Showing posts with label Kedai Kopi Lombok. Show all posts
Showing posts with label Kedai Kopi Lombok. Show all posts

Monday, 13 July 2026

Coffee Shop Favorit Sambil Ngeblog : Toko Kopi Bertiga


Dari beberapa kedai kopi yang pernah saya datangi baik di Kota Mataram maupun di luar Lombok, ada yang sudah gulung tikar dan ada juga yang masih bertahan hingga sekarang. Begitu juga di awal tahun 2026, sudah banyak menjamur coffee shop dengan nama unik dan menawarkan tempat dan menu kopi menarik. 

Gak hanya menjual tempat yang estetik dan nyaman. Tapi yang terpenting juga produk yang dijual juga harus cocok di mulut banyak orang dan harga terjangkau terutama untuk menu kopinya. 

Kalau saya pribadi, mencari coffee shop atau kedai kopi yang tempatnya nyaman untuk nulis. Mau ngopi tapi pengen nyari tempat yang asyik buat meeting atau nulis, di Toko Kopi Bertiga  tempatnya. Nama yang unik dan beda dari lainnya. Salah satu coffee shop yang secara kebetulan saya temukan saat pulang kerja. 

Karena penasaran pengen masuk ke dalam coffee shopnya, akhirnya saya putuskan untuk mampir sebentar. Masih ada waktu luang untuk sekedar melepas penat seharian urus kerjaan di kantor.

Bertiga atau biasa disebut Toko Kopi Bertiga beralamatkan di Jalan Catur Warga no. 23, Kota Mataram. Tepatnya berada di seberang toko hp Ricky Smartphone. 







Yang saya suka dari coffee shop ini yaitu tata letak ruangannya. Dari depan hanya terdapat tembok dan pintu masuk. Jadinya gak terlihat dari luar. 

Terdiri dari tiga ruang, indoor, semi outdoor dan outdoor. Bagi yang ahli hisap paling cocok duduk di ruang semi outdoor dan outdoor. Kalau saya lebih suka duduk di ruang indoornya karena adem dan buat nyaman untuk nulis. 

Masuk ke dalam coffee shopnya, saya disambut oleh salah satu karyawan dengan hangat. Saya langsung melihat daftar menu dan pesan Kopi Bersama seharga 23K dan Banana Cake seharga 16K.

Setelah pesan dan bayar, saya menunggu pesanan dibuat. Sambil menunggu saya memilih tempat duduk yang enak buat kerja. Tempat duduknya berupa meja kayu berukuran segi empat dengan dua buah kursi kayu saling berhadapan. 

Penampakan ruang coffee shopnya juga estetik. Dinding ruang yang disemen kasar dengan tehnik modern. Di sudut ruang berupa dinding kaca transparan dengan roller blind sebagai gorden. 

Dari dalam kita bisa melihat area outdoor berupa taman mini dengan beberapa kursi besi dan dudukan dari semen. Ditambah lagi dengan tanaman-tanaman hias. Di area semi outdoornya terdapat beberapa meja kursi untuk meeting dan nongkrong. Dari sini, kita bisa melihat arus lalu lintas kendaraan di depan coffee shop karena didesain terbuka gitu. 





Dari review ini selesai ditulis, saya sudah dua kali datang kesini. Kalau mau cuci mata lihat yang bening-bening, paling enak datang kesini itu sore atau malam hari. Sedangkan kalau mau nyari tempat yang tenang buat nulis atau kerja di laptop, bisa datangnya siang hari karena lebih sepi dibandingkan sore dan malam. 

Pertama kali datang kesini saya memesan Kopi Bersama. Untuk satu cupnya porsinya lumayan banyak. Soal rasa, lumayan enak. Gak terlalu manis dan terpenting percampuran espresso dan susunya nendang banget. Ditambah gula aren sebagai pemanis, dijamin betah lama-lama duduk disini. 

Datang kedua kali saya memesan manggo punch yaitu perpaduan sirup mangga dengan susu fermentasi alias yakult. So, saat minum terasa sepet-sepet di lidah dan buat seger. Cocok buat nemenin nulis blog karena buat mata melek terus. 

Untuk cemilannya, saya memesan banana cake. Karena suka dengan yang berbau pisang, baik minuman, cemilan atau olahan makanan yang berbahan dasar pisang. 

Buat yang gak doyan kopi, disini ada jenis minuman non kopi. Kalian tinggal pilih yang ada di daftar menu. Btw, disini gak menjual makanan berat seperti rice bowl, atau kentang goreng. Cemilan disini hanya pastry saja semacam cake dan roti karena disini konsepnya toko kopi jadinya gak seperti cafe pada umumnya. 



Over all, salah satu tempat nyaman buat kerja atau nulis versi saya. Tempatnya agak tertutup dari luar. Bagi yang introvert cocok nih buat belajar atau curhat bareng temen dan gebetan. 

Selain nyaman, disini juga free wifi dan sinyalnya kencang banget. Bisa diem-diem download anime atau drakor, hehe. Kalau masuk waktu shalat, disini juga disediakan mushola di bagian belakang. Fasilitas lainnya ada toilet standar cafe kekinian dengan konsep modern. 

Yang mencari ketenangan sambil buka laptop, entah buat nulis, selesaikan tugas atau sekedar ngobrol bareng teman sambil mendengar lagu-lagu kekinian, kalian bisa ke Toko Kopi Bertiga. 

Buka setiap hari dari pukul 07.30 - 23.00 WITA. Buat yang mau minum kopi pagi-pagi, bisa datang kesini. Kalian bisa kepoin akun instagramnya juga di @bertiga.bsm (bukan ngendorse). 

Semakin malam, nongkrong disini semakin asyik. Melihat lampu-lampu coffee shop yang menambah suasana menjadi ingin berlama-lama duduk disini. Tapi karena sudah malam, mari kita pulang karena istri dan anak-anak sudah menunggu di rumah. Hehehe 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Thursday, 18 June 2026

Coffee Morning di Iforest Coffee Lombok


Kalau mau ngopi pagi di tempat yang santai dan nyaman tapi bingung dimana. Kalian bisa cobain ngopi pagi di Iforest Coffee yang buka dari jam tujuh pagi sampai sebelas malam setiap harinya. 

Lokasinya di Jalan Prasarana no. 6, Dasan Agung Baru, Kota Mataram. Gak jauh dari Islamic Center Lombok, Masjid Hubbul Wathan, komplek sekolah dan kampus. Namanya cafe atau kedai kopi jaman sekarang itu pastinya ramai dikunjungi oleh para Gen Z. 

Para generasi milenial seperti saya gak mau kalah dong sama mereka yang menjadi harapan bangsa di era yang akan datang. Bisa membawa negeri ini menjadi negeri yang maju dan beretika, Asyik. Ini kita bahas apa sih?. 

Kalau Hari Jumat pagi biasanya kegiatan di kantor yaitu jalan sehat bareng teman kantor. Nah beberapa minggu yang lalu, biar gak bosan hanya jalan sehat sekitar kantor saja. Kita mampir di Iforest Coffee yang lokasinya hanya lima belas menit dari kantor dengan berjalan kaki. Kalau naik motor, bisa dua menitan. 




Alasan saya kenapa datang kesini karena Iforest Coffee lagi ada promo namanya Morning Coffee dimana kita bisa pesan kopi dari jam tujuh pagi hingga sepuluh pagi setiap hari. Menawarkan harga spesial yaitu hanya 20 ribu saja. 

Nah karena ada tempat ngopi yang menawarkan kopi pagi, saya tertarik buat datang. Untuk kopinya, kita bisa pilih antara lain americano, piccolo, cafe latte dan cappuccino. Semuanya hot dan original alias gak ada yang dingin. 

Buat saya pribadi, adanya tempat ngopi pagi-pagi sekece Iforest punya kebahagiaan tersendiri. Pagi itu pengennya ngopi sendiri sambil bersantai memikirkan kerjaan yang mau diselesaikan hari itu. Kebetulan juga lagi gak terlalu sibuk. Jadinya bisa berolahraga sambil ngopi santai. 

Cafe ini menawarkan suasana yang tenang dengan konsep yang terasa modern namun tetap hangat, cocok untuk berbagai aktivitas mulai dari bekerja, ngobrol santai, hingga sekadar menikmati secangkir kopi di pagi atau malam hari. 








Iforest Coffee menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pecinta kopi maupun mereka yang mencari tempat nongkrong dengan suasana yang gak terlalu ramai. Begitu masuk, pengunjung langsung disambut dengan desain interior yang didominasi unsur kayu dan nuansa natural yang membuat suasana terasa nyaman.

Begitu tiba di halaman depan, saya disambut dengan area parkir yang cukup luas. Vibesnya seperti masuk ke pekarangan rumah masa kecil. Bangunan cafenya juga cukup sederhana dengan dominan cat tembok warna putih dan kusen pintu jendela warna tosca. 

Beberapa tanaman hias dan pohon mangga menyambut siapa saja pengunjung yang datang. Karena saya datangnya pagi, suasana masih sejuk dan masih sepi. 

Hal pertama yang saya rasakan saat berada di Iforest Coffee adalah suasananya yang cukup adem dan menenangkan. Penataan meja yang rapi membuat pengunjung tetap memiliki ruang untuk menikmati waktu tanpa merasa terganggu dengan pengunjung lainnya. 

Disini ada beberapa area tempat duduk yang bisa kita pilih. Ada bagian indoor dengan sofa panjang dan meja kayu. Cocok buat kalian yang ingin sendirian dan bekerja di depan laptop, bisa pilih area ini. 

Ada juga area outdoor dan semi outdoor. Cocok buat kalian yang mencari suasana kumpul bareng teman atau keluarga. Atau mau nonton bareng Piala Dunia 2026, pas banget. Area outdoornya cukup luas yang berada di bagian belakang dan samping bangunan utama. Meja dan kursi berjejer rapi. Buat yang lagi mencari tempat meeting, cafe ini juga menyediakan ruang meeting yang nyaman. 

Beberapa fasilitas lainnya seperti mushola, toilet dan wastafel juga tersedia. Semuanya bersih dan tertata rapi. 

Musik yang diputar juga gak terlalu keras sehingga tetap nyaman untuk mengobrol atau bekerja di laptop. Bagi yang suka mencari spot foto, beberapa sudut di kafe ini juga cukup Instagramable. Pencahayaan yang baik dan desain ruangan yang estetik membuat hasil foto terlihat menarik tanpa perlu banyak editan.




Memasuki ruangan cafe yang masih sepi dengan vibes suasana rumah masa kecil. Saya menuju meja kasir untuk memesan satu gelas kopi based cappuccino panas seharga 20 ribu dan kentang goreng seharga 25 ribu. 

Seorang karyawan cafe melayani dengan ramah. Setelah bayar, saya memilih duduk di ruang dalam saja. Duduk santai di pojokan samping jendela. Kursi sofanya berukuran panjang untuk dua orang. Ada meja dan kursi sofa ukuran untuk satu orang. 

Untuk kopi based cappuccino panasnya berasa espressonya. Gak manis tapi gak pahit juga. Enak banget dinikmati di pagi hari. Minum kopi sambil nyemil kentang goreng. Porsi kentang gorengnya juga cukup besar. Cukup untuk porsi saya sendiri. 

Sebagai coffee shop, tentu menu kopi menjadi daya tarik utama. Pilihan kopi di Iforest Coffee cukup beragam, mulai dari espresso based hingga kopi susu yang cocok untuk penikmat kopi ringan. Rasa kopinya terasa seimbang, gak terlalu pahit dan tetap memiliki karakter yang nikmat.

Selain kopi, tersedia juga berbagai pilihan minuman non kopi serta cemilan dan makanan ringan yang cocok menemani waktu bersantai. Penyajian menu terlihat menarik dan porsinya cukup memuaskan.

Over all, Saya suka ngopi disini. Disini kita bisa nongkrong lama sambil main handphone tanpa khawatir kehabisan baterai karena disediakan colokan listrik dan akses internet yang cukup kencang menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang ingin berlama-lama.

Secara keseluruhan, Iforest Coffee menawarkan pengalaman ngopi yang menyenangkan di Kota Mataram. Dengan suasana yang nyaman, desain tempat yang menarik, pilihan menu yang beragam, serta pelayanan yang ramah, kafe ini layak masuk dalam daftar tempat nongkrong yang wajib dicoba saat berada di Kota Mataram.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra


Friday, 3 April 2026

Tempat Ngopi Sesyahdu di Stoic by episode Coffee & Space Lombok

 


Sudah lama saya mau datang ke cafe ini, baru kesampaian minggu lalu tepatnya setelah lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Janjian sama temen-temen motor dan mereka ada waktu buat kumpul. Kebetulan di akhir pekan, kami berencana nyari kedai kopi buat ngobrol-ngobrol santai.

Setelah berdiskusi yang cukup alot di chat grup, akhirnya kami memilih ngopi di Stoic Coffee & Space. Tempatnya asyik buat nongki. Review lengkapnya, baca sampai habis !.

Janjian sore mau kesana, eh malah hujan lebat. Sempat galau jadi apa gak. Syukurnya ada jas hujan, jadinya saya terabas saja. Mau pakai mobil, sayangnya mobilnya masih di dealernya. Untungnya Si Nmax kesayangan menemani sepanjang jalan sambil hujan-hujanan. Kontak teman-teman, ternyata ada yang sudah datang duluan. "Semangat amat bung !". Jujur, ini pertama kami juga kesini. 

Stoic Coffee saya menyebutnya merupakah sebuah kedai kopi yang instagrammable dan lagi ngehits. Lokasinya di Jalan Bung Karno no.31, Cilinaya, Kec.Cakranegara, Kota Mataram. Tepatnya di depan Polsek Mataram. Buka dari jam sembilan pagi hingga sebelas malam. 

Cukup unik dibandingkan kompetitor lainnya yang berada di Kota Mataram. Cafe ini memiliki area yang cukup luas. Sebelum ada cafe ini, tempat ini dikenal dengan nama Sayung Resto. Salah satu restaurant ternama di kota ini. Sayangnya Sayung Resto sudah gak seramai dulu. Sempat tutup juga dan entah sampai sekarang masih buka apa gak.

Masih satu area dengan bangunan Sayung restonya, pemilik resto membangun cafe yang cukup menarik bernama Stoic Coffee & Space. Ditata semenarik mungkin. Berada di tengah-tengah pepohonan yang sangat rindang. Bisa dibilang cafe dibangun di tengah hutan kota yang asri. Mau siang atau sore, kita gak bakal kepanasan duduk santai sambil ngopi. 

Yuk kita ulik gimana sensasi nongkrong di Stoic Coffee !. 





Untuk lokasinya gak perlu bingung. Cafe ini berada persis di pinggir jalan raya tengah kota. Tinggal buka google maps, ketik Stoic Coffee atau Sayung Resto, langsung keluar tempatnya. 

Tapi buat kalian yang masih bingung, tenang saja. Di pinggir jalan sudah terdapat plank berwarna cokelat bertuliskan Stoic by episode Coffee & Space. 

Sensasi memasuki area cafenya, pastinya kalian sudah dibuat senang. Kita disambut oleh rimbunnya pepohonan besar yang cukup rindang. Belum lagi ada kolam ikan yang cukup luas. Dari pintu masuk, udara yang sejuk menyapa saat memasuki area cafenya

Menuruni jalanan berbatu menuju area parkirnya yang berada di bagian belakang. Area parkirnya cukup luas. Baik mobil maupun motor bisa menampung dengan jumlah puluhan unit. 

Sesampainya di lokasi, sudah ada personil yang sudah duduk santai di depan area kolam ikan. Setelah memarkirkan motor, saya langsung berjalan ke mereka. Ada Enwal dan Kadek yang sudah nongki duluan. Tinggal Mas Den yang belum datang. Yang lainnya gak tau ikut gabung apa gak. 

Berhubung mereka sudah pesan minuman. Saya langsung menuju meja kasir buat pesan minuman dan makanan. Berhubung perut juga laper, saya putuskan buat makan sore. 




Berjalan menuju meja kasir buat pesan menu. Saya harus menaiki anak tangga karena bangunan utama cafenya berada di atas. Menunggu antrian pengunjung lainnya di depan saya. Sempat bingung mau pesan apa. Lihat-lihat daftar menunya. Ada beberapa menu yang cukup familiar. Selain itu masih asing. 

Setelah giliran saya, mata langsung tertuju ke salah satu menu yaitu salah satu menu. Untuk menunya cukup banyak dan beragam. Dari snack sampai dessert. Dari kopi hingga non kopi juga ada disini. Soal harga kalian nongkrong disini bisa menghabiskan budget 25 ribu hingga 50 ribu rupiah, ini standar ya. Kalau pengen nambah yang lain bisa lebih dari itu.

Menu apa yang saya pesan, kita spill nanti pas bagian review minuman dan makanannya ya !. Sabar. 

Untuk pembayaran bisa pake Qris atau cash. Saya memilih pembayaran cash saja biar gak terbiasa pake Qris. Untuk pemesanan cukup cepat ya. Mbak stafnya juga sangat ramah dan manis, asyiiik (semoga gak dibaca sama istri). 

Setelah memesan menu, saya coba berkeliling area cafe sebentar. Disini cafenya cukup unik dan estetik. Pemilik cafe sepertinya ingin buat pengunjungnya betah berlama-lama duduk disini sambil ngumpul bareng teman atau keluarga. Betah berlama-lama juga untuk bekerja dengan laptop. Tempat anak-anak rekreasi juga bisa. 

Tempat duduknya juga cukup banyak dan beragam. Kalian bisa memilih bersantai di ruang indoor, semi outdoor dan outdoor

Untuk ruang indoor-nya sangat estetik. Buat kalian yang suka foto-foto ala Instagram bisa pilih duduk disini. Ruangannya didesain semenarik mungkin. Buat meeting juga cocok. Asalkan jangan ngumpul buat gibah saja. Ruangannya juga sudah dilengkapi AC jadinya betah berlama-lama kerja di laptop. 

Menuruni tangga, disini ada ruang semi outdoor. Ada beberapa meja kursi yang nyaman dengan lampu hias di atasnya. Buat kalian yang gak betah di dalam ruang ber-AC tapi masih ingin bekerja, cocok duduk disini. 

Nah ini yang paling saya suka yaitu tempat duduk outdoornya. Masih di lantai yang sama dengan semi outdoor, ada tempat duduk yang berada di pinggir bangunan cafe. Meja panjang dari cor-coran semen dengan kursi merah yang nyaman. Kalian yang datang sendiri dan mencari ketenangan, bisa pilih tempat ini. Di hadapan kita juga terlihat area hutan kota yang asri dengan kolam ikan dan pepohonan yang rindang. 

Tempat duduk terakhir yaitu di area hutan kota dengan kolam ikannya. Disini gak terlalu banyak meja kursinya. Siapa yang datang cepat, dia yang dapat. Untungnya si Enwal datang duluan jadinya masih dapat tempat duduk disini. Untuk meja kursinya ada yang diberi payung dan gak. Jumlahnya juga terbatas. 

Dikelilingi oleh hutan kota dan kolam ikan yang kedalamannya sekitar satu meter. Dulunya kolam ikan ini merupakan kolam permandian karena gak jauh dari kolam ini ada sumber mata air yang masih ada sampai sekarang. Sekitar sumber mata air ini terdapat pura kecil tempat persembahyangan umat Hindu. Karena yang punya tempat ini orang keturunan Bali. 

Fasilitas lainnya ada musholla dan toilet yang cukup bersih dan terawat. Sayangnya saya gak sempat fotoin. Selain itu kebersihan tempatnya juga baik. Gak ada sampah atau binatang pengganggu seperti kucing dan anjing. Cafe ini benar-benar dikelola dengan baik. 






Setelah berkeliling sekitar cafe, saya kembali ke tempat duduk. Gak lama kemudian, pesanan saya datang. Wah, cepat juga ya. Padahal baru saja pesan. Penyajiannya juga masih fresh. 

Saya memesan Stoic Sweet Coffee. Ini jenis es kopi. Perpaduan esspreso, sirup strauberry, jeruk, dan simple syrup sebagai pemanis. Alasan pesan kopi ini karena penasaran sama sensasi minum kopi dengan perpaduan rasa asam atau kecut dari strauberry dan jeruk. Untuk pemanisnya ditambah simple sirup. Untuk rasa ini enak dan seger banget. Tumben saya minum es kopi bikin mata melek. Harganya 32 ribu sudah termasuk PPN. 

Untuk makan besarnya, saya pesan Beef Black Paper. Sudah lama juga gak makan nasi lada hitam ini. Biasanya kalau ada acara kondangan atau hajatan baru nemu menu ini,hehehe. Untuk harga 37 ribu sudah sama PPN. Jadi total saya belanja yaitu 69 ribu plus PPN. Pas 70 ribu dengan uang parkir, hehehe. 

Selain menu yang saya pesan. Pesanan teman-teman yaitu Es Cappucino yang pada umumnya dan Ginger Peach Glow yaitu campuran ginger, lemon dan buah peach yang memiliki kesan manis sedikit asam. Pas banget diminum di siang hari, seger dan cocok buat tenggorokan dan badan. Harganya kisaran 25 ribu hingga 30 ribu.  

Untuk makanan beratnya ada yang pesan Nasi Ayam Tempong. Masakan khas Banyuwangi ini cukup favorit. Saya juga suka sama Nasi Tempong. Penyajiannya disini cukup lebay menurut saya. Dengan harga 36 ribu, porsinya parah. Sangat besar alias mengenyangkan. Apalagi ikuran ayam gorengnya mantap besarnya. Bisa untuk berdua. Sambel tempongnya juga seger. Rekommended buat dipesan bila datang kesini. 






Sengaja ambil sore hari karena pengen menikmati vibes senjanya. Ditambah lagi habis hujan, semakin syahdu rasanya. Sambil menikmati makanan dan minum kopi, kami berempat ngobrol ngalor ngidul dan kembali lagi ke topik utama yaitu touring selanjutnya kita bakalan kemana. 

Untuk tujuannya saya gak spill disini. Yang jelas kami akan touring lagi ke salah satu tempat yang menarik di explore kalau ke Pulau Lombok. Ditunggu saja !. 

Semakin sore, suasana di Stoic Coffee & Space semakin asyik dan tenang. Lampu-lampu cafe sudah dinyalakan. Permukaan air kolam berkilau terkena pantulan lampu. Vibesnya seperti cafe di Bali yang sudah saya kunjungi. Pengunjung mulai ramai berdatangan. 

Yang menarik buat dilihat disini yaitu banyak pasangan cowok cewek yang berkencan disini. Sementara kami bapak-bapak yang doyan ngopi padahal di rumah sudah ditungguin sama para istri dan anak-anak ( "Bapak kapan pulangnya ?") hahaha. 

Melihat anak-anak muda yang sedang pacaran disini, jadi ingat masa muda dulu. Kalau ngajakin pacar keluar makan, nyarinya warung bakso atau mie ayam (disesuaikan dengan budget). Jarang-jarang ngajakin pacar ke cafe se-kece ini. Beda sama anak muda jaman sekarang. Kalau ngajakin pasangannya ya ke cafe atau ke resto yang nge-hits. Beda jaman kali yaak ? Hahaha. 

Kalau sekarang mah, ngajakin istri dan anak itupun jarang ngopi ke luar karena istri gak terlalu suka nongki di cafe. Sukanya nongkrong berdua di rumah sambil nonton film di depan tv (malah curhat). 

Over all, buat saya Stoic Coffee sangat rekommended buat didatangi baik bareng temen, gebetan, pacar dan keluarga. Tempatnya keren habis. Didesain seperti kita di sebuah hutan kota yang rindang dengan dikelilingi pepohonan besar. Udaranya juga sejuk padahal berada di tengah kota. 

Pelayanannya juga sangat baik. Orderan cepat datang, stafnya ramah, responnya cepat, menunya juga beragam, rasanya enak dan harganya juga cocok dengan porsi yang diberikan. Kalau dilihat review di google maps juga dapat bintang 4,9/5. Baca-baca komentar orang yang sudah kesini juga sangat positif. Tapi kembali lagi ke selera ya. 

Oke, review singkat dari saya untuk Stoic by episode Coffee & Space. Kurang lebihnya seperti itu menurut pengalaman saya dan teman-teman saat datang kemarin. Mungkin ada yang masih perlu direview?, bisa ditulis di kolom komentar ya atau bisa chat WhatsApp saya langsung. 

Penulis : Lazwardy Perdana Putra

Saturday, 28 February 2026

Touring Santai dan Ngopi Asyik di Teras Sawah Resto & Guest House Syariah Sembalun


Sabtu pagi di Bulan Februari, hujan turun dengan derasnya. Setelah bangun tidur, saya bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap berangkat ke arah timur. Tepatnya ke rumah Mas Deni yang berada daerah Kotaraja, Lombok Timur.

Dari Mataram, saya gak sendirian. Si Enwal, Kadek dan Mas Deni sendiri ikut gabung dalam perjalanan touring ke Lombok Timur. Agenda pagi itu kami berempat akan touring ke salah satu destinasi yang cukup jauh dari Kota Mataram. Tapi menuju ke lokasi, kami akan mampir dulu di Desa Sembalun. 

Baik wisatawan domestik maupun mancanegara pastinya sudah familiar dengan Desa Sembalun. Apalagi sekarang desa tertinggi di Pulau Lombok ini sudah banyak perubahan dimana sudah banyak dibuka penginapan yang menawarkan view kece seperti glamping, homestay maupun cabin. 

Begitu juga dengan cafe dan resto yang jumlahnya sudah puluhan di Sembalun dengan menawarkan tempat yang nyaman dengan view khas alam Desa Sembalun. Salah satu yang akan kami datangi yaitu Teras Sawah Resto & Guest House Syariah.

Menunggu hujan reda hingga jam delapan pagi. Saya memutuskan untuk jalan dari rumah. Sedangkan ketiga teman tadi sudah jalan duluan. Kami berempat sepakat kumpul di SPBU sekitar Narmada, Lombok Barat. 

Setelah berpamitan sama anak istri, saya gass motor dalam keadaan jalan basah dan langit masih mendung. Alhamdulillah, hujan sudah agak reda. Selalu pakai jas hujan agar pakaian gak basah dan masuk angin. 

Perjalanan di pagi hari cukup ramai lancar. Banyak kendaraan yang akan keluar kota. Harus hati-hati berkendara di sepanjang jalur Mataram - Lombok Timur karena kendaraan besar seperti bus lintas pulau, truk dan paling banyak ya motor. Apalagi jalur Lombok Timur ini terkenal dengan pengemudi motor yang bandel karena sering gak pakai helm. Bawa motor juga ugal-ugalan, sorry ya itu faktanya di lapangan. 

Setengah jam perjalanan, sampailah saya di titik kumpul yang sudah disepakati. Mereka bertiga sudah sampai duluan dan menunggu saya datang. Oke, setelah personel lengkap, kami isi bensin full tank agar perjalanan lancar sampai tujuan. Setelah itu kami lanjut gas menuju rumahnya Mas Den sebagai cek point selanjutnya. 

Waktu tempuh satu jam perjalanan, sampailah kami di rumahnya Mas Den. Ini kedua kalinya saya kesini. Sesampainya disana, kami disambut dengan keluarga Mas Den. Disuguhi cemilan dan sarapan. Sambilan istirahat sebelum melewati tanjakan dan jalan yang berliku. 

Setengah jam istirahat, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sembalun. Cuaca pagi itu cerah berawan meskipun angin cukup kencang. Sekitar jam sebelas pagi, kami berangkat. 

Melewati beberapa daerah seperti Pasar Aikmel, kemudian mengambil jalur ke arah Desa Suela. Sesampainya di pertigaan Desa Suela, kami belok ke kiri menuju arah Desa Sapit dan Desa Sembalun. 

Untuk jalur dari Suela ke arah Sembalun cukup baik dengan kondisi jalan aspal yang menanjak. Melewati Kebun Raya Lemor dengan jalan mulus dengan kiri kanan hutan belantara. Uniknya disini, kami melewati Rumah Sakit Umum Daerah Selaparang. Salah satu rumah sakit milik Pemda Kab. Lombok Timur yang baru diresmikan beberapa tahun yang lalu. 




Setelah bertemu dengan pertigaan yang mengarah ke Desa Sapit, kami jalan lurus terus menuju Desa Sembalun. Disini jalanannya sudah menanjak sampai Puncak Pusuk Sembalun. Kiri kanan hutan belantara dengan jalanan yang meliuk-liuk. Disini saya sering berjumpa dengan para anak-anak muda yang membawa tas caril. Sepertinya mereka akan mendaki salah satu Sevent Summits yang ada di Sembalun. Salah satunya yang sudah pernah saya daki yaitu Bukit Pergasingan. 

Jalanan masih dalam kondisi basah. Harus ekstra hati-hati, apalagi sesampainya di Puncak Pusuk, kabut tebal menyambut kami. Di atas puncak Pusuk, sudah ramai sekali dengan para pengunjung yang beristirahat sambil berfoto. Kendaraan bermotor berjejer rapi di pinggir jalan. Tenda-tenda pedagang juga dibanjiri pengunjung. 

Kami gak berhenti di Puncak Pusuk karena sudah gak sabaran sampai di Teras Sawah. Dari puncak, jalanan berubah menjadi jalanan menurun yang cukup terjal. Beberapa hari sebelumnya, lokasi jalanan menurun ini terjadi tanah longsor saat hujan deras. Bekasnya masih terlihat meskipun sudah dibersihkan oleh petugas. So, harus tetap ekstra hati-hati. 

Welcome Sembalun !.

Sudah cukup lama gak ke Sembalun lewat jalur timur. Terakhir kali ke desa ini saat menginap di salah satu penginapan bernama Sembalun Kita Cottage bersama anak-anak dan istri melewati jalur utara. 

Setelah menuruni jalanan terjal, kami sudah tiba di Sembalun Bumbung. Disini kita banyak menjumpai perkebunan strauberry. Biasanya di pinggir jalan, kita banyak menjumpai pedagang strauberry. Tapi saat kemarin, kami gak menjumpai strauberry karena belum musim. Sayang sekali ya. 

Gak jauh lagi, kami segera tiba di Teras Sawah. Lokasi restonya tepat di pinggir jalan utama. Tepatnya di sebelah kanan apabila dari jalur timur. Sesampainya di lokasi, terlihat cafenya masih cukup sepi. Setelah memarkirkan motor, kami langsung masuk menuju meja kasir untuk memesan minuman. 




Teras Sawah beralamatkan di Jalan Raya Sembalun Lawang no.11, Sembalun Bumbung. Lokasinya sangat strategis. Dekat dengan beberapa penginapan dan wahana bermain. Di depan restonya ada penginapan Taman Hijau Rinjani dan wahana bermain Taman Surga. 

Infonya resto ini sering didatangi oleh artis ibukota seperti Desta, Gading Martin, Vincent, Ariel Noah beberapa tahun yang lalu. Wisatawan juga banyak yang singgah makan maupun ngopi disini. Tempatnya emang asyik banget. 

Penampakan restonya cukup simple. Bangunan memanjang ke samping dan dominan kayu dengan ruang semi outdoor. Meja kayu berjejer rapi. Restonyaa terdiri dari dua lantai yang dihubungkan dengan tangga kayu. Atap bangunan berbentuk joglo. View resto ini keren. Duduk di resto ini, kita bisa melihat kawah perbukitan hijau, persawahan dan perkebunan. Melihat aktivitas para petani yang sedang bekerja di sawah. 




Sesuai namanya, Teras Sawah memang menawarkan suasana wisata kuliner dengan latar hamparan sawah yang luas. Tempat duduknya cukup nyaman, ada area semi outdoor yang jadi favorit karena bisa langsung menikmati pemandangan.

Angin sepoi-sepoi dengan suara alam bikin suasana makin syahdu. Cocok banget buat
nongkrong bareng teman, ngopi santai habis touring, quality time bareng keluarga atau sekadar me-time sambil menikmati suasana.

Setelah memesan minuman dan cemilan, kami memutuskan untuk bersantai di lantai dua. Disini kondisinya masih sepi, lebih sepi daripada di lantai satu. Meja kursi kayu masih gak berpenghuni. Kami bebas memilih tempat. Paling enak duduk santai di pinggir pagar kayu bangunan resto. 

Selain resto, tersedia juga guest house dengan konsep syariah. Cocok buat yang ingin menginap dengan suasana tenang jauh dari keramaian kota. Lingkungannya terasa nyaman dan lebih privat. Lokasi guest housenya berada di bawah restonya. Untuk menuju kamarnya, kita menuruni tangga. Tepat di pinggir sawah lokasi kamarnya. Jumlah kamarnya kurang lebih sepuluh kamar dengan fasilitas penginapan standar. 



Kerennya, kamarnya menghadap ke arah timur. Jadinya kita bisa menikmati sunrise di saat pagi hari sambil memandang beberapa bukit yang termasuk kedalam Sevent Summit Sembalun. Untuk harga per kamarnya kalian bisa cek di platform online seperti tiket.com, booking.com atau trip.com. Harganya bisa bervariasi di setiap platformnya. 

Satu lantai dengan guest housenya, fasilitas lainnya ada kamar mandi, toilet dan mushola yang cukup bersih. Wah, jadi betah menginap disini. 

Gak menunggu waktu lama, orderan kami sudah datang. Saya memesan segelas Vietnam Drip Coffee dengan sedikit manis pastinya. Sedangkan yang lainnya tetap memesan susu jahe hangat. Btw, saya heran kenapa mereka gak pesan kopi ya. Padahal kan tema riding kami kan nyari tempat ngopi yang kece. Ini sudah kedua kali lhoo ya !. 

Untuk cemilannya, kami pesan pisang goreng. Lagi-lagi kami gak pesan menu berat karena kami sudah makan banyak di rumahnya Mas Den. Jadinya pesan minuman dan cemilan saja. 




Khusus Vietnam Dripnya saya rasa cukup enak. Jenis kopi yang digunakan yaitu robusta. Cara menyeduh kopi itu dengan metode khas Vietnam menggunakan alat saring berupa saringan logan kecil bernama phin untuk menghasilkan kopi kental dengan tetesan lambat. 

Biasanya kopi ini menggunakan dark roast atau kopi panggang gelap dan disajikan di atas susu kental manis sehingga menciptakan perpaduan rasa pahit dan manis. Disajikan dalam bentuk panas atau dingin. Kali ini saya pesan yang panas saja karena udara di Sembalun sudah dingin banget. Segelas Vietnam Drip seharga 20 ribu. 

Sedangkan minuman yang lain beragam ya harganya. Dari kopi-kopian, minuman dingin hingga jus harganya kisaran 15 ribu  sampai 30 ribu. 

Untuk cemilannya kami pesan Pisang Goreng Cokelat Keju. Untuk porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Cocok dijadikan cemilan saat bersantai sambil ngopi. Harga seporsi Pisang Goreng Cokelat Keju yaitu 23 ribu. 

Selain itu, menu disini cukup lengkap. Dari makanan dan snack kisaran harganya 20 ribu hingga 40 ribu. Awalnya tadi saya berminat pesan Indomie Rebus karena udara di Desa Sembalun cukup dingin apalagi suasana hujan gene. Tapi karena perut gak kompromi, saya urungkan buat pesan. Next time kalau datang kesini lagi, pasti pesan Indomie Rebus. 





Saat duduk santai menikmati ngopi dan cemilan, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Suasananya tambah syahdu sekali. Puncak-puncak bukit tertutup kabut tebal. Angin dingin yang berhembus menyapa kulit. Kopi yang tadinya panas, perlahan-lahan menjadi dingin. Mau panas maupun dingin Vietnam Drip Coffee tetap nikmat di mulut. 

Sambil menikmati hujan, kami berempat ngobrol-ngobrol santai. Awalnya dilema mau meneruskan perjalanan ke tujuan utama. Tapi dengan modal nekat dan kami sudah menyiapkan jas hujan di dalam jok motor. Akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke arah utara. 

Bisa tebak tujuan kami selanjutnya kemana ?. Kalian bisa baca ceritanya di tulisan saya sebelumnya. Setelah menunggu hujan reda, kami meneruskan perjalanan menuju Desa Obel-Obel melalui jalur utara. 

Sebelum itu, saya menyempatkan mampir di salah satu tenda sayur-sayuran Sembalun yang banyak di pinggir jalan. Beberapa sayuran saya beli seperti edamame, sawi, wortel, kentang, dan daun bawang. Disini sayurannya segar karena baru dipetik. Harganya juga bisa ditawar bagi yang pintar nawar seperti saya, hehehe.

Touring dan ngopi ke Teras Sawah Resto & Guest House Syariah jadi salah satu pengalaman santai yang layak diulang di waktu lain. Tempatnya nyaman, view-nya juara, suasananya tenang, dan cocok untuk berbagai suasana.


Kadang yang kita butuhkan memang bukan perjalanan jauh, tapi tempat sederhana dengan pemandangan hijau dan secangkir kopi hangat.

Kalau kalian sedang mencari destinasi touring santai di Lombok Timur, tempat ini bisa banget masuk daftar kunjungan berikutnya. Jarak dari Mataram ke Teras Sembalun yaitu 93 kilometer dengan waktu tempuh 2 jam 30 menit. 

Info lebih lengkapnya kalian bisa kunjungi aku instagramnya (@terassawah). Buka dari jam sembilan pagi hingga sembilan malam. 

Btw, setelah semua sayuran pesanan istri sudah dibeli, kami melanjutkan riding ke lokasi selanjutnya. Jangan lupa mampir di tulisan sebelumnya ya !.

Penulis : Lazwardy Perdana Putra