Nongkrong Asyik di TALK Kopi Mataram


Kalau sudah urusannya sama ngopi, saya gak bisa nolak. Meskipun bukan dari golongan pecinta kopi seperti orang-orang yang kalau ditanya jenis kopi dari Sabang sampai Merauke, mereka pasti tau sampe hafal aroma dan rasa kopinya. Bayangan saya pasti rasanya pahit meskipun aromanya sedap. Saya salut sama mereka yang bener-bener ahli dalam perkopian. Lagi sekali, saya bukan pecinta kopi, tapi doyan minum kopi. 

Karena doyan minum kopi, setiap ada coffee shop yang baru buka, saya langsung datang di waktu senggang. Jaman sekarang kopi itu sudah diolah semenarik mungkin. Penamaannya pun bisa dibilang keren-keren, ada juga yang terkesan aneh. Disini saya gak sebut merk lain, biar kesannya gak membanding-bandingkan. 

Di kota kelahiran saya, Kota Mataram, sudah banyak berjamuran coffee shop. Ada yang masih eksis, ada juga yang sudah gulung tikar. Apalagi dalam kondisi saat ini, sangat memprihatinkan. Tempat-tempat ramai sudah dibatasi jam operasionalnya salah satunya tempat-tempat makan dan nongkrong. Semoga pandemi ini cepat berlalu, Amin. 

Sejak lima tahun yang lalu, minum kopi di coffee shop sudah menjadi trend anak muda di berbagai daerah, terutama di Kota Mataram. Dulu ngopi itu biasanya di warung kopi pinggir jalan atau saat bertamu ke rumah kerabat. Kita disungguhi kopi hitam atau kopi susu dengan selera mau tanpa gula atau dengan gula. 

Jaman sekarang, gak hanya kopi hitam atau kopi susu saja yang ada, tapi sudah banyak pilihan. Mau yang Hot atau yang suka dingin pun ada. Cafe Latte, Capuccino, Mocca, dan yang lagi ngehits sekarang yaitu kopi susu gula aren. 

Semenjak kopi susu gula aren hadir di tengah-tengah kita, setiap nongkrong di salah satu coffee shop. Pertama kali yang saya cari, kopi susu gula aren. Atau sebelum datang, saya coba mencari informasi di instagram atau facebook tentang coffee shop yang mau saya datangi. Ada kopi susu gula arennya gak ya ?.


Di awal Bulan Juli ini, saya penasaran dengan salah satu coffee shop yang katanya salah satu terbesar di Kota Mataram. Sebut saja namanya, Talk Kopi Mataram. Lokasinya berada di Jalan Adi Sucipto No.43, Rembiga, Kota Mataram. Lebih tepatnya berada di sebelah barat Eks.Bandara Selaparang, Kota Mataram. Meskipun dalam kondisi saat ini, saya memberanikan diri datang kesini dengan selalu mengikuti protokol kesehatan. 

Talk Kopi Mataram launching tanggal 24 Maret 2021. Di hari Senin sampai Minggu Talk Kopi buka dari jam 11 pagi sampai 11 malam. Sedangkan di hari Jumat mulai  buka dari jam 2 siang sampai 11 malam. Khusus saat PPKM Darurat Covid-19 saat ini, jam buka dan tutup  menyesuaikan. 

Kebetulan sehabis ada tugas dinas di salah satu hotel, saya menyempatkan bersantai sejenak di Talk Kopi Mataram. Jaraknya juga gak terlalu jauh dari hotel. Ceritanya mau santai-santai, tapi akhirnya ngerjain tugas kantor lainnya juga. Pas banget, tempatnya juga cocok buat kerja di laptop.

Memasuki area coffee shop, ternyata parkirannya luas juga ya. Keliatannya bisa bus besar parkir disini. Di depan area parkir, berdiri sebuah bangunan berbentuk kotak dengan konsep industrial. Di sisi sebelah kiri atas, terdapat tulisan TALK (maaf K nya gak bisa saya balik), hahaha. 

Suasana caffee shop masih sepi pengunjung. Agak lega juga di saat seperti ini, saya pribadi parno juga nongkrong di tempat rame. Untungnya di sore itu, hanya ada beberapa pengunjung saja yang duduk bersantai di meja masing-masing.




Talk Kopi Mataram memiliki dua pilihan tempat duduk. Ada indoor dan outdoor. Sama-sama asyik, tapi saya memilih duduk di indoor saja, nyari tempat adem dan sepi. Untuk indoornya hanya ada beberapa meja kursi saja dan ruangannya cukup luas. Sedangkan di outdoornya, meja kursinya lumayan banyak. Ditambah lagi ada panggung live musicnya yang hanya ada di hari-hari tertentu, salah satunya di malam mingguan.

Sempat berkeliling di outdoornya, dan suasananya asyik juga. Sambil nongkrong, kita bisa menikmati angin sepoi-sepoi karena tepat di belakang coffee shop terhampar persawahan yang sangat luas alias mewah banget ( mepet sawah banget). So, kembali lagi ke selera masing-masing mau duduk dimana. 

Oke, saya kembali ke ruang dalam dan berjalan menuju tempat pemesanan menu. Karyawannya cukup ramah sama pengunjung. Saya pun dijelaskan beberapa minuman yang cukup rekommended. Salah satunya Banana Talk dimana ini kopi gula aren dengan rasa pisang. Apa ini rasa pisang yang manis atau memang ada gula arennya ya. Saya lupa menanyakan ke karyawanya. Kebetulan ada menu pisang, jadi saya langsung pesan kopi ini. 



Kalau ngopi, gak lengkap gak ada cemilan. Berhubung disini gak ada seperti pisang goreng, kentang goreng atau martabak telur. Saya memesan apa yang ada saja. Disini ada beberapa macam kue, seperti donat aneka rasa dan brownies. Ini mah manis-manis semua, nanti saya tambah manis dong. Hahaha..becanda. Yang penting jangan berlebihan saja biar gak nambah berat badan. 

Saya memesan tiga biji donat rasa cokelat dan original. Disini harganya lumayan murah juga. Beli tiga donat hanya 10 ribu saja. Hemat, donatnya empuk dan nikmat di mulut. Untuk Banana Talknya juga segelasnya gak mahal lhoo. Hanya 10 ribu saja. Harga minuman dan makanan disini mulai dari 10 ribu sampai 13 ribu saja. Ini namanya berpihak kepada anak-anak muda yang doyan sekali nongkrong bareng sahabat atau gebetannya.

Gimana, kalian tertarik datang nongkrong disini ?. 

Terpenting kalau mau datang kesini selalu mengikuti protokol kesehatan, jangan ngumpulnya deket-deket dan terlalu lama, selalu pakai masker medis (jangan sampai dilepas), mencuci tangan pakai sabun atau handsanitaizer yang sudah disediakan, dan harus di-VAKSIN dulu. Satu lagi, kalau mau kesini, harus dalam kondisi sehat (bebas Covid-19) biar gak menularkan ke orang lain. 

Pesan saya kepada pihak pengelola, "Harus berani tegas kepada pengunjung sebelum ditegaskan oleh aparat yang sedang menjalankan tugas menertipkan PPKM Darurat sesuai Surat Edaran dari Pak Presiden dan Pemerintah Daerah yang berlalu !". Oke...

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Comments

  1. Baca tulisan ini jadi kangen nongkrong di kedai kopi sambil kerja atau ngeblog. :") Btw tempatnya apik sekali! Suasana monokromnya itu lhoo

    ReplyDelete
  2. sering kutemui cafe dengan dinding dan interior seperti ini
    bisa jadi ini memang konsep industrial, bisa juga hemat biaya cat
    heuheuheu

    ReplyDelete

Post a Comment