Wednesday, 20 January 2021


"Nasinya hangat dan pulen, dibungkus dengan daun pisang membuat aromanya semerbak kemana-mana. Dimakan dengan lauk daging sapi nan empuk dengan berbagai macam lalapan. Gurih dan rasanya unik. Apalagi ditambah sambal dadak yang pedas. Maknyus... !".

Meskipun telat ngucapin selamat tahun baru 2021 di blog, gak apa-apa. Daripada gak sama sekali ngucapin kepada para pembaca setia blog ini. Tulisan pertama saya di tahun 2021 sekaligus review pembuka di awal tahun ini. Terasa lama sekali gak ngeblog dikarenakan awal tahun lagi sibuk-sibuknya pindahan rumah, beradaptasi dengan suasana baru. Belum lagi kerjaan kantor yang tau sendiri di awal tahun banyak laporan yang harus diselesaikan. 

Sampai saat ini juga kalian sudah tau pandemi Covid-19 masih menghantui kita. Sudah banyak korban yang berjatuhan dari tenaga kesehatan sampai masyarakat umum. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari bencana. Amin. Biar imun kita selalu terjaga, kita bahas tentang kuliner saja. Namanya makan itu bisa menghibur diri lhoo. Gak percaya, buktikan saja !.

Kembali ke laptop !.




Sudah lama gak datang ke Panyawangan Resto lagi. Pertama kali kesini sekitar 2017 lalu. Cukup lama juga ya. Ceritanya sempat saya tulis di blog, bisa kalian mampir nantinya. Kesan pertama kali kesini dulu, saya puas banget. Menu-menu hampir semuanya enak. Kesan temen-temen juga kebanyakan suka sama tempat dan menunya. God Job buat Panyawangan Resto. 

Baca juga disini : Bersantai di Panyawangan Resto

Beda dulu beda sekarang. Alasan saya datang kesini lagi karena penasaran dengan Timbel Gepuknya. Kata temen menu satu ini enak banget. Rekommended buat dicoba bila datang kesini. Biar percaya dan gak penasaran lagi, saya coba memesan satu porsi Timbel Gepuk. 

Oh ya, saya datang kesini gak sendirian. Saya bareng temen satu kantor. Akhir tahun kemarin kami berencana nyari tempat makan siang yang kece dan nyaman di sekitaran Lombok Barat. Akhirnya jatuhlah pilihan ke Panyawangan Resto. 

Biar gak terlalu panjang saya menuliskan jalurnya disini, lokasinya bisa dilihat di google maps. Tepatnya resto ini berada di daerah Bengkaung, Sandik, Lombok Barat. Kurang lebih lima belas menit dari kantor di pusat Kota Mataram. Berada di atas perbukitan, membuat tempat ini sangat nyaman dengan udaranya yang sejuk. Kondisi jalannya juga sudah aspal mulus  berkelok dan sedikit menanjak. Buat kita yang membawa mobil harus ekstra hati-hati. Jangan salah atur gigi kopling !. 




Panyawangan Resto sudah lima tahun buka. Namanya pun gak pudar oleh waktu. Dibandingkan tempat lain yang sudah pernah saya review dan kebanyakan sudah gulung tikar, tapi resto ini selalu disebut-sebut oleh kebanyakan orang. Menu-menu ditawarkan juga gak pernah buat para pengunjung kecewa termasuk saya sendiri. Apa saja menu-menunya, sabar dulu ya !. Kita review tempatnya dulu.

Ukuran resto ini gak terlalu besar dan luas. Tempat duduknya dibagi dua ruang. Ada bagian indoor dan outdoor. Meskipun gak terlalu luas, tapi pemandangan yang dimiliki sangat kece sekali. Bila menghadap ke arah barat, kita bisa melihat perbukitan Batu Layar dan lautan. Keren buat menunggu sunset disini. Bila menghadap sebelah utara, kita bisa melihat perbukitan hijau. Apalagi sekarang ada destinasi wisata baru bernama Taman Langit Lombok yang jalurnya satu arah dengan resto ini. 

Kami memilih tempat di dalam saja biar bisa bareng-bareng satu meja. Suasana di ruang dalam cukup lengang karena hanya rombongan kami saja. Sedangkan pengunjung lainnya berada di meja luar. Buat saya sih lebih santai duduk di luar daripada di dalam karena sambil menikmati hidangan, kita bisa melihat pemandangan kece. 

Lirik kanan-kiri, saya melihat resto ini menyiapkan tempat cuci tangan dan handsanitaizer. Saat sekarang hal ini wajib dilakukan untuk mencegah kita dari penularan virus Covid-19. Sebelum makan, kita bersihkan tangan dulu dengan mencuci tangan pakai sabun atau handsanitaizer.




Sampai juga di topik utama yaitu menikmati Timbel Gepuknya. Kok ada menu khas Sunda di resto ini ?. Sebagai informasi, pemilik resto ini orang asli Sunda. Para karyawannya pun saat berbicara menggunakan logat Sunda atuh mah. Dari suasana dan udara disini, sangat cocok memang dengan menu khas Sunda. Berasa seperti di daerah Puncak Bogor atau Ciwidey,Kab.Bandung, hahaha.

Saya sendiri memilih menu Timbel Gepuk karena penasaran dengan rasanya. Sebelumnya tau dari temen-temen yang katanya Timbel Gepuk disini enak banget. Gak mikir dua kali, langsung saja bilang tetehnya Timbel Gepuk dan segelas es kopi susu. 

Menu makan siang Timbel Gepuk saya rasa pas banget. Timbel Gepuk merupakan masakan khas Sunda yang terdiri dari nasi yang dibungkus dengan daun pisang sehingga memiliki aroma yang super duper lezat. Ini pertama kalinya saya mencicipi jenis masakan khas Sunda ini. 

Yang masih penasaran dengan apa sih Timbel Gepuk ?. Konon katanya Timbel Gepuk atau nasi timbel awalnya dibuat sebagai bekal para petani di ladang. Agar lebih peraktis, nasinya dibungkus dengan daun pisang. Sebagai pelengkap, ditemani dengan tahu, tempe, sayur asem, lalapan dan sambel dadak. Daging empalnya disajikan dengan taburan serundeng dan bawang goreng di atasnya. Teksturnya super duper empuk dan mudah disuwir. 

Soal rasa gak perlu diragukan lagi. Rasanya gurih dan manis. Saat gulungan daun pisang dibuka, aroma wangi nasinya tercium. Nasi putih yang pulen ini makin menggoda karena berbaur dengan aroma daun pisang yang wangi. Disuap bersama sambel dadak yang disajikan di atas piring. Ditambah lalapan segar.

Gak sadar karena enaknya, nasi timbelnya ludes. Ini karena emang laper atau doyan ya ?. Beda-beda tipis lah. Apalagi ditemani dengan sambel dadak dan sayur asem, membuat nafsu makan semakin bertambah. Cuaca siang itu juga agak sedikit mendung. Lengkap sudah makan siang hari itu, ditemani dengan segelas es kopi susu sebagai minuman penutup pula.

Soal harga sih menurut saya lumayan mahal juga ya. Satu porsi Timbel Gepuk diberi harga 45ribu. Saya kurang tau juga, apa emang di tempat asalnya harganya memang segitu ?. Mungkin ada bisa bantu menjawab ?. Menurut saya sih kemahalan, tapi balik lagi ke si pemilik resto. Mungkin ada alasan tertentu yang membuat menu satu ini lumayan mahal. Tapi gak apa-apa, biarpun harganya lumayan, soal rasa gak mengecewakan. Apalagi restonya yang kece, buat kita-kita pengen balik lagi kesini. 




Saya gak bisa satu per satu mereview menu yang ada. Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat foto di atas untuk daftar menu dan harganya. Rekommended buat kalian yang sedang bingung mau makan dimana. Panyawangan Resto bisa kalian jadikan referensi kuliner di tahun ini (bukan endorse).

Bila kalian masih penasaran sama review tempat dan menu-menu disini. Kalian bisa mampir di tulisan saya sebelumnya tentang Panyawangan Resto. Link nya ada di atas. 

Over all, meskipun saat ini banyak sekali resto atau tempat nongkrong yang ngehits di Pulau Lombok, Panyawangan Resto selalu eksis sampai sekarang. God Job !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Maps Panyawangan Resto

6 comments:

  1. Manteep besok aku pesen ini kaloq main ke Penyawangan lagi.

    ReplyDelete
  2. Auto ngiler, manalagi pas di bagian ada Sambal Dadak.
    Makan pun jadi semangat 45.
    Kapan-kapan, wajib mampir ni di restonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jgn lupa ngajakin klo ksana. Kumpul2 breng keluarga

      Delete
  3. udah lama enggak ke panyawangan
    ternyata tempatnya masih sama

    ReplyDelete