Saturday, 29 December 2018


Helloo para pembaca setia Lazwardy Journal !

Sudah ada agenda mau trip kemana di penutup tahun ini ?. Pasti sudah banyak agenda, tapi bingung mau kemana. Nah, mumpung yang lagi ada di Lombok, ada tempat bagus yang saya rekomendasikan buat kalian penyuka traveling dan tantangan. Apa itu ?, sabar guys hehehe.

Kembali lagi kita membahas tentang hastag #SekotongMendunia. Di tulisan sebelumnya, saya sudah bercerita tentang Pantai Sangap yang berada di Dusun Kembong, Desa Buwun Mas, Sekotong. Gak jauh dari Pantai Sangap, ada sebuah destinasi kece yang baru seminggu dibuka untuk umum. Destinasi ini bukan sembarang destinasi. Mungkin belum terkenal seperti Buwun Mas Hill dengan foto-foto sudah berjamur di media sosial. Tapi bagi saya ini destinasi gak sembarang orang bisa suka. Kenapa bisa begitu ?. Hanya orang yang punya jiwa traveler's sejati yang suka sama tempat ini. 

Berani ke destinasi ini, berarti harus berani kotor-kotoran. Tempat yang dikelola oleh penduduk setempat dengan fasilitas yang seadanya ini mampu membuat saya tertarik datang kesini. Saya tertarik dengan cerita teman-teman penduduk sini yang mengatakan ada hutan mangrove tertua di Pulau Lombok. Tumbuhan bakaunya tumbuh dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia. Wooww... kece nih kalau bisa explore langsung. Gimana keseruannya ?, lanjut baca sampai selesai !. 




Hari Minggu, 23 Desember 2018

Cuaca di Pulau Lombok saat itu sedang mendung. Saya dan doi sudah pengen banget touring ke Buwun Mas Hill pagi itu. Kebetulan juga lagi long weekend, jadi gak mau buang kesempatan buat explore alam Buwun Mas. Segala keperluan sudah kami siapkan malam sebelumnya. Berangkat jam sembilan pagi menuju Desa Buwun Mas. Di tengah perjalanan sempat bertemu dengan gerimis kecil tapi gak terlalu berarti. Ngegas terus melewati jalan mulus dari Kota Mataram menuju Desa Buwun Mas. Perjalanan dari Kota Mataram menuju Desa Buwun Mas, memakan waktu satu jam setengah dengan kecepatan normal. Penjelasan rute secara detailnya ada di tulisan saya sebelumnya.


Sejauh itu perjalanan lancar dan kami berdua langsung menuju salah satu rumah sahabat yang kebetulan asli orang Desa Buwun Mas. Namanya Bang Jack, bapak satu anak ini terkenal ramah dan masternya blogger dan fotografi. Kami sama-sama dari Genpi Lombok Sumbawa juga. Selain Bang Jack, kami juga mampir di rumah salah satu orang terkenal di Buwun Mas, kami memanggilnya Kak Tuan. Mereka berdualah yang memperkenalkan kami tentang tempat ini, sebut saja Ecowisata Mangrove Jerangkang Kemanuk atau Hutan Mangrove Jerangkang. Jerangkang Kemanuk sendiri adalah nama sebuah dusun. Jadi penduduk setempat menyebutnya dengan nama Hutan Mangrove Jerangkang Kemanuk. 

Lokasi hutan mangrove ini gak terlalu jauh dengan Pantai Sangap. Terletak di Dusun Jerangkang Kemanuk, Desa Buwun Mas. Hanya saja dari pertigaan Teluk Sepi dari arah Dusun Lemer, kita lurus saja menuju arah Pantai Nambung. Sekitar satu kilometer, di kanan jalan ada papan petunjuk yang bertuliskan "Ecowisata Mangrove Jerangkang Kemanuk, Buwun Mas". Banyak para pemuda desa yang berdiri dan menawarkan kepada siapa saja pengendara yang lewat untuk mampir di destinasi kebanggaan mereka. Berhubung tempatnya baru seminggu dibuka untuk umum, jadi antusias para pemuda desa masih hangat-hangatnya. Semoga gak cepat bosan yaak !. Harus selalu semangat untuk mempromosikan destinasi kece yang kita miliki. 

Di seberang papan petunjuk sekaligus pintu masuk, kami memarkirkan kendaraan di sebuah halaman rumah penduduk setempat. Lahan parkir ini memang sudah disiapkan penduduk dan pengelola setempat. Bisa dibilang kendaraan kami semuanya aman karena para pemuda desa yang menjaganya. Bang Jack dan Kak Tuan selalu menemani sekaligus menjadi tour guide kami semua. Dari beliau berdua informasi mengenai asal muasal Hutan Mangrove Jerangkang Kemanuk ini dibuka untuk umum hingga sampai dikenal. 









Dari pintu masuk, kami harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak perkebunan. Kiri kanan pemandangannya kece abis. Kita bisa melihat perbukitan hijau Desa Buwun Mas. Gak jauh dari pintu masuk, kami sudah sampai di hutan mangrovenya. Dibandingkan penjelajahan saya di beberapa hutan mangrove sebelumnya, di Hutan Mangrove Jerangkang ini ada yang berbeda dan menarik buat saya. Tumbuhan bakau disini sudah berumur tua dan dikatakan tertua di Pulau Lombok. Benar apa gak masih harus dibuktikan kedepannya. 

Menurut informasi dari Bang Jack dan Kak Tuan, sudah ada beberapa penelitian dari luar yang mengatakan tumbuhan bakau disini sudah berumur tua dan tumbuh dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia. Sebuah kebahagiaan saya pribadi bisa datang langsung melihat hutan mangrove tertua di Pulau Lombok. Dari penampakannya masih sangat alami. Belum banyak juga pengunjung yang tau tempat sekece ini. Untuk ambil foto-foto kece non mainstream sangat cocok disini. 

Tapi sayang, waktu kami kesana air mangrovenya sedang surut. Jadi mau gak mau, kami harus berani kotor demi mendapatkan foto yang kece. Kami harus menyapa lumpur dengan tumbuhan bakau di sekitar kami. Belum ada fasilitas yang dibangun seperti jalan setapak mirip jembatan kayu. Kedepannya, saya harap warga desa setempat harus membangun fasilitas yang mendukung kemajuan dari destinasi wisata ini. Sayang sekali tempat bagus, tapi kurang didukung dengan fasilitas yang memadai. 

Kembali ke bermain dengan lumpur khas Hutan Mangrove Jerangkang. Disini kita diijinkan untuk menaiki dua perahu kayu untuk berkeliling di sungai hutan mangrove. Kebetulan sedang surut dan kedalaman air gak terlalu dalam, kami harus menuju perahu dengan berjalan kaki tanpa sendal dan sepatu. Rela bertelanjang kaki demi mengamankan sepatu yang kami pakai. Lumpur hutan bakau ini sangat lembut dan lengket, jadi disarankan untuk selalu berhati-hati. 

Seru meskipun menjengkelkan ketika kaki kami masuk ke dalam lumpur. Apalagi cerita saat itu, saya bareng si doi mengalami insiden yang gak mengenakkan yaitu perahu yang kami berdua naiki terbalik dan membuat pakaian yang kami gunakan basah semua. Benar-benar totalitas dalam bermain air dan lumpur nih,hehehe. 




Gak bisa dipungkuri, Ecowisata Mangrove Jerangkang Kemanuk ini memang keren untuk mengambil foto dan video. Melihat teman-teman lainnya yang sangat semangat untuk mengambil foto dan membuat video. Saya bareng si doi juga gak mau kalah. Kami berdua menyempatkan membuat foto prewed ala-ala kami berdua. Hanya modal kamera go pro, kami pun mendapatkan foto kece,hehehe. Kamera dimana-mana dan kami sangat puas datang kesini tanpa banyak pengunjung seperi Buwun Mas Hill yang sampai tulisan ini selesai, masih macet oleh ribuan pengunjung yang datang melihat keindahan dari perbukitan kebanggaan Desa Buwun Mas. 

Destinasi Desa Buwun Mas gak hanya Buwun Mas Hill saja. Masih banyak destinasi-destinasi kece yang belum kalian tau. Contoh saja seperti Pantai Sangap yang sudah saya tulis sebelumnya. Belum lagi Ecowisata Mangrove Jerangkang Kemanuk yang diprediksi akan ngehits seperti Buwun Mas Hill. Selain itu masih banyak nama-nama yang belum saya pribadi explore. Next time, harus datang lagi ke Desa Buwun Mas di tempat yang baru dengan cerita gak kalah kece pastinya. 

Soal keamanan, dijamin sudah aman dan warga desa sangat ramah kepada pengunjung. Tapi tetap selalu hati-hati di dalam perjalanan. Tanpa kita semua, siapa lagi yang akan menjaga destinasi-destinasi kece yang membuat kita selalu bangga. Bangga melihat banyak pengunjung yang datang ke tempat kita. Begitu juga para pengunjung, sangat nyaman dan aman berada di tempat kita. Dari sekarang, kita harus sadar betapa pentingnya menjaga alam ini biar yang menciptakan alam dan isinya ini gak murka kepada kita. Apalagi disaat-saat seperti ini, bencana alam selalu meneror kita, terutama Pulau Lombok. Dimana beberapa bulan yang lalu kita diguncangkan oleh gempa yang sangat dahsyat. Saatnya Lombok bangkit dari keterpurukan. Semangat terus buat kita semua. Semangat juga buat saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam di tempat lain juga. 

#SekotongMendunia #LembarMenggoda

Catatan :
- Lokasi : Dusun Jerangkang Kemanuk, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong.
- Sinyal hp sedikit susah disini.
- Tiket Masuk untuk sementara bayar parkir 5ribu sudah termasuk tiket masuk.
- Bawa pakaian ganti.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

6 comments:

  1. Berani kotor itu baik hehe
    Mantap spotnya, emang kudu traveler sejati nih yang berani merambah sini. Keren!

    ReplyDelete
  2. Wah, keren. Tapi, nggak pakai sepatu, amankah? Kalau ada hewan di lumpur yang menggigit, gimana?

    ReplyDelete
  3. huaaa seru tuh naik perahu menjelajah hutan mangrove

    ReplyDelete