Menikmati Senja di Tempat Kemarin : Pantai Batas Senja Dua


Hari libur yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam (1 Muharam 1443 H) enaknya di rumah saja kali ya.  Lagipula rasanya pengen rebahan seharian, menghabiskan waktu di rumah bareng keluarga. Ketika lagi tiduran di kamar, ada bunyi whatsapp. Pas cek eh ternyata mantan bos dulu kirim pesan ke saya yang isinya undangan mampir di kedainya. Beliau bersama suami baru membuka kedai yang lokasinya di pantai. Wah, main di pantai lagi kita. 

Namanya Ibu Yanti, beliau memang sejak dulu doyan jalan-jalan sambil kulineran.  Pas kami pernah satu kantor, bisa dibilang beliau bersama suami sering mengajak saya dan teman-teman lainnya mengunjungi tempat yang kece-kece di Pulau Lombok. Seiring berjalannya waktu akhirnya beliau punya kedai sendiri yang terbilang nyaman dan menarik. 

Tepatnya sekitar jam lima sore saya, istri dan Si Kenzi bersiap-siap menuju lokasi. Cuaca sore cukup cerah dan angin gak begitu kencang.  Jalan dari rumah melewati By Pass Bandara Internasional Lombok (BIZAM)  menuju arah BTN Gunung Pengsong, setelah itu melewati Desa Kuranji dan Mapak dengan pemandangan persawahan. Disini jalannya agak kecil ya tapi sudah full aspal. Gak jauh dari Desa Mapak, lokasi kedai sudah dekat. Jarak menuju pantainya gak jauh lagi.

Adapun jalan lainnya menuju lokasi, kita bisa melewati jalan lingkar selatan bagi kaliah dari arah Kota Mataram. Menuju ke arah barat Gedung Asrama Haji, gak jauh dari situ kita bertemu jalan kecil sebelah kiri sebelum Pantai Gading. Belok kiri, masuk ke dalam perkampungan. Disana tanya saja Pantai Batas Senja 2. Warga sana pasti tau.  Btw, bingung gak dengan penjelasan jalurnya ?. Kalau masih bingung nanti saya cantumkan di google maps di akhir cerita. Sabar baca sampai habis !

Lanjut ! 




Menyusuri jalanan aspal dari BTN Pengsong sampai bertemu dengan pertigaan kecil di Desa Mapak. Kami berbelok ke kiri. Nah ini jalannya menuju lokasi tepatnya di Pantai Batas Senja 2. Unik kan namanya. Gak jauh juga dari lokasi atau di sebelah Pantai Batas Senja 2, ada pantai bernama Batas Senja 1 yang terlebih dulu ngehits. Katanya sih diberi nama tersebut karena disini tempat yang romantis untuk menikmati matahari terbenam. Hmmm, buat saya sih dimanapun pantainya kalau bersamamu pasti lebih romantis lagi, Asssyiik !.

Meskipun saya belum pernah ke Pantai Batas Senja 1 tapi Batas Senja 2 sudah mewakili lah karena bersebelahan. Kedua pantai ini bisa dibilang sedang ngehits di kalangan anak milenial yang hobi nyari tempat nongkrong bareng teman atau gebetan. Kalau pergi kencan kesini sih cocok banget tapi harus bawa dompet lhoo ya (buat kaum adam dimana saja berada). 

Menghabiskan waktu kurang lebih lima belas menitan (jalan pelan), kami sudah sampai di parkiran kendaraan. Mungkin karena bukan hari libur Minggu kali ya makanya pantai ini gak terlalu ramai. Bisa jadi karena sedang pemberlakuan PPKM Darurat Level 4 (kayak mie goreng saja), So pantai ini terlihat sepi. It's Oke,  keberuntungan buat kami. Agak sedikit lega, gak banyak pengunjung jadi bisa buka masker agak lama untuk menghirup udara pantai yang segar. 

Sampai di lokasi banyak juga kedai yang buka disini. Kalau gak salah hitung kemarin, sekitar sepuluh kedai dengan keunikan masing-masing. Karena tujuan kami sudah ada yaitu ke kedainya Ibu Yanti, sebut saja Kedai Tempat Kemarin. Berjalan di pinggir pantai sambil mencari kedainya dengan suasana yang aduhai indahnya. Sudah lama gak jalan-jalan ke pantai di sore hari. Apalagi bisa buka masker merupakan kenikmatan yang hakiki. 






Terlihat dari kejauhan, Ibu Yanti melambaikan tangan ke kami. Sesampainya di kedainya, kami disambut dengan hangat. Gak hanya Ibu Yanti saja, ada suami dan anak-anak beliau. Suasana kedai sangat nyaman sekali. Pengunjung juga baru satu rombongan. Hari pertama buka, semuanya masih baru dong ya. Dari bangunan yang berkonsep tropis. Disini disediakan spot untuk berfoto instagramable. Sayangnya belum sempat fotoan disini karena maklumlah bawa si kecil.

Disini tempat duduknya ada dua pilihan, ada duduk beralaskan permadani dengan kelambu dan hiasan lampu menambah suasana menjadi romantis. Bisa juga duduk di atas dipan-dipan beralaskan kain pantai dengan meja cukup besar di atasnya. Disini gak ada kursi ya. Semuanya berkonsep tropis. Duduk santai di pantai sambil kulineran dan menikmati senja tiba di Pantai Batas Senja dua, Asssyik. 





Sampailah kita mereview menu yang kami pesan. Kebetulan gak terlalu banyak menu disini. Saran saja semoga kedepannya menu-menu lainnya juga tersedia. Oke, saya dan istri memesan Chiken Sambal Matah dua porsi dan Siomay satu porsi. Untuk minumnya saya pesan Susu Jahe hangat, sedangkan istri memesan Strauberry Latte. Untuk Kenzi, kami pesankan kentang goreng tapi gak banyak minyaknya. 

Untuk Chicken Sambal Matahnya juara banget. Nasinya pulen dan dihidangkan masih hangat. Potongan ayamnya juga sangat gurih dan dagingnya empuk. Apalagi sambal matahnya juara banget. Ini yang membuat enak, sambal matahnya pas pedasnya dilidah dan kaya akan bumbu. Rekomendasi buat kalian yang akan mampir di Kedai Tempat Kemarin. Seporsi Chicken Sambal Matah yaitu 15K. Cukup murah bukan !. 

Untuk siomaynya lumayan enak, gak terlalu kering dan olahan dagingnya pas. Ukuran satu porsinya cukup banyak. Jadi cukup buat kami bertiga. Satu porsi siomaynya yaitu 12K. Lumayan terjangkau buat kalangan mahasiswa atau anak sekolah. 


Susu Jahenya ini yang saya suka. Jahenya pas hangat ditenggorokan. Susu putihnya juga gak berlebihan. Manisnya juga pas karena saya kurang suka minuman yang terlalu manis karena sudah manis,Assyik !. Secangkir susu jahe saya habiskan, sudah lama juga gak menikmati susu jahe. Apalagi minumnya di pinggir pantai. Secangkir susu jahe seharga 6K. 

Untuk Strauberry Lattenya, gelasnya cukup unik. Mirip sebuah botol kaca dengan diberi penutup. Jadi bisa dibawa kemana-mana. Tapi gelasnya jangan dibawa pulang lhoo ya !,hahaha. Soal rasa ada yang kurang, yaitu rasa manisnya yang kurang. Potongan buah strauberry yang dimixing dengan susu putih sudah enak, tapi kurang manisnya saja. Seportsi Strauberry Latte seharga 14K. 




Syukurnya, Kenzi gak rewel dibawa kesini. Dia sangat enjoy dan senang bermain. Kami sangat menikmati suasana kedai dan pantai Batas Senja dua saat itu. Angin pantai pun gak begitu kencang, deburan ombak yang membuat pikiran menjadi tenang. Langit perlahan-lahan berubah menjadi kuning kemerahan. Tanda waktu senja sudah tiba.

Di Tempat Kemarin kami melihat matahari terbenam dengan indahnya. Lautan berubah warna menjadi hitam keemasan. Lampu-lampu kedai sepanjang pantai sudah dinyalakan. Kami memutuskan untuk stay disini sampai malam karena Kenzi sangat enjoy disini. Sudah lama juga gak nongkrong di tempat yang bagi kami ini sangat ternyaman. Gak banyak orang, bonusnya ya bisa melihat lukisan yang Allah ciptakan. Subhanallah !. Nikmat Allah manalagi yang kamu dustakan (Al-Quran : Surah Ar-Rahman ).

Setelah melaksanakan kewajiban shalat magrib, kami segera pamit ke Ibu Yanti dan keluarga. Over all, kedainya sangat nyaman, pelayanannya juga cukup baik meskipun agak lama sedikit. Tapi saya maklumi karena baru hari pertama buka. It's Okelah !. Para karyawan Kedai Tempat Kemarin juga sangat ramah yang didominasi dengan kaum perempuan semua, kecuali suami dan anak pertama Ibu Yanti, hahaha. 

Ohya, sebenarnya Kedai Tempat Kemarin itu mempunyai menu khusus alias andalan lhoo ya. Menu Grill yang saat ini sedang ngehits di kalangan milenial. Itu lhoo, potongan daging, sosis dan sayuran yang dimasak di atas pan atau wajan. Masaknya beramai-ramai dengan teman atau keluarga. Kalau sudah matang, langsung dimakan menggunakan sumpit atau sendok. Menu Grillnya ada di daftar menu di atas ya !. Lain kali kalau datang kesini, mau coba menu grillnya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Comments

  1. haha, namanya unik juga "tempat kemarin"


    gak nyangka di sekitar kuranji sekarang jadi ngehits dan banyak cafe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak pilihan nongkrong skrg mas broo. Kapan2 k Lombok lg lah hehehe

      Delete

Post a Comment