Touring 9 Jam Keliling Sekotong, Lombok Barat


Siapa yang gak kenal Pulau Lombok. Salah satu surga dunia di Indonesia yang memiliki paket lengkap. Pantai, gili, taman bawah laut, air terjun, gunung, budaya, desa wisata, kuliner dan event. Semuanya bisa kalian temukan di Pulau Lombok. Banyak yang menyebut Pulau Lombok dengan sebutan Hawainya Indonesia. Deretan pohon kelapa di sepanjang pantai dengan gulungan ombak yang kece abis, membuat julukan itu masih terasa sampai sekarang. Kita yang tinggal di Pulau Lombok harus bangga tinggal di pulau sekece ini.

Sayangnya, di pertengahan tahun ini harga tiket pesawat ke Pulau Lombok membuat kita tepok jidat. Tadinya Surabaya - Lombok bisa terjangkau kisaran 200 ribuan, sempat tembus tiga kali lipatnya bahkan hampir di angka jutaan. Keren atau Kere nih? Bisa dibilang harga tiket pesawat masih tergolong mahal untuk saat ini.

Tapi tenang saja, kalau harga tiket pesawat masih mahal,  kita bisa memilih alternatif lainnya. Ke Pulau Lombok bisa menggunakan kapal laut dan bus, meskipun membutuhkan waktu agak lebih lama dibandingkan pesawat pastinya. Walaupun harga tiket pesawat masih mahal, saya yakin yang datang ke Pulau Lombok semakin bertambah. Amin.

Di dalam tulisan kali ini saya akan berbagi pengalaman dengan cerita saya mengelilingi bagian barat Pulau Lombok dengan motoran alias touring kecil-kecilan. Touring adalah kegiatan yang saya bareng istri sukai. Memiliki istri yang doyan jalan-jalan, membuat semangat touring saya tetap terjaga. Beberapa bulan yang lalu kami berdua berhasil mengelilingi beberapa destinasi wisata yang berada di daerah Sekotong dengan melewati jalur baru pastinya.

Mengexplore Alam Sekotong, Lombok Barat. Semakin pengen ke Pulau Lombok rasanya kalau melihat dan mendengar ada destinasi wisata baru bermunculan. Berangkat dari rumah sekitar jam sembilan pagi. Untungnya cuaca di Lombok saat itu lagi cerah berawan. Gak panas dan gak mendung, lumayan adem pokoknya.

Menggunakan motor kesayangan yaitu Si Blue, kami berdua mempersiapkan apa saja keperluan yang dibutuhkan selama perjalanan seharian nanti. Setelah kami rasa sudah siap dan gak ada ketinggalan, kami berdua langsung tancap gas. Kenapa kami memilih untuk touring ke daerah Sekotong ?. Daerah ini sedang naik daun karena salah satu destinasi wisatanya sedang ngehits yaitu Buwun Mas Hill. Sebuah perbukitan hijau dengan latar belakang laut selatan Pulau Lombok. Gak hanya itu saja, masih ada destinasi lainnya yang gak kalah cantik dan kece. Mau tau apa saja, kalau mau jangan diskip yaak !.

Melewati jalur By Pass Kota Mataram - Bandara Internasional Lombok (ZAM) dengan kondisi jalan yang lapang dan bebas macet. Untuk menuju ke Sekotong, kita menuju jalur ke Kota Gerung kemudian lanjut ke arah Pelabuhan Lembar (penyeberangan ferry Lombok - Bali). Sekitar dua ratus meter sebelum Pelabuhan, kita bertemu dengan sebuah pertigaan. Dimana kalau mengambil jalur lurus ke arah pelabuhan, sedangkan ke kiri menuju arah Sekotong.








Perjalanan semakin asyik dengan melewati perbukitan hijau dengan jalan yang berkelok-kelok. Setelah pertigaan, sekitar lima kilometer kita bertemu lagi dengan pertigaan. Kalau lurus kita menggunakan jalur Sekotong atas, sedangkan belok ke kanan kita menggunakan jalur Sekotong Bawah. Sebenarnya ini hanya pilihan saja. Bedanya, jalur Sekotong atas lebih cepat sampai tapi melewati jalur berkelok-kelok naik turun perbukitan, sedangkan jalur Sekotong bawah waktunya lebih lambat tapi bisa menikmati pemandangan Teluk Lembar dan pelabuhan. Kami menggunakan jalur Sekotong atas biar mempercepat waktu saja.

Gak butuh waktu lama, kami sudah sampai di pertigaan daerah Sekotong Barat. Kami belok ke kanan menuju arah Pantai Elak-Elak. Ya tujuan pertama kami yaitu Pantai Elak-Elak. Melewati tempat penyeberangan menuju Gili Nanggu dan Gili Kedis. Jalur pesisir pantai utara Sekotong yang indah dengan laut birunya berlatar belakang deretan gili-gili dan Puncak Gunung Agung, Pulau Bali. 

Perjalanan dari rumah sampai di Pantai Elak-Elak memakan waktu satu jam lebih. Pantai Elak-Elak berada di sebelah barat dari Gili Nanggu dan Kedis. Untuk masuk ke pantai ini agak membingungkan. Bagi kita yang sudah sering ke pantai ini gak masalah dibandingkan sama yang belum pernah sama sekali. Patokannya, setelah melewati penyeberangan Gili Nanggu dan Kedis, kemudian melewati Hotel Sundancer. Sebelum sampai di kantor perikanan, di sebelah kanan ada jalan tanah berpasir penuh dengan deretan pohon kelapa menuju pantainya. Pintu masuk dan jalurnya gak terlalu wah bila dibandingkan dengan pantainya yang kece. Pasir putih, air laut toska jernih, dan ada sebuah gili yang bila air laut sedang surut, kita bisa menyeberanginya dengan berjalan kaki.

Asyiknya, di pantai ini banyak pohon-pohon yang rindang. Jadi jangan khawatir kepanasan dan kulit gosong. Pagi itu pantai ini masih sepi pengunjung. Jadi kami berdua bisa bebas mengexplore. Melihat pasirnya yang putih dengan air laut yang tenang dan jernih kehijauan, saya tergoda untuk berenang. Sayangnya saya gak membawa pakaian ganti. So..dskip dulu saja renangnya. Bad News-nya, pantai ini sudah banyak sampah. Ini bukan Hoax atau ngada-ngada. Faktanya memang banyak sampah saat itu. Untuk teman-teman Pokdarwis disana, mungkin saran saya perlu dilakukan kegiatan bersih pantai secara rutin lagi demi menjaga keindahan pantai kita dan bebas dari namanya sampah. Kalau ada kegiatan, undang-undang yaak! Hahaha.

Setelah menikmati keindahan pantai sambil foto-foto selfie, kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Jurang Maling. Pantai ini berada di deretan pantai selatan Sekotong. Kami melanjutkan perjalanan menuju arah barat Pantai Elak-Elak. Sepanjang perjalanan kami masih dimanjakan oleh pemandangan surga dunianya Pulau Lombok.



Sebelah kiri kami yaitu perbukitan hijau, sedangkan sebelah kanan yaitu deretan gili-gili yang jumlahnya sangat banyak di daerah Sekotong ini. Ada Gili Gede, Gili Poh, Gili Asahan dan masih banyak lagi. Pantulan sinar matahari yang lumayan terik siang itu membuat air pantai sepanjang perjalanan berkilau seperti kilauan emas, Asyiik. Jalan yang kami lalui sejauh ini cukup mulus, aspalnya kualitas kelas atas broo. Kerennya lagi, hanya kami berdua yang berada di jalur ini. Hanya sesekali saja berpapasan dengan kendaraan lain dan warga sekitar. Sisanya surga dunia milik kita berdua,Asyiiik.

Gak terasa, sampai juga kami di daerah Pelangan. Posisi kami sudah semakin ujung barat Pulau Lombok. Di daerah Pelangan, kami bertemu dengan pertigaan lagi. Bila kita belok ke kanan, kita akan menuju daerah Bangko-Bangko (paling ujung barat Pulau Lombok). Sedangkan belok ke kiri, kita akan menuju salah satu pantai yang sudah terkenal sampai dunia. Siapa lagi kalau gak Pantai Mekaki. Pantai ini pernah menjadi tuan rumah event internasional yaitu Mekaki Marathon beberapa tahun belakangan ini.

Kurang lebih memakan waktu lima belas menit dari pertigaan Pelangan, kami sampai di pertigaan lagi. Apabila kita mengambil jalur lurus, kita sampai di Pantai Mekaki. Bila kita berbelok ke kiri, kita menuju jalur selatan Sekotong. Ini merupakan jalur baru yang baru selesai pengerjaannya. Jalur aspal yang berbukit-bukit dengan pemandangan yang jauh lebih indah dibandingkan jalur utara Sekotong. Bagi kalian yang penasaran dengan cerita Pantai Mekaki, bisa klik link postingan saya di bawah ini.

Cerita Pantai Mekaki --> Duet Trip ke Pantai Mekaki








Berhubung gak mampir di Pantai Mekaki, kami melanjutkan perjalanan menuju jalur selatan Sekotong. Disini jalurnya berkelok-kelok dan menanjak. Jalur ini baru selesai dikerjakan sekitar dua tahun yang lalu. Di saat lagi proyek pengerjaan, saya sempat datang kesini. Kondisinya masih sebagian jalur tanah dan berbatu. Berbeda dengan sekarang yang sudah full aspal sampai Desa Buwun Mas. Disini kondisi jalannya lebih mulus dan baik. Lebih sepi lagi broo. Buat tidur di tengah jalan juga bisa dan aman,hehehe.

Sepanjang perjalanan, kami dimanjakan oleh pemandangan perbukitan hijau dan laut lepas bagian selatan Pulau Lombok. Ternyata jalannya berada di punggung perbukitan. Meskipun angin cukup kencang, sampai motor kami oleng oleh angin, kami cukup menikmati perjalanan saat itu. Yang saya suka dari jalur ini yaitu pantai tebingnya. Pantai-pantainya mirip dengan pantai yang ada di Nusa Penida meskipun saya belum pernah ke Nusa Penida (semoga bisa kesana). Pantai bertebing dan jalan menuju pantainya cukup terjal. Semoga kedepannya pemerintah setempat bisa membuat jalur yang aman dan asyik buat pengunjung. Keren-keren lhoo pantainya.

Ada satu pantai yang menjadi perhatian saya saat itu yaitu Pantai Jurang Maling. Dari namanya serem juga ya, jurang maling. Jangan dibayangin beneran seram lhoo ya !. Meskipun dari namanya seram, tapi pantai ini kece lhoo. Untuk mencari pantainya gak susah. Pantainya berada di pinggir jalan besar antara Pantai Mekaki dengan Bukit Buwun Mas. Keindahan pantai ini bisa kita lihat dari air lautnya yang tenang berwarna biru toska, pasirnya yang putih nan lembut, banyak pohon yang membuat pantai ini cukup indah dan nyaman buat pengunjung. Mungkin di google belum ada yang bercerita tentang pantai ini karena saya belum menemukan artikel yang benar-benar membahas tentang pantai ini.

Dari cerita teman kami yang tau sejarah tentang pantai ini, pantai ini dulunya tempatnya para maling di Lombok bersembunyi. Dijadikan tempat persembunyian karena pantai ini penuh dengan semak-semak dan cocok sekali dijadikan tempat bersembunyi. Sudah rahasia umum, tempat ini dulunya rawan dengan namanya maling. Mungkin ada diantara kalian yang punya informasi berbeda, silahkan isi pendapat kalian di kolom komentar. Siapa tau bisa menjadi informasi tambahan dan bermanfaat.

Seiring berjalannya waktu, daerah Sekotong sudah semakin aman dan ramah oleh pengunjung. Buang jauh-jauh paradigma negatif seperti tadi yang banyak maling atau begalnya. Buktikan kalau Pulau Lombok itu aman dan jauh dari namanya kasus pembegalan dan maling. Mari kita sama-sama saling menjaga Pulau Lombok dari para penjahat yang ingin merusak nama Pulau Lombok di mata dunia. Gaasss.... !!!.

Gak terasa hari sudah siang menuju sore. Kami berdua menyepatkan mampir ke rumah sahabat kami di Desa Buwun Mas. Kebetulan dia bareng keluarganya ada di rumah. Sambil menyelam minum air, kami berdua diajak menuju Bukit Buwun Mas. Seneng dong rasanya. Dari rumahnya ke lokasi yang begitu jauh. Hanya memerlukan waktu setengah jam perjalanan saja. Apalagi di hari itu lagi sepi pengunjung, sayang dong dilewatkan kesempatan emas satu ini. Saya juga pernah bercerita tentang Bukit Buwun Mas. Link ceritanya bisa kalian klik di bawah ini.

Cerita Bukit Buwun Mas --> Spot Foto Tercantik Buwun Mas

Waktu sudah semakin sore, waktunya kami berdua balik ke Kota Mataram. Touring yang cukup mengasyikkan bersama pasangan hidup. Sejauh ini saya bareng istri menikmati perjalanan kami berdua saat itu. Perjalanan yang memakan waktu sembilan jam perjalanan. Berangkat dari rumah jam sembilan pagi dan sampai rumah lagi sekitar jam enam sore.

Touring pertama kami berdua setelah menikah. Ternyata lebih indah rasanya. Pas capek bawa motor ada yang pijetin dari belakang. Kalau ngantuk ada temen buat ngobrol. Laper ada yang suapin dari belakang.  Pasangan halal gitu looh.hahaha

Gak banyak yang bisa saya ceritakan di dalam perjalanan ini. Masih banyak destinasi wisata Sekotong yang gak sempat saya sebut satu-satu di dalam cerita ini. Mungkin yang pengen kepoin tulisan-tulisan saya tentang beberapa destinasi kece di Sekotong, bisa langsung cari ke daftar destinasi dan event.

Gimana menurut kalian, cukup menarik bukan keliling Sekotong seharian ?. Yang masih bilang ke Pulau Lombok itu mahal, masih banyak alternatif lainnya yang murah buat ke Pulau Lombok kok. Di kesempatan lainnya, saya akan bahas tentang tips dan trik murah ke Pulau Lombok edisi terbaru. Ditunggu saja yaa !.



Jalur Kota Mataram - Pantai Mekaki


Jalur Pantai Mekaki - Bukit Buwun Mas


Jalur Bukit Buwun Mas- Pelabuhan Lembar

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

Post a Comment