Friday, 21 June 2019

Jalan-Jalan ke Jember Naik Kereta 8 Ribu Rupiah


Mudik ke Banyuwangi akhirnya bisa jalan-jalan ke Kota Jember. Senang dong diajak ke Jember bareng keluarga istri. Apalagi perginya menggunakan "sepur" kereta api. Sudah lama gak naik sepur dengan penampilan baru.

Jadwal keberangkatan kereta api yang kami naiki yaitu pukul 10.30 pagi. Kami menaiki kereta api lokal yaitu KA Pandanwangi dengan rute stasiun Banyuwangi Baru - stasiun Jember PP. Tarif tiketnya sangat murah sekali yaitu 8 ribu per orang dengan fasilitas dari PT KAI yang oke dan waktu keberangkatan yang ontime.

Kami berangkat dari stasiun Rogojampi,  kebetulan rumah keluarga berada di Rogojampi. Saat itu kami bersembilan (saya, istri, adek-adek ipar dan bapak ibu mertua) #NgabsenDulu. Naik kereta jaman sekarang berbeda dengan jaman saya kuliah dulu. Dulu kalau mau naik kereta ekonomi, kita bisa beli tiketnya saat keberangkatan. Tapi kalau sekarang, harus pesen tiket dari jauh-jauh hari, minimal sehari sebelum keberangkatan. Bisa via online atau datang langsung ke stasiun. Kalau ngomongin enaknya, ya enakan kereta yang sekarang. Kalau sekarang kita pasti dapat tempat duduk. Sedangkan jaman dulu, bebas mau duduk dimana saja dan siap-siap bersabar kalau gak dapat tempat duduk karena penumpang penuh. Dari segi keamanan juga, jauh lebih aman kereta jaman sekarang. Tapi tetap harus berhati-hati guys. Orang jahat selalu mengintai. Waspadalah Waspadalah #GayaBangNapi







Oke.. Sebelum sampe di Jember, saya ingin menceritakan pengalaman naik kereta ini. Pengalaman pertama mencoba kereta Pandanwangi, langsung dibuat jatuh cinta. Fasilitas yang sudah cukup bagus dan murah lagi. Kereta lokal jaman sekarang saja sudah kece, apalagi kereta jarak jauh seperti KA Sritanjung, Mutiara Timur, Sancaka, Kahuripan dan masing banyak lainnya. Pasti keren semua, jadi penasaran ingin mencoba semuanya. 

Sudah lama juga saya ingin menulis tentang kereta tapi belum ada kesempatan. Ada juga yang request ke saya untuk buat konten video di youtube tentang kereta. Jawaban yang sama, masih belum ada kesempatan. Nulis saja dulu sambilan belajar buat video. Suatu saat pasti buat video di youtube seperti youtuber-youtuber transportasi kece yang sudah terkenal. #CurhatColongan

Setengah jam sebelum kereta datang, kami sudah sampai di stasiun. Setelah e-boarding, petugas mempersilahkan kami untuk menunggu di ruang tunggu penumpang. Keren ya pelayanannya, sudah mirip seperti di bandara. Ada check in dan boarding segala. Si pengantar juga gak diijinkan masuk ke ruang tunggu penumpang. Salut buat PT KAI.

Sambil menunggu kereta datang, gak lupa foto-foto dulu suasana mudik di stasiun. Stasiun Rogojampi termasuk stasiun kecil tapi ramai penumpang karena berdekatan dengan Kota Banyuwangi. Meskipun di Kota Banyuwangi ada stasiun besar juga yaitu Stasiun Karangasem, Stasiun Rogojampi posisinya lebih strategis. Dekat dengan Bandara Blimbingsari, destinasi wisata seperti De Djawatan, Pantai Pulau Merah dan pasar besar (menurut saya sih). Penumpang yang akan ke Jember atau ke Pelabuhan Ketapang, bisa naik kereta lewat stasiun ini. Apalagi jarak dari bandara ke stasiun ini bisa ditempuh sekitar sepuluh menit saja. Bisa menggunakan ojek online atau kendaraan sewaan.

Perjalanan kereta dari stasiun Rogojampi ke stasiun Jember memakan waktu tempuh dua jam. Dengan harga tiket kereta 8 ribu saja, kita bisa jalan-jalan ke Jember. Murah meriah. Rekommended buat kalian yang akan ke Banyuwangi dari Jember dengan budget pas-pasan, bisa menggunakan kereta ini. Dijamin gak buat kantong bolong.






Setengah jam berlalu, kereta yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Sesuai dengan jadwal kedatangan yang tertera di tiket, ontime mas broo. Dari kejauhan KA Pandanwangi terlihat. Petugas stasiun memberi peringatan kepada penumpang agar gak berdiri terlalu dekat di sisi peron. Bel khas kereta terdengar menandakan kereta sudah tiba. Para penumpang sudah bersiap-siap memasuki gerbong. Ada yang bawa tas ransel, kardus berisi oleh-oleh dan barang-barang lainnya. Keceriaan mereka terlihat saat kereta datang. Sudah gak sabar berjumpa dengan keluarga di kampung halaman. Begitu juga dengan saya, seneng banget. Ini pertama kalinya saya dan istri naik kereta bareng. Sudah lama saya menunggu moment-moment seperti ini.

Setelah kereta berhenti dengan sempurna. Kami segera masuk ke dalam gerbong. Kami sekeluarga dapat gerbong pertama. Gerbong yang paling depan, persis di belakang lokomotiv. KA Pandawangi termasuk kereta ekonomi lokal tapi setelah masuk ke dalam ruang gerbongnya, adem tenan rek. Kursinya juga sudah mengalami perubahan. Lumayan agak sedikit empuk dengan formasi kursi seperti dulu 3-2. Ruangannya juga bersih, wangi dan nyaman. Gak ada penjual dan preman yang masuk seperti dulu. Penjagaannya ketat dari bapak-bapak petugas kereta. Salut kedua kali buat PT KAI, kece bener.

Setelah kami duduk di kursi masing-masing, ada perasaan puas bisa naik kereta ini. Puasnya dapat pelayanan yang baik dari pemesanan tiket sampai duduk manis di dalam kereta. Duduknya bareng istri tersayang lagi. Bapak ibu mertua mah lewat, uppsss.. Mereka ada disamping saya ternyata, hahaha.

Gak menunggu lama,kereta segera diberangkatkan kembali. Pengen rasanya gak tidur dan menikmati perjalanan. Tapi namanya setan ganggu, ngantuk pun datang disaat yang gak tepat. Baru saja melintas di persawahan dan perbukitan, saya hampir tertidur. Untung saja akhirnya gak jadi tidur gara-gara kereta melewati sebuah terowongan yang cukup panjang di daerah Gumitir. Setelah kereta keluar dari terowongan. Pemandangannya keren banget dengan ribuan pohon pinus menemani di sepanjang jalan. Kereta berjalan agak sedikit lambat karena berada di tanjakan perbukitan hutan Gumitir. Ini yang membuat saya jatuh cinta dengan kereta api. Bisa melihat hamparan sawah dan perbukitan hijau khas Pulau Jawa.

Suasana di dalam kereta cukup hening karena banyak penumpang yang tertidur. Maklum saja perjalanan di saat lagi berpuasa dan siang hari pula, jam-jamnya orang tidur. Pantes saja saya ngantuk tadi, jadi ini salahnya setan atau emang jam tidur yaak? Hahaha. Setan kan dibelenggu di Bulan Puasa? #BenerJuga



Dua jam berlalu, petugas menginformasikan bahwa kereta akan segera tiba di stasiun Jember Kota. Kami segera bersiap-siap untuk turun. Alhamdulillah KA Pandawangi tiba dengan selamat di Stasiun Jember Kota. Waktu menunjukkan jam satu siang. Saya segera memesan Grab via aplikasi. Kami selanjutnya akan berkunjung ke rumah si mbah, salah satu keluarga yang tinggal di pinggiran Kota Jember. Dari stasiun gak begitu jauh ke rumah si mbah. Kurang lebih sepuluh menit, kami sudah sampai di lokasi.

Berhubung gak pake acara menginap dan malamnya langsung balik lagi ke Banyuwangi, kami harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Pengennya sih nginap, tapi waktu yang kurang bersahabat karena keesokan harinya yaitu Idul Fitri dan kami harus berada di Banyuwangi. Sudah melihat si mbah baik-baik saja, ada kelegaan di hati kami semua. Sehat selalu mbah dan semoga panjang umur biar di tahun depan kita bisa berjumpa lagi, Amin.

Setelah jenguk si mbah, saatnya jalan-jalan keliling Kota Jember. Gak banyak yang bisa saya lihat dari kota kelahiran Dewi Persik dan Anang Hermansyah ini. Waktu sudah menunjukkan jam empat sore. Tinggal satu jam lagi waktunya berbuka puasa. Bapak dan ibu mertua mengajak kami ke Transmart Jember. Katanya baru buka Bulan Januari kemarin. Semangat dong untuk datang kesana. Masih menggunakan jasa Grab, kami meluncur ke lokasi. Gak jauh juga, hanya lima belas menit sudah sampai di Transmart Jember. Untuk share lokasi, saya berikan di akhir tulisan ya atau yang sudah sering buka google maps, bisa langsung cari di aplikasinya.





Gimana keseruan jalan-jalan ke Transmart Jember ?. Seru banget dong.  Sesampainya di lokasi, kami segera menuju lantai tiga. Transmart Jember memiliki empat lantai, antara lain Ground, lantai satu, dua dan paling atas lantai tiga. Dimana lantai Ground banyak area kedai dan resto. Lantai satu dan dua yaitu Carefour dan lantai paling atas yaitu Trans Studio Mini.

Masih ada waktu satu jam kurang buat mencoba wahana di Trans Studio Mini. Kami mencoba "Crazy Taxi India" alias roller coasternya. Keliatannya bakalan seru dan menguji adrenalin kita. Setelah membeli point di conter tiket, kami segera unjuk gigi. Ini kali pertamanya saya mencoba roller coaster. Bila dibandingkan sama istri, kalah jauh mah. Ini wahana favorit istri. Heran juga saya, kok seneng banget yaak. Apa sih kecenya? Mari kita buktikan.

Bener saja, saat menaiki tangga menuju kereta yang akan mengantarkan kita ke pintu surga eh salah. Mengantarkan kita berkeliling Trans Studio Mini maksudnya, hahahaha. Ada perasaan tegang dan penasaran. Ingin rasanya mendokumentasikan moment-moment ini, tapi istri gak mengijinkan. Katanya, berbahaya dan takutnya kamera yang saya pegang terjatuh. Oke.. Untuk moment-moment tegangnya saya gak foto atau videokan. Saya bareng istri memilih duduk di bagian tengah,sedangkan bapak mertua dan adek-adek duduknya ada di paling depan  dan belakang. Setelah semua penumpang kereta siap di tempat duduk mereka masing-masing dan sabuk pengaman sudah dieratkan, petugas memberikan aba-aba.

Ready ? Goooo....

Puteran pertama, kereta melanju sangat pelan. Rel lintasan menanjak dan di ujung rel, lintasan berubah menjadi menurun dan terjal. Kecepatan kereta melaju sangat cepat.  Lintasan berubah menyeramkan. Berkelok-kelok dengan tajamnya. Beda banget dengan kereta api yang kami naiki dari Banyuwangi ke Jember. Ini mah mengantarkan kita menuju maut. Suara teriakan menggema di seluruh Trans Studio. Istri yang duduk bersebelahan dengan saya, tertawa melihat ekspresi wajah saya yang sangat tegang. Sesekali saya teriak dengan menyebut "Emak, Emak, Emak minta Angpao". Si istri mah sudah biasa naik seperti ini, lah saya baru pertama kali dan lagi puasa pula.

Welcome to the Jungle !!!

Yang seremnya, lintasan roller coasternyana agak keluar dari gedung Transmart. Waaah, menakutkan. Saat berbelok keluar gedung, dari kejauhan terlihat jalan raya dengan kendaraan yang lalu lalang. Busyet, ini yang namanya roller coaster. Salam kenal deh, maaf lain kali saya gak akan mencobanya lagi meskipun gratis, ogah gah gah. 

Roller coster berputar sebanyak dua putaran. Disaat lintasan yang sama, kecepatan semakin cepat saja. Saya selalu memejamkan mata disaat kereta meluncur di lintasan terjal. Tapi percuma, seluruh badan tetap terasa jatuh dan seakan-akan akan terlempar ke luar gedung Transmart seperti di film-film. Gak kebayang dah kalau saya terlempar ke luar gedung, pasti mirip seperti Hulk yang dilempar sama Thanos. Nabrak dinding gedung yang lain sampai roboh, keren. #KebanyakanNontonAvenggers

Saat yang dinanti-nanti akhirnya tiba juga. Roller coaster berhenti dan permainan selesai. Saya langsung rebahan di peron roller coster. Kepala rasanya muter-muter dan perut terasa mual. Pengalaman pertama saya mencoba wahana ini dan gak akan nyobainnya lagi. Melihat saya rebahan di pinggiran roller coaster, yang lainnya pada tertawa terbahak-bahak. Adeeh, saya kena bulyan mereka.





Setelah mencoba roller coaster sampe mual muntah, kami sekeluarga mencari tempat berbuka puasa. Sebentar lagi waktu buka puasa tiba, kami memilih untuk berbuka di Warung Upnormal yang berada di lantai Ground. Suasana pengunjung Transmart sangat ramai untuk berbuka puasa disini. Banyak pilihan resto atau kedai, tapi kami menjatuhkan pilihan di Warung Upnormal. Saya mengenal kedai ini memiliki menu yang cocok dilidah dan harganya relatif murah. Warung Upnornal sudah memiliki cabang hampir di kota-kota besar di Indonesia. Pertama kali nongkrong di kedai ini yaitu cabangnya di Kota Denpasar

Bisa mampir di postingan ini --> Warung Upnormal Renon Denpasar

Saya memesan Nasi Goreng Spesial Upnormal dan minumnya Es Cappucino. Untuk nasi gorengnya lumayan enak. Seperti nasi goreng biasa dengan penambahan telur setengah mateng di atas nasi gorengnya. Belum lagi nasi gorengnya dicampur dengan telur orak-arik, menambah kesan nasi goreng ini serba telur. Saya suka jenis nasi goreng seperti ini. Bumbunya pas dan terhidang sangat cepat. 

Untuk minumnya Es Cappucinno, rasanya standar seperti Cappucino biasanya. Saya suka dengan penyajiannya. Gelas Plastiknya bagus dan ringan. Jadi gak khawatir kalau terjatuh dan pecah. Dari pelayanan cukup oke dan karyawannya ramah-ramah. Desain gerainya juga keren. Kedai jaman Now banget.

Setelah acara buka bareng selesai, kami siap-siap menuju ke terminal Jember. Balik ke Banyuwangi kami memilih untuk menggunakan bus ekonomi. Saya lupa namanya karena sudah malam dan busnya lumayan ekonomi banget. Jalan-jalan ke Kota Jember dengan waktu yang sangat singkat ternyata berkesan juga. Lain waktu, pasti balik ke kota ini dengan cerita yang berbeda.

Cerita liburan saya di Banyuwangi belum selesai sampai disini. Masih banyak destinasi dan kuliner yang akan saya ceritakan di postingan selanjutnya. So...ditunggu saja ya. Yang suka kepoin akun instagram dan facebook saya pasti sudah bisa menerka mau cerita apalagi. So...tungguin saja guys dan jangan lupa dilike, share dan dikoment ya guys.





Penulis : Lazwardy Perdana Putra

10 comments:

  1. Yakin gak mau naik roller coaster lagi meski gratisan??? 😂

    ReplyDelete
  2. Ikutan jatuh cinta sama foto2, cerita dan makanannya massss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks mas broo... Yg pnting gak jatuh cinta sama penulisnya hahahaha jijay

      Delete
  3. Kalau ada slot naik roller coaster gratisan bisa dilempar ke saya saja Mas 😄

    ReplyDelete
  4. Dah lama banget tidak pernah naik kereta api dan belum pernah ke kota Jember atau Banyuwangi :)

    ReplyDelete
  5. wah udah lama nggak naik kereta jadi pengen naik kereta hehehe
    jadi hemat banget ya kalo ongkosnya cuma 8rb hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enaknya ada kereta ekonomi lokal sperti ini tp banyak org yg belum tau banget 😊

      Delete