Skip to main content

Keseruan Nonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta : Gianyar


Sebelumnya saya sudah menulis tentang pengalaman pertama saya nonton bola langsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Kalian bisa mampir di Bali United vs PSMS Medan. Kalau ditanya, "kok bisa sih sering banget nonton bola ke Bali ?". Bisa saja sih, soalnya saya kan suka bola, jawaban singkat jelas namun ngeselin,hehehehe. 

Dibilang seru, pasti seru banget. Nonton langsung ke stadion lebih berasa serunya dibandingkan hanya nonton di tipi saja (pake pe gak pake ep). Sorak sorai para suporter dan penonton lainnya gak ada henti-hentinya menggema sepanjang jalannya pertandingan. Apalagi nontonnya bareng kamu, lebih berasa seru dan romantisnya. Jarang-jarang kan kencan sambil nonton bola di stadion, Asyiiik. 

Lebih seru lagi kalau nonton di tribun yang isinya para suporter fanatik dari tim yang kita dukung. Panas-panasan, kalau ada pemain yang nyebelin, rame-rame kita sorakin dengan kata-kata yang sopan pastinya, kalau wasitnya curang, kita timpukin rame-rame,hehehe..jangan dong. 





Oke...Ini lanjutan cerita saya dari postingan sebelumnya (Warunk Upnormal). Waktu sudah menunjukkan jam sebelas siang. Masih ada waktu beberapa jam lagi sebelum pertandingan dimulai. Hanya memakan waktu satu jam perjalanan saja dari Kota Denpasar, saya sudah sampai di halaman parkir bagian timur Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Kali ini saya memilih untuk nonton pertandingan Bali United melawan Barito Putera dari tribun timur stadion. Ini adalah tribun reguler alias kelas ekonomi.

Selain murah meriah yaitu hanya 50 ribu saja, kita juga bisa merasakan keseruan menonton bareng para suporter fanatik dari Bali United yang gak lain yaitu "Semeton Dewata". Dibandingkan nonton di tribun VIP, tribun timur lebih ribut dan penuh sesak soalnya gak pakai nomor kursi. Belum lagi kita harus ikut bernyanyi meneriakkan lagu-lagu mars dari Bali United. Yang tadinya gak hafal, lama-kelamaan jadi hafal meskipun gak semuanya. Maklum, saya fans baru soalnya. Kapan-kapan nanti saya nyanyikan di chanel youtube saya,ditunggu saja,hehehe.

Suasana di luar stadion saat itu sudah ramai. Para penonton yang sebagian besar pendukung dari tuan rumah (Bali United) sudah berdatangan. Ada datang bareng sahabat, keluarga dan paling ngeselin, ada yang datang bareng gebetan. Bisa dilihat dari atribut yang mereka pakai, dari jersey dan syal yang bertuliskan Bali United. Stadion Kapten I Wayan Dipta, dibanjiri dengan warna serba merah sesuai dengan warna utama dari Bali United. Saya juga gak mau ketinggalan, memakai jersey kedua Bali United berwarna putih lengkap dengan syal yang terlilit di leher ala-ala oppa Kim Jong Hae.

Untuk mendapatkan tiket reguler, gak perlu ngantri panjang dan lama. Saat itu loket tiket masih sepi dan belum ada yang mengantri. So..saya langsung saja membeli satu tiket reguler seharga 50 ribu saja. Setelah tiket gelang reguler sudah di tangan, saya harus menunggu beberapa jam lagi untuk masuk ke dalam stadion. Di luar stadion, banyak sekali pedagang yang berjualan. Jadi, gak khawatir apabila kelaperan dan kehausan. Selain itu, banyak para pedagang kaki lima yang menjual souvenir Bali United. Sambil menunggu, saya mencari souvenir buat bokap dan adek-adek di Lombok.




Tepat jam empat sore, pintu masuk tribun timur dibuka. Antrian saat itu cukup panjang dan penuh sesak. Karena sudah terlanjur ada di antrian tengah-tengah, apa boleh buat, saya pun harus bersabar menunggu. Untuk masuk ke dalam stadion, gak perlu waktu yang lama. Para petugas sangat profesional memeriksa tiket dan barang bawaan para penonton, sehingga terlihat tertib dan teratur. Salut sama bapak-bapak petugasnya

Setelah di atas tribun, saya mencari tempat duduk yang enak untuk nonton. Gak terlalu jauh dan gak terlalu dekat dari lapangan pertandingan. Saat mencari tempat duduk, saya bertemu dengan teman baru. Namanya Ignas, berasal dari Flores, NTT. Si Ignas gak datang sendirian, dia bersama bapaknya yang saat itu sudah selesai berobat ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Asyiikk...saya gak sendirian nih nontonnya. Memang gak sendirian nontonnya, selain Ignas kan masih ada ribuan penonton lainnya. Iya iya,hehehe.

Pertemuan pertama kali, membuat kami berdua langsung akrab. Saking akrabnya, kami berdua sudah ada rencana untuk nonton lagi di pertandingan berikutnya. Ini baru keren, sama-sama anak bola,hehehe.




Serunya Pertandingan

Tepat setengah lima sore, saatnya memerahkan Stadion Kapten I Wayan Dipta. Para pemain memasuki lapangan. Bali United memainkan hampir seluruh pemain utamanya. Sedangkan dari Barito Putera, ada satu pemain yang membuat saya sedikit khawatir kalau dia dimainkan yaitu Rizky Pora. Tapi setelah melihat tim utamanya, gak ada terlihat nama tersebut. Agak lega buat sementara.

Wasit meniupkan pluit pertanda pertandingan babak pertama dimulai. Sorak-sorai para penonton menggema tiada henti. Nyanyian para suporter menambah atmosfer pertandingan semakin seru dan membuat bulu kuduk berdiri. Namanya pertandingan bola, serunya bukan hanya di permainan bolanya saja. Tanpa teriakan dan nyanyian suporter, pertandingan bola gak bakalan seru. Percaya deh. Apalagi kalau stadion penuh, lebih berasa nonton bolanya.




Cuaca saat itu cukup cerah, tapi wajah para pendukung gak secerah cuaca sore itu. Semua penonton tegang termasuk saya sendiri. Hampir berakhirnya babak pertama skor masih imbang tanpa gol. Kedua tim saling jual-beli serangan. Kebetulan juga, Bali United melawan tim yang cukup tangguh dari Pulau Kalimantan (Barito Putera). 

Lima menit sebelum berakhirnya babak pertama, gol yang kami tunggu akhirnya datang juga. Stefano Lilipaly berhasil menjebol gawang Barito Putera yang dijaga oleh penjaga gawang yang cukup keren di awal musim Liga 1 Gojek tahun ini yaitu Si botak Aditya Harlan. Para pendukung langsung jingkrak-jingkrak dan meneriakkan nama Lilipaly sang pencetak gol pertama Bali United saat itu. 

***
Waktu terus berjalan, babak kedua pun sudah dimulai. Langit sudah mulai gelap pertanda datangnya senja. Lampu sorot stadion pun sudah dinyalakan. Pertandingan di babak kedua lebih seru lagi. Barito Putera yang saat itu tertinggal satu gol, gak ada henti-hentinya melakukan penyerangan. Di Babak kedua, pemain Barito Putera yang saya khawatirkan dimainkan akhirnya masuk juga. Rizky Pora sang kreator membuat penyerangan Barito Putera semakin ganas. Lagi-lagi, para bek Bali United harus bekerja keras untuk menghadang laju bola dari Barito Putera. 

Saya pun sempat dibuat terdiam saat melihat kedua tim saling jual-beli serangan. Tepatnya di akhir pertandingan, Bali United berhasil menambah gol lagi dari sontekan kaki Yandi Sofyan. Luar biasa para pemain Bali United saat itu. Dan akhirnya Bali United memenangkan pertandingan dengan dua gol tanpa balas. Saya dan para pendukung lainnya sangat senang melihat tim kami menang dengan skor cukup telak 2-0. Lumayan nambah tiga point di kandang sendiri. 

Ngomong-ngomong, saya seperti komentator saja nih,hehehe. Pengalaman nonton langsung dari tribun yang berbeda menambah cerita traveling saya di Bali saat itu. Dapat teman dan sahabat baru lagi. Gak hanya jalan-jalan ke destinasi yang kece atau makan ke tempat yang keren. Menonton bola juga bisa menjadi hiburan dan cerita yang berbeda yang bisa kita ceritakan ke teman-teman pembaca setia lazwardyjournal.com.

Gak selamanya nonton bola di Indonesia itu diwarnai dengan keributan antar suporter. Dari Stadion Kapten I Wayan Dipta, kita bisa melihat gak adanya wajah kekhawatiran dari para penonton yang datang langsung ke stadion bareng keluarga mereka untuk menonton pertandingan sepakbola tertinggi di Indonesia. Dari anak-anak, sampai orang tua sangat senang dan semangat menonton tim kesayangan mereka bertanding tanpa adanya rasa takut.

Sukses Selalu Liga 1 Gojek Indonesia 2018 !.

Sampai bertemu di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Next Time... saya pengen nonton ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung atau Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya bareng kamu calon istri saya, ya kamu. Semoga diberi rezeki yang lebih dan kesehatan.Amiiin.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko