Buat sebagian orang, upacara minum kopi pagi merupakan hal yang wajib, terutama bagi kaum laki-laki. Di Kota Mataram, sudah banyak kedai kopi yang buka mulai jam tujuh pagi. Kabar gembira buat saya pribadi karena sudah gak bingung kalau mau ngopi pagi di sela jam kantor.
Biasanya kalau Hari Jumat, agendanya itu jalan pagi. Kebetulan gak jauh dari kantor ada beberapa coffee shop yang sudah punya pelanggan setia. Salah satunya yaitu Rota Kopi. Tempat ngopi satu ini bisa dibilang cukup terkenal di Kota Mataram. Gak pernah sepi oleh pengunjung baik kaum milenial maupun gen Z.
Rota Kopi beralamatkan di Jalan Catur Warga no 8, Pejanggik, Kota Mataram. Tepatnya gak jauh dari kawasan perkantoran (Kantor Gubernur NTB, Bappeda NTB, RS Mata NTB). Dari kantor saja, saya cukup berjalan kaki kurang lebih lima menit hingga sampai di lokasi.
Sudah beberapa kali saya datang buat ngopi disini. Rasanya gak pernah bosan karena saya suka dengan menu-menu kopinya. Salah satunya itu Zeed Coffee yang pernah saya coba dan sempat saya buat reviewnya di blog.
Alasan saya datang lagi kesini karena tertarik dengan salah satu menu kopi yang belum pernah saya coba yaitu Harat Coffee. Nama yang bagus yang berhasil buat saya penasaran. Lihat di media sosial,Harat Coffee memiliki campuran kopi susu dengan rum.
Pagi itu, saya jalan pagi sendirian. Saat itu pengen sendirian saja. Memang sudah direncanakan setelah jalan pagi maunya mampir di Rota Kopi sambil mencari sarapan. Sekali-kali sarapan dengan menu yang gak seperti biasanya (nasi bungkus).
Setelah muter-muter di kawasan Kantor Gubernur Prov. NTB dan melewati Jalan Pejangik dan berbelok ke arah Jalan Catur Warga yang dikenal dengan kawasan coffee shop, salah satunya Rota Kopi ini.
Jam setengah delapan pagi, coffee shopnya sudah buka. Penampakan bangunan dengan desaign coffee shop modern. Area parkir gak begitu luas tapi masih aman buat motor dan mobil.
Dari pintu gerbang, nampak bangunan utama bertuliskan Rota Kopi di bagian atas pintu. Sudah terlihat beberapa pengunjung yang sedang asyik menikmati kopi sambil menatap layar smartphone dan laptop.
Ada beberapa ruang yang ada di coffee shop ini. Ada ruang indoor dan semi outdoor. Ada juga ruang meeting buat kalian yang ingin rapat atau sekedar berkumpul dengan banyak teman.
Di dalam ruang indoornya cukup adem. Terdiri dari meja tempat memesan menu. Kursi empuk yang saling berhadapan dengan meja kecil. Sayangnya ruang indoornya cukup kecil. Berhubung masih pagi, saya rasa bersantai di semi outdoornya cukup asyik.
Dibilang panas juga gak karena ada beberapa tanaman hias yang terasa rindang dan terlindung dari sinar matahari. Disini tempat duduknya cukup banyak. Terdiri dari kursi dan meja kayu. Di plafonnya ada kipas angin dan ada area tempat para ahli hisap untuk nongkrong. Tapi beruntungnya,pagi itu pengunjung gak ada yang ngerokok, jadinya nyaman buat duduk di luar.
Buat yang sedang buka laptop atau ingin ngecash gadget kalian, disini sudah disediakan juga tempat colokan di setiap mejanya. Wifinya juga cukup kencang. Bisa buat nonton youtube atau download film sampai puas.
Fasilitas lainnya disini juga ada mushola dan toilet yang cukup bersih. Area taman dengan tanaman hias dan bebatuan membuat coffee shop ini semakin cantik dan nyaman.
Untuk pesan menunya, kita bisa langsung ke meja pemesanan. Sistemnya pesan menu langsung bayar. Pelayanannya sejauh ini masih tetap sama yaitu cukup baik. Kita gak terlalu lama menunggu di meja pemesanan. Kita nya saja yang ditunggu lama karena masih baca-baca daftar menu dan bingung sendiri mau pesan apa. Pernah kejadian gak di diri kalian juga ? hehehe.
Saya pesan satu porsi Harat Coffee. Untuk packagingnya cukup menarik. Menggunakan botol kaca gelap ukuran 250 ml. Kemudian diberi cangkir gelas bening dan beberapa potong es batu.
Cara minumnya, Kopi Haratnya dituang ke dalam gelas bening yang berisi es batu, lalu dinikmati selagi dingin. Memang enak banget minum es kopi pagi-pagi, meskipun kebanyakan lebih senang minum kopi pagi itu dalam keadaan panas atau masih hangat.
Untuk rasa Harat Coffeenya cukup enak. Perpaduan kopi espresso ditambah dengan susu dan rum. Jadi saat dilidah, terasa aroma rumnya. Paling pas diminum pagi-pagi biar mata tambah melek untuk memulai berkegiatan pagi itu. Harganya cukup terjangkau yaitu 33K.
Untuk snacknya, saya memesan Butter Cream Cheese yaitu roti sisir dengan butter dan cream cheese. Roti sisirnya lembut dan gak seret ditenggorokan. Rasa rotinya manis, apalagi ditambah dengan butter dan cream chesee. Ada rasa gurih dan kremi. Pas banget untuk menemani ngopi pagi, temannya ya sama roti. Untuk harga cukup terjangkau yaitu 20K.
Kebetulan sedang nongki disini, penasaran juga ingin mencoba mencicipi Kentang Perancis alias kentang goreng. Selain itu saya memesan Sate Taichan ala Rota dimana sate dengan daging ayam bakar yang disajikan dengan sambal dan totole.
Untuk Sate Taichannya sangat enak terdiri dari sepuluh tusuk sate Taichan. Dicocol dengen sambal bawang dan ditambahkan perasaan jeruk nipis dan garam. Enak banget dimakan pakai nasi putih juga.Untuk porsinya sudah cukup buat saya sendiri. Harganya 28K. Sangat terjangkau untuk sekelas coffee shop.
Sebagai ganti nasi putih, ada kentang goreng sebagai karbohidratnya. Untuk porsi kentang gorengnya cukup mengenyangkan. Ada rasa bumbu rempah di kentang gorengnya, jadinya gak terasa hambar. Harganya bisa dibilang cukup mahal 20K, dibandingkan dengan kentang goreng yang pernah saya coba di cafe lainnya.Tapi kembali lagi, ada harga ada rasa.
Gimana menarik bukan ?
Buat kalian yang sedang mencari tempang nongkrong sambil mencari sarapan,makan siang atau makan malam, bisa mampir di Rota Kopi yang ada di jalan Catur Warga no.8,Pejanggik Kota Mataram (gak ngendorse). Ohya, Rota Kopi sudah buka cabang di daerah Selaparang yaitu di Jalan Adisucipto, Rembiga. Namanya Rota Kopi 1969. Kapan-kapan kita coba ngopi disana sambil mereview tempat dan menu-menunya.
Mungkin itu dulu review singkat yang bisa saya bagi kepada teman-teman pembaca setia Lazwardy Journal. Kalau ada yang punya pengalaman pernah ngopi di Rota Kopi, bisa berbagi cerita di kolom komentar ya.
Penulis : Lazwardy Perdana Putra
















0 comments:
Post a Comment