jangan lupa tawar dulu sebelum deal membelinya. Yang punya keahlian menawar, bisa berjuang meluluhkan hati penjual durennya disini. Luluh dengan harga yang kita tawarkan maksudnya, bukan meluluhkan hati yang sebenarnya, eheeemmm (hanya berlaku untuk penjual dan pembeli yang masih jomblo lhoo).

Kok jadi bahas duren sih ?. Kita kan lagi ngebahas Kebun Irup. Gara-gara ke Kebun Irup, pasti lewatin deretan penjual duren, apalagi sekarang lagi puncak musimnya, hehehe. Lanjut ke Kebun Irup yaak !. Setelah melewati deretan penjual duren, sekitar tiga kilometer, kita sampai di daerah Pura Lingsar. Di kiri jalan, kita bertemu dengan pertigaan. Belok ke kiri, memasuki perkampungan Desa Saribaye. 

Gak memakan waktu lama, setelah melewati perkampungan warga dan persawahan yang sudah menguning. Akhirnya saya bareng rombongan sampai di sebuah plank berwarna hijau bertuliskan "Kebun Irup Desa Saribaye". Disana kami sudah ditunggu oleh Mas Dwek dan rekannya. Setelah memarkirkan motor di tepi sawah yang sudah disiapkan oleh pengelola, kami memulai petualangan kece ke Kebun Irup.









Sabtu siang, cuaca saat itu cukup cerah meskipun sudah beberapa hari sebelumnya selalu turun hujan. Musim hujan sudah tiba, musim duren pun sudah memasuki puncaknya. Biarpun selalu hujan, gak mengurangi semangat kami untuk mengexplore alam dari Kebun Irup. Berjalan kaki melewati pematang sawah, sungguh sangat berkesan bagi saya pribadi. Sebelum menuju ke lokasi, kami semua dibagikan caping alias topi petani agar gak kepanasan. Setelah itu, kami diantarkan menuju lokasi yang berjarak sekitar tiga ratus meter dari parkiran. 

Hal unik dan kece bagi saya. Berjalan kaki melewati pematang sawah sambilan mengurangi lemak di badan. Bercanda gurau karena sudah lama gak ngumpul bareng. Ngomongin ngalor-ngidul, gak terasa kami sudah tiba di Kebun Irup. Kami disambut dengan tangga turunan yang terbuat dari bambu, pepohonan yang rindang, bunga warna-warni yang cantik, aliran sungai-sungai kecil yang menyejukkan mata, suara menenangkan air yang mengalir, air terjun mini yang tertutup oleh rimbunnya tanaman dan kolam ikan yang keren abiiss. Suasana kebun yang menenangkan. 

Awalnya saya sempat meragukan tempat ini. Dari pertama disambut sama Mas Dwek di pinggir jalan raya, saya sempat bertanya dalam hati "Kebun Irupnya mana nih, kiri kanan hanya sawah?". Ternyata dugaan saya salah besar, ternyata lokasi Kebun Irup berada di dalam dan sangat sejuk. Apalagi setelah sampai di lokasi, kami disambut oleh Mas Wida, Mas Sidik dan Mr.Alan. Siapa saja mereka ?.



Oke, setelah kami disambut oleh keempat lelaki hebat. Kami diajak untuk beristirahat sejenak di sebuah bangunan mirip gazebo yang ukurannya sangat luas. Bangunan berbahan kayu dan bambu ini berdiri di atas sebuah kolam ikan dan dihubungkan oleh jembatan bambu. Berhubung spotnya bagus, kami gak lupa mengambil foto disini. Lagi-lagi saya yang jadi tukang fotonya, adeehh..nasib jadi fotografer dadakan.

Disini kami berkenalan dengan pengelola tempat ini. Ada Mas Wida yang berasal dari Jogya dan alumni universitas negeri ternama di Jogya. Masnya ini bertugas mengurusi program-program yang ada di Kebun Irup. Bisa dikatakan Mas Wida sebagai leader disini. Ada juga Mas Dwek yang mengurusi tumbuh-tumbuhan organik. Dari ikan dan tanaman disini semuanya dipelihara tanpa pestisida. Selanjutnya ada Mas Sidik yang selalu tersenyum. Nah, kalau Mas Sidik tugasnya agak ekstrem dikit. Masnya mengurusi sungai, maksudnya hal-hal yang menyangkut kegiatan di sungai seperti arum jeram dan permainan air lainnya.

Selain kami para blogger, Kebun Irup juga kedatangan tamu spesial yang berasal dari Kosta Rika, Amerika Tengah. Namanya Mr.Alan yang sukanya halan-halan (jalan-jalan). Beliau seorang bikers alias penggila bersepeda. Sudah enam tahun si bule keliling dunia menggunakan sepeda. Berawal dari negara asalnya, kemudian melanjutkan perjalanan ke Canada, Eropa, Asia dan Asia Tenggara. Saat ini si bule singgah di Lombok dan beberapa hari kedepan, beliau akan melanjutkan perjalanan ke Philipina. Lagi-lagi menggunakan sepeda kesayangannya. Kece kan ?. 

Dalam bincang-bincang kami, banyak hal yang disampaikan oleh Mas Wida. Kebun Irup sendiri dibuka untuk umum pada Bulan Maret 2018. Dikarenakan gempa yang melanda Pulau Lombok beberapa bulan yang lalu, tempat ini sempat ditutup. Dan dibuka kembali di awal Bulan Oktober sampai sekarang. 

Kebun yang pemiliknya yaitu dr.Basuki. Salah seorang dokter spesialis jantung di Kota Mataram yang mengajak kerjasama ketiga mas-mas tadi untuk membuka ekowisata. Kebun yang memiliki luas satu hektar ini berhasil menciptakan lokasi baru yang kedepannya saya prediksi akan ramai dan sukses.

Kenapa dinamakan Kebun Irup ?. Kebun artinya kebun, sedangkan irup berarti hidup. Dalam artian saya, Kebun Irup memiliki makna kebun yang menciptakan kehidupan. Kehidupan dalam segala aspek. Tempat hidupnya semua tanaman, hewan, serangga dan makhluk hidup lainnya yang hidup berdampingan tanpa pestisida dan perlakuan berlebih dari tangan manusia itu sendiri. So..disini kalian bisa mempelajari tentang tumbuhan organik.

Apalagi saya baru mengetahui asal muasal adanya Kebun Irup ini. Berawal dari sebuah kegiatan camping dan gak disangka antusias masyarakat waktu itu sangat tinggi. So.. akhirnya keluar ide untuk membuka ekowisata baru bernama Kebun Irup. 

Apa saja sih fasilitas yang ada di Kebun Irup ?. Di Kebun Irup kita bisa melakukan edu camp,rafting, river tubing, outbond (baik untuk orang dewasa maupun anak-anak). Untuk saat ini saja, Kebun Irup sudah mempekerjakan sekitar dua puluh warga desa. Mereka ada sebagai pegawai tetap dan freelance. Bisa dikatakan Kebun Irup memiliki konsep ekowisata komunitas dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya.





Gak terasa sudah waktunya makan siang. Beberapa makanan dan minuman sudah disiapkan. Asyiik nih, bener-bener sambil menyelam minum air. Berkunjung ke Kebun Irup sekalian wisata kuliner. Ada tiga macam menu yang buat saya tertarik disini. Ada Teh Anget Gula Batu, Kecicang/Kekicang dan Sambel Beberoq Gecok.

Minuman hangat ini cocok sekali dinikmati di musim hujan. Teh aroma melati yang sangat khas. Apalagi ditambah dengan gula batu sebagai pemanis, membuat saat meminumnya pikiran jadi tenang. Gula batunya sendiri berasal dari Jogya. Saat masih di Jogya dulu, gak terlalu sering saya minum teh pakai gula batu. Apalagi diminum menggunakan gelas tempo doeloe yang masih ngehits dengan teko yang klasik juga. Di Kebun Irup, kami kembali diajak bernostalgia saat masih di Jogya,hehehe. Sebagai pelengkap, kami disuguhi pisang goreng. Ini makanan favorit saya banget. Sambil menikmati teh anget, gak lupa pisang goreng sebagai pasangan yang sangat dirindukan. Sama seperti merindukanmu disana, kamu ya kamu (mulai dia pemirsa).

Menu berat pun datang. Ada nasi putih, Kekicang, Ikan Bakar, Ikan Goreng dan Sambel Beberoq Gecok. Saatnya makan pemirsa, jangan lupa berdoa dulu !

Kecicang/Kekicang, katanya ini sejenis sambel yang dipadukan dengan pepes ikan nila. Bahan dasarnya pun seperti batang lengkuas yang diiris tipis tapi bukan dia, hanya mirip saja. Kalau di kampung sebelah namanya bujak. Batang kekicang ini agak lebih besar dibandingkan batang lengkuas. Kalau boleh jujur, ini sangat lezat dan meningkatkan selera makan kita. Keliatannya aneh dan gak menarik, tapi setelah masuk ke dalam mulut,hmmmm...lupa deh nawarin si doi saking enaknya, hehehe...

Biar lebih seru lagi, ada sambel beberoq gecok. Mirip seperti sambel dabu-dabu khas Manado. Cara membuat sambel beberoq gecok sendiri berbeda dengan sambel khas Lombok yang diulek sampai halus. Tapi sambel beberoq gecok, cabe dan tomatnya diiris/dipotong seperti dadu. Rasanya seger dilidah membuat nafsu makan semakin meningkat. Bagi kalian yang gila pedas, wajib mencoba dua sambel ini, kekicang dan sambel beberoq gecok.




Setelah kenyang, kegiatan selanjutnya yaitu mencoba olahraga ekstrem "Rafting". Kegiatan ini yang saya tunggu-tunggu. Sebelumnya, saya belum pernah rafting. Yang pernah ya river tubing, itupun baru beberapa kali. Rafting di Kebun Irup menggunakan kayat. Kayat disini maksudnya ban karet khusus rafting dengan ukuran lebih kecil dari ban rafting biasanya. 

Satu kayat bisa dinaiki dua sampai tiga orang. Bisa berempat untuk anak-anak. Yang perlu diperhatikan sebelum memulai rafting, segala macam perlengkapan harus sudah siap. Seperti life jaket dan helm harus terpasang dengan sempurna. Untuk tambahannya, sendal gunung atau sepatu anti air sebagai pengaman kaki. 

Setelah semua siap, barulah kami turun ke ban karet masing-masing. Saat itu ada tiga ban karet  yang sudah disiapkan. Dibagi menjadi tiga tim, satu tim dipandu oleh pemandu yang sudah ahli. Ada Mas Wida, Mas Sidik dan Mas Dwek. Ternyata mereka bertiga sudah ahli dan punya sertifikat sebagai pemandu rafting,kereen... !.

Kami melakukan rafting di Sungai Jangkok. Wah, Sungai Jangkok alias Kali Jangkok yang terkenal dengan budidaya kangkungnya yang terenak di Pulau Lombok itu yaa?. Gak nyangka, ini Kali Jangkok. Masih bersih dan jauh dari pencemaran yang terlihat di tengah Kota Mataram. Kali Jangkok sendiri membentang dari utara Lombok Barat hingga Kota Mataram dan merupakan sungai terbesar di Pulau Lombok. Kali Jangkok ini masih bagian dari area Kebun Irup, jadi paket lengkap pemirsa. 

Arus sungai saat itu lumayan deras dengan warna air agak sedikit keruh dikarenakan lagi musim hujan. Kondisi saat itu sangat cocok sekali melakukan kegiatan arum jeram. Buat kita-kita yang baru pertama kali mencoba, tentu saja agak sedikit tegang. Tapi setelah duduk sigap di atas ban karet, rasa tegang dan takut itu hilang seketika. Yang ada rasa senang, seru dan semangat mencoba tantangan. Sebelum mengarungi sungai, kami pemanasan dulu di sekitaran air terjun mini yang diberi nama Air Terjun Pelas. 

Kami mendayung ke tengah kolam alami sambil memandang Air Terjun Pelas. Sedangkan tim yang lain, melakukan hal yang sama. Kami saling memanggil dan memberi semangat. Setelah lima belas menit pemanasan, kami memulai mengarungi aliran sungai dengan batu-batu besar. Saya yang posisi duduk di bagian depan, merasa sangat tertantang. Melewati arus sungai yang sangat terjal, menghindari bebatuan agar kayat gak sampai terbalik. Pokoknya seru deh. Untuk jarak raftingnya, sekitar tiga sampai empat kilo. 

Berhubung sudah sore, kami hanya mengarungi sungai sekitar seratus meter saja. Di lain waktu, saya harus mencoba mengarungi sungai ini sampai finish. Bisa jadi di kesempatan selanjutnya, khusus cerita rafting di Kebun Irup ada di tulisan saya tersendiri. Dijamin seru dan gak terlupakan. Terimakasi untuk pengelola yang sudah mengajak kami mencoba fasilitas yang ada di Kebun Irup. Pengalaman yang seru dan menarik pastinya. 

Jadi, sudah ada gambaran mau liburan Natal dan Tahun Baru kemana ?. Kebun Irup, Pulau Lombok bisa menjadi pilihan kalian menghabiskan liburan bareng keluarga, sahabat atau orang spesial yang kalian miliki. Kalau ke Kebun Irup, jangan lupa ajak-ajak yaak !, hehehe.. Sudah dulu ceritanya, saya mau lanjut nulis cerita selanjutnya. Tetap mampir terus di my blog !. 

Catatan :
- Untuk ke Kebun Irup sendiri, bisa membawa rombongan (organisasi, komunitas atau keluarga besar) untuk mengadakan suatu kegiatan
- Belum dibuka untuk umum seperti tempat biasanya.
- Sistem booking hari kapan mau melakukan kegiatan
- Untuk paket raftingnya sendiri 150K per orang
- Untuk paket outbond 10K per orang
- Untuk paket lengkap bisa ditanyakan langsung ke pengelola
- Fasilitas yang ada : gazebo, kolam ikan, taman bunga, outbond, rafting, river tubing, wisata kuliner, area camping, kamar mandi dan ada beberapa bangunan yang akan dibangun disini. Semuanya serba alami dan organik.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

Post a Comment