Nongkrong Asyik di Berugaq Elen, Batu Layar


Nongkrong asyik di pantai sambil menikmati kelapa muda dan sunset atau nongkrong di sebuah cafe bareng teman-teman atau gebetan mungkin sudah hal yang biasa dilakukan. Menghabiskan waktu gak hanya itu saja. Kita bisa memanfaatkan waktu luang dengan berolahraga, membaca buku, menonton film dan lainnya (kegiatan yang positif).

Pengen bersantai tapi dengan suasana baru dan kece, ada gak ?. Jawabannya "ada dong". Nah hubungannya dengan beberapa hal di atas, saya punya tempat baru nih buat kita-kita yang bosan dengan rutinitas yang gitu-gitu saja.

Pulau Lombok memang gak ada habisnya untuk diceritakan yang bisa buat siapa saja tertarik untuk datang. Di Bulan ini (akhir Bulan Juli), saya menemukan tempat nongkrong yang bisa dibilang berbeda dari biasanya (menurut saya).

Tempat nongkrong yang kece,  sebut saja namanya Berugaq Elen. Berugaq Elen memiliki arti gazebo sejuk atau adem, hahaha lucu juga kalau diartikan ke Indonesia. Lokasinya berada di atas Bukit Batulayar,  Lombok Barat. Untuk menuju kesini, kalian bisa melewati Jalur Kota Mataram - Senggigi Beach.

Jalur menuju kesini gak susah kok. Bagi kalian dari Kota Mataram, kalian bisa memilih jalur ke Senggigi. Gak ada papan petunjuk menuju tempat ini. Jadi kalian harus baca baik-baik petunjuk yang saya tulis !.

Lanjut... !.

Setelah sampai di kantor Camat Batulayar, disamping kiri kantor camat, ada jalan kecil menuju Melase Hill dan Rara Villa. Kondisi jalannya sudah beraspal dan mulus. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, saat saya menulis tentang Rara Villa. Dimana kondisi jalannya dulu sangat menantang dan masih dalam proses perbaikan.

Bisa baca di postingan : Rara Villa,Senggigi





Lain dulu lain cerita sekarang. Dimana jalur menuju lokasi sudah mulus. Jangan senang dulu mbak bro. Jalur yang kita lalui masih cukup menantang, walaupun sudah beraspal mulus. Karena trek jalurnya menanjak dan berkelok-kelok, dibutuhkan kondisi kendaraan yang prima. Kita bisa menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun empat. Berhubung ini jalur pedesaan, gak ada akutan umum menuju ke lokasi. 

Jalurnya pun sering digunakan oleh para pecinta olahraga ekstrem yaitu skateboard. Bila menjelang sore, para pecinta skateboard sudah bersiap-siap untuk meluncur. So, yang kebetulan melintas harap hati-hati ya, soalnya mereka meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi. Saya saja pengen nyoba olahraga ini, pengen beli alat skateboardnya. Harganya berapaan yaak ? Malah ngebahas skateboard,hehehehe. 

Kembali ke laptop !

So, lokasinya berada sekitar dua ratus meter sebelum Rara Villa. Sebuah warung sangat sederhana yang berada di atas perbukitan. Pemiliknya bernama Haji Basar, seorang warga asli Batu Layar. Saya memanggilnya Pak Haji. Beliau bercerita kalau tempat ini sudah lama ada. Tempat ini dijadikan warga lokal atau pengunjung yang kebetulan lewat untuk bersantai sejenak sambil menikmati pemadangan. Tapi saat ini, beliau menambahkan beberapa fasilitas untuk siapa saja yang datang, betah berlama-lama nongkrong.

Selain bangunan warung, ada beberapa gazebo yang dibuat dari potongan bambu dan rotan. Gazebonya pun unik, gak ada atap dan dibangun di pinggir tebing. Lokasinya persis di pinggir jalan raya. Ada empat gazebo yang beliau buat untuk tempat pengunjung bersantai.  





Sabtu Sore

Saya bareng Mas Junk dan Ocha, sengaja datang agak siang biar dapat tempat duduk. Kami bertiga menggunakan sepeda motor. Suasana sore itu cukup cerah, meskipun jalur menuju Senggigi sedang macet-macetnya. Saya pun heran sekarang ini sering sekali terjadi kemacetan di jalur menuju Senggigi. Bangga sih iya, tapi prihatin juga ada. Prihatinnya, Pulau Lombok yang kita kenal memiliki udara yang sejuk dan polusi udara yang sedikit, saat ini sudah mirip seperti Jogya atau Denpasar. Bangganya, sudah banyak orang yang datang ke Pulau Lombok. 

Setelah bebas dari kemacetan, gak lama lagi kami sampai di lokasi. Melewati jalan yang menanjak dan berkelok-kelok, gak terasa kami sudah sampai di atas bukit. Bagian barat, pemandangan laut Selat Lombok yang sangat indah. Pantai Senggigi terlihat jelas dari sini. Sedangkan di sebelah timur, kita bisa melihat pemandangan Kota Mataram dari atas bukit. Keren !.

Sesampainya di lokasi, sudah banyak pengunjung yang nongkrong. Wah ramai juga ya, gak nyangka jam segini sudah banyak yang datang. Mereka ada yang habis joging sore, nongkrong bareng temen-temen, ada yang sambil baca novel dan ada juga yang bareng gebetan. Mungkin kalau nongkrong bareng gebetan di jam-jam segini saya rasa kurang pas,hehehe. 

Kami bertiga mencari spot untuk bersantai. Untungnya kami mendapat tempat duduk yang pas. Pas untuk melihat sunset dan pas untuk melihat kelap-kelip hamparan lampu Kota Mataram saat malam harinya. Sepintas saya membaca sebuah tulisan yang sangat menarik. Ternyata di Warung Pak Haji Basar ada Wifi gratisnya lhoo. Wifi gratis tapi syaratnya harus belanja, hehehe. Pas saya coba, ternyata kenceng sinyalnya. Bisa download macem-macem nih (jangan ngeres dulu).




Namanya warung sangat sederhana, menu-menu makanan dan minumannya pun gak macem-macem. Kalau kalian nyari nasi goreng, pizza atau bebek goreng, mohon maaf gak ada disini. Warung Pak Haji Basar hanya menjual es kopi sasetan, kopi Sasak, berbagai macam jenis snack dan mie goreng (Indomie). Bagi yang gak doyan ngopi, disini ada kelapa muda juga lhoo. Soal harga mah, sangat sederhana dan ramah di dompet.

Kami memesan segelas es Nutri Sari, es Capucinno, Kelapa Muda dan Mie Goreng. Pak Haji Basar sangat ramah kepada kami dan pengunjung lainnya. Seperti sudah kenal lama sekali. Pelayanannya pun sangat cepat dan tepat. Apa yang kami pesan sesuai dengan apa yang dibuat. Salut buat Pak Haji, meskipun hidup seorang diri dan tinggal menyatu dengan warungnya, gak membuat Pak Haji berkeluh kesah. Justru karena punya jiwa seni, mengubah warungnya menjadi tempat yang sangat rekommended buat kalian kunjungi. Gak butuh modal besar kok. Yang penting pinter memilih lokasi, tekun dan doa, itu saja sudah cukup.

Cuaca sore itu cukup cerah, kami memutuskan untuk bermalam minggu di lokasi ini. Rasanya malas melakukan apa-apa selain menikmati sunset sambil duduk santai di atas gazebo. Semakin sore, para pengunjung semakin ramai saja. Senja yang cantik meskipun sunsetnya gak terlihat jelas.



Yang tadinya kami menghadap ke arah barat sambil memandangi lautan yang sangat luas. Gelap pun datang, kami berganti memandang ribuan cahaya lampu dari Kota Mataram di sebelah timur bukit. Banyak orang yang menyebut tempat ini "Bukit Bintang". Alasannya, karena ribuan cahaya lampu Kota Mataram mirip seperti bintang yang jatuh dari langit. Sungguh pemandangan yang sangat indah malam itu. 

Dari kejauhan kita bisa melihat sebuah bangunan yang memiliki cahaya paling terang diantara cahaya-cahaya lainnya. Itulah cahaya dari Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center. Masjid yang sudah menjadi ikon dari Pulau Lombok. Masjid terbesar dan termegah, kebanggaan masyarakat Pulau Lombok dan Sumbawa. 

Asyiknya lagi, disini udaranya gak begitu dingin. Yang ada kami merasakan angin pantai yang sepoi-sepoi menyentuh kulit dan rambut. Bagi yang hobi jepret-jepret, disini spot terbaik buat kalian kunjungi. Bisa dibilang paket lengkap, dapat pemandangan pantai, sunset, pemandangan Kota Mataram saat malam hari dan sunrise saat paginya. Kece gak tuh !

Ada rencana buat kami untuk bermalam disini suatu saat nanti. Sepertinya kalau ngecamp asyik kali yaak di Berugaq Elen "Bukit Bintang". Comming Soon !.

Setelah puas mengambil foto malam dengan berlatar Kota Mataram, kami bertiga memutuskan untuk pamit ke Pak Haji Basar. Pak Haji Basar yang sedang ngobrol-ngobrol bareng warga desa yang kebetulan sedang ngumpul menikmati suasana malam minggu, melempar senyum kepada kami. Gak lupa juga ucapan salam ketika pamit. 

Waktu menunjukkan jam sembilan malam waktu setempat, kami bertiga kembali ke Kota Mataram. Sejauh ini cerita kami bertiga di Berugaq Elen "Bukit Bintang" memuaskan dan kece. Rekommended buat kalian !

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

Post a Comment