Saturday, 5 September 2026

Kencan di Atas Bendungan Meninting : Angkringan Dara


Dari judulnya saja agak geli-geli gimana gitu. Tapi beneran ceritanya ini saya dan istri tumben motoran berdua tanpa anak-anak karena mereka sedang sekolah. Sebenarnya ini ide dadakan yang direncakan malam sebelum tidur. Kebetulan hari Sabtu, saya libur kerja dan giliran nganter anak-anak sekolah. Biasanya habis anter anak sekolah, balik ke rumah bantuin istri ngurusin rumah. 


Tapi kali ini sepertinya lagi pengen ngajakin istri motoran ke tempat yang viewnya cakep. Banyak pilihan, tapi setelah diskusi sama si doi, akhirnya kami memilih untuk motoran ke salah satu tempat nongkrong baru yang ada di Lombok Barat. 


Jaraknya lumayan jauh dari rumah. Sekitar tiga puluh menit berkendara. Lokasinya ada di kawasan Bendungan Meninting. Berhubung waktu sangat terbatas, setelah nganter anak-anak sekolah, saya dan istri lanjut ke lokasi. 


Pas banget, cuaca lagi bersahabat dengan kami berdua. Setelah melewati padatnya arus lalu lintas Kota Mataram pagi itu, kami melalui jalur pedesaan yang cukup asri. Dari jalan besar, kami menyusuri jalan perkampungan yang masih padat karena kesibukan warga kampung pagi itu. Melewati pasar, sekolah dan tibalah kami di jalur persawahan dan perbukitan. Saya kurang tau nama bukitnya apa. Lebih jelasnya, nanti saya cantumkan di maps menuju lokasi tujuan kami. 





Udara pagi perbukitan yang sangat sejuk menyambut kami di sepanjang perjalanan. Jalanan yang berliku dengan aspal yang mulus. Gak begitu lebar tapi masih bisa antar mobil berpapasan. Saran saja, kalau mau motoran kesini, kondisi kendaraan harus  dalam keadaan baik karena jalanan sempit dan menanjak. Sempat kepikiran, pas perginya menanjak gini kebayang pas baliknya bakalan berhadapan sama jalur menurun yang cukup ekstrim. 


Kurang lebih lima ratus meter sebelum lokasi tujuan, ada pertigaan jalan dimana kalau belok kiri itu merupakan jalur menuju Bendungan Meninting dari pintu timur. Tapi karena sudah laper banget, kami mencari sarapan dulu. Mungkin nanti kalau masih ada waktu, kami bakalan ke kawasan bendungan. 


Singkat cerita, kami sudah sampai di lokasi. Namanya Angkringan Dara. Lokasinya di Dusun Murpeji, Desa Dasan Geria, Lingsar, Lombok Barat. Tepatnya satu jalur menuju Wisata Kampung Lebah Murpeji. 


Tempatnya cukup sederhana, tapi view dari tempat nongkrong ini cakep banget. Dari sini, kita bisa melihat Bendungan Meninting dari atas dengan latar belakang perbukitan hijau yang asri. 


Gak hanya view bendungan saja. Dari sini kita bisa melihat view Kota Mataram, Islamic Center Lombok, Masjid Hubbul Wathan dan gedung lainnya. Pasti kalau malam cakep banget bisa melihat jutaan lampu-lampu perkotaan. 


Dari informasi beberapa teman dan foto orang-orang di sosial media yang sudah datang kesini, saya pun jadi tertarik buat nyobain nongkrong disini sambil ngopi. Di lokasi yang sama, ada beberapa angkringan juga yang menjual view yang sama. Tapi saya pilih Angkringan Dara karena tempatnya cukup luas.


Setelah memarkirkan motor di area parkir yang berada di seberang angkringan, kami berjalan menuju area dalam angkringan. Suasana pagi itu masih belum ada pengunjung. Beberapa karyawan masih menata kursi dan meja. Ada juga yang sedang menyapu halaman. Sempat ragu, ini tempatnya sudah buka apa belum. 







Kami masuk saja dan pas bertanya ke mbaknya yang jaga, ternyata tempatnya sudah buka. Dari penampakan, beneran seperti tempat angkringan mahasiswa jaman saya kuliah dulu. Ada meja panjang dan kursi kayu. Atapnya dari bahan spandek sehingga gak panas. 


Meskipun sederhana, tapi viewnya sangat mewah. Meja kursinya terbagi beberapa tempat. Gak ada indoor, semuanya outdoor karena udara disini sudah sangat sejuk. Angin perbukitan yang sepoi-sepoi. Suara kicauan burung-burung menyapa kami. Deretan pepohonan yang rindang dan sapaan warga desa yang sedang melintas. 


Ada untungnya kami datang kepagian. Jadinya masih bisa bebas pilih tempat duduk. Selain ada meja kursi, angkringan ini juga memiliki beberapa berugaq (gazebo) yang berada di pinggir tebing dan langsung menghadap ke bendungan. Saya dan istri lebih memilih bersantai di berugaq yang ukurannya bisa untuk empat orang dewasa. 


Datang ke tempat secakep ini, sayang sekali gak ambil beberapa foto. Spot foto disini lumayan cakep. Kita bisa fotoan ala-ala anak muda atau prewed gitu. Fotoan berdua kayaknya lebih romantis kali ya, hehehe. 






Bendungan Meninting menjadi magnet bagi warga lokal maupun pendatang. Bendungan ini dibangun sekitar tahun 2019 sampai 2025 sekaligus diresmikan dan dibuka untuk umum. Bendungan ini berada di ketinggian sehingga pengunjung bisa melihat view Kota Mataram dari atas. Kapan-kapan kita review bendungan ini ya. 


Kembali ke laptop !. 


Kami memesan beberapa menu sarapan yang wajib dicoba. Ada nasi goreng ayam pakai telur, kebab, pisang cokelat, susu jahe dan es matcha. Pengennya sih pesen banyak tapi kembali lagi, kita pakai prinsip jalan-jalan hemat. 


Sambil menunggu pesanan datang, kami mengexplore tempat ini. Dari fasilitas umum yang ada seperti mushola, toilet, area parkir kendaraan, tempat duduk yang berada di pinggiran tebing. Tanaman hias dan pepohonan hijau yang rindang di halaman samping bangunan utama. Semuanya ada disini, bersih dan terawat. 


Mbak karyawannya juga ramah-ramah. Tapi pagi itu hanya ada dua orang saja. Satunya melayani pengunjung, satunya bersih-bersih area angkringan. 


Yang saya suka dari tempat ini yaitu gak kotor dan areanya tertata rapi. Sampah-sampah dibuang pada tempatnya. Berhubung angkringan ini berada di pinggir tebing, saya coba cek ke bawah tebingnya. Ternyata bebas dari sampah. Biasanya ada saja penjual atau pengunjung usil buang sampah ke bawah tebing seperti tempat lain. Gak boleh ditiru  !.


Pelayanan disini cukup cepat. Gak menunggu lama, pesanan kami sudah datang. Ada nasi goreng ayam dan telur. Mau dimanapun, paling suka menu sarapan nasi goreng meskipun menginap di hotel bintang lima, pasti nyarinya nasi goreng. Kalau gak gitu ya nasi bungkus, hehe. 







Nasi gorengnya cukup enak. Gak pelit bumbu dan pedasnya pas di mulut. Potongan ayamnya juga banyak. Ditambah toping telur mata sapi yang gurih. Ada sayurannya dan porsinya banyak. Dimakan bersama dengan kerupuk, maknyus. Harganya cukup murah yaitu 15 ribu saja. 


Ada juga kebab pesanan istri. Isian kebabnya sama seperti kebab pada umumnya. Ada telur dadar, potongan tomat, timun, sayuran dan diberi saus mayo atau sambel. Ukuran roti kebabnya juga besar dan dihidangkan hangat-hangat. Harganya hanya 8 ribu saja. 


Untuk snacknya, kami pesan pisang cokelat. Sangat gurih dan renyah di mulut. Ada rasa manis dari pisang dan cokelatnya. Porsinya juga cukup banyak. Pas banget dinikmati bersama minuman hangat. Harganya cukup murah yaitu 10 ribu. 


Kalau minumnya, kali ini saya gak pesan kopi. Lagi pengen minum yang hangat di tenggorokan karena udara disini cukup sejuk. Susu Jahe hangat pas banget. Sudah lama juga gak minum susu jahe. Pas diminum, enak banget di tenggorokan. Susunya juga gurih dan saya menikmatinya. Harganya 5 ribu kita sudah dapat menikmati secangkir susu jahe (sachetan). 


Es Matcha yang dipesan sama istri juga seger di tenggorokan. Es batunya gak begitu banyak juga jadinya rasa matchanya masih kuat. Saya sih gak begitu suka minum matcha, tapi pas cobain eh ternyata enak juga ya. Btw, ini matcha sachetan apa gak ya ? Hehehe. 


Harga makanan minuman disini gimana ?. Kalau saya disini harganya sangat murah. Rata-rata harganya dari 5 ribu hingga 35 ribu. Untuk tempat secakep ini, kalau bayangan saya pastinya harganya lumayan mahal karena yang dijual view. Tapi gak berlaku di Angkringan Dara ini. Semoga saja tetap pasang harga kaki lima tapi rasa bintang lima. 



Sambil menunggu anak-anak pulang sekolah, saya dan istri menikmati sarapan disini sambil ngobrol ngalor ngidul. Sudah lama juga gak kencan berdua. Biasanya pergi makan berempat sama anak-anak. Sekalinya kencan lagi, di angkringan ini sambil melihat view cakep dari atas Bendungan Meninting. Mengulang kembali masa pacaran dulu, hehehe. 


Untuk jam bukanya setiap hari dari jam enam pagi hingga malam hari. Pas banget datang kesini saat sore untung melihat sunset bareng teman, gebetan atau keluarga di rumah. Buat meeting juga cocok, mau ngerjain tugas sekolah, kuliah atau mencari inspirasi buat bahan tulisan juga cocok disini. 


Rute menuju tempat ini gak begitu susah. Kalian tinggal ketik Angkringan Dara di maps, ikuti saja apa kata mbak google mapsnya. Jangan lupa ketik alamat yang lengkap ya. Jangan sampai salah alamat  !. 


Penulis : Laswardy Perdana Putra

1 comment:

  1. Ok juga viewnya, kaya-nya gak rugi datang, santai sambil makan plus lihat pemandangan yang hijau...

    ReplyDelete