Skip to main content

Si Kembar dari Desa Santong, Lombok : Tiu Teja Waterfall


Bila berbicara soal Pulau Lombok, gak ada habisnya memang cerita-cerita dari tempat yang sangat keren, baik yang sudah terkenal maupun yang baru muncul di dalam dunia pariwisata Pulau Lombok.

Masih bercerita tentang air terjun yang berada di Lombok Utara, tepatnya di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Kurang lebih memakan waktu dua jam perjalanan dari Kota Mataram hingga sampai di pintu gerbang air terjun yang baru dibuka beberapa tahun yang lalu. Selamat datang di cerita Si Kembar dari Desa Santong " Tiu Teja Waterfall ". 


Tepat jam sebelas menjelang siang, kami yang terdiri dari empat cowok-cowok single alias belum menikah, akhirnya sampai di pintu masuk menuju Air Terjun Tiu Teja dengan selamat. Kebetulan sekali pada saat itu hujan turun cukup deras, akhirnya saya bersama ketiga sahabat saya berteduh di sebuah peristirahatan yang sengaja dibangun untuk para pengunjung. 


Selama berteduh, disana kami berkenalan dengan petugas yang bernama Pak Syamsuri. Beliau yang bertugas memberikan keamanan bagi para pengunjung yang menuju Air Terjun Tiu Teja. Kami asyik berbicara ngalor ngidul sampai hujan berhenti turun. Banyak sekali hal yang beliau ceritakan kepada kami tentang Air Terjun Tiu Teja itu sendiri. 

Gak lupa juga beliau menceritakan soal Air Terjun Sekeper yang kebetulan satu jalur dengan Air Terjun Tiu Teja, cuman kami gak bisa pergi kesana karena cuaca yang gak memungkinkan, sehingga kami cuman diizinkan untuk menuju Air Terjun Tiu Teja yang lebih dekat. Next time pastilah ke Air Terjun Sekeper, Amin. 


Bayangan saya jalur menuju Air Terjun Tiu Teja sebelumnya itu akan jarang bertemu dengan perkampungan dan pedagang. Ternyata tepat di pintu masuk air terjun, ada beberapa pedagang yang menunggu si pembeli untuk sekedar beristirahat dan membeli dagangan mereka. Kami pun lega karena ada jual nasi bungkus dan minuman dingin dan hangat. Sebelum turun, saya membeli nasi bungkus dan beberapa makanan kecil untuk makan siang kami. 


Inilah kami berempat ( dari kanan ke kiri ) Saya, Kipli, Irfan dan Ardi yang akan menaklukkan Air Terjun Tiu Teja ( lebaaayy). Sebelum memulai treking, gak lupa saya meminta tolong kepada Pak Syamsuri untuk memfoto kami di depan pintu masuk menuju Air Terjun Tiu Teja buat kenang-kenangan. "Terimakasih Pak sudah memfoto kami berempat !". 


Karena jalur treking menuju Air Terjun Tiu Teja menuruni anak tangga, seperti kita menuruni anak tangga di Air Terjun Sendang Gile, jadinya tenaga kami gak terkuras sampai ke air terjunnya. Sepanjang perjalanan menuruni anak tangga, saya takjub dengan panorama pegunungan dan hutan Desa Santong yang baru pertama kali saya lihat. Keren pokonya, bagaikan lukisan tiga dimensi yang menyegarkan mata memandang. 



Di satu titik, kita bisa melihat penampakan Air Terjun Tiu Teja dari kejauhan. Ternyata jika dilihat dari jauh, seperti air terjun kembar yang di atasnya ada air terjun yang bentuknya agak kecil. Sungguh luar biasa alam Lombok ini. Karena letak dari air terjun ini di bawah pegunungan, jadinya kita bisa melihatnya dari atas bukit dengan jelas. 



Kondisi anak tangga menuju Air Terjun Tiu Teja yang sengaja dibangun oleh penduduk di sekitar menurut saya sudah sangat baik. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah setempat yang sudah membangun daerah wisata di Desa Santong ini dengan cukup baik. Sekarang tugas kita semua untuk selalu menjada dan merawat alam ini dengan sebaik-baiknya.



Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan air terjun berbentuk kecil yang bisa dibilang air yang mengalir cukup deras. Saya pun bertanya kepada petugas disana nama air terjun tersebut, tetapi mereka belum memberi nama air terjun yang berada di jalur menuju Air Terjun Tiu Teja ini.


Kurang lebih lima belas menit treking menuruni anak tangga, sampailah kita di Air Terjun Tiu Teja. Saya pun merasakan sapaan dari air terjun ini, hembusan airnya sangat terasa sampai jarak 50 meter. Kamera saya pun hanya sampai batas sini saja bila gak mau terkena hembusan air yang cukup deras dari air terjun ini. 


Sayang, kamera saya gak bisa terlalu dekat untuk mengambil foto, akhirnya cuma bisa narsis kira-kira jarak 50 meter dari air terjunnya. Kebetulan hujan mulai turun lagi, jadinya memberi kesan keren sekali. Walaupun kondisi tubuh kedinginan, gak mengurangi rasa bahagia saya bisa melihat secara langsung penampakan Air Terjun Tiu Teja. 


Kamera DSLR gak bisa, kamera hp 8 MP merk yang lagi naik daun pun jadi. Ini sih saya saja yang nekat menggunakan kamera hp saya karena sayang sekali bila gak bisa fotoan dalam jarak yang cukup dekat dengan air terjun ditambah hujan pula. " Narsis dulu mbak broo !!! ". 


Gak puas rasanya bila ke air terjun gak terjun untuk mandi. Saya dengan para sahabat ingin cepat-cepat turun ke kolam air terjunnya yang gak terlalu dalam, cuman sampai dada orang dewasa saja kedalamannya. Dingin sekali airnya, walaupun airnya keruh karena hujan turun serta semakin lama debit air yang turun cukup deras, saya ingin berlama-lama disini sambil mandi hujan di bawah air terjun. 


Semakin cinta saya dengan alam Indonesia ini, khususnya alam Pulau Lombok yang gak ada habisnya untuk diperbincangkan. Karena saya sudah bingung mau menulis apalagi di cerita ini, saya akhiri dengan sebuah kalimat yang saya buat untuk teman-teman pencinta alam alias para backpacker dimanapun berada, " Alam ini harus selalu kita jaga mulai dari diri kita sendiri, kalo bukan kita siapa lagi ? ". 

Selamat berpetualang mencari tempat yang indah teman :) .

Catatan :
- Air Terjun Tiu Teja berarti Air Terjun Pelangi, kita bisa melihat pelangi di air terjun ini pada saat musim kemarau.
- Jalur menuju Air Terjun Tiu Teja : Kota Mataram - Gunungsari - Pusuk ( Monkey's Forest ) - Pemenang - Bangsal - Tanjung - Gangga - Kayangan - Desa Santong - Tiu Teja dan Tiu Sekeper.
- Jalur lainnya : Sengggi Beach - Malimbu - Bangsal - Tanjung - Gangga - Kayangan - Desa Santong - Tiu Teja dan Tiu Sekeper.
- Tarif masuk menuju Tiu Teja, 5 ribu rupiah per motor dan 3 ribu per orang.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Comments

  1. untuk perjalanan jalan kaki menuju air terjun ini brp menit?

    Paket Wisata Lombok
    Mutiara Lombok

    ReplyDelete
  2. kurang lebih 15 menit berjalan kaki dari parkiran motor... :)

    ReplyDelete
  3. Apakah mobil bisa masuk sampai parkiran?

    ReplyDelete
  4. mobil gak bisa sampai parkiran ato pos tiu teja... cuma bisa sampai kurang lebih 300 meter dari pos tiu teja..

    ReplyDelete
  5. Skrg rame bahkan stiap tmpat rame smua... :)

    ReplyDelete
  6. sekarang udah gak serame dulu, aksesnya cukup sulit bang

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Baru : Naik Boat di Danau Beratan, Bedugul

Siapa yang gak kenal Bali dengan keindahan pantai dan budayanya. Hampir semua destinasi di Bali sudah mainstream . Apalagi kalau sudah yang namanya long weekend , jangan diharap bisa menikmati alam Bali sendirian. Bus-bus pariwisata dan kendaraan lainnya berjejer dan membuat jalur di kawasan wisata macet total. Itu pengalaman yang saya rasakan di Bali minggu yang lalu. Agak sedikit curhat di awal tulisan mengenai kemacetan di Bali yang sudah terasa saat ini. Beda dengan keadaan Bali dua puluh tahun yang lalu, disaat saya pertama kali ke Bali. Lengang, gak panas dan gak macet. Oke... Kita lupakan kemacetan di Bali akhir-akhir ini. Kita bahas hal-hal yang menarik di Bali saja. Salah satunya tempat yang sempat saya kunjungi saat ke Bali kemarin, tepatnya di bagian utara Bali. Tempatnya dingin, adem, sejuk, jauh dari polusi dan kece pastinya. Fotoan kece di atas boat dengan latar Pura Ulun Danu, Danau Beratan Welcome Danau Beratan !!! Kalian

Kuliner Lagi di Bebek Goreng Pondok Galih : Gajah Mada, Lombok

Kalau ditanya tempat makan yang nyaman dengan penampilan kece di seputaran Kota Mataram. Saya langsung menjawab Bebek Goreng Pondok Galih Gajah Mada. Sudah lama juga saya gak mereview tempat makan sambil kulineran. Akibat terlalu lama virus Covid-19 menghantui kita, sampai-sampai mau makan keluar saja harus mikir beribu kali. Pertimbangannya pastinya keamanan dan kesehatan diri sendiri. Untuk kali ini saya gak mau kehilangan momentum. Kebetulan ada libur empat hari dan gak traveling kemana-mana. So, saya bareng keluarga berencana pergi kulineran ke tempat yang belum didatangi. Wah, ini yang saya tunggu-tunggu. Saya pun merekomendasikan mencoba olahan bebek yang cukup terkenal di Kota Mataram, yaitu Bebek Goreng Pondok Galih. Dari namanya saja agak kesunda-sundaan ya. Memang bener, resto ini bernuansa khas Sunda.  Gimana ceritanya ?. Pasti seru dong. Buat yang gak berminat sama tulisan ini, bisa leave . Tapi buat kalian pembaca setia blog ini, pasti sudah gak sabaran sama cerita-cerita

Nama Menu Makanan Minuman yang Unik di Warung Meekow

Kalau hujan gini, enaknya ngebahas tentang makanan kali ya. Udara dingin dikala hujan menggoda, ujung-ujungnya larinya ke perut, laper guys. Nah, ngebahas makanan, saya punya review sebuah warung makan yang rekommended buat dicoba. Namanya Warung Meekow. Sudah pasti di media sosial tepatnya instagram, sudah ramai sekali ini tempat tongkrongan. Kalau gak salah sekitar akhir tahun 2020 lalu, tempat ini dilaunching. Sayangnya saya gak sempat datang di acara launchingnya, lebih tepatnya gak diundang,hehehe...curhat.  Kenapa saya review tempat nongkrong ini ?. Alasannya, karena beberapa teman menyarankan untuk datang mencicipi menu-menu enaknya. Jadi penasaran dong, so akhirnya saya datang untuk pertama kalinya bareng temen-temen kantor di jam makan siang. Gak puas hanya datang sekali, seminggu kemudian, saya kesini lagi bareng anak istri. Over all , pelayanan yang cukup memuaskan dan makananya enak, jadi saya review (gak ngendorse).  Dari informasi yang saya dapat, pemilik Warung Meeko