Destinasi selanjutnya yang menjadi tujuan kami selama di Sumbawa yaitu salah satu tempat yang namanya cukup terkenal di Alas, Kab. Sumbawa. Tapi sebelum cerita destinasi wisatanya, saya akan mengajak kalian menginap di salah satu penginapan yang terbilang masih baru di daerah Alas, Sumbawa yaitu Agal Homestay.
Agal Homestay beralamatkan di Jalan Raya Alas - Sumbawa Besar atau di Desa Luar, Kec. Alas, Kab. Sumbawa. Kurang lebih lima belas menit dari Pelabuhan Pototano. Untuk menemukan lokasi penginapan ini gak susah. Lokasinya persis di pinggir jalan besar, sebelah kiri jalan dari Pelabuhan Pototano sebelum Polsek Alas, Sumbawa Besar.
Bagi yang belum membaca cerita motoran sebelumnya ke Pulau Sumbawa, kalian bisa buka dulu cerita di postingan minggu lalu biar nyambung sama cerita kali ini. Oke, mari kita mulai mereview penginapannya.
Agal Homestay atau sebutan di google mapsnya Homestay Agal, merupakan penginapan yang menarik buat saya dari pertama kali melihatnya di chanel salah satu youtuber luar. Jujur saja, beberapa kali ke Alas beberapa tahun yang lalu, saya belum pernah mendapatkan penginapan sekelas homestay atau hotel melati.
Ujung-ujungnya kalau ke Sumbawa bagian barat, nginapnya di Sumbawa Besar yang jaraknya lumayan jauh dari Alas (dua jam perjalanan). Dulu juga pernah ke Alas, tapi menginap di rumah salah satu warga desa. Ceritanya pernah saya tulis. Bisa dicek di daftar blog.
Bisa baca disini : Melihat Indonesia dari Air Terjun Agal
Kurang lebih satu jam perjalanan dari Jereweh ke Alas melewati view yang sangat cantik. Jalur meliuk-liuk dengan aspal yang mulus. Gak banyak bertemu kendaraan yang melintas. Tapi kalau kawanan sapi atau kerbau paling banyak bertemu sepanjang jalan.
Sumbawa bagi saya pribadi menjadi salah satu pulau favorit buat motoran atau touring bareng teman. Apalagi kalau bawa anak-anak dan istri, gak ada obatnya. Pergi jauh tapi gak kepikiran anak istri di rumah karena bareng mereka. Dua kali lipat kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri.
Setiap kali sebut Pulau Sumbawa, dibayangan kita pastinya terpintas Pulau Kebawa, Desa Mantar, Air Terjun Mata Jitu, Pulau Bungin, Gunung Tambora dan masih banyak lainnya. Gak hanya dari domestik saja, tapi dari mancanegara banyak yang datang ke pulau yang terkenal dengan susu kuda liar dan madunya ini.
Cuaca siang menjelang sore cukup cerah. Angin juga gak begitu kencang. Melewati daerah perbukitan, jalan yang meliuk-liuk dan menanjak. Sejauh mata memandang dimanjakan oleh panorama alam Indonesia timur, perbukitan yang hijau kekuningan, padang rumput yang hijau, hewan-hewan ternak liar yang dibiarkan mencari makan sendiri oleh si pemilik dan rumah-rumah panggung khas Suku Bajo dan Bugis.
Satu jam waktu tempuh, sampailah kami di pintu gerbang Homestay Agal. Kalian gak perlu kesulitan mencari penginapan ini. Sudah ada plank bertuliskan Agal Homestay di depan pitu gerbangnya. Memasuki halaman depan yang cukup luas. Memarkirkan motor dan memastikan anak-anak sudah bangun. Sepanjang perjalanan mereka berdua ketiduran. Resiko kalau motoran siang hari bawa anak-anak.
Btw, kami belum pesan kamar karena saya kesulitan mendapatkan nomor kontak adminnya. Semoga saja masih ada kamar kosong. Setelah menanyakan ke bagian recepsionis, ternyata masih ada kamar kosong.
Disini kamarnya ada dua tipe. Kamar yang ada water heater dan kamar yang gak ada. Harganya pun berbeda. Kalau yang ada water heaternya seharga 350 ribu sedangkan yang gak ada seharga 250 ribu per malam (dikroscek kalau salah). Kami mengambil yang gak pakai water heater biar tekan budget juga.
Untuk penampakan homestay bisa dibilang cukup rapi dan tertata baik. Terlihat nyaman dan bersih terutama di bagian depan. Ada area parkir kendaraan yang cukup luas. Bisa menampung sekitar sepuluh mobil. Ada pohon-pohon juga sehingga gak terlalu panas.
Bangunan homestaynya memanjang. Terdiri dari sepuluh kamar dengan teras depan yang langsung menghadap ke halaman depan. Kami kebagian di kamar nomor empat. Posisinya persis di depan halaman. Ada dua kursi dan satu meja dari kayu.
Kamarnya mirip kamar rumahan. Lengkap dengan dua tempat tidur terpisah, satu meja panjang, ada televisi tapi sudah gak berfungsi. Ada kamar mandi dalam yang bersih dan cukup luas. Disediakan dua handuk dan perlengkapan mandi seperti sabun dan shampo juga. Semua kamarnya ada AC-nya yang cukup adem. Lantainya keramik standar rumahan gitu.
Di samping kamar kami, ada bangunan unik dari kayu yaitu rumah panggung minimalis bertuliskan "Homestay Agal". Di bawahnya ada semacam gazebo buat bersantai dan di lantai dua ada kamar kecil yang dihubungkan dengan tangga kayu. Disini kita bisa foto-foto.
Masih satu area dengan homestaynya, ada cafe yang cukup nyaman untuk bersantai sambil ngopi. Tempatnya juga asyik. Ada beberapa meja dengan diberi payung sebagai pelindung dari hujan dan buah mangga jatuh, hehehe. Disini kita bisa memesan beberapa menu makanan dan minuman.
Berhubung sudah kelaperan, kami memesan Es Ketan Hitam Thailand 15K, Matcha Latte 20K, Manggo Milk 15K, Pisang Goreng Krispi 15K dan Kentang Goreng 15K.
Menu rekommended buat dicoba kalau datang kesini yaitu Es Ketan Hitam Thailand. Kuah santannya gurih, ketan hitamnya renyah dan ada toping es cream vanilla dan durennya. Enak banget dan porsinya banyak.
Sore-sore di depan teras kamar, kami menikmati menu yang dipesan. Rasa capek seharian explore Sumbawa Barat dari jalan pagi keliling kota, main air di Pantai Balad, trekking menuju air terjun Ai Kalela hingga motoran ke Alas, jadi hilang seketika. Lumayan merefresh badan biar besok pagi kembali segar dan lebih semangat ke destinasi selanjutnya.
Karena sore itu kami putuskan gak kemana-mana. Jadinya dimanfaatkan untuk istirahat total di homestay. Keesokan paginya, kami bangun pagi untuk berolahraga jalan santai di depan homestay. Udara pagi di Desa Alas sangat sejuk. Depan homestay terdapat hamparan sawah luas dan deretan pegunungan yang subur.
Gak jauh dari homestay terdapat salah satu air terjun bernama Air Terjun Agal. Salah satu air terjun terindah di Pulau Sumbawa. Mungkin ini alasan si pemilik homestay memberi nama Agal biar sama terkenalnya sama air terjun yang ada di Desa Marente, Alas tersebut.
Oh ya, biaya menginap disini sudah sama sarapan untuk dua orang. Tapi sarapannya nasi bungkus. Terkesan sangat sederhana tapi nasi bungkusnya diluar dugaan. Nasinya pulen, porsinya banyak, lauknya juga beragam. Ada ayam goreng, mie mihun, sayur bokah, ada kuah opor. Enak banget dan mengenyangkan.
Untuk minumnya kami pesan secangkir kopi hitam panas dan teh manis. Disini yang saya suka adalah teh manisnya. Aroma tehnya mengingatkan saya kalau ngeteh di Jawa. Perpaduan manis dan harum. Ngeteh pagi-pagi buat pikiran tenang dan semangat buat ngexplore destinasi hari itu.
Over all, menginap di Homestay Agal gak mengecewakan. Untuk booking saran saya bisa kontak langsung adminnya. Bisa juga langsung datang tapi kalau beruntung bisa langsung dapat kamar. Penginapannya juga aman, saking amannya saya parkirkan motor di depan kamar, hehehe.
Untuk urusan administrasi gak ribet. Gak minta akte nikah karena kami jelas bawa anak-anak, hehehe. Hanya minta KTP saja untuk jaminan dan akan dikembalikan saat check out keesokan harinya. Untuk urusan check out juga gak ribet yang harus jam dua belas siang. Bisa dinego, yang penting kelihatan lagi packing-packing barang. Terpenting jangan kebablasan jalan-jalannya sampai lupa mau check out.
Yang menginap disini kebanyakan tamu yang sedang melintas baik yang dari arah timur maupun yang dari arah barat. Gak hanya domestik saja, tamu dari luar negeri pun banyak yang menginap disini. Lokasinya juga sangat strategis dan cocok buat tempat persinggaham atau transit apabila sedang melakukan perjalanan jauh.
Mau ke Pulau Moyo atau ke Labuan Bajo, bisa bermalam disini untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Karena tujuan kami menginap di Homestay Agal yaitu akan mengexplore salah satu destinasi yang ada di daerah Alas. Untuk ceritanya saya lanjutkan minggu depan. Ditunggu saja ya!.
Penulis : Lazwardy Perdana Putra




































































