Showing posts with label Kuliner Lombok. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Lombok. Show all posts

Sunday, 19 April 2026

Akhir Pekan Menikmati Masakan Serba Jamur di Jamur Lombok

 


Berlibur ke Pulau Lombok, pastinya dibayangan kita itu pedasnya makan pelecing kangkung. Empuknya sate rembige dicocol sama lontong. Atau rasa pedas manis ayam taliwang, makannya sambil menikmati Kota Mataram di malam hari. Satu lagi masakan yang terkenal di Lombok itu sate bulayak yang banyak kita temui di Pantai Senggigi dan destinasi wisata Suranadi, Lombok Barat. Bahkan sudah banyak juga kita temui di beberapa tempat di Kota Mataram. 


Semakin kesini, Lombok gak kalah sama daerah terkenal lainnya yang memiliki wisata kuliner bintang lima seperti Yogya, Bandung, Surabaya atau Bali. Bahkan sekarang ini, sudah banyak menjamur berbagai macam kuliner dari berbagai daerah di Indonesia maupun Asia. Sebagai contoh, tempat makan dengan konsep "jamur". 


Tempat makan ini mengingatkan saya sama salah satu tempat makan yang cukup terkenal pada jaman kuliah dulu. Sebut saja "Jejamuran Jogya" yang ramai dikunjungi baik tamu domestik maupun mancanegara. Mahasiswa pun banyak yang datang kesana.  


Nah, Lombok juga punya tempat makan seperti itu. Nama tempatnya yaitu Jamur Lombok. Lokasinya di Jalan Nangka, Selagalas, Kec.Sandubaya, Kota Mataram. Tepatnya gak jauh dari Rumah Sakit Mutiara Sukma NTB. Lebih jelasnya bisa kalian lihat di google maps. 




Tempat ini sudah lama buka. Sebelumnya sempat kesini tapi sudah penuh alias gak ada tempat. Gak ada sistem ngantri disini. Jadinya pergi ke tempat makan yang lain. 


Beberapa minggu yang lalu, saya dan anak istri, datang kesini lagi. Syukurnya masih ada tempat duduk karena tempatnya baru saja direnovasi menjadi lebih besar dari sebelumnya dengan konsep bangunan bambu tradisional. 


Akhir pekan biasanya saya dan istri selalu membuat jadwal makan di luar. Dari budget murah meriah sampai menguras isi dompet. Terkadang gak peduli tempatnya jauh dari rumah. Yang penting enak, harga terjangkau dan mengenyangkan. 


Kebetulan pilihan kami jatuh kepada Jamur Lombok karena selain tempatnya nyaman dengan nuansa tradisional. Dari pengalaman pas pesen via ojol, masakan disini juga enak luar biasa dan pastinya harga masih masuk di anggaran kami, Asyiik. So, penasaran juga pengen langsung makan jamur di tempatnya. 


Langsung saja kita ulik yoook !


Pertama, kita review dari tempatnya dulu. Kami datang kesana di sore hari. Kurang lebih sepuluh menit perjalanan dari rumah, pakai acara drama kehujanan segala. Akhirnya sampai juga kami di lokasi memakai jas hujan.  


Sampai di tempat, gak ada hujan sama sekali. Hanya tersisa aroma tanah yang sangat menyejukkan hati. Apalagi agenda sore itu, mencoba makan beberapa makanan olahan jamur. Tambah semangat lagi dan gak sabaran pengen makan-makan.


Sesampainya di lokasi, saya mencari tempat parkir motor. Sore itu cukup ramai juga kendaraan baik mobil maupun motor yang terparkir. Area parkirnya cukup luas meskipun memanjang di pinggir jalan besar. 


Pikiran saya, di dalam bakalan penuh sesak oleh pengunjung yang datang. Ternyata pas masuk ke dalam, masih banyak tersedia meja yang masih kosong. 





Memasuki area dalam, kami disambut oleh tulisan besar "Jamur Lombok" di pintu masuk. Ini seperti lesehan gitu. Bangunan semi permanen dari bahan utama bambu beratapkan alang-alang khas lesehan Lombok. Di dalamnya banyak ornamen-ornamen lampu dari rotan. Vibesnya seperti kita ada di resto Gili Trawangan sana.


Tempat duduknya dibagi dua. Ada di bagian dalam berupa meja kursi dari kayu. Dan ada berugaq "gazebo" yang jumlahnya cukup banyak. Dikelilingi oleh taman berbagai macam tanaman hias. 


Buat kalian yang ingin menikmati suasana persawahan yang menenangkan sambil bercengkrama dengan keluarga besar, bisa pilih duduk di berugaq. Karena lesehan ini dikelilingi oleh area persawahan yang masih asri. 


Sedangkan yang gak dapat berugaq, bisa duduk di kursi area depan. Areanya juga asyik dan luas. Apalagi ukuran kursi dan mejanya cukup lebar. Jadinya kalau bawa anak-anak masih aman. Anak-anak bisa berlarian di area ini. 




Fasilitas lainnya, ada mushola, ruang meeting dan toilet yang cukup bersih. Sayangnya saya gak sempat foto. Lainnya, ada tempat cuci tangan yang berada di beberapa titik. Lengkap dengan sabun dan air mengalir yang cukup lancar. 


Berhubung sore itu area berugaq sudah penuh dan sudah ada pakai acara reservasi segala. Jadinya kami memilih duduk di meja kursi area depan lesehan. Saya pilih meja kursi yang dekat dengan tempat cuci tangan biar gak jauh cuci tangannya. Syukurnya area sekitar kami duduk masih sepi, jadinya cukup nyaman. 


Salah satu staf menghampiri kami dengan senyum yang lebar. Menyejukkan sekali melihat senyuman staf tersebut. Ramah juga kepada kami. Menjelaskan menu-menu best seller yang ada disini. 


Untuk bagian memesan, saya serahin sama istri tercinta. Beberapa menu yang dipesan yaitu Nasi Goreng Jamur, Sate Jamur Bumbu Pelalah, Sate Jamur Bumbu Kacang plus Nasi Putih, Bebek Goreng, Crispi Jamur, Sup Jamur, Pisang Goreng Original dan minumannya, Es Kelapa Muda Gula Aren. Banyak juga ya ternyata. Kita ulik yuk !. 


Nasi Goreng Jamur


Ini dia menu favorit kami sekeluarga yaitu nasi goreng. Pas lihat di daftar menu ada menu nasi goreng jamur, otomatis saya dan istri pesan. Entah siapa yang makan nanti yang penting pesan dulu. 


Nasi gorengnya bisa dibilang sama seperti nasi goreng pada umumnya. Bedanya diberi tambahan jamur. Jamur yang dipakai disini yaitu jamur tiram. 



Topingnya ada tambahan telur dadar, potongan timun, bawang goreng dan sambel matah. Untuk rasa, cukup kaya akan bumbu. Aroma bawang putih dan bawang merahnya terasa banget. Agak pedas juga meskipun kami gak pesan pedas. Untungnya kami berdua doyan makan pedas. 


Nasinya gurih dan point yang paling penting menurut saya yaitu porsinya pas. Gak sedikit dan gak banyak. Pas buat porsi saya pribadi. Soal harga juga cukup terjangkau yaitu 20 ribu rupiah saja. 


Sate Jamur Bumbu Pelalah 


Kalau biasanya sate identik dengan daging, sate jamur bumbu pelalah ini jadi alternatif yang unik sekaligus menggugah selera terutama buat yang ingin sesuatu yang lebih ringan tapi tetap kaya rasa.


Dari segi tampilan, sate jamur ini terlihat sederhana, tapi begitu didekatkan, aroma khas bumbu pelalah langsung terasa. Bumbu khas Lombok ini terkenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan sedikit segar karena biasanya memakai lombok atau cabe bawang, dan perasan jeruk limau.



Saat digigit, tekstur jamurnya empuk dan juicy, hampir menyerupai daging ayam, apalagi kalau pakai jamur tiram yang disuwir lalu dibakar. Proses pembakaran memberi sentuhan smoky yang bikin rasanya makin nendang. Yang paling menonjol tentu bumbu pelalahnya pedasnya nendang tapi tetap balance dengan rasa gurih dan sedikit asam segar.


Yang menarik, sate ini gak buat kita enek seperti sate daging. Jadi bisa dimakan lebih banyak tanpa terasa berat. Cocok banget disantap dengan nasi hangat atau lontong. Ditambah dengan sambal tambahan buat yang suka ekstra pedas.


Kalau harganya cukup terjangkau yaitu 15 ribu saja. Itu sudah dapat kurang lebih sepuluh hingga dua belas tusuk sate jamur. Menu yang rekommended buat dicoba.


Sate Jamur Pecel Kangkung


Sama seperti sate jamur bumbu pelalah. Sate jamur pecel kangkung  ini bisa dibilang salah satu menu unik yang layak dicoba, apalagi buat yang pengen makan sate jamur selain bumbu pelalah. Dari segi tampilan, sate ini cukup menggoda potongan jamur yang ditusuk rapi, dibakar sampai sedikit kecokelatan, lalu ditambah kangkung dan toge dengan bumbu pecel yang kental.


Dari gigitan pertama, tekstur jamurnya terasa kenyal dan juicy, mirip seperti daging tapi lebih ringan. Aroma bakarnya juga cukup terasa, memberi sensasi smoky yang buat makin nikmat. Yang paling menonjol tentu saja bumbu pecelnya. Rasa kacangnya gurih, sedikit manis, dengan sentuhan pedas yang pas. Gak terlalu menyengat tapi cukup buat nagih.



Perpaduan jamur yang lembut dengan bumbu pecel kangkung yang kaya rasa ini bikin setiap makan terasa seimbang. Biasanya makin lengkap kalau disajikan dengan lontong atau nasi hangat, ditambah taburan bawang goreng dan sedikit perasan jeruk limau biar lebih segar.


Secara keseluruhan, sate jamur bumbu pecel kangkung cocok buat kalian yang pengen makanan sehat tapi tetap enak. Rasanya nggak kalah sama sate pada umumnya, bahkan punya karakter sendiri yang lebih ringan dan ramah di perut. Pas banget juga buat vegetarian atau yang lagi mengurangi konsumsi daging. Harganya juga cukup terjangkau yaitu 25 ribu rupiah. 


Sup Jamur 


Ini menu yang dipesan buat anak-anak. Kebayang pasti menu ini sangat segar dan enak. Dari tampilan, sup jamur biasanya terlihat ringan dengan kuah bening atau sedikit creamy. Dihiasi potongan jamur yang menggoda. Aroma hangatnya langsung terasa begitu disajikan perpaduan wangi kaldu, bawang, dan jamur yang khas.



Saat dicicipi, tekstur jamurnya lembut dan sedikit kenyal, menyerap rasa kuah dengan sempurna. Kuahnya sendiri gurih dan hangat di tenggorokan, apalagi kalau pakai kaldu ayam atau sayur yang dimasak perlahan. Kalau versi creamy, rasanya lebih  sedap. 


Yang buat sup jamur spesial yaitu kesederhanaannya. Gak banyak bumbu, tapi tetap enak dan gurih. Semakin mantap kalau ditambah wortel, kentang, atau sedikit daun bawang sebagai topping. Nyam nyam, saya cicip sedikit. Waw kuahnya kaya bumbu dan gurih. Sayangnya agak sedikit pedas. Untungnya anak-anak mau makan dan mereka suka. Harga seporsi sup jamur yaitu 10 ribu rupiah. Cukup murah kan ?. 


Crispy Jamur 


Untuk cemilannya, kami pesan jamur krispi. Berhubung anak-anak suka yang kriuk kriuk, jadinya cocok buat mereka. 


Crispy jamur ini termasuk camilan yang simpel tapi gampang buat ketagihan. Dari tampilannya saja, jamur yang dilapisi tepung terlihat keemasan dan menggoda, apalagi kalau digoreng dengan tingkat kematangan yang pas kering di luar tapi gak gosong. 


Disajikan dengan taburan bumbu atau saus cocolan yang menambah nafsu makan. Begitu digigit, bagian luarnya langsung terasa renyah dan kriuk, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan juicy khas jamur. 



Kontras tekstur ini yang jadi daya tarik utama. Kalau pakai jamur tiram, sensasinya bahkan bisa sedikit mirip ayam goreng crispy, tapi lebih ringan.


Soal rasa, crispy jamur cenderung gurih dengan sedikit sentuhan asin. Cocok dimakan sebagai camilan santai, teman nongkrong, atau bahkan lauk pendamping nasi.


Secara keseluruhan, crispy jamur adalah pilihan yang pas buat yang cari cemilan enak, terjangkau, dan lebih ringan dibanding gorengan daging. Minusnya paling kalau terlalu lama didiamkan, kerenyahannya bisa berkurang jadi paling enak dimakan selagi hangat. Harga seporsi jamur krispi yaitu 15 ribu rupiah. 


Bebek Goreng 


Buat anak-anak kami pesankan menu bebek goreng biar aman kalau mereka gak suka makan jamur. Tapi ternyata makan bebek plus nasi, sate jamur dan sup jamur, enak juga ya. 



Anak-anak juga sangat suka. Terutama dagingnya yang empuk dan juicy. Kulit bebeknya kering dan gurih. Apalagi bumbu yang digunakan juga nendang banget. Dicocol sama sambel matah. Ehmmm, nendang polll. 


Dari segi penyajian, bebek gorengnya disajikan hangat dengan nasi putih. Kombinasi sederhana ini justru yang bikin nagih. Harga seporsi bebek goreng yaitu 30 ribu rupiah ditambah nasi hanya 5 ribu rupiah saja. 


Pisang Goreng Original


Mumpung habis hujan, enaknya ngemil pisang goreng. Untungnya disini ada berbagai macam cemilan dan pilihan jatuh kepada pisang goreng original. 



Anak-anak juga doyan makan pisang goreng. Porsinya juga lumayan banyak. Pisang gorengnya rasanya manis dan pisang yang digunakan yaitu pisang kepok. Tanpa tambahan topping berlebihan. Jadi cocok banget buat kalian yang suka rasa klasik. Gula alaminya terasa, apalagi kalau dimakan hangat.


Bagian luar renyah, tapi gak terlalu keras. Dalamnya lembut dan legit. Ini biasanya karena adonan tepungnya pas. Gak terlalu tebal, jadi pisangnya tetap jadi bintang utama. Harga seporsi pisang goreng original yaitu 10 ribu rupiah. 


Es Kelapa Muda Gula Aren 


Meskipun habis turun hujan, gak ada salahnya pesen minum yang dingin-dingin. Habis makan banyak dan pedas, paling enak minum yang seger-seger. Es kelapa muda gula aren sepertinya pas banget. 


Dari tampilan saja sudah menggoda. Air kelapa bening, serutan daging kelapa muda, ditambah warna cokelat khas gula aren yang kelihatan adem. 



Begitu diminum, sensasi pertama yang terasa itu segarnya air kelapa yang langsung bikin tenggorokan lega. Apalagi kalau pakai es batu, rasanya makin nyess di tenggorokan. Air kelapa sendiri memang terkenal bisa membantu menghidrasi tubuh dengan cepat, bahkan sering disamakan dengan minuman isotonik alami. 


Minuman dingin ini anak-anak juga sangat suka. Selain es kelapa muda, istri pesan es jeruk. Rasanya juga seger di tenggorokan. Selain gula aren, ada pilihan pemanis lainnya antara lain sirup dan susu. Harga segelas es kepala muda gula aren yaitu 10 ribu rupiah. 


Over all, makan di Jamur Lombok gak buat kecewa. Pelayanan yang baik, menu-menunya yang enak-enak, tempatnya yang nyaman dan gak kapok datang untuk kedua sampai berulang kali. 


Selain menu-menu yang sudah saya review di atas, masih banyak menu lainnya yang belum sempat kami pesan dan review satu per satu. Buat kalian yang ingin review menu lainnya atau sudah datang kesini dengan cerita berbeda, bisa tulis di kolom komentar ya !. Terimakasi.





Saking nyamannya, kami sampai betah berlama-lama sambil main kartu UNO. Kebetulan game yang disukai oleh anak-anak. Selain mengajarkan mental juara. UNO juga dapat mengajarkan anak-anak untuk berpikir dan mengatur strategi. Sebenarnya mengalihkan biar gak main gadget saja sih. Hehehe 


Ajakin keluarga besar juga gak ragu memilih Jamur Lombok. Buat yang kerja kantoran, traktir temen kantor kalau ulang tahun atau lagi dapat ceperan, bisa pesen menu serba jamur disini. 


Jamur Lombok juga menyediakan paket begibung buat empat sampai enam orang. Isinya bisa request sendiri. Lengkapnya kalian bisa kepoin akun instagramnya saja (@jamur.lombok). 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra 

Sunday, 29 March 2026

Makan Ayam Goreng 24 Jam di Doyan Ayam Mataram


Hampir sebulan gak nulis blog dikarenakan kesibukan kerjaan, sakit di bulan puasa sekalian jagain anak-anak sakit. Banyak juga ya halangannya, hehehe.


Pastinya ada yang sudah kangen berat sama tulisan saya yang terbaru (kepedean). Sabar, kali ini kita bahas yang ringan-ringan dulu yaitu nyobain tempat makan siap saji yang baru buka di Kota Mataram. Kalau gak salah di penghujung tahun 2025 lalu. 


Btw, sudah lama juga saya gak ngebahas tempat makan di kota kita tercinta ini. Baik warung makan, cafe, resto sampai kedai kopi, sudah banyak banget yang baru di kota ini. Sayangnya belum sempat didatangi satu per satu. Sepi yang ngendorse juga, hahaha ( i just kidding). 


Fyi, kalau lagi bingung cari tempat makan yang simpel tapi rasanya nampol, saya nemu satu tempat makan cepat saji yang menurut saya wajib dicoba yaitu Doyan Ayam. Sesuai namanya, tempat ini cocok banget buat kalian yang emang doyan makan ayam, apalagi menunya ayam goreng. 


Lokasinya di Jalan Airlangga, Punia, Kota Mataram. Untuk lebih jelasnya saya cantumkan titik koordinatnya di bawah.


Google Maps : Doyan Ayam Mataram


Di malam akhir pekan, saya mengajak istri untuk pergi makan ayam goreng. Pastinya menyesuaikan dengan selera anak-anak yang doyan banget makan ayam goreng. 





Kebetulan Doyan Ayam sudah buka cabang di Kota Mataram. Salah satu tempat makan cepat saji ayam goreng yang ada di dua negara yaitu Indonesia dan Malaysia. Awalnya buat saya pribadi cukup asing di telinga. Sering lewatin pas pulang kantor dan baru kali ini kesampaian juga makan disini bareng keluarga. 


Kebetulan malam minggu, sesampainya di depan tempat makannya. Terlihat pelanggan sudah ramai banget. Untungnya masih ada sisa tempat duduk buat kami. 


Dari luar, tempatnya gak yang waaah banget. Ukuran ruangannya juga gak besar-besar amat. Sederhana, tapi justru itu yang bikin nyaman. Gak ribet, cocok buat makan santai, baik bareng teman, keluarga, atau bahkan sendirian juga nyaman. Tempatnya juga cukup bersih dan enak duduk berlama-lama.


Ruangannya ada yang ber-AC dan non-AC. Kami memilih duduk di ruang ber-AC biar adem. Cat dinding dominan warna putih dengan perpaduan warna merah sebagai ciri khas dari Doyan Ayam. Salah satu dinding ruangan full kaca sehingga kita bisa melihat suasana lalu lintas dari dalam.


Berhubung malam minggu dan masih suasana lebaran, kami harus bersabar mengantri untuk pesan menu karena antrian panjang. Istri sibuk ngantri, saya cepat-cepatan ambil tempat duduk agar gak diambil sama orang lain. 


Disini tempat duduknya ada dua macam. Ada meja dengan kursi tegak empuk yang berhadapan. Ada juga meja dengan empat kursi berwarna merah. Keduanya sama-sama nyaman. Karena bawa anak-anak, jadinya saya pilih tempat duduk yang ada kursi tegak berhadapan. 


Untuk ruangannya pastinya adem karena ada AC-nya yang berfungsi dengan baik. Ruangannya beraromakan khas ayam goreng. Terlihat kesibukan para staf yang berada di meja kasir dan chef yang bekerja di dapur. Semuanya terlihat sangat profesional.





Disini daftar menunya cukup banyak. Sempat bingung mau pesan apa. Tipsnya jika sebelum datang ke tempat makan yang baru kalian kunjungi, saya saranin buka dulu akun instagram atau google reviewnya. Cek daftar menunya dan catat nanti mau pesan apa. Gunanya biar gak kelamaan di depan kasir. Kasian orang yang di belakang kita pada lama antri. 


So, gak berlama-lama, istri pesan satu porsi Ayam Mie Geprek yang bagian dada. Satu porsi Crispi Ayam Dada. Satu Chicken Nugget. Tambahannya ada kailan (daun bayam kering) dan telur dadar, sambal bawang, saus tomat, saus sambal dan saus cheese. Untuk anak-anak kami pesankan es cream sunday rasa strauberry biar mereka semangat makannya. 


Ohya, satu paket menu sudah dapat nasi dan es teh ambil sepuasnya lhoo ya. Untuk nasi bisa diambil sendiri di magic jar. Sedangkan teh bisa diambil di dispenser. Gak ada batasan untuk nambah nasi dan air tehnya. Disesuaikan dengan kemampuan perut saja, hehehe. 


Cara penyajiannya juga cukup simple. Ada yang pakai piring plastik dan pakai wadah kertas nasi ramah lingkungan. Saya gak tau bedanya dimana. Untuk es tehnya, kita dikasi gelas plastik berukuran sedang berisikan es batu kristal. 




Setelah memesan menu dan bayar langsung, kami dikasi oleh stafnya sebuah alarm kecil berbentuk seperti gantungan kunci. Nanti alarm tersebut akan berbunyi jika pesanan kita sudah siap. 


Gak menunggu lama, alarm tersebut berbunyi. Artinya saya bisa mengambil pesanan di meja kasir. Sebuah nampan yang berisikan beberapa menu ayam yang sangat menggoda. Terlihat dari jauh saja, perut sudah laper banget. 


Oke, sekarang kita bahas menunya !. Yang pertama kita mulai dari Ayam Mie Gepreknya. Untuk daging ayamnya sangat empuk. Crispi dari tepung ayamnya juga sangat renyah dan gurih. Bumbunya meresap ke dalam daging ayamnya. Ditambah lagi ada mie goreng yang nampol dilidah. Mienya lembut dan bumbu mie gorengnya juga cukup pedas. Sambal gepreknya juga cukup nendang di lidah.






Kedua, Ayam Crispi Dada. Sama seperti yang geprek, daging ayamnya empuk dan bumbunya meresap. Jadi dilidah itu sangat berasa bumbu rahasia daging ayamnya. Tepung crispinya juga sangat gurih dan renyah. Buat anak-anak sangat rekommended pilih menu ayam satu ini. 


Untuk sambal bawangnya gak perlu diragukan lagi. Ini sambal saya habisin karena enak banget. Rasa bawangnya, asin, manis dan pedasnya dapat semua. Minyak sambelnya juga gak berlebihan. Enak pokoknya !. 


Saus cheesenya juga enak banget. Dicampur dengan saus sambal dan sambal bawang, perpaduan keju dan sambalnya gurih dan gak buat enek. Jadi penambah nafsu makan. Baru kali ini saya makan ayam goreng dengan perpaduan sambal yang begitu enak. 


Syukurnya anak-anak sangat suka makan ayam goreng disini. Bisa-bisa ini menjadi salah satu pilihan tempat makan ayam goreng. Apalagi disini tersedia es cream kesukaan anak-anak. Wah, bisa sering nongkrong kesini. 


Untuk harga juga sangat terjangkau. Baik kalangan mahasiswa, anak sekolah dan pekerja, harga makanan disini gak menguras isi dompet. Dengan membawa uang 25 ribu - 50 ribu, kita sudah bisa menikmati ayam goreng dan es cream favorit kalian. 


Kelebihan makan disini itu, tempat makannya buka 24 jam. Kebayang gak, bangun tengah malam karena kelaperan. Gak mau ribet masak di rumah, kita bisa pesan ayam goreng di Doyan Ayam. 


Apalagi sebentar lagi musim Piala Dunia 2026. Tinggal buka aplikasi hijau, pilih menu dan bayar. Tunggu pesanan kalian diantar ke rumah. Atau yang dekat rumahnya dengan Doyan Ayam Mataram, bisa langsung gass ke lokasi. 


Oke, mungkin itu saja yang bisa saya review. Buat kalian ada memiliki pengalaman makan ayam goreng di Doyan Ayam yang ada di berbagai daerah. Bisa saling tukar cerita di kolom komentar di bawah ini ya !. 



Over all, karena saya bukan chef atau ahli kuliner. Untuk rasa ayamnya saya beri nilai 9 dari 10. Untuk pelayanannya 9,5 dari 10. Alasannya karena pelayanan baik bagi saya pribadi itu sangatlah penting. Jika kita masuk ke sebuah rumah makan tapi dengan pelayanan yang buruk, pastinya kita gak akan nyaman. Tapi bila pelayanannya baik, pastinya kita nyaman dan rasa makanan pastinya menjadi lebih enak. 


Sudah dulu ya, ditunggu di cerita kuliner saya selanjutnya. Selamat makan !!!. 


Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 28 February 2026

Touring Santai dan Ngopi Asyik di Teras Sawah Resto & Guest House Syariah Sembalun


Sabtu pagi di Bulan Februari, hujan turun dengan derasnya. Setelah bangun tidur, saya bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap berangkat ke arah timur. Tepatnya ke rumah Mas Deni yang berada daerah Kotaraja, Lombok Timur.

Dari Mataram, saya gak sendirian. Si Enwal, Kadek dan Mas Deni sendiri ikut gabung dalam perjalanan touring ke Lombok Timur. Agenda pagi itu kami berempat akan touring ke salah satu destinasi yang cukup jauh dari Kota Mataram. Tapi menuju ke lokasi, kami akan mampir dulu di Desa Sembalun. 

Baik wisatawan domestik maupun mancanegara pastinya sudah familiar dengan Desa Sembalun. Apalagi sekarang desa tertinggi di Pulau Lombok ini sudah banyak perubahan dimana sudah banyak dibuka penginapan yang menawarkan view kece seperti glamping, homestay maupun cabin. 

Begitu juga dengan cafe dan resto yang jumlahnya sudah puluhan di Sembalun dengan menawarkan tempat yang nyaman dengan view khas alam Desa Sembalun. Salah satu yang akan kami datangi yaitu Teras Sawah Resto & Guest House Syariah.

Menunggu hujan reda hingga jam delapan pagi. Saya memutuskan untuk jalan dari rumah. Sedangkan ketiga teman tadi sudah jalan duluan. Kami berempat sepakat kumpul di SPBU sekitar Narmada, Lombok Barat. 

Setelah berpamitan sama anak istri, saya gass motor dalam keadaan jalan basah dan langit masih mendung. Alhamdulillah, hujan sudah agak reda. Selalu pakai jas hujan agar pakaian gak basah dan masuk angin. 

Perjalanan di pagi hari cukup ramai lancar. Banyak kendaraan yang akan keluar kota. Harus hati-hati berkendara di sepanjang jalur Mataram - Lombok Timur karena kendaraan besar seperti bus lintas pulau, truk dan paling banyak ya motor. Apalagi jalur Lombok Timur ini terkenal dengan pengemudi motor yang bandel karena sering gak pakai helm. Bawa motor juga ugal-ugalan, sorry ya itu faktanya di lapangan. 

Setengah jam perjalanan, sampailah saya di titik kumpul yang sudah disepakati. Mereka bertiga sudah sampai duluan dan menunggu saya datang. Oke, setelah personel lengkap, kami isi bensin full tank agar perjalanan lancar sampai tujuan. Setelah itu kami lanjut gas menuju rumahnya Mas Den sebagai cek point selanjutnya. 

Waktu tempuh satu jam perjalanan, sampailah kami di rumahnya Mas Den. Ini kedua kalinya saya kesini. Sesampainya disana, kami disambut dengan keluarga Mas Den. Disuguhi cemilan dan sarapan. Sambilan istirahat sebelum melewati tanjakan dan jalan yang berliku. 

Setengah jam istirahat, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sembalun. Cuaca pagi itu cerah berawan meskipun angin cukup kencang. Sekitar jam sebelas pagi, kami berangkat. 

Melewati beberapa daerah seperti Pasar Aikmel, kemudian mengambil jalur ke arah Desa Suela. Sesampainya di pertigaan Desa Suela, kami belok ke kiri menuju arah Desa Sapit dan Desa Sembalun. 

Untuk jalur dari Suela ke arah Sembalun cukup baik dengan kondisi jalan aspal yang menanjak. Melewati Kebun Raya Lemor dengan jalan mulus dengan kiri kanan hutan belantara. Uniknya disini, kami melewati Rumah Sakit Umum Daerah Selaparang. Salah satu rumah sakit milik Pemda Kab. Lombok Timur yang baru diresmikan beberapa tahun yang lalu. 




Setelah bertemu dengan pertigaan yang mengarah ke Desa Sapit, kami jalan lurus terus menuju Desa Sembalun. Disini jalanannya sudah menanjak sampai Puncak Pusuk Sembalun. Kiri kanan hutan belantara dengan jalanan yang meliuk-liuk. Disini saya sering berjumpa dengan para anak-anak muda yang membawa tas caril. Sepertinya mereka akan mendaki salah satu Sevent Summits yang ada di Sembalun. Salah satunya yang sudah pernah saya daki yaitu Bukit Pergasingan. 

Jalanan masih dalam kondisi basah. Harus ekstra hati-hati, apalagi sesampainya di Puncak Pusuk, kabut tebal menyambut kami. Di atas puncak Pusuk, sudah ramai sekali dengan para pengunjung yang beristirahat sambil berfoto. Kendaraan bermotor berjejer rapi di pinggir jalan. Tenda-tenda pedagang juga dibanjiri pengunjung. 

Kami gak berhenti di Puncak Pusuk karena sudah gak sabaran sampai di Teras Sawah. Dari puncak, jalanan berubah menjadi jalanan menurun yang cukup terjal. Beberapa hari sebelumnya, lokasi jalanan menurun ini terjadi tanah longsor saat hujan deras. Bekasnya masih terlihat meskipun sudah dibersihkan oleh petugas. So, harus tetap ekstra hati-hati. 

Welcome Sembalun !.

Sudah cukup lama gak ke Sembalun lewat jalur timur. Terakhir kali ke desa ini saat menginap di salah satu penginapan bernama Sembalun Kita Cottage bersama anak-anak dan istri melewati jalur utara. 

Setelah menuruni jalanan terjal, kami sudah tiba di Sembalun Bumbung. Disini kita banyak menjumpai perkebunan strauberry. Biasanya di pinggir jalan, kita banyak menjumpai pedagang strauberry. Tapi saat kemarin, kami gak menjumpai strauberry karena belum musim. Sayang sekali ya. 

Gak jauh lagi, kami segera tiba di Teras Sawah. Lokasi restonya tepat di pinggir jalan utama. Tepatnya di sebelah kanan apabila dari jalur timur. Sesampainya di lokasi, terlihat cafenya masih cukup sepi. Setelah memarkirkan motor, kami langsung masuk menuju meja kasir untuk memesan minuman. 




Teras Sawah beralamatkan di Jalan Raya Sembalun Lawang no.11, Sembalun Bumbung. Lokasinya sangat strategis. Dekat dengan beberapa penginapan dan wahana bermain. Di depan restonya ada penginapan Taman Hijau Rinjani dan wahana bermain Taman Surga. 

Infonya resto ini sering didatangi oleh artis ibukota seperti Desta, Gading Martin, Vincent, Ariel Noah beberapa tahun yang lalu. Wisatawan juga banyak yang singgah makan maupun ngopi disini. Tempatnya emang asyik banget. 

Penampakan restonya cukup simple. Bangunan memanjang ke samping dan dominan kayu dengan ruang semi outdoor. Meja kayu berjejer rapi. Restonyaa terdiri dari dua lantai yang dihubungkan dengan tangga kayu. Atap bangunan berbentuk joglo. View resto ini keren. Duduk di resto ini, kita bisa melihat kawah perbukitan hijau, persawahan dan perkebunan. Melihat aktivitas para petani yang sedang bekerja di sawah. 




Sesuai namanya, Teras Sawah memang menawarkan suasana wisata kuliner dengan latar hamparan sawah yang luas. Tempat duduknya cukup nyaman, ada area semi outdoor yang jadi favorit karena bisa langsung menikmati pemandangan.

Angin sepoi-sepoi dengan suara alam bikin suasana makin syahdu. Cocok banget buat
nongkrong bareng teman, ngopi santai habis touring, quality time bareng keluarga atau sekadar me-time sambil menikmati suasana.

Setelah memesan minuman dan cemilan, kami memutuskan untuk bersantai di lantai dua. Disini kondisinya masih sepi, lebih sepi daripada di lantai satu. Meja kursi kayu masih gak berpenghuni. Kami bebas memilih tempat. Paling enak duduk santai di pinggir pagar kayu bangunan resto. 

Selain resto, tersedia juga guest house dengan konsep syariah. Cocok buat yang ingin menginap dengan suasana tenang jauh dari keramaian kota. Lingkungannya terasa nyaman dan lebih privat. Lokasi guest housenya berada di bawah restonya. Untuk menuju kamarnya, kita menuruni tangga. Tepat di pinggir sawah lokasi kamarnya. Jumlah kamarnya kurang lebih sepuluh kamar dengan fasilitas penginapan standar. 



Kerennya, kamarnya menghadap ke arah timur. Jadinya kita bisa menikmati sunrise di saat pagi hari sambil memandang beberapa bukit yang termasuk kedalam Sevent Summit Sembalun. Untuk harga per kamarnya kalian bisa cek di platform online seperti tiket.com, booking.com atau trip.com. Harganya bisa bervariasi di setiap platformnya. 

Satu lantai dengan guest housenya, fasilitas lainnya ada kamar mandi, toilet dan mushola yang cukup bersih. Wah, jadi betah menginap disini. 

Gak menunggu waktu lama, orderan kami sudah datang. Saya memesan segelas Vietnam Drip Coffee dengan sedikit manis pastinya. Sedangkan yang lainnya tetap memesan susu jahe hangat. Btw, saya heran kenapa mereka gak pesan kopi ya. Padahal kan tema riding kami kan nyari tempat ngopi yang kece. Ini sudah kedua kali lhoo ya !. 

Untuk cemilannya, kami pesan pisang goreng. Lagi-lagi kami gak pesan menu berat karena kami sudah makan banyak di rumahnya Mas Den. Jadinya pesan minuman dan cemilan saja. 




Khusus Vietnam Dripnya saya rasa cukup enak. Jenis kopi yang digunakan yaitu robusta. Cara menyeduh kopi itu dengan metode khas Vietnam menggunakan alat saring berupa saringan logan kecil bernama phin untuk menghasilkan kopi kental dengan tetesan lambat. 

Biasanya kopi ini menggunakan dark roast atau kopi panggang gelap dan disajikan di atas susu kental manis sehingga menciptakan perpaduan rasa pahit dan manis. Disajikan dalam bentuk panas atau dingin. Kali ini saya pesan yang panas saja karena udara di Sembalun sudah dingin banget. Segelas Vietnam Drip seharga 20 ribu. 

Sedangkan minuman yang lain beragam ya harganya. Dari kopi-kopian, minuman dingin hingga jus harganya kisaran 15 ribu  sampai 30 ribu. 

Untuk cemilannya kami pesan Pisang Goreng Cokelat Keju. Untuk porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Cocok dijadikan cemilan saat bersantai sambil ngopi. Harga seporsi Pisang Goreng Cokelat Keju yaitu 23 ribu. 

Selain itu, menu disini cukup lengkap. Dari makanan dan snack kisaran harganya 20 ribu hingga 40 ribu. Awalnya tadi saya berminat pesan Indomie Rebus karena udara di Desa Sembalun cukup dingin apalagi suasana hujan gene. Tapi karena perut gak kompromi, saya urungkan buat pesan. Next time kalau datang kesini lagi, pasti pesan Indomie Rebus. 





Saat duduk santai menikmati ngopi dan cemilan, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Suasananya tambah syahdu sekali. Puncak-puncak bukit tertutup kabut tebal. Angin dingin yang berhembus menyapa kulit. Kopi yang tadinya panas, perlahan-lahan menjadi dingin. Mau panas maupun dingin Vietnam Drip Coffee tetap nikmat di mulut. 

Sambil menikmati hujan, kami berempat ngobrol-ngobrol santai. Awalnya dilema mau meneruskan perjalanan ke tujuan utama. Tapi dengan modal nekat dan kami sudah menyiapkan jas hujan di dalam jok motor. Akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke arah utara. 

Bisa tebak tujuan kami selanjutnya kemana ?. Kalian bisa baca ceritanya di tulisan saya sebelumnya. Setelah menunggu hujan reda, kami meneruskan perjalanan menuju Desa Obel-Obel melalui jalur utara. 

Sebelum itu, saya menyempatkan mampir di salah satu tenda sayur-sayuran Sembalun yang banyak di pinggir jalan. Beberapa sayuran saya beli seperti edamame, sawi, wortel, kentang, dan daun bawang. Disini sayurannya segar karena baru dipetik. Harganya juga bisa ditawar bagi yang pintar nawar seperti saya, hehehe.

Touring dan ngopi ke Teras Sawah Resto & Guest House Syariah jadi salah satu pengalaman santai yang layak diulang di waktu lain. Tempatnya nyaman, view-nya juara, suasananya tenang, dan cocok untuk berbagai suasana.


Kadang yang kita butuhkan memang bukan perjalanan jauh, tapi tempat sederhana dengan pemandangan hijau dan secangkir kopi hangat.

Kalau kalian sedang mencari destinasi touring santai di Lombok Timur, tempat ini bisa banget masuk daftar kunjungan berikutnya. Jarak dari Mataram ke Teras Sembalun yaitu 93 kilometer dengan waktu tempuh 2 jam 30 menit. 

Info lebih lengkapnya kalian bisa kunjungi aku instagramnya (@terassawah). Buka dari jam sembilan pagi hingga sembilan malam. 

Btw, setelah semua sayuran pesanan istri sudah dibeli, kami melanjutkan riding ke lokasi selanjutnya. Jangan lupa mampir di tulisan sebelumnya ya !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra