Kalau lagi jalan-jalan di sekitar pusat Kota Surabaya dan pengen cari tempat nongkrong yang tenang tapi tetap asik, Rolag Kopi Kayoon bisa jadi pilihan yang pas. Lokasinya strategis banget yaitu di Jalan Kayoon no 6, Embong Kaliasin, Kec.Genteng, Surabaya. Deket dari Museum Kapal Selam, Plaza Surabaya, WTC dan Stasiun Gubeng.
Cerita ini merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya. Biar nyambung, kalian bisa baca dulu cerita sebelumnya yang sudah saya posting seminggu yang lalu. Postingannya ada di beranda blog !.
Sore itu, saya keluar hotel untuk jalan-jalan mencari oleh-oleh dan pas baliknya saya melihat ada sebuah tempat nongkrong yang lokasinya di pinggir Bendungan Karet, Kali Mas Surabaya.
Sebuah cafe yang berada persis di pinggiran sungai. Ternyata posisi cafe ini tepat di belakang hotel saya menginap. Wah, penasaran juga pengen nyobain nongkrong disini sambil mencoba menu makanan dan minumannya.
Mencari lokasi cafe ini bisa dibilang gak susah. Kita bisa berjalan menuju Tab Capsule Kayoon, di sebelah hotel ada pintu masuk menuju cafenya. Gak perlu ragu kalau masuk karena bangunan cafe gak terlihat dari pinggir jalan Kayoon. Di pintu masuknya ada tulisan Rolag. Kita tinggal mengikuti saja jalanan kecil tersebut.
Setelah sampai di area parkir, terlihat salah seorang juru parkir yang sedang duduk santai di depan cafe. Suasana sore itu masih sepi pengunjung. Hanya ada beberapa pengunjung saja yang duduk santai di salah satu kursi. Ada yang bersantai sepulang kerja, ada juga yang ngedate bareng pasangan.
Di bagian depan cafe, ada sebuah bangunan estetik gitu. Dinding full kaca dan di dalamnya ada sejumlah meja kursi. Terlihat ruangannya ditutup karena gak ada orang di dalam. Di bagian luar ada banyak sekali meja dan kursi. Ada meja kursi dari kayu, ada kursi dan meja bulat.
Uniknya bangunannya di desaign mirip bangunan stasiun kereta. Ada beberapa papan nama seperti papan petunjuk di stasiun kereta (Jalur 1). Meja kursi diatur rapi di samping pagar pembatas sungai.
Saya sempat bertanya sama salah satu stafnya. Ini konsepnya seperti stasiun kereta. Masnya menjawab, iya sengaja dibuat konsep stasiun kereta karena lokasi cafe ini berdekatan dengan Stasiun Gubeng. Saya rasakan juga vibes nya seperti kita lagi menunggu kereta datang sambil makan di kantin stasiun.
Suasana sore itu cukup menghibur bagi saya karena kita bisa melihat warga yang sedang memancing. Aliran sungai juga cukup deras. Pastinya banyak ikan yang berada di dalam air sungai yang keruh berwarna cokelat dan ukuran sungai ini cukup lebar untuk mancing. Kali Mas juga dimanfaatkan warga kota untuk tempat rekreasi karena lokasinya tepat di jantung Kota Surabaya.
Sesampainya di cafenya, saya langsung memesan makan berat dan minuman dingin. Saat itu saya memesan Nasi Goreng Merah dan Es Teh Tarik. Maunya ngopi tapi masih sore.
Untuk pesan makanannya, kita langsung ke meja kasir untuk pilih makanan yang ada di daftar menu. Disini menunya banyak tapi gak banyak variasi. Ada Nasi Goreng, Mie Goreng, Mie Rebus, Kentang Goreng, Tahu Walik dan lain-lain. Untuk minumnya disini ada bangsanya perkopian dan yang menarik buat saya, ada minuman dingin yaitu Es Teh Tarik. Penasaran sama rasa teh tariknya !.
Saat saya kesana kemarin, hanya ada satu dua orang staf. Satu bertugas untuk menyiapkan pesanan. Satunya yang mengantarkan pesanan ke tamu. Itupun yang nganterin bapak-bakap paruh baya. Padahal di bayangan saya yang mengantar makanan seorang perempuan Jawa yang manis. Tapi bapak-bapak. It's oke gak apa-apa. Belum rezeki berarti, hehehe.
Setelah memesan makanan dan langsung bayar di kasir, saya mencari tempat duduk. Seperti penjelasan di awal tadi, cafe ini memiliki dua ruang tempat duduk. Ada indoor dan outdoor. Berhubung lagi pengen menikmati suasana Kota Surabaya di sore hari, saya memilih duduk di area outdoornya saja.
Karena cafe ini masih sepi pengunjung yang datang, saya masih bebas mau duduk diana saja. Untuk ukuran kursinya panjang. Dua kursi panjang dan satu meja. Bisa untuk empat orang. Ada juga kursi berbentuk sofa bulat seperti kerang terbuat dari plastik lengkap dengan meja bundarnya.
Kursi dan mejanya ditata seperti berada di kantin dalam stasiun kereta. Bedanya kita nongkrong di pinggir sungai bukannya di pinggir peron atau rel kereta.
Yang saya suka dengan cafe ini yaitu penataan lampunya. Lampu-lampu kecil bercahaya kekuningan menghiasi bagian langit-langit bangunan. Semakin malam, lampunya semakin romantis dan syahdu. Sayangnya gak bawa pasangan. Hanya jadi penonton saja duduk manis nongkrong disini sambil liatin orang kencan.
Apalagi malam Minggu, pastinya banyak yang datang nongkrong bareng gebetan atau pacar. Atau datangnya rombongan bareng the genk. Biasanya dari kalangan Gen Z. Nongkrong sambilan cuci mata nih, hehehe.
Sambil menunggu pesanan datang, saya berjalan ke pinggiran sungai. Berdiri di pinggir pembatas besi dan beton sambil memandang ke arah sungai. Gedung-gedung tinggi. Suara kendaraan yang melintas. Jembatan Kali Mas dan Bendungan Karet membuat vibesnya seperti terasa di rumah.
Kebetulan rumah saya di Kota Tua Ampenan, Lombok juga vibesnya seperti ini. Ada sungai besar di tengah kota, jembatan dan banyak orang mancing di sungai.
Menurut saya viewnya cukup asyik. Cocok buat yang habis pulang kerja, pengen bersantai sambil ngopi sejenak sebelum pulang ke rumah atau yang melanjutkan kerjaan sambil buka laptop.
Suara air terjun dari Bendungan Karet, Kali Mas seperti kita berada di sebuah air terjun di pedalaman hutan belantara. Disini juga air sungainya gak bau. Cukup membuat saya betah untuk berlama-lama duduk disini.
Langit Surabaya sore itu sedikit berawan. Untungnya udara sore itu cukup buat nyaman karena kita berada di pinggir kali. Pepohonan di pinggiran cafe juga cukup rindang.
Keasyikan berdiri di pinggir sungai yang jaraknya gak terlalu jauh dari tempat duduk saya, seorang bapak paruh baya berjalan menuju ke saya membawa pesanan. Bapaknya ternyata ramah sekali. Wah maafin saya ya pak, saya kirain beliau cuek tapi ternyata ramah sekali.
Kirain agak lama datangnya, ternyata cepat juga. Saya balik ke tempat duduk menerima pesanan. Terlihat penampakan Nasi Goreng Merahnya sudah menggoda. Berhubung sudah laper juga, gak sabaran buat dimakan.
Begitu juga dengan Es Teh Tariknya. Gelas yang digunakan juga porsi besar. Pas banget diminum sore-sore.
Sekarang kita review Nasi Goreng Merahnya, menurut saya nasi gorengnya gurih dan gak benyek. Apalagi Surabaya terkenal dengan nasi gorengnya yang agak terasa pedas dibandingkan dengan daerah Jawa Tengah yang manis.
Warna merah dari nasi gorengnya juga segar dimata. Saus tomatnya enak, gak terlalu kecut dan manis. Pemilihan bumbu rempah-rempahnya juga nendang. Terasa kuat bawang putihnya. Pedasnya pas dan serasi antara pedas dan sedikit manis. Apalagi diberi toping ayam suwir dan acar. Dimakan dengan krupuk udang, enak pooll !.
Porsinya juga jumbo. Dua kali saya makan nasi goreng di tempat yang berbeda di Surabaya, semuanya porsi jumbo. Untungnya saya penggemar nasi goreng, pastinya habis dimulut, hehehe.
Sehabis makan nasi goreng merah, lanjut menikmati minuman dingin yaitu Es Teh Tarik. Awalnya sempat khawatir kalau semisal makan yang pedas dan berminyak, kemudian lanjut minum yang dingin, nantinya radang tenggorokan.
Ternyata setelah habiskan dua menu tadi, tenggorokan saya aman-aman saja hingga sampai di rumah keesokan harinya.
Untuk Es Teh Tariknya terasa manis banget. Ada rasa sepet dari tehnya. Aroma tehnya kuat banget. Hanya saja, pemberian es batunya kebanyakan. Jadinya kalau lama dihabiskan, rasa teh tariknya lama kelamaan jadi hambar.
Over all, nongkrong di Rolag Kopi Kayoon menurut saya cukup asyik. Makanan yang saya pesan juga enak semua. Gak kecewa untuk rasanya. Untuk harga juga masih terjangkau buat kalangan mahasiswa dan pekerja. Membaca review di google maps tentang cafe ini juga banyak yang positif. Ada juga yang mengomentari kekurangan. It's oke, namanya juga kita bebas berpendapat. Terpenting memberi pendapat dengan cara sopan dan membangun.
Suasana cafenya juga nyaman meskipun sampai malam saya disana, pengunjung agak sepi. Apa karena lokasinya yang tersembunyi atau saya yang kepagian datangnya.
Pelayannya yang saya dapatkan cukup baik. Staf cafenya ramah dengan pelayanan yang cukup baik. Tempat duduknya juga banyak pilihan. Ada hiburan musicnya juga. Wifi-nya juga kencang. Tempatnya menenangkan dan cocok buat menyelesaikan kerjaan dan kencan bareng pasangan.
Kurangnya disini, saya agak sempat terganggu dengan nyamuk yang menggigit kaki dan tangan. Terasa agak gatel tapi masih bisa ditahan. Namanya juga nongkrong di pinggir sungai. Dan biasanya nyamuk itu keluar disaat sudah gelap. Saran saya, bawa cream anti nyamuk kalau datang kesini ya !.
Gak terasa duduk disini, waktu sudah malam saja. Kurang lebih saya menghabiskan waktu dua jam nongkrong disini sambil mengerjakam beberapa tulisan blog yang masih belum selesai.
Perut sudah kenyang. Mau lanjut nyari kopi tapi rasanya males banget. Akhirnya saya memutuskan untuk balik ke hotel untuk beristirahat dan packing barang karena besok jam enam pagi, harus berangkat ke bandara. Karena kebetulan dapat penerbangan pagi ke Lombok. Ditunggu cerita saya, penerbangan pagi Surabaya ke Lombok !.
Penulis : Lazwardy Perdana Putra
0 comments:
Post a Comment