Skip to main content

Menikmati Senja di Uluwatu : Kecak Dance

Welcome to Uluwatu Temple !!!

Siapa yang gak tau sama Pura Luhur Uluwatu, Bali. Pura yang berada di pinggir tebing dan memiliki pantai yang kece. Dimana di Pura Luhur Uluwatu memiliki penghuni yang sangat nakal yaitu kera. Mungkin ada ribuan kera yang menjadi penjaga tempat ini dari dulu kala. 

Mau tau cerita saya ngetrip ke Pura Luhur Uluwatu ? Silahkan disimak sampai akhir cerita.... 


Seharian ngetrip di Pulau Bali sendirian pula ( nasib gak ada yang mau ngetrip gila bareng saya ), gak terasa sudah menjelang sore hari. Destinasi terakhir yang saya kunjungi yaitu Pura Luhur Uluwatu. Hanya membutuhkan waktu setengah jam dari Pantai Pandawa menggunakan motor, kalo mobil mungkin lebih lama lagi bila macet. 

Ini kedua kalinya saya ke Pura Luhur Uluwatu. Pertama kali datang kesini hanya berkeliling sekitaran pura sambil menikmati pemandangan pantai dari atas tebing dan menunggu sunset tiba. Untuk kedua kalinya, gak hanya sekedar menikmati pantai tebingnya saja, tapi mencari sesuatu yang lain. Apa itu ?? Sesuatu itu adalah saya harus menonton pergelaran Tari Kecak. Menurut informasi yang saya pernah baca, Tari Kecak Uluwatu sudah sangat terkenal se-Pulau Bali. Berhubung penasaran, saya harus menontonnya.



Pura Luhur Uluwatu merupakan sebuah tempat suci persembahyangan umat Hindu yang terletak di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Sebuah pura yang dibangun di atas tebing berbatu menghadap ke laut lepas. Jadi gak heran bila datang kesini, kita dimanjakan oleh pemandangan tebing curam dengan panorama laut eksotis dan kece. Bila beruntung, kita dapat melihat umat Hindu yang sedang bersembahyang di hari-hari besar ajaran agama Hindu ( catatan : gak boleh sampai mengganggu jalannya prosesi persembahyangan ).

Waktu yang pas datang kesini saat sore hari. Ketika posisi matahari sudah berada di barat dan suhu bumi sudah mulai adem menadakan senja sudah tiba.






Banyak spot yang menarik untuk kita abadikan dalam sebuah foto. Salah satu spot favorit saya yaitu bagian pinggir tebing ( foto yang di atas ). Spot berupa tebing yang pinggirannya diberikan pembatas terbuat dari besi, jadi aman untuk berselfie alay disini. Dari sini, kita dapat melihat secara jelas pantai yang berada di bawah tebing dengan deburan ombaknya yang kece.

Ketika pertama kali berada disini, saya langsung suka dengan spot ini. Dari sini saya dapat mengambil foto dengan leluasa dan puas karena sedikit yang gangguin ( nimbrung fotoan ). Berhubung hari itu Hari Minggu, suasana Pura Luhur Uluwatu sangat ramai oleh para wisatawan lokal dan mancanegara. Jadi saya harus pintar dan sabar mencari spot yang paling sepi dan kece untuk mengambil foto. Alhamdulillah, saya menemukan spot sesuai dengan keinginan.




Setelah capek berkeliling di sekitaran pura, saya langsung berjalan ke loket pembelian tiket pertunjukan Tari Kecak. Pertunjukkannya dimulai sekitar jam enam sore, sedangkan loket tiket buka sejam sebelum pertunjukkan. Tapi kenyataannya, setengah jam sebelum loket buka, para pengunjung yang akan menonton sudah ramai mengantri di loket tiket.

Jangan khawatir gak kebagian tiket. Walaupun ramai yang akan menonton, tiket cukup banyak tersedia. Daya tampung gedung pertunjukkan menurut informasi sekitar seribu lima ratus penonton, cukup aman lah buat yang terakhir kebagian tiket.



Saya pun akhirnya mendapat tiket pertunjukkan. Setelah tiket sudah ditangan, saya langsung berjalan menuju pintu masuk dimana sudah ada petugas yang bertugas memeriksa tiket dan mengarahkan kami untuk duduk sesuai dengan keinginan si penonton. Saya duduknya pas menghadap laut biar dapat melihat sunset. Kebetulan posisi tempat duduk saya ternyata menjadi tempat rebutan bagi penonton lainnya. View dari sini sumpah kece sekali, silahkan dibuktikan sendiri saja bila datang ke Uluwatu.

Bentuk teater yang outdoor alias ruang terbuka, dimana teribun penonton berbentuk setengah lingkaran dan bertingkat-tingkat. Jadi jangan khawatir gak kebagian melihat si penari bila waktu pertunjukkan dimulai. Saya suka posisi gedung teaternya, sambil duduk menonton tarian, kita bisa melihat moment sunset dan laut lepas khas Pura Luhur Uluwatu. Sejauh ini lumayan kece !!!.



Tari Kecak merupakan jenis tarian Bali yang paling unik dan gak diiringi oleh alat musik atau gamelan apapun. Jenis tarian ini hanya diiringi oleh paduan suara sekitar tujuh puluh orang laki-laki. Tari ini merupakan tarian sakral, dimana dalam tarian seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Menggunakan penari sebagai media penghubung para dewa dalam menyampaikan sabdanya. Sekitar tahun 1930-an mulailah disisipkan cerita epos Ramayana ke dalam tarian tersebut ( nulis serius nih.... ). 

Buat si penonton, jangan sampai melamun bila gak pengen kesambet. Kalo melamun sambil bayangin senyuman dan lenggak-lenggok Syahrono sih gak apa-apalah, hahahaha ( ajaran sesat ). Peace.. I just kidding mbak broo !!!. 



Jam enam sore akhirnya tiba dan pertunjukkan segera dimulai. Sebelum tarian dimulai, sesorang yang bertugas menjadi pembawa acara membuka pertunjukkan dengan sambutan menggunakan Bahasa Inggris berlogat Bali ( pasti bisa bayangin kan ?? ). Saya sendiri sudah gak sabar ingin segera menoton pertunjukkan. Kamera kesayangan sudah ditangan untuk mengabadikan moment-moment gerakan si penari.

Teribun teater sudah terisi penuh tanpa tersisa. Saat itu, para penonton kebanyakan dari negeri China, Korea, Jepang dan Australia. Sisanya dari produk lokal ( Jawa, Bali, Lombok dkk ). Jelasnya kebanyakan bermata sipit dan cute ( seperti saya juga ). 




Dalam cerita Ramayana yang dikisahkan dalam sebuah Tari Kecak, penonton selalu dibuat tertawa dengan tingkah laku Si Hanoman ( Kera Putih Sakti ). Menurut saya di dalam tarian, tokoh utamanya sih Hanoman karena dia yang selalu ditunggu-tunggu oleh penonton. Jujur, saya adalah salah satu penyuka tokoh Hanoman sampai saya punya novel yang berjudul Hanoman ( penulis disamarkan ). 

Pengen tau cerita lebih lengkapnya tentang Tari Kecak, silahkan ngetrip ke Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. 

Tari Kecak dan Pura Luhur Uluwatu menjadi destinasi terakhir saya di Bali sebelum malam itu langsung balik ke Pulau Lombok. Tapi ada yang kurang saat itu. Moment sunset yang saya tunggu-tunggu ternyata gak muncul disebabkan oleh awan mendung di bagian barat.

Dalam waktu dekat ini, saya akan ngetrip lagi ke Pulau Bali. Masih banyak destinasi kece lainnya yang belum saya explore di Pulau Bali.  Ditunggu cerita tentang Bali di postingan selanjutnya !!!.

Catatan :
- Pura Luhur Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
- Jarak tempuh dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar sekitar 1 jam menuju Bali Selatan.
- Tiket Masuk Pura Luhur Uluwatu Rp. 20.000,- per orang ( untuk domestik )
- Tiket Pertunjukkan Tari Kecak Rp.100.000,- per orang ( untuk domestik )
- Jam pertunjukkan pukul 18.00 WITA
- Lama pertunjukkan sekitar 1 jam 
- Hati-hati dengan kera nakal di sekitaran Pura Luhur Uluwatu
- Kacamata, Topi, Handphone, Kalung, Kamera diamankan dari gangguan kera nakal.
- Bila ada barang anda diambil kera, segera melaporkan kepada petugas
- Harus menjaga sopan santun selama berada di kawasan Pura Luhur Uluwatu
- JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN !!!

Penulis : Lazwardy Perdana Putra
google.com

Comments

  1. sayangnya Mendung yah Dik...kebayang sunsetnya cakep bangetttt yahhhh di Spot lo duduk....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dsayangkn skali mbak.. Bsok loe hrus ksini, moga aj liat sunset yg kece Oce.. Hehehe

      Delete
  2. kayanya gak sempet ke Uluwatu dik hikksss (next time mungkin)....pesawat gw jam 8 malem dr Bali...gak kekejarrrr...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okee mbak.. Klo ntar k Tegalalang, Ubud, kabarin yaak hehehe

      Delete
  3. dulu pernah ke uluwatu, tapi gak sempet nonton tari kecaknya
    yang paling kuingat dari uluwatu ya monyet monyet nya yang usil, heuheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju broo... Mren pngen foto monyet yg usil2 tp khawatir dia ngerebut kamera sya... Hahahaha

      Delete
  4. tari kecak yaa emang fenomenal dan selalu penuh. So fun!!!

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/beli-jr-pass.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tari tradisional Indonesia hrus slalu qta lestarikan... :) thanks udh mampir.. Dtunggu kdtanganny d blog nya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko