Showing posts with label Hotel & Glamping. Show all posts
Showing posts with label Hotel & Glamping. Show all posts

Thursday, 28 May 2026

Menginap di Grand Mercure Hotel Seminyak, Bali : Ramai Bulenya !

 


Bali selalu punya cara untuk membuat siapa saja ingin kembali. Mulai dari pantai yang indah, sunset yang menenangkan, sampai pilihan hotel yang menawarkan pengalaman menginap berkelas. Salah satu hotel yang menarik perhatian di kawasan Seminyak adalah Grand Mercure Seminyak Bali

Hotel ini cocok untuk bagi kalian jiwa traveler yang ingin menikmati suasana Bali dengan sentuhan modern, nyaman, dan tetap dekat dengan berbagai destinasi favorit. Saya punya cerita menginap di hotel ini di bulan lalu. 

Gimana asyiknya menginap di salah satu hotel bintang lima di kawasan Seminyak yang terkenal dengan suasana pantai dan tourist mancanegaranya, yuuk kita jalan-jalan bareng!. 




Lokasi hotel ini di Jalan Arjuna no. 40, Seminyak. Kurang lebih waktu tempuh hanya sepuluh menit dari bandara dan pusat Kota Denpasar. 

Terletak di kawasan Seminyak, Kuta, hotel ini punya lokasi yang sangat strategis. Hanya beberapa menit menuju Pantai Double Six dan berbagai beach club terkenal di Seminyak. Selain itu, akses menuju area kuliner, cafe, dan pusat hiburan malam juga sangat mudah.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Bali tanpa harus sering terjebak perjalanan jauh, lokasi hotel ini menjadi nilai tambah tersendiri. Cocok untuk staycation, honeymoon, maupun perjalanan bisnis.

Pas tau bakalan menginap disini saat melaksanakan tugas dinas menghadiri pertemuan pameran dan business matching yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI, saya pun dibuat tersenyum sumringah. Ini pertama kalinya saya menginap di hotel bintang lima dengan view pantai. Katrok juga ya anak kampung seperti saya bisa menginap di hotel mewah!. 

Biasanya kalau ke Bali bareng keluarga, staycationnya di hotel-hotel low budget seperti hotel kapsul atau glamping. Penasaran juga gimana rasanya kasur empuk hotel bintang lima ini. Rasanya jadi orang kaya dua hari. Hahaha. 




Saat pertama masuk lobby hotel, suasana modern langsung terasa. Interiornya memadukan nuansa kontemporer dengan sentuhan khas Bali yang hangat. Area lobby terlihat luas, bersih, dan memberikan kesan premium tanpa terasa berlebihan.

Pelayanan staff juga ramah dan responsif. Proses check in terasa cepat sehingga tamu bisa langsung menikmati fasilitas hotel tanpa menunggu lama.

Terlihat siang ini banyak tourist dari berbagai negara menginap disini. Apalagi hotel ini berada di jantungnya keramaian di Kuta, Bali. Siapa yang gak pernah ke kawasan Seminyak kalau liburan ke Bali. Bisa dibilang hukumnya wajib kesini.

Uniknya hotel ini berada di jalanan sempit kawasan Seminyak. Bisa dibilang tiap hari sudah langganan macet. Masih ingat bila menjelang pergantian tahun. Kawasan ini sudah pasti macet. Gak jauh dari hotel ini banyak toko-toko suvenir, cafe, hotel lainnya dan tempat hiburan malam. Kalau mau nyari padatnya Bali, datang kesini deh!. 








Saat awal sampai di hotel ini, saya sudah gak sabaran untuk menuju ke kamarnya, merasakan kasur empuk sambil nonton TV dan main hp. Wifinya cukup kenceng juga lhoo. 

Syukurnya panitia sudah menanggung semua akomodasi peserta dari transport, penginapan, konsumsi dan uang saku. Beruntung sekali lokasi acaranya di Seminyak. Berharap juga acaranya di daerah Nusa Dua sana, hahaha. Dikasi hati minta jantung nih namanya. 

Saya dan peserta lainnya, mendapat jatah menginap di kamar kelas superior roomnya. Tipenya yang twin bed, dimana saya gak sendirian di kamar tapi akan berbagi dengan peserta lainnya. Kebetulan saya sudah dapat teman satu kamar yaitu Mas Tyo. Bareng-bareng dari Kota Mataram biar asyik ngobrolnya. 

Kamar di Grand Mercure Bali Seminyak dirancang dengan konsep modern minimalis. Tempat tidur yang nyaman, pencahayaan hangat, serta desain interior yang elegan membuat suasana istirahat terasa lebih maksimal.

Saya kebetulan dapat kamar yang langsung menghadap ke jalan depan hotel. Ukuran kamarnya cukup luas. Ada beberapa fasilitas hotel pada umumnya antara lain; smart TV, wifi kencang, coffee and tea maker, bathroom modern, balkon dengan dua kursi malas dan meja kayu. 



Salah satu spot favorit di hotel ini adalah area kolam renangnya. Desainnya modern dengan suasana tropis khas Bali. Cocok untuk berenang santai di pagi atau sore hari sambil menikmati udara Seminyak.

Area poolside juga instagramable dan nyaman untuk bersantai. Tidak heran banyak tamu menghabiskan waktu cukup lama di area ini. Terutama saya yang gak sengaja setelah balik dari pantai Double Six, berkeliling sejenak di area poolsidenya. Suasana ramai dengan alunan musik latin. Vibesnya seperti di Hawai meskipun belum pernah kesana. 

Sayangnya saya gak bawa pakaian renang. Jadinya gak sempah nyobain renang di kolam renangnya. Disini ukuran kolam renangnya luas banget. Dikelilingi oleh taman dan resto hotel. Setelah ini saya akan mengajak kalian mereview suasana restonya. 





Nah sampai juga di bagian icip-icip menu yang dihidangkan di resto hotel ini. Kali ini saya dan tamu lainnya dapat jatah sarapan. Sebelum acara di hari kedua dimulai, saya dan peserta lainnya sarapan dulu di bagian restonya. 

Lokasi restonya berada di lantai satu, samping kolam renang dan lobby. Suasana tropis alam Bali cukup terasa. Kami disambut oleh para karyawan resto berpakaian Khas Bali baik wanita maupun laki-laki. Saat memasuki restonya, terdengar juga musik instrumen Bali yang cukup familiar di telinga yaitu karya Gus Teja. Salah satu seniman Bali yang terkenal dengan musik-musik instrumen tradisional Balinya. 

Para tamu yang menginap disambut oleh staf hotel dengan penuh senyum dan ramah. Gak pandang bulu baik tamu domestik maupun mancanegara mereka layani dengan baik. Gak segan mereka menjelaskan berbagai menu sarapan pagi itu. Salah satu staf hotel si mbak cantik menemani kami berkeliling menjelaskan apa saja menu yang dihidangkan. 

Sampai saya grogi dibuat. Bukannya fokus ke menunya, tapi gagal fokus lihat mbaknya yang cantik ala wanita khas Bali yang terkenal dengan kecantikannya, Asyiik (semoga istri gak baca bagian ini). 

Lanjut ke cerita  !. 

Hotel ini menyediakan pilihan menu sarapan yang cukup beragam, mulai dari makanan nusantara hingga western. Area restorannya juga nyaman dengan suasana yang santai. Cocok untuk memulai hari sebelum menjelajah destinasi wisata alam Bali. 

Dimanapun hotelnya, yang pastinya saya mencari menu sarapan ala nusantara dulu. Nasi goreng menjadi menu pilihan wajib. Saya mengambil nasi goreng dengan toping dua telur mata sapi yang dibuat langsung oleh chef-chef terbaik hotel ini. 

Ditambah masakan khas Bali pastinya yaitu Ayam Betutu. Jujur, saya baru pertama kali makan Ayam Betutu. Mirip seperti Ayam Opor atau Rendang. Tapi bumbu yang khas dari Ayam Betutu yaitu Base Genepnya. Aroma bumbunya yang nendang banget. Emang namanya bumbu masakan Bali itu juara dah. 






Selain itu ada beberapa menu lainnya yang gak bisa saya sebut satu per satu. Seperti daging lada hitam, ada kentang goreng, dan cemilan seperti donat, kue-kue enak lainnya. 

Sebagai penutup saya mengambil jus nanas yang seger banget. Beneran enak sekali jusnya. Gak banyak gula, manisnya alami dari buah nanasnya. Selain itu gak lupa upacara minum kopi. Saya pesan satu cangkir capucinno panas. 

Sarapan pagi yang berkualitas. Duduk santai,ngobrol bareng teman, sarapan sambil menikmati view kolam renang dari balik jendela. Banyak pilihan tempat duduk yang bisa kalian tempati. Ada sofa panjang di pinggir kaca jendela yang lebar. Ada juga tempat bersantai di pinggir kolam. 

Pelayanan resto di hotel ini juara dah. Emang tingkat sumber daya manusianya benar-benar nomor satu. Kalau mau belajar dan meningkatkan skill di dunia perhotelan, pasti pilihannya ke Bali. Penguasaan bahasa Inggris mereka juga luar biasa fasihnya. Belum lagi bahasa-bahasa asing lainnya. 

Over all, ini bukan saya ngendorse, bagi saya pribadi menginap di hotel ini sangat senang. Pelayanannya gak perlu kita ragukan lagi. Sayangnya kemarin kita para peserta check innya jam empat sore yang seharusnya susah bisa check in jam dua siang. Kurang lama sih menurut saya merasakan semua fasilitas dari hotel ini, hehehe. 

Buat kalian yang akan berlibur ke Bali bareng keluarga dengan budget lebih. Bisa mencoba menginap di Grand Mercure Seminyak. Hotel bintang lima yang berada di kawasan pantai Seminyak ini cukup rekommended. Akses ke hotel ini juga gak terlalu jauh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

Dengan harga per kamar disini kisaran satu juta hingga dua juta rupiah (harga bisa berubah-ubah di aplikasi), kalian bisa menikmati semua fasilitas yang ada di hotel ini. Tunggu apa lagi  !. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Friday, 26 December 2025

Sensasi Tidur di Dalam Kamar Kapsul Pesawat Luar Angkasa : Tab Capsule Hotel Kayoon Surabaya


Sudah tiga hari berada di Surabaya, ujian kompetensi pun sudah selesai dengan predikat lulus. Saya dan teman-teman lainnya satu per satu balik ke rumah masing-masing. Ada yang pulang ke Malang, Probolinggo, Jakarta dan ada yang masih lanjut stay di Surabaya seperti saya, hehehe. 

Ada waktu sehari di Surabaya, saya manfaatkan untuk refreshing setelah tiga hari gak keluar hotel buat jalan karena belajar mati-matian biar lulus. Malu kalau gak lulus, mana sudah dibayarin sama rumah sakit. Jadinya harus lulus (curhat colongan). 

Istri juga dirumah sudah kasi ijin untuk refreshing sehari dulu di Surabaya baru pulang ke Lombok. Karena jatah menginap di Suites Surabaya Hotel sudah berakhir dan harus check out paling telat jam dua belas siang di Hari Sabtunya, rencananya saya mau nyari hotel yang dekat-dekat saja. 

Bisa saja nambah hari tapi dengan biaya sendiri di hotel yang sama. Berhubung pengen nyari yang murah biar hemat, saya pilih salah satu hotel yang menurut saya cukup unik dan menarik. Sebut saja namanya, Tab Capsule Kayoon Surabaya. Hotel bintang satu yang strategis. Lokasinya berada di Jalan Kayoon No.11D, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota Surabaya. 

Hanya berjalan kaki sejauh enam ratus meter dari Suites Hotel ke Tab Capsule Hotel Kayoon melewati Plaza Surabaya, lalu menyeberang di depan Museum Kapal Selam dan kurang lebih sepuluh menit berjalan kaki, saya sudah sampai di depan hotelnya. 

Bagi yang doyan jalan kaki, bisa ngikutin cara saya. Tapi yang gak kuat jalan apalagi jalan kakinya pas siang hari di tengah kota dengan lalu lintas padat, jangan dicontoh ya. Hehehe. 

Tab Capsule Hotel Kayoon kalau gak salah pelopor hotel kapsul di Kota Surabaya. Salah satu alasan saya pengen datang ke Surabaya karena pengen menginap di hotel kapsul ini. Melihat pertama kali di video ulasan salah satu conten creator di youtube, buat saya penasaran merasakan sensasi tidur di dalam pod kapsul mirip pesawat luar angkasa. 

Meskipun review hotel ini di google maps banyak yang kurang puas dan memberi bintang satu karena beberapa alasan. Salah satunya ruang lobinya yang panas seperti warnet dan ada pod kapsul yang butuh pemeliharaan. Kalau saya yang menjadi perhatian kemarin itu, lemari penyimpan barangnya yang rusak dan gak terawat. Untungnya dapat kamar dan pod kapsul yang cukup baik dan tombolnya berfungsi semua. Kamar mandinya cukup bersih dan harum. 

Sejauh ini, sudah tiga kali saya menginap di hotel kapsul di beberapa daerah seperti Denpasar dan Jakarta. Nah pas banget ke Surabaya sendiri, gak boleh dilewatkan untuk merasakan moment tidur di dalam kapsul. Buat kalian yang punya perasaan parno berada di dalam ruang sempit, gak disarankan untuk mencoba menginap di hotel ini. 




Saya memesan hotel ini melalui aplikasi tiket.com dengan biaya per malamnya 124 ribu rupiah karena dapat harga promo akhir pekan. Gak lupa setelah melakukan pemesanan dan pembayaran, kita harus konfirmasi ke hotelnya melalui whatsapp apakah pesanan kita lewat aplikasi online sudah masuk ke data mereka apa belum. Kalau sudah masuk, berarti aman. 

Disini ada tiga jenis kamar kapsulnya. Ada single room untuk satu orang dewasa dan capsule room untuk dua orang dewasa. Dan compact room yang bisa untuk dua orang dewasa dan dua anak-anak minimal berumur tiga tahun. Perlu dicoba nanti !.

Oh ya, catatannya, disini baik laki-laki maupun wanita kamarnya dipisah. Jadinya pas memesan lewat aplikasi online, jangan salah pilih kamar ya. Di aplikasinya dicantumkan single room laki-laki dan wanita. Kecuali yang bersama keluarga ya, bisa pesan yang compact room. 

Setelah sampai di depan hotelnya, waktu menunjukkan jam satu siang. Tinggal satu jam lagi kita bisa melakukan check in. Rencananya saya mau ngadem sambil bersantai di ruang lobi sampai waktu check in tiba. 

Penampakan bangunan hotelnya gak terlalu wah banget. Di depan hotel ada area parkir yang sempit. Hanya bisa memuat beberapa motor dan mobil saja. Tapi tenang, disini penjagaannya dua puluh empat jam. Pak security-nya juga sangat ramah kepada tamu yang menginap. Terlihat pas saya datang, bapaknya yang membukakan pintu kaca lobi hotel. 

Bangunan hotel yang memiliki lima lantai. Dimana di lantai satu ada ruang lobi yang gak begitu luas dan meja resepsionis. Untuk kamarnya berada di lantai dua hingga lantai lima yang dihubungkan dengan dua unit lift. Infonya di lantai lima ada area rooftopnya.

Sesampainya di hotel, saya ijin untuk bersantai di ruang lobinya sambil menunggu waktu check in. Hanya terdapat satu meja dan empat kursi. Di bagian pinggir dinding kaca, terdapat meja panjang dan mesin untuk memesan kamar mandiri. Untuk ruangannya panas banget karena gak ada ac. Hanya ada kipas angin tempel yang gak begitu terasa.

Terlihat suasana di dalam hotel gak begitu ramai, tapi kenyataannya hari itu sudah full booking alias kamar sudah penuh. Berhubung mas resepsionisnya baik banget, akhirnya saya diijinkan untuk check in lebih awal karena kamar yang sudah saya pesan sudah siap. Thanks banget mas broo !. Sejauh ini pelayanan yang diberikan cukup baik dari respon yang cepat saat dikonfirmasi via whatsapp hingga proses check in

 


Saya diberikan satu kunci berbentuk kartu untuk menuju ke kamar. Jadi apabila mau ke kamar, kita tab kartu di alat scan dalam liftnya lalu pencet angka sesuai lantai kamar kita. Setelah keluar dari lift menuju ke kamar, tab lagi kartunya di pintu kamar. Tab terakhir saat membuka pod kapsul. Cukup aman ya, jadi tenang ninggalan barang berharga di dalam kapsul. 

Kamar saya ada di lantai empat yaitu kamar  404. Setelah mendapatkan kunci, saya diantar oleh salah satu staf hotel menuju ke dalam kamar. Masnya menjelaskan cara membuka pintu kamarnya. Setelah pintu kamar terbuka dengan cara tab kartunya di gagang pintunya, barulah di dalam kamar ada empat pod kapsul. Dua di bawah dan dua di atas. Saya kebagian dapat pod kapsul nomor satu yang berada di bagian atas. 

Untuk membuka pod kapsul, tab kartu lagi di bagian scan. Setelah berbunyi dan lampu berwarna hijau, pintu kapsul otomatis terbuka. Cara bukanya, pintunya kita geser ke kiri. Ada anak tangga untuk pijakan naik ke dalam kapsul. 

Penampakan pod kapsulnya sangat unik bagi saya. Berbentuk seperti kapsul persegi panjang berwarna putih. Saat masuk suasana seperti di dalam kabin pesawat luar angkasa. Lampu LED yang bisa diatur tingkat kecerahan dan warnanya. Terdapat satu buah kasur untuk satu orang. Ada dua bantal empuk, selimut dan handuk lengkap dengan perlengkapan mandi. 




Di dalam pod kapsulnya juga ada cermin besar, tombol pengatur pendingin ruangan, wifi, ada headset, lampu baca, alat pemadam kebakaran mini, layar LED yang berfungsi untuk menonton tv dan film. Terpenting ada colokan charger handphone, usb dan headset.

Untuk kasurnya cukup empuk dan harum. Bantalnya juga bersih. Jadi sangat nyaman untuk beristirahat. Barang bawaan seperti tas ransel dan tas lainnya saya bawa masuk ke dalam kapsul karena lemari barangnya yang berada di luar kapsul sedang dalam perbaikan. 

Enaknya di dalam kamar ini yaitu pintu kamar otomatis gak bisa terbuka dari luar ataupun dari dalam sebelum kita pencet tombol yang berada di sebelah pintu. Jadi orang asing yang gak tidur di kamar ini gak bisa masuk. Aman kan ?. 

Begitu juga dengan pintu pod kapsulnya, otomatis gak bisa terbuka kalau kita gak pencet tombol pintu terbuka yang ada di sebelah kasur. Jadinya jenis kapsul ini jauh lebih aman dibandingkan kapsul yang pernah saya cobain di hotel kapsul lainnya. Mau ninggalin barang di dalam kapsul jadi lebih aman. 

Over all, buat saya yang punya tinggi 165 cm dan berat badan 90 kg, sangat nyaman tidur di dalam pod kapsulnya. Apalagi ditambah dengan barang bawaan. Masih nyaman buat tiduran.

Hari masih siang hari. Saya manfaatkan untuk tidur siang karena semalam kurang tidur. Badan juga agak kurang fit. Suasana hening di dalam kapsul buat saya cepat tertidur. Tamu hotel lainnya yang sekamar juga sedang beristirahat di dalam kapsul masing-masing. 

Fasilitas lainnya di dalam kamar yaitu ada ac kamar yang dingin banget untuk empat unit pod kapsul. Lemari penyimpan barang untuk setiap pod kapsul. Ada jendela kecil sebagai penerang.

Kerennya ada kamar mandi dalam untuk kami berempat. Kamar mandinya bersih dan wangi. Ada closed duduk, shower air panas dan air dingin. Dengan harga 124 ribu, kita dapat fasilitas yang standar dan berfungsi dengan baik. 

Kerennya di pod kapsul ini, ada tombol sedang istirahat. Kita pencet tombolnya lalu ada lampu merah menyala. Itu tandanya tamu yang berada di dalam pod kapsul gak boleh diganggu. 

A few moments later !.

Di sore harinya, saya keluar hotel berjalan kaki menikmati Kota Surabaya. Jalan kakinya gak jauh. Hanya muter-muter lewat depan Museum Kapal Selam, lanjut nyari oleh-oleh di depan Stasiun Gubeng Surabaya. Nyari makan sore sekalian nongkrong yang murah meriah. Setelah itu balik ke hotel lagi. 




Sebelum sampai hotel, saya tertarik melihat banyak orang yang mancing di pinggiran Bendungan Karet Gubeng di Kali Mas. Sungai terbesar yang membelah Kota Surabaya hingga sampai di Pelabuhan Tanjung Perak. Di pinggiran Kali Mas juga terdapat beberapa tempat nongkrong yang asyik buat dicoba. 

Di tulisan berikutnya, saya akan mereview salah satu cafe yang berada di pinggiran Kali Mas yang gak jauh dari hotel tempat saya menginap. 

Lanjut !. 

Gak terasa langit sudah gelap. Lampu-lampu gedung kota Surabaya sudah menyala. Suasana akhir pekan di kota terbesar kedua di Indonesia sungguh ramai. Setelah perut kenyang, saya memutuskan untuk balik ke hotel. 

Sampai di hotel, saya packing barang karena besok pagi sekali harus sudah jalan ke bandara untuk balik ke Lombok. Setelah packing, lanjut mandi dan tidur. Semalaman di hotel, saya manfaatkan untuk tidur agar besok pagi kembali fit karena besok akan berjumpa sama anak-anak dan istri. Sudah empat hari ninggalin mereka.

Memang nyaman tidur di dalam pod kapsul. Apalagi lampu kapsulnya saya redupkan. Hanya terdengar suara ac dan saya merasakan tidur di dalam pesawat yang sedang berjalan. Ada sensasi tidur di benda yang sedang bergerak.

Mungkin kalian ada pengalaman menginap di pod kapsul ?. Bisa sharing di kolom komentar !. 

Next !. 

Gak terasa, sudah pagi saja. Saya langsung mandi dan rapi-rapi. Sebelum jalan ke bandara, saya mencari sarapan dulu di sekitaran hotel. Berhubung di hotel gak nyiapin sarapan, jadinya nyari sarapan di luar. Untuk tempat sarapan gak sulit kalau di Surabaya. 

Keluar hotel, langsung banyak pilihan. Saya tertarik untuk sarapan nasi bungkus yang lokasinya gak jauh dari hotel. Tinggal jalan kaki beberapa langkah, kita sudah sampai di salah satu gerobak angkringan.

Disapa oleh ibu penjual nasi dengan sangat ramah. Dari nadanya sih sepertinya orang Madura karena bahasanya bukan bahasa Jawa Timuran. 




Disini ada nasi bungkus, sate hati, gorengan dan lain sebagainya. Saya ambil satu bungkus nasi yang isinya ada ayam goreng, oseng-oseng tempe, tahu isi seharga 10 ribuan saja. Ditambah minumnya teh hangat seharga 3 ribu. Jadi total sarapan pagi itu 13 ribu. 

Porsi nasi bungkusnya lumayan banyak. Nasi putihnya pulen dan padat. Saya suka sama oseng-oseng tempenya. Bumbunya enak banget. Awalnya tadi mau nambah sebungkus lagi, tapi lihat porsinya banyak jadinya sudah kenyang. Tehnya juga wangi dan enak banget. Ini yang saya suka kalau datang ke Jawa, pasti tehnya wangi-wangi. 

Sambil menyantap nasi ayam, kita nikmatin Kota Surabaya di pagi hari. Berhubung di hari libur kerja dan sekolah, banyak warga Surabaya yang olahraga lari pagi dan sepedaan. Mereka olahraga, saya makan. Hahaha 

Setelah urusan perut sudah beres, saatnya balik ke hotel untuk siap-siap berangkat ke bandara. Cuaca di Minggu pagi cukup cerah. Berharap penerbangan nanti lancar dan selamat sampai rumah. 

Bagi kalian yang berencana ke Surabaya dengan low budget, bisa pilih menginap di Tab Capsule Hotel Kayoon. Cocok banget buat para backpacker yang sedang transit di Surabaya untuk menuju kota selanjutnya karena hotel ini dekat banget dengan Stasiun Gubeng dan akses menuju Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda juga mudah. 

Untuk waktu pelayanan check in nya dua puluh empat jam. Bila sampai di Surabaya tengah malam, jangan khawatir untuk melakukan reservasi. 

Dengan harga menginap di bawah 200 ribuan, hotel kapsul ini sangat nyaman dengan fasilitas yang standar. Saya beri bintang empat untuk Tab Capsule Hotel Kayoon Surabaya. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra 


Thursday, 18 December 2025

Menginap di Tengah Kota Surabaya : Suites Surabaya Hotel


Pagi Surabaya !.


Setelah sampai di Surabaya malam hari, saya segera menuju ke penginapan sekaligus hotel tempat kegiatan pelatihan. Saya mengambil paket pelatihan sekaligus menginap selama empat hari tiga malam karena kegiatan berlangsung selama empat hari. Dimulai dari Kamis pagi sampai Sabtu siang. 


Tapi peserta sudah bisa check in di Hari Rabunya. Kali ini saya menginap di salah satu hotel yang berada di tengah Kota Surabaya. Tepatnya di Hotel Suites Surabaya Jalan Plaza Boulevard atau Jalan Pemuda no.33-37, Embong Kaliasin, Genteng, Kota Surabaya. 


Suites Hotel Surabaya merupakan sebuah hotel bintang empat. Hotel ini dibangun pada tahun 1993 menurut surabayasuites.com. Memiliki tujuh lantai. Dimana di setiap lantainya dapat diakses melalui lift yang ada di tengah bangunan hotel. 


Bisa dibilang hotel ini berada di kawasan pusat perbelanjaan, wisata kota dan pemerintahan kota. Di depan hotel ada WTC Plaza sedangkan di sampingnya ada Plaza Surabaya. Gak jauh dari hotel ada Museum Kapal Selam dan Stasiun KA Gubeng. 


Dari Bandara Juanda Surabaya, saya memilih menggunakan taxi ke hotel agar cepat sampai. Selain taxi ada juga transportasi umum lainnya seperti travel dan bus DAMRI bandara dengan tujuan Terminal Bungurasih, Sidoarjo. 


Untuk taxi saya memilih menggunakan mybluebird kelas gold nya. Penasaran sama pelayanannya eksekutifnya dan armadanya yang bagus. Kali ini saya dapat armada Kijang Inova hitam. Untuk biaya dari bandara ke hotel dikenai tarif 240 ribu, sudah termasuk masuk tol dan bebas parkir. 


Perjalanan dari bandara ke hotel cukup lancar. Pak supirnya juga ramah dan pembawaan mobilnya juga smoth alias kalem. Sambil duduk di kursi yang super empuk, saya menikmati Kota Surabaya di malam hari. Melalui jalan tol Waru, gedung-gedung tinggi, lampu-lampu jalan yang indah dan jalanan kota yang lebar nan padat. Bisa dibilang Kota Surabaya ini hampir mirip dengan Jakarta karena banyak gedung-gedung pencakar langitnya. 


Waktu tempuh kurang lebih empat puluh menit dari bandara, akhirnya sampai hotel. Suasana malam yang begitu ramai di depan hotel. Para pedagang kaki lima yang berjejer rapi di seberang jalan. Kendaraan yang melintas di depan hotel. Mall di seberang hotel yang masih ramai oleh pengunjung. Gak nyangka, lokasi hotel ini berada di tengah keramaian. 


Foto : Lazwardy Journal 


Sesampai di hotel, saya turun dari taxi dan segera masuk ke ruang lobi hotel. Petugas yang berjaga di depan pintu membukakan pintu dengan sambutan hangat. Ruang lobi yang begitu megah dengan ornamen-ornamen klasik perpaduan Eropa dan Jawa. 


Suasana lobi yang nyaman dengan lampu-lampu hias bercahayakan kuning. Ada sofa panjang dan kursi bernuansa klasik yang nyaman di tengah lobi. Saya berjalan menuju meja resepsionis untuk check in


Sejauh ini staf hotel sangat ramah dan bekerja secara profesional terhadap tamu hotel. Staf hotel memberikan saya kartu kamar. Kamar saya berada di lantai tiga dengan nomor 341. Untuk kelas kamarnya sepertinya superior pada umumnya. Untuk kamar sudah disiapkan oleh panitia. Di kamar saya gak sendirian, ada peserta lainnya yang sekamar sama saya. 


Setelah proses check in beres, saya menuju lantai tiga menggunakan lift. Liftnya berjumlah empat unit dan saling berhadapan. Ada cerita lucu saat masuk ke dalam lift. Saya masuk ke lift gak sendirian. Ada beberapa tamu hotel di dalam lift. Awalnya saya pencet angka tiga, tapi gak nyala. Sedangkan tamu lainnya pencet angka dan menyala. 


Setelah mereka keluar lift. Saya kembali pencet angka tiga tapi tetap gak menyala juga. Pintu lift tertutup lagi. Saya sendirian di dalam lift. Dan ternyata lift turun ke lantai satu lagi. Saya bingung, kenapa turun ke lobi lagi. Akhirnya saya keluar lift dan pindah ke lift satunya. Di dalam lift saya bersama seorang bapak yang mau menuju lantai lima. Saya pencet lagi angka tiga. Dan ternyata liftnya bergerak sampai ke lantai lima. Tambah bingung lagi, ini lift kenapa ngambek ya. Dan ternyata, pas bapak itu keluar lift. Beliau menyarankan saya untuk tab kartunya dulu baru pencet angka. 


Dan ternyata benar, angka tiganya menyala. Pintu lift tertutup lagi dan bergerak turun ke lantai tiga. Pintu lift terbuka, akhirnya saya sampai juga di lantai tiga. Ternyata beda hotel, beda juga cara naik liftnya ya. Atau saya saja yang katrok.hahaha 


Setelah keluar lift, saya mencari kamar. Untuk mencari kamar gak susah. Ada petunjuk menuju kamar sesuai nomor kamarnya. Untungnya posisi kamar gak begitu jauh dari lift. Dan juga lorong menuju kamar gak begitu horor. Cahaya lorongnya terang dan berlantai karpet tebal. 


Dari lift saya berjalan ke arah lorong sebelah kiri. Belok ke kanan setelah bertemu pertigaan. Setelah bertemu pertigaan lagi, belok kanan dan kamar saya berada di pojokan. 


Foto : Lazwardy Journal


Membuka kamar dengan tab kartu. Pintu kamar berbunyi dan taraaaaa...., kamarnya luas sekali. Saya menyalakan lampu kamar, lampunya remang-remang. Gila ini kamar apa rumah BTN, luas banget. Terdapat dua buah bed terpisah seukuran satu orang dewasa. Ada kursi sofa, lampu tidur, meja kerja, tv, lemari penyimpan pakaian, kotak brankas, alat pemanas air, cangkir, mini kulkas yang menyala dengan baik. 


Untuk botol air mineral gak tersedia disini karena hotel ini menerapkan "no sampah plastik". Jadinya pihak hotel menyediakan muk kosong dari kaca untuk dipakai mengambil air di dispenser yang tersedia di pojok-pojok lorong kamar. Semua hotel di Surabaya menerapkan hal demikian karena ini program Pemerintah Kota Surabaya. Salut !. 


Untuk kamar mandinya juga luas banget. Ada handuk dua buah,wastafel, kaca cermin lebar, closed duduk, bathub untuk berendam dan shower lengkap dengan sabun, shampo dan perlengkapan mandi lainnya. 


Sesampainya di kamar, teman satu kamar belum datang. Infonya beliau dari Madiun dan akan menginap di rumah mertuanya di Surabaya. Jadinya malam ini saya tidur sendirian di kamar yang luas banget. Terkesan horor, apalagi ada jendela besar ditutupi gorden putih. Apalagi lantai kamar dilengkapi dengan karpet tebal bergaya jadul gitu.  


Wajar saja kesannya jadi horor. Tapi karena sudah terbiasa di kamar hotel sendirian kalau perjalanan dinas, jadinya rasa takut saya lawan dengan menyalakan tv keras-keras. Untungnya chanel tv-nya cukup banyak. Jadinya gak bosen dan rasa takut berkurang selama di dalam kamar. 


Setelah beres-beres barang bawaan, saya pergi ke bawah dan mencari makan malam di depan hotel karena malam ini kami gak dapat jatah makan malam dari pihak hotel dan panitia. Waktu juga masih sekitar jam delapan malam. Kalau di Lombok sudah jam sembilan malam. Gak lupa berkabar dulu sama orang rumah kalau sudah sampai hotel. 


Sempat bingung mau makan apa. Di depan hotel ada beberapa cafe yang menjual makanan seperti pizza, dan masakan ala resto. Ada juga coffee shop yang menggoda. Tapi kali ini saya pengen makan makanan kaki lima saja. Lumayan untuk mensejahterakan usaha kecil dan UMKM. Nengok kanan kiri, saya melihat salah satu gerobak dimana menjual nasi goreng. 


Foto : Lazwardy Journal


Saya akhirnya pesan nasi goreng mawut satu porsi seharga 13 ribu. Uniknya porsi nasi gorengnya seukuran porsi kuli. Banyak amat, sampai kenyang banget. Nasi gorengnya enak, nasinya agak kering. Bumbu rempah-rempahnya nendang banget. Perpaduan antara nasi dan mie yang digoreng bersamaan. Maknyuuss ala mendiang Pak Bondan.


Setelah makan nasi goreng di depan hotel, saya kembali ke kamar dan beristirahat. Gak banyak kegiatan yang saya lakukan malam itu. Tidur sampai pagi dan keesokan paginya bisa bangun cepat dan bisa olahraga pagi. 


Bangun pagi, langsung shalat subuh dan bersiap-siap joging pagi. Pakai sepatu dan turun ke lobi. Langit Kota Surabaya pagi itu cukup cerah. Saya memutuskan untuk muter-muter sekitar hotel saja. Melewati Jembatan Boulevard, kemudian berjalan di trotoar sepanjang Jalan Ketabang Kali dan sampai di Jembatan Bendungan Karet Gubeng.


Bisa baca sini : Sensasi Berada di Kapal Selam KRI Pasopati


Suasana lalu lintas kota yang masih lengang. Melewati Museum Kapal Selam dan Plaza Surabaya. Udara Kota Surabaya pagi itu cukup segar. Banyak juga warga yang berolahraga. Ada yang bersepeda, joging pagi dan sekedar berjalan kaki seperti saya. 



Foto : Lazwardy Journal


Dua kali muter hotel, saya rasa cukup berkeringat. Lumayan olahraga pagi biar badan dan pikiran fresh sebelum memulai kegiatan seharian nanti. Sehabis olahraga, lihat jam tangan menunjukkan jam enam pagi. Saatnya kembali ke hotel. 


Sesampainya di ruang lobi, saya langsung menuju resto untuk sarapan. Untuk jadwal sarapan dimulai dari jam enam pagi hingga sepuluh pagi. Resto hotelnya berada di lantai satu tepat di depan lobi. Ruangan restonya cukup luas. Suasana resto bergaya klasik. Meja kursi bernuansa Eropa terbuat dari kayu jati. Dinding resto full kaca, sehingga kita bisa melihat ke arah luar hotel. 


Untuk menu sarapannya beragam. Ada menu nusantara seperti nasi goreng, nasi putih, mie goreng, mie mihun, soto ayam, ayam goreng, ayam bakar bumbu kecap, sayuran dan lain-lain. Ada juga spaggeti, kentang goreng. Untuk cemilannya ada bubur kacang ijo, bubur ketan hitam, bubur ayam dan lain-lain. 


Menu sehatnya ada buah potong, salad, jus buah, susu putih dan infus water. Selain itu ada minuman favorit saat pagi yaitu kopi susu dan kopi hitam. Habis makan enaknya ngopi. 



Foto : Lazwardy Journal


Ohya, setiap paginya menu-menunya berubah-ubah ya. Gak selalu sama seperti hari sebelumnya. Kalau untuk menu sarapannya saya suka banget. Banyak pilihan dan mengenyangkan. Kita bisa makan sepuasnya tapi ingat jangan berlebihan karena berlebihan itu gak baik bagi kesehatan. 


Untuk restonya terbagi dua ruangan. Ada ruang di dalam dan ada ruang makan di luar area resto tapi masih berdekatan. Letaknya semi outdoor gitu. Kita bisa nongkrong sambil melihat pemandangan sekitar hotel. Bisa melihat lift berjalan turun naik. Bisa melihat staf hotel yang cantik. Bisa ngopi pagi disini sambil ngobrol dengan tamu hotel lainnya. 


Untuk Suites Surabaya Hotel ini merupakan hotel lama kelas bintang empat. Bangunannya juga bisa dikatakan terawat dan adem. Dari ruang lobi yang adem dan sejuk. Tercium aroma wangi khas hotel berbintang. Lantainya berkarpet tebal. Ada sofa panjang dan kursi bergaya Eropa. Banyak tanaman hias hijau di area dalam hotel. Liftnya berjalan dengan baik sehingga gak buat saya khawatir. 


Kamar tempat saya menginap juga sangat bersih, luas, bed-nya kasurnya empuk, pendingin ruangan yang dingin, wifi-nya kencang, bed-nya empuk lengkap dengan bed cover dan bantal. Ada kursi dan meja. Belum lagi ada meja kerja. Tv yang memiliki banyak channel, ada lemari penyimpan pakaian, kulkas yang berfungsi dengan baik. 


Kamar mandinya juga luas banget. Mungkin bisa dibilang luas kamar mandinya seluas kamar tidur saya di rumah. Lantai marmer dan bersih. Semuanya berfungsi dengan baik. Gak kecewa kalau menginap di hotel ini. Menurut saya hotel ini saya kasi bintang lima. 


Selesai sarapan di resto, saya kembali ke kamar untuk bersiap-siap mandi dan memulai hari ini dengan belajar hal yang baru. Selama empat hari kedepan saya akan mengikuti Pelatihan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Level 1 yang diadakan oleh LPKN (Lembaga Pelatihan dan Konsultasi Nasional) dan di hari terakhir, saya akan mengikuti uji kompetensi yang diadakan kerjasama LPKN dengan LKPP. 


Foto : Lazwardy Journal


Untuk kegiatannya dimulai pukul 08.00 WIB yang lokasinya berada di ruang Lengkuas lantai dua. Total peserta pelatihan berjumlah tujuh belas orang yang berasal dari berbagai daerah. Paling dekat dari Kota Malang dan paling jauh dari Maluku. 


Ini merupakan ilmu baru yang saya dapatkan dan ilmu ini juga gak jauh-jauh dari keilmuan profesi yang saya punya saat ini. Ilmu yang berkaitan dengan perencanaan dan pengadaan, tapi konteksnya jauh lebih kompleks. Bukan hanya perencanaan dan pengadaan obat dan alat kesehatan saja tapi pengadaan lainnya seperti bangun gedung, pengadaan barang lainnya, pemeliharaan dan konsultansi. 


Over all, menginap dan berkegiatan di Suites Surabaya Hotel sangat rekommended banget menurut saya. Lokasi hotelnya yang sangat strategis. Dekat dengan pusat perbelanjaan, destinasi wisata, pusat pemerintahan dan gak jauh dari stasiun kereta api yaitu Stasiun Gubeng. 


Untuk tarif menginap lebih jelasnya kalian bisa lihat di aplikasi seperti tiket.com, booking.com atau traveloka. Estimasi tarif per malam hotel ini untuk kelas superior seharga 400 hingga 500 ribuan (tergantung season). Harga bisa berubah-ubah sewaktu-waktu. 


Pelayanannya juga sangat oke. Menu-menu makanannya juga gak mengecewakan. Saya suka dengan beberapa jajanan pasarnya yang enak-enak. Selama empat hari berkegiatan, saya gak pernah jajan di luar (makan di luar maksudnya). Dari pagi sampai malam, makan dari hotel saja karena panitia kegiatan menyediakan makan siang dan malam untuk peserta. Good Job !. 


Cukup sampai disini dulu cerita Suites Surabaya Hotel nya. Nanti kita sambung lagi di tulisan berikutnya. Jangan bosan dibaca !. Ditunggu ceritanya di minggu depan !.


Penulis : Lazwardy Perdana Putra