Skip to main content

Mendaki Bukit Pusuk, Sembalun


Mulai menulis artikel ini pada hari Minggu tanggal 18 September 2016  jam 8.40 pagi saat bangun tidur, duduk di depan laptop, belum cuci muka, belum sikat gigi, pake celana kolor, kedinginan, habis mimpiin dia lagi berenang di kolam renang ( dasar otak mesum ) dan yang terakhir pengen ke kamar mandi ( gak penting ). 

Lanjut !!!

Menurut saya, artikel yang saya tulis ini adalah artikel pertama yang belum ada seorang blogger satu pun yang menulis tentang tempat kece satu ini ( antara bangga dan sombong ). So, sengaja saya gak memposting foto-foto di media sosial manapun dulu ( instagram, twitter, bbm dan fb ) sebelum artikel ini diposting di my blog ,biar surprise gitu. 



Kita mulai saja ceritanya !!

Di awal bulan September saya bersama para crew "Crew Patrick" ngetrip ke Sembalun. Personelnya gak banyak sih, kami hanya bertiga ( saya, Mas Junk dengan si istri ). Bisa dibilang saya menjadi obat nyamuk diantara pasangan suami istri ini. Itulah indahnya suatu perbedaan, saya yang ngejomblo sedangkan mereka ngetrip sambil pacaran alias bulan madu ( curhat ). Makanya cepetan disahkan itu si doi, jangan terlalu lama buat dia menunggu !!!. Sabaarrr mas broo..insyaallah secepatnya ( mulai ngomong sendiri )

Kembali ke cerita !!!

Pesona Pulau Lombok memang gak pernah ada habisnya. Liat saja dari jejeran pantainya dari ujung barat hingga ujung timur yang kece dengan memiliki kekhasan masing-masing. Belum lagi deretan gili-gilinya yang semakin menggila dengan keindahan terumbu karang dan pasir putihnya. Ada lagi berpuluh-puluh macam air terjun yang menjadi surganya para pecinta traveling. Terakhir, pesona Gunung Rinjani ( 3726 mdpl ) dengan Danau Segare Anak yang menjadi tujuan traveling nomor satu di Indonesia bagi para pendaki domestik maupun mancanegara. Bisa dibilang inilah gunung terindah diantara gunung-gunung yang ada di Indonesia. Inilah Pulau Lombok dengan segala macam surganya. 

Berbicara soal surganya Pulau Lombok, saya memiliki destinasi baru yang wajib saya posting untuk kalian. Masih dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Lokasinya di Desa Sembalun, desa tertinggi di Pulau Lombok. Sudah beberapa postingan yang saya ceritakan tentang desa ini ( klik disini , klik disini dan klik disini ). Destinasi satu ini wajib kalian datangi. Sebut saja namanya Bukit Pusuk, Sembalun.






Lokasinya gak susah ditemukan, apalagi yang sudah pernah ke Sembalun melalui jalur Lombok Timur, pasti melewati bukit ini. Bukitnya persis disamping Puncak Pusuk yang menjadi tempat peristirahatan pengunjung sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Sembalun Bumbung dan Lawang. Tempat ini juga dijadikan tempat foto-foto eksis karena panorama yang ada di lokasi ini sungguh indah alias kece. Dari puncak Pusuk, kita bisa melihat Desa Sembalun Bumbung maupun Lawang dari kejauhan. Kece pokoknya !!!



Tapi kami bertiga sudah sering ke Sembalun tapi belum pernah mendaki Bukit Pusuk. Berawal dari keisengan Mas Junk, saya bersama istrinya diajak mendaki bukit yang cukup curam alias gak ada jalur untuk mendakinya. Bisa dibilang kemiringan bukit tersebut hampir sembilan puluh derajat. Saya pikir ini lebih parah dari Bukit Pergasingan yang pernah kami daki ( klik disini ). Pantes saja sangat jarang melihat pengunjung mendaki bukit ini. Kebetulan saat kami mendaki, ada beberapa para remaja alias ( cabe-cabean dan terong-terongan ) yang terlebih dahulu mendaki.


Bukitnya gak terlalu lama didaki, sekitar lima belas menit kami sudah sampai di puncak dengan susah payah dan hampir jatuh. Apalagi berat badan saya ( korban gagal diet ), menjadi suatu tantangan tersendiri menaklukkan bukit ini. Awalnya sempat ragu untuk melanjutkan pendakian, tapi mas Junk terus menyemangati dengan berkata di atas lebih kece pemandangannya. Itu yang membuat saya gak pantang menyerah. Masak saya kalah dengan anak cabe-cabean sih yang dengan mudah daki bukit ini, karena sudah terbiasa kali ya.

Alhamdulillah, akhirnya kami bertiga sampai juga di Puncak Bukit Pusuk dengan selamat dan nafas ngos-ngosan. Pendakian yang cukup menguras tenaga memang.




Welcome di Bukit Pusuk ( menamai sendiri ) !!!

Tapi ada yang saya sedihkan disini. Ketika kami mendaki Bukit Pusuk, banyak sampah yang berserakan. Ternyata ada orang-orang yang gak bertanggung jawab dengan membuang sampah di tempat yang masih belum mainstream ini. Sayang sekali, pesona alam yang sudah indah, dirusak oleh pemandangan sampah-sampah yang berserakan. Mohon untuk para pengelola untuk memperhatikan hal penting satu ini, bisa dijadikan bahan evaluasi jangan sampai hal seperti ini dibiarkan saja. Kalo bisa, bagi para pengunjung yang ketauan membuang sampah sembarangan, harus diperingatkan dan kalo bisa diberi denda sesuai aturan yang ada dan sah. 




Berfoto-foto adalah kegiatan wajib kami di puncak Bukit Pusuk. Langit biru, awan tebal berkabut yang menyelimuti puncak bukit, udara dingin serta rerumputan dan pepohonan yang hijau. Jujur saja, saya sangat menyukai panorama perbukitan dengan melihat kawah dari kejauhan. Memandang yang indah-indah ( kecuali pornografi ), membuat mata dan hati semakin bahagia. Kebahagiaan adalah tanda kesehatan. 

Dari puncak Bukit Pusuk juga kami dengan jelas bisa melihat Desa Sembalun dari kejauhan. Desa yang dikelilingi oleh jejeran perbukitan dan merupakan bagian dari kawah Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi tempat favorit saya untuk menghabiskan waktu liburan bersama para sahabat tercinta.



Bagi kalian yang ingin ikut jejak kami untuk mencoba mendaki Bukit Pusuk, bisa memilih di waktu pagi hingga siang hari sebelum bukit tertutupi oleh kabut. Biasanya kabut akan muncul menjelang sore hari, lebih-lebih pada musim hujan, mungkin kalian bisa atur waktu dimana cuaca masih cerah. Sehingga bisa mendapatkan foto yang kece-kece dan mendaki bukit dengan aman. Ingat utamakan keselamatan jiwa kalian !!!. 

Akhirnya, saya selesai juga menulis cerita ini pada jam 11 malam, malam minggu pula, tanggal 24 September 2016 disaat lagi minum kopi susu, bbman sama si doi, sambil denger lagu-lagu romantis, hingga si doi ngambek gara-gara saya cuekin menulis blog ini ( gak penting ). 

Gimana, kece bukan ?? Bukit Pusuk menambah daftar destinasi di Pulau Lombok yang memiliki pesona yang gak kalah indahnya dengan destinasi yang lain. Suatu saat saya akan camping di bukit ini. Amin ( Semoga terealisasi ). 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. kemarin gue baru naik ke rinjani. memang gunung terindah namun penuh sampah sayang banget kaya engga ada yang merawat padahl sudah menjadi taman nasional 😢😢😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bang,menjadi plajaran bagi qta smua klo tmpat yg sudah indah dirusak oleh pemandangan sampah brserakan dmana2.. Sayang sekali memang.. Makasi kritikanny, sebagai org Lombok sya malu sama tmen2 dari luar yg mnemukan sampah brserakan dtempat yg kece di Pulau Lombok.. Ini jd PR bagi qta smua.. Mari qt membawa pulang sampah qta masing2 agar gak mrusak lingkungan.. Ayook ( sok dewasa saya yaaak ) :)

      Delete
  2. Cantik pemandangannya. Hijau... Bikin pengen mendaki. Tapi jauh ih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mumpung sudah mmasuki musim hujan.. Lebih hijau lg..Hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko